Satu bulan setelah pesta, Lay mulai akrab dengan Leo. Ia bahkan lebih sering menghabiskan waktu dengan Leo daripada dengan Kris. Jika dilihat kasat mata, mungkin Kris akan maklum dan hanya memandang Lay dengan lesu. Tapi jika dilihat lebih dekat, sebenarnya ada tanduk di kepalanya dan taring-taringnya terkadang muncul saat memandang Leo yang seenaknya dekat-dekat dengan kekasihnya. Tak jauh beda dengan Suho, Kyungsoo yang biasanya berada di asrama dan menghabiskan waktu dengannya sekarang jadi lebih sering pergi keluar. Kyungsoo bilang ia ingin jalan-jalan, dan saat Suho menwarkan diri untuk menemaninya, Kyungsoo menolak dan berkata ia tidak akan lama. Tapi, apakah wajar jalan-jalan itu dimulai pukul 5 sore dan baru pulang pukul 11 malam? Suho sempat berfikir mungkin Kyungsoo berkeliling desa. Karena sejak pesta itu, asrama memperbolehkan murid-muridnya berjalan-jalan mengelilingi desa. Tapi mereka punya jam malam juga, pukul 11 malam.

Sekarang jam menunjukkan pukul 12 tengah malam dan Kyungsoo belum pulang. Suho mondar-mandir di depan pintu asrama sambil memijit keningnya, raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran. Takut-takut Key kembali dan menculiknya. Oh tidak, jangan sampai. Suho benar-benar bisa gila jika itu terjadi. Ia tak mau membiarkan Key menghancurkan dunia dengan jiwa serigala yang ia miliki tapi di sisi lain, ia juga tak mau Kyungsoo terluka atau bahkan meninggalkannya untuk selamanya

"Suho"

Suho mendongak dan tersenyum saat mendapati Kyungsoo berdiri di depannya. Namun sedetik kemudian senyum itu hilang, berganti dengan wajah garang Suho

"Kau darimana?" Tanya Suho dingin

"Aku jalan-jalan" jawab Kyungsoo singkat lalu masuk ke dalam asrama

"Jalan-jalan? Jalan-jalan kemana kau sampai malam begini? Dan bagaimana kau bisa masuk sedangkan gerbang asrama sudah ditutup?" Tanya Suho

"Bukan urusanmu" jawab Kyungsoo sinis

Suho mengernyitkan keningnya, Kyungsoo tidak akan sinis padanya jika tak ada sebab

"Katakan kali ini, apa salahku?" Tanya Suho

"Kau tidak salah" jawab Kyungsoo singkat

"Lalu kenapa kau jadi sinis padaku?" Tanya Suho

Kyungsoo memutar bola matanya malas dan berbalik menatap Suho

"Kau tidak salah apa-apa, aku yang salah. Aku… Aku tidak seharusnya memiliki perasaan ini padamu" jawab Kyungsoo

"Apa maksudmu?" Tanya Suho heran

"Kita salah. Kita ini lelaki, dan tidak seharusnya kita menjalin hubungan" jawab Kyungsoo

"Memangnya kenapa? Lagipula kita saling mencintai" jelas Suho

"Tidak. Aku ingin kita putus" ucap Kyungsoo

Suho tersentak dan menatap Kyungsoo kaget,"Kau serius?" Tanya Suho

"Apa wajahku terlihat bercanda?" Tanya Kyungsoo balik

"T-Tapi aku…"

"Lupakan perasaan bodoh itu" ucap Kyungsoo lalu masuk ke kamarnya

Sementara Suho masih mencerna kata-kata Kyungsoo dan terdiam


Keesokan harinya, sekolah diliburkan karena semua guru di XOXO School mendapat pelatihan kurikulum di luar kota. Dan para siswa bebas melakukan apa yang mereka mau seharian ini. Dan mari kita lihat kedua manusia serigala yang sedang berada dalam Human mode-nya itu.

