Chapter 9
Bel masuk sekolah baru saja berbunyi yang mengakibatkan lorong sekolah dari lantai 2 sampai 3 mendadak sepi. Terlihat kepala sekolah yang sedang berjalan di lorong lantai 2 menuju kelas X-2. Dibelakang kepala sekolah terdpat seorang yeoja tinggi berambut panjang yang diikat setengah, berjalan mengikuti.
Kepala sekolah hanya menggelengankan kepalanya saat mendengar keberisikan kelas X-2. Sedangkan yeoja tinggi bermata panda itu masih mengikuti kepala sekolah dengan dahinya yang menyirit bingung. Yeoja bermata panda itu baru tahu kalau ada kelas yang sangat berisik padahal sudah lewat bel masuk sekolah. dan parahnya itu terdengar sampai lorong lantai 2. Semoga dia tidak berada di kelas itu. Bisa-bisa nilainya bisa menurun drastis.
"Kau akan terbiasa dengan keadaan seperti itu nanti." Ucap kepala sekolah yang mendapat anggukan kepala dari gadis itu. Kepala sekolah sudah memaklumi kelakuan semua siswa kelas X-2, yang merupakan kelas terberisik di sekolah ini. bahkan sekarang terdengar teriakan Kyungsoo dan suara ketawanya Kai. Ditambah suara berisik dari siswa lain.
Yoeja itu menatap horror kelas X-2 yang seperti kapal pecah, dari luar. Pesawat-pesawatan kertas terbang mengelilingi kelas. Bahkan ada yang sampai terbang keluar kelas. Seorang namja berwajah bodoh sedang bertingkah abstrak di atas meja. Entahlah yeoja bermata panda itu tidak tahu apa yang sedang namja itu lakukan. Entah sedang melakukan gerakan dance, atau sedang menjadi cheerleader yang menyemangati seorang yeoja bermata bulat yang sedang menjambak namja berkulit tan di belakang kelas. Di antara mereka berdua terdapat seorang namja berkulit pucat berusaha melerai kedua orang itu.
"Hentikan!" seru kepala sekolah yang sekarang sudah berdiri di depan kelas. Seketika kelas menjadi hening. Si namja berwajah bodoh sudah turun dari meja dan sekarang sudah duduk manis dibangkunya. Yeoja bermata bulat itu juga sudah menghentikan acara menjambak rambut namja tan itu. "Kai, Kyungsoo, Sehun, duduk lah!" ketiga orang itu langsung duduk di bangku mereka masing-masing. Walaupun masih terlihat wajah yeoja bermata bulat itu kesal.
Setelah ketiga orang itu duduk, yeoja bermata panda itu berjalan perlahan memasuki kelas dan berdiri di samping kepala sekolah. membuat beberapa siswa menatap yeoja itu bingung. "Kita kedatangan teman baru dari Cina." Seru kepala sekolah yang membuat yeoja bermata pada itu menatap seluruh kelas X-2. "Silahkan perkenalkan namamu,"
Yeoja bermata panda itu tersenyum manis. "Annyeong, Huang Zi Tao imnida. Bhanggapseumnida." Ucap yeoja bermata panda yang memiliki nama panggilan Tao, memperkenalkan dirinya. Beberapa siswa tampak tertawa pelan ketika mendengar logat Cina Tao yang menurut mereka lucu. Bahkan Kai tertawa sambil memegangi perutnya. Tao hanya menunduk setelah melihat Kai yang berusaha menghentikan tawanya dengan tangan yang masih memegangi perutnya. Tao juga melihat Sehun yang tersenyum miring.
"Tao baru beberapa beberapa hari di Seoul. Sebelumnya dia tinggal di Cina bersama kedua orang tuanya." Ucap kepala sekolah yang membuat semua siswa berhenti tertawa. Mereka semua langsung menatap Tao. Membuat Tao gelisah. Yeoja bermata panda itu mencengkram selempang tasnya erat.
"Panda, di Seoul kau tinggal dengan siapa?" tanya namja berwajah bodoh itu yang membuat beberapa siswa tertawa karena panggilan dari namja berwajah bodoh itu. "Aku tinggal bersama adik ayahku." Jawab Tao dengan seulas senyum manis diakhirnya.
"Sekarang kau boleh duduk di bangku kosong itu." Ucap kepala sekolah itu menunjuk bangku kosong yang ada di depan bangku Baekhyun. Tao hanya mengangguk kemudian mulai berjalan ke arah tempat duduk yang di tunjuk kepala sekolah.
"Seonsaengnim, bukannya Tao lebih tinggi dari Baekhyun? Seharusnya Tao di belakang Baekhyun duduknya." Suara nyaring Sehun membuat Tao berhenti melangkah dan memandang aneh namja berkulit pucat itu. Beberapa siswa membenarkan ucapan Sehun dan melirik sinis Baekhyun yang sedang menunduk. Sehun juga melirik Baekhyun sinis ditambah seringaiannya yang terpasang diwajah dinginnya.
"Sehun benar seonsaengnim. Baekhyun kan pendek nanti nilainya dia menurun karena papan tulisnya kehalangan sama panda yang badannya lebih tinggi." Tambah namja berkulit tan yang disambut gelak tawa dari beberapa teman sekelasnya. Bahkan si pemilik wajah bodoh itu tertawa sangat puas. Baekhyun hanya tersenyum pahit ketika Tao menatapnya prihatin. Well, yeoja manis itu sudah sering dilakukan seperti ini selama berada di kelas ini.
Kepala sekolah hanya dapat menghela nafas melihat kelakuan anak pemilik sekolah itu. "Byun Baekhyun, kau bertukar posisi dengan Tao." Ucapan kepala sekolah membuat kelas seketika hening. Baekhyun segera memebereskan alat tulisnya dan mengambil tas sekolahnya. Kemudian yeoja imut itu meletakan tas sekolahnya beserta alat tulis miliknya di meja depan tempat duduknya yang dulu.
