Chapter sebelumnya :
Apakah aku mencoba mengetahui Kaa-san?
' Dia selalu mengorbankan apapun demi diriku, bahkan nyawanya sendiri – '
Hinata menoleh kebelakang kearah Boruto, ia memberikan senyum tulus untuk Boruto. Boruto terkejut melihatnya.
' Bagaimana bisa bahkan saat keadaan genting seperti ini dia mampu ternsenyum untukku ? '
Kejadian yang tadi melambat, seketika berubah cepat di hadapan Boruto.
" KAA-SAAAAANN! " Boruto berteriak menumpahkan segala kerinduan yang dialaminya.
Semua tidak terlihat lagi, kecuali kilauan cahaya putih dan suara ledakan yang besar. Setidaknya itulah yang terakhir kali Boruto lihat dan yang Boruto dengar hingga badai angin penghancur menelan kesadarannya.
Warning : Gaje, Oc, abal-abal, Typo.
- Mungkin cerita ini hampir sama dengan Boruto The Movie, hanya saja agak dibedakan sedikit -
Jika ada kesamaan tempat atau cerita mohon maaf ! Tapi ini Real buatan Author!
Don't Like? Don't Read !
...
Boruto P.O.V
Aku mengerjapkan mataku, hal yang pertama kulihat adalah Sarada
" Kau terbangun " itulah kalimat pertama yang dia ucapkan
Aku mencoba untuk duduk dari posisi tidurku. Bagian dalam kepalaku terus-menerus berdenyut. Kesadaranku berangsur membaik. Aku melihat kesekeliling, tempat tidur dipenuhi orang-orang yang terluka pula.
" Apakah ini rumah sakit? " Ucapku pelan
" Semua orang telah dikirim disini " Sepertinya suara ini suara Mitsuki
" Nanadaime-sama telah melindungi kita semua " Yah itu memang Mitsuki.
" Begitu " Aku menundukan kepalaku sedih
Aku tidak boleh begini aku harus kuat " Jadi semua orang sudah aman? "
" Tou-san! " Ah! Itu suara Himawari!
" Himawari?! " Aku bergegas keluar dari ranjang mencari sumber suara
" Lepaskan! Biarkan aku pergi dari sini! Lepaskan aku! " Itu suara Tou-san! Aku harus cepat!
Akhirnya aku menemui Tou-san sekarang. Dia terlihat sedang memberontak.
" Tou-san! Hentikan! "
" Naruto! Jangan bertindak yang aneh-aneh ! "
" Hey! Berhentiah bersikap seperti anak-anak! "
" Tidak! Lepaskan aku Sasuke! Sakura lepaskan! Aku ingin pergi mencari Hinata! " A-apa?
Boruto P.O.V End
" Naruto tenanglah! "
" Hinata …aku ingin membawa kembali Hinata "
" Sudahlah Naruto kita akan membawa kembali Hinata tetapi fikirkan anakmu sekarang " Ujar Sasuke
" Himawari, Maafkan Tou-san " Naruto memeluk Himawari yang berada di sampingnya
" Tidak, Tou-san. Tou-san jangan bersedih " Himawari membalas pelukan Naruto
" Hi-himawari? Tou-san? A-apa yang terjadi? Kaa-san kenapa? " Boruto bertanya bertubi-tubi
Naruto melepaskan pelukannya " Maafkan Tou-san yang tidak bisa menjaga Kaa-sanmu, Boruto. Tapi Tou-san berjanji akan segera membawa pulang Kaa-san " Ucap Naruto lirih
DEG !
" Membawa pulang …" Boruto bergetar.
Dia melihat di sekelilingnya dalam kepanikan. Dia tidak di sini. Baik Hinata ataupun Momoshiki dan Kinshiki tidak ada di sini.
" Hinata diculik oleh mereka…." Ucap Sakura sembari menahan air matanya. Sasuke yang berdiri di sampingnya melihat kearah Boruto yang menatap tidak percaya.
