Disclaimer :Naruto dan semua yang berhubungan dengan cerita ini disamping plot dan beberapa jutsu adalah milik Masashi Kishimoto.
Special Thanks for the reviewer.
paramarthauzumaki45, Donquixote Tamao, The KidSNo OppAi, kainan, Jefri Hia-Sama, Madara Ootsutsuki, kiiro no kitsune.197, Energi flow, .5, Yami No Be, NaraBee, sandysantanu87, Indah605, Hageuy, Azzahra Moudy813, Setya566, Zhai Beh, asd, Kaoran, Sunrisehime, namikazeall, UzuHyuu689, 34, Jefri Hia-Sama, darmadarma83, azuramode, Okhi-san, Hany Hyuuga,.5, Zombie-NHL, Indah605, .940, Raihan, h, yuko, mustika-chan, Pian-Sama, XavierLucifer87, pedofillgila, putra uzumaki, Tenshisha Hikari, Namikaze fajar lucifer, darmadarma83, .3, fujiwarajannah, Cybrus contractor, Akuma no Arman, Seneal, dianrusdianto39, Cuka-san, Byakugan no Hime, Tenkuryuu, hutamara senju, tanpanama, admin, VV Love, Namefrenz, IndigoRasengan23, AidenP, piiip, thiyahrama, septi, Guest, hutamara senju, fujiwarajannah, The BaLanDa619, Onpu885, KillYouLove, Archilles, Awim Saluja, enZans, arif senpai, Seneal, ahmad. .9, Tedi, Onpu885, VV Love, Namichan, darkshinobi, thiyahrama, Namikaze'Minato 123, XXX, , Uchiha Tedjo, Pian-Sama, Hadinamikaze, ima, 666, rivaldiagustien, .5, .330, .31, Chiper Pol Aegis, harem no jutsu, Dedek635, Vari Rushifa, AripRif'an368, UnKnOw'S, arinasution5, Sopian 31, uzumaki megami, 7, namw, Uchiha Tedjo, Aru Hasuna 2409, tian, Nameboe-sama, febri, Cah uzumaki, akbarjr121, aldo. , dedek dwipayana 2, NHLOVERS, Razor04, arinasution5, Byakuren Hikaru83, Namikaze45, Hany Hyuuga, joshsua93, Onpu885, Deri Vlady, Ryuuki Namikaze Lucifer, ara dipa, YoukoNoInari, Laras781, .980, uzumaki megami, Dante Sparda07, Raihan, harem no jutsu, ted Austin, gua suka, La saldi, Vivi-chan, triple-X, Sheva, acunhutamara, reader 007, septi, Jasmine DaisynoYuki, fujiama17, syiffa975, vira-hime, .3, Issei07, dra zoLdyck, Natsu489, Lusy922, Khairil Anwar253, Deri Vlady, damar wulan, Iwas, .980, Hami Namikaze, David997, MATA.
Maaf, mungkin penulisan author saya stop sampai disini.
# AOI DOUJUTSU #
Genre
Adventure/Romance
Warning
Doujutsu!Naruto Smart!Naruto Slight!Romantic Matrix!Inspired
Pair
Naruto X Hinata
Chapter 10 :
The Decision
Last Time,
Sedangkan Naruto terlihat menundukan diri, Ia memang sangat marah terhadap Ryuu. Namun Ryuu mempunyai alasan yang membuatnya cukup mengerti dan juga dapat merasakan apa yang Ryuu rasakan. Ia sudah bergerak sejauh ini, hatinya memang masih tak terima untuk memaafkan Ryuu. Namun Ia yakin dengan berjalannya waktu, mungkin Ia bisa memaafkan Ryuu. Untuk itu Ia sudah memutuskan, dan akan terus berjalan membuat takdirnya sendiri.
" Aku sudah keluar dari desa, dan aku takkan kembali. Untuk itu, aku mohon jadikan aku muridmu, Ryuu-san." Ucap Naruto yang kini telah mengangkat kepalanya menghadap Ryuu.
" Tanpa kau mintapun aku pasti akan mengajarkanmu Naruto, akan tetapi dengan dua syarat. Pertama, aku memberikanmu kekuatan karena aku ingin kau membantuku menghancurkan Konoha serta Kirigakure." Ucap Ryuu.
" Itu tak masalah, karena aku juga ingin menghancurkan Konoha dan para petinggi desa serta membangun ulang konoha seperti seharusnya. Lalu yang kedua? " Tanya Naruto. Hiruzen hanya jawdrop mendengar penuturan Naruto, Ia tak menyangka ternyata Naruto sudah merencanakan apa yang akan Ia lakukan.
" Yang kedua, aku ingin kau memberikan kedua mata Shisui kepadaku." Ucap Ryuu.
…
### AOI DOUJUTSU ###
Chapter 10 : The Decision
Sehari kemudian, Pemakaman Konoha.
Kematian Naruto sudah tersebar luas keseluruh penjuru Konoha, kali ini Naruto telah benar-benar dinyatakan meninggal setelah Tsunade memastikan kebenaran hal tersebut. Banyak di antara para penduduk dan Shinobi yang bersyukur karena Naruto memang benar-benar telah tiada, namun banyak juga diantara mereka yang berharap bahwa Naruto akan kembali hidup.
Menma yang seharusnya menjadi penanggung jawab, kini telah keluar dari rumah sakit. Tak ada hukuman apapun yang diberikan kepadanya, karena sang ayah mengumumkan, kematian Naruto memang sudah menjadi prosedur, karena Naruto adalah seorang penghianat desa dan pantas mati.
Sore hari itu, banyak di antara mereka telah berkumpul untuk, sekali lagi menghadiri pemakaman Naruto. Mereka tak mengetahui, bahwa kematian Naruto merupakan manipulasi yang sangat baik, bahkan ninja medis sekelas Tsunade telah tertipu dengan tubuh duplikat Naruto.
