EXO (EXtra Ordinary)
.EXOolfeu Present.
Cast : Member EXO
Pairing : Official Couple—lebih fokus ke Kaisoo—
Slight : KrisLu, JongMin (Jongin-Taemin)
Genre : Fantasy, Romance
Disclaimer : Member EXO punya Tuhan YME, keluarga, serta fansnya. Alur cerita dan Chanyeol (?) mutlak milik author.
Summary : Kyungsoo, murid pindahan dari Busan masuk ke dalam EXO—sebuah perkumpulan dari anak-anak 'luar biasa' di SM High School—membuatnya merasakan 'flavour of love'. Bad summary! Kaisoo Area! IT'S YAOI! BOY X BOY! BL! SHONEN AI!
.
.
IF YOU DON'T LIKE
.
.
PLEASE DON'T READ!
.
.
DON'T BE PLAGIARISM!
EXOolfeu Present
.xxx.
"Lu, aku ingin bicara—" Kris dan Sehun secara bersamaan membuat Luhan terbatuk pelan. Bagaimana keduanya bisa kompak?
"Aku kecewa padamu, Lu." / "Aku mencintaimu, Lu."
"Lu—"
"Luhan—"
"Luhan!"
Luhan tersentak melihat Sehun dan Kris menatapnya. Sehun mengusap pelan surai Luhan. "Kenapa kau melamun, eum?"
Luhan mengerjap imut. Ia baru sadar bahwa ia kejadian tadi hanya khayalan belaka. Ia bisa gila jika seperti ini terus menerus!
.
.
.
Tao mem-pout-kan bibirnya kesal saat sebuah pesan menghampirinya dan mengabarkan bahwa sang Guru tidak datang. Tao membanting ponselnya lumayan keras kearah kasur. Oh, tentu saja ia tak akan ambil resiko untuk menghempaskan ponselnya kedinding. Ia tak punya cukup tabungan untuk membeli yang baru. Ia harus mulai irit karena orang tuanya akan kembali ke China saat Tao bisa menyesuaikan diri dengan Korea.
Oh, ayolah jangan bahas itu dulu. Lihatlah bagaimana Tao kesal ketika Kris membatalkan janjinya untuk mengajari Tao hari ini.
"Aku padahal sudah berpakaian rapi untuk menyambutnya." Tao menyembunyikan wajahnya dibalik boneka pandanya. Entahlah ia hanya merasa malu ketika mengingat fakta bahwa beberapa menit yang lalu ia heboh mencari baju yang paling bagus hanya untuk menyambut Kris.
Tao memungut lagi ponselnya. Mendekatkan benda kotak itu dibibir kissable-nya. "Taobencikrisgege!"
Send!
Tao menghela napas saat pesan suaranya terkirim ke Kris.
.
.
.
Ruang yang biasanya digunakan untuk menonton tv tampak ramai dengan penghuninya yang duduk melingkari meja. Beberapa ada yang duduk disofa, sisanya merelakan diri duduk di karpet.
"Kris-ge, ada apa ini?" Suho mengernyitkan dahi saat baru saja ia sampai dan Kris sudah menggiring semua member untuk berkumpul di ruang keluarga.
"Baiklah—" Kris menjeda ucapannya membuat semua member siap siaga untuk melempar apapun itu ke kepala Kris. Kris terkekeh pelan, "Aku ingin memperkenalkan seseorang. Joonmyeon-ah, aku ingin mengajaknya tinggal disini. Tak apa, kan?"
Semua mengernyit heran. Tak terkecuali Sehun. Iya berpikir kenapa Kris harus minta ijin. Apa Kris mengontrak disini?
"Sehun-ah, perkenalkan dirimu."
"Ah, annyeong— aku Oh Sehun adiknya Kris-ge." Sehun membungkukkan badannya. Terlihat lucu.
"Sehun ini adikku. Yeah, beda ayah tentunya. Mom—" Kris menjeda sesaat karena rasa mual yang teramat sangat ketika ia menyebut satu kata yang sudah puluhan tahun ia lupakan. Mom—terlihat seperti panggilan umum. Tapi itu menjijikkan dimata Kris.
"—menitipkan Sehun padaku. Dia tidak betah di Amerika dan yah— dia berkata ingin bertemu dan tinggal denganku." Sehun mengangguk membenarkan.
Semua member manggut-manggut antara mengerti, masa bodo, bingung dan takut Kris cekik ketika akan bertanya lebih jauh.
