"Selamat, Tuan Cho. Nyonya Lee hamil dan usia kandungannya telah menginjak 5 minggu."
"Ha-hamil?"
Love Lesson (REMAKE)
Cast : Lee Sungmin (29th) , Cho Kyuhyun (19th), Jung Yunho (30th)
Disclaimer : Cerita ini murni saya ambil dari K-Movie "Love Lesson" yang disutradarai oleh Ko Kyung-a, namun disini saya hanya mengubah cast menjadi OTP kita tercinta, Kyuhyun dan Sungmin, dan sedikit tambahan ide dari saya untuk penyesuaian jalan cerita
Warning : GS! Sex Activity! Typo's! Tidak sesuai EYD!
.
.
DON'T BE SILENT READERS!
DON'T BASH! DON'T LIKE, DON'T READ!
~Happy Reading~
.
.
.
Kyuhyun kini tengah memasuki ruang inap kemudian mendekati Sungmin yang sedari tadi sudah menyadari keberadaannya. Melihat jika wajah Kyuhyun kini tengah menampakkan wajah lesu, dengan khawatir Sungmin pun menyentuh lengan pucat tersebut ketika namja itu telah berada disampignya kemudian bertanya dengan nada cemas.
"Kyu, ottae? Apa kata dokter?"
"…" Tak ada tanggapan. Kyuhyun hanya terdiam namun matanya kini beralih untuk menatap Sungmin hingga tanpa diduga namja tersebut pun beralih untuk menggenggam kedua tangan Sungmin dengan erat kemudian mengusap punggung tangan mulus itu dengan pelan. "Kyu?"
"Kau… hamil…"
Sungmin sontak saja membulatkan matanya ketika Kyuhyun mengucapkan hal yang benar-benar tidak dia duga. Bahkan matanya yang semula sayu kini telah membulat sempurna hingga tanpa sadar jantungnya kini tengah terpompa cepat. "Ne?! B-bagaimana bisa?"
"Kau lupa jika terhitung sebulan yang lalu kita melakukannya hingga tadi malam? Atau jangan-jangan kau… ani. Lupakan saja. Apa kondisimu sudah baikan?" Tak tahu apa yang namja tersebut tengah sembunyikan, dengan cepat Kyuhyun mengalihkan topic pembicaraanya kemudian memilih untuk meletakkan kedua tangan Sungmin diatas perut wanita tersebut. Tangan besarnya pun berlih untuk mengusap dahi Sungmin yang berkeringat denga lembut hingga wanita itu pun terpejam sesaat bahkan bisa saja Sungmin tertidur disaat ini juga.
"Eum. Paling tidak rasa pusingku sudah agak mendingan."
Sungmin hanya tersenyum mendengar ucapan tersebut. Tak lama ia pun memilih untuk mengehntikan usapannya kemudian menepuk pucuk kepala Sungmin secara teratur. "Istirahatlah, aku ke toilet sebentar."
"Eum." Namja itu pun berlalu pergi tanpa sadar jika Sungmin sedari tadi tengah memandangnya dengan wajah sendu.
.
Air keran didalam wasrafel itu Kyuhyun biarkan menyala padahal tangan nya pun sama sekali tak menyentuh air tersebut. Beberapa pengunjung toilet memandang namja tersebut dengan wajah bingung bahkan aneh seolah mengatakan jika 'Kenapa pemuda ini tidak menyentuh air kerannya?' atau 'Tidakkah pemuda ini tau cara memanfaatkan air dengan benar?'
Setelah sekian lama Kyuhyun menundukkan kepalanya, namja tersebut pun perlahan menadahkan kedua telapak tangannya kebawah keran kemudian membasuh wajahnya denga cepat bahkan ia kini membiarkan air terus mengalir disetiap sisi wajahnya.
Berulang kali ia mengulang cara tersebut bahkan kepalanya kini ikut ia basahi namun air itu sama sekali tak dapat mendinginkan otaknya. Mendengar dokter mengatakan jika Sungmin hamil saja sudah benar-benar membuat pikiran Kyuhyun bercabang. Urusan dengan karier dan orang tuanya saja belum selesai, tapi kenapa dia harus dihadapkan dengan persoalan yang lebih rumit seperti ini?
Sekali kali Kyuhyun hanya dapat membasuh wajahnya dengan cepat kemudian menghapusnya kasar. Ia pun hanya dapat memandangan pantulan wajahnya dicermin dengan sendu hingga sebuah gumaman putus asa keluar begitu saja dari kedua belah bibirnya.
"Aku harus bagaimana sekarang?"
.
"Sore ini kita harus bersiap-siap untuk konferensi pers. Kangin pasti akan menjemput kita setelah ini."
Sungmin dan Kyuhyun kita tengah berada di flat Sungmin setelah wanita itu memilih untuk pulang mengingat jika 3 jam lagi mereka harus mempersiapkan diri. Bahkan sebelum pulang, sempat-sempatnya Sungmin mengajak Kyuhyun untuk berbelanja pasang baju didalam sebuah Mall ternama hingga terdapat banyak tumpukan paper bag dilantai ruang tamu Sungmin.
"Tapi bagaimana dengan keadaan Noona? Tubuhmu masih lemah, lebih baik kau istirahat saja di flat. Biar aku dan Kangin Hyung yang menghadirinya."
Sungmin yang semula sibuk memilah gaun dan setelan baju yang akan ia dan Kyuhyun gunakan nanti pun kini memilih untuk memadang Kyuhyun yang berada tak jauh darinya itu tak lupa disertai dengan senyuman manis. "Gwaenchana. Aku sudah merasa baikan. Jangan mengkhawatirkan aku. Aku bisa menjaga diri dengan baik. Ara?"
Kyuhyun pun mendekati wanita tersebut kemudian memegang kedua bahu itu erat. Ia pun berusaha menyelami kedua bola mata Sungmin, berharap jika wanita itu sadar akan kegelisahannya hingga Kyuhyun pun kini hanya dapat menghela nafasnya berat. "Baiklah. Tapi jika terjadi apa-apa padamu, aku akan membatalkan konferensi pers kita saat itu juga."
"Jangan gila. Kau bisa merusak image mu dari awal jika kau benar-benar melakukan itu. Aku akan bilang jika aku butuh istirahat. Jangan terlalu berlebihan, jebal? Hm?" Sungmin kali ini memilih untuk menangkup kedua pipi Kyuhyun sambil mengusapnya perlahan. Ia hanya tak ingin Kyuhyun melakukan sesuatu yang kekanakan karena hal sekecil apapun bisa saja merusak kariernya bahkan ketika kariernya itu akan baru dimulai. "Baiklah jika begitu."
Kyuhyun yang sebenarnya berat untuk mengatakan iya itu pun akhirnya memilih untuk mengangguk walaupun pikirannya kini hanya tertuju pada satu titik yang dimana bahkan Sungmin sama sekali tidak menyadarinya.
'Aku hanya khawatir pada calon bayi pertama kita, itu saja.'
.
.
.
Konferensi Pers mereka telah berakhir 1 jam yang lalu bahkan Kyuhyun dan Sungmin tak menyangka jika prosesnya akan berlangsung cepat bahkan memuaskan seperti ini. Sungmin tidak menyangka jika Kyuhyun dapat menjawab segala pertanyaan dengan baik bahkan seperti sudah sangat terlatih hingga Sungmin tak perlu banyak membantu ketika mereka berdua dihadapkan oleh banyak pertanyaan menjebak seperti tadi.
Terhitung 3 minggu dari sekarang, Kyuhyun akan mempersiapkan comeback stage pertamanya dengan selama 3 minggu itu ia habiskan untuk menghadiri beberapa acara radio dan sebagainya. Bahkan Kyuhyun benar-benar tidak menyangka jika kariernya akan dimulai sebagai seorang penyanyi dan itu juga berkat Sungmin yang membantunya,
Karena terlalu banyak melamun, tanpa sadar Kyuhyun kini tengah mengandeng Sungmin bahkan mereka kini sudah berada didepan gedung apartemen. Setelah diantar oleh Kangin, mereka berdua malah memilih untuk turun di halte yang kebetulan dekat dengan gedung apartemen mereka karena murni Sungmin yang memintanya untuk bergandengan tangan disuasana malam seperti ini.
"Kyu, kau sedari tadi diam saja. Ada apa, eoh?" Tegur Sungmin pada akhirnya hingga namja tersebut pun tersadar bahkan kini tengah memandang Sungmin dengan wajah kikuk. "A-ani. Nan gwaenchana. Apa noona tidak lelah sedari tadi terus berjalan? Aku akan menggendongmu kalau kau mau?" Ujar Kyuhyun sambil menepuk kedua bahunya hingga berhasil membuat wanita itu terdiam sebentar.
Tawaran itu entah mengapa membuat Sungmin menjadi malu sendiri bahkan ia kini menolaknya. Jujur, sudah sangat lama bagi Sungmin untuk digendong secara Piggy back oleh ayahnya sendiri ketika ia masih sangat kecil. Namun semenjak Sungmin beranjak remaja, Ayahnya tidak pernah lagi menggendong Sungmin dan kini Kyuhyun malah memberikan penawaran yang sudah belasan tahun tak pernah lagi ia dengar.
Dengan gugup, wanita itu pun menggeleng sambil mengibaskan tangannya bahkan jika dilihat lebih jelas maka akan nampak segaris semburat merah dikedua pipinya walaupun garis itu masih kalah kontras dari wajah pucat Sungmin. "A-andwae. Tidak perlu. Aku masih kuat untuk berjalan sendiri."
"Kau yakin? Tapi wajahmu sampai sekarang masih saja pucat." Kali Kyuhyun memilih untuk mengusap pipi Sungmin kemudian perlahan merapikan anak rambut wanita itu yang nampak berantakan karena tertiup angin malam hingga Sungmin pun sempat menggigil dan Kyuhyun tentu menyadarinya.