" Apa kau yakin bahwa itu benar-benar tubuh Naruto-kun, Hime? " Tsunade mengangguk lemah ke arah Jiraiya.
" Aku telah memeriksanya, aku mencoba untuk menyangkal kalau itu Naruto, tapi berdasarkan hasil DNA dan pengecekan ku berulang-ulang. Aku harus menerima kalau itu adalah Naruto-kun." Jawab Tsunade dengan kepalan tangan yang terlihat erat serta air mata yang terlihat mengalir. Tsunade hanya bisa terus mengeluarkan air matanya, melihat peti mati Naruto perlahan mulai dimasukan kedalam tanah pemakaman.
" Dia sudah ku anggap anakku sendiri, bodohnya aku terlalu mementingkan rumah sakit dibandingkannya. Seharusnya aku tahu kalau Naruto membutuhkan seseorang untuk berada disampingnya, seharusnya aku tahu kalau Ia membutuhkan sosok ibu untuk menggantikan ibunya yang hanya mementingkan kembarannya. Seharusnya aku tahu…"
" Sudahlah Hime, aku tahu perasaan mu. Aku juga meminta maaf, seharusnya aku ada disamping Naruto ketika pertarungannya dengan Menma terjadi. Tapi yang perlu kita lakukan sekarang hanyalah berdoa agar Ia tenang dialam sana." Potong Jiraiya. Sedangkan Tsunade hanya terdiam, sebelum akhirnya menyandarkan kepalanya dibahu Jiraiya. Baik Jiraiya maupun Tsunade tak memiliki perasaan masing-masing, mereka saling berbagi kesedihan masing-masing hanya sebagai teman.
" Jiraiya? " Panggil Tsunade pelan. Jiraiya mengalihkan pandangannya ke arah Tsunade yang masih menyandarkan kepalanya pada pundaknya.
" Setelah apa yang terjadi dengan Naruto-kun, Aku telah sadar. Ternyata pekerjaanku mengalihkan duniaku, bahkan aku baru menyadari bahwa yang aku lakukan disini ternyata hanya sebagai alat desa." Ucap Tsunade.
" Jangan bilang…" Ucapan Jiraiya mendapat anggukan dari Tsunade.
" Benar apa yang kau pikirkan. Aku telah sadar, aku sudah tak merasakan kenyamanan untuk tinggal disini setelah Sarutobi sensei menghilang. Untuk itu, mulai detik ini aku akan meninggalkan Konoha dan mencari ketenangan untuk hidupku sendiri." Ucap Tsunade yang kini telah memisahkan kepalanya dari bahu Jiraiya.
" Kurasa begitu, akan tetapi bukan hanya kau yang akan pergi dari sini. Selama ini aku selalu mencari kebenaran tentang Naruto-kun, akan tetapi setelah melihat ekspresi dari Minato yang terlihat senang ketika melihat kematian Naruto, sudah memberikan ku keyakinan bahwa Minato memang membuang Naruto serta menganggap Naruto aib bagi keluarganya." Ucap Jiraiya.
Baik Jiraiya maupun Tsunade sudah memutuskan untuk meninggalkan desa Konoha, untuk mendapatkan kedamaian hidup mereka masing-masing. Bagi mereka sudah cukup mengabdi pada Konoha, dan tak ada alasan bagi mereka untuk terus berlama-lama di Konoha.
Sementara itu,
Hiashi yang datang menghadiri upacara pemakaman hanya bisa terdiam, ketika melihat peti mati Naruto sudah mulai tertimbun tanah. Hiashi merasa keputusannya untuk membiarkan Naruto pergi adalah suatu kesalahan, suatu kesalahan fatal yang membuat anaknya Hinata harus kembali merasakan kesedihan disaat umurnya masihlah sangat muda.
Hiashi hanya bisa menatap wajah anaknya yang menunjukan kesedihan walaupun dalam keadaan tak sadar, Hiashi tahu Hinata mencoba untuk tetap kuat ketika melihat proses pemakaman Naruto. Namun, bagaimanapun Hinata mencoba untuk kuat, Hinata tetaplah masih rapuh hingga akhirnya pingsan dan kini berada dipelukannya.
" Malam ini saya akan keluar desa, mungkin saya akan dicap sebagai seorang missing nin karena hal ini. Tapi saya sudah memutuskannya dan saya memang harus melakukan hal ini."
" Anda tahu, saya masihlah terlalu lemah. Saya melakukan ini agar saya bisa kuat, anda juga tahu jika saya tetap dikonoha, saya takkan bisa berkembang. Saya melakukan ini juga agar bisa melindungi Hinata nantinya, saya harap Hiashi-sama mengerti."
Ucapan-ucapan Naruto kembali terngiang dikepalanya, " Jika kau memang ingin melindungi anak ku, mengapa kau mati? Anak bodoh." Gumam Hiashi, sambil mempererat pelukannya pada Hinata.
Team 7 Place,
Kakashi, Sasuke, Sakura serta Menma yang telah sadarkan diri kini telah berbaris rapih untuk melihat proses pemakaman jasad Naruto ke tempat peristirahatannya.
" Dia memang pantas mati." Ucap Menma santai.
" KAU! Kurang ajar. Apa kau tak sadar, kalau kau telah membunuhnya. HAH! " Geram Sasuke yang seketika menarik kerah Menma.
" Sasuke-kun." Gumam Sakura.
" Itu karena dia LEMAH! Hanya karena Rasengan, Ia sudah mati. Penghianat itu memang pantas MATI! " Ucap Menma dengan nada suara tinggi.
" KAU! " Belum sempat Sasuke memukul, Kakashi sudah menahan tangan Sasuke.
" Hentikan, Sasuke." Ucap Kakashi datar.
" Kakashi-sensei." Gumam Sasuke. Namun Kakashi hanya tersenyum dibalik maskernya.
" Setelah ini, ada yang ingin ku bicarakan padamu." Ucap Kakashi sambil memisahkan Sasuke dan Menma.
