Jnl cerita di percepat back to school
Fight for love chapter 10
Bad boy
02.00 pm waktunya pulang sekolah
Gang kecil dekat sekolah
"Maju kau!"
Plak
Terlihat pria kekar berambut panjang se bahu di ikat di belakang (persis seperti Serisawa 'search serisawa di google') memukul jatuh musuhnya
bio :
Pria tampan anak pengusaha besar Group Kazuya
Mantan Raja zuzuran
KAZUYA FRANZ
"Ahhhh!"
Plaakk
Bruggkkk
Pria berkuncir mekul mesuhnya mirib gaya Takiya Genji ( Crows Zero ) , sukses membuat musuhnya terjungkil bebas
"Kau merepotkan"
bio :
Anak konglomerat Group Nara
Yah sudah terlihat muka malas Nara Shikamaru
"Oooooooo!"
Plak
Setsss
tassshh
"haha"
Pria pirang memukul dua musuhnya sampai tersungkur ke tanah
Bio :
Pria yang selalu riang anak Kepala kepolisian pusat dari keluarga Namikaze
NAMIKAZE NARUTO
''Shandaro''
Plakk
''Berhenti berkelahi Baka!''
Pukulan keras mendarat di Kepala pirang Naruto yang membuatnya terjongkok dan memasang muka musang yang kebakar
Bio :
Wanita muda cantik namun memiliki tampang horror
Anak Kepala sekolah KSHS HARUNO SAKURA
Tentramen :
BURUK
''Kau membuat buruk nama sekolah, Naruto! Berkelahi saat masih menggunakan seragam, Baka!'' amarah Sang ketua osis Haruno Sakura dengan tangan kiri dipinggang , tangan kanan mengepal di depan mukanya sambil mengeluarkan tampang horror. hah memang gaya khas Sakura kalau marah-marah
'"Ayo pulang merepotkan!'' Nada datar tapi menyeramkan keluar dari mulut wanita cantik berambut pirang panjang tentu saja membuat Shikamaru meneteskan keringat dingin, dia menjewer telinga Shikamaru dan menariknya
Bio :
Wanita sexy berbadan ramping tentramennya tak kalah Buruk
Dengan Sakura anak orang kaya Group Yamanaka
YAMANAKA INO
''Ka... Kazuya-kun!''
Bio :
Wanita anggun cantik dan menawan yang sanggup meluluhkan setiap
lelaki berbeda dengan kedua temannya yangg selalu mengeluarkan sisi horror mereka
Putri pengusaha roti Group Hyuga
HYUGA HINATA
Tentramen :
Berubah – ubah
''Kasuya ayo pulang!'' nada datar yang sangat sangat datar melebihi suara horror dewa kematian dari Hinata, yang membuat semua bulu kuduk Kazuya berdiri sempurna setiap saat.
''Tatapan itu'' gumam Kazuya dalam hati "sangat mngerikan. tapi sayang... masam.''
Keesokan harinya
Di KSHS
sekolah yang murid-muridnya lebih banyak dari kalangan konglomerat klas atas, sedang melakukan aktivitasnya masing-masing. ada yang sedang melukis, ada yang sedang membaca buku, bahkan ada yang kencing di celana saat melihat sang penguasa KSHS lewat membawa obor.
''Hah Orang-orang di sokolah ini lebih parah daripada di Susuran'' keluh Kazuya merasa risih karena seseorang yang penuh semangat membara bertanya -tanya tentang rambut indahnya yang seperti rambut model iklan sampo.
''Hei! kau Rock Lee kan. berhenti menggangguku''
''Hey bro… aku terus saja di goda gadis-gadis di kelas ini'' Naruto memasang muka masam karena kesal dia jadi tidak bisa memandangi istrinya yang duduk di bangku depan.
Tentu saja mereka malu mengakuinya kalau mereka telah menikah saat dibangku kls 2 SMA
''Ah merepotkan'' Shikamaru mengeluh karena para gadis berebutan mencarinya sambil memegang Buku fisika di tangan mereka.
''Hey… Shikamaru, kau sudah 12 x mengeluh meropotkan. siapa suruh kau punya otak jenius'' ledek Naruto
''Ah… kau juga, siapa suruh punya mata biru seprti safir itu'' balas Shikamaru
''Berhentilah kalian berdua'' keluh Kazuya malas
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Sasuke!''
