"Bagaimana mungkin kita bisa kehilangannya? Dia ada di depan kita." Kyuhyun mengacak rambutnya dengan frustrasi. Polisi sudah dihubungi dan mereka sudah memberikan keterangan. Kyuhyun juga sudah mengerahkan seluruh pegawainya untuk membantu pencarian. Mereka sudah melakukan pelacakan kepada semua teman Sungmin dan tidak ada titik terang. Lagipula Sungmin tidak punya teman, dia hanya dekat sengan Victoria dan saat ini Victoria masih belum bisa dihubungi.

Semua sudah dilakukan, tetapi Sungmin benar-benar tidak terlacak. Dia seperti lenyap di telan bumi tanpa sengaja.

Bagaimana kalau ada yang melukai Sungmin? Kyuhyun tiba-tiba merasakan ketakutan yang sangat dalam dari hatinya. Tidak! Dia tidak bisa kehilangan Sungmin. Entah kenapa di saat seperti ini, Kyuhyun baru menyadari bahwa dia.. Dia mungkin memiliki perasaan lebih pada Sungmin.

Dan sekarang dia tidak tahu nasib Sungmin seperti apa dan dimana. Apa yang dilakukan penculik itu terhadapnya? Apakah mereka menginginkan uang? Kalau memang menginginkan uang, Kyuhyun pasti akan memberikannya, berapapun itu, demi Sungmin.

Dengan cemas dia menatap ke arah pesawat telepon. Polisi tampak lalu lalang di mansion itu, menunggu. Ya, mereka menunggu telepon yang meminta tebusan. Biasanya kasus-kasus seperti ini akan disusul dengan telepon yang meminta tebusan. Tetapi mereka sudah menunggu beberapa jam. Dan telepon itu tak kunjung tiba.

Kyuhyun meringis, menahan nyeri yang tiba-tiba menyerang kepalanya. Seluruh pikiran buruk berkecamuk di benaknya. Bagaimana... Bagaimana kalau ternyata para penculik itu tidak meminta uang tebusan? Bagaimana kalau yang diinginkan oleh penculik itu hanyalah mencelakai Sungmin?

Kyuhyun tersentak ketika ada yang menepuk bahunya, dia menoleh dan mendapati Zhoumi disana, lelaki itu tampak pucat pasi dan frustrasi seperti dirinya. Kenapa Zhoumi juga tampak begitu cemas? Apakah apakah Zhoumi juga mempunyai perasaan lebih pada Sungmin?

"Victoria sudah bisa dihubungi."

Kata-kata Zhoumi itu membuat Kyuhyun lupa dengan kecurigaannya pada Zhoumi, dia langsung berdiri, mendekati Zhoumi yang memasang loudspeaker pada ponselnya.

"Halo?" suara Victoria tampak menyahut di seberang sana

"Victoria, ini Zhoumi. Apa mungkin Sungmin datang padamu atau menghubungimu?"

Suara Victoria tampak bingung. "Tidak. Kami tidak bertemu hari ini. Bukankah Sungmin sedang pergi ke taman hiburan bersama Kyuhyun?"

"Dia hilang, Vict, sepertinya dia diculik."

"Apa?" Victoria tampak terperanjat. "Bagaimana mungkin? Kenapa itu bisa terjadi?" Victoria hampir berteriak. "Tadi pagi aku baru saja bercakap-cakap dengannya di telepon!"

"Dia diculik di kamar mandi, kami lengah dan sepertinya penculik itu menyergapnya di kamar mandi." Zhoumi menjelaskan dengan gelisah. "Saat ini kami semua sedang berkumpul di rumah Kyuhyun, bersama para polisi, kami menantikan kalau-kalau ada telepon meminta tebusan."

"Oh Astaga. Aku akan bergegas kesana." Victoria berseru dengan nada panik, lalu menutup teleponnya.

