_o0o_ Broken _o0o_
Chapter 9.
"Minnie, aku tak suka kau memanggilku dengan sebutan 'Nyonya', tak bisa kah kau memanggilku dengan sebutan yang lebih wajar lagi seperti… 'Hyung' begitu?" Tanya Kibum tanpa melirik kearah Sungmin yang tengah mengendong anaknya yang baru berusia dua tahun tadi, tangan Kibum masih sibuk memilih-milih baju-baju bayi yang menurutnya lucu-lucu.
"Baiklah hyung, tapi selama tak ada Tuan Han saja ne. Aku tak mau ambil resiko." Ucap Sungmin sambil tersenyum manis pada Kibum.
"Ne! Gomawo Minnie." Ucap Kibum senang sambil melirik kearah Sungmin dan membalas senyuman namja imut tadi.
"Hyung, bisakah kau kutinggal sebentar? Aku harus menganti popok Kyumin dulu." Ucap Sungmin sambil menenagkan Kyumin yang mulai menangis dalam gendongannya.
"Ne, tapi jangan lama-lama." Ucap Kibum ramah.
"Hyung jangan kemana-mana ne, tetap di toko ini saja. Aku tak akan lama kok." Ucap Sungmin pada Kibum yang menganggukan kepalanya sebelum akhirnya ia pergi ke toilet bersama Kyumin yang menangis di dalam gendongannya.
Sepeninggalan Sungmin dan Kyumin, Kibum melanjutkan kegiatan memilih-milihnya. Kali ini Kibum tampak berada di stand khusus pakaian bayi yang baru lahir. Seperti ucapan Sungmin tadi dapat ia pahami dengan baik. Kini Kibum mulai memilih-milih baju bayi yang menurutnya lucu sambil menunggu Sungmin balik bersama Kyumin tentunya.
Title: Broken
Author: Bluedevil9293.
Part: 10 / 14.
Main Cast:
Kim Kibum
Choi Siwon
Kim Heechul
Tan Hangeng
Other Cast:
TOPGD
KangTeuk
Rated: T.
Genre: Angst, M-Preg.
Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, Don't Like Don't Read.
Summary: No Summary, Happy Reading.!
Disclaimer: Broken By Dean Choi & Dylan Choi.
Chapter 10.
_o0o_ Broken _o0o_
Author Pov…
Seharusnya tak membutuhkan waktu yang lama bagi Heechul berada di dalam rumah sakit tapi karena appa dan ummanya yang begitu menghawatirkan keadaannya dan juga bayinya yang ternyata adalah anak dari Hangeng itu mau tak mau Heechul harus berada di rumah sakit selama seminggu penuh. Dan selama seminggu itu Siwon tak pernah datang menjenguknya sama sekali kecuali di hari pertama sebelum hasil test DNA antara bayi yang ia kandung dan Siwon keluar. Setelah seminggu terlewati ia pun akhirnya bisa keluar dari rumah sakit. Dan lagi-lagi Siwon tak datang menjemputnya. Heechul tahu Siwon sedang menghindarinya kini dan pasti namja tampan tadi tengah sibuk dengan surat perceraian mereka. Tapi walau pun begitu Heechul cukup senang karena masih ada kedua orang tuanya yang selalu setia menjaganya selama ia di rumah sakit bahkan kini mereka bertiga pulang bersama ke Kim's House.
"Chullie waeyo, apa ada yang tak enak kau rasakan?" Tanya Leeteuk sambil membelai rambut sang anak, Heechul melirik ummanya tadi sesaat lalu mengelengkan kepalanya pelan.
"Aniya umma, aku tak apa-apa." Jawab Heechul pelan lalu mengalihkan tatapannya keluar jendela mobil. Leeteuk tahu anaknya itu berbohong tapi mau bagaimana lagi, ia tak bisa memaksa Heechul lebih dari itu. Ia tak mau membuat Heechul tertekan dan malah membahayakan keadaannya dan juga janin berusia 3 bulan di dalam kandungannya kini.