Sambil menahan senyum, tanpa banyak bicara namja tersebut pun berjongkok tepat didepan Sungmin kemudian tangannya menepuk kembali kedua bahunya sambil mendongakkan kepalanya sedikit kearah wanita cantik tersebut. "Naiklah kepunggungku."
"Tapi-…"
"Tidak ada tapi-tapian. Aku hanya tak ingin terjadi apa-apa pada calon ibu dari anakku. Palli!"
BLUSHH!
Seketika wajah Sungmin memerah mendengar ucapan manis yang mengarah pada gombalan tersebut. Sambil menahan rasa malunya, Sungmin pun perlahan berjongkok kemudian melingkarkan kedua tangannya dileher namja tersebut dengan erat.
Merasa jika Sungmin sudah merasa nyaman dipunggungnya, namja tersebut pun mengapit kedua perpotongan paha dan betis Sungmin kemudian mengangkat tubuh yang mulai berisi itu dengan agak susah. "Yaish, aku rasa berat badanmu bertambah Noona. Sehari berapa kali makanan yang masuk kedalam mulutmu eoh?"
PLETAK!
"Ya! Kenapa malah memukul kepalaku! Sshhh!" Dengus Kyuhyun sambil menahan sakit karena sialnya tangannya pun tidak bisa mengelus kepalanya sendiri.
Namun bukannya kasihan, wanita tersebut malah memukul-mukul pelan kepala Kyuhyun tak lupa dengan petuah-petuah khas dari bibir sexynya. "Menanyakan berapa ukuran berat badan seorang wanita itu adalah hal yag paling fatal di dunia ini kau tau! Kalau kau bukan kekasihku, bisa saja rambut ikalmu ini akan ku tarik hingga botak!"
"Disaat hamil seperti ini kenapa kau jadi begitu sensitive sekali eoh? Menyebalkan sekali-…" Sempat-sempatnya Kyuhyun mencibir hingga Sungmin pun mendengarnya.
"Apa kau bilang?!" Merasa tak terima, dengan penuh tenaga wanita itu pun memberikan banyak pukulan dan jambakan dikepala Kyuhyun hingga berhasil membuat namja tersebut sontak berteriak ditengah malam seperti ini.
PLAK! PLAK! Nyutt!
"Rasakan! Rasakan!"
"Aww! Apa yang kau lakukan! Hentikan Noona! Bisa-bisa aku botak detik ini juga! YAA!"
Serangan Sungmin yang mengerikan ditambah dengan jeritan itu menjadi tontonan lucu bagi siapa saja yang melihat, terlebih dengan kesialan yang menimpa namja evil tersebut. Sibuk menahan bobot Sungmin yang lebih berat dari terakhir kali ia menggendong wanita itu, ditambah menahan nyeri akibat jambakan pada rambutnya sukses membuat Kyuhyun hanya dapat mengalah dan lebih baik mendengar Sungmin tertawa mengejek kepadanya asalkan wanita itu senang. "Ahahahah…"
Dari arah timur halaman gedung, nampak seorang pria yang ternyata sedari tadi bersembunyi didalam mobilnya bahkan di waktu seperti ini, suara Kyuhyun dan Sungmin begitu jelas terdengar oleh telinganya. Nampak jika pria itu kembali duduk seperti semula diatas Kursi kemudi namun tak lama terdengar nada tak percaya keluar begitu saja dari bibirnya. "Sungmin, hamil?"
.
.
.
"Kyu?"
"Eum? Wae?"
Dua orang itu kini tengah duduk santai disofa ruang tamu dengan kepala Kyuhyun yang saat ini tengah berbaring diatas paha Sungmin. Karena Kyuhyun banyak mengeluh pedih dibagian akar rambutnya itu sontak saja membuat Sungmin merasa kasihan hingga mau tak mau wanita tersebut kini beralih untuk mengusap kepala Kyuhyun dengan sayang.
Merasa jika ia kini tengah lapar dan bayangan buah apel merah kini tengah berputar-putar mengelilingi kepalanya, Sungmin pun berdehem pelan namun tangan lentiknya tak terlepas dari rambut Kyuhyun. "Aku ingin buah apel. Bisa kau kupaskan aku satu, jebal?"
Namja tersebut pun sontak menatap wajah Sungmin yang kini memang memandang kearahnya. Beruntung jambakan Sungmin pada rambutnya tidak berefek pusing pada kepala Kyuhyun, hingga namja itu pun merasa masih mampu untuk bangkit dari berbaringnya kemudian mengelus lengan Sungmin sambil tersenyum kearah wanita cantik tersebut. "Ara. Camkkaman, ne?"
Kyuhyun pun melangkah kearah dapur kemudian membuka lemari es dan mengeluarkan 2 buah apel merah dari dalam sana kemudian mencucinya bersih dikeran wastafel. Namja tersebut pun beralih untuk mengambil sebuah piring, garpu dan pisau dari dalam lemari kemudian kembali berjalan ke ruang tamu dan duduk disamping Sungmin.
Tak lupa namja tersebut pun menarik satu tempat sampah disamping sofa kemudian mulai mengupas apel tersebut tanpa memutus bagian kulitnya. Sungmin pun sempat tercengang dan sontak bertepuk tangan seperti anak kecil. "Wuaa… ternyata kau mahir juga mengupas apel?"
"Jangan remehkan aku Noona. Walaupun kelihatannya aku ini pemalas tapi jika masalah menggunakan pisau seperti ini, aku jagonya."
"Jinjja? Selalu saja membanggakan diri sendiri. Ck."
Kyuhyun hanya terkekeh mendengar decihan yang menurutnya lucu tersebut. Tak mau terganggu dengan protes Sungmin, Ia pun memilih untuk membelah apel itu dan memotongnya memanjang kemudian meletakkannya diatas piring. "Ini apelmu."
"Hanya ini? Kau tak mau menyuapi ku?" Lagi-lagi sikap manja Sungmin keluar hingga membuat Kyuhyun terkekeh pelan sambil mengangkat piring itu kepangkuannya. "Jadi kau minta disuapi?"
Sungmin kembali mendecih ketika mendengar ucapan Kyuhyun yang sama sekali terdengar tidak peka tersebut hingga wanita itu pun perlahan membalikkan badannya untuk membelakangi Kyuhyun. "Ck, dasar tidak romantis."
"Ara…ara. Mau disuapi pakai apa? Tangan atau…" Kyuhyun pun perlahan menggeser tubuhnya kearah Sungmin kemudian membisikkan sesuatu kebelakang telinga wanita itu tak lupa dengan hembusan nafasnya. "…-Mulut?"
Tawaran itu tentu saja sukses membuat Sungmin dengan cepat membalikkan badannya bahkan wajahnya kini berubah drastic menjadi ceria kembali. Ia pun kini berbalik mendekati Kyuhyun sambil mengetuk-ngetukkan telunjuknya keatas bibir sexy-nya tak lupa dengan gumaman yang terdengar sangat mesum ditelinga Kyuhyun. "Mulut saja. Pasti rasanya akan lebih manis."
"Yaish. Kau ini mesum sekali. Arayo."
Kyuhyun pun menggigit ujung apelnya kemudian mengarahkannya kepada Sungmin. Dengan senang hati, Sungmin pun ikut menggigit ujung yang lain dari apel tersebut kemudian mereka sama-sama menggigit habis potongan apel itu hingga bibir mereka bertemu.
CHUP~
Sambil mengunyah apel dimulut mereka masing-masing, Kyuhyun pun berusaha untuk melumat bibir Sungmin dengan lembut tak lupa dengan jarinya yang kini tengan menekan tengkuk Sungmin agar kepala mereka semakin menempel. Wanita itu tentu merasa senang-senang saja dengan ciuman yang Kyuhyun berikan hingga ciuman itu pun beralih menjadi liar bahkan namja itu sudah menindih Sungmin diatas sofa.
"Eumhh…" Lenguh Sungmin kala Kyuhyun mulai menjilat permukaan bibirnya kemudian tangannya ia gunakan untuk mengambil potongan apel lainnya diatas meja dan mengulang kegiatan mereka diawal hingga pada potongan apel yang terakhir.
Sisanya hanya terdengar lenguhan sexy dari Sungmin karena namja tersebut sudah beralih untuk memberikan hisapan pada perpotongan lehernya hingga kegiatan itu pun berakhir pada olahraga ranjang seperti biasa.
.
.
.
Kyuhyun pun keluar dari flat Sungmin saat wanita itu malah tertidur ketika mereka menyelasaikan ronde pertama. Nampak jika wajah wanita itu tengah menahan lelah hingga dengan berat hati ia pun menyelimuti Sungmin kemudian meninggalkan wanita itu untuk tidur nyenyak dikamarnya.
Namja itu pun mengunci flat Sungmin dari luar, kemudian berjalan menyusuri lorong dengan senyum yang sensantiasa menghiasi bibir tebalnya. Ia pun sesekali bersenandung ketika mengingat betapa manjanya Sungmin hari ini hingga langkahnya pun terhenti ketika mendapati Yunho kini tengah berdiri angkuh didepannya.
"Kenapa wajahmu bahagia sekali, eoh?
"Mau apa kau kesini?"
"Aku? Tidak ada. Hanya saja, kudengar-dengar Sungmin hamil. Ku ucapkan selamat untuknya."
Kyuhyun sempat tertegun kala pria itu tau saat kekasihnya kini tengah hamil, namun ia pun memilih untuk tidak ambil pusing kemudian berucap pelan sambil melanjutkan langkahnya kearah lift. "Terima kasih."
"Tapi hanya untuk Sungmin, bukan untukmu. Lagipula, janin dalam kandungannya itu juga belum tentu anakmu kan."