-oOo-

Victoria datang dengan segera. Perempuan itu tampak panik. Kyuhyun yang pertama kali melihatnya dan mengdikkan bahunya kepada Zhoumi.

"Kenapa dia ada di sini?"

Zhoumi melirik dari jendela ke arah Victoria yang baru turun dari mobil dan melangkah menaiki tangga mansion. "Tadi aku meneleponnya untuk mengetahui dimana Sungmin berada. Dia tidak tahu dan mencemaskan kondisi Sungmin, jadi dia ke sini untuk ikut menunggu perkembangan dari kepolisian."

Kyuhyun menatap Victoria yang baru memasuki ruangan. Hujan rintik-rintik di luar dan membuat rambutnya yang berkilauan basah oleh air bagaikan berlian-berlian yang menghiasinya. Victoria tampak cantik, dan dia juga baik kepada Sungmin.

Sebelumnya Kyuhyun sempat berprasangka buruk pada Victoria, mengira perempuan itu mempunyai rahasia terselubung dengan mendekati Sungmin apalagi mengingat sejarah masa lalu dia dan Victoria dan segala hal tentang pembatalan perjodohan itu. Tetapi semakin lama Victoria tampak semakin akrab dengan Sungmin dan mereka tampak baik-baik saja. Hingga Kyuhyun berkesimpulan bahwa mungkin Victoria bahkan tidak tahu bahwa dia sempat dijodohkan dengan Kyuhyun dan kemudian dibatalkan oleh Appa Kyuhyun. Mungkin Victoria memang benar-benar tulus berteman dengan Sungmin.

Victoria mendekati Kyuhyun, tampak panik. "Bagaimana ? apa sudah ada kabar?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, lalu mempersilahkan Victoria duduk. "Belum ada kabar. Kami semua menunggu kalau-kalau ada telepon dari penculik itu meminta uang tebusan." Kyuhyun tersenyum pada Victoria. "Terimakasih sudah datang, Vict."

Victoria tersenyum lembut kepada Kyuhyun. "Sungmin adalah temanku, aku sangat mencemaskannya."

Suasana kemudian penuh kegelisahan. Polisi sudah menelusuri kepada para saksi mata di taman hiburan. Tetapi penculik ini sepertinya profesional dan berhasil untuk tidak meninggalkan jejak apapun. Tidak ada sidik jari, tidak ada saksi mata, semuanya nihil.

Kyuhyun sudah menelepon Ummanya yang sedang berada di luar negeri, dan sang Umma mengatakan akan segera pulang. Sungmin adalah anggota keluarga, dan keluarga Cho akan berusaha sebaik mungkin demi Sungmin.

Dada Kyuhyun terasa sesak dan pedih. Rasanya waktu seperti berjalan begitu lambat dan menyiksanya. Hanya duduk di sini menanti dan tak berdaya rasanya sungguh-sungguh menyakitkan. Sungmin mungkin saja sudah terluka di luar sana.

Kenapa penculik itu tidak menelepon?

Kyuhyun mengacak rambutnya frustrasi, menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Saat itulah ada tangan lembut yang meremas pundaknya, membuat Kyuhyun menoleh. Victoria sudah pindah ke sofa di sebelahnya, meremas pundaknya lembut dengan senyum penuh dukungan.

"Aku tahu kita semua cemas. Tetapi kita harus kuat dan percaya bahwa Sungmin akan baik-baik saja. Jangan memikirkan hal-hal yang buruk dulu. Kita berdoa sambil menunggu." bisiknya penuh pengertian.

Kyuhyun tersenyum muram dan menganggukkan kepalanya. "Terimakasih, Vict."

-oOo-

Zhoumi memilih menyendiri di sudut yang lain. Dia luar biasa panik, tetapi berhasil menyembunyikannya di balik sikap tenang dan topeng datarnya.

Sungmin, adiknya, dia baru menemukannya dan sekarang penculik kurang ajar itu malah merenggut Sungmin dari sisinya. Zhoumi bersumpah, kalau dia bisa menemukan penculik itu dia akan menghajarnya habis-habisan.

