Title : The Secret Box

Part : 10 (Hurts)

Length : 10/?

Author : ShadowCrush

Genre : Romance - Drama - Crime

Rate : M

Cast : Wu Yi Fan/Kris, Huang Zi Tao, And Other Cast

Disclaimer : All Cast belong to God, Their Self, I Just owned the Story

Warning : Boys Love/Yaoi, violence, strong language, typo(s), death chara.

Preview :

Chanyeol memacu mobilnya sekencang mungkin melintasi jalanan yang sepi. Kris sibuk dengan pikirannya.

"Tao…Tao..Tao, apakah itu benar-benar dia ?"

"itu tidak mungkin..dia hanyalah anak sekolahan, dan itu tidak mungkin dia, mungkin aku salah liat" Kris berusaha menenangkan pikirannya yang kalut.

Di lain sisi, di gedung tua tempat transaksi tadi Mr. Lau dan beberapa anak buahnya yang tersisa berhasil melarikan diri dari polisi-polisi itu.

Terlihat beberapa mayat yang tergeletak disekitar gedung tua itu dan polisi yang menginvestigasi tempat itu.

"I'm sorry sir,I can't catch him" ucap seorang namja sambil memegang lengan kanannya.

"ah…well, next time you must be catch him Mr. Huan…" ucap sang atasan terputus saat seorang anak buahnya mendekati dan memberitahu atasan itu sebuah informasi.

Shadow sangat mengharapkan review dari readers, baik saran maupun kritik dari readers, dan juga sebagai penyemangat untuk shadow

Hanya menulis beberapa patah kata di kolom review tak terlalu susah kan.

Mohon hargai kerja keras seseorang.

At last Mind If review

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

.

The Secret Box

Kris dan Chanyeol masih berada di dalam mobil mereka dengan Chanyeol sebagai pengemudi, mereka berdua mulai memasuki alun-alun kota Seoul. Chanyeol melihat kearah GPS, setelah merasa aman Chanyeol memperlambat laju mobil mereka. Chanyeol melihat Kris yang melamun.

"ya..hyung kau kenapa ?" Tanya Chanyeol membuat Kris terkejut.

"ah.. nothing, kau tak apa-apa kan tadi ?" Tanya Kris balik mengalihkan perhatiannya.

"tumben sekali kau bertanya keadaanku ?, ada apa denganmu, apakah kau terbentur besi tadi ?" ucap Chanyeol meledek Kris.

Kris hanya diam tak menanggapi ucapan Chanyeol, Kris kembali sibuk dengan pikirannya.

"orang itu memang mirip sekali dengan Tao, dari tubuhnya pun aku ingat, tapi itu sangat tidak mungkin" pikir Kris kembali.

Chanyeol bingung dengan sikap Kris yang tak biasa.

"are you really okay bro ?" Tanya Chanyeol sekali lagi dengan nada khawatir.

"hm…I'm fine" jawab Kris singkat.

The Secret Box

Baekhyun baru saja pulang dari sekolahnya, tak biasanya dia pulang larut malam seperti ini, Baekhyun memutuskan untuk pulang kerumah ibunya saja. Baekhyun masuk ke dalam mobil jemputannya, tak seperti biasanya dia berjalan kaki,

kenapa biasanya Baekhyun memilih berjalan kaki dibanding naik mobil ?, itu semua karena Baekhyun tidak ingin orang lain tahu siapa dia yang sebenarnya.

Yang orang lain tahu Baekhyun adalah seorang namja yang pintar dan masuk SIHS karena beasiswa, bahkan Kyungsoo pun tak tahu tentang keluarga Baekhyun – keluarga dari ayah Baekhyun-.

sepanjang perjalanan menuju rumah ibunya, Baekhyun hanya menatap kearah luar, memandangi suasana malam yang indah.

"tuan muda, tuan besar pasti akan marah jika tahu anda tidak pulang ke rumah" ucap supir Baekhyun.

"ah…itu tidak jadi masalah dan aku tidak perduli" balas Baekhyun.

"anda tahukan bagaimana kalau tuan besar marah"

"sudahlah Lee-ahjussi, aku tidak ingin membahas orang itu, dan berhentilah memanggil ku 'Tuan muda'" ucap Baekhyun kepada supirnya.

"hahaha, anda tidak pernah berubah tuan mud- maksud saya Baekhyun-shi, saya jadi ingat waktu anda berumur 8 tahun, saat itu anda merengek minta belikan sebuah pistol karena menonton film perang, tetapi tidak dikabulkan dan anda merajuk seharian penuh. Dan sekarang lihatlah ada seorang bayi besar yang sedang merengek". Ucap supir itu mengejek Baekhyun.