"Itu tidak mungkin… Kaa-san " Boruto menahan tangis.
" Kaa-san mencoba menyelamatkan Tou-san, dan dia berhasil. Hanya saja - " Himawari menggantungkan kalimatnya.
" – Kaa-san yang diculik oleh mereka. " Ucap Himawari menunduk
Boruto tidak mendengarkan seluruh perkataan itu. Ada kalanya dia sangat kehilangan Hinata.
Di lain sisi, tepatnya pada tempat arena pertarungan mereka tadi terlihat topeng anbu yang sebelumnya Hinata kenakan, topeng itu terlihat lusuh dan banyak retakan di sana. Bahkan arena yang tadi mereka gunakan sudah seperti kawah.
" Boruto .. " Mitsuki ingin menenangkannya tetapi sebelum Boruto menyadari apa yang dia lakukan, dia berlari.
Boruto berlari keluar dari rumah sakit, tidak memperdulikan keadaan sekitarnya dimana banyak warga yang terluka dan sedang diobati. Boruto terus berlari, ia menunduk. Langkah kakinya semakin cepat. Boruto membuka matanya, air matanya tidak dapat dibendung lagi.
Ingatan Boruto kembali saat pertarungan sebelumnya, dimana Boruto menembakan semua elemen ninjutsu miliknya pada Momoshiki. Kehancuran yang terjadi dimana-mana. Saat wajah Kaa-san yang selama ini ia rindukan kembali. Itu terasa menyakitkan.
Boruto terus berlari, ia tidak memikirkan hal-hal lain. Ia tidak perduli jika dibilang seorang anak dari Hokage yang cengeng atau apapun ia tidak perduli! Ia terus berlari dengan memejamkan matanya.
BRUKKK!
Boruto tersungkur karena tidak sengaja menendang kotak medis. Ia mencoba berdiri, tanpa sengaja matanya tertuju pada alat ninja ditangannya. Hatinya begitu marah. Ia melepaskan alat ninja itu dan melemparkannya jauh dari dirinya.
Boruto terdiam. Perlahan ia mencoba berdiri lagi, ia berjalan perlahan, fikirannya sedang kacau yang ingin ia tuju hanya satu .. pulang ke Rumah. Naruto yang mengikuti Boruto sedari tadi mengambil alat ninja itu, ia melihat Boruto yang terus berjalan.
...
Boruto telah sampai di kediaman Uzumaki, ia melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga. Ruangan yang begitu banyak menyimpan kenangan hangat mereka.
Tidak ada seorangpun di Rumah ini. Boruto melihat sekelilingnya, banyak foto yang menggantung di dinding.
Foto-foto mereka saat bermain bersama. Foto saat Tou-sannya masih Gennin bersama tim 7, begitu juga dengan ibunya yang bersama tim 8.
Banyak foto-foto yang terpajang disini, foto yang memperlihatkan kehangatan di keluarga ini. Mata Boruto tertuju pada bingkai foto yang menunjukan dirinya sedang berpelukan dengan Kaa-sannya.
Pertengkaran pada saat penyelamatan Himawari terlintas di pikiran Boruto.
" Kau itu benar-benar Kaa-san yang tidak bertanggung jawab! Kau membiarkan Himawari diculik oleh Shinobi penyusup itu! Dimana kau saat Himawari membutuhkanmu! Mengapa kau tidak datang- "
" Kau tau aku dan Himawari hampir saja mati! Kau sama sekali tidak perduli dengan kami! Kenapa kau tidak datang ! Kenapa Sakura ba-san yang datang! Jika aku diizinkan memilih aku akan memilih SAKURA BA-SAN MENJADI KAA-SANKU! "
Bagaimana ia bisa membentak Hinata dengan sangat kasar? Bahkan saat ia berkata lebih menginginkan Sakura menajdi Kaa-sannya.
Siapa yang tidak sakit mendengar hal itu?
