HUAHAHAHAHA

HUAHAHAHAHA!

Nanjaro hoi hoi hoi!!

My pleasure, master mello! 10

Alagh, sebodo teing ama ujian…khan ada metode JAWABAN CANTIK!! HUEHEHEHEHEK!! ;D ;D ;D ;D

TempeGoreng: Mimpi apa dulu yak si enyak…punya anak kok psycho beginih…

LurveMATT: URUSAAAAI!!

© Death Note is belongs to Takeshi Obata and Tsugumi Ohba!

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Jika sehari saja tak menatap wajahnya….

Dia merasa tak hidup.

Jika sehari saja tak mendengar suaranya….

Dia ingin sekali bunuh diri.

Jika dia sudah terlanjur berbuat jahat padanya….

Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan kata maaf darinya…

Mungkin itu dapat menggambarkan kondisi mello saat ini. Dia duduk disamping tempat tidur rumah sakit, dimana ada matt yang terbengkalai tak berdaya. Matt sudah tidur selama hampir 2 hari, sash bilang dia seharusnya tak tidur selama ini….

(FLASHBACKS MODE: ON!)

"APA MAKSUDMU DIA BISA SAJA KOMA, HUH!?" teriak mello sambil membanting meja kerjanya sash, sash hanya menatapnya dengan tatapan datar. Seakan-akan dia sudah biasa menghadapi mello yang emosinya meluap itu.

"dia seharusnya tak tidur selama itu, mungkin…kondisinya jatuh menjadi koma…." Kata sash.

"BAGAIMANA BISA!? DOKTER MACAM APA KAU!? YANG NGEBUAT PASIENNYA JADI TAMBAH PARAH!?" teriak mello.

"BUKAN SALAHKU JIKA DIA KOMA, SIAPA YANG MENYEBABKANNYA SEPERTI ITU HUH? SIAPA!?" teriak sash.

"i…..ugh…" mello tak bisa membalas perkataan sash yang satu ini. Dia langsung duduk dikursi dan menghela nafas panjang.

"aku tahu kekhawatiranmu, mells. Aku juga khawatir dengannya…" kata sash yang berdiri dari kursi tempat dia duduk dan duduk dihadapan mello.

"tapi…kau benar. Aku yang menyebabkan dia menjadi seperti itu…orang macam apa aku ini? Aku memang seorang majikan bejad…" gungam mello pelan, sash bisa tahu kalo mello frustasi berat memikirkan matt hanya dari matanya saja.

"sudahlah. Sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu dan berdoa…" kata sash pelan sambil menepuk-nepuk pundak mello.

"…..kurasa…."

(FLASHBACK MODE: OFF!)

melihat matt yang sedang terkapar itu….rasanya sakit. Matt yang biasanya super ceria, selalu memberikan senyum terbaiknya pada mello, dan akan melakukan apapun yang mello suruh….

Mello lalu mengengam tangan matt, dia tahu matt bisa merasakannya. Dia tahu matt bisa mendengarnya. Dia tahu matt dapat merasakan kehadirannya….

"matt…."

Tak ada respon.

"….tolong buka matamu…sekali lagi…untukku…"

Masih tak ada respon.

"….aku tahu kau pasti membenciku karena hal itu…tapi kau perlu tahu, kalau hal itu hanya kesalahpahaman saja! Near itu-- yang duluan menciumku! Aku tidak bohong padamu!"

Mello makin erat menggengam tangan matt. Dan matt masih tidak meresponya.

"...i Love you like hell, matt. Aku tak bisa melepaskan bayanganmu dari pikiranku. Apapun yang kulakukan, pasti aku selalu mengingat dirimu! Kau sudah benar-benar tertanam secara permanen diotak-ku, matt!"

matt masih tak meresponnya.

Tak terasa….kalau mello menangis.

"sh…shit….what the fuck..?" mello bingung sendiri ketika ada air mata jatuh dari matanya. seumur hidup, dia hanya menangis 1 kali…. Disaat hari penguburan ibu dan adiknya.

Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tak akan pernah menangis lagi untuk selama-lamanya, namun…mengapa kali ini dia menangis?

"…ti…tidak bisa berhenti…." Mello menjadi tambah bingung ketika air matanya tak bisa berhenti, mengalir dengan cepat dan jatuh keatas pangkuannya.

Apa dia menangisi matt? Menangis untuk matt?

"shit!! No…no, no, no, NO! STOP!" mello berusaha untuk berhenti menangis, namun sia-sia saja. Malah tangisannya jadi tambah menjadi-jadi.

"maafkan aku matt…aku memang orang yang paling brengsek…" mello kemudian mencium tangan matt, ada beberapa gumpalan airmatanya yang jatuh keatas tangan matt.

"I Love you, I need you for my existence in this life…and I Love Harlow Too, you want to keep it and raise it, do you?"

tiba-tiba telinga matt perlahan-lahan naik.

"Matt, please forgive me…forgive my entire mistake to you…I will be a person that you want, I will love you 'till the death comes to me…."

Dan matanya matt perlahan-lahan terbuka.

"Please open your eyes!! I…I don't want to live alone….i need you…matt…"

mata matt menatap mello yang menangis sambil memenamkan wajahnya didekat tangan kirinya.

"hhh-- I…..i…."

"master….mello, ne."