"ahjussiiiii…berhenti aku tidak ingin mengingat-ingat itu, itu terdengar menjiijkan" ucap Baekhyun merengek, akrab bahkan lebih akrab daripada saat Baekhyun berbicara dengan ayahnya sendiri.

"hahaha, arraseo saya tak ingin membuat anda merajuk kepada saya, hehe" goda sang supir.

"aissh" Baekhyun haya mendecak sebal.

Mobil yang ditumpangi Baekhyun memasuki sebuah komplek perumahan sederhana, mobil berwarna hitam itu berhenti di depan sebuah rumah sederhana yang berwarna hijau.

"ahjussi kau mau mampir ?" Tanya Baekhyun.

"mungkin lain kali saja Baekhyun-shi" tolak Lee-ahjussi dengan sopan.

"ah..ne baiklah bye~" pamit Baekhyun lalu membuka pintu mobil dan masuk ke rumah itu.

Mobil hitam tadi berjalan kembali, meninggalkan rumah tadi. Baekhyun masuk ke dalam rumah itu dan berjalan ke arah ruang tengah.

"eomma….eomma, aku datang" panggil Baekhyun.

"mungkin eomma sudah tidur".

Baekhyun berjalan menuju dapur karena dia merasa sangat haus, seharian penuh dia bekerja keras, badannya pun terasa gerah.

ketika Baekhyun berjalan kearah kulkas hendak mengambil air, betapa terkejutnya Baekhyun saat mendapati ibunya yang terbaring di lantai dapur, Baekhyun langsung berlari mendekati ibunya.

"EOMMA…EOMMA !" Baekhyun mengguncang tubuh ibunya. Ibu Baekhyun tidak bergeming sama sekali. Baekhyun mengangkat ibunya dan membawanya ke dalam kamar.

Baekhyun membaringkan ibunya di kasur, dia sangat cemas dengan keadaan ibunya yang tak biasa, Baekhyun meninggalkan ibunya sebentar untuk mengambil kompres.

"ada apa dengan eomma..tidak biasanya" pikir Baekhyun cemas setelah dia selesai mengompres ibunya.

Karena merasa amat lelah Baekhyun membaringkan diri disebelah ibunya.

The Secret Box

Inggris, 4.00 PM (England's Time)

Sore hari di Inggris, langit sore terlihat begitu bersahabat dengan penghuni bumi, tak jauh berbeda dengan keadaan di taman kota bagian timur kota Inggris. Pengunjung taman kota terlihat begitu ramai melaksanakan kegiatan masing-masing.

Di sudut taman kota tersebut tepatnya di sebuah kursi taman, duduklah seorang pria yang umurnya kira-kira kepala 5 namun tetap terlihat tampan beserta beberapa orang. Mereka terlihat seperti kebanyakan orang lain, melakukan aktivitas normal dan biasa-biasa saja, terlihat berbincang-bincang. Itulah anggapan orang yang melihat dari kejauhan.

"of course I want its, steven how about that man, do you have any information ?" ucap pria itu kepada seseorang di seberang teleponnya.

"I'm sorry boss, we haven't chase him yet" ucap seseorang yang kita ketahui bernama Steven.

"ah.. you guys didn't chase him ?, how pitty you guys" ucap pria itu.

"we'll chase him soon, we promise you boss"

"well, I've said to you before, and I'll say it again, 'don't make me disappoint"

"yes boss, we won't make you disappoint"

Pria yang kita ketahui adalah boss dari Steven mematikan sambungan teleponnya, pria tersebut menghisap cerutunya lalu menghembuskan asap cerutu tersebut melalui mulut.

"I can't waiting for 'its' anymore" ucap pria tua itu.

"Sir, we have to go now" ucap salah seorang pria berkulit putih menginterupsi.

Sekumpulan orang itu memasuki sebuah limousine berwarna silver yang di kepala mobil tersebut terkibar sebuah bendera Inggris.

The Secret Box

Seoul, 2.36 AM.

"hyung, are u okay ?" Tanya Chanyeol pada Kris yang tak gubbahnya termenung di balkon apartment mereka.

Kris hanya diam, tak berminat menjawab pertanyaan Chanyeol.

"c'mon hyung, do you have something to tell me ?"

"I'm fine" jawab Kris singkat. Chanyeol yang tak ingin membuat Kris marah meninggalkan Kris yang masih termenung melihat ke arah luar.

Kris masih terbayang dengan orang yang dilihatnya tadi, disatu sisi dia yakin tidak salah liat, tetapi disisi yang lain dia menyangkali apa yang dia lihat.

"aku yakin dia bukan Tao, mungkin hanya seseorang yang mirip dengannya…ya mungkin seperti itu" gumam Kris pelan.

Kris memandang ke langit, tiba-tiba otaknya kembali mengingat kejadian subuh kemarin, saat dirinya dan Tao tidur satu ranjang. Pikiran Kris terlalu berat saat ini, dilemma yang melanda dirinya membuat kepalanya pusing. Kris masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya yang lelah.