Kyuhyun sontak menghentikan niatnya untuk memencet tombol lift ketika ucapan kurang ajar tiba-tiba saja keluar dari bibir pria tersebut. Sambil menahan marah, ia pun segera membalikkan badannya dan kini malah mendapati Yunho yang tengah bersandar didinding tak lupa dengan tangannya yang terlipat didepan dada.
"Apa maksudmu?"
"Ck, jangan berpura-pura bodoh. Kau tak menyadari jika kehamilan Sungmin begitu cepat terjadi. Juga, kenapa kau begitu yakin sekali jika didalam rahim Sungmin tertanam bayimu? Ku harap kau tak lupa jika banyak lelaki yang pernah tidur bersama Sungmin selain kau."
DEG!
Bagaikan mendapat hantaman besar didadanya, Kyuhyun sontak terdiam ditempat karena ia baru menyadari hal yang sama sekali tak pernah terpikirkan olehnya. Bahkan Kyuhyun bisa ingat dengan jelas saat wanita itu pernah ia dapati tengah bercinta dengan Yunho beberapa waktu yang lalu hingga kini tangannya pun terkepal erat.
Dengan sekali hentakan, Kyuhyun pun mencekeram kerah baju Yunho dan menekannya pada leher pria tersebut dengan kuat hingga tubuh pria itu semakin merapat didinding. Tak lupa tatapan tajamnya ia berikan pada pria maskulin didepannya. "Jangan coba-coba menghasutku!"
"Aku punya penawaran untukmu. Tapi ini akan berlangsung lama."
"Jangan bertele-tele Yunho-sshi. Aku benci itu!"
"Tapi bisakah sebelumnya kau lepaskan tanganmu ini dari bajuku. Ini sangat mengganggu." Dengan kasar, Kyuhyun pun melepaskan cengkramannya hingga Yuho pun sempat memperbaiki letak kerahnya yang sempat kusut bahkan masih Yunho rasakan sedikit cekikan Kyuhyun pada lehernya.
"Katakan apa maumu!"
"Selama Sungmin tengah dalam masa hamilnya, ku harap kau jangan dekati dia hingga proses kelahirannya nanti. Setelah itu kita adakan uji DNA, antara bayi itu, kau, dan aku. Siapa diantara kita berdua yang DNA nya cocok, aku atau kau. Konsekuensinya siapa pun yang DNA nya tidak sama dengan bayi itu maka tanpa diminta dia harus pergi jauh dari kehidupan Sungmin."
Kyuhyun sontak mendelik mendengar keputusan sepihak Yunho bahkan itu terdengar sangat tidak masuk akal bagi Kyuhyun. "Penawaran macam apa itu? Kau kira bayi itu adalah bahan untuk kau permainkan? Aku tidak setuju."
"Hei, ini untuk kebaikan kita juga. Hanya ada 3 kemungkinan siapa ayah dari bayi itu sebenarnya. Aku, kau, atau pria lainnya. Tidak kah kau merasa terhina jika ternyata bayi yang telah lahir nanti bukan anak kandungmu sendiri?"
Yunho kali ini benar-benar berniat untuk menghasut Kyuhyun dan sangat yakin jika namja labil seperti Kyuhyun akan termakan oleh ucapannya. Dengan memamerkan seringainya, pria tersebut pun beralih untuk mendekati telinga Kyuhyun kemudian membisikkan sesuatu disana. "Pikirkan ucapanku baik-baik. Jika kau setuju denganku, ku harap kita bisa bertemu lagi setelah ini."
Setelah mengucapkan itu, Yunho pun memencet tombol lift dan memilih untuk pergi, meninggalkan Kyuhyun yang hanya dapat terdiam dengan tatapan kosong ditempatnya.
.
.
.
Kyuhyun dan Changmin kini tengah berada disebuah café yang kebetulan sedang tidak terlalu ramai pengunjung karena hari ini adalah hari kerja. Merupakan suatu keuntungan juga bagi Kyuhyun karena wajahnya tidak terlalu diekspos karena ia kini tengah memakai masker dan mengenakan jaket tebal. Changmin yang berada disampingnya tentu tidak mempermasalahkan penampilan namja tersebut karena ia pun menyadari jika sahabatnya ini sekarang adalah seorang artis yang terkenal.
Namun walaupun memakai masker, bisa Changmin lihat dengan jelas jika sahabatnya itu sedari tadi hanya melamun hingga namja tiang itu pun menepuk bahu Kyuhyun berharap agar namja itu sadar dari acara diamnya. "Hoi, kau kenapa, eoh? Ku lihat kau hanya diam sedari tadi."
"Aku tidak apa-apa."
"Jangan berbohong. Kau tau, selain Eommonim dan Sungmin-seonsaengnim, siapa lagi yang bisa mengerti dirimu selain aku? Apa ini ada hubungannya dengan Lee seonsaengnim? Coba katakan padaku."
"Tidak."
"Ayolah! Kau harus percaya pada sahabatmu sendiri. Biarkan aku mendengar keluh kesahmu, kau tau sendiri aku pintar menjaga rahasia." Desak Changmin lagi berharap jika Kyuhyun akan membongkar rahasianya hingga tak lama namja itu pun berdecak kesal dan kini lebih memilih untuk memperbaiki posisi duduknya. "Ck. Arasseo."
"Jadi?"
Nampak jika Kyuhyun menahan nafasnya sebentar namun tak lama membuangnya kasar sambil menatap Changmin dengan tatapan kosongnya. "Sungmin-Noona hamil."
"JINJJA!"
PLAK!
Kyuhyu reflek memukul kepala namja tiang tersebut karena merasa terkejut sekaligus jengkel dengan tingkah sahabatnya barusan. Bisa-bisanya namja tersbeut berteriak disaat seperti ini bahkan beberapa pengunjung kini tengah menatap aneh kearah mereka. Bahkan Kyuhyun sangat takut jika ada pengunjung yang menyadari keberadaannya hingga mau tak mau ia pun semakin mengeratkan jaket tebalnya. "Bisakah kau tidak berteriak! Semua orang jadi melihat kearah kita, kau tau!"
"Maaf maaf. Aku hanya terkejut. J-jadi? Apa yang kau katakan tadi benar? Dia-…" Anggukan pelan pun Kyuhyun berikan untuk sekedar mengiyakan ucapan namja tersebut bahkan tanpa ia sangka Changmin kini malah terlonjak senang ditempatnya.
"Woaaa… tak ku sangka jika sahabatku ini mempunyai bibit yang unggul. DAEBAAKK! Berapa kali kalian melakukannya hingga Lee seosaengnim bisa hamil secepat ini, eoh? Jangan-jangan hampir setiap waktu."
"Tebakan mu benar."
"Jeongmal?! Woaa… woaaa… DAEBAK! Tidak ku sangka. Ternyata kau hebat dalam urusan bercinta dari pada aku. Aissh, di upacara kelulusan nanti kau malah dihadiahi oleh calon bayi. Aku bahkan iri mendengarnya." Namja tiang itu pun mendongakkan kepalanya untuk sekedar membayangkan betapa bahagianya menjadi seorang ayah karena dari dulu itu adalah cita-citanya.
Melihat respon Changmin, Kyuhyun hanya dapat mendengus bahkan ia kini sibuk memijit pelipisnya. "Tapi, aku sendiri tak yakin calon bayi itu adalah hasil dari percintaan kami atau bukan."
"Ya! Kenapa malah berpikiran seperti itu, eoh? Tentu saja calon bayi itu adalah anakmu. Seharusnya kau bersyukur akan hal itu. Tak mungkin jika janin didalam rahim Lee seonsaengnim itu adalah milik orang lain kecuali…" Ucapan Changmin sontak terhenti kala sebuah spekulasi muncul didalam otaknya. Ia pun beralih untuk menatap Kyuhyun yang saat ini tengah menunduk kemudian perlahan mendekatkan tubuhnya kearah Kyuhyun dan berucap sepelan mungkin agar sahabatnya itu tidak merasa tersinggung.
"A-apa, dia pernah berhubungan intim dengan pria lain sebelum kau?" Lagi-lagi Kyuhyun mengangguk hingga rasa bersalah pun kini menyelimuti pikiran Kangin. "Mianhae. Aku tak tahu jika hubungan kalian akan serumit ini. Tapi satu hal yang perlu kau tau? Aku rasa, Lee seonsaeng adalah orang yang baik. Bahkan walaupun dia pernah melakukan nya dengan pria lain, tapi feeling ku mengatakan jika janin itu adalah calon bayimu. Percaya padaku."
"Untuk apa aku percaya padamu, bahkan kau bukan Tuhan."
Changmin ini ingin sekali rasanya menjitak kepala namja evil tersebut jika saja namja itu dalam keadaan ceria, tidak murung seperti ini. Alhasil ia hanya dapat menahan rasa kesalnya kemudian mendengus sambil menepuk bahu sahabatnya itu pelan. "Ya! Tentu saja bukan. Hanya saja aku rasa jika feeling ku kali ini benar. Ku harap kau akan percaya dengan ucapanku. Lagi pula cukup percaya dengan apa yang ku katakan tidak ada ruginya untuk mu kan?"
"Ara."
Changmin hanya tersenyum mendengar nada tak semangat yang Kyuhyun berikan. Ia rasa Kyuhyun butuh hiburan kali ini untuk menghilangkan kesedihannya. Entah mengapa berbagai macam jenis game kini tengah memenuhi otaknya. Changmin pun memilih untuk bangkit sambil menepuk-nepuk bagian celananya hingga membuat Kyuhyun pun menoleh kearahnya. "Kau sudah selesai makannya kan? Ayo kita bertanding di game center. Siapa yang menang 5 kali berturut-turut maka harus membelikan kaset game limited edition minggu depan untuk bayar taruhannya. Setuju?"
Namja tersebut pun akhirnya mengangguk hingga Changmin pun tersenyum bahkan namja itu sudah berjalan lebih dulu darinya.
"Baiklah. Pasti aku akan menang kali ini."