Suho dan Kris tengah bermain basket di lapangan basket sekolah dengan Lay yang duduk di pinggir lapangan. Kemana Kyungsoo? Setelah kejadian semalam, Kyungsoo bangun lebih pagi dan pergi lebih pagi juga. Suho tidak peduli sekarang, ia akan pulang dengan sendirinya nanti. Dan bodohnya, Suho terlalu memikirkannya sampai tak sadar bahwa dirinya seperti boneka sekarang

"Ada apa denganmu,man?" Tanya Kris

Suho menghela nafas pelan dan memasukkan bola ke dalam ring-nya, three shoot *bener gak tulisannya? -_-

"Aku tak apa, hanya sedang bosan" jawab Suho lalu berjalan ke pinggir lapangan untuk minum dan disusul Kris

"Aku tidak melihat Kyungsoo hari ini, dimana dia?" Tanya Lay saat Suho selesai minum

"Aku juga tidak tahu. Dia pergi tanpa pamit" jawab Suho

"Apa kalian bertengkar?" Tanya Kris

"Bukan bertengkar lagi, kami sudah berakhir" jawab Suho

"Apa? Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Lay

"Dia pulang saat tengah malam dan tiba-tiba berkata sinis padaku. Setelah aku tanya, dia malah meminta putus padaku dan menyuruhku untuk melupakan perasaanku padanya. Setelah itu dia langsung masuk ke kamarnya" jelas Suho

"Ini aneh, kenapa kau tak mencoba berbicara dengannya baik-baik?" Tanya Kris

"Bagaimana aku mau bertanya padanya? Dia pergi sangat pagi dan pulang sangat larut" jawab Suho

"Aku berharap di tidak pulang larut malam ini" celetuk Lay

"Memangnya kenapa?' Tanya Suho

"Kalian lupa? Sekarang bulan purnama!" seru Lay

Suho dan Kris sama-sama terdiam. Hanya saja pikiran mereka berbeda, Kris masih mencerna ucapan Lay *ini emang daddy lagi telmi gara-gara ngeliat mommy apa gimana? Minta digetok* sedangkan Suho memikirkan bagaimana nasib Kyungsoo. Bagaimana jika ia dan Kris masuk ke pedesaan? Dan bagaimana jika salah satu dari mereka berdua menyerang Kyungsoo? Bagaimana jika Kyungsoo terluka? Bagaimana jika…tidak, tidak! Itu tidak boleh terjadi

"Kau baik-baik saja?" Tanya Lay

Suho sadar dari keparnoannya dan kembali ke alam sadar,"Ya aku tak apa" jawab Suho

"Kalau begitu kita harus mencari Kyungsoo sekarang" sahut Kris

"Mencari bagaimana? Badannya saja kecil begitu, dia pasti bisa meyelinap di manapun" ucap Suho

BLETAK!

"Meskipun begitu kau mencintainya,bodoh" ucap Kris

"Jangan menjitakku naga bodoh" protes Suho

"Cebol diam" ucap Kris singkat namun menusuk hati terdalam Suho *plak

"Sudah-sudah, sekarang ayo kita mencari Kyungsoo" ajak Lay

"Lay!"

Lay berbalik dan mendapati Leo berlari kearahnya, ia juga merasakan tangan Kris yang tiba-tiba menggenggam tangannya

"Lay, bisakah kau antar aku ke pasar dekat sini? Hari ini bagianku berbelanja bahan-bahan dapur" ucap Leo

"Eum… baiklah. Tapi hanya ke pasar ya? Setelah itu kau pulang sendiri bisa? Aku harus mencari temanku dulu" jawab Lay

"Baiklah tak apa, terima kasih" ucap Leo

Mereka berempat pun pergi keluar asrama, Kris yang awalnya ceria menjadi cemberut karena kehadiran manusia singa –panggilan Kris untuk Leo– yang sekarang menempel pada kekasihnya


Suho memperhatikan sekelilingnya, siapa tahu ia bisa menemukan Kyungsoo. Sementara Kris berusaha menahan amarahnya saat Leo –entah sengaja atau tidak– menyentuh kekasihnya. Bahkan Leo berani merangkul pinggang Lay, dan Kris sedikit lega saat Lay melepaskan tangan Leo yang berani-beraninya menyentuhnya. Tapi tetap saja, ia masih panas saat Leo selalu berusaha mendekati pacar kesayangannya itu

"Kau tahu? Jika saja manusia serigala tidak diburu dan diijinkan hidup disini, aku akan mencabut kepala si singa itu dari tubuhnya. Seenaknya saja menyentuh kekasihku" bisik Kris pada Suho