Dibalik itu semua, sejak awal Kakashi mencoba menahan diri untuk tak langsung menghabisi Menma di tempat, Ia menyesal tak langsung membunuh Menma waktu itu. Ia mengira Menma telah berubah, namun yang Ia dapat kebalikannya, setelah Menma sadar, Menma kembali ke sifat aslinya yang selalu sombong dan membenci Naruto.
Kakashi kini telah sadar akan apa yang telah Ia perbuat, untuk itu Ia akan memulai rencana akan itu.
Minato Place,
Tak ada kata kesedihan pada diri Minato ketika melihat prosesi pemakaman anak terbuangnya. Akan tetapi Minato hanya menggelengkan kepalanya melihat istri yang kini berada dipelukannya. Kushina masih belum terbangun dari pingsannya sejak awal prosesi pemakaman, namun Minato tak memperdulikan hal itu, karena yang ada dipikirannya saat ini adalah rencana besarnya kedepan.
" Sudah saatnya memulai pergerakkan. Para Daimyo dan Penasihat Konoha telah menentukan pertemuan, aku harus mempersiapkan segalanya." Pikir Minato, yang kini mulai berjalan meninggalkan acara pemakaman dengan Kushina yang masih berada di gendongannya.
…
Beberapa jam setelah pemakan. Malam Hari, Konoha.
Kakashi dan Sasuke terlihat saling berhadapan disuatu tempat di area Hutan kematian. Sedangkan Sasuke terlihat masih menggeram karena terus mengingat perkataan Menma sewaktu pemakaman.
" Sasuke, dari yang ku lihat, sepertinya kau peduli terhadap Naruto. Sebenarnya, apa pandanganmu mengenai Naruto? " Tanya Kakashi tenang.
" Seperti yang Kakashi sensei tahu, aku tak memiliki seorang teman selama ini. Semua orang di akademi, hanya menganggapku berdasarkan siapa keluargaku. Tak ada diantara mereka yang benar-benar ku anggap teman, bahkan Menma ataupun Sakura. Namun selama misi di Nami no Kuni, aku mulai akrab dengan Naruto. Ia tak memandangku berdasarkan keluargaku ataupun seberapa besar kemampuan yang ku miliki, kami saling berbagi apa yang kami miliki, pengetahuan dan sebagainya." Kakashi mulai melihat genangan air mata pada mata Sasuke.
" Kami saling menyemangati satu sama lain, hingga akhirnya aku tahu penderitaan yang Ia alami cukup besar. Aku bersyukur karena aku masih memiliki orang tua serta kakak yang selalu memperhatikan ku. Aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika keluarga ku tak menganggap ku, seperti apa yang Ia alami. Untuk itu, dan mulai saat itu juga, aku memutuskan untuk berbagi kebahagian dengannya dan membantunya dalam setiap masalah yang Ia punya." Sasuke mulai berlutut.
" Namun aku tak sempat menjadi teman yang baik untuknya. Setelah aku mengetahui bahwa Shisui Nii-san telah mati ditangan Itachi Nii-san, Naruto seakan tak menampakkan dirinya lagi dihadapanku. Aku tak sempat meminta maaf kepadanya akan apa yang dilakukan Itachi Nii-san kepada Nii-sannya. Aku merasa bukanlah teman yang baik, aku hanya menambah penderitaannya karena perbuatan keluargaku." Sasuke mulai menundukan wajahnya.
" Aku hanya sedang mengingat Nii-san ku Shisui, dia berjanji akan memberikan katananya apabila aku berhasil menyelesaikan misi kedua ini. "
" Benarkah? Itachi Nii-san juga sering menceritakan tentang dirimu dan Shisui Nii-san kepadaku, tapi aku tak tahu kalau kau ternyata sangat dekat dengan Shisui Nii-san. Hmm, kalau begitu aku akan membantumu agar misi kali ini sukses."
" Terimakasih, Sasuke. Tapi kenapa kau memanggil Shisui dengan Nii-san juga? "
" Aku juga menganggapnya Nii-san ku. Apa tidak boleh? "
" Hahaha, tentu saja boleh. Aku senang jika ternyata kita memiliki Nii-san yang sama."
Ingatan tentang pembicaraannya dengan Naruto seakan menjadi bumerang bagi Sasuke. Ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk membantu Naruto, akan tetapi semua baginya sudah terlambat.
" Kau mengingatkan ku akan diriku dan tim ku dulu, Sasuke." Seketika Sasuke mengangkat wajahnya, mendengar ucapan Kakashi.
" Dulu aku juga memiliki dua orang teman yang sangat berarti dalam hidupku, Rin dan Obito. Aku juga berjanji pada diriku sendiri untuk menjaga dan membahagiakan mereka. Namun karena kelemahanku, mereka berdua harus menjadi korban kekejaman dunia Shinobi." Sasuke mulai mendengarkan ucapan dari Kakashi.
" Aku tahu apa yang kau rasakan, aku juga terpuruk saat itu. Tapi aku akan terus melangkah, dan menjadikannya pengalaman yang berarti dalam hidupku." Sasuke hanya tak mengira bahwa senseinya juga pernah mengalami apa yang Ia rasakan.
" Dan apa kau tahu? Sebelum kematiannya, Obito memberikan Sharingannya kepadaku dan mempercayakan matanya agar aku bisa menjaga Rin. Namun aku tetap gagal, tak lama setelah itu Rin juga tewas, bahkan di tangan ku. Dan apa kau tahu? Dahulu aku adalah orang yang sangat tepat waktu, namun setelah kejadian yang menimpa tim ku, aku mulai mengikuti kebiasaan Obito yang selalu datang terlambat. Hal itu ku lakukan sebagai cambuk pengingat untuk ku terhadap mereka." Ucap Kakashi. Sasuke akhirnya mengetahui alasan mengapa Kakashi mendapat mata Sharingan dan mengerti akan hal itu.