"Ck. Yakin sekali-… Changmin! Awas!"
BRUGGH!
Tabrakan itu pun terjadi hingga seorang wanita yang baru saja Changmin tabrak itu kini memekik sambil memegangi perutnya. "Akh!" Mendengar pekikan itu, Changmin pun segera membalikkan badannya dan terkejut saat mendapati seorang wanita hamil kini tengah memegangi perut besarnya dengan tangan lainnya yang tengah memegang pinggiran meja.
"Jeoseonghamnida Agashi, aku tidak sengaja. Jeoseonghamnida."
"A-ani, gwaenchana."
"Apa kau benar tidak apa-apa? Bahkan kau saat ini tengah mengandung." Tanya Changmin lagi sekedar ingin tau karena ia takut sekali jika benar tabrakan itu melukai wanita hamil didepannya.
"Sungguh, aku tidak apa-apa." Ujar wanita muda itu sambil mengibaskan tangannya hingga suara berat seorang namja membuat wanita itu menoleh dan mendapati sang suami tengah menatap khawatir kepadanya. "Ahra-ya, ada apa?"
"Aniya. Hanya tabrakan kecil."
"Ahra?" Gumam Changmin ketika mendengar ucapan pria asing dengan bahasa Korea yang fasih itu tengah menyebut nama seseorang yang namja tiang itu kenal. Entah mengapa pikirannya sekarang ini tertuju pada kakak perempuan Kyuhyun yang pergi meninggalkan keluarga Cho beberapa tahun yang lalu. Changmin pun dengan cepat membalikkan badannya dan terkejut kala Kyuhyun kini tengah memandang kosong wanita didepannya." Kyu, apa kau-… Kyu?"
Tanpa mendengarkan ucapan Changmin, Kyuhyun pun perlahan menurunkan masker diwajahnya kemudian berjalan kearah wanita tersebut dengan tangan yang bergetar. "Kau, Cho Ahra?"
Wanita yang semula tengah menatap suaminya itu pun sontak menoleh ketika seseorang tengah memanggilnya bahkan tak lupa untuk menyebutkan marganya.
DEG!
"K-Kyuhyun?"
BRUGGH!
Tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung saja memeluk tubuh berisi tersebut dengan sangat erat bahkan tanpa sadar jika air mata kini telah mengalir begitu saja disetiap sudut matanya. "Kenapa kau baru datang sekarang, eoh? Tak tau kah Noona jika kami sangat mengkhawatirkan Noona?"
Ahra hanya dapat terdiam namun tak lama ikut menangis bahkan ia pun ikut memeluk adiknya itu tak kalah erat bahkan tanpa menghiraukan sang suami yang memandang mereka berdua dengan alis berkerut. "Hiks. Maafkan Noona. Noona tau kalian pasti akan membenci Noona, maafkan Noona."
Dengan cepat Kyuhyun menggeleng bahkan pelukan itu kini semakin mengerat hingga kini banyak pengunjung yang menatap kearah mereka."Ani! Aku tidak pernah membenci Noona. Sungguh, aku hanya ingin Noona pulang dan kita bisa berkumpul bersama lagi, itu saja."
"Noona tidak bisa."
Kyuhyun sontak melepaskan pelukan mereka kemudian memandang Ahra dengan bola mata yang bergerak gelisah. "K-kenapa tidak bisa?"
"Bisa kita bicara di tempat lain saja? Kasihan istriku harus berdiri menahan perut besarnya dihimpit sedari tadi." Tegur seseorang dari samping Kyuhyun hingga berhasil membuat namja itu sontak menoleh. Dilihatnya seorang pria asing berkulit putih kini tengah memandangnya penuh selidik hingga mau tak mau Kyuhyun pun melepaskan pelukannya. "M-mianhae. Tapi, kau siapa?"
"Perkenalkan. Aku Mark. Suami dari istri cantikku, Cho Ahra." Ujar pria tersebut bahkan terdengar sangat menyebalkan ditelinga Kyuhyun. Ia pun balas menatap pria yang lebih tinggi dari Changmin itu kemudian merangkul bahu kakaknya dengan erat hingga wanita itu pun sontak menatap bingung kearahnya.
"Aku Cho Kyuhyun. Adik dari Noona manisku, Cho Ahra."
"Tidakkah tingkah kalian seperti anak kecil? Lihat Ahra Noona sedari tadi menahan pegal dikakinya. Cepatlah tuntun dia untuk duduk." Tegur Changmin berusaha untuk melerai 2 orang lelaki berbeda usia itu hingga mereka pun sama-sama mengangguk bahkan juga sama-sama menggandeng tangan Ahra.
"Ya! Dia Noonaku, biarkan aku yang menuntunnya." Cibir Kyuhyun kala Mark mengikuti apa yang ia lakukan namun pria itu hanya mendengus sambil mengeratkan genggamannya.
"Dia istriku, jadi aku yang mempunyai hak disini."
"Tapi sebelum jadi istrimu dia adalah milik Keluarga Cho. Tidak kah kau sadar itu, pirang?"
"Apa katamu!"
"DIAM!"
Teriakan menggelegar itu sukses membuat Kyuhyun dan Mark sama-sama melepaskan genggaman mereka bahkan semua pengunjung kini benar-benar menatap mereka bertiga dengan berbagai macam ekpresi. Untung saja disekian banyaknya pengunjung tak ada yang menyadari keberaan Kyuhyun disana karena dengan cepat namja tampan itu kembali memakai maskernya, sedangkan Mark hanya mendecih kesal kearah Changmin.
Melihat jika kedua manusia itu diam, Changmin pun tanpa permisi merangkul bahu Ahra kemudian menuntun wanita itu untuk duduk diarah kursi pojok café agar mereka tidak terlalu diekspos, meninggalkan Kyuhyun dan Mark yang sama-sama membulatkan mata mereka. "Ayo Noona, kita tinggalkan saja mereka berdua. Teriakan 2 orang itu benar-benar bisa merusak pendengaran bayi yang kau kandung."
"YAK!"
.
.
.
"Pulang lah ke rumah." Pinta Kyuhyun untuk kesekian kalinya sambil menggenggam tangan kanan Ahra sambil mendekapnya didada. Namun sang kakak masih saja menggeleng sambi membuang pandangannya kemana pun asalkan jangan melihat tatapan sedih adiknya.
"Tidak bisa Kyu."
"Wae? Apa sudah melupakan kami semua?"
"A-ani. Hanya saja. Noona takut untuk pulang." Lirih Ahra bahkan air matanya kini hampir menetes kembali. Melihat sang kakak hampir menangis, Kyuhyun pun mengelus pelan punggung tangan sang kakak hingga Mark yang duduk disebelah Ahra pun hanya dapat mendecih melihat tingkah Kyuhyun yang berlebihan ketika menatap wajah kakak nya sendiri.
"Tak ada yang perlu ditakutkan Noona. Untuk apa kau takut, kami semua menunggumu."
"Eomma. Noona takut eomma akan marah besar. Noona tidak siap untuk itu."
"Eomma tidak akan marah jika Noona pulang ke rumah dan minta maaf secara baik-baik, bukan dengan terus-terusan menghindar seperti ini."
Ahra tiba-tiba saja tersentak mendengar ucapan Kyuhyun. Ia tahu apa yang ia lakukan selama ini salah dan bodohnya ia malah baru menyadari hal itu sekarang terlebih dari sang adik yang ia tau dulunya hanya lah seorang anak lelaki yang manja. Setelah beberapa tahun tidak bertemu, ia baru menyadari jika sang adik telah banyak berubah. Kyuhyun sekarang semakin terlihat dewasa bahkan sangat tampan, sama seperti wajah ayah mereka. Suaranya pun sudah memberat, bahkan tingginya kini telah jauh melampaui dirinya.
Lantas, bagaimana kabar sang eomma yang sudah sangat lama tidak ia temui? Sungguh sebenarnya Ahra sangat menyayangi wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu. Tapi mengingat jika sang eomma selalu mengatur hidupnya, Ahra tentu saja merasa tertekan dan hanya itulah alasan mengapa Ahra tidak ingin bertemu dengan ibunya untuk saat ini. Ahra hanya perlu menenangkan diri namun ia juga tentu sadar jika apa yang ia lakukan selama ini salah, namun ia hanya belum memiliki keberanian untuk kembali menemui sang eomma tercinta.
"Lagi pula, kenapa saat pernikahan Noona, Noona tidak memberitahu kami semua tentang kabar gembira itu?" Lanjut Kyuhyun lagi sambil memandang Ahra dengan tatapa kecewa. Namun ketika menyadari ucapan Kyuhyun tidak sepenuhnya benar, wanita itu pun menggeleng kemudian balas menatap Kyuhyun dengan mata berairnya. "Ani. Noona memberi tahu Abeoji tentang pernikahan Noona bahkan Abeoji ikut hadir disana walaupun sebagai tamu."
"Abeoji datang kesana?! Kenapa dia tidak memberi tahu kami, eoh?!"
"Jangan marah pada Abeoji karena saat itu Noona lah yang meminta agar Abeoji merahasiakannya. Maafkan Noona."
Kyuhyun hanya dapat mendengus mendengar ucapan sang kakak. Ia tak menyangka jika selain sang kakak, ayah mereka juga sebenarnya ikut-ikutan menutupi kabar tersebut hingga terselip rasa kecewa didalam hati Kyuhyun.
Namun jika dipikir lagi, tak ada gunanya juga merutuki apa yang sudah terjadi. Ia hanya berpikir kali ini untuk memaafkan sang kakak karena hanya dengan cara itu Ahra akan kembali lagi ke rumah mereka. "Ara."
"Jika bukan tahu dari Abeoji, siapa yang memberi tahumu tentang pernikahan Noona?"
"Aku tau dari Sungmin Noona. Dia yang memberi tahu ku semuanya."