Sehun mengernyitkan dahi lagi. Bukankah ia membawa Luhan? lalu kenapa Kris tidak memperkenalkan Luhan juga? Hei! Itu tidak sopan!
"Kris-ge! Kenapa Luhan tidak kau suruh memperkenalkan diri. Dia memang tidak akan tinggal disini, tapi aku ingin mereka menge—" Sehun terasa menciut saat semua mata memandangnya aneh. A-aku salah bicara, ya?
Sehun meringsek ke lengan Kris.
"Ah benar juga— silahkan perkenalkan dirimu, Luhan-ssi." Kris tersenyum manis seolah menguliti Luhan dalam diam. Semua member menganga mendengar penuturan Kris. Oh, ayolah mana ada sepasang 'kekasih' yang bicara seformal itu?
Luhan keringat dingin saat semua member menatapnya. Ia ingin kabur tapi itu adalah satu-satunya keputusan bodoh. Sedangkan Sehun terus saja membisikinya untuk tak gugup. Gugup apanya! Ia ketakutan setengah mati sekarang!
"A-annyeong— Xi Luhan imnida." Luhan menunduk ketika kerutan didahi member EXO makin banyak.
"Apa-apaan ini?!" Suho bangkit dan hampir saja melempar vas bunga yang memang ada dimeja untuk hiasan ke arah Kris, Luhan, serta orang bernama Sehun itu.
"Luhan-ssi, kau bisa tinggal disini jika kau mau. Karena disini satu kamar berisi dua ranjang, kau bisa tidur dengan Sehun. Biar Kyungsoo menunjukkan kamar kosong disebelah kamarnya." Luhan melotot horror. Kris benar-benar berniat main sandiwara.
"Wu Yi Fan— apa kau gila?"
Sebentar lagi, titik itu akan terlewat. Titik dimana kesabaran seorang Kim Joonmyeon akan habis. Kris hanya tersenyum menanggapi Suho. Ia tahu Kris tidak dalam keadaan baik-baik saja sekarang. bukan Kris jika ia bertingkah kekanakkan seperti saat ini.
"Tolong jelaskan drama apa yang sedang kalian perankan dirumahku, Wu Yi Fan dan Xi Luhan?" Suho menekan setiap kalimat yang ia lontarkan. Pertanda bahwa malaikat ini akan menjelma menjadi iblis neraka.
Sehun dan semua member hanya berani mengerutkan dahi, tidak lebih. Mereka tahu dimana batas mereka untuk menyela perkataan Suho yang emosi. Melupakan fakta bahwa beribu pertanyaan sangat ingin mereka lontarkan.
Lay menatap Kris khawatir. Sebagai 'penyembuh' tentu ia tahu dimana batas emosi seseorang hingga kekuatan yang ia kendalikan akan menyakiti orang lain. Sungguh, ini bukan Kris yang selama ini ia kenal.
"Ge— sudah cukup. Ayo aku antar kekamar." Lay bangkir menarik lengan Kris. Matanya membulat saat lengan Kris terasa panas. Ini benar-benar bukan hal baik.
"Park Chanyeol!" Lay memekik heboh membuat semua orang—terutama Chanyeol—hampir terlonjak dari tempat mereka mengistirahatkan pantat.
BRUSHHH! (?)
Menitikkan air matanya, Lay tahu bahwa keadaan ini bukan hal yang patut dibanggakan. Ruangan itu seketika hancur saat sayap Kris keluar. Suho mengambil alih tugas saat beberapa titik diruangan itu tampak menyala api. Tak memperdulikan keadaan, Suho mengeluarkan air dan membasahi ruangan itu tak terkecuali penghuninya yang beberapa masih tepar setelah benturan keras dari dorongan sayap Kris.
Sehun tercengang. Tolong sadarkan ia bahwa ini bukanlah mimpi siang bolong karena ia kembali mimpi buruk tentang pertemuannya dengan orang-orang 'aneh' yang juga punya power membanggakan—menurut Sehun.
"Hydrokinesis—" Sehun mendesis saat berapapun kali ia mencoba untuk menganggap ini mimpi, gagal total. Ia tahu ini nyata. Bahkan terlalu nyata hingga ia ingin sekali ikut terbang dengan tornado yang bisa ia ciptakan hanya dengan sekali putaran tangan.
