.

.

.

TIME AFTER TIME

.

.

.

Jungnara2602 Stories

.

.

.

DISCLAIMER

Cerita ini murni terinspirasi dari otak Nara yang tingkat kemiringannya bertambah 90 derajat karena positif terkontaminasi virus yaoi

.

.

.

WARNING

Hati-hati!

Membaca fict ini bisa sebabkan iritasi, hipertensi, epilepsi, retensi urine, ejakulasi dini, gangguan janin dan serangan jantung

Jika gejala berlanjut, silahkan PM Nara

.

.

.

.

Bonus Chapter 2

.

.

.

Little Notes

Tolong perhatikan tanggal, chingu

Bonus chapter ke 2 ini bersetting sepuluh bulan setelah Kim Jaejoong menetap di Jepang

Sesuai dengan title Time After Time, jadi jangan kaget jika alurnya ikut maju mundur cantik n bikin chingu kena 8 penyakit akut yang tertera di warning

#Ketawa setan#

.

.

.

.

.

0O0O0O0

Sabtu, 19 Februari 2018

0o0o0o0

.

.

.

Tokyo, Jepang

Chuo-ku 2-25-3 Nakano

10.00 AM

Tohoshinki High School/Horikhosi Gakuen menggelar upacara wisuda hari ini. Sabtu, 19 Februari 2018 bagi 439 anak didik angkatan 2015-2016. Hampir seluruhnya lulus dengan nilai sempurna dengan IPK 4,00 dan masuk di 10 universitas terbaik Jepang seperti Todai, Keio, Kyoto, Tohoku, Hokkaido, Waseda, etc. Usai menjalani serangkaian ujian essay, wawancara, EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students), JLPT dari The National Center Test For University Admissions di Jepang.

Tap…

Tap…Tap…

"Irasshaimase, Yunho sama."

Yunho tersenyum lebar sembari bungkukkan badan (Ojigi) kepada President HK, mr. Tomita Sukeshiro dan 22 anggota komite serta para sensei sebelum ikut bergabung di kursi kehormatan. Lagu Tabidachi No Hi Ni yang diciptakan Hiromi Sakamoto tahun 1991 yang populer sebagai lagu wajib upacara wisuda SMU berkumandang, resmi membuka acara closing ceremony THS.

"Konkai no soubetsukai wo sasete itadakimasu, Hikaru Tenno to moushimasu, saigou made yoroshiku onegai itashimasu!"ucap nona Hikaru, salah satu sensei cantik yang mengajar kelas sains berperan sebagai MC dan membuka acara.

Bla...

Bla…Bla…

Yunho memutar pandangan mata ke barisan siswa kelas TRAIT yang kenakan seragam kebesaran HG, berupa gakuran hitam dengan kancing emas. Kim Jaejoong-nya ada di barisan pertama, nomor tiga dari kiri di antara Kim Junsu dan Kwon Jiyoung. Cantik, menawan dan terlihat paling bersinar di antara tujuh member The Ripper yang menjadi ikon terkenal dari Horikoshi Gakuen. They are new idol

.

.

.

Do you know?

Nama The Ripper dengan slogan 'don't get us angry' ini terdengar kelewat seram bagi gank yang beranggotakan Kim Jaejoong, Shim Changmin, Jin Yihan, Kim Junsu dan Shiirota Yuu. Terbentuk tanggal 30 Mei 2017 saat kelima namja terpilih ini mengikuti kompetisi dance and musical tingkat SMU Tokyo dan berhasil mengungguli 40 rival berat THS.

.

.

0o0o0o0

Shin Soohyun

0o0o0o0

.

.

Sang silent angel ini memilih berperan sebagai komposer, menciptakan aransmen lagu Neverland yang sukses antarkan tim HG meraih gelar juara 1 dan favorit. Sekaligus mendobrak dinding baja THS dengan 99 aturan tak lazimnya yang berlaku sejak tahun 1998, dimasa kejayaan line82. Keren.

.

.

0o0o0o0

Kwon Jiyoung

0o0o0o0

.

.

Namja kelahiran Hokkaido tanggal 18 Agustus 2000 yang memiliki tinggi 177 cm, berat 58 kg, golongan darah A ini populer dengan nama panggung G-Dragon sesuai dengan shionya. Naga. Terjun sebagai solois di C-Jes entertainment sejak berusia 12 tahun sebagai: vokalis, rapper dan komposer ulung. Debut pertamanya pada tahun 2012 sukses mengantar GD memenangkan 'penulis lagu award'di MKMF (Mnet Km Music Festival). Karier yang cemerlang

So...

Terganjal status artisnya, member termuda ketiga di The Ripper ini harus puas berperan sebagai manager. Kendati ialah yang bersikukuh memberi nama gank plus slogan mengerikan itu, setelah adu mulut dengan Kim Junsu tentunya. Sesuai dengan karakter GD yang over confidence, perfecsionis, agresif, idealis dan infleksibel. Persahabatan yang unik.

.

.

.

"Woaah. Baby Jae cantik sekali dengan rambut golden brown-nya. Rrr, menggemaskan sekali!"

Yunho melotot horor temukan sang pemilik jidat lebar yang kilaunya mengalahkan aura Kim Jaejoong di kursi kehormatan, tepat di sebelah kirinya. Mata sipit itu sibuk lambaikan tangan sambil menebar senyum genit ke arah stage dan dibalas cebilan kesal Kim Jaejoong.

"Yyak. Apa yang kaulakukan di sini, Hyung!"

"He he he. Santailah, Yun. Reaksimu itu berlebihan sekali, tahu?"

"Dan berhenti memandangi Jaejoongku seperti ahjussi mesum."

"Cih. Kau lupa aegyaku juga ada di antara The Ripper? Look that. Bukankah dia sangat keren, mirip denganku 18 tahun lalu? Hah, aku tak menyangka memiliki putra di usiaku yang ke 37 ini!"

Heh?

Yunho tertegun selama 10 detik. Tawanya hampir meledak menyaksikan wajah memelas Park Yoochun. Yeah. Sosok yang di maksud hyungnya kini memang ada di belakang Kim Jaejoong. Mirip? Lupakan karena wajah, sifat, pribadi anak itu menurun pada mendiang ummanya. Kecuali onderdilnya, tentu saja. Dan akhirnya sang pria flamboyan ini bertekad pensiun dari gelar playboy dan serius berusaha jadi appa yang baik.

"Ah, aegya? Jika yang kau maksud bocah tengik yang tak mau mengakuimu sebagai appa itu? Hyung, ternyata hukum karma memang ada ya? Dimana-mana banyak kasus ayah tak mau mengakui anak, tapi ini berbanding terbalik 180 derajat. Perjuanganmu masih panjang. Hwaiting, ne!" tukas Yunho geli sembari menepuk bahu Yoochun yang meringis kecut.

.

.

.

"Aku tidak terlambat kan. Baby Jae bisa mematahkan tiga jariku jika tahu, fiuuhh!"

Tiga siku segi empat langsung tercetak di jidat Yunho sadari suara khas, berat, familiar berdengung di telinga kanannya. Choi Seunghyun mengangkat wajahnya memberi kesan stoic, dingin dan angkuh saat mengangkat tangan kirinya pada sang namja cantik di ujung stage.

"Hhh. Untuk apa hyung datang kesini."

"Ck. Tentu saja menghadiri upacara perpisahan dongsaengku, pabo!"

"Siapa yang kau sebut dongsaeng. Cih. Baby Jae? Panggilan macam apa itu? Menjijikkan."

"Kau lebih norak dariku, Yunho ya. Bayangkan. Jaejoongku? Haish. menggelikan."

"Terserah. Pokoknya jangan dekati Jaejoongku lebih dari dua meter. Awas saja!" gerutu Yunho jengkel dengan wajah tertekuk, jangan heran karena seorang Jung Yunho akan selalu waspada dan over protective jika menyangkut Kim Jaejoong. Terlebih jika ada Choi Seunghyun berkeliaran di sekitarnya.

Catat

Sikap Yunho bukan tanpa alasan, sejak hari mengerikan 10 bulan silam. Tepatnya tanggal 8 Mei 2017 yang menjadi awal segala mimpi buruknya saat menyaksikan namja cantiknya jatuh terpuruk di titik terendah seorang Kim Jaejoong. Dan ia termasuk salah satu penyebabnya, di hari itu pula Jung Yunho resmi tanggalkan status normalnya sebagai pria normal line82.

.

.

.

"Ehemm! Bisakah kalian berdua berhenti berdebat, Tuan Jung. Tuan Choi. Tuan Park."

Krik...krik...krik...