" Namun kali ini aku kembali gagal, aku telah membuat tim ku merasakan apa yang ku rasakan sebelumnya. Aku seakan dapat melihat Rin dan Obito yang sangat kecewa pada ku, tapi aku tau, aku tak boleh berlarut akan hal itu, dan hanya satu hal yang dapat ku lakukan, yakni keluar dari konoha untuk penebusan dosa karena apa yang telah kulakukan." Ucap Kakashi lagi, sedangkan Sasuke hanya termenung akan ucapan dari senseinya, sebelum akhirnya Sasuke angkat bicara.
" Naruto, Naruto adalah teman pertamaku. Walaupun di alam sana Ia akan membenciku, aku takkan pernah membencinya dan akan meminta maaf kepadanya setelah bertemunya di alam sana. Namun untuk saat ini aku tak bisa menyusulnya, aku harus menebus dosa ku untuk membalas kematiannya dan mencari keberadaan Itachi Nii-san. Saat ini aku masihlah sangat lemah dibandingkan Menma. Karena itu, aku mohon bawa aku bersamamu Sensei. Dan ajari aku. " Ucap Sasuke.
" Untuk itulah aku memanggilmu kesini, aku memang akan mengajakmu pergi dari Konoha. Tapi bukan hanya kau yang ingin menjadi kuat, aku juga akan berlatih untuk lebih kuat. Aku bukan hanya akan membalas Menma, akan tetapi aku juga akan menghancurkan Konoha, karena aku tahu bagaimana Konoha sebenarnya." Ucap Kakashi, dan mendapat tatapan terkejut dari Sasuke.
" Maksud sensei? " Tanya Sasuke.
" Konoha tak seperti yang kau lihat, Sasuke. Karena secara diam-diam, aku berhubungan dengan Nii-san mu, Itachi." Sasuke seketika membulatkan matanya.
" Aniki? Tapi bagaimana bisa? " Ucap Sasuke, sambil mendirikan tubuhnya.
" Itachi tak sejahat yang kau kira, Sasuke. Untuk itu, jika kau memang ingin ikut dengan ku, akan kujelaskan semuanya selama perjalanan. Kita akan masuk kedalam Organisasi Akatsuki bersama dengan Aniki mu, tapi sebelum itu, kita akan memberikan hadiah perpisahan terlebih dahulu kepada Konoha. Satu jam dari sekarang temui aku disini, apa kau mengerti Sasuke? " Ucap Kakashi.
" H-Hai, Kakashi sensei." Ucap Sasuke tegas.
…
Sementara Itu, Orochimaru Hideout.
Hari sudah semakin malam, namun terlihat Hiruzen, Naruto, Orochimaru serta Ryuu tengah mendudukan diri dan saling berhadapan seperti hari sebelumnya. Hiruzen dan naruto terlihat antusias akan informasi yang akan di berikan oleh Ryuu.
" Bisa kita mulai? " Tanya Ryuu yang kini sudah tak perlu merahasiakan identitasnya, dan tak memakai topengnya lagi. Sedangkan Hiruzen dan Naruto hanya mengangguk.
" Baiklah, saya akan menjawab hal-hal yang ingin kalian ketahui. Kalau begitu siapa yang ingin bertanya pertama? " Tanya Ryuu. Naruto mulai angkat bicara.
" Akan kau gunakan untuk apa mata Shisui Nii-san? " Tanya naruto.
" Aku akan mentransplantasikan mataku ke matamu, untuk itu aku membutuhkan pengganti mata untuk mata ku." Jawab Ryuu.
" Apa! Tapi, Shinzen-sama. Anda akan…" Teriak kaget Orochimaru.
" Tenanglah, Orochi. Ini sudah keputusanku." Potong Ryuu. Orochimaru akhirnya terdiam.
" Apa maksud perkataan Orochimaru? Lalu mata apa yang akan kau transplantasikan ke mataku? " Tanya Naruto lagi.
" Untuk maksud perkataan Orochimaru, suatu saat kau akan tahu. Dan mengenai mata yang akan ku transplantasikan adalah Doujutsu yang ku miliki. Tenanglah, Doujutsu ku lebih kuat dari Sharingan atau mungkin lebih kuat atau setara dengan Rinnegan. Mulai besok kita akan memulai transplantasinya." Jawab Ryuu.
" APA! " Kaget Naruto.
" Bisa kau jelaskan mengenai Doujutsu mu, Ryuu-san? " Pinta Hiruzen.
" Aku menamainya Shusseigan, kalian bisa melihat mata ku sekarang." Ryuu seketika mengaktifkan Doujutsunya, sedangkan Hiruzen dan Naruto hanya dapat terkagum karena dapat mereka lihat, mata yang semula hanya berwarna hitam legam, kini mata hitam tersebut berubah menjadi biru terang dihiasi pola-pola melingkar berwarna putih terang. Seakan terdapat serpihan berlian menghiashi mata tersebut.
" Pada mata ku ini, adalah tahap awal Shusseigan. Mata ini juga sama dengan Doujutsu Sharingan yang memiliki tingkat kekuatan berdasarkan banyaknya symbol tomoe, akan tetapi pada mata ini diganti dengan banyaknya lingkaran. Dan sampai saat ini aku masih belum tahu batas kekuatan yang dimiliki oleh mata ini." Ucap Ryuu.
" Apa kekuatannya? Dan dari mana kau mendapatkannya? " Tanya Hiruzen.
" Untuk kekuatan akan kujelaskan setelah Transplantasi berhasil. Dan aku tak mendapatkannya, karena akulah yang membuatnya." Jawab Ryuu. Sedangkan Hiruzen hanya bisa menganga, tak menyangka bahwa seorang manusia bisa membuat suatu Doujutsu.
" Tapi, jika kau yang membuatnya, kenapa kau tak tahu batas kemampuan Doujutsu buatanmu sendiri? " Tanya Hiruzen lagi.
