All characters belong to Masashi Kishimoto.
This is just a fan-fiction.

"Baiklah. Tampaknya aku benar-benar melihat ketulusan dan keseriusan di wajah pemuda kuning ini. Tapi kenapa masih ada yang mengganjal pikiranku? Bagaimana nanti yang dikatakan orang lain jika putriku akan menikah dengan seorang samurai, yang bahkan akupun tidak mengerti asal usulnya. Tapi di sisi lain, putriku juga tampak bahagia bila berada dekatnya. Ah, aku benar-benar bingung."

Hiashi tampak sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, mengingat dia sendiripun sudah menyadari akan ada dampak besar dari sebuah keputusan yang akan dia pilih.

Dia tidak ingin terlihat egois dengan memikirkan status keluarganya saja. Bahkan sebenarnya, dia lebih memprioritaskan kebahagiaan bagi putri cantik semata wayangnya itu.

Senada dengan Hiashi, hal tersebut juga dirasakan oleh ayah dari Sakura.

"Pemuda ini memang terlihat berwibawa dan bertanggung jawab. Aku dapat melihatnya dari sorot matanya dan raut wajahnya yang dingin itu. Namun aku masih perlu mengetahui apakah dia benar-benar sosok terbaik bagi putriku kelak."

Hiashi yang saat itu juga melihat wajah sahabatnya sedang memikirkan sesuatu, dan dia bisa menyadari bahwa baik dirinya, maupun Kizashi sama-sama sedang berada dalam posisi dilema.

Hiashi pun menepuk punggung sahabatnya.

"Ada apa, Hiashi? Apakah kau juga sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Kizashi Haruno penasaran.

"Kau tahu saja. Bagaimana? Apa perlu kita berdua mengundang kedua pemuda tersebut?"

Hiashi bermaksud menyampaikan sesuatu yang sedang dia pikirkan saat ini kepada Kizashi. Dan segera dijawab dengan anggukan pelan dari sahabatnya, sebuah tanda yang mengisyaratkan bahwa mereka berdua telah memberikan restu untuk mengakrabkan hubungan antara kedua putri mereka dengan kedua pemuda samurai tersebut.

"Kami permisi dulu ya. Tak lupa saya mewakili keluarga Hyuga dan Haruno. Kami sangat berterimakasih kepada Naruto-san dan Sasuke-san sekaligus mewakili putri-putri kami, atas apa yang sudah kalian berdua lakukan kepada anak semata wayang kami."

"Sebagai ucapan terima kasih kami, bagaimana kalau kalian ikut makan malam bersama keluargaku dan keluarga Kizashi di Konoha Mansion nanti malam?"

Tidak disangka-sangka bagi Naruto dan Sasuke ketika mendengarkan undangan secara langsung dari salah satu pemimpin keluarga bangsawan tersebut. Sementara Kizashi 'hanya' meng-iyakan ajakan dari Hiashi, dengan anggukan kepala kepada kedua pemuda tersebut.

"Ehhhh. Apakah anda serius, Hiashi-sama dan Kizashi-sama?" Tanya Sasuke yang seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan bersama Naruto barusan.

Naruto sendiri hanya terdiam. Dia juga masih tidak percaya setelah mendengarkan ajakan dari keluarga bangsawan tersebut. Saat ini, dia juga diliputi rasa sungkan.

Jujur saja, ini bisa dikatakan hal yang baru mereka alami. Mengingat selama ini mereka hanya menjalankan misi melakukan pengawalan dan penjaminan keselamatan terhadap keluarga-keluarga terpandang. Tidak lebih. Tidak pernah terbersit dalam pikiran mereka untuk mendapatkan undangan makan malam dengan keluarga bangsawan atau pejabat sekalipun.

Namun kali ini benar-benar berbeda bagi mereka. Mengingat ada sosok spesial dalam keluarga itu, yang benar-benar sudah mencuri hati kedua pemuda samurai itu.

"Tatap mataku, Sasuke-san. Apa kami terlihat bercanda ketika kami mengundangmu dan mengundang Naruto-san barusan? Tolong segera kalian jawab, karena aku tidak akan mengulanginya hingga dua kali." Jawab Hiashi dengan tegas.