Tetapi dimana? Zhoumi mengernyitkan dahinya. Sebenarnya dia sudah mempunyai firasat. Ketika dulu dia diam-diam mengamati Sungmin, dia selalu melihat ada mobil yang mengawasi dari kejauhan, semula dia berpikir bahwa itu adalah pengawal dari keluarga Cho yang mengawasi diam-diam. Tetapi lama kelamaan dia curiga. Karena itulah waktu itu dia selalu mengawal Sungmin sepulang dari kuliah dan menjaganya. Sayangnya ketika dia berusaha mengawasi dan melacak mobil misterius itu, dia kehilangan jejak. Lalu Sungmin sudah diantar jemput oleh supir pribadi keluarga Cho sehingga Zhoumi lengah.

Dan dia kehilangan Sungmin.

Zhoumi menghela napas panjang, dia tidak bisa berdiam diri terus di sini. Dia bisa gila. Dia harus melakukan sesuatu. Paling tidak dia tidak hanya duduk seperti orang bodoh dan menyerah kepada nasib.

-oOo-

Victoria tersenyum dalam hatinya sambil mengamati Kyuhyun yang ada di dekatnya. Dia bisa memasuki mansion keluarga Cho, dan Kyuhyun telah menerimanya dengan baik. Dulu dia selalu merasakan kecurigaan Kyuhyun padanya, tetapi sepertinya sekarang kecurigaan itu sudah pudar, dan Victoria akan lebih leluasa tanpa pengawasan dari Kyuhyun. Victoria menahan seringai mengerikan yang muncul di mulutnya. Sekarang rencananya akan berjalan mulus.

Tetapi dia dulu harus mengatasi masalah ini. Hilangnya Sungmin harus diselesaikan dulu. Kalau tidak semuanya akan hancur dan rencanya yang disusunnya rapi akan berantakan.

-oOo-

Sungmin membuka matanya. Kepalanya terasa pusing dan berat, dan matanya terasa silau ketika langsung menatap cahaya lampu yang menerpa matanya, di atas ranjang.

Dia ada dimana?

Sungmin berusaha menormalkan pandangannya yang remang-remang, Dan juga berusaha mengumpulkan kembali ingatannya. Kepalanya terasa berat sehingga pada awalnya dia agak kesulitan tetapi kemudian samar-samar dia menemukan gambaran itu di kepalanya.

Taman hiburan... Kamar mandi... Perempuan dengan baju yang terlalu rapi... Lalu... Oh Astaga!

Sungmin terperanjat dan langsung duduk. Dia berada di kamar yang tidak dikenalinya. Dimana dia? Matanya berputar dan langsung bertatapan dengan mata perempuan itu, yang duduk di kursi tak jauh dari ranjang. Perempuan itu masih memakai pakaian rapi yang sama, Sungmin baru sadar kalau pakaiannya mirip jas laki-laki, perempuan itu berdandan seperti pengawal pribadi atau bodyguard.

"Well, akhirnya kau bangun juga." Seringai yang tidak menyenangkan muncul di bibir perempuan itu. "Saatnya untuk reuni."

Lalu tanpa berkata-kata perempuan itu melangkah berdiri meninggalkan Sungmin. Ketika dia datang lagi, dia tidak sendrian tetapi bersama seseorang.

Sungmin menatap orang itu dengan tatapan bingung dan ketakutan. Menyadari bahwa dia disekap di sebuah ruangan asing oleh orang-orang yang tak dikenalnya. Menyadari bahwa dia mengalami apa yang dibicarakan semuanya, dia diculik!

Orang yang masuk bersama perempuan berbaju pengawal itu menatap Sungmin dan tersenyum manis, mengamati Sungmin dari atas ke bawah.

"Hallo Sungmin." Bisiknya lembut. "Sudah lama aku menunggu pertemuan ini."