Terlintas bayangan dimana mereka sedang tertawa bersama diruang keluarga ini. Semakin mengingat jauh Boruto semakin merasa bersalah, inikah yang Boruto fikirkan tentang Kaa-sannya? Benarkah Hinata tidak mencintai mereka?
Dia salah, bukannya begitu.
Jika dia seperti ini…. Akan lebih baik jika dia tak pernah ada sejak awal….
Itu tidak benar.
Dia hanya seseorang yang lembut setiap hari, terlihat lemah kan? Semuanya akan baik-baik saja bukan?!
Bohong.
Hinata tidaklah lemah seperti apa yang ia fikirkan, lembut bukan berarti lemah. Lembut berarti pengertian. Hinata itu kuat dan tangguh. Bukan lemah dia hanya baik hati.
Siapa lagi, tanpa meminta imbalan apapun. Hanya bisa menjaga untuk sekelompok orang yang kebetulan dijumpainya di situ? Baik orang tua maupun muda. Ninja dan desa. Juga Daimyou dan Samurai. Barangkali Kaa-sannya juga memasukkan orang-orang yang membencinya dalam daftar orang yang dia lindungi.
Kaa-san dan Tou-sannya saling melengkapi dan saling bekerjasama melindungi desa ini. Melindungi keluarga ini.
Tidak sembarangan orang bisa melakukannya.
Tak seorangpun, namun Hinata Hyuuga atau yang sekarang dipanggil Hinata Uzumaki bisa membantu Uzumaki Naruto yang merupakan Hokage ke-7.
Pandangan Boruto jatuh pada jaket lusuh Tou-sannya yang dia lemparkan keluar rumah tempo hari. Boruto mengambil jaket itu dan menatapnya. Menggenggam erat jaket milik Naruto.
Dia memakainya dan berdiri di depan cermin.
Di depan cermin Boruto melihat seorang anak muda lusuh sedang mengenakan pakaian kotor. "Aku … sungguh tidak keren.."
Ia selalu berfikir inikah yang disukai Kaa-sannya? Seseorang yang bahkan bisa dikatakan sebagai ' pecundang ' ? Tapi pandangan Kaa-san berbeda, ia melihat Tou-san sebagai pecundang yang dapat dibanggakan. Kaa-sannya tidak melihat dari sisi negative, ia selalu menganggumi Tou-sannya bagaimanapun keadaannya.
Segala sesuatu yang dia miliki seolah dipinjamkan. Dia tak punya apa-apa, bahkan untuk menyebut dirinya sendiri. Dia sepenuhnya menyadari kenyataan bahwa dia tak lebih dari 'anak Uzumaki Naruto dan Uzumaki Hinata'
" Pakaian yang konyol bukan? " Suara itu melenyapkan pemikiran Boruto. Terlihat Naruto yang semakin mendekat
" Saat diujian aku telah mempermalukanmu. Kau menerima cibiran semua orang dalam ujian ini… Hitai-ate yang kau punya bahkan juga ku ambil. Membuatmu bukan lagi Shinobi. Selain itu, Himawari terus menangis, Kau terluka.. dan kita kehilangan Kaa-sanmu " Ucap Naruto yang melihat Boruto dari pantulan cermin
Boruto diam dan tidak menanggapi ucapan Naruto.
"Jika kau memiliki adik yang mengagumimu, tetapi tak seseorangpun yang mengkhawatirkanmu.. maka kau akan berada dalam keadaan yang sama dengan Hinata dulu." Ucap Naruto tersenyum miris
' Sama dengan Kaa-san ? ' Ya! Boruto ingat saat dirinya pergi kemasalalu, disana bahkan Hiashi sama sekali tidak perduli dengan Hinata. Disaat Hinata terluka dia malah melihatnya dengan tatapan sinis. Sangat miris bukan?