The Secret Box

Malam berganti siang, kekuasaan bulan berganti dengan matahari, pagi yang sangat bersahabat tidak seperti kemarin. Chanyeol terjaga dari tidurnya, kepalanya terasa agak pusing karena secara langsung melihat sinar matahari yang masuk melalui celah kaca. 5 menit terdiam setelah bangun, Chanyeol beranjak menuju kamar mandinya, Chanyeol menyalakan kran air, satu persatu pakaian yang dikenakannya tertanggal. Air yang terasa sangat dingin membuat Chanyeol bergidik.

"brrr…..seperti mandi es saja"

Setelah selesai mandi dan berpakaian Chanyeol menyempatkan diri masuk ke dalam ruang kerja, dilihatnya sebuah monitor besar yang terpasang di dinding. Monitor tersebut menampilkan sebuah rekamanan dari kamera CCTV. Chanyeol membuka file rekaman pada malam dimana dua orang menyusup ke dalam apartmentnya, Chanyeol memperhatikan dengan seksama detik demi detik rekaman tersebut, berharap mendapatkan identitas orang-orang itu. Chanyeol terus menerus memperhatikan video tersebut tak menyadari Kris yang berdiri di pintu dan ikut memperhatikan rekaman tersebut.

"kau tahu maksud kedatangan mereka kemari ?" ucap Kris membuat Chanyeol sedikit kaget.

"maksud mu ?" Tanya Chanyeol balik.

"coba kau pikir, mereka menyerang pada waktu orang biasa duduk santai di depan TV, mereka berjumlah dua orang dan lagi ini lantai 7, mereka masuk lewat balkon dan berhasil membuat kaca penghalang dengan tebal 50 cm pecah tanpa ada tanda-tanda bekas ledakan" jelas Kris.

"ah…ahh, apakah mereka bermaksud membunuh kita ?"

"aku tidak yakin begitu, dari yang ku dengar kemarin mereka hanya mencari 'kita', setelah mereka tidak berhasil menemukan kita, mereka langsung pergi"

"jadi kesimpulannya ?, jangan membuat otakku terpelintir pagi-pagi begini" ucap Chanyeol bingung Karena bahasa Kris yang intelek.

"maksud ku, mereka tidak sekedar ingin membunuh kita, mereka ingin mencari 'sesuatu' yang ambigu dari kita, dan aku pikir ini berhubungan dengan misi kita" jelas Kris.

"ooooo, jadi maksudmu mereka menginginkan semacam informasi dari kita ?" Chanyeol mulai menangkap maksud Kris.

"bingo !, akhirnya otak mu yang bodoh itu dapat menangkap perkataanku" ejek Kris.

"ish..fuck your self, sudahkah kau memberitahu Fuqin ?"

"uangnya pun sudah ku kirim, jauh sebelum kau membuka matamu"

"oh,baguslah kalau begitu, aku tak usah repot-repot lagi" ucap Chanyeol.

"haha, btw, aku ingin sarapan di luar, aku tak sanggup lagi makan masakanmu"

"jangankan dirimu, akupun tak sanggup lagi makan masakan buatanku sendiri"

"hahaaha, c'mon, we've to go now, aku ingin jadi murid teladan hari ini" ucap Kris yang membuat Chanyeol tertawa.

Chanyeol mematikan rekaman tadi dan membiarkan monitor itu tetap menyala.

The Secret Box

Baekhyun terlihat sedang memasak sarapan untuk dirinya dan ibunya, terdengar bunyi langkah kaki menuruni tangga.

"eomma, sudah bangun ?" Tanya Baekhyun pada ibunya yang menuruni tangga.

"ah ne, kapan kau datang ?"

"tadi malam, eomma kajja kita makan"

Baekhyun dan ibunya duduk di meja makan, dan menyantap nasi goreng kimchi buatan Baekhyun.

"eomma, tadi malam aku menemukan eomma pingsan di dapur, kenapa eomma ?" Tanya Baekhyun membuka percakapan.

"ah… mungkin eomma kelelahan saja"

Baekhyun melihat gelagat ibunya, yang terlihat seperti menutupi sesuatu.

"eomma, katakan padaku yang sebenarnya"

"mworaggo ?, eomma hanya kelelahan kemarin membersihkan rumah"

Sepintas Baekhyun merasakan cemas, karena dia tahu ibunya sedang menutup-nutupi sesuatu.

"dimana ahjumma ?" Tanya Baekhyun pada ibunya.

"ah, dia kemarin pergi ke Goyang karena ada urusan, jadinya eomma membersihkan rumah sendirian"

Ibu Baekhyun tinggal bersama adik perempuannya di rumah itu, rumah peninggalan mendiang kakek dan nenek Baekhyun.