Tao kembali melanjutkan langkahnya menuju meja Baekhyun yang lama. "Mianhe." Lirih Tao saat melewati Baekhyun yang sudah duduk di bangkunya yang baru. Yeoja bermata panda merasa kalau semua omongan dari dua namja yang sangat berbeda warna kulitnya itu, karena dirinya. Astaga Tao, apa yang telah kau buat dihari pertamamu masuk sekolah? pikir Tao kemudian mendudukan dirinya dibangkunya.
Baekhyun berbalik menghadap Tao setelah kepala sekolah keluar dari kelas mereka. "Baekhyun imnida. Kuharap kita bisa berteman baik." Ucap Baekhyun dengan senyum manisnya seakan kejadian sebelumnya tidak pernah meninpanya. Tao mengangguk pelan yang membuat Baekhyun tersenyum senang layaknya anak bermuru 5 tahun. Kemudian Baekhyun membalikan tubuhnya menghadap papan tulis, berasamaan dengan guru yang baru datang. Kelas ini ternyata lumayan juga, walaupun beberapa siswanya seperti itu. Tapi, sekarang Tao tidak perlu khawatir karena sekarang dia sudah memiliki teman.
~exo class~
Chanyeol sedang berjalan-jalan santai di lorong lantai 2. Kalian pasti bertanya, kenapa Chanyeol bisa berada di lantai 2 padahal kelasnya berada di lantai 3. Chanyeol sedang membolos pelajaran sejarah. Padahal hari ini adalah hari terakhir Choi Seonsaengnim mengajar di sekolah elit itu. Chanyeol berniat untuk mengajak dua magnae Exo untuk membolos bersama. Tadi sebelum keluar kelas, Chanyeol sudah mengirimi mereka berdua pesan singkat.
Chanyeol berdiri tepat di depan pintu kelas X-2 yang sekarang terlihat –sangat- tenang. Bahkan ada beberapa siswa yang tengah tidur. Termasuk Kai yang dengan santai tidur di bangkunya, sementara Kim Seonsaengnim –guru biologi- sedang mengajar. Chanyeol dapat melihat lewat jendela yang ada di pintu kelas bagian atas.
Mata Chanyeol kemudian beralih menatap Baekhyun yang kini tengah serius memperhatikan guru biologi yang sedang menerangkan di papan tulis. Wajah Baekhyun terlihat sangat manis dan menggemaskan di mata Chanyeol. Chanyeol ingin sekali mencubit pipi chubby Baekhyun yang terlihat sangat lucu ketika sedang serius memperhatikan sesuatu. Tanpa Baekhyun sadari, pipinya menggembung ketika dia kurang mengerti dengan penjelasan dari guru. Dan itu membuat Chanyeol ingin sekali mencubit pipi yeoja yang telah membuat jatuh cinta.
Chanyeol menyiritkan dahinya ketika melihat yeoja bermata panda yang duduk di belakang Baekhyun. Sepertinya dia tidak pernah melihat yeoja bermata panda itu berkeliaran di sekolahnya. Apa yoeja itu siswi baru pindahan dari Cina? Chanyeol mengangkat bahunya acuh kemudian memutuskan untuk kembali berjalan menuju tangga. Namja tinggi itu memutuskan untuk pergi ke ruang band yang terletak di lantai 5.
~exo class~
Ruang kepala sekolah terasa mencekam. Terlihat seorang namja dan seorang yeoja sedang duduk di depan kepala sekolah dengan wajah yang serius. Di depan kedua orang itu terdapat dua cangkir berwarna hijau. Namja itu menatap kepala sekolah serius. Sedangkan yeoja di sebelahnya hanya menatap kepala sekolah dengan senyum di wajah cantiknya.
"Aku tidak bisa, Yongguk-ssi. Ini terlalu memberatkan mereka." Ucap kepala sekolah kemudian namja tua itu menyadarkan punggungnya di sandaran tempat duduknya. Namja di depannya yang bernama Yongguk berdecak sebal.
"Memberatkan mereka apanya? Lagipula, Taekwoon Sangjanim sendiri yang memintaku." Ucap Yongguk dengan wajahnya yang mulai kesal. Kepala sekolah menghela nafas setelah mendengar nama Taekwoon disebutkan. Di sekolah ini, tidak ada yang dapat melawan perintah seorang bernama Taekwoon yang merupakan pemilik sekolah ini dan juga ayah dari seorang bernama Sehun yang terkenal berwajah datar. Mirip seperti Taekwoon yang memiliki wajah datar dan juga jarang tersenyum maupun tertawa.
"Kelakuan mereka juga sekarang sudah melewati batas." Kini yeoja di sebelah Yongguk yang berbicara. Membuat kepala sekolah merasa terpojok. "Tapi Himchan-ssi, mereka itu kan berbeda tingkatnya. Bagaimana bisa sekelas? Lagipula Tao itu anak baru di sini." Balas kepala sekolah yang membuat yeoja bernama Himchan itu menghela nafasnya. Ada benarnya juga omongan kepala sekolah itu. Kenapa kemarin tidak kepikiran?
Yongguk kembali memasang wajah seriusnya dan menggakkan tubuhnya. "Begini, saya sudah memikirkan rencana ini berasama Taekwoon Sangjanim, istrinya, dan Taemin Sangjanim dari seminggu yang lalu." Ucap Yongguk yang membuat kepala sekolah dan Himchan menatapnya dengan serius. "Mereka akan tetap dalam satu kelas dengan dua wali kelas, yaitu saya dan Himme. Saya akan mengajar pelajaran kelas XI dan Himme akan mengajar pelajaran kelas X." Kepala sekolah menganggukan kepalanya. "Untuk kelasnya, Taekwoon Sangjanim sudah setuju memakai gudang di lantai 6."