" Hinata merupakan wanita yang berbeda, dia akan rela mengorbankan nyawanya demi orang yang sangat dicintainya, ia tidak memikirkan dirinya sendiri. Sedangkan aku? Maaf karena aku telah membuatmu seperti ini, maaf karena- "
" Ini semua bukan kesalahan Tou-san sepenuhnya, aku yang tidak pernah mencoba mengerti keadaan Kaa-san. Aku selalu melihat sisi negative dari dirinya. Aku tidak pernah melihat kesungguhan cinta yang ia berikan – "
" – Bahkan saat ia meminta maaf padaku … aku hanya diam tanpa memperdulikannya, " Boruto tertawa miris
" Aku sangat egois " Ucapnya pelan
Naruto menepuk bahu Boruto " Sudahlah bagaimana jika kita membawa kembali kaa-sanmu? " Ucap Naruto tersenyum
Pandangan Boruto berubah tak percaya, ia menatap sosok Naruto " A-apakah bisa? " Ucap Boruto ragu.
" Tou-san akan menyelamatkannya, Sasuke bilang dia masih bisa mendeteksi chakra Kaa-sanmu " Jelas Naruto pada Boruto yang sekarang menatapnya
" Tou-san, mengapa Tou-san sangat peduli padaku? Aku sudah membuat Tou-san dan Kaa-san tersakiti " Ucap Boruto lirih
" Karena … kau adalah anakku " Boruto menatap Naruto tak percaya
GREEPP!
" Sampai kapanpun kau tetap menjadi anakku dan juga Hinata. Kau dan Himawari merupakan nyawa bagi kami, seburuk kau menyakiti kami, kami akan tetap berusaha sayang kepada kalian. " Ucap Naruto sambil memeluk Boruto erat
Boruto menangis dalam dekapan Naruto, ia telah menyadari kesalahannya sekarang " Maaf Tou-san sekali lagi Maafkan aku! " Boruto terisak
" Sudahlah, kita akan menyelamatkan Kaa-sanmu " Naruto melepaskan pelukannya pada Boruto dan menghapus air matanya.
" Apakah Sasuke Ji-san mengizinkanku untuk ikut? " Tanya Boruto
" Kenapa tidak? Hinata akan senang melihat anaknya yang mau menolongnya " Sasuke muncul dari balik pintu dan menuju arah Boruto
Boruto mengalihkan pandangannya " Sensei " Ucap Boruto tak percaya
" Jadi, kapan kita akan pergi? " Ucap Sasuke pada Naruto dan Boruto.
Boruto tersenyum senang mendengar ucapan Sasuke, kali ini ia akan berjanji untuk menyelamatkan Kaa-sannya. ' Kaa-san tunggu aku! '
" Apa kalian melupakan kami? " Ucap Choujuro, ternyata para Kage sedang berdiri diambang pintu
" Kami tidak bisa mengabaikan istri Hokage dan menodai reputasi dari kelima Kage. Bahkan Hokage nampaknya akan membutuhkan bantuan. " Darui berucap sambil tersenyum. Penampilannya Nampak sedikit seperti pria paruh baya yang mencolok, namun sebenarnya dia adalah pria yang lebih gesit dan berani daripada yang lain.
" Aku baru saja menjadi salah satu Gokage. Aku belum menunjukkan pada semua orang kekuatanku. Kami akan ikut membantu" Kacamata Chouujurou berkilau. Diantara para Gokage dia diisukan menjadi pendekar pedang terbaik, dan pembunuh.
" Mari kita lakukan! " Kurosutchi berkata dengan semangat. Bibir sensualnya melengkung dalam senyuman. Dia adalah satu-satunya Kunoichi di antara Gokage dan juga pengguna genjutsu paling gigih di antara mereka semua.
Boruto terkejut, ia melangkah ke arah Kage " Wah para Kage " Ucap Boruto dengan pandangan kagum. Boruto sudah pernah bertemu dengan mereka berkali-kali para Kage yaitu Gaara, Choujuurou, Darui, Kurotsuchi.