Spontan tiga ahjussi tampan ini menoleh ke pemilik suara lembut itu yang mengeluarkan sindiran halus, jengah mendengar keributan dari ketiga petinggi JCA. Di belakang mereka, tepatnya kursi 0989-0990 tampak pasangan fenomenal Jung Kangta dan Jung Boa tengah memasang aura jengah. Tingkah autis tiga namdongsaeng mereka sukses memancing para tamu berbisik-bisik karena terganggu.

"Hehehe. Hyung? Noona? kapan kalian datang?" seru Yoochun garuk-garuk kepala.

"Dua puluh menit. Itu cukup untuk melihat tingkah kekanakan kalian. Memalukan!"

"Yyah. Lagipula untuk apa kalian kemari."giliran Yunho protes.

"Jangan lupa Jung Corp adalah donatur utama Horikoshi Gakuen, presdir Jung." desis Kangta penuh penekanan di tiap suku kata. Seunghyun buru-buru memalingkan muka sebelum bertatapan mata dengan hyung tertuanya yang berubah semakin mengerikan sejak hari keramat yang merubah line82 khususnya Yunho, Kim Jaejoong dan Seunghyun.

.

.

.

"Kyaaa. Shut up your mouth! Jaejoongku akan segera tampil. Gyaah, manisnya!"

Ommo

Kangta, Yunho, Seunghyun dan Yoochun kontan memutar mata malas oleh tingkah menggelikan Jung Boa yang kini bertransformasi menjadi member J-Holic, nama fansclub Kim Jaejoong di Horikoshi Gakuen. Empat member line82 ini bahkan sampai menutup wajah malu gara-gara Boa yang histeris layaknya fangirls saksikan performance The Ripper yang mengawali closing ceremony.

"Aigoo, kau sangat memalukan noona. Lihat siapa yang kekanakan sekarang?" protes Yunho.

"Diamlah!"

"Eiii, kau benar-benar tak sadar usia noona!" pekik Yoochun dihadiai pukulan purse mahal di jidat.

"Rasakan!"

"Abaikan Choi Seunghyun, kau tak melihat apapun."gumam pengacara Choi fokus ke stage.

"Changi, tolong hentikan. Aku tak mau aegya terlahir prematur jika terus melonjak-lonjak seperti itu. Duduklah." bujuk Kangta sambil meraih pinggang istrinya yang memasang wajah cemberut, mengabaikan tatapan tiga dongsaengnya yang mengarah bergantian antara Kangta dan perut Boa.

.

.

.

"Noona. Kau hamil?"

Koor ketiganya.

Dan…

"Stttt!"

Line82 dan Jung Boa duduk manis di kursi kehormatan, usai keributan mereka di interupsi audience. Sejenak Yunho tersenyum haru melihat hyungdeul dan noonanya begitu sangat menyayangi Jaejoong dengan tulus, tidak peduli seberapa buruk peristiwa yang terjadi di awal-awal namja cantik itu masuk di keluarga Jung. Mungkin benar.

Tuhan melahirkan persaudaraan mereka dengan cara yang berbeda

Yeah…

Jung Yunho rupanya harus puas jika Kim Jaejoong tidak hanya menjadi 'miliknya', tetapi menjadi Jaejoong semua orang. Hari-hari berat telah berlalu, biarlah namja cantiknya menemukan cinta, sahabat, keluarga dan dunia yang jadi impiannya. Manis sekali

"Lihatlah, Boo. Joongie kecil kita telah tumbuh dewasa, cantik dan mempesona. Kau benar, changiya. Aku akan langsung menyukainya begitu bertemu dengannya. Ah—aniya, aku sangat mencintainya. Sifatnya yang gigih, keras kepala, pantang menyerah. Aku janji akan selalu menjaganya sepanjang sisa hidupku, Boo. Aku bersumpah tak akan melepaskannya...'lagi'."

Tes…

Tes…

Butiran bening dan hangat turun tanpa sadar di pipi sang pewaris Jung. Ia langsung tergagap ketika Kangta menepuk bahunya seolah berikan support. Sementara Seunghyun mengulurkan box tissue yang separuh isinya habis dipakai Park Yoochun yang menangis haru memandangi putra semata wayangnya di stage, dengan gesture menanyakan 'are you okay?'. Seorang pria tak akan kehilangan harga diri jika mengeluarkan airmata, bukan.

"Gomawo, hyung."

.

.

.

.

SOMEDAY

.

.

By The Ripper (U KISS)

.

.

.

.

Adakalanya memberi, adakalanya kehilangan

Itulah persoalannya

Cobalah untuk tak melakukan kesalahan di esok hari

Meskipun hanya kesalahan kecil

(Shim Changmin)

.

.

Terkadang di bawah, terkadang di atas

Terkadang menjadi nomor satu

Tidak ada yang selalu mencapai posisi pertama

Jalannya akan jatuh pula

(Jin Yihan)

.

.

Jika kau tak memilikinya, cobalah hidup tanpanya

Karena sebelum kau memilikinya, itu hanya ketamakan tak di kenal

(Shiirota Yuu)

.

.

Sesungguhnya bila kau lelah saat ini

Itu adalah pertanda dari hasil kerja kerasmu

Everybody knows you tried

And everybody knows it's alright

(Kim Jaejoong)

.

.

You get some right

You get some wrong

Mungkin terasa berat tetapi akan ada hari untuk tersenyum

When you fall down

When you get up

Meskipun terasa berat tetapi hari itu akan datang

(Shin Soohyun)

.

.

Apabila ini perpisahan biarkan dia pergi

Dia mungkin tunjukkan airmata

Dia bukan satu-satunya

Mereka yang akan pergi biarlah pergi

Bila mereka tinggalpun, suatu saat mereka akan pergi

(Kim Junsu)

.

.

Sesungguhnya jika kau bekerja keras dari sekarang

Itu hanya pertanda dari kasih sayangmu

Everybody knows you tried

Everybody knows it's alright

(Kwon Jiyoung)

.

.

Back to chorus

The past is the past is the past

Hentikan semua kenangan terdahulu

It's the past

Hari-hari panjang yang menyakitkan

The past is the past is the past

Hari ini untuk menentukan siapa kau

Everybody wins sometimes

And everybody knows you lose some

(Kim Jaejoong)

.

.

.

.

THE END

.

.

.

.

Taraaa

Bonus chapter bagian dua selesai, makin bingung dan ambigu?

Don't worry

Nara akan jawab misteri ini di chapter 10-11 sekaligus minta izin mo nistain umma ne, ahaha

#dilempar granat dari Korut#

Kenapa lagu Somedaynya U Kiss?

Nara punya 1 mv-nya pas live show, and gotcha... langsung kebayang kalau itu gank The Ripper! Pas pula 7 biji membernya, lagipula isi lagu ini liriknya jleb banget n cocok membangun mood seseorang. Kebayang deh kalau umma nyanyiin partnya Kevin

Pasti nendang

.

Special To:

My Jeje eonni

Gomawo atas nama gank JJ-nya ne

THE RIPPER

(Don't get us angry)

That's cool

.

.

.

.

CHAPTER 10

.

.

.

.

.

0o0o0o0

Minggu, 8 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

Tokyo, Jepang

Chuo-ku 21-1 Muromachi

12.30 AM

Mandarin Oriental Hotel, salah satu hotel berbintang lima yang dimiliki oleh Choi Group terletak di distrik sibuk Nihonbashi 103-8328 Tokyo. Ke 38 lantainya total memiliki 157 suiteroom mewah dan 21 presidential suite dengan segala fasilitas khusus seperti butler, gym, perpustakaan, ruang kerja, bar serta restoran pribadi. Silahkan rogoh saku dalam-dalam karena untuk menikmati kemewahan 1 dari 10 hotel terbaik di dunia ini, chingu harus keluarkan dana hingga 350 juta/malam.

PS 707 13 floor

Trak…

Seunghyun meraih gelas winenya kasar, sembari menyesap Screaming Eagle Cabernet (1992) nyaris yang kelima kalinya selama 2 jam terakhir. Kesabarannya sungguh teruji, menanti sosok cantik yang terkapar di ranjang siuman dari efek chloroform yang dibiuskan oleh Hwang Chansung sekitar dua jam sebelumnya di area parkir ageHa nightclub 2-2-10 Shinkiba

Gulp...Gulp...Gulp...

Kim Jaejoong mati-matian menjaga agar helaan nafasnya tetap mendesah teratur seperti orang tidur. Kendati tangan, kaki dan persendiannya kian kebas oleh ikatan yang membelit sekujur tubuhnya. Shit. Ia merutuki perjanjian bodohnya dengan cucu pangeran Akishino hingga harus terjebak dalam situasi tak menguntungkan bersama Choi Seunghyun sekarang.