"oh, begitu pantas saja aku tidak melihat orang itu, hehehe" kekeh Baekhyun.

"kau tak boleh begitu, walaupun kalian terpaut 4 tahun, tapi dia tetap ahjumma mu" tegur ibu Baekhyun.

"haha arra-arra, eomma aku berangkat dulu" pamit Baekhyun setelah selesai makan.

The Secret Box

Suasana SIHS kembali seperti biasa, setelah kemarin seharian penuh merayakan festival. Terlihat beberapa orang sedang membongkar panggung dan stand-stand bekas kemarin.

Kyungsoo yang sedang berjalan kaget karena sebuah tangan yang menyentuh pundaknya

"ah.. Baekhyun-ah, kau mengagetkanku"

"haha, mianhae kemana kau kemarin ?, aku tidak melihatmu seharian"

"excuse me 'Mr. Busy', kau saja yang tidak memperhatikan diriku"

"haha, mian..mian"

"ck" Kyungsoo hanya mendecak sebal kepada Baekhyun.

Terlihat Kris dan Chanyeol yang berjalan masuk menuju bangunan sekolah diringi stalkers mereka.

"aku kesal melihat mereka"

"mereka? Nuguya?"

"itu, siswa baru yang bernama Kris dan chayeol" tunjuk Kyungsoo menggunakan bibirnya.

"mereka? Wae ?, apakah karena mereka lebih popular daripada 'divo'nya SIHS" kekeh Baekhyun, Kyungsoo memanglah seorang divo disekolah mereka, suaranya sangat merdu mampu membuat setiap pendengar luluh.

Kyungsoo hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Baekhyun, membuat Baekhyun terkekeh.

"mworaggo, hanya masalah sepele seperti itu, lagipula tak ada yang bisa mengalhkan 'divo' seperti dirimu" ucap baekhyu memberi penekanan pada kata Divo.

"aku tidak tahu, hanya saja kau merasa kesal" jawaban Kyungsoo sukses membuat Baekhyun tertawa.

"haahahaah, kau ini, kajja kita masuk ke dalam kelas" Baekhyun berlari meninggalkan Kyungsoo.

"yaa tunggu aku"

Baekhyun tersenyum sendiri karena mengingat Chanyeol.

"yeol, bisakah kau urus mereka, aku agak gerah dengan sikap mereka" ucap Kris kepada Chanyeol karena dirinya merasa bosan selalu diikuti 'fans' mereka.

"yes my lord" ucap Chanyeol.

Kris berjalan meninggalkan Chanyeol yang mulai 'meladeni' fans mereka.

The Secret Box

Chanyeol yang kelelahan menghadapi 'fans dadakan'nya tadi, sedang berada di dalam toilet, untuk sekedar membasuh wajahnya.

"wah, wajar saja mereka mengejar-ngejar aku, aku memang tampan" monolog Chanyeol sembari merapikan rambutnya.

Pintu toilet terbuka dan masuklah seorang namja dengan perawakan lumayan, Chanyeol melihat s namja itu dari pantulan cermin dan mengabaikannya, saat ia mengacuhkan namja tadi masuklah empat namja yang terlihat seperti sebuah geng.

"permisi tuan 'sok keren'"ucap salah satu dari orang-orang itu.

Chanyeol berbalik dan melihat orang-orang itu yang sedang menatapnya tajam.

"apa aku mengenal kalian ?" tanya Chanyeol.

"tidak, lebih tepatnya belum, kau akan mengenal kami setelah kau menyelesaikan urusan dengan kami"

"hah ?, memangnya aku ada urusan apa dengan kalian ?" Tanya Chanyeol dengan nada yang mengejek total.

"jangan pura-pura bodoh kau, apa maksud mu dengan menggoda Krystal, kau mau merebut Krystal-chaggi ku kan ?" ucap orang itu.

"Krystal ?, siapa dia ?" ucap Chanyeol cengo dengan bola mata yang mengarah ke kanan atas.

"cih… jangan pura-pura bodoh, kau kira aku tidak tahu dia membawakan makanan untuk mu !, sudahlah jangan banyak bicara, kuperingatkan kau untuk menjauhi dia, atau kau tak akan tenang" ancam namja itu.

"oh yeoja yang waktu itu ya" Chanyeol akhirnya mengingat siapa itu Krystal.

"aku tidak tahu siapa dia, dia hanya membawakanku bekal, aku tak akan merebutnya dari dirimu lagipula dia bukan tipe ku" tambah Chanyeol.

"berani sekali kau berucap seperti itu" namja itu melayangkan pukulan kearah Chanyeol, dengan santainya Chanyeol menghindari pukulan tersebut.

"ayolah…aku bosan berkelahi, baru tadi malam aku berkelahi" ucap Chanyeol pada namja itu.