Sai melangkah mendekati sepupunya yang sedang duduk di perpustakaan ala bos mamia "Ada apa?'' tanya Sasuke penasaran , "bisanya Sai selalu ke ruang seni saat jam istirahat'' pikirnya
''Kita kedatangan pesaing'' jawab Sai datar
''Maksudnya?'' tanya Sasuke
Sai mengahela nafas panjang "kau tak sadar kalo mereka merebut fans kita dan mungkin saja gadis yang kau sukai itu akan jatuh ke salah satu diantara mereka''
''Maksudmu Hinata?''
''Ya dia salah satunya dan mungkin Sakura juga berhenti mengerjarmu''
''Benarkah?'' tanya Sasuke tenang
''Aku juga merasa kalau-kalau nanti Ino juga jatuh di tangan mereka. Repotasi kita akan menurun'' sahut Sai santai
Kedua pangeran KSHS yang memiliki Style super es no jutsu tidak bisa tenang lagi. mereka kawatir jika gadis yang mereka sukai berpaling ke pria lain
''Kalau begitu kita harus cepat bertindak'' ajak Sasuke
.
.
.
.
.
.
.
.
''Hey'' panggil Kazuya memanggil Rock Lee
''Oh ada apa'' Rock Lee memasang muka penasaran kenapa dipanggil
''Antar kami berkeliling sekolah ini, kami belum tahu persis sekolah ini''
''Ok!'' sahut Lee dengan semangat ''oke, ikuti aku''
The Brothers pun mengikuti Rock Lee berkeliling. Rock Lee menunjuk ini, memperkenalkan itu, mengoceh dengan penuh semangat, memperkenalkan semua sudut KSHS
''Ah kenapa kau suruh dia yang mengantar kita, kenapa tidak Sakura atau yang lain.'' keluh Naruto kesal melihat tingkah Lee yang berlebihan
''Ah kalo kita suruh mereka mengantar kita, kita palingan akan mendapat muka horror dari mereka, itu tetntu sangat merepotkan "
''Iya kau benar Shikamaru'' sahut Kazuya menyetujui
Sampai tak sengaja The Brothers perpapasan dengan para pria es, mereka saling bertatapan dingin satu sama lain
''Siapa mereka?" tanya Naruto
''Oh mereka, yang berambut reven itu anak president direktur Singha Coporation Group, UCHIHA SASUKE dan yang bersamanya itu adalah sepupunya UCHIHA SAI'' jelas Lee dengan semangat "mereka itu orang yang paling cool di sekolah ini lo..''
The Brothers sama sekali tidak heran, orang orang seperti itu hanyalah orang orang biasa di mata mereka. tapi untuk semua para gadis , mereka menganggap dua pria es itu pangeran idaman mereka
''Sudahlah, ayo kita ke atap sekolah ini!''
''Jangan! tempat itu milik raja'' Lee menghentikan langkah The Brothers
''Maksudmu tempat Kepala sekolah?'' tanya Shikamaru penasaran
''Ah tak apa. kita kesana saja'' jawab Kazuya santai
''Stop!''
''Kenapa kau melarang kami " tanya Naruto heran
''Pokoknya janga…''
''Naruto-kun'' terdengar suara lembut dari kejauhan memanggil namanya dan memotong pembicaraan Lee. gadis itu adalah salah satu fans Naruto di sekolah barunya
''Ah dia lagi''
''Siapa dia Naruto?" tanya Kazuya
''Si pengganggu kecil. Shion'' jawab Naruto santai
''Ha ha.. kau cepat sekali mendapat gadis Naruto "goda Kazuya
Teng teng teng
Jam masuk kelas telah berbunyi untuk jam pelajaran terakhir
''Ayo kita masuk kelas!'' ajak Shikamaru "masalah ini kita bahas lain kali''
Mereka pun beranjak masuk ke kelasnya
.
.
.
.
.
.
.
.
''Hey dengar kalian semua!'' seru Sang ketua kelas. ia adalah Ino Yamanaka ''kita dapat tugas dari guru Kurinai kita disuruh mengerjakan ini'' sambil menunjukan lampiran tugas di tangannya sementara guru Kurinai Sang guru sastra sedang menjalani proses persalinan di RS Konoha jadi gurunya memberi tugas untuk mengisi jam mengajarnya.