Gaara menyilangkan kedua tangannya " Rasanya sudah seperti dulu saat bersama Naruto, aku merasa kekuatanku melonjak. Dia sangat mirip denganmu, Naruto " Matanya terlihat lembut dan menyenangkan. Naruto yang mendengarnya tertawa kecil sedangkan Boruto merasa agak - , tidak! Tapi …. Dia sangat malu.
Tak ada satupun dari mereka yang memiliki keraguan. Mereka percaya jika mereka bisa menyelamatkan Hinata. Ini wajar-wajar saja. Lagi pula mereka adalah Shinobi terkuat, Gokage.
" Tidak. Masih ada sesuatu yang hilang " Semua pandangan beralih pada Sasuke
" Hilang? Apa yang hilang Sasuke " Tanya Naruto tak mengerti
Sasuke berjalan mendekati Boruto, ia mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya. Sasuke tersenyum, memberikannya untuk Boruto.
Boruto menatap tak percaya " Ini … "
" Sasuke " Naruto tersenyum melihat kedekatan Sasuke dan Boruto, ia yakin suatu saat nanti Boruto akan menjadi Shinobi yang hebat melampaui dirinya.
...
Disinilah mereka, di atap Kantor Hokage.
ZRIINGG!
Sasuke membuka Rinnegan miliknya " Dengan Rinnegan ini, jumlah dari Shinobi yang dapat ku kirim untuk mengejarnya terbatas. " Portal hitam terbuka seketika dihadapan mereka.
" Mempertimbangkan kekuatan bertarung kita saat ini, hanya inilah yang terbaik yang kita bisa. Jaga Hinata dan lindungi Naruto " Jelas Sasuke, semua Kage telah masuk ke portal kecuali Naruto. Sasuke dan Boruto juga menunggunnya.
" Shikamaru " Shikamaru menoleh kearah Naruto
Naruto tersenyum lebar " Tugas Hokage akan aku serahkan padamu sementara waktu oke " Shikamaru tersenyum tipis
" Ya walaupun merepotkan, aku menerimanya " Naruto tersenyum
" Ayo, Naruto! " Ucap Sasuke
" Baik " Naruto melangkah maju-
" Tou-san! Onii-chan! " Naruto dan Boruto mengalihkan pandangannya kesumber suara, terlihat Himawari yang berlari menghampiri mereka diikuti Sakura, Sarada, dan juga Mitsuki.
" Himawari! " Ucap Naruto dan Boruto bersamaan. Mereka menuju kearah Himawari.
Himawari menatap Tou-san dan Onii-channya.
" Tou-san, apakah Tou-san dan Onii-chan akan menyelamatkan Kaa-san? " Tanya Himawari, Naruto mengangguk sebagai jawaban.
Himawari menatap Boruto " Onii-chan, apakah itu artinya onii-chan sudah tidak marah lagi pada Kaa-san ? " Ucap Himawari takut, Boruto yang mendengarnya hanya tersenyum dan mengelus puncak kepala Himawari
" Benar, Sekarang Onii-chan sudah tahu kesalahan yang Onii-chan buat. Kaa-san tidak bersalah, dia sangat mencintai kita, dia menyayangi kita. Karena itu .. sebagai permintaan maaf, Nii-san akan membawa Kaa-san pulang " Ucapnya sambil tersenyum, dengan cepat Himawari memeluk Boruto
" Onii-chan bawa Kaa-san kembali ya! Janji? " Ucap Himawari, Boruto membalas pelukannya " Baiklah, Janji " Ucap Boruto
" Ayo kita akan pergi " Ucap Sasuke mengingatkan, Himawari melepaskan pelukannya dan kembali memeluk Naruto, lalu menatapnya.
" Tou-san juga jaga diri disana, dan jangan lupa bawa pulang Kaa-san! " Ucap Himawari dengan pandangan tajam, seketika Naruto menelan ludahnya takut.