~exo class~
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas. Ada yang pulang ke rumahnya, ada yang pergi ke kantin, atau keruang club untuk mengikuti kegiatan club. Terlihat Lay sedang menuruni tangga menuju lantai satu dengan tas berwrna ungu di genggaman tangannya. Lay akan mengikuti kegiatan club dance. Dan isi dari tas berwarna ungu itu adalah baju ganti miliknya. Hari ini adalah hari pertama yeoja manis dengan dimple itu mengikuti club dance. Dan Lay tidak mau membuat kesan buruk di hari pertamanya.
Setelah selesai mengganti bajunya di ruang ganti lantai 1, Lay bergegas ke ruang dance, karena 10 menit lagi akan di mulai. Lay memasuki ruang dance dan langsung mendapat tatapan mata dari seluruh anggota club –yang sudah datang- di ruang itu. Lay tersenyum manis kemudian membungkukan badannya setelah menutup pintu. Yeoja manis itu langsung bergabung dengan anggota club lainnya yang sudah terlebih dulu merenggangkan otot.
Sementara di lorong lantai 5, terlihat Kyungsoo sedang berjalan bersama Tao. Mereka terlihat sangat akrab. Seakan mereka adalah temana lama. Padahal mereka baru beberapa menit yang lalu berkenalan. Di mata Kyungsoo, Tao terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan dengan mata pandanya. Seperti pertama kali yeoja bermata bulat itu mengenal Baekhyun.
"Kyunggie, di sekolah ini ada club matrial art?" pertanyaan Tao membuyarkan pikiran Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk dengan wajah bingungnya. "Kau kenapa bertanya tentang club matrial art?" Kyungsoo menatap Tao bingung dengan mata bulatnya. Membuat Tao mencubit kedua pipi Kyungsoo. Kyungsoo hanya mempoutkan bibirnya yang membuat Tao tertawa senang.
"Kau menyebalkan, Zitao." Dengus Kyungsoo yang membuat Tao berusaha menghentikan tawanya. "Habisnya kau menggemaskan Kyunggie." Ucap Tao setelah berhasil menghentikan tawanya. "Panggil aku Tao saja, oke?" Kyungsoo menganggukan kepalanya paham. Mereka kembali berjalan menyusuri lorong lantai 5.
"Nah, ini dia ruang club matrial art." Seru Kyungsoo saat mereka sudah berada di depan pintu berwarna coklat kayu dengan tulisan 'matrial art room'. Kemudian Kyungsoo membuka pintu coklat itu yang membuat Tao menatap kagum ruangan berwarna putih dengan berbagai alat untuk matrial art di pojok kanan ruangan itu. Terdapat juga matras yang terpasang rapi di lantai dekat dengan alat-alat yang Kyungsoo tidak kenal.
"Kau ingin masuk club ini?" tanya Kyungsoo mengikuti Tao masuk ke dalam ruang itu. Tao hanya mengangguk dengan semangat. Mata yeoja panda itu masih menatap alat-alat untuk matrial art dengan berbinar-binar. Kyungsoo hanya mengangguk paham kemudian duduk di atas matras.
"Kau bisa apa saja?" tanya Kyungsoo menatap Tao yang sekarang sedang mengambil tongkat wushu. "Aku mengusai wushu. Kalau yang lain aku belum terlalu mengusai. Aku masih belajar." Jawab Tao yang sedang memainkan tongkatnya. Membuat Kyungsoo berdecak kagum. "Jinjja?" Mata yeoja bermata bulat itu menatap kagum Tao yang sedang memainkan tongkat wushu.
~exo class~
Luhan, Xiumin, dan Kai sedang duduk di bangku halte. Terlihat motor sport Kai yang terparkir di samping halte. Xiumin dan Kai –dengan paksaan Xiumin- sedang menemani Luhan menunggu jemputannya Luhan. Wajah Kai terlihat bosan melihat kedua orang yeoja di samping sedang mengobrol yang Kai ssama sekali tidak mengerti. "Apa yang mereka bicarakan, Tuhan?" desah Kai menghela nafas. Kemudian namja tan itu lebih memilih menatap jalanan sepi di depannya dengan wajah bodohnya.
"Xiu," panggil Luhan membuat Xiumin menatapnya. Luhan menghela nafasnya kemudian menatap mata Xiumin. "Kau sedang bertengkar dengan Kris?" tanya Luhan yang membuat Xiumin memutuskan kontak matanya dengan yeoja berambut pink di sebelahnya. Luhan kembali menghela nafasnya. Sekarang dia sudah tahu jawabannya. Mereka memang sedang bertengkar. Luhan tahu kalau Xiumin sedang tidak ingin membahas orang yang sedang bertengkar dengannya, pasti yeoja berpipi chubby itu langsung memutuskan kontak mata. Kebiasaan Xiumin ketika marah dengan seseorang.
"Kenapa Minseokkie? Karena Yifan terlalu overprotective?" tanya Luhan memnggunakan nama asli Xiumin dan Kris. Xiumin hanya dapat terdiam ketika Luhan menggunakan nama aslinya –dan juga Kris. Xiumin tahu kalau yeoja cantik di depannya sudah mulai serius. Luhan masih saja menatap dalam wajah Xiumin.
Xiumin menghela nafasnya pelan kemudian balas menatap Luhan. "Kali ini kamu benar, Xiao Lu." Yeoja berpipi chubby itu tampak sedang memainkan kuku jari tangannya. Tanda yeoja itu sedang gelisah. "Kau tahu kan kalau aku tidak suka terlalu di protek?" Luhan hanya mengangguk. Mata yeoja itu masih menatap manik mata Xiumin yang kini bergerak-gerak gelisah. "Aku tahu kalau Yifan hanya ingin menjalankan pesan terakhir appa sebelum meninggal. Tapi, dia membuatku salah paham. Aku jadi megira kalau dia juga menyukaiku." Mata yeoja beramput pink itu beralih ke tangan Xiumin. Kemudian Luhan menggenggam erat tangan Xiumin. Luhan kembali menatap mata Xiumin.
