~Kekonyolan di Hari Minggu~

By:Hikary_Cresenti

730

Disclaimer : Bleach itu punya Om tite kubo,kalau punya saya udah lama si Tosen Koid(devil mode On)

Rated :T

Warning : OOC,Typo(s), Gajeness, full of humor, awal dan ahir yang tak nyambung, dan sebagainya, yang mau kasih Flame di persilahkan.

Enjoy my Fic...

Hm... Kenapa yang ada makin gak percaya ya? Udah berhubung masih suasana tahun baru maka saya kasih contoh lagi(bukannya udah lewat?)


Flashback

Dalam rangka merayakan tahun Baru. Para MA sudah sibuk dengan mendekorasi ruangan tersebut. Yah, meskipun, dekorasinya um.. ya agak, gimana gitu ya? Maksud saya mungkin seni abstrak deh. Penasaran? Mari kita menuju ke TKP

Sepertinya Author salah, namun dengan adanya undang-undang Author pasal 2 maka Author selalu benar(Dihajar Readers). Keadaan rumah pagi ini porak-poranda. Bayangkan bagai di serang oleh Tsunami, Blizzard, Firaga dan Thundaga. Eh, kenapa jadi magic FF VIII? Ah, lanjut saja deh. Yang pasti rumah mereka sangaaaaaaaat Kacau! Apakah yang terjadi? Kemasukan malingkah? Kemasukan binatang kah? atau kedatangan Alien kah? Author tidak tau juga hehehe.

Sang pemilik rumah alias Owner yang baru saja pulang entah dari mana langsung histeris melihat rumahnya yang berantakan bagai di hajar supporter PSSI(kog makin nggak nyambung ya?)

"Lah… Rumah gue kenapa?!" kata Hisagi cengo kuadrat berpangkat kubik

"Buset! Hisagi, rumah lo kemasukan Mamooth ya?" Tanya seorang gadis aka Kuchiki Rukia

"Nggak tau deh, " kata Hisagi yang masih cengo

"Eh, Nii-san udah pulang," kata seorang pria berambut hitam dengan mata Violet,Kusaka

"Kusa, nih rumah kenapa?" Tanya Hisagi

"O ini… jadi kemarin kami mengejar tikus," kata Kusaka dengan tampang tanpa dosa

"Emang tikusnya segede apaan sih?! Sampai-sampai nih rumah kayak kapal pecah gini?!" kata Hisagi emosi

"Gede banget, Nii-san. " kata Kusaka

"Ya elo, Tikusnya!" gerutu Hisagi sambil melempar bola kasti yang di dekatnya dan tepat mengenai Kusaka

"Aduh… Ittai," gerutu Kusaka mengelus jidatnya yang benjol karena di lempar oleh bola kasti tersebut

"Hisa, aku pulang dulu ya, " kata Rukia lalu ngacir sebelum kemarahan Koibito-nya meledak

"Ada apa sih, ribut-ribut?" kata seorang pria berambut raven hitam dengan mata aqua green, Kaien

"Kai! Rumah gue lo apain?" maki Hisagi

"Ano, His kemarin ada tikus jadi kami kejar rame-rame. Seru loh," kata Kaien masih dengan tampang tidak merasa bersalah sedikitpun yang ada malah terlihat antusias

Hisagi hanya berdecak kesal dengan penjelasan dua mahluk yang nggak jelas ini tiba-tiba

"Itu Tikusnya!" kata Kaien

Hisagi menoleh dan kembali cengo melihat tikus ukuran mini, dan emosinya kembali meledak.

"Jadi hanya untung nangkap nih,tikus! Rumah gue lo hancurin!" maki Hisagi kesal

"Gila His, dia pintar loh," kata Kaien yang malah muji kepintaran tikus tersebut

"Elonya aja yang bego! Dasar! Loh, headset gue man- HWa!" sorak Hisagi saat melihat tikus tersebut bermain dengan headsetnya

"Tikus sialan!" Maki Hisagi mengambil tongkat baseball disampingnya dan mulai mengejar tikus tersebut.

"Kusa, nii-san lo mengerikan ya," kata Kaien sweatdrop

"Banget, Kai-nii," kata Kusaka

"Woi! Cecunguk! Bantuin gue napa!" maki Hisagi masih berapi-api dan sudah bernafsu untuk mencincang tikus malang tersebut

"Ha-haik.. "

Lalu mereka pun sibuk mengejar tikus kecil putih yang imut dan unyu-unyu tersebut.

Alhasil keadaan rumah jauh lebih berantakan dari sebelumnya.