" Baiklah, akan aku jelaskan." Jeda Ryuu, " Selama 10 tahun aku menghabiskan waktu ku untuk mencoba membuat Doujutsu sendiri, berdasarkan hasil penyelidikan yang dibantu Orochimaru. Aku membuat Doujutsu ku atas data yang ku terima mengenai Sharingan, Byakugan serta Rinnegan dan untuk mendapatkan informasi tersebut aku dibantu Orochimaru sebagai mata-mata ku. Dan kenapa aku tak mengetahui batasnya, karena memang aku tak dapat menggunakan secara full didunia shinobi ini, karena jika aku menggunakan keseluruhannya mungkin dunia Shinobi akan hancur. Mengingat aku telah mencampur semua data kedalam Doujutsu buatan ku. Dan perlu kalian ketahui, aku satu-satunya yang memiliki Doujutsu ini, aku tak membuat lebih karena aku hanya ingin Doujutsu ini hanya satu-satunya di dunia Shinobi ini." Jelas Ryuu.
" Apa! Kau membuat Doujutsu yang menyeramkan. Mengenai Sharingan dan Byakugan, mungkin aku bisa mengerti kalau kalian mendapatkan informasinya. Akan tetapi, Rinnegan, darimana kalian mendapat informasi Doujutsu tersebut? " Tanya Hiruzen, sedangkan Naruto masih terus serius mendengarkan.
" Seperti itulah, aku berhasil mendapatkan informasi Sharingan dan Byakugan setelah aku menculik salah satu dari klan mereka dan mengambil matanya. Dan Mengenai Rinnegan, aku meminta Orochimaru untuk masuk kedalam Akatsuki untuk memata-matai pemimpin mereka, karena pemimpin dari organisasi tersebut mempunyai Rinnegan. Akan tetapi kami tak bisa mendapatkan mata Rinnegan karena memang sangat sulit jika berhadapan dengan pengguna Rinnegan." Ucap Ryuu, yang membuat Hiruzen mengangguk mengerti.
" Jadi itu penyebabnya kau masuk kedalam Akatsuki, Orochimaru? " Orochimaru hanya mengangguk mendengar pertanyaan Hiruzen.
" Apa ada pertanyaan lain? " Tanya Ryuu.
" Bisa kalian jelaskan bagaimana kalian bisa bertemu? " Tanya Hiruzen.
" Setelah aku keluar dari Konoha, aku bertemu dengan Shinzen-sama dan bertarung dengannya. Aku hanya dijadikan mainan baginya pada waktu itu, bahkan aku tak bisa memberikan goresan sedikitpun pada dirinya. Semenjak kekalahanku waktu itu, aku terus mencarinya dengan bantuan mata-mata ku, Kabuto. Akan tetapi aku tak bisa menemukannya, hingga Shinzen-sama sendiri yang menampakkan diri untuk bertemu dengan ku. Sejak saat itu, aku mengabdi padanya demi mendapatkan kekuatan, hingga akhirnya aku mendapatkan keabadian dan sangat menghormatinya serta mengaguminya dalam penelitian." Jawab Orochimaru.
" Pada awalnya aku haus akan kekuatan dan tergila-gila untuk mendapatkan keabadian, namun setelah mendapatkan itu semua, aku baru tahu ternyata tuanku, Shinzen-sama belum mendapatkan keinginannya atau tujuannya. Sejak saat itulah aku berniat mewujudkan tujuannya untuk menghancurkan Konoha dan desa-desa yang membuatnya terluka. Aku sudah mendapatkan apapun yang aku inginkan, jadi aku harus sekuat tenaga memberikan apa yang Shinzen-sama inginkan."
" Tapi, Shinzen-sama selalu mengajariku tentang filosofi kehidupan. Ia juga pernah berkata padaku, memaafkan adalah kunci untuk memutuskan rantai kebencian. Oleh karena itu , aku mulai mengerti dan mulai mengubah pandanganku terhadap Konoha maupun desa-desa lain karena aku mengerti perbedaan antara Schroll dan Isinya. Sehingga aku tahu, semua desa tak bersalah, yang bersalah adalah orang-orang yang memimpin menggunakan nama desanya. Semula aku memang ingin menghancurkan Konoha, namun setelah pembelajaran dari Shinzen-sama, akhirnya aku memutuskan menginvasi Konoha, hanya untuk menghilangkan orang-orang yang memang memiliki kegelapan hati. Dan mulai saat itu juga, aku mulai menetapkan tujuan hidup ku untuk terus menghilangkan atau menyadarkan setiap orang-orang yang memiliki kegelapan hati. Memang terdengar Naif, namun itulah Nindo ku." Ucap Orochimaru lagi, sedangkan Hiruzen hanya tertegun dengan setiap perkataan yang Orochimaru ucapkan.
" Orochimaru? Apa ini benar dirimu? Kau berbicara tentang Nindo. Kau…" Hiruzen hanya tak bisa berkata apa-apa lagi, karena baginya Orochimaru telah membuatnya benar-benar tak percaya.
" Aku tahu ini sedikit aneh bagimu, Sarutobi Sensei. Tapi inilah aku sebenarnya, setelah kematian orang tua ku, aku memang berubah. Tapi setelah bertemu Shinzen-sama dan mengetahui Shinzen-sama juga mengalami hal yang sama denganku bahkan lebih buruk, aku mulai mengikuti jejaknya dan secara perlahan sifat asliku kembali lagi. Dan aku akui itu." Ucap Orochimaru. Sedangkan Hiruzen merasa ini suatu keajaiban, dan seketika berdiri dan berjalan menghampiri Orochimaru, lalu seketika memeluknya.
" Apa ini benar kau Orochimaru? " Tanya Hiruzen meyakinkan.