"Minseokkie, aku tahu bagaimana hatimu sekarang. Aku bisa merasakannya juga. Aku juga berpikir sama denganmu sebelum ini. Aku tidak tahu apakan Yifan benar-benar menyukaimu atau tidak. Aku tidak bisa melihat sorot matanya." Ucap Luhan lembut mengusap tangan Xiumin yang sedang digenggamnya. Dan itu membuat Xiumin sedikit tenang. "Tapi, kumohon, kalian jangan seperti ini. apakah kau tahu, betapa tersiksanya aku tadi sendirian di kelas tanpa kalian? Aku merasa seperti berada di tengah dua Negara yang sedang perang." Lanjut Luhan yang membuat Xiumin mendengus kesal. "Kau pikir aku Negara jahat apa?"
"Ya! Itu hanya perumpamaan." Balas Luhan tak kalas kesal. Sedetik kemudian, Luhan kembali menatap Xiumin serius. "Aku bersungguh-sungguh dengan ucapanku yang tadi." Xiumin menghela nafasnya. Yeoja manis itu mengalihkan pandangannya pada jalan di depan halte. "Akan kuusahakan berbaikan dengannya. Tapi aku tidak janji." Luhan hanya mengangguk dengan senyum manisnya. Dan keadaan berubah menjadi hening.
"Xiumin," panggil Luhan memecah keheningan di antara mereka bertiga. Karena Kai lebih memilih membalas pesan dari kekasihnya. Xiumin hanya bergumam sebagai jawabannya. "Mianhe, karena aku dan Sehun kau hampir jatuh dari pohon kemarin." Ucap Luhan yang membuat Kai menatap Luhan tajam.
"Jadi Noona yang memasang kemeja Baekhyun di atas pohon." Luhan sedikit meringis mendengar suara Kai yang berubah dingin. Matilah kau Luhan membuat Kai marah karena hampir berhasil mencelakai noona kesayangannya.
"Tidak tahu kau, noona, betapa aku sangat ketakutan melihat Xiumin Noona di atas pohon." Seru Kai kesal yang membuat Luhan memutar bola matanya. "Ya! Bukan aku yang menggantung kemeja anak panti itu di atas pohon." Balas Luhan tak kalah kesal. Xiumin dan Kai langsung menatap Luhan dengan pandangan bingung. "Memangnya siapa, Lu?" tanya Xiumin yang mendapat anggukan dari Kai. "Iya siapa?"
Luhan berdecak kesal. "Anaknya Hackyeon Eomma. Lagipula mana mau aku manjat pohon tinggi seperti itu." Jawab Luhan yang membuat Xiumin menganggukan kepalanya. Sedangkan Kai sudah memikirkan sejuta penyerangan untuk seorang anak mami bernama Oh Sehun. Oke, Sehun kau tidak akan selamat besok. Pikir Kai dengan seringaian menghiasi wajah tampannya.
Sebuah mobil berwarna hijau berhenti di depan halte. Membuat Kai menyiritkan dahinya heran. Mobil siapa itu? Pikir namja tan menatap aneh mobil hijau di depannya yang sudah menurunkan kaca mobil bagian depan. Sedangkan Luhan sudah berjalan menuju mobil hijau itu di ikuti Xiumin di belakang Luhan.
"Annyeong Minseokkie," sapa Heechul riang setelah Luhan duduk manis di sampingnya. Xiumin hanya tersenyum kemudian membungkukan badannya. "Annyeong Ahjumma." Balas Xiumin dengan senyum manisnya. "Bagaimana kabarmu dan Sungmin?" tanya Heechul yang membuat Luhan terkekeh mengdengar nama eommanya Xiumin yang dengan lanar diucapkan Heechul di depan Xiumin.
"Baik-baik saja, ahjumma." Jawab Xiumin dengan senyum manisnya. "Bagus lah kalau begitu, aku senang mendengarnya." Balas Heechul cepat yang membuat Kai terdiam mencerna omongan Heechul. Tadi ahjumma itu ngomong apa? Pikir Kai dengan wajah bingungnya yang tampak bodoh. Sedangkan Xiumin dan Luhan hanya tersenyum mendengar omongan Heechul. Mereka berdua sudah terbiasa mendengar omongan Heechul yang cepat.
"Kau pulang dengan siapa? Mau bareng?" tanya Heechul yang membuat Xiumin menggeleng pelan. "Tidak usah repot-repot, ahjumma. Aku pulang bersama Kai." Jawab Xiumin dengan senyum manisnya yang membuat Heechul mendesah kecewa. "Padahal aku ingin bertemu Sungmin. Ya sudah lah terserah kau saja, Minseokkie." Xiumin hanya mengangguk. "Kami pulang dulu ya."
"Annyeonghi ghaseyo. Tto mannayo (Selamat jalan. Sampai bertemu lagi), ahjumma, Luhan." Ucap Xiumin yang mendapat anggukan dari Heechul dan Luhan. "Kai, aku pulang duluan." Luhan sedikit berteriak karena Kai masih duduk di bangku halte. "Ne, jhosimhae (Ya, hati-hati)!" balas Kai sedikit berteriak juga. Kemudian kaca mobil bagian depan peerlahan tertutup bersamaan dengan mobil yang dikemudikan Heechul berjalan meninggalkan halte.
"Noona, kajja." Ajak Kai setelah mobil hijau itu sudah menjauh. Namja tan itu sudah duduk di atas motornya dan sedang memasang helm. Xiumin hanya mengangguk kemudian berjalan mendekati motor sport milik Kai. "Kajja." Xiumin menerima helm dari Kai setelah berdiri tepan di samping motor Kai. Kemudian yeoja manis itu menaiki motor Kai. sedetik kemudian, motor sport merah milik Kai sudah menjauh dari halte dengan kecepatan –lumayan- sedang.