"diamlah kau brengsek, ayo lawan aku, kau takut ?" tantang namja itu.

"cih…aku memperingatkan kalian sekali lagi, tolong menyingkir dari jalan ku" ucap Chanyeol tersenyum sarkastik.

"jangan banyak bicara, serang dia" keempat namja yang lain menyerang Chanyeol.

Dan kejadian selanjutnya adalah Chanyeol melawan kelima namja itu dan dengan hasil yang sudah 'klise', dengan santainya Chanyeol melangkah keluar toilet.

"aku sudah peringatkan kalian, kalian sih tidak mau mendengarkan aku" ucap Chanyeol di ambang pintu kepada kelima namja yang terbaring di lantai toilet.

"agh..awas kau".

"bye….aku mau masuk ke kelas dulu" Chanyeol melambaikan tangannya kepada orang-orang tadi.

Chanyeol melangkah dengan santai menuju ruang kelasnya tak memperdulikan kelima namja yang mengerang kesakitan.

The Secret Box

"awasi terus dia, kau tidak boleh melepaskan sedikit pun perhatian dari dirinya" terdengar suara Kris dari mini-radio Chanyeol yang tersambung dengan telinganya.

Saat ini Chanyeol kembali melakukan aktivitas 'utama' nya, yaitu membuntuti Baekhyun. Setelah jam pulang sekolah tadi Chanyeol langsung membuntuti Baekhyun yang dalam perjalanan pulang bersama Kyungsoo.

"roger, hyung kau dimana ?"

"aku ada urusan, kali ini kau saja yang bertugas ya"

"memangnya selama ini yang membuntuti Baekhyun siapa ?, cih.. jangan berbicara seolah-olah kau pernah secara langsung mengikuti dia" protes Chanyeol.

"haha, baiklah, lakukan pekerjaanmu dengan benar ne, aku ada urusan, bye"

"that bastard, cih"

Chanyeol terus membuntuti Baekhyun, Chanyeol sudah hapal akan kemana Baekhyun biasanya pulang, tetapi kali ini Chanyeol merasa agak ganjil karena rute yang dilalui Baekhyun berbeda dari biasanya.

"kemana dia ?" pikir Chanyeol.

Baekhyun berhenti di pinggir sebuah jalan sepi, terlihat sebuah mobil audi berwarna hitam mendekati Baekhyun, seseorang keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu mobil untuk Baekhyun.

"siapa orang itu, kemana Baekhyun pergi" Chanyeol mengikuti kemana arah mobil tersebut, dia melajukan motor buatan Jerman yang bermerk BMW yang digunakannya sekarang.

Chanyeol terus mengikuti kemana Baekhyun pergi, dia merasa asing dengan tempat ini berada di ujung kota Seoul dekat perbatasan Seoul-Incheon. Mobil yang ditumpangi Baekhyun menaiki sebuah bukit, Chanyeol pun mengekor di belakang. Chanyeol melihat sebuah rumah berwarna putih dengan ornament-oranamen yang sangat indah dipandang terlihat dijaga ketat.

"rumah siapa ini ?, seingat ku ini bukan rumah Baekhyun" monolog Chanyeol yang melihat rumah besar itu dari kejauhan.

Chanyeol berinisiatif menghubungi Kris.

"hyung, hyung kau dengar aku.."

"what ?" jawab Kris dari seberang.

"Baekhyun memasuki sebuah mansion di perbatasan kota Seoul-Incheon"

"mansion ?,….coba kau sebutkan ciri-ciri mansion tersebut"

"besar, Memiliki pagar berwarna putih dihiasi ornamen-ornamen yang indah, dijaga oleh beberapa orang, hanya itu yang dapat ku lihat dari sini".

"ehmm… begitu, coba sebutkan titik koordinatnya"

"sebentar…..119 O LU, 74O BT"

"baiklah, aku akan menghubungi Sehun, kau tetap pantau Baekhyun"

"yes my Lord"

Chanyeol tetap mengawasi dari kejauhan mansion tersebut, sekitar 1 jam lebih Chanyeol mengawasi rumah tersebut dari kejauhan, terlihat mobil hitam yang dipakai Baekhyun tadi keluar, saat mobil itu melintasi Chanyeol, dia memperhatikan dengan seksama ke dalam mobil tersebut.

"gotcha" seru Chanyeol saat matanya menangkap sosok Baekhyun yang ada di dalam mobil tersebut, Chanyeol langsung menancap gas motornya.

Sore hari yang mulai berganti dengan malam, bulan mulai menampakan dirinya. Chanyeol yang sedari tadi membuntuti Baekhyun sekarang berada disebuah rumah yang Chanyeol kenali adalah rumah Baekhyun yang pernah dikunjunginya.