"Sampai kapan kau ingin berpura-pura tidur, Kim Jaejoong? Telanjangi dia."

Sial!

Sial!

Sial…

'Jin Yihan, aku bersumpah akan membunuhmu jika gay keparat ini sampai memperkosaku!'

.

.

.

Srrtt…

Tiga namja yang sejak tadi mengawasi sang namja cantik mulai bergerak, melolosi dan mengganti ikatan itu dengan borgol yang dikaitkan di kepala ranjang. Damn it—1, 2, 3 namja. Salah satunya Jaejoong kenali sebagai aktor JAV yang kerap membintangi gay video porno. Camcorder HDR-XR520 sengaja di letakkan di tiga tempat dan salah satunya di pegang satu namja bertatoo naga.

3

2

1

'Okay, Kim...satu kali kesempatan meloloskan diri, sekarang atau tamatlah riwayatmu!'

.

.

.

PENASARAN DARIMANA HAL MENGERIKAN INI BERMULA?

Check this

.

.

.

.

0o0o0o0

Senin, 2 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

Tohoshinki High School

Chuo-ku 2-52-3 Nakano

12.30 PM

Horikoshi Gakuen memulai jam pelajarannya sama seperti mayoritas SMU di Jepang, yaitu pukul 08.45 AM-03.15 PM. Terdapat 31 jam belajar selama lima hari (Senin-Jum'at), masing-masing 6 jam kecuali hari Rabu (7 jam). Mata pelajaran bahasa Jepang, Inggris, geografi, sejarah, Pendidikan kewarganegaraan, matematic, OR, Seni, PKN (memasak) dan integrated course. Ujian sekolah di selenggarakan 5 kali setahun pada bulan Mei, Juli, Oktober, December dan Februari.

Silahkan bandingkan, chingu

Oh, ya~

Agenda rutin THS setiap bulan April selalu adakan pemilihan PTA (Parent Teacher Association), middle semester, orientasi karier kelas 1-3 dan Sports Day berupa ball game tournament yang kini di gelar di square-yard. Lima jenis olahraga yang dipertandingkan hari ini adalah basket, baseball, softball, sepakbola dan tennis.

Srakh!

Drap...drap...drap...

Namja imut, polos dan menggemaskan bernomor punggung 10 ini berlari menembus barikade lawan yang notabene asli tim football U-17 Jepang.

Jangan tertipu penampilan luar Kim Junsu, nyatanya ia dengan gesit dan cekatan mengoper bola ke arah Furukawa Yuuki. Sang striker handal berusia 16 tahun dari JEF United Ichihara ini langsung kembalikan dengan umpan tengah yang sangat akurat untuk Kim Junsu, sang seniman lapangan.

Duasshh~

Bola melambung tinggi.

1

2

3

Blussh~

GOOLLLLLL...

Hatrick kedua yang sukses di ciptakan duet maut JunKi di babak pertama, padahal permainan baru berlangsung sekitar 66 menit. God job. Score 6 : 0 untuk kelas 2 B versus 3 F, dua tim yang sama-sama di tempati para striker, keeper, back dan gelandang dari beberapa football club terbaik Jepang seperti FC Tokyo, JEF United, Albirex Niigata, Kashiwa Reysol, Shimizu S-Pulse, etc. Daebak

"Yatta. Hohoho, ayo kita main lagi!"

Hosh...

Sebelas namja dari tim lawan merutuk kesal, seolah dejavu kejadian seperti ini terus terulang jika satu-satunya siswa kelas TRAIT yang gemar keluyuran ini bergabung di sports day. Kim Junsu, namja super ramah penggila sepakbola dari kelas 3-D memang sangat populer di THS.

"Sugoi, Junchan. Dengan kemampuan sehebat itu harusnya anda bergabung di tim nasional!"

"Hehehe."

Kim Junsu menampilkan senyum lima jari.

"Yyah, jika kau ingin seluruh stadion luluh lantak oleh misil Korut!"

Krik…

Krik…

Tawanya hilang dalam 5 detik oleh seruan jahil chairmatenya dari lantai atas.

"Isssh, tiang listrik. Kau selalu mengganggu kesenanganku."

"Ckk, ckk, ckk. Aku heran kau masih saja asyik berlarian dan peras keringat di sini. Tidak ingat kehilangan sesuatu, duckbutt?"

.

.

.

Shim Changmin

Sang pewaris Buyoung Group ini berdiri angkuh di balkon lantai dua usai menikmati sajian makan siang di Jimushitsu/kantin khusus 3-D sembari tersenyum miring. Lirik arlojinya dan mulai menghitung mundur, 3-2-1 hingga suara lumba-lumba Junsu melengking saat sadar apa yang ia lewatkan selama tiga jam terakhir.

"Yyah, Joongie. I'm coming!"

.

.

.

Brak…Bruk…

Klotakh!

Titisan bebek ini berlarian usai melempar segala atributnya seenak jidat ke muka bengong Yuuki. Jangan heran! Satu-satunya yang bisa mengalihkan seorang Kim Junsu dari kegilaannya akan football hanya sosok cantik 'saudara semarga'nya aka Jung Jaejoong. Junsu nyaris selalu menempeli dongsaeng Jung Yunho itu selama tiga hari pertama di HK. Kecuali ke toilet pastinya, walau mendapat pelototan sengit dan sikap dingin dari Jaejoong.

Ah…

Sejak awal ia langsung jatuh hati pada sosok cool Jung Jaejoong, ketika tampil di 6 stasiun TV Jepang bersama Jung Yunho. Ia mulai berburu data namja cantik itu mulai dari biografi, kebiasaan, ukuran baju sampai celana dalam, hingga bagian detailnya termasuk profesinya sebagai sexy dancer tak luput dari pengamatan. Hobby aneh Kim Junsu menular dari sang umma yang sangat mengidolakan line82.

Like mother like son

.

.

.

.

Tap…

Tap…

"Hufth."

Changmin mengayunkan Nike SB Flom Dunk Highnya menapaki anak tangga sepanjang jalur menuju roof terrace dengan gaya cool. Ini tempat favoritnya bersantai sambil memainkan games, tanpa gangguan bebek berjalan aka duckbutt. Sementara Junsu merecoki Jung Junior itu ia bisa gunakan waktu istirahat dengan PSP kesayangannya.

"Kau memang jenius, Max."tukas Changmin sembari mengulas senyuman licik.

Shit.

Ia mengerang menyaksikan adegan yaoi yang tersaji indah di depan mata. Di gazebo music class tampak dua namja asyik berpelukan, intim, seolah dalam posisi berciuman. Jin Yihan dan Jung Jaejoong. Okay, ada sesuatu yang salah. Segila-gilanya siswa HK karena aturan nomor 17, ia sangat yakin Yihanmasih straigt mengingat koleksi video BF di slot micro SD 'VERTU'nya mencapai angka 219 mp4.

"Semoga duckbutt tidak melihat kau menyentuh Jaejoongnya, brother."

Klik!

Klik!

Tiga kali kilatan blitz mengabadikan moment HanJoong, terbitkan smirk setan sang pewaris Buyoung Group. Sepasang mata setajam elang Max Changmin langsung tertuju ke salah satu siswa kelas reguler bername tag Fukada plus tiga kamera CCTV yang merekam semua aktivitas di roof terrace.

"Hati-hatilah, brother. Aku tidak mengira kau serius menjalankan misi gilamu itu! Good luck."

.

.

.

"Aku percaya pada Yunho hyung."

.

.

.

.

.

0o0o0o0

Selasa, 3 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

JUNG CORP ASIA

Marunaochi 16-3 Chiyoda

04.00 PM

Terletak di antara Ginza dan Yurokacho, kawasan Marunaochi merupakan sebuah distrik-komersil di teluk Edo yang mulai diperluas pada tahun 1592. Ada beberapa gedung pencakar langit dengan konsep arsitektural energic, seperti Tokyo International Forum dan Shin Marunaochi Building/MBS. Sekitar 150 pertokoan, 40 restoran dan perkantoran berdiri kokoh di bawah naungan Jung Corp Asia yang mengembangkan wilayah ini sejak tahun 1992 melalui kendali Mitsubishi Estate.

Klik!

Klik!

Beautiful

Kim Jaejoong asyik meneliti beberapa koleksi foto cantik yang sempat diambilnya sepanjang perjalanan mulai Tokyo Imperial Palace, JR Yamanote Line dan Nakadori Avenue.

Catat

Cita-cita terbesar Kim Jaejoong adalah menjadi arsitek profesional. Kendati ia memiliki bakat luar biasa di bidang design grafis dan sering menggunakan kemampuan cemerlangnya sebagai illustrator, designer flash, programmer dan art photoshop selama dua tahun bekerja di Epson Mobile. Fantastic.