"Kau kenal dengan Minnie?" Tanya Ahra dengan raut terkejutnya namun Kyuhyun hanya mengangguk santai hingga suara Changmin dari arah toilet menginterupsi kegiatan mereka. "Tentu saja dia kenal. Bahkan Sungmin seonsaengnim itu adalah kekasih adik Noona."
"Kau berpacaran dengan Sungmin? Bagaimana dengan Yunho? Apa dia sudah memutuskan hubungan dengan pria itu?" Tanya Ahra lagi bahkan wanita itu tengah menatap lekat kearah Kyuhyun namun namja tersebut hanya mengangguk malas terlebih mendengar nama yang tak ingin Kyuhyun dengar malah diucapkan oleh sang kakak dengan mudah.
"Ne. Dan bisakah Noona tidak menyebutkan nama pria itu? Aku tidak suka."
"Bukan hanya kau, Noona juga sangat tidak suka dengannya. Sungguh kesialan bagi Minnie untuk memilih pria bejat itu sebagai orang yang ia cintai."
"Bejat?" Kali ini Kyuhyun yang balik bertanya karena tidak menyangka sang kakak malah menjelek-jelekkan pria tersebut didepannya.
"Tentu saja. Sebelum mengenal Sungmin, Noona lebih dulu mengenal pria bernama Jung Yunho itu karena pria itu adalah Sunbae Noona ketika di SMA. Yunho sangat terkenal dengan istilah 'Kelamin Berjalan' nya. Bahkan Noona sangat menyayangkan saat sahabat Noona sendiri mau saja terperangkap oleh pria cabul itu. Noona sangat bersyukur Minnie mendapat pengganti yang lebih baik."
"Ne, aku juga beruntung mendapatkan Sungmin-Noona."
Ahra pun tersenyum mendengar ucapan tulus dari sang adik kemudian tangan lentiknya pun mengusap kepala Kyuhyun hingga membuat Mark yang menyaksikan itu sontak saja menaikkan sudut bibirnya. Lucunya diantara 3 orang disana, tak ada satupun yang menyadari jika Pria asing itu tengah cemburu hingga Mark pun lebih memilih untuk meminum jus tomatnya dengan beringas.
"Aku akan ke flatnya hari ini bersama suami ku sebelum Mark kembali ke AS karena urusan kerja."
"Apa Noona berniat untuk menginap disana? Kenapa tidak pulang saja? Bahkan Eomma tak pernah lupa untuk membersihkan kamar Noona setiap pagi."
Ahra sempat tertegun mendengar ucapan Kyuhyun, namun tak lama wanita itu pun menggeleng kemudian memilih untuk bangkit dari duduknya, dibantu oleh Kyuhyun yang berada disampingnya tentunya."Mian. Noona hanya butuh waktu untuk menenangkan diri. Jika waktunya sudah tepat, Noona berjanji akan segera pulang."
"Janji?"
"Janji. Ja, ayo kita ke rumah Sungmin-Noona sekarang. Noona sudah mengabarinya kan?"
"Belum. Noona ingin memberikan kejutan untuknya."
"Arasseo. Changmin-ah, kau ikut dengan kami?" Tanya Kyuhyun ketika namja tiang itu selesai dengan ponsel hitam miliknya. Changmin pun menggeleng kemudian memasukkan ponsel itu kedalam saku celananya. "Ani, lebih baik aku pulang saja. Aku baru ingat jika aku ada janji dengan Minho untuk menonton pertandingan baseball malam ini. Jangan lupa sampaikan salam ku untuk Sungmin seonsaengnim, ne? Aku pergi."
"Hati-hati."
Changmin pun melambaikan tangannya dan berlalu pergi dengan Kyuhyun dan Ahra yang berjalan bersebelahan, tanpa menyadari jika Mark kini tengah mendumel ditempatnya karena harus membayar seluruh makanan yang tersedia diatas meja tadi. Parahnya tak ada satu pun dari mereka yang mau menunggu pria asing tersebut hingga Mark pun harus berjalan sendirian kearah parkiran dengan wajah masamnya.
.
.
.
"Jaga dirimu baik-baik. Sesegara mungkin aku akan menyelesaikan pekerjaanku dan kita bisa pulang." Pesan Mark ketika ia, Ahra dan Kyuhyun kini tengah berada di basemant apartemen tak lupa tangannyakini tengah mengusap pipi sang istri dengan lembut.
"Kau tak ingin bertemu dengan Minnie dulu?"
"Aku tidak punya waktu yang banyak. Setengah jam lagi pesawatku harus take off ke Jeju." Tolak Mark dengan halus hingga Ahra pun mengangguk mengerti sambil menatap sang suami dengan sayang. "Arasseo."
"Jaga istriku dengan baik selama aku tak ada." Pesan Mark pada Kyuhyun walaupun masih terdengar nada jengkel disetiap kalimatnya namun hanya ditanggapi cuek oleh adik iparnya tersebut. "Biar kau tak minta aku pun pasti akan melakukannya."
"Ck. Dasar menyebalkan. Aku pergi. Saranghae."
"Nado."
Setelah mengecup dahi Ahra dengan lembut, pria itu pun kembali masuk kedalam mobil kemudian melambaikan tangannya kearah Ahra dan Kyuhyun hingga mobil hitam itu menjauh keluar dari area basemant.
Setelah menatap kepergian mobil Mark, Kyuhyun pun memilih untuk menarik koper merah milik sang kakak dengan tangan kirinya, kemudian tangan kanannya ia rangkulkan pada bahu sang kakak sambil menuntunnya untuk masuk kedalam lift. "Ayo Noona. Ku antar ke flat Sungmin Noona."
"D-dia berada di apartemen yang sama dengan flat kita?" Tanya Ahra tidak percaya saat lift itu perlahan naik ke lantai atas hingga Kyuhyun pun mengangguk sambil memberikan senyumnya untuk sang kakak. "Eum. Dia berada dilantai 7. Jadi mudah jika Noona ingin pulang lagipula jaraknya tidak jauh kan?"
"Arasseo."
KLING!
Setelah lift itu terbuka di lantai 7, Kyuhyun pun kembali menuntun Ahra untuk menuju flat Sungmin yang bernomor 288 kemudian dengan cekatan menekan digit password flat itu hingga membuat Ahra tercengang.
"Kau tau password flat apartemen Minnie?"
"Tentu saja. Apa yang dirahasiakan oleh pasangan itu tentunya sang kekasih juga harus tahu."
KLIK!
"Kajja, masuk." Ajak Kyuhyun sambil menyuruh sang kakak untuk masuk duluan karena ia kini tengah sibuk menarik koper Ahra yang lumayan berat. Ia pun meletakkan koper tersebut kearah dekat ruang tamu kemudian pandangannya pun mengedar berharap jika dirinya akan menemukan Sungmin saat ini. "Sungmin Noona, neo eddiga?"
"Tunggu disini ne?" Ujar Kyuhyun setelah menuntun Ahra untuk duduk di sofa hingga wanita itu mengangguk. Kyuhyun pun kini memilih untuk masuk kedalam kamar Sungmin berharap jika kekasihnya itu berada disana namun kamar dengan nuansa gelap lah yang ia dapati.
"Kemana dia?" Gumam Kyuhyun kemudian berniat untuk menyalakan saklar. Namun belum sempat itu terjadi, sebuah pelukan tiba-tiba saja ia dapatkan dan hampir saja membuatnya terhuyung namun dengan sigap ia menahan berat tubuh yang menggelayutinya.
BRUGH!
CHUP!
"Hmmptth!" Jerit Kyuhyun kala tanpa aba-aba wanita itu malah melumat bibirnya penuh nafsu setelah tangan lentiknya lebih dulu menyalakan saklar. Lama wanita tersebut mengeksplor bibir tebal namja nya hingga ia pun melepas tautan tersebut kemudian memandang Kyuhyun dengan mata berbinar.
"Kyuhyunnie…" Panggil Sungmin dengan manja bahkan terlihat sangat menggemaskan dimata Kyuhyun. Tangannya pun terulur untuk mengelus pipi Sungmin kemudian mengecup pipi yang mulai berisi itu pelan sambil menatap Sungmin dengan penuh cinta.
"Ne, waeyo hm?"
"Hanya merindukanmu. Aegi juga merindukanmu, iya kan baby?" Ujar Sungmin dengan nada yang ia buat seperti anak kecil sambil memutar telapak tangannya diatas perutnya sendiri bahkan sesekali ia terkekeh geli dengan tingkahnya sendiri.
"A-aegi?" Ucapan itu sontak membuat Kyuhyun dan Sungmin sama-sama menoleh dan terkejut kala mendapati seorang wanita hamil tengah membulatkan matanya dari arah pintu kamar Sungmin.
"OMMO! AHRA-YA?!"
Menyadari jika wanita tersebut adalah sahabatnya, dengan cepat Sungmin pun memeluk Ahra kemudian melepaskan pelukannya sambil menggenggam kedua tangan sahabatnya dengan erat. "Kyyaaaa! Aku sungguh merindukanmu! Kau kemana saja, kenapa tidak mengabariku dulu?"
"Mianhae. Aku hanya ingin memberi mu kejutan. Bahkan aku membawa calon aegi dirahimku sekarang." Ujar Ahra dengan senang bahkan hampir menangis karena merasa sangat rindu pada Sungmin. 7 bulan tidak bertemu membuat banyak perubahan dari sahabatnya itu, namun dimatanya Sungmin masih saja terlihat cantik juga manis seperti biasanya.
"Jinjja? Chukkahae. Aku turut senang mendengarnya."
"Dan kau juga, hamil?" Tanya Ahra hati-hati, berharap jika apa yang curi dengar dari percakapan Sungmin dan Kyuhyun tadi tidak benar namun siapa sangka Sungmin malah mengangguk bahkan kini tangannya tengah bergelayut mesra pada lengan Kyuhyun.