"Chullie kau mau kemana?" Tanya Leeteuk panik saat Heechul tiba-tiba saja beranjak keluar dari dalam mobil saat mobil yang mereka tumpangi singah di lampu merah, "Chullie tunggu!" seru Leeteuk yang langsung mengejar sang anak yang berlari di antara ramainya pejalan kaki.
Heechul terus berlari kecil di tengah ramainya pejalan kaki tanpa menghiraukan teriakan sang umma yang terus memanggil namanya. Beberapa saat yang lalu tanpa sengaja kedua mata Heechul menangkap sosok sang adik yang tak lain adalah Kibum sedang berada di dalam sebuah toko pakaian khusus untuk bayi seorang diri. Karena itulah kini Heechul nekat berlari meninggalkan sang umma hanya untuk menemui adiknya tadi. Mereka harus bicara karena memang banyak hal yang ingin Heechul katakan pada Kibum dan banyak hal pula yang harus ia jelaskan sebelum semua masalah semakin besar dan tak bisa lagi di selesaikan. Ia dan kibum adalah kakak adik karena itulah Heechul tak ingin hubungannya dengan Kibum terus rusak seperti ini hanya karena sebuah kesalah pahaman kecil saja.
"Bummie, benarkah itu kau?" Tanya Heechul pada sosok Kibum yang memungunginya. Kibum yang saat itu sedang asik memilih-milih pakaian bayi langsung menghentikan gerakannya saat ia mendengar dengan jelas suara hyungnya itu. Perlahan Kibum membalikan tubuhnya menatap kearah Heechul dengan tatapan terkejutnya. "Ternyata benar ini kau." Seru Heechul yang langsung memeluk erat tubuh Kibum tapi dengan cepat sang adik langsung mendorong tubuhnya menjauh.
"Mau apa kau di sini?" Tanya Kibum pada Heechul dengan nada sedikit membentak. Kibum benar-benar tak suka harus bertemu dengan Heechul di saat seperti ini apa lagi kalau mengingat semua yang terjadi di antara mereka. Harus Kibum akui, dia benar-benar membenci sosok hyungnya itu yang di anggapnya hanya berpura-pura baik padanya selama ini.
"Bummie maafkan hyung, hyung benar-benar menyesal. Aku merindukanmu Bummie." Ucap Heechul sambil mulai terisak pelan. Kibum menatap gerah pada saudara beda ummanya itu yang menurutnya sedang berpura-pura saja di depannya.
"Hanya itu sajakah yang ingin kau katakan?" Tanya Kibum sinis, "Ku rasa tak ada hal penting yang bisa kita bicarakan di sini jadi sebaiknya aku pergi dari sini karena aku cukup muak melihat wajahmu itu yang penuh dengan kepura-puraan." Ucap Kibum lagi sinis sebelum akhirnya ia melangkah keluar dari butik tadi. Heechul tak tinggal diam begitu saja, ia langsung berlari mengejar Kibum yang tampak menghindarinya.
"Bummie tunggu! Hyung mohon Bummie tunggu sebentar, banyak hal yang harus kita bicarakan disini." Ucap Heechul yang terus berjalan mengejar Kibum yang tampak semakin mempercepat jalannya. Sebisa mungkin Kibum tak ingin menghiraukan keberadaan Heechul yang terus mengejarnya itu. Ia ingin pergi jauh hingga Heechul tak bisa mengejar dan mengusiknya lagi, tak tahukah Heechul bila ia terus melihat hyungnya itu hati Kibum terasa semakin sakit saja?
"Tak ada hal apa pun yang bisa kita bicarakan lagi, jadi kumohon pergi tinggalkan aku sendiri disini." Pinta Kibum tanpa menolehkan sedikit pun pandangannya pada Heechul yang terus mengejarnya di belakang bahkan Kibum tak berniat menghentikan langkahnya itu.
"Bummie, hyung mohon dengarkan hyung dulu." Ucap Heechul seraya menahan pergelangan tangan Kibum membuat namja cantik tadi menghentikan langkahnya juga. Kibum menatap Heechul dengan tatapan penuh kebenciannya sedangkan Heechul menatap Kibum dengan tatapan penuh kerinduannya.