"Menikmati hari-harimu di Jepang, cantik? Sepertinya Yunho memeliharamu dengan baik."

Deg…

Oh, Shit. Bulu kuduk Kim Jaejoong langsung meremang ngeri mendengar suara berat, sangar dan dingin di belakang punggungnya. Takut? No way. Tapi tiga kali moment buruk dengan pengacara hebat Korea ini masih berbekas jelas di otak kecilnya, akibat penolakan ajakan one night stand dua minggu lalu di Mirotic Club.

"Konnichiwa, tuan Choi."

"..."

"Gomen nasai, Yunho Hyung tidak ada di tempat."

"..."

"Saya diminta mengantar berkas kesepakatan yang tertinggal di mansion Jung."

Fuck!

Sumpah…

Ini bukan gayanya

Kim Jaejoong lebih memilih berkonfrontasi langsung jika berhadapan dengan mata-mata lapar, tajam dan penuh nafsu yang seolah sedang menelanjanginya. Yeah, 1-2-3 jurus Aikido lebih ampuh untuk menendang otak kotor para ahjussi hidung belang. Matilah ia karena saat ini Yunho sedang memimpin rapat anggota Biro Konsultan Kitayama Company di ruang meeting hingga pukul lima sore.

"Rubah kecil yang licik!"

.

.

.

'Tahan emosimu, Kim. Orang menyebalkan ini sangat berharga bagi Yunho hyung.'

.

.

.

Srrtt!

Brukh...

Sepasang mata doe berhazel kelam ini terbelalak memperoleh serangan tak terduga, tanpa aba-aba Choi Seunghyun mendorong dan langsung menghimpitnya ke dinding. Huh. Aroma alkohol yang menguar langsung membuat perut Jaejoong mual saat hidung mereka bersentuhan. Plus jilatan hangat, basah dan menjijikkan yang mulai menyapu leher jenjangnya. Damn it.

"Seorang pelacur rendahan harus tahu dimana posisinya."

"Lepasss-kan!"

"Aku akan mengajarimu cara namja jalang bersikap yang benar."

"Menjijikkan, aku bukan gay!"

"Urusee yo (berisik)! Saiteidayo. Buka mulutmu!"

"Mppphhh!"

Seunghyun mencengkram erat rahang Jaejoong hendak berbagi ciuman basah, usai sukses menciptakan dua hickey di kulit putih mulus itu. Cukup. Gila. Ini sungguh gila. Kim Jaejoong mengerang, mati-matian coba meloloskan dari kuncian sang master Brazilian Jiujitsu. Dia kuat sekali.

"Kenapa, sayang?"

"..."

"Bukankah kau terbiasa melayani tamu di Mirotic. Hm. Harus kuakui kau cukup lihai memilih mangsa. Tapi cepat atau lambat kau akan jadi milikku, baby."

"..."

"Jangan pernah bermimpi menjadi bagian keluarga Jung. Entah apa yang kau lakukan hingga dongsaengku simpati, iba dan kasihan pada pelacur kecil sepertimu yang harusnya berada di jalanan. Tapi kupastikan itu tak akan lama. Begitu ia menyadari mempertahankanmu adalah kesalahan fatal, aku sendiri yang akan melumatmu hingga tak tersisa, cantik!"

Pintu tiba-tiba terbanting kasar.

Bruakkk!

.

.

.

"Lepaskan dongsaengku, hyung. Ingat janjimu."

Drap...

Drap...

Yunho menggeram marah saat menemukan posisi dua namja 17 dan 37 tahun ini terbilang, rrr. Harusnya ia sadar mempertemukan Seunghyun dan Jaejoong bukan ide brilian. Mata musang itu kian berkilat mendapati bekas kemerahan di bawah telinga kiri Kim Jaejoong.

"Ini-kali-terakhir-kau-merendahkan-Kim-Jaejoong, hyung!"desis Yunho murka.

Trak!

Seunghyun meraih sebotol Chateu Latife (1787), menuang, lalu menyesapnya dengan santai tanpa beban sedikitpun. Senyum sinis terulas dari bibirnya, menyaksikan kemarahan magnae line82 karena kelakuan bejatnya mencuri ciuman dari sang 'dongsaeng' yang kini sibuk menggosok hickey di lehernya dengan jijik.

"Aku janji tidak menyentuhnya. Well, kecuali jika Jung Jaejoong yang datang sendiri ke pelukanku! Eotteoke, Yun. Serigala tak akan bisa menolak kelinci buruannya. Siapa tahu besok namja kesayanganmu tak bisa kendalikan sisi liarnya, hahaha...kau tahu kemana harus mencari kehangatan, baby! Omong-omong, ciumanmu tadi luar biasa!" ucapnya santai di iringi senyum misterius saat Yunho menarik namja cantiknya keluar ruangan.

Oh

Mereka melupakan satu sosok cantik yang berdiri gemetaran di ambang pintu suiteroom lantaran shock oleh kejadian yang tersaji di depan matanya. Go Ahra.

Oh, Tuhan

Choi Seunghyun memang gila.

.

.

.

'Kau inginkan bukti, Yun? Baiklah! Akan kuperlihatkan siapa namja kecil ini sebenarnya, saeng.'

.

.

.

"Bagus, artinya kau tak perlu takut dengan tantanganku...Jung—ah, atau aku harus memanggilmu Kim Jaejoong? Okay, kau percaya pada Jung Yunho. Masalahnya apa dia juga percaya padamu, hmm? Simple saja, jika iya tak mungkin saat ini ia sengaja menyewa salah satu siswa reguler untuk memata-mataimu di Horikoshi Gakuen! Baka mitai (kau bodoh)."

.

.

.

0o0o0o0

Rabu, 4 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

Mansion Jung

Kanagawa 31-4 Akihabara

07.30 AM

Drrtt...drrtt...drrtt...

Sekitar tujuh missed call plus dua pesan masuk dan terekam di layar Quad HD 5,6 inch Galaxy Notes milik Jaejoong. Berasal dari sembilan digit nomor Yunho dengan kode area +166 wilayah Asahikawa. Tepatnya pukul 04.30 dini hari tadi, sang pewaris Jung itu terbang ke Hokaido untuk perjalanan bisnis.

.

'Kau sudah bangun, Jae?

.

"Hn."

Namja cantik ini menggeser layar sambil mengusak rambut basahnya dengan handuk hello kitty (?). Dingin? Tentu saja karena ia baru saja menggelar konser solo di kamar mandi selama setengah jam. Pesan kedua.

.

'Habiskan sarapanmu, aku sudah meminta Han Ahjumma mengantarnya ke kamar.'

.

Ya. Ya. Ya.

Satu set menu sarapan ala Korea tersaji di meja dalam keadaan hangat, plus segelas benda cair menjijikan bernama susu. Hampir setiap pagi ia protes tapi tak pernah di gubris Jung Yunho. Ia benci susu karena diberi varian rasa apapun tetap terasa amis, lengket dan bau di lidah.

Kling!

Pesan ke 3 …

.

'Jangan buang susumu ke kloset. Habiskan. Itu baik untuk pertumbuhanmu. Aku akan menghubungimu nanti, okay.'

.

"Hhh."

Jung Yunho memang hyung terfavorit tahun 2017 versi Kim Jaejoong. Bayangkan, ia paham benar namja cantiknya tak akan mau sarapan semeja dengan Ahra yang seminggu ini terus mencari gara-gara dengannya. Noona Go selalu melayangkan tatapan permusuhan dan berusaha memonopoli Yunho tiap ada kesempatan baik itu di rumah, kantor, kamar dengan sikap manjanya yang overdosis.

Srak…

Jaejoong menggeser panel wardrobe miliknya. Sepasang mata doe itu membulat temukan box King Of Heart terselip diantara coat, jersey dan tas miliknya yang teronggok di sudut belum tersentuh sejak delapan hari ia tinggal di mansion Jung. Seluruh wardrobe telah terisi jacket, t-shirt, blazer dan jeans berbagai merk seperti Gucci, Channel, Versace, Armani dan LV. Tas bututnya mirip benda purbakala yang siap di mutasi ke museum arkeologi.

Klik!

Kim Jaejoong mengaitkan kalung berliontin hati ini ke leher jenjangnya, sambil tersenyum penuh arti. Satu-satunya kenangan dari seseorang yang amat special di masa kecilnya. Alasan tersembunyi Kim Jaejoong menyetujui keinginan Jung Yunho untuk hijrah ke negeri Sakura.