-oOo-

Zhoumi akhirnya berdiri dengan kesal dari kursi itu, dia sudah tidak tahan lagi. Dia harus berbuat sesuatu atau detik demi detik itu akan menghancurkan kewarasannya dan membuatnya menjadi benar-benar gila.

Ketika dia berjalan dengan langkah cepat ke pintu, Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya, menahan langkahnya. "Mau kemana Zhoumi?"

Kyuhyun sudah merasakan hal yang aneh dari tingkah laku Zhoumi, lelaki itu tampak kalut luar biasa, seakan hilangnya Sungmin sangat memperngaruhinya, tetapi kenapa? Bukankah Zhoumi dan Sungmin tidak dekat?

Kecurigaan Kyuhyun muncul lagi, curiga bahwa Zhoumi jangan-jangan menyimpan perasaan lebih pada Sungmin.

"Mau kemana?" Kyuhyun menyipitkan matanya, mengamati Zhoumi dengan seksama.

Zhoumi tampak gelisah. "Aku butuh berjalan-jalan sebentar."

Kyuhyun masih mengamati Zhoumi dengan dingin. "Kalau aku yang mencemaskan Sungmin itu wajar, karena dia sudah bagaikan anggota keluarga kami. Tetapi kau? Kau tampak begitu kalut Zhoumi, Apa kau menyimpan perasaan lebih pada Sungmin?"

"Seharusnya kita tidak perlu membahas itu." Zhoumi mendesis. Membuat Kyuhyun semakin yakin, rasa cemburu merayapinya. Berani-beraninya Zhoumi menyimpan perasaan pada Sungmin? Setelah Kyuhyun memperingatkan Zhoumi agar menjauhinya? Zhoumi adalah penghancur hati perempuan, dan Kyuhyun tidak mau Sungmin menjadi korbannya.

"Kalau aku berhasil menemui Sungmin nanti, aku tidak akan mengizinkan kau mendekatinya lagi."

Detik itu juga sebuah tinju melayang ke rahang Kyuhyun, tidak terduga hingga Kyuhyun tersentak mundur beberapa langkah. Dia menatap Zhoumi dengan matah, hendak menyerang, tetapi Victoria berlari dengan panik dan memegangi Kyuhyun, mencegah Kyuhyun balas memukul.

"Sudah hentikan! Aku tahu kalian panik dan bingung tetapi kalian harus bisa menjaga emosi kalian!" Victoria berteriak, memegangi Kyuhyun kuat-kuat.

Kyuhyun bisa saja menyingkirkan Victoria dan menyerang Zhoumi, tetapi kemudian dia mengurungkan niatnya. Dia memang marah Zhoumi memukulnya tanpa sebab, tetapi Victoria benar, dia harus tenang karena saat ini mereka harus memprioritaskan Sungmin.

"Aku tidak tahu kenapa kau memukulku." Kyuhyun bergumam dingin. "Tetapi bagiku itu adalah pernyataan darimu. Mulai sekarang kau keluar dari kehidupanku dan Sungmin. Kita tidak berteman lagi."

Zhoumi malah terkekeh, membuat Kyuhyun mengernyitkan keningnya. "Menjauh dari Sungmin katamu? Siapa kau sehingga berhak membuat keputusan itu? Kau bukan kakaknya." Nafas Zhoumi sedikit terengah ketika mengungkapkan kebenaran itu. "Aku kakak Sungmin. Kakak kandungnya. Dulu gara-gara kau, keluarga kami tercerai berai. Dan sekarang hampir terjadi lagi. Aku bersumpah, Kyuhyun. Kalau Sungmin kembali, kau yang keluar dari kehidupan kami."

Kyuhyun terperangah, terkejut atas info yang sama sekali tidak disangkanya itu. Dia menatap Zhoumi dengan terkejut, berusaha mencari kebenaran di mata itu, dan menemukan sinar tegas di sana.