"Hah… capek," kata Kusaka

"Banget, " kata Kaien ngos-ngosan

Siapa yang tidak capek jika harus mengejar tikus keliling rumah, tapi sepertinya si pemilik rumah tidak mengenal kata menyerah. Dan masih dengan semangat 45 ia terus mengejar tikus yang masih membawa Headsetnya itu.

"Kembalikan!" teriak Hisagi sambil melempar berbagai barang ke arah tikus itu, dan ia kembali kesal saat lemparannya semuanya meleset.

"Sial! Sial! Sial!" maki Hisagi yang masih mengejar tikus tersebut

Karena emosinya yang sudah di ujung tanduk, ia segera meraih Bazookanya Kusaka yang tergeletak di meja.

"Nii-san! Tunggu dulu!" sorak Kusaka saat melihat Bazookanya di bawa oleh Hisagi

"Udah tenang aja! Ntar gue balikin!" kata Hisagi lagi lalu mulai membidik tikus tersebut

"Aduh, bukan masalah itu tapi… "

"Udah tenang aja! Gue tau kog cara pakainya," kata Hisagi lagi

"Aduh! Kacau," gerutu Kusaka

"Emang kenapa?" Tanya Kaien

"Tuh, Bazooka gue rakit sendiri. Dan baru saja gue nyadar kalau-"

BLAR!DUAR!

"Kalau apa?" Tanya Kaien lagi tiba-tiba firasatnya tidak enak setelah mendengar bunyi ledakan tersebut.

"Gue.. gue kelebihan masukin bubuk mesiunya… " kata Kusaka dengan tampang horror

"Apa! Hisa!" Sorak Kaien lalu langsung keluar

"Kai-nii! Tunggu!" sorak Kusaka mengikutinya

Di halaman tergeletak sebuah headset dan juga Bazooka.

"Hisa! Pendek bener umur loe bro! Kenapa loe secepat ini koid nya? Padahal gue aja belum kawin, tega loe bro!" kata Kaien nangis gaje

"Nii-san! Elo sih, kan udah gue bilang. Mana loe belum bikin surat wasiat lagi!" kata Kusaka yang ikut nangis

"Woi! Bantuin gue turun Woi!" sorak Hisagi dari suatu tempat

"Ku-kusa… lo denger apa yang gue denger nggak?" Tanya Kaien gemetaran

"Iya, gue denger apa yang loe denger kog," kata Kuska merinding

"Woi!" sorak Hisagi lagi

"Se-se-se-SETAN!" sorak Kaien dan Kusaka lalu masuk ke rumah

"Woi! Bego! Turunin gue!" sorak Hisagi yang ternyata kesangkut di pohon cemara.

"Hadoh! Gimana cara gue turun!" maki Hisagi

"Loe ngapain His?" Tanya seekor baboon aka Renji yang lagi asik makan pisang

"Eh, elo Ren! Bantuin gue! Ambilin tangga!" sorak Hisagi

Mungkin karena ketulian atau kebegoan Renji, dengan santainya dia menjawab

" Hisa, udah turun dong, malu tuh diliatin tetangga," kata Renji

"Iye! Gue mau turun tapi nggak bisa bego!" maki Hisagi yang serasa pengen mencincang Renji menjadi baboon Sushi

"Eh?" kata Renji bingung

"Bawain Tangga bego! Atau gue jadiin Sushi juga lo!" maki Hisagi

"O… ya bentar gue beliin sushi!" kata Renji langsung pergi

"Woi! Siapa yang mau Sushi bakayarou! Turunin gue!" sorak Hisagi yang masih setia nyangkut di pohon cemara. Tiba-tiba

Prak!

"Hwa!"

Buak!

Ggio yang baru pulang entah dari mana langsung teriak histeris.

"Woi! Tolong! Hisa bunuh diri!" sorak Ggio

"Eh, apa?!" kata Kira ikutan kaget

"Hah, bunuh diri?" kata Hitsugaya cengo

"Iya, Kir cepetan lo ambil Kain putih deh," kata Ggio

"Baik!" kata Kira lalu ke dalam

Kemudian Ggio dan Hitsugaya segera menyeret Hisagi.

Sementara itu Yumichika yang lagi nonton gossip bingung melihat Kira yang sibuk bongkar-bongkar lemari.

"Eh, ada apa?" Tanya Yumichika

"Itu, si Hisagi bunuh diri," kata Kira

"Apa!" sorak Yumichika kaget

"Makanya gue cari kain putih nih, nah ini dia," kata Kira lalu ke luar

"Gue ikut. " kata Yumichika.