"Aku? Ne. Aku juga hamil. 5 minggu, bersama Kyuhyun. Iya kan Kyuhyunnie?"
"N-ne." Jawab Kyuhyun gugup karena ia tentu sadar jika sedari tadi Ahra tengah memadang tajam kearahnya hingga entah mengapa jika dirinya akan mendapatkan masalah besar setelah ini.
"K-Kyu, kau?!"
PLETAK!
"AKH! Kenapa Noona malah memukul kepalaku, HUH?!" Jerit Kyuhyun saat Ahra benar-benar memukulnya dengan tas slempang yang selalu menemani wanita tersebut. Seakan tidak menghiraukan jeritan Kyuhyun, wanita itu pun kini malah melayangkan tatapan tajamnya bahkan saat ini ia ingin sekali mencekik sang adik jika saja tidak ada Sungmin disini.
"Kau tak sadar dengan apa yang telah kau perbuat? Sungmin hamil? 5 minggu? Dan itu anakmu?! Ige mwoya! Bahkan kau belum lulus dan belum bekerja. Mau kau beri makan apa Sungmin dan calon anak kalian nanti, huh, huh?!"
Kesal Ahra sambil terus memukuli Kyuhyun dengan tas miliknya tanpa ampun hingga Sungmin yang sedari tadi memperhatikan tingkah kakak adik tersebut hanya bisa menggeleng pusing sambil mencoba menarik Ahra agar menghentikan aksi gilanya.
"Ahra-ya, Ahra-ya, jangan terlalu banyak marah. Itu akan mengganggu kesehatanmu. Lagi pula adikmu ini sekarang adalah seorang penyanyi. Tidakkah kau menonton TV hari ini karena wajah Kyuhyun yang selalu memenuhi setiap stasiun TV. Aku yakin dia bisa menjadi suami dan ayah yang baik untuk kami." Dengan sekali tarikan, Sungmin pun malah mengapit lengan Kyuhyun agar namja itu berhenti mengelus-elus kepala nya. Mendengar ucapan serius Sungmin sontak saja membuat rasa sakit dikepala nya mereda hingga ia pun beralih untuk menatap sang kekasih dengan penuh cinta.
"Terima kasih sudah mempercayakan semuanya padaku."
"Terima kasih kembali."
"Aish, kalian hanya berpacaran tapi kenapa bisa melebihi kemesraanku dengan Mark? Jinjja!" Teriak Ahra kesal sambil membuang pandangannya.
Sungmin pun hanya terkekeh kemudian menarik Ahra untuk duduk berhadapan diatas ranjang, diikuti dengan Kyuhyun yang saat ini memilih untuk duduk manis dibelakang Sungmin.
"Itulah kami. Tapi dimana Mark sekarang? Kenapa dia tidak ikut kesini?"
"Dia ada proyek di Jeju dan memilih untuk menitipkanku di Korea daripada harus meninggalkanku sendiri di AS." Dengus Ahra sambil meletakkan tas slempangnya diatas ranjang. Mendengar kata proyek, entah mengapa Sungmin merasa penasaran sekali bahkan kini malah menaikkan kedua kakinya untuk bersila diatas ranjang.
"Proyek? Bagaimana bisa?"
"Setelah menikah, dia memutuskan untuk berhenti untuk menjadi Guru Pembimbing dan memilih untuk mengelola salah satu cabang perusahan ayahnya disana."
Sungmin pun sontak membulatkan matanya dan bertepuk tangan mendengar kemajuan dari kehidupan baru sahabatnya. "Tidak bertemu selama 7 bulan dan sekarang banyak perubahan dari kalian? Hebat sekali."
"Kau juga tak sadar dengan yang terjadi pada dirimu. Bahkan jika dilihat-lihat pipimu saat ini benar-benar berisi. Dalam sehari kau makan berapa kali, eoh?"
"Molla. Aku juga lupa." Gumam Sungmin sambil mengetuk-ngetukkan jarinya diatas bibirnya. Merasa tak mendapatkan jawaban, ia pun menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun yang saat ini tengah memainkan layar ponselnya.
"Kyu?" Panggil Sungmin berharap agar namja tersebut mendekat kearahnya. Benar saja, tanpa diperintah, Kyuhyun pun memeluk pinggang Sungmin dari belakang kemudian meletakkan kepalanya dibahu kiri Sungmin sambil menyamankan posisinya disana. "Hm?"
"Kau ingat tidak Kyu beberapa hari ini makan berapa kali?" Tanya Sungmin masih terus menatap kepala Kyuhyun ya bertopang dengan dagu dibahunya. Nampak jika namja tersebut berpikir kemudian makin mengeratkan pelukannya hingga Ahra yang melihat tingkah kedua manusia itu hanya bisa mendelik ditempatnya. "Yang ku lihat rata-rata 5 kali. Tidak tahu jika dibelakangku Noona berapa kali menyentuh makanan."
"Ya! Kenapa setiap yang ku pertanyakan kau selalu mengajak Kyuhyun untuk ikut andil eoh bahkan sampai jadwal makan pun juga. Seperti pernah tinggal se rumah saja." Cibir Ahra pada akhirnya hingga sepasang manusia yang semula sibuk berpandangan itu sontak menoleh kearahnya namun siapa sangka kini Kyuhyun tengah menyeringai senang.
"Memang iya, bahkan hampir setiap malam kami berada di ranjang yang sama."
"YA!"
.
.
.
Setelah 1 jam mereka habiskan untuk saling bertukar cerita, ya walaupun pertengkaran antara Ahra dan Kyuhyun lebih mendominasi, pada akhirnya Sungmin pun menyuruh namja tersebut untuk membeli ice cream karena entah mengapa ia ingin sekali menyantap cream manis yang beku tersebut.
"Bagaimana kehidupanmu selama disini? Apa kau masih menjadi Guru Musik?" Tanya Ahra untuk menyadarkan Sungmin dari acara melamunnya. Tak lama wanita cantik itu pun mengangguk kemudian memilih untuk memainkan bulu halus pada sebuah bantal berwarna merah jambu dipangkuannya.
"Ne. Tapi selama peluncuran lagu perdana Kyuhyun aku memilih cuti. Itu pun aku tidak tau akan kembali menjadi Guru atau tidak. Kau tau sendiri kan menjadi guru music hanya selingan dari pekerjaan tetapku?"
"Aku mengerti. Tapi, ada satu hal yang benar-benar ingin aku ketahui. Dimana kau mengenal Kyuhyun? Sangat aneh bagiku saat orang seperti mu yang ku tahu lebih menyukai pria dewasa kini malah menyukai bocah ingusan itu."
Mendengar hinaan Ahra untuk adiknya, sontak saja membuat Sungmin terkekeh geli bahkan kini menatap Ahra dengan raut pura-pura menahan kesal. "Hei, dia itu adikmu. Kenapa malah kau jelek-jelekkan didepan kekasihnya, eoh?"
"Mianhae. Aku hanya bercanda. Sungguh aku sangat bersyukur kau lebih memilih Kyuhyun sebagai kekasihmu bahkan sudah memiliki calon anak dengannya, bukan dengan Yunho."
Ucapan Ahra kali ini sontak membuat Sungmin terdiam. Tak lama wanita bergigi kelinci itu pun menundukkan kepalanya sambil mengusap perutnya yang masih terlihat rata dengan perlahan. "Semoga saja janin ini benar-benar anak Kyuhyun."
"A-apa maksudmu?" Perasaan Ahra tiba-tiba menjadi tak enak bahkan ia kini semakin mendekatkan tubuhnya kearah Sungmin.
"Sebelum melakukan dengan Kyuhyun, aku sempat berhubungan badan dengan Yunho-…"
"Kau masih saja menjalin hubungan bodoh dengan bajingan itu?!" Teriak Ahra secara tiba-tiba bahkan Sungmin sontak terkejut mendengarnya. Dengan cepat, ia pun meletakkan telunjuknya didepan bibirnya sendiri berharap agar Ahra akan lebih memperkecil volume suaranya.
"Ahra-ya, tolong pelankan suaramu. Kumohon, aku takut jika Kyuhyun tiba-tiba datang dan mendengar percakapan kita."
Nampak jika Sungmin kini tengah menatapnya dengan tatapan memohon hingga akhirnya Ahra pun luluh. Tak lama wanita itu pun mengangguk kemudian menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang. "Huhh~ baiklah. Jadi? Apa maksud ini semua?"
"Aku memang berhubungan badan dengan Yunho tapi dia selalu mengeluarkan cairannya di luar. Aku hanya takut jika cairan miliknya sempat tertanam dirahimku. Sungguh aku tak ingin itu terjadi."
"Berapa kali kau berhubungan dengan Yunho?"
"Kurasa hanya sekitar 3 kali. Tidak lebih." Pikir Sungmin sambil berusaha mengingat berapa kali pria itu berhasil memasukinnya dan Ahra hanya mengangguk. Wanita bermarga Cho itu pun kembali berpikir kemudian wajah sang adik tiba-tiba saja muncul didalam otaknya. "Bagaimana dengan Kyuhyun?"
"Kyuhyun? Aku tidak pernah menghitungnya. Sepertinya lebih dari 10 kali, itu pun ku rasa masih kurang-…"
CTAKK!
"Ya! Kenapa kau malah menjitakku?!" Jerit Sungmin saat tiba-tiba saja Ahra malah menjitak kepalanya dengan keras. Bagaimana Ahra tidak menjitak kepala itu jika sang empunya dengan santai mengucapkan hal vulgar tersebut didepannya bahkan dengan wajah yang benar-benar terlihat polos dan mesum disaat bersamaan.
"Pikirkan saja apa salahmu, eoh?! Tentu saja kemungkinan besar anak yang ada didalam rahimmu itu tertanam benih milik Kyuhyun. Aku yakin anak lelaki itu mempunyai sperma yang sehat. Buktinya, aku pun mendapatkan calon anak kami hanya dalam 1 kali percobaan. Apalagi kau yang sampai hingga 10 kali bahkan lebih. Jinjja?!" Dumel Ahra sambil memijat kepalanya karena tak habis pikir dengan pikiran Sungmin.