"Baiklah, saya sangat menghargai undangan Hiashi-sama dan Kizashi-sama. Saya akan datang nanti malam." Jawab Sasuke.

"Oi, baka Dobe. Cepatlah beri jawaban mengenai undangan dari mereka itu." Sasuke berusaha menyadarkan sahabatnya itu sambil menyenggol sikut Naruto dan membisikkan kalimat yang baru saja diucapkan dengan pelan.

"Haaah, Eh. Baiklah, Hiashi-sama dan Kizashi-sama. Arigatou atas undangan makan malam tersebut. Dan saya pastikan, saya juga akan datang." Jawab Naruto dengan mantap sesaat setelah dia sadar dari lamunannya.

"Baiklah, aku dan Hiashi akan menunggu kedatangan kalian berdua pada jam 7 malam nanti. Jangan sampai datang terlambat, mengingat undangan ini juga menyangkut hubungan kalian dengan anak gadis kami." Pinta Kizashi Haruno seraya mempertegas apa yang sudah Hiashi sampaikan.

Haiii'...
Angguk kedua pemuda tersebut berbarengan.

.
Di dalam kereta kuda.
"Hinata-chan, kamu tahu gak. Kira-kira apa sih yang sedang dibahas antara tou-san kita dengan kekasih kita disana?" Sakura benar-benar penasaran apa yang mereka rencanakan.

"Aku juga tidak tahu, Sakura-chan. Tapi ayahku dan ayahmu sudah berpesan pada kita untuk tetap berada di dalam sini. Aku berharap semoga saja ada kejutan baik untuk kita." Pipinya tiba-tiba ikut merona karena sedang membayangkan bisa bersama Naruto nantinya.

Setelah pembicaraan antara kedua kepala keluarga dengan kedua pemuda tersebut telah selesai, merekapun berpamitan satu sama lain.

Kedua keluarga bangsawan tersebut segera bertolak menuju Mansion Konoha, meninggalkan kedua pemuda yang masih menatap kepergian mereka dari kejauhan.

"Waaaahh, aku senang sekali, Teme. Tak kusangka usaha kita bisa sampai sejauh ini."

"Hn, akupun sebenarnya masih tak percaya, Dobe. Aku berharap mereka memang merestui hubungan kita dengan putri mereka."

.

Di Mansion Konoha
"Tou-san, bolehkah kami mengetahui tentang apa yang tadi Tou-san bahas bersama Naruto-kun dan Sasuke? Ayolaaah, ceritakan pada kami." Desak Hinata kepada ayahnya dengan wajah sudah tidak sabaran.

"Iya. Ayolah Paman Hiashi. Paman tahu sendirilah, jika ayahku ini memang hemat bicara apalagi dengan putrinya sendiri. Dalam kondisi sekarang, sudah pasti ayahku tidak akan mau berterus terang. Makanya aku bertanya pada paman Hiashi saja." Rengek Sakura, yang bisa dipastikan menambah pusing Hiashi.

Merasa capek ditekan terus oleh putrinya sendiri dan putri dari sahabatnya, diapun menyerah dan menjawab pertanyaan tersebut.

"Baiklah, baiklah. Aku jawab. Aku mengundang Naruto dan Sasuke untuk makan malam dengan keluargaku dan keluarga Kizashi nanti malam."

"Dan kalian berdandanlah supaya terlihat cantik, agar tidak mengecewakan kedua 'pangeran' kalian itu." Jawab Hiashi sambil memegangi kepalanya.

"Ehhh benarkah, tou-san? Kyaaaaa! Aku senang sekali. Aku benar-benar tidak sabar menunggu malam nanti."

"Aku juga sennnaaaanngg sekali, Hinata-chan. Ayok, kita segera mempersiapkan diri mulai sekarang, supaya kita tidak mengecewakan Sasuke-ku dan Naruto-mu."

Mereka dengan kompak mengucapkan terima kasih dan segera berlari menuju kamar masing-masing untuk mandi dan berdandan, sebelum acara makan malam yang terasa spesial bagi kedua gadis yang tengah berbunga-bunga tersebut.

-TBC-