~exo class~
Kelas X-2 tampak terlihat sepi. Semua siswa sedang mengikuti pelajaran olahraga di lapangan outdoor. Tak berapa lama, Kyungsoo masuk ke kelas kemudian duduk di bangkunya. Wajah yeoja bermata bulat itu tampak kelelahan. Kaos olahraga yang yeoja itu gunakan juga tampak basah oleh keringat. Kyungsoo menghembuskan nafasnya kemudian mengambil handuk dari tas kecil berwarna hitam miliknya yang tergantung di samping mejanya.
Kyungsoo mengelap wajahnya yang basah dengan handuk yang dia ambil. Bersamaan dengan pintu yang dibuka dengan heboh oleh namja berkulit tan. Kyungsoo mendengus kesal melihat Kai yang sedang menutup pintu. Bisa tidak, sehari saja hidupnya tenang tanpa gangguan dari orang bodoh? Pikir Kyungsoo memutar bola matanya malas. Sedangkan Kai berjalan acuh ke belakang kelas. Kaos olahraga dan rambut Kai sudah basah kuyup oleh keringatnya.
"Noona, setelah ini pelajaran siapa?" tanya Kai yang sedang tiduran telentang dilantai. "Dinginnya." Lirih Kai memejamkan matanya. Kyungsoo mengangkat bahunya acuh kemudian menelungkupkan wajahnya di atas meja. Seketika kelas mejadi hening. Hanya terdengar deru nafas Kai dan Kyungsoo –mungkin- yang terartur.
Kai membuka kedua matanya karena merasa tidak mendapat jawaban dari Kyungsoo –dan juga kelas yang terlalu hening. "Noona," panggil Kai kembali menutup matanya. Hening. Tidak ada jawaban dari Kyungsoo. "Kyungsoo," panggil Kai lagi yang sudah membuka matanya. Masih hening. Ada sedikit rasa khawatir juga dihati Kai. Kai beranjak dari lantai mendekati Kyungsoo. Astaga Kyungsoo lagi tidur. Pantas saja dipanggil dari tadi dia diam saja. Pikir Kai setelah berdiri di samping meja Kyungsoo.
Kai berlutut di samping meja Kyungsoo. Dagu namja tan itu diletakan di atas meja Kyungsoo, tepat di depan wajah Kyungsoo yang tampak sedang tertidur. Kai menatap keseluruhan wajah Kyungsoo. Kemudian namja tan itu tersenyum manis. "Tenyata kau manis juga ya, Kyunggie." Bisik Kai masih menatap wajah Kyungsoo yang tertidur.
~exo class~
Chen baru saja keluar dari ruang guru yang terletak di lantai 1. Lorong lantai 1 terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa siswa yang berlalu-lalang setelah selesai mengikuti kegiatan club atau baru saja akan mengikuti kegiatan club. Kegiatan club di lakukan setwlah pulang sekolah. pada saat sore hari hingga malam. Seoul Art International High School akan tutup pada pukul 8 malan tepat. Sekolah elit itu terdiri dari junior hingga senior high school. Gedungnya juga bersebelahan. Masing-masing gedung terdiri dari 7 lantai.
Chen berjalan ke arah tangga. Berniat menuju ke lantai 5, tempat club vocal. Sebentar lagi club vocal akan dimulai. Baekhyun dan Kyungsoo pasti sudah menunggu di atas. Hari ini adalah hari pertama Kyungsoo mengikuti club vocal, dan Chen tidak mau Kyungsoo terlambat karena menunggu dirinya.
Bruukk!
Seringaian menghiasi wajah pucat Sehun ketika berhasil menyenggol Chen, hingga namja tampan itu terjatuh dengan suara yang cukup keras. Chen memegang siku tangan kanannya yang terasa sangat sakit kemudian menatap wajah Sehun. "Kalau jalan itu yang benar." Desis Sehun tajam. Chen hanya diam memandang Sehun yang sedang melipat tangannya di depan dada.
Bukannya Sehun yang seharusnya jalan dengan benar? Bukannya Sehun yang menyenggolnya, hingga namja berkacamata itu jatuh dari anak tangga kedua? Kenapa Sehun malah menyalahkan dirinya? Pikir Chen menghela nafas pasrah. Kemudian bangkit berdiri. "Jheongmal mianhamnida, Sehun-ssi." Ucap Chen membungkukkan badannya. Kemudian kembali menaiki tangga menuju lantai 5. Meninggalkan Sehun yang tampak kesal.
"Apa-apan itu?" dengus Sehun kesal setelah Chen menghilang di tangga. Benar-benar menyebalkan! Padahal kan Sehun masih ingin melihat wajah kesakitan Chen dan berakhir mereka yang bertengkar. Sehun ingin sekali bertengkar dengan Chen dan akhirnya Chen dipanggil kepala sekolah. Dan, dan, Chen diskorsing atau beasiswa anak panti itu dicabut. Oh dunia ini sangan indah, Sehun. Pikir namja albino itu tersenyum seperti orang gila. Namun sedetik kemudian senyumnya luntur dan tergntikan dengan wajahnya yang kesal.
Selama ini, Sehun tidak pernah bertengkar atau adu mulut dengan Chen. Setelah Sehun membully, pasti berakhir dengan Chen yang meminta maaf, kemudian pergi meninggalkannya. Tidak seru! Seharusnya Chen membentaknya, kemudian mereka berdua bertengkar. Seharusnya seperti itu. Tapi kenyataanya tidak. Sebenarnya hatinya Chen itu terbuat dari apa sih? Kenapa dia tidak pernah marah saat Sehun atau member Exo membullynya?
~exo class~
Member Exo sedang berkumpul di kantin pagi ini. Mereka memilih meja yang dekat dengan pintu kantin. Namun, terlihat Kai yang tidak bersama dengan mereka. Hanya ada Kris, Luhan, Chanyeol, dan juga Sehun. Mereka berempat tampak sedang menikmati sarapan pagi mereka. Kecuali Chanyeol yang nampak sedang mengamati sebuah amplop berwarna pink di tangannya.