"SUDAH KU KATAKAN BUKAN TAK ADA LAGI HAL YANG HARUS KITA BICARRAKAN! AKU SANGAT MEMBENCIMU JADI KUMOHON JANGAN LAGI KAU TUNJUKAN WAJAHMU ITU DI DEPANKU!" Pekik Kibum emosi pada Heechul yang terdiam di depannya sambil menepis tangan Heechul yang menyentuh pergelangan tangannya tadi.
"Aku tahu kau membenciku Bummie, tapi setidaknya ku mohon dengarkan aku kali ini," ucap Heechul dengan nada memohonnya. Kibum tampak tak ambil pusing, namja cantik ini terlihat hendak pergi lagi meninggalkan Heechul hingga akhirnya ia terdiam akibat ucapan sang kakak. "Aku akan bercerai secepatnya dengan Siwon, Bummie." Ucap Heechul membuat Kibum terdiam. Entahlah bagaimana perasaan Kibum saat ini, kibum sendiri pun tak tahu bagaimana perasaannya lagi.
"Aku tak perduli lagi dengan kalian, sudah bukan menjadi urusanku lagi kalau kalian bercerai." Ucap Kibum pelan tanpa menatap kearah Heechul. Heechul sendiri menatap lirih pada punggung donsaengnya itu.
"Bayi yang ku kandung itu bukan anak Siwon." Ucap Heechul lagi membuat Kibum lagi-lagi menghentikan langkahnya. Namja cantik tadi tampak sekali terkejut dengan pengakuan Heechul barusan.
"Permainan apa lagi yang ingin kalian buat? Aku tak akan pernah tertipu lagi dengan semua kebohongan yang kalian lakukan itu." Ucap Kibum dingin seraya menatap tajam kearah Heechul.
"Aniya Bummie, aku sedang tak berbohong padamu. Apa yang ku katakan ini semuanya benar. Aku dan Siwon akan segera bercerai dalam waktu dekat ini karena anak yang ku kandung ini bukanlah anak Siwon melainkan anak Hangeng." Ucap Heechul mencoba menjelaskan. Perkataan Heechul tadi tentu saja membuat Kibum kembali terkejut.
"SUDAH CUKUP! JANGAN PERNAH KAU BERBOHONG LAGI PADAKU KARENA AKU TAK AKAN MEMPERCAYAINYA." Ucap Kibum marah. Ia tak terima, benar-benar tak bisa menerima perkataan Heechul tadi. Bagaimana bisa anak yang Heechul kandung itu darah daging suaminya sendiri Hangeng permainan apa lagi yang kali ini Heechul lakukan? Pikir Kibum dalam hati.
"Aku berkata yang sejujurnya Bummie. Aku dan Hangeng sudah memiliki hubungan rahasia sejak lama. Kejadian waktu itu dimana kau menangkap basah aku dan Siwon semua hasil rekayasa Hangeng saja. Aku dan Siwon ia jebak Bummie. Ku mohon percayalah padaku. Hangeng itu tak sebaik yang kau pikirkan." Ucap Heechul mencoba membuat Kibum percaya.
"Aniya! ANIYA! AKU TAK AKAN PERCAYA SEMUA PERKATAANMU ITU." ucap Kibum sebelum akhirnya ia beranjak pergi meninggalkan Heechul yang hendak mengejarnya lagi tapi keburu di tahan oleh beberapa bodyguard suruhan Hangeng yang datang bersama dengan Sungmin.
"Lepas! Lepaskan aku! Aku harus mengejar Bummie!" ucap Heechul yang mencoba meloloskan diri dengan percuma dari dua orang bodyguard yang menahan tubuhnya.
"Kau tak akan bisa menemuinya lagi setelah ini." Ucap Sungmin dingin sebelum ia pergi bersama para bodyguardnya tadi meninggalkan Heechul yang terduduk sambil terisak di pinggir gang yang sepi itu hingga akhirnya Leeteuk datang menghampirinya.