"Aku tak akan menyerah, noona. Aku akan berjuang dan menemukanmu di Jepang."

.

.

.

'Jadilah namja terkuat di dunia, Jae. Berjuanglah! Raih semua impianmu, jangan pernah menyerah dalam kondisi seburuk apapun! Berjanjilah pada noona, kau harus pertahankan kebahagiaanmu apapun yang terjadi! Noona mencintaimu!'

.

.

.

"Aku tahu semua rahasiamu, Kim! Jadi kuminta tinggalkan Yunho oppa, namja jalang!"

Drap...

Drap...Drap...

Telinga Kim Jaejoong berdenging oleh lengkingan suara Ahra yang naik 8 oktaf, spontan membuat kepalanya berdenyut nyeri bagai di kerubungi kawanan lebah. Ia bergegas menuruni anak tangga, mengabaikan ocehan noona Go yang terus mengikutinya dengan mata memicing benci.

"Yyah, aku bicara padamu!"

"..."

"Jawab jika ada yang bertanya padamu, Kim!"

"..."

"Dasar bar-bar, jangan kira karena Yunho oppa memanjakanmu lantas kau bisa berbuat seenaknya di mansion Jung! Tunggu saja, aku yang akan mengusirmu dari—bla, bla, bla...!"

"Ya. Ya. Ya. Terserah kau, noona. I don't care."

Kalimat pedas Go Ahra sukses teredam lagu 'Catch Me' milik TVXQ begitu Jaejoong menyumpal telinganya dengan headset. Huh. Ia segera naik Bugatti Veyron Yunho dan mengisyaratkan Seungri untuk menjalankan mobilnya ke Nakano (THS). Ah, leganya

.

.

.

"Menggelikan. Pertanyaanku sederhana, seberapa lama Jung Yunho bertahan sementara orang-orang di sekitarnya menganggapmu kotoran menjijikkan yang harus di singkirkan. Mereka akan mencari cara untuk untuk menjatuhkanmu, Kim Jaejoong. Oh, ya...mungkin saat kau bersantai di sini—foto mesra kita sudah ada di tangan salah satu line82. Saiteidayo...(kamu tak ada apa-apanya)"

.

.

.

0o0o0o0

Kamis, 5 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

Hokaido, Jepang

10.00 AM

Asahikawa terletak di prefektur Kamikawa (Hokaido island), memiliki luas wilayah 767,6 km/segi dan merupakan kota terbesar ke-3 di Jepang setelah Sapporo dan Sendai. Kota yang berdiri tanggal 1 Agustus 1922 ini memiliki jumlah penduduk 352.105 jiwa, dengan kepadatan 470,96 jiwa. Asahikawa terkenal sebagai kota wisata.

Srrtt…

Tinta pena milik CEO Jung menggores berkas peresmian hotel Four Seasons yang akan dibuka esok, 6 Mei 2017. Proyek kerjasama dengan Kitayama Company senilai USD $ 477,5 trilyun ini selesai dalam telah bulan dan tawarkan keindahan bungalow bak Kailua-Kona, Hawaii.

"Anata to kyoryoku shite shiawase, Yunho-sama."

.

.

Ting…

Ting…

Suara fung ling atau lonceng angin mengusik kesunyian lantai tiga, setelah meeting dengan tim DKV selesai 30 menit lalu. Ah, Yunho memijit pelipisnya yang terasa berdenyut ketika mata musangnya menemukan beberapa lembar foto, kepingan CD dan Vinyl, tiga komik yaoi dan 27 daftar nama pelanggan Mirotic Club yang di berikan Choi Seunghyun kemarin.

"Kau sudah meminta Seungri memastikan data-data ini asli, Yun?"

Yunho menyandarkan kepalanya yang kian berat, pusing dan pening. Dua butir aspirin yang diminumnya dua jam lalu sama sekali tak membantu, karena yang membuatnya terserang migrain akut adalah sosok cantik yang yang berpose intim dengan classmatenya di THS.

"Semarah apapun Seunghyun hyung, ia masih waras untuk tak memanipulasi situasi."

"Hn."

"Oh, jadi dia juga pernah menjadi DJ di Mirotic club bersama Kim Heechul? Aku mengenalnya. Ia gigolo high class sebelum menghilang dari dunia malam. Mereka cukup akrab sepertinya."

"Hhh."

"Fantastic...10-30 juta USD, mereka membayar sangat tinggi untuk mendapatkan dongsaengmu!"

"Hm."

"Kim-J? Wah! Ia sangat cerdas memakai nama samaran di komik-komik yang diterbitkan Shogakukan. Tertarik mempraktekkan dengan komikusnya langsung, Yunho ya?" celoteh Park Yoochun yang langsung dibalas pelototan tajam sang pewaris Jung yang menggeram frustasi.

"Calm down, Man. Aku bercanda. Tapi bagaimana jika pemikiranmu tentang Kim Jaejoong salah, hmm? Pikirkan ulang mengenai mukoyoshi, jika kau berniat menolongnya cukup jamin pendidikan dan hidupnya. Itu tak akan berimbas pada nama baik keluarga Jung, Yun. Lepaskan namja Kim itu! Lagipula aku tak suka kau dan Seunghyun hyung terus berkonfrontasi." saran Yoochun dewasa.

.

.

.

"Aku percaya pada Kim Jaejoong, hyung...seburuk apapun masa lalunya, aku ingin ia menjalani kehidupannya dengan lebih baik, layak dan terhormat. Aku yakin ia memiliki alasan kuat melakukan semua ini. Foto, rekaman, komik dan identitas para bajingan ini tak buktikan apapun."

.

.

.

"Keras kepala. Semoga kau tak akan menyesali keputusanmu, Yun."

Hey?

Mata sipit Yoochun makin menyipit serupai garis datar, menemukan sosok familiar namja yang berpose dengan Kim Jaejoong. Cucu pangeran Akishino yang terkenal sebagai calon bisnisman handal saat gantikan posisi appanya, CEO Kim yang merupakan salah satu rival terberat Jung CORP di Jepang. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, aniya

"Jin Yihan?"

"Ya. Dia sekelas dengan Jaejoong di Horikoshi Gakuen. Ada apa, hyung?"

"Aniya. Abeojinya sangat terobsesi mengalahkan Jung CORP. Kupikir mereka sangat mirip, lihat kilatan matanya. Tak ada salahnya kau menjauhkan dongsaeng kesayanganmu dari Yihan. Kita tak pernah tahu apa yang direncanakan bocah itu, Yun. Good luck." ucap Yoochun berikan dukungan.

"Gomawo, Hyung."

.

.

.

0o0o0o0

Jum'at, 6 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

Mansion Jung

Kanagawa 31-4 Akihabara

11.00 PM

Klakh…

Yunho tertegun sesaat di ambang pintu bathroom, usai ritual mandinya yang habiskan waktu tiga puluh menit. Sekujur badannya terasa sakit karena flu dan rutinitas perjalanan bisnis yang menguras energi selama dua hari ini. Yeah. Ia baru tiba di mansion Jung dan menemukan sosok cantik itu tertidur pulas dengan wajah damai. Otomatis membuat senyumnya mengembang, intensitas lelahnya seolah menyusut aniya?

"Gaya tidur macam apa itu. Cih, mengerikan sekali." komentar Yunho geli.

Srrtt…

Jung Yunho terkekeh sembari membenahi posisi tidur Jaejoong yang sama sekali tak elite. Bayangkan! Tengkurap, setengah menungging dengan wajah terbenam bantal hingga dengkuran halusnya tersendat-sendat. Perlahan ia membalik tubuh ringan itu hingga telentang nyaman.

"Begini lebih baik bocah."

Grookk…

Dengkuran keras Kim Jaejoong lah yang menjawab kalimat Yunho, sementara keningnya berkerut kesal karena tidur cantiknya terusik. Satu gerakan tiba-tiba kagetkan Yunho, ketika bocah 17 tahun ini menggerung dan berbalik memeluknya. Lutut kanannya mendadak melayang, lalu menghantam kenai junior Yunho telak dan sukses membuatnya meringis kesakitan.

It's hurt here

"Yyah, appo!"

"Zzzz"

"Kau sengaja ya? Ini sakit sekali tahu!"

"Zzzz"

"Jangan pura-pura tidur, Jung Jaejoong!"

"Zzzz"

"Kau harus tanggung jawab. Haish. Kemari! Aku harus menghukummu, bocah nakal!"

Hugs~

Yunho mendekap erat dongsaeng cantiknya hingga gelagapan kaget saat tubuhnya terangkat ke atas badan kekar sang hyung dengan posisi telungkup, lenguhan panjangnya terdengar saat mata doe itu terbuka. Tatapan sayu, suara serak dan geliat malas itu langsung membuat Yunho merasa bersalah. Otomatis telapak tangan kirinya yang bersiap menampar pantat Jaejoong, mengambang di udara.