Namun bukannya tersinggung, wanita cantik itu lebih memilih untuk kembali mengelus perutnya dan berharap jika apa yang diakatakan Ahra itu ada bnar. "Benarkah? Semoga apa yang kau katakan ada benarnya. Aku hanya takut jika kali ini akan membuat Kyuhyun kecewa." 'Untuk kedua kalinya…' Lanjut Sungmin dalam hati.
Ahra yang menyadari raut Sungmin yang berubah drastic itu pun perlahan menggenggam tangan Sungmin yang berada disebelahnya hingga wanita itu pun memandang Ahra yang kini sudah lebih dulu memberikan senyum menenangkan kearahnya. "Semoga saja tidak. Aku tau Kyuhyun adalah namja yang kuat. Kau harus percaya padaku."
Sungmin pun hanya mengangguk pelan hingga senyum lega pun kini terukir dibibir Ahra. Tak lama Ahra pun memandang jam dinding di kamar Sungmin. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam tapi kenapa Kyuhyun belum juga kembali?
"Kenapa sampai sekarang anak itu belum kembali? Bukankah aku hanya memintanya untuk membelikan kita 3 cup ice cream, kenapa hingga sekarang dia belum muncul juga eoh?" Gumam Ahra dengan terselip nada khawatir. Sungmin pun hanya menggeleng kemudian memilih untuk bangkit dari duduknya. "Mollayo. Aku akan melihat ke luar sebentar. Kau tunggu disini, ne?" Ahra pun mengangguk kemudian memilih untuk memainkan ponsel miliknya.
Setelah memakai jaketnya, Sungmin pun berniat untuk mencari Kyuhyun sampai ke lobi saja. "Kemana dia?" Gumam Sungmin ketika ia kini memilih untuk mengedarkan pandangannya di koridor apartemen. Namun matanya tiba-tiba saja menyipit kala mendapati seorang yeoja berambut panjang kini tengah berjalan angkuh kearahnya bahkan kini tengah memandangnya tajam.
"Bukankah dia Jung Haneul? Kenapa dia ada disini?" Gumam Sungmin saat yeoja yang ia rasa bernama Haneul itu ketika yeoja itu sudah berdiri tepat didepannya.
"Apakah Anda Nona Lee Sungmin?" Tanya Haneul secara tiba-tiba bahkan kini tengah menyusuri tubuh Sungmin dari ujung kaki hingga ujung kepala. Jika dilihat-lihat, tinggi mereka berdua hampir sama. Bedanya tubuh Haneul hanya tinggi kurus dengan rambut lurus panjangnya, berbeda dengan Sungmin yang memiliki tubuh sexy walaupun dengan rambut sebahu yang kini tengah ia kuncir seadanya.
"Ne, ada apa?"
"Bisa kita bicara sebentar? Tapi tidak disini." Ajak Haneul dengan nada serius namun entah mengapa Sungmin malah mengangguk setuju.
Haneul pun menuntun Sungmin untuk berjalan kearah tangga darurat kemudian menghentikan langkahnya kala mereka berada ujung tangga antara lantai 5 dan 6.
"Nona Sungmin?" Ucap Haneul tanpa membalikkan badan. Panggilan itu sontak membuat Sungmin menghentikan langkahnya kemudian tak lama yeoja itu pun membalikkan badannya dan memandang Sungmin dengan tajam. "Jauhi Kyuhyun."
"Apa maksudmu?" Tanya Sungmin merasa tak terima dengan ancaman tersebut. Namun seolah tuli, Haneul kini malah melipat kedua tangannya didada sambil menatapnya remeh bahkan terlihat sangat menyebalkan dimata Sungmin.
"Jauhi Cho Kyuhyun. Dia adalah kekasihku. Tak seharusnya kau merampas apa yang menjadi hak ku."
"Merampas katamu?" Decih Sungmin ketika mendengar ultimatum yang Haneul berikan. Dengan seringainya, wanita itu pun perlahan mendekati Haneul hingga tubuh mereka hampir menempel tak lupa dengan tatapan yang menantang. "Katakan padaku, dari sisi mana kau berhak mengatakan aku merampas bahkan apa kau tak sadar jika Kyuhyun tak pernah menganggapmu ada, Nona Jung?"
"Dia milikku. Hak ku. Kekasihku! Aku yang lebih dulu kenal dengannya dan dia pun menjauh dariku karena wanita murahan sepertimu! Apa kau tak sadar, huh?!" Teriakan itu sontak saja membuat amarah Sungmin kian memuncak bahkan tangannya kini sudah terkepal erat.
"Wanita murahan katamu?" Sungmin pun mendorong tubuh ringkih Haneul kedinding hingga punggung yeoja itu menghantam dinding beton tersebut dengar keras bahkan terdengar ringisan sakit dari bibir tipis Haneul. Tak peduli dengan ringisan itu, Sungmin pun beralih untuk memandang yeoja itu tajam bahkan ingin sekali tangannya menampar wajah sok cantik itu dengan kasar.
"Dengar Nona Jung! Aku sama sekali tak ada waktu untuk meladeni yeoja gila sepertimu. Lebih baik kau pergi dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku dan Kyuhyun." Sungmin pun berniat untuk pergi meninggalkan Haneul, namun sebuah kalimat menyakitkan kini kembali ia layangkan untuk yeoja didepannya. "Satu lagi, Kyuhyun sama sekali tak pernah mencintaimu dan jangan sama sekali berharap padanya."
"K-kau!"
SRETTT!
Tanpa Sungmin sangka, dengan sekali hentakan Haneul pun menarik tangan Sungmin dan mendorong wanita itu hingga tubuh Sungmin limbung dan jatuh dari atas tangga. "A-apa yang kau-…AKHHH!"
"OMMO!"
Tubuh Sungmin dengan cepat menggelinding kesetiap anak tangga hingga perut bawahnya kini menghantam keras salah satu tiang penyangga hingga wanita itu pun terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan bagian selangkangannya.
BUGHH!
"NOONA!"
Dari arah tangga, nampak jika Kyuhyun tengah berlari kearah Sungmin yang saat ini tengah menahan sakit dibagian perutnya hingga namja tersebut pun dengan cepat memangku kepala Sungmin bahkan matanya kini tengah membulat sempurna.
"A-AKH! K-KYUH~ D-darah?" Lirih Sungmin kala mendapati telapak tangannya kini tengah terlumuri oleh darah segar hingga tak lama matanya pun berkunang-kunang.
"KYUH~"
.
.
.
"Aishh… Kenapa lift harus macet dalam keadaan seperti ini, eoh? Menyebalkan sekali." Dumel Kyuhyun ketika setelah 30 menit ia berhasil dievakuasi dari dari lift yang tiba-tiba macet ketika akan baru sampai dilantai 4.
Dengan jengkel, ia pun berjalan menyusuri tangga darurat walaupun wajahnya kini tampak lelah karena sedikit kekurangan oksigen. Sesekali Kyuhyun merutuki ice cream yang ia bawa ternyata memeleh dan ia yakin jika Sungmin dan Ahra pasti akan marah besar, namun langkah Kyuhyun terhenti kala mendengar ada seseorang yang tengah menyebutkan namanya dari lantai atas.
'Jauhi Cho Kyuhyun. Dia adalah kekasihku. Tak seharusnya kau merampas apa yang menjadi hak ku.'
'Merampas katamu? Katakan padaku, dari sisi mana kau berhak mengatakan aku merampas bahkan apa kau tak sadar jika Kyuhyun tak pernah menganggapmu, Nona Jung?'
"Bukankah itu suara Sungmin?" Gumam Kyuhyun ketika mengenali siapa pemilik suara tersebut. Berusaha untuk menghiraukan rasa lelahnya, dengan cepat Kyuhyun pun berlari agar segera sampai dilantai atas terlebih suara pertengkaran dua orang wanita itu semakin jelas terdengar olehnya.
'Dia milikku. Hak ku. Kekasihku! Aku yang lebih dulu kenal dengannya dan dia pun menjauh dariku karena wanita murahan sepertimu! Apa kau tak sadar, huh?!'
'Wanita murahan katamu?'
'Dengar Nona Jung! Aku sama sekali tak ada waktu untuk meladeni yeoja aneh sepertimu. Lebih baik kau pergi dan jangan pernah muncul lagi dihadapanku dan Kyuhyun. Satu lagi, Kyuhyun sama sekali tak pernah mencintaimu dan jangan sama sekali berharap padanya.'
'K-kau!' 'A-apa yang kau-…AKHHH!'
'OMMO!'
BUGHH!
"NOONA!" Teriak Kyuhyun dengan mata membulat kala Sungmin kini sudah terbaring dengan darah yang keluar begitu saja dari balik celananya.
"A-AKH! K-KYUH~ D-darah?" Lirih Sungmin kala mendapati telapak tangannya kini tengah terlumuri oleh darah segar hingga tak lama matanya pun berkunang-kunang.
"KYUH~"
BRUGHH!
Sungmin pun pingsan seketika hingga rasa panic pn kembali memenuhi otaknya. "NOONA! NOONA! PALLI IREONA! NOONA!"
Merasa jika mereka tak hanya berdua disini, Kyuhyun pun sontak mendongakkan kepalanya dan matanya tiba-tiba saja membulat kala mendapati Haneul yang kini tengah berlari dari tempatnya ketika Kyuhyun menyadari keberadaan yeoja tersebut.
"Jung Haneul?!"
.
.
.
SRETT!
PLAK!
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA SUNGMIN, HUH!" Tamparan itu Haneul terima saat dirinya ditarik sang kakak secara paksa hingga mereka kini sama-sama berada di ujung koridor yang sepi.