" Ba-baik " Ucapnya , Himawari kembali tersenyum . Ia melepaskan pelukannya dan menuju kearah Sakura dibelakangnya.
" Baiklah kami pergi dulu, Sakura tolong jaga Himawari " Ucap Naruto
" Tenang saja " Sakura tersenyum
"Boruto." Sarada berpikir jika Boruto terlihat mempesona. Dia berpikiran ingin pergi juga, tapi dia tahu jika saat ini dia hanya akan menjadi beban. Dan jika serangan susulan datang, dia akan diperlukan di antara Ninja yang tersisa di desa.
"Sarada, Mitsuki jaga desa!" Dan saat itu, ketika Boruto mengatakannya… Sarada berpikir jika dia akan mempercayainya sekali-lagi. Karena mata Boruto yang cerah selalu mengawasinya sampai saat ini.
Dan karena ayahnya juga berdiri di samping Boruto.
Mereka berangkat. ' Tou-san, Onii-chan jaga Kaa-san ' batin Himawari
Portal sebentar lagi tertutup tapi siluet bayangan terlihat memasuki portal tersebut.
Skip
Hinata berada di suatu tempat. Dia tak mengira akan berada sangat jauh dari Konogakure. Namun daripada mengatakan jika ini adalah tempat yang tidak dia ingat, lebih tepat dikatakan saja ini adalah dunia paralel.
Di sini benar-benar dingin, distorsi mendesir di langit. Itu jelas bukan wilayah udara di dunianya sendiri. Kaguya juga dapat mengirim orang-orang ke dunia parallel seperti yang dikatakan suaminya, Naruto. Apakah ini sejenis Kekkei atau sub-ruang?
Kira-kira setengah dari tempat itu nampak seperti tempat yang ada di dalam game yang pernah dimainkan oleh anaknya dulu. Namun tempat ini seharusnya tak berbeda sepenuhnya dengan dunianya.
Hinata tak bisa banyak bergerak. Fisiknya terkekang, dia dengan cepat menyadari jika dia sedang terikat pada sebuah pilar. Dihadapanya terlihat Momoshiki dan Kinshiki yang sedang menatapnya.
" Putri Byakugan, nama yang sangat indah. Sebuah keberuntungan untukku bisa bertemu denganmu " Ucap Momoshiki
" Apa yang kau inginkan! " Ucap Hinata tegas
" Yang aku mau? Pertama yang ku inginkan adalah Chakra Kyuubi dari Suamimu dan yang kedua aku menginginkan matamu. " Jelas Momoshiki sambil menyeringai
" Itu tidak akan pernah terjadi! " Ucap Hinata
Kinshiki menatap Hinata " Tuan chakra Hamura memang mengalir didirinya " Ucap Kinshiki
" Pantas saja sangat susah untuk langsung mengambil Byakugan milikmu tapi tenang saja aku akan menyerap Chakra itu. " Jelasnya
Hinata tersenyum meremehkan " Oh iya apakah kau bisa? Aku rasa kau tidak akan bisa menyerap- "
Mata Hinata terbelalak " Akkhhh! " Hinata berteriak kesakitan pasalnya entah mengapa Chakra yang ada pada dirinya seperti terhisap. Momoshiki menghentikan aksinya dan melihat Hinata
" Apakah itu cukup untuk membuktikan bahwa aku bisa menyerapnya? " Ucap Momoshiki sambil tersenyum
" Ba-bagaimana bisa? " Hinata menatap tak percaya, yang ia tau jika orang itu memiliki chakra yang sama, dia tidak akan bisa menyerapnya seperti Toneri waktu itu.
Momoshiki mengangkat tangannya dan memperlihatkan telapak tangannya " Kau tau kan ini apa? " Tanya Momoshiki
Hinata menyadarinya sekarang, sepertinya Rinnegan ini yang membuatnya bisa menyerap Chakra milik Hinata.