Terlihat sosok Baekhyun yang keluar dari mobil tersebut. Baekhyun berjalan memasuki rumah tersebut, Chanyeol berinisiatif mendekati Baekhyun.

"Titt TItt". Chanyeol membunyikan klakson motornya, Baekhyun yang mendengar bunyi klakson tersebut berbalik .

"ya..chanyeol-shi, apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Baekhyun saat mendapati Chanyeol lah sumber suara.

"ah..anniya, hanya kebetulan lewat"

"oh.. mampir dulu" tawar Baekhyun kepada Chanyeol.

"dengan senang hati" pikir Chanyeol. "tidak apa-apa kah ?"

"haha, tidak apa-apa, masuk saja, kau kan kemarin hanya mengantarkan ku sampai depan, sekarang masuklah"

"ok"

Chanyeol dan Baekhyun berjalan masuk ke dalam rumah bercat hijau tersebut.

"eomma..aku pulang" teriak Baekhyun.

"kau tinggal bersama eomma mu ?" Tanya Chanyeol.

"ne..kami tinggal bertiga aku, eomma dan ahujmma, ah silahkan duduk Chanyeol-shi, kau mau minum apa ?"

"dimana ayahnya ?" pikir Chanyeol,

"ah tak usah repot-repot"

"tak apa, kau mau teh?, kopi?, susu?" Tanya Baekhyun seperti seorang pelayan restoran.

"ah, baiklah kalau kau memaksa, tea please" ucap Chanyeol sembari tersenyum.

"yes sir, a moment please, hahaa" ucap Baekhyun memperagakan pelayan.

Chanyeol memperhatikan kesekeliling berusaha mencari-cari sesuatu yang bisa memberikan petunjuk tentang ayah Baekhyun. Saat Chanyeol asik memperhatikan keadaan rumah Baekhyun seorang yeoja paruh baya yang terlihat cantik menuruni tangga. Chanyeol berdiri sembari membungkuk kepada yeoja itu yang diyakininya adalah ibu Baekhyun.

"anyyeong hasseo ahjumma, naneun Chanyeol-imnida, saya temannya Baekhyun" ucap Chanyeol sopan.

"anyyeong, teman Baekhyun ya ?, jarang sekali Baekhyun mengajak temannya" ucap eomma Baekhyun.

"jarang ?" Chanyeol kembali berpikir.

"ah eomma, ini Chanyeol teman satu sekolahku" ucap Baekhyun yang datang sambil membawa nampan.

"eomma sudah tahu, silahkan duduk Chanyeol-shi" ucap yeoja itu mempersilakan Chanyeol untuk duduk.

Ibu Baekhyun duduk di kursi berhadapan dengan Chanyeol sedangkan Baekhyun duduk di kursi yang sama dengan ibunya, tiga orang tersebut larut dalam pembicaraan hangat, saling bercengkrama satu sama lain.

"kau tahu Chanyeol-shi, Baekhyun jarang sekali mengajak temannya mampir kesini, jadi aku mengira kalau dia adalah seseorang yang 'anti sosial'" canda eomma Baekhyun.

"eommaa… " rajuk Baekhyun.

"jinjja ? ommona berarti aku orang yang spesial ne ?," ucap Chanyeol terkekeh.

Pembawaan Chanyeol yang ramah membuat dirinya cepat akrab dengan ibu Baekhyun.

"jadi ahjumma disini tinggal bertiga saja ?" Tanya Chanyeol.

Ibu Baekhyun sedikit memberi jeda sebelum menjawab pertanyaan dari Chanyeol.

"ah itu, ne..aku, Baekhyun dan adik perempuanku" jelas eomma Baekhyun.

"oh..begitu, ehmm kalau boleh saya tahu dimana appa Baekhyun ?"

DEGG, pertanyaan Chanyeol menusuk bagi kedua orang dihadapannya, Chanyeol dapat melihat gelagat kedua orang tersebut sedikit berubah.

"appa Baekhyun bekerja di luar negeri dan beliau jarang pulang" terang ibu Baekhyun.

"i..ia, appa bekerja di Belanda, appa jarang sekali pulang" Baekhyun tersenyum garing.

Chanyeol mengernyitkan dahinya, dia tahu ada sesuatu yang terjadi pada eomma Baekhyun dan appa Baekhyun, walaupun sebenarnya dia tahu secara garis besar beban Baekhyun dan keluarganya.

"oh begitu, pasti appa Baekhyun orang yang sangat tampan dan baik hati, lihat saja anaknya" goda Chanyeol.

"ah…kau bisa saja hehe, kau terlalu memujiku" ucap Baekhyun sembari tertawa garing.

"haha, kau benar appa Baekhyun adalah seorang yang sangat baik hati" tambah eomma Baekhyun.

Terlihat sedikit kecanggungan diantara mereka. Chanyeol mengambil gelas teh nya dan menghirup bau teh tersebut.