"h—huh…??"

mello perlahan-lahan mengangkat wajahnya, dia langsung menatap pandangan mata matt yang melihat wajahnya dengan tatapan bingung, Sementara mello tak dapat melihat terlalu jelas karena matanya bergelinang air mata.

"master…." Gungam matt pelan.

"ma—matt!! Ka…kau sudah sadar!" mello langsung memeluk matt, memeluknya dengan sangat erat sekali…betul-betul erat. Untuk sesaat matt jadi kaget, namun…dia merindukan pelukan hangat mello…

"ah--" mello sadar, kalau dia tak pantas untuk memeluk matt…dan…memilikinya…setelah dia ingat kalau dia yang telah menghancurkan hati matt…berkeping-keping. Makanya dia langsung melepaskan pelukan itu.

"w…well…ka…kau sudah sadar, baguslah…" gungam mello pelan sambil berusaha untuk menghapus sisa-sia air matanya.

"…master mello menangis, ne" kata matt pelan.

"o…oh! Ini…mungkin karena aku senang melihatmu sudah sadar…." Kata mello.

"…………." Lalu mereka berdua terdiam. Namun pandangan mata mereka saling bertemu.

"….i…I'm sorry….i made you sad, I made you like this….i…I don't deserve you anymore…." Gungam mello pelan, ada rasa sakit tersendiri ketika mengatakan hal itu pada matt.

"….master….seorang anjing tak akan pernah membangkang pada majikannya, ne" kata matt.

"h…huh?" mello nampak bingung akan perkataan matt.

"aku sudah berjanji pada master mello, kalau aku akan setia pada master mello dan akan selalu berada disisi master mello…lagipula….aku tak akan pernah bisa membenci master mello, sebagaimanapun master mello melukai hatiku…ne" gungam matt.

Mello merasa sesak ketika mendengar perkataanya matt, tenyata….dia benar-benar telah melukai hati matt…

"…aku tahu….kalau master mello…tak akan mengkhianatiku, ne" tiba-tiba matt jadi nangis juga.

"….apa?" Tanya mello.

"aku tahu…master mello mencintaku…dan aku mencintai master mello….master mello….uhhh.." matt benar-benar menangis, dia langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dia merasa mello tak seharusnya melihat sisi lemahnya begini….

"ma--matt….i…" mello berusaha untuk menjangkau matt, dan memeluknya….tangannya masih ragu untuk memeluk matt, namun….dia tak akan membuat matt tambah sedih lebih dari ini.

Diapun langsung memeluk matt, dan membiarkan matt untuk menangis dipelukannya.

"ma—master…master mello…ne…" matt terus mengungamkan nama mello disela-sela tangisannya itu.

"shh….shh…it's…okay…" bisik mello, diapun mencium kepala matt dengan lembut, berharap itu bisa membuatnya tenang.

Eh…mendadak…

"lho? Dokter sash? Ngapain duduk didepan pintu?? Dokter lagi nguping yah??" Tanya seorang suster.

"shht!! Ah elo nih! Lagi seru jugaaaa!!" sahut sash kesel.

Mello dan matt sama-sama saling menatap kearah pintu, yang ternyata terbuka sedikit. Mello langsung membuka pintu itu.

"GYA!"

yang ngebuat sash yang lagi nguping jatoh kejumplang. Suster yang tadi nanyain langsung lari cabut.

"……………." Mello berasa mo nonjok ini dokter.

"eee…mello…apa kabar…eeee…matt! Udah sadar yaaa!!" kata sash sambil memasang muka: 'oh-gak-ada-apa2-kok!'

"yeah….ne" kata matt yang malah jadi ketawa ngeliat kelakuan bego dokternya itu.

"…sash….get out." Ancam mello.

"aiiee--sure! Sure!! Hahaha….silahkan…lanjutkan!" kata sash panik. Dia langsung lari keluar kamar.

"dasar cewek bego…kadang-kadang ngeselin banget tuh orang…" gungam mello sambil mengunci pintunya, agar sash enggak ngerecokin lagi.

Matt hanya tersenyum menatap mello yang berjalan kembali kesampingnya. Dia langsung mendekatkan wajahnya ke mello, hingga kening mereka bertemu.

"matt….i Love you…." Bisik mello.

"I know….i love you too, master mell….owh.." Matt langsung menarik kepalanya kembali dari mello, salah satu tangannya meraba-raba perutnya.

"what is it?!" sahut mello panik.

"she moves again…ne" gungam matt pelan.

"….Harlow…?" kata mello.

"yeah…selama 2 hari ini aku tertidur…jadinya aku tak dapat merasakannya bergerak, now she move again….ne" kata matt dengan senyuman cerah diwajahnya.

Mello tersenyum melihat matt bisa tersenyum kembali. Lalu dia menaruh tangannya diatas tangan matt.

"kurasa dia tahu kalau kita sudah berbaikan kembali, ne" gungam matt.

"iya. Sepertinya begitu" tambah mello.

Mello lalu merangkulnya, dan sama-sama merasakan gerakan kecil Harlow

Dan semua kembali kepermasalahan awal.

(BERSAMBUNG)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

KYAAAAIIIIEEEEEE HAPPY ENDING, DA YO (??)

Near matek, semua senang.

Matt baikan ama mello lagi, semua hepi

ujian UAS hari senen, saya merana….T.T