Tiba-tiba kepalanya sedikit berdenyut, pandangannya terlihat sedikit kabur dan sedikit sakit, ia tau kenapa ini bisa terjadi. Saat mencoba menyelamatkan Naruto dia mengaktifkan Byakugan miliknya secara terus menurus dan inilah akibatnya.
" Kau sudah tau kan sekarang. Mari kita lan- "
WUSSHHH!
Di tempat dia diikat, Hinata terlihat tersenyum walau samar. Kepalanya terasa sakit sedikit.
Perhatian Momoshiki teralihkan pada sejumlah Shinobi yang datang dari atas. Dia sudah terlambat, struktur ruang dimensi itu sudah sobek, terbuka. Pemandangan nostalgia tercetus.
Sasuke dengan Mangekyou Sharingan miliknya yang berkilat-kilat. Selain itu, sosok lain juga keluar dari portal yang berhasil dia buka: Naruto, Gaara, Choujuurou, Kurotsuchi, Darui.
Dan yang terpenting daripada yang lain. Boruto.
Sesosok anak muda melayang dan memotong kegelapan. Rambut pirang-nya berkibar dan mata biru, sebiru langit sama seperti milik sang ayah hanya tertuju pada Hinata.
" Mari kita lakukan! " Gaara mengeluarkan pasir miliknya dan berhasil menghantam Momoshiki dan Kinshiki juga berhasil memotong bagian yang mengikat Hinata. Boruto menuju Hinata.
Dia memotong seperti akar yang mengikat Hinata, Hinata terlepas dari ikatan tersebut dengan secepat kilat Naruto menggendong Hinata agar tidak jatuh dan membawanya ketempat aman.
Disisi lain para Kage mencoba menangani Momoshiki dan Kinshiki. Gaara dan Darui menghadapi Momoshiki, sedangkan Kurotsuchi dan Choujuro berhadapan dengan Kinshiki.
" Jangan berpikir kau bisa lari dari kami "
" Dasar makhluk vulgar! " Momoshiki terlihat marah, Ia mengarahkan tangannya kearah para Kage
DUAARR!
Ledakan terjadi. Disisi lain Hinata berhasil diselamatkan, Hinata perlahan membuka matanya.
" Naruto-kun ? " Hinata mencoba meyakinkan pandangannya
Hinata melihat seseorang disampingnya " Sasuke-san? …. Bo-boruto? " Hinata terkejut, ia mengerjapkan matanya bahkan sesekali mengusap matanya.
" Hahaha, ada apa Kaa-san? Kenapa kau seperti itu? Ini aku ? " Jawab Boruto sambil tersenyum
" Kau benar Boruto? " Ucap Hinata tak yakin pasalnya ia mengenakan pakaian lama Naruto
" Apakah mirip dengan ku Hinata? " Ucap Naruto menyamakan wajahnya
Sasuke berdehem " Maaf jika mengganggu acara kumpul kalian, urusan ini aku serahkan padamu Naruto, aku akan membantu para Kage " Jelas Sasuke
" Tidak, aku akan- "
" Tidak perlu, kalian bisa bicara dulu. Jika sudah selesai baru kau membantu kami " Ucap Sasuke, Naruto tersenyum ternyata Sasuke memang pengertian.