Di luar Ikkaku dan Iba sudah menggali kuburan untuk Hisagi.

"Ini kainnya. " kata Kira

"Hisa, lo tenang ya di alam loe. " kata Iba yang mimpin doa

Saat peti akan ditutup, Hisagi segera bangun

"Woi! Lo mau nguburin gue hidup-hidup!" sorak Hisagi

"SETAN!" sorak semuanya lalu ngacir

"Sialan!" maki Hisagi

Sementara itu Kaien dan Kusaka

"Gimana nih?" Tanya Kaien

"Nggak tau," kata Kusaka

"Kai!"

"Eh, ada apa?" Tanya Kaien bingung melihat teman-temannya yang terlihat sangat pucat

"Itu, si Hisagi dia hidup bro!" kata Yumichika

"Ya iyalah, emang dia udah koid!" kata Kaien

"Bukan gitu, tadi dia udah koid, karena bunuh diri. Lalu dia bangun lagi," kata Kira

"Eh! Yang benar?!" kata Kaien dan Kusaka kaget

"Iye!" sorak semuanya

"Syukurlah! " sorak Kaien dan Kusaka lalu berlari keluar

"Woi! Kog mereka malah senang ya?" kata Ikkaku bingung

"Nggak tau juga deh," kata Kira

Di luar

"Hisa! Aduh, syukurlah loe masih hidup bro!" sorak Kaien sambil nangis gaje dan meluk Hisagi

"Woi! Siapa yang-"

"Nii-san! Loe hidup kembali!" sorak Kusaka

"Hah?" Hisagi makin cengo mendengar kata "hidup kembali"

"Hisa! Ini sushinya! Hwa! YAOI!" sorak Renji saat melihat Kaien meluk Hisagi

"Enak aja!" sorak Kaien lalu meleapas pelukannya, dan melempar Renji dengan batu nisan

"Aduh!Eh, loe udah turun?" Tanya Renji

"Woi!baboon bego! Gue nyuruh lo ngambilin tangga! Bukan beli Sushi bego!" maki Hisagi

"Eh, sorry," kata Renji tersipu malu (lah, kenapa malah malu?!)

"Hisa, tenanglah di alam loe," kata Iba yang udah bawa buku mantera

"Kita doain ketenangan loe disana," kata Yumichika yang bawa sesajen

"Tenang aja semua kesalahan loe, kita maafin kog," kata Ggio

"Woi! Siapa yang Koid! Gue masih hidup bego!" maki Hisagi

"Enelan?" Tanya kira (sejak kapan Kira jadi gini ya?)

"Ciyus!" kata Hisagi

"Mi apa?" Tanya Yumichika

"Mi bakso, mi tek-tek, mi pangsit, aduh! Kenapa gue jadi ketularan Sule gini?" maki Hisagi frustasi

"Udahlah, mari kita damai," kata Kusaka

"Bener tuh,Bro," kata Kaien

"Damai apanya? Kan gara-gara elo gue nyangkut di atas Kusa!" maki Hisagi sambil men deathglare Kusaka

"Sabar,bro. " kata Kaien berusaha untuk menenangkan kembarannya itu

"Bra!bro!Bra!Bro! loe juga udah sampe kering leher gue teriak-teriak loe malah lari!" maki Hisagi

"Hehehe gommen," kata Kaien

Bisa dirasakan aura membunuh tingkat tinggi memenuhi mereka.

"Hwa! Behemoth ngamuk!" sorak Kaien lalu ngacir

"Tungguin kita!" sorak yang lainnya

"Woi!jangan lari!" sorak Hisagi lalu mengejar mereka semua.

End of Flash back

Sejak saat itu semuanya mulai melakukan pembersihan masal agar tidak ada tikus(lah apa hubungannya?)

Nah, masih belum percaya jugakah akan kejeniusan mereka?

See you in the next chapter!


TBC

"Ahirnya setelah ngaret yang cukup lama Fic ini kepublish juga," kata Hikary

"Thor! Kenapa gue mulu yang kesisksa?" protes Hisagi

"gimana lagi, loe kan chara Fav gue," kata Hikary

"Masa chara Fav disiksa gini?" protes Hisagi

"Ya gitu deh," kata Hikary

"Dasar, mari kita lihat ada satu review dari Haruka Sya-chan. Hahaha mampus lo thor!" kata Hisagi

"Apaan ,oh makasih udah mengritik, gommen lupa hehehe. Makasih udah mau mereview, sekali lagi, Gommennasai,*deep bow*"

"Oke still mind to review this Gaje Fic?"