" Hai, ini aku Sensei, Orochimaru yang kau kenal dulu, bukanlah Orochimaru yang masuk kedalam kegelapan lagi. Ini aku, Orochimaru kecil yang dulu pernah menjadi muridmu bersama dengan kodok serta siput kecil. " Hiruzen perlahan melepas pelukannya dan hanya bisa menangis senang mendengar apa yang diucapkan Orochimaru.
" Terima kasih, Shinzen-dono. Karena berkat dirimu, muridku kembali ke diri yang sebenarnya." Ucap Hiruzen yang mulai menghormati Ryuu, dan mendapat senyuman dan anggukan dari Ryuu.
" Aku jadi ingin kembali muda, agar dapat melihat Tiga Sannin kecilku kembali berkumpul seperti sebelumnya." Ucap Hiruzen sambil mengelap air mata senangnya.
" Benarkah? Jadi jiji mau untuk mendapat keabadian? " Tanya Naruto antusias. Sedangkan Hiruzen hanya tersenyum sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan pernyataan naruto.
" Yosh! Kalau begitu Ryuu Sensei, Bisakah? " Tanya Naruto riang. Sedangkan Ryuu tersenyum.
" Tenanglah, Naruto-kun. Demi muridku, akan aku lakukan." Jawab Ryuu dengan senyuman yang mengiringi perkataannya.
" Maaf, Shinzen-dono. Tapi bagaimana kau melakukannya? " Tanya Hiruzen.
" Shinzen-sama, membuat alat yang akan di tanam kedalam tubuh." Sela Orochimaru.
" Ya, aku membuat alat yang akan terus mengambil tenaga chakra alam, sehingga memungkinkan tubuh anda takkan menua karena sistem peregenerasian tubuh. Namun dalam kasus anda, mungkin aku akan memulai merekontruksikan tubuh anda terlebih dahulu agar terlihat lebih muda, sebelum akhirnya ku tanamkan alat tersebut." Tambah Ryuu, sedangkan Hiruzen hanya bisa menganga tak percaya.
" Yosh! Lalu bagaimana dengan ku Sensei? " Tanya naruto.
" Setelah kau menerima transplantasi mata, kau sudah abadi Naruto-kun. Akan tetapi tubuhmu akan terus berkembang hingga usia 18 tahun, dan setelah itu kau takkan bisa menua dan akan tetap seperti berusia 18 tahun." Jawab Ryuu. Dan mendapat teriakan gembira dari Naruto.
Bagi Hiruzen, ini adalah suatu kejutan baginya karena muridnya kembali kejalan kebaikan. Ia sungguh berterima kasih kepada Kami-sama, karena muridnya bisa bertemu dengan Ryuu.
Sedangkan bagi Ryuu, ini adalah suatu hal yang membuatnya cukup senang. Entah mengapa, Ryuu merasakan kehangatan, senyuman yang diberikan Naruto, Hiruzen serta Orochimaru terlihat begitu tulus. " Apa ini yang namanya keluarga? " Pikir Ryuu, sambil tersenyum, sebelum akhirnya kembali mengarahkan pandangannya ke Naruto dan Hiruzen.
" Kalau begitu, kita bisa kembali memulai diskusinya. Apa ada pertanyaan lain? " Tanya Ryuu.
" Apakah kau melihat Katana milikku? " Tanya Naruto.
" Tidak, kurasa tertinggal di tempat kau bertarung dengan Menma waktu itu. Tapi, aku akan mengambilnya nanti. Tenanglah." Ucap Ryuu, dan mendapat helaan nafas lega dan anggukan dari Naruto.
" Terima kasih, Ryuu-sensei. Kurasa itu saja yang ingin ku tanyakan." Ucap Naruto. Sebelum akhirnya Hiruzen angkat bicara.
" Ada beberapa hal, buat apa kau mencuri gulungan terlarang dari Konoha? Lalu bagaimana caranya kau bisa membuatku tak bergerak waktu itu? " Tanya Hiruzen kepada Orochimaru.
" Aku mencuri gulungan itu, hanya karena tugas sewaktu di dalam Akatsuki, dan aku terpaksa melakukannya agar mereka tak curiga terhadapku dalam memata-matai mereka. Dan mengenai kenapa kau dan para anbu yang lain tak bisa bergerak waktu itu, itu Karena alat yang diciptakan oleh Shinzen-sama setelah meneliti clan Nara." Jawab Orochimaru.
" Alat itu bukanlah Kagemane seperti clan Nara, alat itu hanya ku buat seperti Kagemane yang menjerat korbannya. Alat itu ku buat setelah aku membayangkan kekuatan Kagemane dengan chakra alam, pasti lah sangat kuat." Tambah Ryuu.
" Bukan hanya kuat, mungkin bisa menjerat seluruh penduduk Konoha, jika dengan kekuatan chakra alam." Tambah Hiruzen lagi. Naruto hanya terperangah mendengarnya.
" Lalu bagaimana kau bisa keluar dari Akatsuki? " Tanya Hiruzen lagi ke Orochimaru.
" Itu karena Itachi mencoba membunuhku, dan pada akhirnya aku kalah dan meninggalkan Akatsuki." Jawab Orochimaru. Ryuu hanya tertawa kecil, mengingat karena ulahnya membunuh Shisui, Orochimaru harus menanggung akibatnya dan menjadi bulan-bulanan Itachi. Sedangkan Hiruzen hanya mengangguk mengerti, karena sebelumnya Ia juga tahu niat Itachi untuk membunuh Orochimaru.
" Lalu, Shinzen-dono, aku memiliki seorang cucu di Konoha. Aku khawatir dengan keselamatannya, apa anda memiliki cara agar Ia tetap bisa aman disana? " Tanya Hiruzen.
" Tenanglah, Kurasa Ia akan baik-baik saja selama Ia tak berbuat macam-macam dengan para pemimpin Konoha. Mereka akan menjaga cucumu, mengingat kau hanya dinyatakan menghilang oleh mereka. Mereka tak mungkin berbuat hal yang merugikan mereka, sampai kau kembali." Jawab Ryuu.