"Surat untuk siapa, Channie? Untuk yeoja yang kau taksir ya?" tanya Luhan yang melihat Chanyeol mengamati amplop di tangannya dengan senyum mengembang di wajahnya. Chanyeol hanya mengangguk dengan semangat. Membuat Kris mengangkat alisnya satu. "Siapa? Yang waktu itu kencan denganmu di kedai ice cream?" tanya Kris yang membuat Sehun yang sedang menikmati bubur menatap Kris dengan mata sipitnya. Begitu juga Chanyeol langsung menatap Kris dengan matanya yang hampir keluar.
"Kau melihat kami, hyung?" tanya Chanyeol yang kini terlihat bodoh. Kris hanya mengangguk malas sambil menguyah sarapannya. "Aku tidak melihat wajah yeoja itu, tapi aku melihat kalian berjalan bersama." Jawab Kris kembali menyuapkan sesendok sarapannya ke dalam mulutnya. Seketika Chanyeol menghela nafasnya lega. Untung mereka tidak tahu.
"Memangnya kenapa, Channie? Apa kami mengenal yeoja itu juga?" tanya Luhan yang membuat Chanyeol menggeleng cepat. "Dia yeoja yang pemalu." Sehun hanya membutar bola matanya malas. Hei, jelas-jelas kalian kenal. Yeoja itu yang sering member Exo bully. Seorang yeoja panti asuhan yang membuat Luhan marah. Apanya yang tidak dikenal?
"Kai kemana? Aku tidak melihatnya?" tanya Chanyeol mencoba mengalihkan pembicaraan mereks. Sehun kembali memutar bola matanya malas. Pasti Chanyeol mengalihkan pembicaraan agar yang lain tidak menyakan lebih lanjut yeoja panti asuhan itu. Pikir Sehun kembali memasukan sesendok bubur ke dalam mulutnya.
"Kai menjemput Xiumin." Jawab Luhan yang membuat Chanyeol mengangguk paham. Namja pemilik senyum lebar itu sudah tahu masalah yang sedang dihadapi Kris dan Xiumin. Dasar Kris bodoh! Kalau dia sekarang sedang tidak jatuh cinta dengan Baekhyun, mungkin sekarang Chanyeol akan menjadikan Xiumin sebagai kekasihnya. Sayang sekali karena Baekhyun sudah mengisi ruang dihati namja tampan itu sekarang.
~exo class~
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, menyebabkan pelajaran matematika di kelas X-2 harus berakhir. Shim Seonsaengnim segera meminta seluruh siswa menyerahkan tugasnya. Setelah tugas terkumpul dan meminta ketua kelas membawa ke ruangannya, Shim Seonsaengnim langsung meninggalkan kelas. Beberapa anak juga mulai meninggalkan kelas.
Seketika kelas berubah menjadi kapal pecah. Banyak peawat-pesawatan dari kertas yang terbang mengelilingi ruangan. Beberapa siswa juga bermain lempar-lemparan bola yang terbuat dari kertas. Bahkan lemparan dari Kai berhasil mengenai dahi Kyungsoo yang sedang membereskan laci mejanya. Membuat Kyungsoo memekik marah dan langsung melempar Kai menggunakan botol minum milik Sehun.
"Kyungsoo, aku tidak sengaja." Seru Kai kesal karena leparan dari Kyungsoo menhasil mengenai kepala Kai. dan itu rasanya sangat sakit. Mengingat botol minum milik Sehun terbuat dari plastik tebal tahan banting yang berat dan masih terisi seperempat air di dalamnya. Kyungsoo hanya tersenyum senang. "Rasakan!" balas Kyungsoo.
Tao hanya menggelengkan kepala melihat Kyungsoo yang sedang mentertawakan Kai. Siswa kelas X-2 sangat ajaib-ajaib. Pikir Tao kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya. Memasukan buku-buku pelajaran ke dalam tas miliknya yang bergambar panda.
Sehun hanya memasang wajah datarnya ketika Kyungsoo dan Kai kembali adu mulut. Astaga! Bisa tidak mereka sehari saja tidak bertengkar seperti itu? Pikir Sehun menatap malas Kyungsoo yang kini kembali melempar Kai menggunakan spidol kelas. Sehun yakin pasti besok seonsaengnim akan mengomel karena spidol kelas menghilang. Kemudian pandangan namja itu beralih pada seorang yeoja yang Sehun kenal bernama Luna itu memasuki kelas dengan sebuah amplop berwarna pink di tangannya. Bukannya itu amplop yang dipegang Chanyeol tadi pagi saat di kantin?
Luna berjalan ke arah meja Baekhyun. Kemudian yeoja berambut panjang itu meletakan amplop berwarna pink di atas meja Baekhyun. Membuat Baekhyun yang semula sedang menutup tas sekolahnya menyiritkan dahinya bingung menatap Luna. "Itu untukmu." Ucap Luna seakan mengerti tatapan Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk pahan. Tangan yeoja manis itu mengambil amplop pink itu. "Dari siapa?" tanya Baekhyun membolak-balikan amplop pink itu. Berharap ada sebuah nama pengirimnya tertulis di situ. "Mian, orang yang memberikan amplop itu tidak memperbolehkan aku memberitahukanmu." Jawa Luna dengan wajah menyesal. Yeoja bermbut panjang itu meninggalkan Baekhyun setelah mendengar Baekhyun mengucapkan 'terima kasih'.
Baekhyun mendudukan dirinya di bangku miliknya. Tangan yeoja manis itu bergerak membuka amplop pink yang tadi diberikan teman sekelasnya. Kemudian mengeluarkan sebuah kertas dengan gambar pisang di tengahnya. Kertas itu beraroma pisang yang membuat Baekhyun kembali teringat pada Chanyeol.