Sasuke ingin pergi tapi ia menghadap kearah Hinata " Ah iya Hinata saat kau tidak ada Naruto dan Boruto seperti bayi yang terus saja menangis " kemudian ia pergi. Hinata tertawa pelan, sedangkan Naruto dan Boruto sudah berwajah merah menahan malu
" SASSUUKKEEE! " / " SENSEEEII! " Teriak Naruto dan Boruto bersamaan
" Jadi … ada yang ingin aku tanyakan " Ucap Hinata pelan, Boruto dan Naruto menatap Hinata
" Boruto.. kenapa kau memakai baju itu? " Tanya Hinata
" Sesuatu telah terjadi- " Naruto tersenyum tulus
" –Dan, yaa dia telah menjadi Shinobi skarang " Ucap Naruto sambil mengelus kepala Boruto
Hinata tertawa , ia menatap Boruto " Kaa-san seperti sedang melihat bayangan Tou-sanmu " Ucapnya sambil tersnyum
" Setidaknya apa aku sedikit terlihat lebih keren? " Ucap Boruto
" Lebih keren dari sebelumnya " Hinata tersenyum senang
" Kau tau siapa yang merubahnya? " Tanya Naruto sambil menggenggam tangan Hinata
Hinata menggelengkan kepalanya " Sasuke yang telah merubahnya " Ucap Naruto sambil mnatap Boruto
" Tidak, tentu ini tidak akan berhasil tanpa Tou-san " Ucap Boruto
Tampilan wajah Boruto benar-benar telah berubah. Sikapnya yang biasa manja sekarang sudah tak ada lagi, sekarang sudah ada tekad di dalam dirinya, bisa dikatakan jika dia sudah bisa mandiri.
" Boruto " Ucap Hinata lirih
Boruto duduk dan menatap Hinata " Kaa-san, aku … ingin bicara tentang waktu itu "
Mereka terdiam, sepertinya tak ada yang berniat memulai pembicaraan. Hinata menunduk dalam
" Maafkan Kaa-san …. Atas semuanya hingga sekarang " Hinata terdiam
" Mulai sekarang- "
" Tak apa segalanya berjalan apa adanya " Hinata menatap Boruto
Boruto tersenyum pada Hinata " Semua orang terutama Tou-san telah menyadarkanku tentang kesalahan yang aku lakukan " Ucap Boruto
" Mulai sekarang saat Kaa-san punya waktu aku ingin mendngar tentang kisah masa lalu Kaa-san dan juga …. Cerita cinta Tou-san dan Kaa-san " Ucap Boruto riang sementara Hinata dan Naruto yang mendngarnya sudah mengalihkan pandangan dan sesekali mentutup wajahnya menahan malu.
" Hmm … y-ya te-tentu saja " Naruto berbicara gagap membuat Boruto tertawa.
" Lebih baik kita membantu yang lainnya " Hinata hendak berdiri tetapi ditahan Naruto
Hinata menatap Naruto heran " Kau tidak perlu berbuat sejauh itu, aku yakin kau pasti kelelahan karena mencoba melawan mereka. Boruto akan menemanimu disini. Dia sudah menjadi Shinobi sekarang " Boruto terkejut mendengar apa yang dikatakan Naruto. Saat Naruto berkata ' Shinobi ' ia mengingat sesuatu.
" Ah! Aku hampir lupa! " Hinata dan Naruto menatap Boruto.
Boruto tersenyum ia mengambil sesuatu di tangannya. Itu adalah Pelindung kepala milik Sasuke terlihat dari lambang yang tergores. Perlahan Boruto mengenakannya. Boruto mengikat kuat ikat kepala milik Sasuke sambil tersenyum
Hinata terkejut. Di depannya berdiri seorang Naruto muda, Naruto yang selalu tersenyum, berseri. Tak peduli bagaimanapun hal-hal yang menyakitkan menghampirinya. Dia tak pernah kehilangan semangatnya.
Wajah itu. Wajah itu, membuatnya bertahan di kala dia merasa dihancurkan oleh keluarga Hyuuga.
" Boruto " ucap Hinata sambil tersenyum. Ia tahu suatu saat akan tiba saatnya Boruto tumbuh menjadi Shinobi yang sebenarnya, Shinobi yang bertangguung jawab seperti Tou-sannya, Naruto.
' Kami-sama terimakasih '
Yeeeaay! Terimakasih para reader sudah mereview cerita ini, author aja yang baca re-view kalian bisa senyum-senyum sendiri kaya orang gila , tapi terimakasih ya semua Review kalian telah menambah semangat Author! Semoga kalian masih terus menunggu chapter selanjutnya. Sankyuuu~
Please
R
E
V
I
E
W
...