"Hng? Hyung, kapan kau tiba? Hoaahmm."

"Kau benar-benar tidur rupanya, hnn? Mian, hehehe!"

"Kau panass, hyungie."

"Ne, sedikit demam. Aku baru minum obat. Jja, lanjutkan lagi tidurmu."

"Hm."

Keduanya akhirnya terlelap dengan posisi yang, ugh. Silahkan bayangkan sendiri, chingu. So sweet, Yunjae moment.

Hey?

Mata musang presdir Jung kita tiba-tiba melotot horor ketika benda cair, lengket, beraroma khas peperi piyama tidurnya. Persis di bagian nipple, ditambah gaya anggun sang dongsaeng dengan mulut separuh terbuka terlihat begitu polos tanpa dosa.

"Yyaaah! Jung Jaejoong! Jangan ileran di situ! Haiiss! kau sungguh jorokkk!"

.

.

.

"Mian, saeng. Tak seharusnya aku meragukanmu. Yeah. Tidak peduli seburuk apa kehidupanmu sebelum bersamaku, ayo kita buktikan semua opini mereka salah. Buatlah aku bangga dengan menjadi hyungmu, Jae. Saranghae, nae dongsaeng."

.

.

.

Semoga, Jung

Kau tidak akan tahu, apa yang menyambutmu esok hari saat kau melepaskan Kim Jaejoong.

.

.

.

.

0o0o0o0

Sabtu, 7 Mei 2017

0o0o0o0

.

.

.

Mansion Jung

Kanagawa 31-4 Akihabara

07.00 PM

Seisi penghuni mansion Jung disibukkan persiapan upacara P'ye-baek, sejenis perayaan sederhana untuk menyambut kunjungan pertama keluarga Kwon setelah pernikahan sesuai adat Korea. Pernikahan Kangta-Boa merupakan pernikahan kedua di dalam keluarga Jung, karena lima tahun silam telah diadakan prosesi Kunbere untuk Jung Yunho dan mendiang istrinya (Kim Jaejoong).

Kitchen room

Trak!

Trak! Trak!

Kesibukan para koki dan maid di dapur meningkat karena mereka kini tengah sibuk persiapkan Kook Soo atau perjamuan mie dan Darye yang digelar esok pagi pukul 10.00 AM. Namun perhatian belasan maid berusia 19-25 tahun itu jatuh pada sosok cantik yang bergerak lincah diantara lima chef utama untuk membuat Dok, kue ketan yang khusus disajikan di upacara P'ye-baek. Mengagumkan

"Tuan muda Kim keren sekali."

"Ikemen. Aku mau jadi istrinya kelak."

" Jiro jiro mite nanda yo. Arienai. Dia akan menjadi dongsaeng tuan muda Jung, jangan bermimpi di siang bolong. Kembali bekerja!"

"Majide, owh!"

Yeah…

Kim Jaejoong selalu jadi idola di zona dapur.

"Anda bisa kelelahan, tuan muda."

"Shikata nai. Aku menyukainya. Hehehe."

"Ahaha, semoga tuan Jung tak akan memarahi anda. Oh ya, tuan Choi dan tuan Park kelihatannya baru tiba. Anda tidak ingin bergabung, seluruh anggota keluarga Jung ada di ruang santai."

Big no…

Namja cantik ini meringis ngeri. Cukup. Ia tak mau berurusan dengan ahjussi mesum berjidat lebar dan ahjussi menyeramkan yang gemar menatapnya lapar. Kewarasannya masih utuh dengan mengambil jarak, menghindari konfrontasi langsung dengan dua member line82 itu. Plus noona Go.

"Ah, kau disini rupanya!"

"..."

"Baguslah, setidaknya kau sadar di mana harusnya orang rendahan berada."

"..."

"Buat dirimu berguna, karena kau menumpang di mansion ini. Owh, jalang! Kau cocok sekali bersama para pelayan! Cobalah pakai seragam butler, itu pasti pas untukmu!"

BRAK!

Tawa, sindiran, senyum remeh Ahra langsung terbungkam saat Kim Jaejoong mengayunkan parangnya brutal ke bongkahan daging seolah hendak memutilasi seseorang. Plus kilatan tajam dan dingin, sukses membuat yeoja cantik itu bergidik takut sebelum mengambil langkah seribu disertai tawa geli para maid, koki dan butler keluarga Jung.

.

.

"Aku belum kalah. Tak akan kubiarkan kau merebut Yunho oppa dariku, namja murahan."

.

.

Livingroom

07.30 PM

Tap...

Tap...Tap...

Yunho mencari sosok cantik yang menghilang dari peradaban, pasti dongsaengnya tengah asyik menjelajah satu-satunya tempat yang jadi favoritnya di mansion Jung. Dapur. Di sofa livingroom berkumpul dua hyung kesayangannya, Jung ahjussi dan nyonya Go Hyemi dengan obrolan ringan seputar harga saham dan perkembangan bisnis properti di Asia dan Eropa. Yeah. Seperti biasa, jika kaum executive bersama.

Uang

Bisnis

Saham…

Membosankan, tapi inilah dunia mereka. Yunho bergabung di samping Yoochun dengan helaan nafas panjang, pelipisnya masih berdenyut pening walau istirahat sepanjang hari. Beruntung pijitan ringan Kim Jaejoong di kepala, tengkuk dan bahunya dua jam lalu sedikit mengurangi deritanya.

"Demammu kelihatannya makin parah, Yun?"

"Perlu ku panggil Dr. Smith sekarang?"

"Aniya. Aku sudah minum obat, cuma flu ringan. Istirahat dua hari kurasa cukup. Hyung, aku harus merepotkanmu untuk mengawasi proyek St. Regis...untuk laporan finance-nya tolong serahkan padaku lusa, ne?"

Ckk, ck, ck

Sroott~

Baik-baik saja, tapi lihat wajah sang CEO muda ini kini memerah karena suhu yang meningkat hingga 38 Celcius. Seunghyun berjengit ketika tempelkan punggung tangannya ke dahi sang dongsaeng, panas membara. Flu Yunho cukup serius.

"Keras kepala, periksakan demammu. Jangan pikirkan soal pekerjaan. Kau memiliki kami, pabo!"

"Gomawo, hyung."

"Hm."

Lihatlah!

Park Yoochun terkekeh geli menyaksikan interaksi hyung dongsaengnya, seburuk apapun masalah di antara kedua member line82 ini tetap saja mereka saling peduli. Itu telah menjadi kebiasaan mereka bertahun-tahun bersama, tapi ketenangan itu tak berlangsung lama.

Prang…

Shit.

.

.

.

"Oppaa...!"

.

.

.

Hiks...

Hiks...Hiks...

Tangisan Ahra terdengar makin menyayat hati, ketika ujung jarinya yang tertikam pecahan kaca ditetesi antiseptic. Yunho memijiti kepalanya yang makin pusing, sembari melirik Jaejoong yang komat-kamit tak jelas di sudut sofa. Jauh di dalam hati ia bersyukur menemukan namja cantik itu dalam keadaan utuh, setelah insiden berdarah-darah di kitchen room.

"Jadi apa yang terjadi, changi? Jelaskan pada kami!" perintah Ny. Go lembut usai tuntaskan pekerjaannya, membalut robekan sepanjang 2 inchi di kulit halus putri tunggalnya yang manja.

Pik!

Pik!

Go Ahra vs Kim Jaejoong saling lempar tatapan membunuh.

"Dia sengaja melukaiku, umma!"

"Jaejoong? Ahra, jangan...!"

"Dia melukai dirinya sendiri."

"A-Apa? Dasar gila! Untuk apa aku melakukannya! O-Oppa, lihatlah kelakuan bar-barnya! Dia membenciku, bahkan berani acungkan pisau daging untuk mengancamku! Tanyakan saja kepada para pelayan, semua melihatnya tadi!"

Yunho menatap mata doe Jaejoong, mencari kebenaran dan di balas pelototan kesal.

"Kau melakukannya, Jae?"

"Tidak!"

"Bohong, lihat wajah angkuhnya itu oppa!"

"Ahra, dongsaeng-ku mengatakan tidak. Itu artinya ia tidak melukaimu, changi!"

