Hard to Say 'I Love You'

.

Chapter 10

.

ChanBaek

.

Boy Love, Yaoi, OOC, Typo(s)

.

Don't Like Don't Read

No Bash No Flame

.

.


Happy Reading


.

.

Baekhyun sedikit terkejut ketika waktu sudah menunjuk pukul lima sore, lumayan lama juga ia tertidur. Kris masuk kedalam ketika Baekhyun hampir menuruni ranjang.

"Ah, kau sudah bangun?" sapanya menghampiri Baekhyun. "Apa kau merasa lapar?"

Baekhyun mengangguk dengan mata terpejam, menikmati pelukan hangat kekasihnya. Perlakuan Kris memang selalu manis, bagaimana mungkin Baekhyun tidak jatuh cinta pada sosok ini?

"Aku akan membawakan makananmu." ucap Kris.

"Jangan memperlakukanku seperti orang sakit, Kris. Kita pergi ke meja makan bersama, eum?"

"Baiklah."

Kris menata piring makanan diatas meja sementara Baekhyun memasukkan potongan apel yang Kris kupaskan untuknya. "Dimana susu strawberry-ku?" tanyanya. "Aku tidak mau makan apapun sebelum meminumnya."

Kris tersenyum melihat tingkah kekasihnya. "Akan kubuatkan untukmu."

"Aku merindukan Tao." celetuk Baekhyun. "ㅡrasanya sudah lama aku tidak datang menjenguknya."

Gerakan tangan Kris terhenti, Baekhyun tidak boleh bebas bertemu Tao, selama ini Kris selalu mengatur jadwal pertemuan mereka. Jika keadaan tak memungkinkan, ia akan mencari alasan agar mereka tak bertemu, masih segar di ingatan Kris saat ia berkunjung ke rumah sakit minggu lalu dengan membawa kejutan istimewa untuk Zitao. Sepasang wedding tuxedo berwarna putih yang membuat tunangannya itu menangis terharu ketika Kris mengatakan mereka akan segera menikah bulan depan. Keluarga mereka menyarankan hal ini mengingat keadaan Tao yang tidak akan bisa sembuh seumur hidup, bahkan ada saatnya dimana keadaan pemuda itu semakin memburuk. Kris sudah berjanji, apapun yang terjadi ia akan memilih Tao sebagai pendampingnya seumur hidup. Lalu bagaimana dengan Baekhyun? Tak ada jawaban pasti. Kris memikirkan ini hampir setiap waktu, masih bersikeras mempertahankan Baekhyun tanpa peduli status baru yang mungkin akan ia sandang sebentar lagi.

"Kebetulan besok jadwal Tao transfusi." tanggap Kris, sebenarnya ingin mengatakannya besok malam sebelum mereka pergi kerumah sakit.

"Benarkah? Bolehkah aku pergi menemani Tao sejak pagi? Aku sangat merindukannya, aku akan bosan jika hanya berdiam diri disini." mohon Baekhyun.

"Tidak. Aku akan menjemputmu setelah pulang dari kantor." tolak Kris.

"Kris, please~" rayu Baekhyun lagi tak menyerah.

"Tidak."

"Sekali ini saㅡ"

"Mengapa kau tidak menuruti perkataanku?!" sela Kris, terdengar sedikit membentak membuat Baekhyun terkejut, seketika bungkam.

Kris menghela nafas, mencoba bersabar, tidak seharusnya ia marah, Baekhyun tak mengetahui apapun, hanya salah satu korban dari kebohongannya. "Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membentakmu." sesalnya.

"Tidak apa-apa. Aku mengerti."

"Kita bisa datang kerumah sakit bersama besok malam."

"Ya." jawab Baekhyun singkat.

.

.

.

.

Bibi Kim menyambut Chanyeol di pintu masuk, mengambil tas juga jas pemuda yang terlihat lelah itu. "Baekhyun tidak pulang?" tanyanya.