Sehun terus mengamati Baekhyun yang kini sedang tersenyum manis setelah menbaca surat yang tadi diberikan teman sekelasnya. Sehun sangat yakin kalau surat itu dari Chanyeol. Jelas-jelas kertas surat itu hadiah dari Luhan saat Chanyeol ulang tahunnya kemarin. Mengapa Sehun bisa tahu? Karena Sehun yang mencari kertas surat itu. Sehun tahu kalau Chanyeol merupakan maniak buah pisang. Jika kalian ke kamarnya maka banyak sekali barang-barang berbentuk pisang milik namja dengan senyum lebar itu.
Sehun tersadar dari pikirannya ketika Baekhyun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju tepat duduk Chen yang berada di depan meja guru. Sehun mendengus kesal karena tidak bisa mendengar omongan Baekhyun dan Chen, karena tempat duduknya dan Chen yang jauh dan juga suara berisik Kai dan Kyungsoo yang masih bertengkar. Bahkan sekarang Kyungsoo sedang mencekik leher Kai. di tengah-tengah mereka berdua terdapa Tao yang berusaha melepaskan tangan Kyugsoo dari leher Kai.
Sehun segera menyelempangkan tasnya ketika Baekhyun berjalan keluar dari kelas. Sehun sangat penasaran dengan surat yang diberikan Chanyeol untuk Baekhyun. Sehun memutuskan untuk mengikuti Baekhyun. Namja berwajah datar itu yakin kalau Baekhyun akan bertemu dengan Chanyeol setelah ini.
~exo class~
Baekhyun berjalan di jalan setapak menuju taman yang menyimpan kenangan orang tuanya. Taman yang mempertemukannya dengan Chanyeol pada saat yeoja imut itu sedang kesal dengan Chen dan Kyungsoo. Dan sekarang mereka akan bertemu lagi, setelah beberapa minggu tidak bertemu di sekolah. Padahal mereka hanya terpisah dengan kelas dan lantai saja, tapi kenapa selama beberapa minggu ini, Baekhyun tidak melihat Chanyeol?
Baekhyun berhenti berjalan. Mata yeoja imut itu melirik ke kanan dan kiri. Dari semenjak Baekhyun turun dari bus, yeoja imut itu merasa kalau seseorang mengikutinya. Bagaimana jika orang yang mengikutinya berniat jahat padanya? Tuhan, Baekhyun masih ingin bertemu teman-teman, dan juga Chanyeol. Pikir Baekhyun menggigit bibir bawahnya. Akhirnya yeoja imut itu memantabkan dirinya untuk membalikkan tubuhnya. Melihat penjahat itu.
Kosong. Baekhyun menghembuskan nafasnya lega ketika ia sudah membalikkan tubuhnya, ternyata tidak ada orang di belakangnya. Terima kasih Tuhan, ternyata Baekhyun masih bisa bertemu teman-teman dan juga Chanyeol. Pikir Baekhyun kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan riang menuju taman.
Sehun menghela nafasnya lega saat berhasil bersembunyi dibalik pohon besar. Untung Baekhyun tidak mengetahuinya. Sehun mengikuti Baekhyun menggunakan motor sport yang ia pinjam dari Kai. Saat Baekhyun berjalan di jalan setapak, Sehun memutuskan memarkirkan motor milik Kai di dekat jalan setapak, dan memutuskan mengikuti Baekhyun dengan berjaalan kaki. Berharap Baekhyun tidak berasa diikutin. Tapi kenyataannya tadi, Baekhyun berasa dan dirinya hampir saja ketahuan. Untung saja ada pohon besar di dekatnya. Jadi, namja berwajah datar itu bisa bersembunyi di balik pohon besar ini.
Sehun menyembulkan kepala perlahan untuk melihat Baekhyun yang mulai kembali berjalan dengan riang, menyusuri jalan setapak yang tidak di kenal Sehun. Dengan perlahan, namja berwajah datar itu keluar dari persembunyiannya. Sehun kembali membuntuti Baekhyun dengan sangat hati-hati. Dan Baekhyun tidak merasa kalau Sehun sedang membuntutinya hingga yeoja itu sampai di taman. Tempat yeoja itu bertemu Chanyeol.
Baekhyun berhenti tepat di depan pintu masuk itu. Membuat Sehun langsung bersembunyi di balik pohon yang berada tidak jauh dari tempat Baekhyun berdiri. Dari tempat persembunyiannya, Sehun dapat melihat dengan jelas, seorang namja tinggi sedang berdiri membelakanginya. Kalau dilihat dari postur badannya, Sehun sangat yakin kalau namja tinggi itu adalah Chanyeol. Untuk apa Chanyeol meminta Baekhyun bertemu di taman ini? Apa Chanyeol ingin mengajak anak panti asuhan itu kencan?
Baekhyun menghembuskan nafasnya. Entah kenapa, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang ketika mata sipitnya melihat punggung namja tinggi yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya. Baekhyun kembali menghembukan nafasnya. Yeoja imut itu sudah memantabkan hatinya untuk berjalan mendekati namja itu. Akhirnya Baekhyun berjalan mendekati namja tinggi itu yang sedang berdiri membelakanginya. Namja itu terlihat sedang mengamati bunga mawar putih miliknya.
"Chanyeol," suara yeoja yang sangat dirindukan dan ditunggunya membuat namja tinggi bernama Chanyeol itu menoleh, dan mendapati seorang yoeja bertubuh mungil sedang menundukan kepalanya. Seulas senyum langsung menghiasi wajah tampan Chanyeol. Yeoja yang sangat ia rindukan beberapa minggu ini, sekarang berada di depannya. Ingin sekali Chanyeol memeluk yeoja di depannya yang telah membuatnya jatuh cinta. Tapi, namja itu langsung mengurungkan niatnya, ketika mengingat bahwa yeoja di depannya bukan siapa-siapa. Hanya seorang anak panti asuhan yang mendapat beasiswa, dan juga selalu dibully teman-teman genknya.