"Jadi, maksud oppa, pecahan kaca itu jalan-jalan sendiri lalu—T-T-Tunggu! Benda apa itu yang kau pakai, Kim!" sergah Ahra shock seraya menarik benda berkilau yang terjuntai dari balik T-shirt Jaejoong. Kalung…

1

2

3 detik

Medalion Of Heart~

Tn. Jung, ny. Go, Seunghyun, Yoochun dan Ahra terbelalak tidak percaya. Sementara Yunho gemetar meraih medalion itu dari tangan yeodongsaeng Kangta. Kalung itu satu-satunya benda peninggalan mendiang istrinya yang terkunci rapi di satu rak meja kerjanya.

Kuncinya?

Shit, ia memberikan kunci ruang kerjanya pada Jaejoong hari Senin saat memintanya mengambil berkas Kitayama Company. Kalung terlarang ini, bagaimana bisa ada di leher namja cantiknya?

"Itu milikku. Kembalikan!"

"Kau mencurinya! Oppa, kau tidak boleh tinggal diam!"teriak Ahra marah.

"Itu milikku, noona!"

"Well. Aku mulai berpikir membiarkan Yunho mengadopsimu, tapi keputusanku agaknya salah!"tukas Yoochun sambil menggelengkan kepala, pasrah.

"Itu milikku, tuan Park!"

"Hitam tetaplah hitam. Sia-sia kau berkelit jika bukti ada di tangan Yunho sekarang."desis Seunghyun di iringi smirk tajam dan senyum penuh kemenangan mengawasi reaksi Jung Yunho.

"Itu milikku, tuan Choi!"

"Jung Jaejoong!"

Cukup.

Srttt

Drap...Drap…

Yunho menarik pergelangan tangan Kim Jaejoong yang menggerung kesal dengan kasar, mengabaikan kernyit kesakitan di wajah cantik itu. Ny. Go bangkit dari sofanya dengan cemas, takut hal buruk yang bisa menimpa bocah itu melihat reaksi kemarahan sang pewaris Jung.

Catat

Aksi diam seorang Jung Yunho seribu kali lebih berbahaya daripada umpatan marahnya.

U-know?

.

.

.

"Biarkan Yunho yang mengatasi anak itu agar ia sadar kesalahannya. Jangan ikut campur!"keputusan mutlak Tn. Jung terdengar bagai ultimatum kematian.

Ny. Go termenung.

Di sudut sofa Ahra tersenyum licik merayakan keberhasilannya, airmata palsu dan sandiwara kecilnya berbuah manis. Kim Jaejoong rupanya benar-benar menggali kuburannya sendiri, tanpa ia bersusah payah cari cara menyingkirkannya dari mansion Jung.

Yoochun merenungi sesuatu

Seunghyun menyesap wine di gelasnya dengan senyum puas. Step by step, selangkah lagi tujuannya tercapai dan namja cantik ini tak akan lolos dari genggamannya.

.

.

.

Yunho's room

08.00 PM

Srakk...Srakk...Srakk...

Cklak!

Blam…

Bantingan kasar pintu buat namja cantik itu berjengit kaget, tapi sedikitpun ia tak menampakkan wajah gentar. Dingin, angkuh dan sombong dengan dagu terangkat tinggi menatap mata musang itu dengan berani. Aura kemarahan Jung Yunho menguar jelas seakan membuat suhu di ruang pribadi CEO Jung ini merosot drastis, beku dan mencekam.

"Kau ingin mengatakan sesuatu, Jung Jaejoong? Permintaan maaf misalnya?"suara bass Yunho menggema, berat, datar dan mengerikan.

"Huh."

Kim Jaejoong membalas tatapan itu nyalang.

"Tidak!"

"Hanya ada kita berdua disini, aku bisa memberikan pengampunan jika kau,"desis Yunho geram, namun terpotong oleh suara lantang sang namja cantik yang kukuh dengan pendiriannya.

"Aku tidak akan pernah meminta maaf untuk kesalahan yang tidak pernah kulakukan, Yunho-ssi!"

.

.

.

"Kumohon jangan begini, Jae. Jika kau bersikeras tak mau mengakui kesalahanm t, aku tak akan punya kekuatan untuk membelamu di depan keluargaku, saeng. Artinya, aku gagal menjadi hyung yang baik karena tak mampu mendidikmu."

.

.

.

"Yunho-ssi?"

Deg...

Kalimat meremehkan itu sangat menyakitkan aniya, Kim Jaejoong seolah lemparkan bom waktu siap memulai perang terbuka dengan hyungnya. Astaga. Yunho mengusap wajahnya kasar di iringi geraman frustasi yang sepintas mirip beruang terluka.

"Bukan begitu caranya, Jae. Tundukkan wajahmu. Ucapkan maaf, saeng. Akui kesalahanmu, lalu kita perbaiki ini dari awal. Kau tidak perlu mengambil apa yang bukan hakmu. Kau boleh meminta apapun yang kau inginkan padaku, 1...100...1000 kalungpun tak masalah! Tapi tidak dengan cara kotor seperti mencuri!"

Nyut…

.

.

.

'Saiteidayo (kamu tak ada apa-apanya). Tinggal menunggu waktu yang tepat sebelum mereka jatuhkan bom dan 'BBANG'! Kau akan terlempar ke jalanan! Itu dunia line82. Pikirkan ucapanku, Kim Jaejoong. Kau tahu harus percaya pada siapa, ketika tantanganku terbukti. 200 milliar USD$, itu bisa menjamin kebebasanmu. Otak jeniusmu saat ini pasti berpikir keuntungan yang kudapatkan? Kepuasan karena berhasil membuktikan bahwa line82 tak lebih dari kumpulan pria brengsek yang mampu membeli apapun dengan uang dan kekuasaannya.'

.

.

.

"Aku. Tidak. Pernah. Melakukan. Hal. Keji. Yang. Mereka. Tuduhkan, Yunho-ssi!"

Srrtt...Srakk…

Bruakk!

Sepasang mata doe itu terbelalak ketika puluhan foto, CD, Vinyl, komik dan biodata 27 pria yang pernah menyewanya di Mirotic club terlempar dari atas meja kerja Yunho. Melayang ke wajah angkuh Jaejoong, sebelum jatuh berserak di karpet merah berhias lukisan naga.

"Kau juga akan mengatakan tidak melakukan semua itu, Jung Jaejoong?!"desis Yunho murka.

"..."

"Berubah pikiran, heum?"

"..."

"Ingin mengakui sesuatu sebelum kesabaranku mencapai batas?"

.

.

.

"Kau tidak percaya padaku, hyung. Apapun yang kukatakan, kau akan lebih percaya pada mereka bukan? Ahaha, bodoh! Barangkali aku benar-benar sudah gila saat memutuskan ikut denganmu ke Jepang. Menyerahkan hidup dan percaya sepenuhnya padamu, tapi kau tidak percaya padaku! Ya. Aku bukan siapa-siapa bagimu, aku hanya pelacur rendahan yang kau pungut dari jalanan!"

Nyut…

Ya Tuhan

Ampuni dosa-dosa anak ini, Yunho bangkit dari kursi kebesarannya. Cukup. Kesabarannya sudah over limit menghadapi sikap keras kepala Kim Jaejoong. Malam ini ingatkan Jung Yunho untuk mengajari namja cantik ini tentang sopan santun, tata krama dan budi pekerti.

"Kau dongsaengku, Jung Jaejoong. Karena itu aku bertanggung jawab mendidikmu dengan baik. Apa artinya ucapan maaf, tolong dan terima kasih! Aku akan mengajarimu sekarang. Ulurkan tanganmu!" gertak Yunho berbahaya dengan kilatan mengerikan di kedua mata musangnya yang memerah sempurna.

1

2

3 detik…

Kim Jaejoong terbelalak saat hyung kesayangannya menyambar mistar besi sepanjang 90 cm, lututnya lemas karena kedua tangannya tiba-tiba ditarik paksa agar terbuka lebar di atas meja kaca. Ingatannya seolah terlempar paksa ke masa kanak-kanak.

.

.

.

"J-J-Jangan, umma! Appo! Joongie tidak melakukannya! Joongie tidak pernah mencuri!"

.

.

.

"Ulurkan tanganmu. Aku akan mengajari tangan ini agar bersikap baik, Jung Jaejoong!"

Ppak!

Ppak!

Ppak!

Panas, perih dan dua garis merah langsung hiasi telapak tangan Kim Jaejoong yang semula putih pucat. Tak ada rintihan, erangan atau permintaan maaf seketika membuat amarah Yunho semakin meninggi dan spontan mengulangi cambukannya.

"Katakan maaf!"

"Tidak!"

.

.

Ppak!

Ppak!

Ppak!

"Katakan maaf, Jung Jaejoong!"

"Tidak!"

"Keras kepala, baik jika itu maumu. Mari kita lihat, berapa lama kau bertahan!"

.

.