"Chullie-ah, apa yang terjadi sayang? Kenapa kau bisa di sini?" Tanya Leeteuk lembut sambil memeluk tubuh bergetar Heechul.
"Umma, barusan aku bertemu dengan Bummie. Aku mengatakan semuanya tapi ia tak percaya." Ucap Heechul membuat Leeteuk terkejut.
"Bummie ada di sini?" Tanya Leeteuk memastikan, Heechul menganggukan kepalanya pelan masih dengan isakannya.
"Ia pergi umma, ia dibawa oleh orang-orang suruhan Hangeng itu." ucap Heechul lagi.
"Begitu. Sudah sayang kita cari Bummie lagi nanti tapi sekarang sebaiknya kita segera pulang ke rumah, appa sudah menunggumu di sana." Ucap Leeteuk yang membantu Heechul berdiri. Keduanya pun berjalan kembali menuju tempat dimana mobil mereka tadi berada.
_o0o_
Author Pov…
Kibum kembali ke mansion Hangeng bersama Sungmin, Kyumin dan beberapa bodyguard lainnya. Selama perjalanan tadi Kibum terus saja terdiam, perkataan Heechul terus terngiang-ngiang di kepalanya. Sebisa mungkin ia membuat sugesti pada dirinya sendiri untuk tak mempercayai semua perkataan Heechul tadi.
"Nyonya kita sudah sampai." Ucap Sungmin membuyarkan lamunan Kibum. Kibum yang sadar pun langsung beranjak turun dari dalam mobil yang pintunya sudah sengaja di bukakan oleh Kyuhyun yang tampaknya baru pulang dari bandara setelah mengantar kepergian Hangeng tadi ke China.
"Kyu kau di sini? Apa suamiku sudah pergi?" Tanya Kibum memastikan.
"Aniya nyonya, tuan besar menunda keberangkatannya hingga nanti malam karena ada beberapa masalah yang belum terselesaikan disini." Ucap Kyuhyun mejelaskan.
"Jadi Hangeng belum pergi? Lalu di mana dia sekarang?" Tanya Kibum lagi.
"Tuan ada di dalam kamarnya saat ini nyonya." Jawab Kyuhyun setelahnya Kibum tampak langsung melangkahkan kakinya menuju lantai atas di mana kamar ia dan Hangeng berada meninggalkan Kyuhyun bersama dengan Sungmin dan anak mereka yang tertidur di dalam gendongan sang istri.
Kibum membuka pintu kamarnya dan Hangeng dengan perlahan, deritan pintu yang terbuka tampaknya sedikit mengusik Hangeng yang saat itu tampak sedang membuka beberapa berkas-berkas kantor di sofa yang terdapat di dalam ruangan tadi. Hangeng menghentikan pekerjaannya saat melihat sosok sang istri yang telah kembali dari acara berbelanjangnya yang gagal itu.
"Bummie kau sudah kembali?" Tanya Hangeng pada Kibum yang berjalan mendekatinya lalu duduk di samping kanannya dengan manis.
"Ne, apa yang sedang Hannie lakukan disini? Kenapa tak jadi bernagkat ke China tadi?" Tanya Kibum seraya menyandarkan kepalanya di dada Hangeng sambil memeluk erat tubuh namja tampan tadi.
"Ada beberapa berkas yang masih harus ku urus dulu di sini jadi kalau tidak nanti malam maka besok pagi aku baru berangkat ke China." Jelas Hangeng pada Kibum yang hanya menganggukan kepalanya mengerti. "Kau kenapa? Tampaknya kau tak sesemangat tadi pagi? Apa ada sesuatu yang terjadi saat kau berbelanja dengan Sungmin dan Kyumin tadi?" Tanya Hangeng yang menangkap gelagat aneh pada anaenya itu. Kibum terdiam, mencoba memikirkan haruskah ia bercerita pada Hangeng atau tidak tentang kejadian tadi saat ia bertemu dengan Heechul.
"Aniya aku tak apa-apa hannie." Ucap Kibum berbohong sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Hangeng dan menyelipkan wajahnya di antara dada bidang sang suami.