"O-oppa… a-aku-…"
"Siapa yang menyuruhmu untuk mendorongnya? Aku tidak meminta kau melakukan semua ini. Bukankah sudah ku katakan jika aku saja yang mengurus mereka berdua, huh!" Teriak Yunho lagi karena merasa tidak percaya dengan apa yang sang adik lakukan, terlebih Yunho melihat dengan jelas jika Haneul telah mendorong Sungmin hingga wanita itu terjatuh.
Yunho yang semula curiga saat sang adik tiba-tiba saja pergi dari rumah secara diam-diam pun membuat pria itu mengikuti Haneul dan malah mendapati sang adik yang ternyata menemui Sungmin tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
Ia hanya tak habis pikir jika Haneul akan membuat rencana seperti ini bahkan bodohnya ia malah mencelakai Sungmin.
"Aku hanya tak ingin kehilangan Kyuhyun!" Teriak Haneul tak terima dan bersikeras jika apa yang ia lakukan itu benar namun siapa sangka Yunho kini sudah marah besar kepadanya.
"Kau merusak segala! Kau merusak seluruh rencana kita!" Teriakan itu sontak membuat Haneul bungkam bahkan ia sama sekali tak berani untuk menatap sang kakak. Dengan amarah yan besar, pria itu pun berniat untuk pergi meninggalkan Haneul namun sebuah kalimat yang menyakitkan tak lupa ia berikan pada yeoja tersebut. "Jika terjadi sesuatu pada Sungmin dan janinnya, oppa tak akan pernah memaafkanmu Jung Haneul!"
Setelah mengucapkan itu, Yunho pun benar-benar pergi dari sana, meninggalkan Haneul yang hanya dapat terduduk dilantai sambil menyembunyikan wajahnya dalam tangkupan tangannya.
.
.
.
"Ku mohon bertahanlah, Noona!" Kyuhyun kini tengah menatap kaca penghalang antara koridor dan ruang UGD itu dengan wajah cemasnya. Bahkan tanpa ia sadari air mata kini sudah membasahi setiap sudut matanya karena sang kekasih kini tengah berjuang didalam sana.
Selama 1 jam, Kyuhyun pun terus melafalkan doa-doanya untuk Sungmin bahkan sang Noona yang ada di rumahnya pun hanya ia kirimi pesan agar menjaga diri di flat Sungmin dan jangan membukakan pintu untuk orang lain.
Lama Kyuhyun menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan tersebut hingga dengan cepat Kyuhyun pun mendekati pria itu yang kini tengah menatap sendu kearahnya.
"Bagaimana Dokter? Bagaimana?"
"Keadaan Nona Sungmin tidak terlalu parah, hanya terdapat lecet dibeberapa bagian siku, lengan dan kakinya, namun benturan yang cukup keras pada perut bawah Nona Sungmin membuat janin dalam rahimnya luruh dan kami tidak bisa menyelamatkannya."
DEG!
"A-apa?" Bagaikan jantungnya serasa terlepas dari tempatnya saat itu juga, Kyuhyun pun sontak terdiam bahkan jika saja tak ada dokter didepannya dengan cepat menahan tubuhnya mungkin ia akan segera merosot kelantai.
"Ku mohon Anda harus tabah. Saya sarankan lebih baik jangan tunjukkan kesedihan Anda ketika Nona Sungmin siuman nanti. Buat dia tersenyum, karena hanya itu yang bisa Anda lakukan untuk menghiburnya. Kalau begitu saya permisi." Setelah berhasil menuntun Kyuhyun untuk duduk di kursi tunggu, dokter itu pun meninggalkan Kyuhyun yang saat ini hanya dapat terdiam shock kemudian air mata itu kembali mengalir dari balik matanya bahkan dengan volume yang lebih banyak dari sebelumnya.
"Apa yang harus aku katakan pada Sungmin setelah ini?"
-to be Continued-
KikyWP16 : Menurut chingu gimana? Kyu nya juga lagi dilemma. Tapi pada akhirnya berakhir tragis kan? T,T
Danabeth : ini udah lanjut ^^
Frostbee : Ahhhahaha.. kagak kuat kalo kebanyakan. Gitu aja cukup eon biar bikin greget :D hihihi .. ne, adek kakak tapi sama2 nyebelin -,-
Shengmin137 : Hihihi.. ne eon :D Si Ming udah tua tapi kelakuannya ya masih kayak anak kecil XD ne.. hamil… tapi, nyokk! Kita timvukin si Haneul!
KyuMin Evil Aegyo : ne.. bunuh aje eon, udah gitu dia bikin Ming keguguran lagi? Huweeee T^T Ahahaha.. banyak gayanya nanti aje eon., tunggu mereka married dulu ye biar puas(?) XD wkwkwkwkwk
Harusuki Ginichi : ne, dasar si Yunho jahat, tapi rencana dia gagal XD /NariHulahula~ hihihi.. HOT pan movie nya? Iya lahhh… apalagi ampe KyuMin yang meranin. Bisa2 nanti kita mimisan satu ember XD insha Allah.. kagak berat, soalnya saya mah kagak mau ngalahin beratnya perut daddy kok XD ahahaha
nova137 : iyee.. ntu si Ming kagak jadi hamilnya T,T ne ne… mianhae, tuntunan cerita… hihihi
Suniasunkyu137 : ne ne! tapi ming gagal hamilnya? Huweee! /PelukSaeng~
ismayminniELF : iyee dung… si Kyu pan daebak! ahahahaha… makasih udah nungguin ff eonni tiap minggu, eonni selalu tersenyum kok ^^ /PelukSaeng~
abilhikmah : aamiin aamiin
PumpkinEvil137 : ne, pas hamil sifat aslinya pasti keluar XD aku usahain kok biar uri bumonim biar tetep mesra ^^
Eka yoon : Gimana ya? -a Haneul itu suka Kyuhyun, tapi Kyuhyun gak suka dia. Yunho itu sebenernya suka Sungmin tapi lebih banyak Jaim. Tapi Kyuhyun Sungmin saling mencintai. Gitu intinya XD mian kalo gk jelaskan di cerita, soalnya saya bingung mau masukin cerita mereka dibagian mana … mian :D
lee kyurah : dia gak jadi hamil T,T /GarukDinding~ Yang unggul, Kyuhyun dan bibitnya (?) pastinya XD /TOS! Ne.. makanya aku bikin cerita baru, dan insha Allah bakalan aku bikin supaya enggak gantung kok ^^
joy04 : tuntunan ceritanya chingu.. miaan XD ming, harus tersiksa dulu tapi nanti bahagia kok. Bersama akyu XD /PLAK
lee hye byung : anak? –a Kyuhyun dong. sayangnya gak jadi anak -,-
ikakyuminss : ne.. tapi Sungmin kagak jadi punya anaknya T.T
Cheonsa528 : Ahra tentu setuju dong! /TOSAhraEonni! ne… masalah akan jadi rumit makasih udah nyemangatin! XD
Guest : ne, hamil :D Mian kalo updatenya lamaaa~
Joyers : hihihi… si Haneul emang macem uler, nyok kita masukin dalam karung aja!
cho kyumin137 : gara-gara Haneul ming jadi keguguran T.T /Hiks
nanami : gwaenchana. udah bersedia review aja udah bikin saya seneng kok ^^ ne.. saya milih umur mereka jaraknya jauh soalnya dari awal kan saya ngikut cerita aslinya, makanya min dibikin jauh lebih dewasa dari kyu. gpp jarak usianya jauh, yang penting muka min nya awet muda jadi bisa nutupin usia dia kan? hihihi
yuda aidenkyu : haii haii chingu! ^^ Kyu sebenernya siapnya Cuma setengah doang, tapi ming nya juga kagak jadi hamil kan? T,T
shim hana : hihihi… ne gwaencaha. yang penting udah bersedia buat review juga gpp kok :D
ovallea : ne,, Jung evil mereka mahh -,-
misslah : udah next ^^
Park Heeni : gimana ya eon? Sebenernya sih dari awal saya sengaja bikin Min tetep manggil Kangin pake sshi karena karakter ming bakal saya buat gak bisa dengan mudah manggil orang dengan embel2 oppa terkecuali ming emang bener2 suka sama org itu. istilahnya, jaim lah … hihihi .. tapi makasih masukannya ^^
kim nophi : ne, salam kenal nophi-sshi, mesy imnida ^^ wuahaha.. mereka emang doyannya gulat-gulatan. bikin envy aja /Eh?
Annyeong haseyo, chapter.10 is update! /Gelundungan~
huwaaaaa! Jeongmal mianhae atas keterlambatan update nya tapi saya punya alasan lho untuk itu. Pertama, karena tempat saya sering banget namanya dapet giliran pemadaman listrik, otomatis baterai notebook saya yang nyebelin selalu kehabisan mulu dan hanya bisa dipake kalo pas kabelnya harus dicolokkin ke stop kontak.
Kedua, beberapa hari ini mood saya ilang, gak tau kenapa mungkin bawaan stress kali ya? Entahlah.
Dan yang ketiga, saya sekarang lagi mencoba bangun usaha rumahan dirumah. Mulai dari produksi, promosi, sampai pemasaran semuanya saya yang ngelola. Kebayang kan betapa pusingnya saya selama 1 minggu ini? T-T
Doain aja ya supaya usaha saya berhasil. Kalo mau kalian bisa kok kunjungi ig saya my3_olshop. Buat liat-liat kali aja ada yang minat T,T
Oh iya, kalo Mark itu, bayangin aja dia sifatnya kayak Heechul tapi mukanya tetep kebule-bulean gitu yak? Hihihihihi
Kayaknya cukup segitu deh cuap-cuap saya. Soalnya chap ini juga udah kepanjangan banget. 9k lebih guyysss! XD Okeh, ditunggu review dari kalian semua. Mian kalo mengecewakan. Review lagi ya? ^^