Keadaan hening. Hanya sesekali suara tetes air yang bertabrakan dengan lantai terdengar menggema. Mereka terlalu shock dengan kejadian aneh hari ini. Bahkan mereka tidak tahu kemana Kris mengepakkan sayapnya itu menjauhi lingkungan sebisanya. Kalau ia tetap memaksa berada disini, jangan heran jika satu jam kemudian mobil pemadam kebakaran serta mobil jenazah datang.
Chanyeol berlari menghampiri satu-satunya member yang belum sadarkan diri. Tubuhnya meringkuk didepan tembok dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Oke itu terlalu berlebihan, tapi dengan darah yang keluar dari sudut bibir serta memar dipunggungnya ini masuk dalam kategori buruk.
Chanyeol memeluk tubuh Kyungsoo dalam pangkuannya. Seberapapun kuat ia menggoncang tubuh itu, Kyungsoo tak akan bangun. Salah-salah malah mematahkan tulang punggung namja penyuka eskrim itu.
"Zhang Yixing, cepat sembuhkan dia!" Chanyeol hampir saja menangis kalau saja ia tidak melihat bahwa faktanya kini Baekhyun mencengkram erat kerah Luhan. oh, apa lagi ini?
"Kau gila! Yixing tidak bisa menyalurkan energi jika keadaannya seperti ini! Dia bisa mati!" samar-samar Chanyeol mendengar Suho berteriak. Tapi bukan ini yang paling penting!
"BRENGSEK! KAU PENGHIANAT TIDAK TAHU DIRI! KAU JALANG! JAUHI GEGE-KU ATAU KUBUNUH KAU!" Jongdae dan Xiumin menahan lengan Baekhyun yang mencoba mencabik-cabik Luhan kapanpun. Sehun diam menatap semua ini. Penghianat? Gege? Menyalurkan energi? Sebenarnya ada apa ini!
"LIHAT APA SEBAB DARI PERBUATAN HINAMU ITU, DASAR BRENGSEK!"
PLAK!
Satu tamparan mendarat pada pipi Baekhyun dan sukses mengheningkan keadaan. Baekhyun menangis dalam diam. Entahlah, ia hanya mempu mengeluarkan air mata tanpa sedikitpun isakan. Tamparan dari Xiumin cukup membuatnya sadar akan apa yang ia lakukan.
"Lu-ge, cepat kekamarmu dan panggilkan ambulance. Banyak yang perlu di obati disini." Suho mencoba tenang, "Sehun, Jongdae, aku tahu kalian pasti bingung. Akan kujelaskan pada kalian saat keadaan membaik."
.
.
.
Ruangan kecil berbau pembersih lantai serta obat yang bercampur itu tampak penuh dengan wajah-wajah cemas. Selimut biru menutupi tubuh namja mungil—yang diketahui mengalami cidera cukup parah pada bagian punggung—sebatas bahu.
"—Jadi seperti itu." Suho mengakhiri dongengnya tentang siapa sebenarnya mereka semua. Sehun tersenyum miris, sedangkan Jongdae tampak tersenyum senang dan hampir menangis.
"Takdir benar-benar mempermainkan kita." Semua mengernyit aneh ke Sehun. Anak ini tidak terlihat sebagai Sehun yang telah dinobatkan dengan seenaknya oleh member EXO sebagai the king of aegyeo. Oke, lupakan.
"Lihat ini—" sehun membuat gerakan melingkar dengan tangannya, dan sukses membuat sebuah bola angin. Luhan yang berada diluar ruangan—ini karena Baekhyun terus mengamuk saat Luhan masuk kekamar rawat Kyungsoo—menutup mulutnya kaget.
Tepuk tangan memecah keheningan. Semua mata beralih pada Jongdae yang masih sibuk mengagumi 'kekuatan' Sehun. "Aku juga bisa!" Jongdae memekik senang.
Lay menyentuh kening Jongdae pelan, "Tidak panas, kok."
Ruangan itu seketika terdengar gelak tawa pelan. "Lihat ini!" Jongdae hampir berteriak saat kepalanya mendapatkan geplakan lumayan keras dari Chanyeol.
"Hei, kotak kardus! Kau menganggu Kyungsoo!"
Jongdae mendengus sebal, alih-alih tangannya meraih bohlam yang entah ia dapat darimana hingga benda itu menyala tanpa penghantar listrik.
Semua hampir pingsan saat dalam satu hari kejadian gila terus saja menghampiri.
.
.
.