"Jangan berbohong padaku Bummie, aku tahu ada yang kau sembunyikan dariku. Berceritalah padaku sebelum aku mencari sendiri apa yang kau sembunyikan padaku itu." desak Hangeng dengan nada memerintahnya. Kibum menghela nafasnya perlahan, sepertinya percuma saja bila menyembunyikan semuanya dari Hangeng karena biar bagaimana pun ia menyembunyikannya sekarang pasti nanti Hangeng pun akan mengetahui semuanya dari Sungmin atau para bodyguard yang lain.
"Tadi acara belanjaku gagal, karena aku… karena aku bertemu dengan Heechul," Ucap Kibum akhirnya, ia tak mau Hangeng marah padanya karena itu lah ia memilih bercerita pada sang suami dari pada harus menyembunyikan semuanya karena unjung-ujungnya nanti pun Hangeng akan tahu dengan sendirinya. Hangeng yang saat itu tengah mengelu-elus rambut Kibum pun menghentikan gerakannya. Perlahan ia melepaskan dekapan Kibum dari tubuhnya membuat Kibum menatapnya heran. "Hannie? Apa Hannie marah padaku?" Tanya Kibum pada sang suami yang tampak enggan menatapnya.
"Apa saja yang sudah ia katakan padamu?" Tanya Hangeng dingin pada Kibum yang tampak ketakutan. Perlahan tetasan air mata membasahi wajah putih Kibum yang berangsur-angsur memerah.
"Dia bilang, dia akan segera bercerai dengan Siwon dalam waktu dekat ini." Ucap Kibum di tengah isakannya yang sejak tadi ia coba tahan-tahan. Kibum tampak takut Hangeng membencinya setelah ini dan mencampakannya seperti dulu Siwon dengan tega mencampakan dirinya, Kibum takut semua itu terulang kembali.
"Hanya itu yang dia katakan?" Tanya Hangeng tanpa melirik kearah Kibum yang menangis di samping kanannya, tampaknya melihat ke luar dari jendela kaca besar di depannya lebih mengasyikan dari pada melihat sosok sang istri di sebelahnya. Kibum terdiam, bibirnya sedikit kelu hendak mengatakan hal lain yang Heechul katakan beberapa saat yang lalu padanya.
"Dia… dia mengatakan kalau bayi yang di kandungnya itu bukan anak Siwon melainkan anak Hannie. Dan, dan kejadian beberapa bulan yang lalu itu juga hasil dari kelicikan Hannie." Ucap Kibum di tengah tangisannya.
"Kau percaya dengan semua yang ia katakan tentangku?" Tanya Hangeng pada Kibum seraya melirik kearah namja cantik tadi yang terus terisak pelan.
"Aniya, aku tak pernah mempercayainya lagi. Aku hanya mempercayai Hannie saja, aku hanya percaya padamu. Aku sungguh-sungguh percaya padamu Hannie." Ucap Kibum yang langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Hangeng dan menangis hebat di dada bidang namja tampan tadi. Dengan perlahan Hangeng membalas pelukan Kibum seraya mengelus punggung namja cantik tadi.
"Kau percaya padaku?" Tanya Hangeng, beberapa saat setelahnya ia bisa merasakan anggukan kepala pelan dari Kibum, "Kalau aku mengatakan bayi yang Heechul kandung itu memang anakku dan kami memang pernah memiliki hubungan sebelumnya apa kau tetap akan terus percaya padaku dan berada di siniku?" Tanya Hangeng datar. Kibum merengangkan pelukannya pada tubuh Hangeng seraya menatap wajah namja tampan di depannya itu.
"Ne, Bummie akan tetap percaya dan berada di samping Hannie apa pun yang terjadi." Balas Kibum yang kembali memeluk Hangeng. Hangeng langsung menunjukan seringainya mendengar jawaban dari Kibum seraya memeluk tubuh istri cantiknya itu.
"Terima kasih atas kepercayaanmu Honey, aku mencintaimu. Saranghae!" Ucap Hangeng sambil membingkai wajah Kibum dengan kedua telapak tangannya dan mulai mengecupi wajah Kibum di mulai dari kening, kedua matanya, hidung, pipi dan terakhir di bibir kecil Kibum hingga ciuman panas sesaat pun terjadi di antara keduanya.