"Lupakan saja mimpimu Kris. Dan jika kau ingin berubah, silahkan saja. Tapi, jangan salahkan aku kalau kau dibunuh oleh warga sekitar sini" jawab Suho

"Hohoho… tidak akan. Jika aku mati, maka si singa itu akan leluasa untuk mendekati pacarku. Bahkan mereka bisa saja pacaran" ucap Kris

"Hentikan omong kosongmu bodoh, Lay menatapku dengan tatapan sinis. Bunny sangat menyeramkan ketika marah" ujar Suho lalu menjauh dari Kris

Kris berbalik dan mendapati Lay mengerucutkan bibirnya dan mendengus kesal kearahnya. Oh… seandainya hubungan sesame jenis dapat ditolerir, Kris pasti akan mencium Lay sekarang. Karena Lay sangat imut jika sudah mengerucutkan bibirnya dan mendengus kesal. Kris hanya tersenyum dan mengerling kearah Lay, dan sudah dipastikan pipi Lay bersemu merah saat melihat Kris mengedipkan matanya kearahnya. Ya baiklah, lebih baik kita melihat Suho yang tengah berjalan sendirian

Suho mengedarkan pandangannya dan kembali berharap bahwa ia bisa menemukan Kyungsoo. Oh ayolah, tidak mungkin Kyungsoo mengelilingi desa. Dia pasti berada di sekitar sini mengingat Kyungsoo pernah mengatakan padanya jika ada satu tempat favoritnya yang berada di dekat pasar. Dan saat Suho sudah putus asa, ia melihat Kyungsoo di sebuah pohon dan tengah berbicara dengan seseorang. Suho memutuskan untuk mendekati mereka dan saat beberapa langkah, ia terpaku saat ia melihat Kyungsoo mencium seseorang di depannya. Suho yakin bahwa orang yang dicium Kyungsoo adalah gadis yang saat itu mendekati Kyungsoo di pesta. Suho mengepalkan tangannya

'Jadi selama ini dia bermain di belakangku? Baiklah. Semoga bahagia'

Suho berpaling pergi meninggalkan Kyungsoo dan langsung pulang ke asrama. Ia tak sadar bahwa Kris dan Lay juga melihat apa yang ia lihat

"Aku akan bicara dengannya nanti" ucap Lay


Kyungsoo pulang ke asrama dengan senyum cerahnya, ia sudah berpacaran dengan Melanie. Gadis yang saat itu ia kenal lewat sebuah pesta. Namun, senyumnya perlahan pudar saat melihat Lay bersandar di pintu asrama dengan wajah yang tak bersahabat

"Lay? Sedang apa kau disini?" Tanya Kyungsoo

"Aku perlu bicara denganmu" ucap Lay lalu menarik Kyungsoo menuju taman yang tak jauh dari asrama

"Ada apa?" Tanya Kyungsoo

"Darimana kau?" Tanya Lay

"Aku? Aku jalan-jalan" jawab Kyungsoo

"Hanya jalan-jalan? Apakah berciuman dengan seorang gadis termasuk jalan-jalan?" Tanya Lay sinis

Kyungsoo membulatkan matanya,'Bagaimana dia bisa tahu?'

"Aku melihatnya. Sekarang aku tanya, apakah selama seminggu ini kau bertemu dengan gadis itu?" Tanya Lay dingin

"A-Aku…"

"Jawab yang benar!" bentak Lay

"YA! AKU MEMANG MENEMUINYA!" teriak Kyungsoo

Lay menghela nafasnya lalu menatap Kyungsoo kecewa,"Kau sadar tidak kalau kau bermain di belakang Suho?" Tanya Lay

"Tidak. Aku sama sekali tidak bermain di belakangnya" jawab Kyungsoo

"Kau mengatakan kalau kau hanya jalan-jalan tapi ternyata kau malah menemui gadis itu. Apa kau tidak sadar?" Tanya Lay

"Setidaknya aku tidak berpacaran dengannya, jadi itu tidak bisa disebut selingkuh" jawab Kyungsoo

"Kau memang tidak berpacaran dengannya, tapi kau mendekatinya. Apa kau tidak tahu kalau Suho khawatir padamu?" Tanya Lay

"Untuk apa dia mengkhawatirkanku?" Tanya Kyungsoo

"Tentu saja karena kau pacarnya" jawab Lay

"Dan sekarang aku bukan pacarnya lagi kan? Aku normal. Dan pacarku Melanie" ucap Kyungsoo

"Kau benar-benar berpacaran dengan gadis itu? Bahkan belum ada 24 jam kau putus dengan Suho!" seru Lay

"Lalu kenapa? Aku hanya berusaha kembali normal. Dan aku berhasil" jawab Kyungsoo enteng

"Terserah padamu tapi–"

"Lay! Kyungsoo!"