Kyuhyun baru akan bersuara ketika langkah-langkah panik mendekatinya, dia menoleh dan mendapati polisi yang menunggu di telepon mendatanginya.

"Tuan Kyuhyun! Penculik nona Sungmin menelepon, dia ingin berbicara langsung dengan anda!"

-oOo-

Perempuan cantik itu menutup telepon dan tersenyum dengan licik pada pengawal perempuannya. Dia memang benar. Sungmin akan menjadi ladang yang subur untuk menghasilkan panen kekayaan baginya.

Dia minta dua milyar, dan tuan muda sombong di seberang sana langsung menyetujuinya tanpa membantah. Mungkin Sungmin memang mempunyai bakat menarik lelaki-lelaki kaya, sehingga Kyuhyun yang terkenal sangat sombong itu begitu panik dan seakan bersedia melakukan apa saja agar Sungmin dikembalikan. Hal itu mengingatkan dirinya pada masa-masa jayanya dulu, di waktu mudanya dimana semua lelaki kaya bertekuk lutur dikakinya, bersedia memberikan segalanya untuknya.

Dua milyar mungkin tidak berarti bagi keluarga Cho yang kaya raya itu. Pikiran tamaknya mengembara. Mungkin dia bisa menahan Sungmin sementara, demi untuk mendapatkan penawaran yang lebih tinggi.

Senyumnya makin melebar ketika menatap Sungmin yang sekarang sebelah lengannya diborgol di ranjang. Anak ini benar-benar akan menjadi ladang emasnya. Dia akan amat sangat kaya dan mendapatkan harta yang banyak.

Selama ini dia melupakan anak ini, anak kurus yang dibawa pergi suaminya ketika mereka berpisah. Dia menjalani kehidupan di luar negeri, berfoya-foya dengan kekayaannya hasil menjual Zhoumi dan melewatkan hidupnya dengan bersenang-senang, mengeruk harta dari lelaki-lelaki kaya yang berlomba-lomba untuk menjadi kekasihnya. Tetapi lama kelamaan, gaya hidupnya membuat bisnis yang dibangunnya di sana bangkrut, usianya semakin menua sehingga tidak mampu lagi menarik hati lelaki, dan dia terpaksa kembali ke negara ini dalam kondisi pailit.

Lalu secara tidak sengaja dia menemukan halaman artikel tentang Sungmin, yang langsung dikenalinya. Sungmin sudah begitu beruntung sudah menjadi bagian dari keluarga Cho yang sangat kaya. Apalagi dari pengawasannya hubungan Sungmin dengan keluarga Cho, terutama dengan Kyuhyun, anak tunggal keluarga Cho, sangat baik. Otaknya langsung berpikir cepat. Sungmin bisa membantunya mendapatkan kekayaan kembali. Dia menjalankan rencananya dengan hati-hati, meski pada awalnya sempat terhalang oleh Zhoumi, anak lelakinya yang ternyata diam-diam menjaga Sungmin.

Zhoumi menjadi nalternatif keduanya setelah Sungmin, kalau dia tidak berhasil dengan Sungmin dia sudah berniat menghubungi Zhoumi dan meminta uang, toh Zhoumi diadopsi keluarga kaya dan bisa hidup mapan juga berkat jasa-jasanya. Zhoumi seharusnya rela memberinya uang untuk membalas budi.

Dan ternyata rencananya berhasil. Kyuhyun akan memberinya uang. Uang yang banyak, cukup untuk berfoya-foya sebelum dia meminta lagi dan lagi.

percuma dia dulu melahirkan Sungmin ternyata.

...

...

...

TBC

Nah, udah tau, kan, siapa penculiknya?

well, sebenarnya kemarin update, file sudah siap. Tapi karna rapot sisipan dan nilai PKn yg sedikit memalukan, jadi dapet khotbah seharian full-_,- #curcol.

Untuk yg bertanya ff ini sampai chap berapa, mungkin 13 atau 14, ya.

last, review, please.