Kai menolehkan wajahnya pada ponsel yang bergetar tak ada hentinya. Ia menatap layar yang menunjukkan nama Chanyeol. Sejak Kyungsoo dilarikan dengan ambulance, Chanyeol memang sibuk menghubungi Kai dan tak sekalipun mendapatkan jawaban.
"Matikan ponselmu itu, kkamjong! Menganggu tahu!"
KLIK!
Ponsel itu menghitam.
.
.
.
Chanyeol mendengus ketika Kai tidak ada kabar, ini sudah hampir jam 10 malam dan semuanya masih belum jelas. Kris belum pulang, Kai tidak ada kabar, Baekhyun masih emosi akut, serta yang terpenting adalah Kyungsoo belum juga sadar.
Suho ikut memijat pelipisnya saat ponsel Kris pun tidak bisa dihubungi. Banyak hal yang harus ia sampaikan pada Kris terutama tentang kekuatan Sehun dan Jongdae.
.
.
.
Tuk
Tuk
Tuk
Tao mendengus sebal saat kegiatan 'menik mati kue kering' yang ia lakukan terganggu karena suara kaca balkon terus saja berbunyi. Ia malas mengecek, tapi malas juga mendengar ketukan menganggu itu.
"G-gege!" Tao jatuh terduduk saat membuka pintu balkon dan mendapati Kris berdiri disana. "K-kau Kris-ge, kan? B-bukan hantu, kan?"
.
.
.
Sudah seminggu berlalu, Kris sudah kembali dan mengetahui tentang Sehun serta Jongdae. Ia memutuskan menemui Ketua dan melaporkan bahwa hanya tinggal satu orang lagi yang belum ditemukan. Ini bukan hal sulit.
Kris memutuskan tidur dengan Baekhyun karena Chanyeol bersikukuh menemani Kyungsoo dirumah sakit. Kris tidak mendiamkan Luhan, hanya saja mereka seperti orang yang baru mengenal. Kris selalu menyibukkan diri mengajar Tao saat ada waktu senggang dan terus saja menghindari penjelasan dari Luhan. Sehun sendiri mencoba minta maaf atas kelancangannya dan Kris selalu bilang tidak apa-apa.
Kai ingin marah-marah pada Kris saat mengetahui Kyungsoo dirawat karena ulahnya yang tidak bisa mengendalikan kekuatan. Tapi ia urungkan niatnya saat ia tahu perkara sebenarnya.
Kai selalu menjenguk Kyungsoo dan berakhir dengan desisan tajam Chanyeol yang menyuruhnya pulang.
Member EXO yang sempat luka-luka kini sudah sembuh total. Baekhyun terus saja menghindari Luhan dan menolak saat Luhan berusaha mengajaknya bicara.
Kyungsoo sudah baikan. Ia dibolehkan pulang beberapa hari lagi. Tapi ia tetap bersikukuh ingin pulang sekarang dan merengek pada Chanyeol tanpa henti.
"Tidak bisa, Kyungie—" Chanyeol menyendokkan bubur yang nyatanya selalu Kyungsoo tolak karena rasanya hambar.
"Ayolah, Hyung. Aku ingin membuat pesta kecil-kecilan untuk Kai. Lusa dia ulang tahun, bukan?"
Chanyeol mendesah putus asa. Kyungie, bahkan dia lebih mementingkan Taemin daripada dirimu.
.
.
.
Member EXO membuat pesta untuk menyambut kedatangan Kyungsoo. Sedikit berlebihan memang. Tapi yasudahlah, toh ini ide sang 'tuan rumah'.
"J-jongie— dimana?" semua menghela napas. Mereka tahu Kyungsoo pasti akan bertanya seperti ini.
Kris mendekat dan meraih tangan Kyungsoo. "Hei, anak manis. Maafkan aku, ne?" Kyungsoo terkekeh pelan. Kris sangat berlebihan.
Kyungsoo menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya. Sebuah bingkisan dengan bungkus berwarna biru.
'Aku sangat mencintaimu— Kim Jong In."
.
.
.
Kyungsoo sibuk berkutat dengan sesuatu hingga mengotori celemek serta beberapa titik bajunya. Semua member masih sibuk dengan kegiatan mereka. Beberapa ada yang datang untuk mengambil minum, ada juga yang datang mencomoti kue Kyungsoo. Membuat gelak tawa terdengar ketika Kyungsoo marah-marah.