"teh hijau dari Jepang ?" Tanya Chanyeol setelah menghirup bau teh tersebut.

"kau benar, wah kau tahu banyak tentang teh Chanyeol-shi" jawab Baekhyun.

"kebetulan aku suka minum teh, ahjumma tidak minum ?" Tanya Chanyeol kepada ibunda Baekhyun.

"ah tidak aku sedang tidak haus, silahkan diminum"

"kalau begitu aku tinggal dulu ya, ahjumma sedikit pusing" pamit ibu Baekhyun.

"ah ne.. ahjumma" ucap Chanyeol.

Ibu Baekhyun berjalan menuju kamarnya, dan ketika hendak menaiki tangga ibu Baekhyun kehilangan keseimbangan dan tumbang.

"EOMMA !" pekik Baekhyun sembari mendekat ke Ibunya. Chanyeol pun ikut membantu Baekhyun.

Chanyeol mengangkat ibu Baekhyun dan membawanya ke kamar, setelah itu Chanyeol membaringkan ibu Baekhyun ke ranjang di dalam kamar tersebut. Badan ibu Baekhyun terasa sangat panas, Baekhyun berinisiatif mengambil kain dan batu es.

"ada apa dengan eomma mu Baekhyun ?" Tanya Chanyeol kepada Baekhyun yang sedang mengompres ibunya.

"a..aku tidak tahu, kemarin malam pun saat aku pulang, aku menemukan eomma pingsan di dapur, aku sangat khawatir"

Baekhyun terlihat panik, dirinya bingung harus melakukan apa.

"lebih baik kita bawa ke rumah sakit, suhu badannya tinggi sekali" ucap Chanyeol.

Baekhyun mengangguk tanda setuju kepada saran Chanyeol.

"tapi.. bagaimana kita ke rumah sakit ?, aku tidak punya mobil atau motor untuk membawa eomma" ucap Baekhyun.

Chanyeol pun terlihat sedikit berpikir, dia hanya membawa motor yang cukup untuk dua orang. Tidak mungkin ibu Baekhyun yang pingsan didudukan di belakang sendirian.

"kau tunggu disini sebentar, aku akan mencarikan taksi" ucap Chanyeol yang langsung melesat keluar.

Chanyeol menghidupkan motornya dan berjalan keluar dari komplek perumahanan itu.

"kenapa aku harus perduli dengan mereka ?, bahkan aku ditugaskan untuk membunuh mereka" pikir Chanyeol saat dijalan.

Sekitar 15 menit, akhirnya Chanyeol mendapatkan sebuah taksi. Chanyeol mengangkat ibu Baekhyun dan membawa masuk ke dalam taksi tersebut, Baekhyun mengunci pintu rumah mereka dan ikut menaiki taksi tersebut. Chanyeol menggunakan motornya.

The Secret Box

Di sebuah lorong rumah sakit, terlihat Chanyeol dan Baekhyun yang sedang menunggui ibu Baekhyun, Baekhyun terus-menerus menggesekan kedua telapak tangannya, dirinya sangat cemas. Terlihat seorang dokter disertai seorang perawat keluar dari dalam ruangan tersebut.

"permisi, apakah kalian keluarga dari Nyonya Taeyeon ?" tanya sang dokter.

"saya anaknya dok, bagaimana keadaan eomma saya ?" ucap Baekhyun.

"dapatkah anda ikut saya ke kantor, saya akan menjelaskan keadaan eomma anda disana"

Baekhyun melihat kearah Chanyeol, Chanyeol menganggukan kepalanya.

"baiklah dok"

Baekhyun berjalan mengikuti dokter dan perawat itu menuju ruangan dokter tersebut, meninggalkan Chanyeol sendirian di kursi.

"kenapa aku harus perduli dengan dirinya, sedangkan nanti mungkin saja dia mati ditanganku" pikir Chanyeol bingung.

.

..

.

Di dalam sebuah ruangan yang didominasi warna putih khas rumah sakit, Baekhyun dan dokter yang merawat ibu Baekhyun sedang duduk berhadapan.

Baekhyun merasakan rasa cemas yang amat teramat, dia tahu ketika seorang dokter mengajak seseorang berbicara secara tertutup seperti saat ini pastilah ada suatu hal yang serius.

"begini, err…"

"Baekhyun"

"Baekhyun-shi, ketika saya memeriksa keadaan Eomma anda, saya mendapati suatu hal yang 'berat' pada eomma anda" jelas sang dokter langsung.

Rasa cemas Baekhyun akhirnya terbukti, seketika badannya mengeras setelah mendengarkan perkataan dokter tersebut.

"be…berat dok ?, maksud anda ?" Tanya Baekhyun dengan terbata-bata.