Ppak!

Ppak!

Ppak!

Sakit

'Sakit sekali, hyung!'

Kim Jaejoong ingin sekali menghentikan kegilaan Yunho, berteriak dan memukuli dadanya yang seolah sesak ingin meledak menahan sakit dan perih. Namun justru suara deru nafasnya yang terdengar tersendat-sendat, menahan isakan sekuat tenaga walau bibirnya telah ia gigit agar tak mengeluarkan suara.

Ini sangat menyakitkan

Hatinya seperti di cabik-cabik hingga remuk redam.

Tes...Tes...Tes...

Butir bening itu mulai berjatuhan di pipi putih Kim Jaejoong, tapi Yunho sedikitpun tidak peduli sebelum namja cantik ini merendahkan kesombongannya dengan mengucapkan satu kata maaf. Ia harus memberi pelajaran agar dongsaengnya tak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Aigoo~

Tuan Jung, kau tak tahu esok kau akan menyesali kesalahanmu.

.

.

Ppak!

Ppak!

Ppak!

"Katakan penyesalanmu, Jung Jaejoong. Berhentilah bersikap memuakkan!"

.

.

Ppak!

"Patahkan saja,hug... tanganku!"

.

.

Ppak!

"Sampai mati pun,.. aku... tak akan mengakui kesalahan,... yang tak pernah kulakukan!"

.

.

Ppak!

"Kau...tidak...percaya padaku, hugs!"

.

.

Ppak!

"Aku...membencimu, Yunho-ssi!"

.

.

Ppak!

"Kau-bukan-hyungku! Huu...uuu...uuu...!"

.

.

PRANK!

Hu...hu...hu...

Runtuh sudah pertahanan seorang Kim Jaejoong, tangisannya pecah dengan tangan bergetar oleh luka cambukan yang merah sempurna karena bengkak. Ya Tuhan. Ingin sekali Yunho meraih tubuh ringkih yang terguncang itu ke pelukannya, lalu membisikkan kata maaf dan menenangkan. Tetapi Jung Jaejoong harus belajar dari kesalahannya aniya.

Tidak!

Tidak!

'Tidak sekarang, Yun.'

"Ucapkan penyesalanmu dan berjanjilah tidak akan pernah mengulanginya lagi, Jung Jaejoong!"

"A-a-ku...hugs, aku.."

"..."

"Aku...tidak, hugs...peduli..."

"..."

"J-j-jika...seluruh, hus...dunia...merendahkanku, hugs..."

"..."

"T-t-tapi, tapi...kau, hugs...t-t-tidak b-boleh...mengabaikanku, hugs...hyungh!"ucap namja cantik ini tersedak di antara tangisnya yang serupa bocah 10 tahun yang dihukum bumonim-nya, kondisinya sangat mengenaskan. Mata bengkak, wajah merah padam dan badan limbung menahan sakit dan perih yang kini membakar rongga dadanya.

Nyut~

Bocah bersikukuh tak mau mengakui semua perbuatannya, keras kepala.

"Kembali ke kamarmu. Renungi ucapanku! Kau baru boleh menemuiku jika sudah menyadari dimana letak kesalahanmu, Kim Jaejoong!"

.

.

.

Deg…

'Kim Jaejoong?"

.

.

.

Deg…

"Kim Jaejoong, aniya."

.

.

.

'Terima kasih telah mengingatkankan siapa aku yang sebenarnya, Yunho hyung. Hitam tetaplah hitam! Gomawo atas kebaikanmu selama ini. Sekarang aku benar-benar yakin akan keputusan yang harus kuambil! Mian telah merepotkanmu selama ini, hyungie.'

.

.

.

Blamm!

Kim Jaejoong menyeret sepasang kakinya yang seolah di bebani rantai besi, terhuyung menapaki lantai menuju kamar pribadi Yunho dengan mata kabur terbanjiri airmata yang tak mampu di hentikannya. Permainan sudah selesai.

GAME OVER

'Selamat tinggal.'

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

.

(Behind The Scene)

.

.

Puh!

Puh! Puh!

Terusss...

Jemma mengerucutkan bibir sexynya disertai pelototan sebal. Akting sih akting, tapi babeh kok sepenuh hati gebuk tangannya ne? Marah ceritanya. Hehehe, rasakan! Biar itu bibir jontor tiupin telapak tangannya yang membalur kemerahan.

"Jangan marah lagi, Boo. Puuh! Itu kan tuntutan sutradara!"

"Awas saja kalau bekasnya tak hilang dalam dua jam, kujamin juniormu karatan selama dua bulan, BearBo!"ancam umma bersungut-sungut kesal.

"BearBoo?"

"Beruang pabo."

Yoochun ikut bergabung dengan yoonjae yang mojok di sudut lapangan dengan jidat berkerut. Kenapa bumonimnya mesra-mesraan di situ sementara Junsu berlarian menenteng bola dan si tiang menghabiskan jatah makanan para kru? Busyeeett.

"Aiiih, hyung. Kukira kalian main gundu."

"Gundu jidatmu!"

"Hehehe, peace. Nanti cantiknya ilang loooo!"

"Sumpah ni ff. Kirain hidupku bakal enak terus jadi dongsaengnya Bearbo, ternyata...?"

"Hyung sih enak dapat scene penuh. Lha aku? Habis nendang bola ilang gitu aja! Kebangetan kan...?"

"Heh! Aku malah cuma promosi sepatu. Malas banget!"sambung Changmin.

"Bwahahaha"

#AuthorTertawaNista

"Lho, masih sakit hyung? Eitt, tapi part depan Jae hyung dapat 2 kali scene NC kan? Barangkali ada yang mau daftar ikutan tiup pantat dua minggu lagi...huahahaha!" tawa Changmin menggelegar tanpa sadar asap tebal membumbung dari ubun-ubun umma of DBSK.

"CHANGMINIE, TUTUP MULUTMU ATAU KUSUMPAL PAKAI PANTAT JUNSU!"

.

.

"Lagian ini author sarappp, kenapa pakai BTS(Behind The Scene). Itu kan jatahnya The Traveller Time! Awas kalau ketemu, tak pitessss!"

Mwueheheh~

Just kidding, Umma

.

.

.

.

Ada yang kangen TAT atau Nara, hehehe...

NC, NC, NC...hosh, semoga otak Nara masih waras bikin adegan Yoonjae gituan!

Tapi nunggu reviewnya nyampai 100 ne, kalau enggak lupain aja. Update abis lebaran gak pa-pa kan? Soalnya Nara mau banting stir ke The Traveller Time.

#AuthorMintaDihajar#

Lagipula aku yakin reader-ssi kan polos-polos kayak Nara jadi gak minat ama gituan, hehehe

#NaraMintaDikeroyokaMassa#

Ya udah, tinggalin pesan saja. Silahkan polling

Yang mau ngobrol via PM, Nara tunggu ne

Mmmuahh

^.^

.

.

.

See you next year

Ciuuusss

.

.

.

Big Thank To:

.

Sayuri Jung

(Gank ABCD, ups...hehehe)

Momochan

(Bukan gak suka koq, tapi JJ kan butuh proses agar di terima keluarga Jung #jangan sedih ne#)

Snowdrop1272

(Changmin kan punya author sebelah, kalau kyuhyun punya Naraaa...ehemm# plakkk—minta dihajar Sparkyu# Heheh, belum kepikiran sebenarnya...ada ide, chingu?)

Azzahra88

(Soohyun ama JJ sama sekali gak ada hubungan koq...#smirk misterius#)

Misterius

(Yunpa beloknya chap depan, udah ketahuan kan...hehehe, ini udah panjang kan! Bener gak pa-pa tanpa adegan NC...apa Nara skip aja ya!)

Rin

(Gomawo atas dukungannya, sini peluk Nara...tapi gak pa-pa koq, sungguh—beda orang beda pandangan itu biasa! Nara orangnya terbuka, hehehe...)

Youleebitha

(Mian lama menunggu jadinya, tetap semangat koq...gomawo)

Bestin84

(Lama yaaaa, 14 hari...udah usaha sebenarnya, hehehe...tapi semingguan otak Nara blank)

Hana-Kara

(Udah kejawab kan penasarannya, Nara kasih scene 7 hari penuh...Hana-ssi #A-ah, Nara pinjam nama Hanna ne untuk salah satu cast TAT#)

My Jeje

(Yihan, rrr...Cuma ngajak taruhan koq, eon! Hehehe, jangan emosi...wkkkk, manis-asem-asin-pahit udah Nara campur di part 10! Semoga gak mengecewakan)

And

To all sider and visitor

Gomawo atas kunjungannya, ne

.

.

.

BYE BYE