Jangan tanyakan kenapa Kai tidak ada dalam deretan orang-orang yang menganggu Kyungsoo. Tanyakan saja pada Taemin kenapa anak itu akhir-akhir ini meng-klaim Kai se-enak jidatnya.
"Baekhyun-ah awas!" Luhan menarik pergelangan tangan Baekhyun saat namja penggila rilakkuma itu hampir saja terpeleset.
Baekhyun menghempaskan tangan Luhan kasar. "Jangan sentuh aku." Pelan, tapi tajam.
.
.
Kyungsoo melirik jam lagi. Menghela napas saat pintu kamarnya tak terbuka sedikitpun padahal jam sudah menunjukan pukul dua dinihari. Ia menatap kue yang sudah ia hias sejak sore tadi. Blackforest buatannya khusus untuk Kai. Tak ada makanan yang lebih lezat daripada sebuah makanan yang terbuat dari cinta, bukan?
Satu tetes kristal membasahi pipi putihnya saat matanya bertemu pandang dengan kado yang sudah ia bungkus sejak kemarin pagi. Ia sudah mempersiapkan semuanya tapi Kai tidak datang juga? Kemana anak itu?
Ini bukan pertama kali dimana Kai pulang larut. Sudah lebih dari seminggu hal ini menjadi rutinitas Kai. Entah apa yang ia lakukan, Kyungsoo mencoba berpikir positif.
Kyungsoo meraih kue coklat dengan tulisan tangannya diatas permukaan halus kue itu. menyalakan lilin, suara indah Kyungsoo melantun.
—
Happy birthday to you
Areumdaun nae sarang
Baby only for you
Niga isseo haengbokhae
Happy birthday to you
Oneulcheoreom yongweonhi
Baby only for you
Urin hamkke halgeoya
(Happy Birthday – B.A.P)
Tetesan itu semakin deras kala Kyungsoo mengingat saat-saat manis bersama Kai. "Saranghaneun Jongin hitam— Saengil Chukkae hamnida." Dan malam itu berakhir dengan Kyungsoo meniup lilin kue ulang tahun Kai seorang diri.
Diluar pintu kamar Kaisoo, Chanyeol menyeka kasar sesuatu yang membasahi matanya. "Aku tak akan membiarkanmu lebih lama lagi bersama Kai jika terus disakiti, Kyungsoo."
.
.
END!
Preview chapter 11:
"Apa yang harus kulakukan, Kyungie?"
"Aku makhluk aneh—"
"—Aku tak lebih penting dari Taemin, bukan?"
.xxx.
Woaahhhh semakin hari readernya semakin bertambah! Tapi author kecewa juga, author lihat yang ngeview FF ini 9k tapi yang review 1k aja ga ada :) tapi yasudahlah ya... toh author bersyukur banyak reader yang komen dari chap awal sampe sekarang.
Author hanya akan membalas review yang benar-benar harus dibalas. Selebihnya maaf ya author ga bisa bales review kalian satu-satu /bow bareng Kyungsoo/
Buat yang punya akun, akan author bales review kalian lewat pm^^ tunggu aja ya~ buat yang gak punya, author mohon maaf.
Sekali lagi mohon maaf atas kekurangannya~
author sempet bingung kenapa banyak yang nebak taemin nembak kai -_- kalian itu dapet clue darimana kalo taemin mau nembak kai? Astogeh ngakak aja author wkwk.
Ada yang bilang chap kemarin kurang panjang. Astaga, maaf bukannya author mau marah. Tapi otak author juga punya batas. Susah loh chingu ngumpulin ide buat bikin FF ditengah kesibukan lebaran /tsaahh/ author lebih fokus cari ampao wkwk
Ada yang nanya tao itu siapa, tao itu muridnya kris~
Udah ya? Udah aja lah -_- author mau cari ampao lain. Bye reader tercinta~
REVIEW LAGI YA!
Big Thanks to:
Kim soo jong, uRuRuBaek, fahrikpop, Hisayuchi Kim,Vicky98Amalia, ajib4ff, kyeoptafadila, sfsclouds, MinSeulELFSparFishy, AmeliaShim, ExoticHottest, dewilololala, cyanx clalu1, ayukaruniawati9, KrystalCloudsJaejoongie, Ruiki Kaera, 12wolf, Miss Kui Jeong sshi, berlindia, Kim Hyunshi, hunhanshipper, fzhdryn, kyunggf, babyyyyyyyyyyy, HaeruzihniIntan, Jenny, fishyelf, kaisoolovaaahh.