" Kuharap begitu." Ucap Hiruzen, " Maafkan Jiji, Konohamaru. Semoga kau baik-baik saja disana." Pikir Hiruzen.
" Kurasa hanya itu yang ingin ku tahu saat ini." Ucap Hiruzen lagi.
" Baiklah, karena tak ada pertanyaan lagi. Aku akan memberikan informasi kepada kalian. Pertama, Naruto-kun, kau takkan menjadi Missing Nin karena kau telah di anggap mati oleh Konoha." Ryuu melihat Naruto.
" APA! Bagaimana mungkin? " Tanya Naruto bingung.
" Sewaktu kau melawan Menma, aku telah mengganti tubuhmu dengan jasad yang sangat persis atau duplikatmu. Bahkan aku membuat agar DNAnya sama denganmu, sehingga mereka sudah pasti menyangka jasad itu adalah kau, Naruto-kun." Jawab Ryuu.
" Tapi, bagaimana dengan Hinata-chan, Tsunade Baa-san dan yang lainnya? Aku tak ingin mereka bersedih." Ucap Naruto.
" Itu harus dilakukan Naruto, aku hanya ingin membuat kejutan kepada Konoha ketika melihat anak yang dulunya lemah sepertimu dapat menghancurkan mereka. Terlebih untuk menghindari para pemburu missing nin. Ku harap kau mengerti." Ucap Ryuu. Sedangkan Naruto hanya menunduk sebelum akhirnya menganggukan kepalanya, " Maafkan aku Hina-chan." Pikir Naruto.
" Untuk yang kedua, Konoha telah menghentikan pencarian mu, Hiruzen-Dono. Mereka saat ini tengah mempersiapkan diri untuk pertemuan, mengenai rencana mereka." Hiruzen hanya mengangguk mengerti dengan apa yang di sampaikan Ryuu.
" Dan untuk yang terakhir, mulai besok kau akan kulatih selama 3 tahun setelah proses transplantasinya sukses. Dan setelah 3 tahun masa pelatihan disini, kita akan keluar dari dunia Shinobi selama 4 tahun." Ucap Ryuu lagi, dan mendapat wajah terkaget dari Naruto dan Hiruzen.
" Diluar dunia Shinobi? " Tanya Naruto dan Hiruzen secara serempak.
" Ya begitulah, untuk lebih jelasnya akan ku jelaskan jika sudah waktunya." Ucap Ryuu tersenyum.
" Tapi… Ah, baiklah." Ucap Naruto.
" Karena sudah tak ada pertanyaan lagi dan aku juga sudah menyampaikan apa yang ingin ku sampaikan, maka pertemuan hari ini cukup sampai disini. Kalian bisa berwisata terserah kalian, asalkan masih di area persembunyian ini." Ucap Ryuu mengakhiri pertemuan.
" Apanya yang berwisata jika hanya melihat terowongan gelap sepanjang jalan. Huft…" Naruto menggerutu.
" Maaf, Shinzen-Sama. Kemarin apa benar kau menyuruh Naruto untuk memukuli ku? " Tanya Orochimaru. Sedangkan Naruto sudah keringat jatuh mendengar pertanyaan Orochimaru.
" Owh, aku memang mempersilahkannya untuk memukulimu. Tapi aku tak melarang mu untuk membalasnya." Jawan Ryuu sambil berjalan meninggalkan ruangan bersama Hiruzen.
" KUSO! " Teriak Naruto dalam hati.
" Khukhukhukhu…. Jadi begitu, terima kasih Shinzen-sama." Ucap Orochimaru sambil membungkukkan diri kepada Ryuu yang terlihat sudah berjalan cukup jauh. Sebelum akhirnya Orochimaru mengarahkan penglihatannya ke Naruto dengan nafsu membunuh yang cukup kuat.
" KUSO! KABUR! KUSO! Ryuu Sensei, BAKA! " Teriak Naruto menggema didalam ruangan.
...
Sementara itu, Konoha : Training Ground 7.
" Sensei, ini sudah malam. Mengapa kita berkumpul disini? Dimana Sakura? " Tanya Menma.
Namun kakashi hanya terdiam, sebelum akhirnya mengalihkan wajahnya ke arah Sasuke. Sasuke yang melihat tatapan dari Kakashi hanya mengangguk mengiyakan.
" Apa jalan keluarnya sudah di persiapkan? Berapa lama waktu yang kita miliki? " Tanya Kakashi kepada Sasuke.
" Sudah, kita hanya punya waktu 5 menit dari sekarang." Jawab Sasuke dan mendapat anggukan oleh Kakashi.
" Apa yang kalian bicarakan? " Tanya Menma bingung. Sedangkan Kakashi perlahan mendekatkan diri.
" Menma, apa pandanganmu mengenai Naruto? " Tanya Kakashi.
" Jadi aku diminta datang kesini karena pertanyaan bodoh itu? Pandanganku mengenai Naruto ya? Ia memang pantas MATI, anak lemah pembawa sial memang harusnya MATI." Jawab Menma sarkasme.
" Jawaban yang salah, nak." Ucap Kakashi, yang seketika memberikan kode kepada Sasuke.
Menma yang tak tahu mengetahui apa yang terjadi, seketika membelalakan matanya melihat dua Fuma Shuriken mengarah kesampingnya. Menma yang hanya terfokus pada Fuma Shuriken tersebut, tak menyadari bahwa terdapat tali kawat yang siap menjeratnya. Dan karena kurangnya penjagaan, Menma akhirnya harus merasakan tubuhnya terperangap pada batang pohon yang cukup besar di belakangnya.
" Ini untuk Pakun, karena kau menghajarnya dengan Rasenganmu." Ucap Kakashi, yang langsung menusukan kunainya kearah perut Menma.
" Aarrrgghhh…" Menma hanya bisa merasakan sakit yang diberikan oleh Kakashi. Sedangkan Kakashi seketika melompat mundur mengambil jarak.