"terdapat pembengkakan dibelahan otak belakang ibu anda, tapi kami masih belum bisa memastikan secara pasti apa penyakit yang diidap eomma anda" ucap sang dokter dengan nada rendah.

1..2…3, Baekhyun terdiam, seluruh badannya terasa menegang sepenuhnya, matanya terasa sangat panas.

"pe…pembengkakan dok ?, anda jangan bercanda dokter, anda pasti salah memeriksa" bantah Baekhyun sambil menahan air mata nya yang akan keluar.

"mohon maafkan saya Baekhyun-shi, itu adalah hal yang sesungguhnya"

"Tidak dok, tidak, kau pasti berbohong ! kau pasti berbohong dokter !" kali ini tangisan Baekhyun tak dapat tertahankan lagi, Baekhyun menangis histeris.

"maafkan saya Baekhyun-shi, tapi kami akan mencoba sekuat tenaga untuk menyembuhkan eomma anda"

Baekhyun tak mengindahkan perkataan dokter tadi, dia langsung berlari keluar ruangan, pikirannya sangat kalut, dia merasa seperti jatuh dari langit. Baekhyun berlari ke luar rumah sakit, Chanyeol yang melihat Baekhyun berlari refleks mengejar Baekhyun.

Baekhyun berhenti di taman rumah sakit tersebut yang terlihat sangat sepi karena malam hari, Baekhyun mendudukan diri disebuah bangku taman. Baekhyun menangis tak tertahankan,

"kenapa eomma tidak pernah menceritakannya padaku" gumam Baekhyun pelan.

Chanyeol yang mendapati Baekhyun sedang duduk di bangku taman berjalan mendekati Baekhyun dan duduk disamping Baekhyun, Chanyeol dapat mendengar isakan Baekhyun hatinya tergerak untuk menenangkan Baekhyun, Chanyeol menarik tubuh Baekhyun ke dalam dekapannya. Terdengar isakan Baekhyun yang tertahan di dalam dekapan Chanyeol, setelah dirasa agak tenang Chanyeol melonggarkan dekapannya pada tubuh Baekhyun.

Chanyeol menatap wajah Baekhyun yang terlihat gusar, matanya membengkak karena menangis. Baekhyun diam tak berniat untuk membuka mulut. Lama mereka dalam diam, akhirnya Chanyeol membuka percakapan.

"apa yang dikatakan dokter ?" Tanya Chanyeol dengan nada lembut.

Baekhyun terdiam sesaat sebelum menjawab pertanyaan Chanyeol.

"hiks..dokter bilang eomma..eomma… ada-ada pembengkakan di otak bagi-an belakang beliau" jawab Baekhyun terbata-bata.

Chanyeol yang mendengar jawaban dari Baekhyun merasa iba, Chanyeol kembali memeluk Baekhyun, mencoba menenangkan Baekhyun yang sedang labil.

Tangisan Baekhyun kembali runtuh saat berada didalam dekapan Chanyeol.

"ssshh.. tenanglah..gwenchannayo" ucap Chanyeol menenangkan Baekhyun.

"kenapa e-eomma menyembunyikannya dariku hiks…"

Chanyeol mengusap kepala Baekhyun, dia juga merasakan apa yang dirasakan Baekhyun, karena dia juga pernah merasakan sakitnya kehilangan ibu, bahkan dua kali.

...

Ibu Baekhyun yang kita ketahui bernama Taeyeon terbangun dari tidurnya, taeyeon melihat sekeliling.

"dimana aku ?, rumah sakit ?" pikirannya teringat kejadian terakhir sebelum dia kehilangan kesadaran.

Taeyeon sadar dirinya tidak sendiri di dalam ruangan itu, disampingnya terdapat Baekhyun yang tertidur bersandar pada kasur tempat Taeyeon juga tidur.

Taeyeon mengusap surai hitam anak semata wayangnya tersebut, air mata menetes dari matanya yang indah.

"maafkan eomma baekhyunnie" ucap yeoja itu.

To Be Continued….

Annyeong readers…. Shadow balik lagi dengan chapter terbaru, kasihan bgt Baekhyun ( T-T)v mohon maafkan daku Baekhyun-hyung karena telah membuat dirimu tersiksa, oh ya kemaren ada yang nanya shadow namja atau yeoja, dan sekarang akan shadow proklamasikan *ceile bahwa shadow adalah pure namja yang terobsesi untuk mengetik FF bergenre BL/yaoi. Tapi shadow 1000% Normal, masih suka sama mahluk tuhan yang berambut panjang dan berkulit putih *curhat. Shadow harap readers bisa ngikutin ceritanya ya~, and at last shadow sangat berharap readers meninggalkan jejak, tolong hargai kerja keras shadow, tinggalkan review berupa kritik atau/dan saran. Supaya shadow tambah semangat ngerjain FF ini. And –this's true- at last mind for RnR ? :D.