"Tidak, tuan."

Chanyeol mendecih, sepertinya Kris benar-benar serius tak akan membiarkan mereka bertemu lagi. Hal ini tak boleh sampai terdengar Jungsu atau ia akan terlibat masalah. Juga perasaan bersalah ini begitu menyiksa, Chanyeol tentunya harus meminta maaf atas perbuatannya.

"Saya sudah menyiapkan makan malam jugaㅡtuan!" bibi Kim tersentak melihat Chanyeol berjalan keluar tanpa mengatakan apapun, jengah pada Kris yang selalu berulah.

Kris mendengus sebal mendengar suara bel pintu apartemennya, melirik Baekhyun yang tengah menikmati makanannya. Kris segera beranjak membuka pintu.

"Kauㅡ"

"Aku tahu Baekhyun ada disini."

Kris bersendakap, menatap Chanyeol remeh. "Lalu?"

Chanyeol mendesis kesal, hampir menerobos masuk namun Kris menghalanginya. "YA! BYUN BAEKHYUN, KELUAR KAU!"

"Brengsek!"

BUGH!

Chanyeol tersungkur, mengerang sakit pada rahangnya. "Dengar! Tidak akan kubiarkan kau menyakiti kekasihku lagi." setelahnya Kris segera menutup pintu, tak peduli Chanyeol yang meneriakinya di luar.

"Krisㅡ" Baekhyun segera memeluknya erat. "Dia datang?ㅡjangan biarkan dia membawaku." pintanya ketakutan.

"Tidak akan kubiarkan dia membawamu, bahkan menyentuhmu."

.

"Hiksㅡjangan! Kumohon jangan lakukan, Chanyeol."

Kris segera terbangun, menemukan sosok mungil disampingnya bergerak gelisah, peluh mengalir di sekujur tubuhnya, meski kedua matanya tetap terpejam. Mimpi buruk?ㅡKris membawa Baekhyun kedalam pelukan, mengusap lembut punggung kekasihnya sampai merasa tenang, isakan lirih masih terdengar, beberapa saat terganti dengan dengkuran halus.

"Park Chanyeol, kau harus membayar mahal atas perbuatanmu." guman Kris geram.

.

.

.

.

Chanyeol menyuapkan nasi sarapannya kedalam mulut tanpa nafsu. Ponselnya diatas meja bergetar, menemukan nama Kyungsoo disana.

"Yeoboseo.."

"..."

Dahi Chanyeol berkerut heran. "Ada apa denganmu?"

"..."

"Jangan menangis, Kyung. Aku tidak bisa mendengar suaramu dengan jelas jika kau berbicara sambil menangis." ucap Chanyeol sedikit kesal, menyuapkan kembali nasinya.

"..."

"Uhuk.. uhkㅡ A-apa? Aku akan segera kesana."

.

Chanyeol membeku di tempat menyaksikan pemandangan di hadapannya. Kyungsoo terlihat begitu hancur, duduk bersimpuh di dekat dua peti mati, wajahnya sembab dengan mata membengkak, bibir itu bergetar menggumam tak jelas. Chanyeol melangkah mendekati sosok mantan kekasihnya yang belum menyadari kehadirannya.

"Kyung.."

Kyungsoo segera menoleh. "Chanyeol!" pekiknya, setengah berlari memeluk Chanyeol. "HiksㅡA-appa dan eomma, hiks.."

Kedua tangan Chanyeol terulur membalas pelukan Kyungsoo, merasa iba. Chanyeol mengenal baik kedua orang tua Kyungsoo, mereka pernah bertemu dan mengobrol di beberapa kesempatan, keduanya sering berpesan agar menjaga Kyungsoo dengan baik ketika mereka berada di luar negeri untuk perjalanan bisnis. Memang tak ada seorangpun yang dapat menghindari takdir, dan kini arus takdir membawa Kyungsoo pada kesedihan yang paling dalam. Kehilangan ayah dan ibu karena sebuah kecelakaan tragis.