"Kenapa memintaku menemuimu di sini?" tanya Baekhyun yang kini sudah mulai berani menatap wajah Chanyeol. Seketika pipi chubby yeoja itu bersemu merah ketika manik matanya langsung bertemu dengan manik mata milik Chanyeol yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Entah kenapa, wajah Chanyeol terlihat lebih tampan dari terakhir kali dia bertemu dengannya
Sementara Chanyeol hanya dapat tersenyum melihat pipi Baekhyun yang merona. Baekhyun tampat terlihat lebih manis dan menggemaskan sekarang. Chanyeol benar-benar merindukan Baekhyun sekarang. Selama beberapa minggu dia tidak melihat Baekhyun –dari dekat, membuatnya benar-benar tersiksa.
Chanyeol langsung medekati wajah Baekhyun dan mendaratkan bibirnya di bibir manis milik Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya dapat membulatkan matanya kaget. Tak berapa lama, Baekhyun mengikuti Chanyeol yang menutup matanya. Menikmati lumatan dibibirnya.
Sehun hanya dapat melongo melihat pemandangat di depannya. "Chanyeol mencium bibir anak panti itu?" lirih Sehun menatap mereka tidak percaya. Astaga, apakah mereka sudah menjadi kekasih? Kenapa Chanyeol berani sekali mencium anak panti itu di temapan umum. Yah walaupun taman ini –sangat- sepi. Tapi, tempat saja taman ini kan tempat umum. Kalau ada yang melihat bagaimana? Beruntung hanya dirinya yang melihat. Kalau Kris? Bisa saja Baekhyun lebih parah dibullynya sama naga jangkung itu.
Setelah puas melongo, Sehun langsung mengambil ponselnya yang berada di saku jasnya. Namja berwajah datar itu langsung mengarahkan kamera ponselnya ke arah Chanyeol dan Baekhyun yang sedang berciuman, setelah membuakan aplikasi kamera. Seringaian langsung terpasang di wajah datar Sehun, setelah namja itu berhasil memotret pemandangan di depannya. Well, kenyataanya sekarang Sehun lebih jahat daripada Kris, leader Exo yang terkenal kejam.
T.B.C
Tuh Taonya udah beneran keluar.. di chap ini juga ada chanbaek momentnya.. untuk chenmin moment chacha lagi buat, kemungkinan chap depan ada.. maaf ya di sini chacha buat si sehun jadi jahat banget sama si baekhyun.. si luhan juga jahat banget.. dan juga ngebuat lay bener" tersiksa.. aduh maaf banget ya ntar juga mereka baikan kok..
Maaf yang chap kemaren pada bingung bacanya karena kagak ada tanda pemisahnya. Sebenernya chacha udh buat tanda pemisahnya tu bintang bintang gitu.. pas mau di post biasanya chacha ganti itu bintang bintang sma tanda pembatas tulisan gitu. Nah chap yang kemaren itu chacha lupa ganti tu bintang bintang. Chacha buru-buru langsung pos tanpa di liat dulu. Soalnya sodara chacha lagi dating jadi chacha ga boleh lama lama di kamar musti nemenin mereka..
Waktunya balas review~
XoUnicornXing: iya peluk aja lay eomma tenang aja suhonya udh di amannin kok.. maaf ya kalau tao baru muncul.. makasih nae chingu.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
Karuhi Hatsune: ga papa.. chacha juga suka review di chap terakhir gitu kok.. Kris, Luhan, Xiumin, kelas XI seangkatan sama suho dan chanyeol. Kelas mereka juga sebelahan. Ne cheonma. Ini udh lanjut.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
KaiSoo Fujoshi SNH: iya udh pada dating tu.. chacha seneng deh kalo kamunya seneng..tau tuh kris emang jahat kerangkeng aja krisnya.. peluk aja lay nya tenang aja suhonya udh aku simpen di lemari.. bukan di cuekin aja tu dua maknae bakalan kena jambak sama si kyunggie.. kai aja udh dijambak sama kyungsoo.. Ini udh lanjut.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
Cho Rai Sa: aduh maaf ya kalau kamunya jadi pusing.. makasih atas sarannya.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
hatakehanahungry: masukin aja chacha sangat ikhlas kok.. tenang aja xiumin ga bakal jadi orang jahat. Xiumin bakal selalu jadi orag yang sangat baik.. Ini udh lanjut.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
sulaynism: tenang aja lay pasti selalu dibelain suho kok.. sulay moment lagi dalam proses ya.. maaf chap kemaren chacha lupa ganti sibintang bintangnya.. chap ini udh ada kok pembatasnya.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
setyoningt: udh ada kok tapi maaf kalo belom banyak.. chap depan ada kaisoo moment juga.. penguhajatan apaan ya? gomawo udh review.. review lagi ya :D
Guest: makasih banyak.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
risna: sepertinyaa.. tau tuh krisnya nyebelin jadinya mereka berantem deh.. ini udh lanjut kok.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
aSdfgh: aduh maaf ya.. taonya ngilang mulu sih pas disuruh muncul.. ngumpet mulu di lemari chacha hehe :D abaikan-_- bingung aja mau nempatin tao dimana.. dia kan murid pindahan jadi harus ada tempat yang pas buat tao dan juga taoris.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
risna: tau tuh Kris emang nyebelin ngebuat xiu patah hati.. semoga ya kita liat kedepannya aja.. ini udh lanjut kok chingu.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
Sehunah: ini udh lanjut chingu.. hunhan? Lagi mojok tu berduaan di kamar.. tunggu ya chacha lagi cari inpirasi buat moment mereka di tunggu aja.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
ByunBaekkie: kan namanya juga anak sekolahan pasti ada pembullyannya.. tau tu padahal dalam hati mereka berdua saling menyayangi.. ini udh lanjut.. gomawo udh review.. review lagi ya :D
Makasih yang udh mau review … jangan bosen bosen review ya chingu…
Pai pai ~