Kedua lelaki manis itu menoleh dan mendapati Chen yang terengah-engah karena berlari

"Ada apa?" Tanya Lay

"Suho dan Kris…." Ucap Chen

"Kenapa dengan mereka?" Tanya Lay

"Mereka… mereka mengacau di desa" jawab Chen

Lay membulatkan matanya dan kembali menatap Kyungsoo

"Aku benar-benar minta tolong padamu kali ini. Aku tahu kau sudah putus dengan Suho. Tapi, hanya kau yang bisa melunakkan jiwa serigala Suho dan membawanya pergi dari desa" jelas Lay

"Maaf aku tidak bisa membantumu kali ini" ucap Kyungsoo lalu pergi

Namun belum ada 3 langkah, tangannya ditarik dan…

BUG!

"JANGAN BODOH! KAU SUDAH MENYAKITI SUHO DAN SEKARANG KAU INGIN ORANG TUAMU MENINGGAL?! KAU HARUS INGAT KALAU SUHO LEBIH KEJAM DIBANDING KRIS! DIA BISA MEMBUNUH SIAPAPUN DI DESA!" teriak Chen

"Chen, darimana kau–"

"Akan aku jelaskan nanti" potong Chen sebelum Lay menyelesaikan kata-katanya

"Sudahlah, Chen. Percuma berbicara padanya" ucap Lay lalu menarik Chen pergi dan meninggalkan Kyungsoo


Teriakan terdengar dimana-mana dan raungan serigala semakin nyaring. Ini pertanda mereka lapar dan ingin memakan salah satu dari orang yang ada di depan mereka

"BERHENTI!"

Kedua serigala itu berpaling dan mendapati Lay dan Chen yang berdiri dengan wajah garang mereka

"PERGI SEBELUM KU PATAHKAN LEHER KALIAN!"

Tidak. Bukan Lay kali ini, melainkan seseorang di belakang Lay dan Chen. Kyungsoo

Kedua serigala itu segera berlari ke arah semak-semak yang mengarah menuju hutan. Dengan segera, Lay,Chen,dan Kyungsoo menyusul kedua serigala itu

"Serahkan pada kami! Kalian tidak usah khawatir!" teriak Chen

"Ya!/Bunuh mereka!/Jangan beri mereka ampun!"

Berbagai teriakan semangat dari warga desa pun terdengar dan membuat ketiga pemuda itu tersenyum. Mereka mempercepat lari mereka hingga mereka bisa melihat kedua serigala itu terduduk sambil memandang langit

"Kris Wu…" panggil Lay lembut

Serigala Kris langsung menoleh dan menghampiri Lay. Lay tersenyum dan mengelus bulu serigala itu hingga ia berubah menjadi sosok Kris

"Suho…" panggil Kyungsoo sambil mendekati serigala Suho

Namun, serigala itu tak bergeming. Ia masih tetap memandang langit. Kyungsoo memberanikan diri untuk mengelus bulu serigala itu. Serigala itu menoleh pada Kyungsoo. Matanya memancarkan sakit. Sakit yang ada di dalam hatinya. Namun, Kyungsoo tak menyadarinya dan ia masih tetap mengelus bulu serigala itu. Serigala itu berpaling dan berjalan meninggalkan keempat manusia itu menuju ke dalam hutan

"Suho! Kau mau kemana?!" teriak Kyungsoo

Serigala itu menoleh sebentar, tatapan matanya mengatakan,"Pergilah. Aku tidak membutuhkanmu". Dan serigala itu kembali berjalan ke dalam hutan

Tak jauh dari situ, ada sepasang manusia yang tersenyum licik.

"Usaha kita tidak sia-sia bukan?"

"Em.. kita menemukan mereka"

TBC


HALOHAAA!

Maafkan saya karena telat update... T.T Abis sibuk banget ngurusin pagelaran T.T Oke, ini sudah aku banyakin oke? RnR please...

See you in Chapter 11!