Tidak ada kata yang dapat Chanyeol lontarkan, menenangkan Kyungsoo?ㅡrasanya percuma, kalimat penenang seperti apapun tak akan memberikan efek berarti saat ini, hanya waktu yang dapat menyembuhkannya. Chanyeol semakin mempererat pelukan mereka ketika merasa tubuh Kyungsoo semakin terasa berat, mata pemuda itu terpejam, tak sadarkan diri dipelukannya.

"Kyungsoo.." panggil Chanyeol cemas. Percuma, ia sudah pingsan untuk kesekian kalinya sejak mendengar kabar kematian itu.

"Biar aku yang membawanya kedalam." Jongin mengambil alih tubuh Kyungsoo dari pelukan Chanyeol, segera membawanya kedalam kamar.

'Aku masih mengingat pesan appa dan eomma-mu untuk selalu menjagamu, tapi maaf, Kyung, aku tidak bisa menepatinya karena telah memiliki seseorang yang harus kujaga..'

.

.

.

.

"Hah, bosan sekali." dengus Baekhyun entah sudah berapa kali, drama yang tonton amat membosankan, Baekhyun meraih remote, mematikan tv, memutuskan untuk mengelilingi apartemen Kris yang masih asing baginya.

Langkah Baekhyun berhenti, menatap pintu yang menarik perhatiannya untuk masuk ke dalam. Ruangan itu gelap hingga Baekhyun harus menemukan saklar terlebih dahulu.

"Ruangan apa ini?" gumannya setelah lampu menyala. Hampir setiap sudut ruangan di penuhi boneka panda berbagai ukuran, banyak foto Kris dan Tao dengan berbagai pose tertempel di dinding, dari yang biasa sampai yang emmㅡbisa disebut mesra. Sepasang tuxedo berwarna putih tergeletak begitu saja diatas ranjang berukuran king size, sepertinya memang sengaja di letakkan disana. Baekhyun benar-benar tak mengerti apa maksud semua ini, tetap menelusuri setiap sudut kamar, menuruti rasa penasaran yang begitu besar. Langkah Baekhyun mendadak terhenti menemukan foto Kris bersama Tao tengah berciuman, tidak 'kah itu berlebihan mengingat status mereka yang bersaudara?ㅡia menganga tak percaya. Berusaha keras membuang jauh-jauh pikiran buruk itu tapi tidak bisa, bahkan kini ia merasa curiga, mulai meragukan hubungan keduanya.

Berjalan cepat menuju nakas meja ketika tanpa sengaja menangkap setumpuk kertas, Baekhyun mengambil satu diantaranya. Sebuah undangan pernikahan. Siapa yang menikah?

Perasaan Baekhyun mendadak tak enak, dengan tak sabar kedua mata kecilnya menyapu setiap huruf yang tercetak di permukaan undangan tersebut. Tidak! Tidak mungkinㅡmata kecil Baekhyun membulat, berusaha meyakinkan pengelihatannya berulang kali jika yang tertera disana memang namaㅡWu Yi Fan dan Huang Zitao.

.

.

.

.


TBC


.

.

Hahaa :D

Ternyata ini lebih dari 10 chapter, tidak sesuai dengan perkiraan saya..

Oke, abaikan kata-kata diatas!

Review pleaseee…

Beri saya kritik dan saran jika memang ada.

.

.

Big Thanks to :

Novey, uchanbaek, Dobi Hano Beef, Riyoung17, ChanBaekLuv, Baekrisyeol, rizkyzelinskaya, wereyeolves, Baebyla, you flower you, ByunBacon, Kim Seonna, Jung Eunhee, parklili, Guest, ia, AriaSweden88, rivern222, EXO Love EXO, Park Faro, amus, Tsuchiya Keda.

.

.


Gumawoooo :* :* :*


.

.