" Ka..Kalian…" Ucap Menma terbata, sebelum akhirnya Ia dapat mendengar suara yang cukup berisik layaknya percikan-percikan atau mungkin ribuan kicau burung.
" Dan ini untuk Naruto, Chidori! " Teriak Kakashi dan Sasuke bersamaan.
CRASSHHH! CRASSHHH!
Kakashi dan Sasuke secara bersamaan melancarkan Chidorinya masing-masing, tepat di dada Menma. Namun mereka berdua tahu, seorang Jinchuriki takkan mudah mati selama Jinchuriki tersebut masih memiliki Biju didalam tubuhnya.
" Dengan begini ku yakin Kyuubi akan keluar, suatu hadiah perpisahan yang sangat indah bukan, Sasuke-kun? " Ucap Kakashi.
" Hn." Ucap Sasuke.
" Sial! Dasar Uchiha." Jeda Kakashi, " Chakra berwarna orange mulai keluar dari tubuhnya, kurasa sudah saatnya kita pergi." Ucap Kakashi lagi, dan hanya mendapat anggukan dari Sasuke.
Setelah melaksanakan aksinya, Kakashi dan Sasuke seketika berlari dan melompat pada setiap atap rumah guna melarikan diri dan keluar dari desa Konoha, mereka kini telah mengenakan jubah hitam yang dimiliki oleh Kakashi jika mendapat misi pengintaian.
Beberapa jam telah berlalu, Kakashi dan Sasuke masih tetap berlari menjauh dari Konoha. Selama perjalanan, mereka dapat mendengar auman keras dari arah Konoha, akan tetapi auman tersebut hanya bertahan selama setengah jam, mereka sadar mungkin Menma telah di tangani oleh sang Hokage sebelum Kyuubi benar-benar keluar dari tubuh Menma.
Disinilah mereka berada, baik Kakashi dan Sasuke telah berhenti berlari. Dihadapan mereka kini terlihat lembah terakhir, tempat Menma dan Naruto terakhir kali bertarung.
" Sensei, mengapa kita kesini? " Tanya Sasuke.
" Ini adalah tempat terakhir kali Menma dan Naruto bertempur." Jeda Kakashi, Sasuke mengedarkan pandangannya melihat kondisi keadaan sekitar yang lumayan hancur.
" Apa kau lihat Katana yang menancap pada patung tersebut? " Tanya Kakashi. Seketika Sasuke memfokuskan matanya untuk melihat sebuah katana yang menancap pada ujung jari patung Hashirama.
" Bukankah itu hanya Katana biasa, sensei? " Tanya Sasuke.
" Itu memanglah hanya Katana biasa, tapi apa kau tahu, kurasa itu adalah Katana milik Shisui yang di berikan ke Naruto." Seketika Sasuke membulatkan matanya, tak perlu menjawab perkataan Kakashi, Sasuke langsung berlari dan melompat memanjat patung Hashirama serta menarik Katana yang menancap tersebut.
" Bagaimana Kakashi-Sensei bisa tahu kalau Katana ini milik Naruto? " Tanya Sasuke yang kini telah berada di samping Kakashi dan sambil memainkan Katana milik Naruto di tangannya.
" Itu mudah, sewaktu aku membawa Naruto ke Konoha, aku tak melihat Katana yang biasa Ia bawa. Sehingga aku tahu kalau Katananya pasti tertinggal disini. Dan itu sudah pasti milik Naruto karena pada pertempurannya dengan Menma kurasa tak ada orang lain yang ikut campur." Jawab Kakashi dengan nada lemah, sedangkan Sasuke mengerti, Ia tahu apa saja yang telah terjadi selama misi pengejaran Naruto, maka dari itu Ia mengerti bahwa Kakashi merasa sangat bersalah karena tak bisa mencegah kematian Naruto.
" Baiklah, mulai saat ini aku akan memakai Katana ini untuk mengenang Naruto." Ucap Sasuke. Dan mendapat anggukan dari Kakashi.
" Sasuke, kemarikan Hitae Atte mu." Sasuke hanya mengangguk dan melepas Hitae Atte dikepalanya untuk diberikan kepada Kakashi.
" Mulai saat ini, kita adalah Missing Nin Konoha." Ucap Kakashi lagi, sambil menggores secara Horizontal lambang Konoha pada Hitae Atte Sasuke dan Hitae Atte miliknya dengan kunai.
Kakashi dan Sasuke perlahan mengikat Hitae Atte Konoha kembali ke kepalanya, serta untuk Katana milik Naruto, kini telah terikat kuat pada punggung Sasuke.
" Saatnya pergi Sasuke, kita akan pergi ke desa-desa terdekat untuk membelikan sarung Katana milikmu tersebut." Sasuke mengangguk, sebelum akhirnya menarik tudung kepala pada jubah hitam yang Ia kenakan untuk menutupi kepalanya.
Kepergian mereka dari Konoha adalah awal baru dari cerita dunia Shinobi, tak ada yang tau apa yang akan terjadi. Baik Kakashi dan Sasuke berencana untuk memulai awal baru di dalam kesatuan Akatsuki. Jiraiya dan Tsunade juga telah keluar dari desa guna mencari ketenangan, akankah Sannin dari Konoha kembali berkumpul. Sedangkan Naruto mulai mendapatkan kekuatan yang Ia sangat inginkan sejak dulu, akan tetapi, yang perlu kalian tahu adalah Dunia Shinobi penuh dengan kejutan.
...
## CONTINUED ##
Terimakasih atas review readers senpai sekalian, saya sangat membutuhkan review readers senpai sekalian karena bisa menjadi kritik dan saran yang berguna untuk saya. Ditunggu reviewnya ya...
Mohon maaf jika masih ada penulisan yang salah atau hal-hal lain yang tak berkenan.
Thanks Mina,
Link Off.
