Story by: insa123
Posted at AO3 and Asianfanfic
Original story –delete the () and the space– :
http (:) (/) (/) works (/) 3074849 (/) chapters (/) 6673247
Indo trans by: Pudicamosa
Don't dare to copy paste my work!
Ponsel Jimin berdering sepuluh menit kemudian. Ia bisa mendengar hela nafas beberapa orang di seberang sana begitu menjawabnya, bahkan tanpa perlu melihat penelepon pun ia tahu siapa. Ini Seokjin hyung.
"Maafkan aku Jimin, tapi kita perlu pindah ke bagian lain. Penerbangan ditunda dan pihak bandara mencarikan kita kursi di pesawat lainnya, well, untuk beberapa orang lain juga. Mereka mencarikan pesawat lain karena, kau tahu, mesin bermasalah akibat mengalami frostbite, tapi, aku tidak memberitahu Yoongi masalah ini, dia pasti akan kesal. Omong-omong, sebenarnya di mana ia sekarang ini? Aku bersumpah- dan Namjoon. Di mana Namjoon? Biarkan aku bicara dengannya."
Seokjin bicara terlalu cepat menurut Jimin; membatnya hanya menangkap beberapa kata saja dari yang diucapkan.
"Namjoon hyung… dia sedang mengambilkanku minuman. Hyung… hyung, aku… aku sudah menghabiskan makanannya, bubur buatanmu sungguh enak!"
Jimin berusaha terdengar ceria seperti hendak menyampaikan pesan penting saja. Ia dapat mendengar Seokjin yang terkekeh di sisi seberang dan Jimin pikir ia melewatkan hal tersebut tanpa sengaja. Mengapa aku sudah rindu suara tawa itu sekarang?
"Tentu saja, big baby. Terima kasih sudah mau menghabiskannya, maaf aku harus pergi sekarang. Jungkook masih memiliki hal yang perlu diselesaikan. Apa kau percaya apa yang terjadi dengan passportnya? Anak itu, dia-"
Ucapan Seokjin terpotong oleh gumaman dan suara lirih yang bisa Jimin dengar dan ia tahu mungkin Jungkook tengah mengatakan beberapa kalimat yang dianggap tak pantas dalam kamus Seokjin karena dia bisa dengan jelas menangkap kakanya mendesis dan mengomeli sang maknae karena dianggap tidak mau bersyukur.
"Jimin-ah apa kau masih di sana? Aku akan menyuruh Hoseok ke sana okay? Tuhan, bagaimana bisa Namjoon meninggalkanmu begitu saja? Dan dia menyebut dirinya leader- dan astaga di mana Yoongi? Kau belum melihat Yoongi? Karena dia sama sekali tidak menjawab panggilanku! Hmph. Aku sungguh harus pergi sekarang, jangan ragu untuk meneleponku jika sesuatu terjadi atau jika ada seseorang mencoba melakukan hal buruk, okay?"
Seokjin memutus panggilan begitu saja.
Pffts. Apa yang dimaksudnya dengan seseorang mencoba melakukan hal macam-macam, aku sudah sabuk hitam taekwondo-
Jimin menggelengkan kepalanya tidak percaya. Ia berdiri dengan mantap dan perlahan mulai bergerak, untuk mengumpulkan beberapa sampah dalam satu plastik dan berniat membuangnya ke tempat sampah yang mungkin hanya perlu beberapa langlah dari tempatnya berdiri sekarang ini tapi terasa terlalu jauh bagi Jimin untuk bahkan maju.
Setidaknya aku masih bisa berjalan- Ini hanya pergelangan kaki yang bengkak, beberapa orang bahkan kehilangan kaki mereka karena perang.
Dan Jimin bergerak maju mendekati tempat sampah, itu dekat, matanya bergerak sebentar untuk melihat jika mungkin, mungkin Namjoon hyung-nya akan datang dan berlari mendekatinya dan menopangnya karena rasa sakit itu mendadak berubah tak tertahankan sedetik kemudian. Jimin mengumpat. Seokjin hyung benar, aku harusnya mendengarkan, aku tidak mungkin bisa melawan jika ada orang asing yang melakukan sesuatu seperti menculikku, dan Jimin hampir merasa menyesal karena meyakinkan diri bahwa ia bisa melakukan ini ketika sungguh, seluruh badannya dirasa tidak menurut dan justru menyiksanya dengan rasa sakit. Dan kini mati rasa menjalar di tiap inchi tubuhnya, berdenyut. Rasanya sakit sekali.
Jimin menghirup nafasnya dalam, membuangnya pelan. Ia merasa pusing, berusaha meraih tembok untuk bersandar, namun waktu belum lama terlewat, Jimin tersentak kaget karena sepasang tangan kuat melingkar di pinggangnya, menopangnya kuat tapi sangat halus, masih menyisakan jarak antar tubuh yang membuat Jimin bisa menggeliat aman karena mendapat pertolongan dan ia mendesah lega. Dia bisa mendengar suara dengusan dari sosok di belakangnya, bersamaan dengan ia sendiri yang merasakan kehangatan yang tak asing-
"Kata siapa kau boleh bergerak seperti itu Park Jimin?"
Chapter selanjutnya mungkin bakal aku posting besok. Mungkin XD
Eh, by the way. Aku baru sadar kalo yang follow cerita ini lumayan banyak, ya. Beneran di luar dugaanku, hahaha. Aku sadar banget tulisanku belum ada apa-apanya dibanding para senior yang udah lama berkarya. Tapi tetep aja, makasih banyak buat kalian semuaaaaaaa yang ngikutin cerita ini. Love you all~
Satu lagi, perlu nggak aku kasih spoiler buat chapter yang bakal keluar selanjutnya? Misalnya, aku bakal nulis di author note kalo chapter depan itu Vmin, apa Yoonmin, apa yang lain. Atau biarin buat penasaran aja?
DAN AKU BARU LIHAT FOTO JUNGKOOK YANG DIA PAMERIN PUNGGUNG PLUS OTOT TRISEP DIA SEBELUM TRANSLATE INI DAN ASTAGAAAAAAA... Dia dengan seragam sekolah udah bikin gereget, apalagi pamer-pamer macem itu. Mana Jimin bilang "ilyeowa ilyeowa" itu bener-bener minta digigit pipinya asdfghjkl! Momen VMin yang manis gila, suap-suapan macem orang baru , aku pingin mengumpat.