"Nado saranghae Hannie." Balas Kibum yang kembali memeluk Hangeng erat seolah-olah ia takut Hangeng berubah pikiran dan mencampakannya. Hangeng kembali menyeringai senang mendengar jawaban dari Kibum tadi.
'Aku tak akan melepaskanmu begitu saja Bummie. Semakin kau percaya padaku maka semakin mudah bagiku untuk menghancurkan keluargamu dan keluarga namja yang kau cintai itu.' ucap Hangeng dalam hati seraya memeluk Kibum dan mengelus punggung namja cantik tadi. Perlahan Kibum tampak mulai tenang di dalam pelukan Hangeng bahkan isak tangisnya sudah tak terdengar sejak beberapa menit yang lalu.
"Hannie." Panggil Kibum manja.
"Ne, waeyo?" Tanya Hangeng.
"Apa kau yang menjebak Heechul dan Siwon beberapa bulan yang lalu?" tanya Kibum ulang seraya terus memeluk Hangeng erat.
"Apa Heechul yang mengatakan hal itu padamu?" Tanya Hangeng balik.
"Eum." Kibum menganggukan kepalanya mengiyakan.
"Apa kau mempercayai perkataannya?" Tanya Hangeng lagi, dengan cepat Kibum langsung mengelengkan kepalanya. "Lalu kenapa kau bertanya?" Tanya Hangeng lagi.
"Entahlah, hanya pemikiran bodohku saja." Balas Kibum pelan, Hangeng terkekeh pelan mendengar jawaban sang istri barusan.
"Percayai apa yang kau anggap benar saja Bummie." Ucap Hangeng pada Kibum yang menganggukan kepalanya pelan.
"Ne, aku percaya pada Hannie." Ucap Kibum lagi membuat seringai terlukis jelas di bibir Hangeng.
"Bukan aku yang menjebak mereka." Ucap Hangeng lagi yang tentu saja itu hanya kebohongan belaka karena jelas-jelas memang ia yang merencanakan semua kebohongan itu beberapa bulan yang lalu.
"Aku percaya pada Hannie." Balas Kibum yang mengeratkan pelukannya di tubuh Hangeng. Hangeng melepaskan pelukan Kibum di tubuhnya, mengangkat tubuh namja cantik tadi dan membawanya menuju ranjang mereka, Hangeng membaringkan tubuh Kibum di atas ranjang dengan bedcover berwarna cream itu.
"Tidurlah, kau pasti lelah dengan semua yang terjadi seharian ini. Aku akan menemanimu seharian ini." Ucap Hangeng yang juga membaringkan tubuhnya di samping Kibum yang langsung memeluknya erat lagi.
"Hannie tak jadi pergi ke China?" Tanya Kibum memastikan.
"Aku akan menunda keberangkatanku hingga besok. Seharian ini aku akan menemanimu. Tidurlah, kau pasti lelah." Ucap Hangeng seraya mengecup dahi Kibum kilat. Kibum menganggukan kepalanya, menyamankan dirinya di dalam dekapan Hangeng dan mencoba untuk tidur.
'Kau namja yang baik Kibum, tapi kau juga namja yang terlalu bodoh karena bisa dengan mudah ku bohongi. Maafkan aku karena sudah mengunakan kepolosanmu ini hanya demi kepentinganku.' Ucap Hangeng dalam hati seraya menatap wajah terlelap Kibum di dalam dekapannya. Hangeng mengelus wajah Kibum dengan punggung tangannya. Sesekali ia tersenyum bila mengingat tingkah manja Kibum padanya akhir-akhir ini. Elusan tangan Hangeng pun akhirnya singah di perut buncit Kibum, Hangeng merasakan ketenangan setiap kali ia mengelus perut Kibum yang tengah di huni sebuah nyawa itu.
_o0o_ To Be Continue _o0o_
Date: 12 September 2012, 04.11 AM.