''Kebetulan sekali'' grutu Shikamaru lalu bangkit sambil mengangkat kursinya
''Hey! kau mau kemana Shikamaru'' tanya Ino. Shikamaru tak menghiraukan pertanyaan Ino, dia langsung menuju pojokan kelas sambil membawa kursinya lalu...
''Hey kau'' Teriak Ino lagi ...lalu Shikamuru mulai duduk dan perlahan memejamkan matanya kemudian tidur. sebelum tidur dia mengeluh pelan "troublesome''
''Biarkan saja Ino. mungkin dia lelah karena tadi malam'' gerutu Naruto menenangkan Sang ketua kelas
Tiba-tiba saja Kazuya bangkit dari duduknya lalu melangkah mendekat ke Hinata dan membukuk di sebelahnya, kemudian berbisik "tolong kerjakan tugasnya untukku juga ya istriku.'' tak peduli Hinata menjawab apa, dia langsung menuju tempat Shikamaru lalu ikut memejamkan mata.
Ino dan Hinata malah melotot menatap Naruto. Naruto hanya menanggapi dengan mengangkat bahunya saja lalu kembali mengerjakan tugasnya sendiri.
''Ino… Hinata… biarkan saja, lebih baik kerjakan saja tugasmu dan tugas suami kalian'' seru Sakura santai sambil mengerjakan tugasnya.
Mau tak mau mereka harus mengerjakan juga tugas suaminya itu, yah salah satu tugas seorang istri mungkin/
beberapa jam kemudian
Teng teng teng
Bunyi bell menandakan jam terakhir sudah usai. waktunya pulang.
Tiba tiba ponsel Shikamaru bergetar. Ada sms masuk.
''Ada apa Shikamaru'' tanya Kazuya santai
''Temari sedang menunggu di depan'' sahut Shikamaru pelan
''Tak apa, ayo kita hampiri'' ajak Naruto dengan santai
Mereka pun langsung menuju gerbang sekolah, Ino yang melihat Shikamaru langsung saja keluar kelas merasa curiga "ada apa sebenarnya?'' Ino langsung mengajak ke dua temannya untuk mengikuti para suaminya
''Shika-kun'' pangil lembut Temari lalu mendekati Shikamaru dan memeluknya dengan mesra. Shikamaru juga langsung membalas pelukannya dengan hangat
Tapi sial Ino melihat kejadian itu. wajah Ino langsung berubah pucat, tentu saja Ino merasa terpukul karena di hati Ino sudah tumbuh cinta terhadap suaminya. Ino langsung lari ke dalam kelas begitu saja sambil menangis.
Sakura dan Hinata yang tak tau apa-apa hanya bisa molongo melihat expresi wajah Ino.
''Shikamaru! kau susul Ino. aku tau kau lebih mencintai Ino. Cepatlah! biar aku yang menangani masalah di sini'' seru Kazuya santai
Shikamaru, tanpa pikir panjang langsung berlari mengejar Ino. Lagi-lagi Sakura dan Hinata hanya bisa melongo melihat pemandangan itu.
''Baka… ini akan jadi masalah besar'' gumam Naruto pelan
''Temari… kau duduklah dulu! akan ku jelaskan semua yang terjadi'' seru Kazuya tenang dan Temari pun mengikuti perintahnya lalu Kazuya memulai penjelasannya panjang lebar
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Ino dimana kau?'' Shikamaru kesana kemari mencari istrinya namun tak menemukannya. Shikamaru menelusuri semua sudut sekolah namun tetap sama, dia tak menemukannya.
''Kenapa kau menangis, Ino – chan?'' Terdengar suara lembut dari sudut ruang seni,
Suara itu ternyata milik Sai yang kembali ke ruang seni demi mengambil barangnya yang ketinggalan lalu melihat Ino duduk sambil menangis.
''Ada apa ino?'' tanya Sai lembut
Ino tidak tau kalau itu Sai "kenapa kau teg…'' Belum abis Ino bicara Sai langsung memeluk Ino "aku pinjamkan bahuku untuk mu. Menangislah. "Sai memeluk dengan hangat, Ino terus menangis. dia sangat terpukul melihat suaminya memeluk gadis lain.
Sekarang Shikamaru yang merasa sesak dan terpukul hebat melihat Ino di pelukan Sai "jadi begini rasanya.'' pikir Shikamaru, lalu Shikamaru pergi dengan langkah sedih. dia kelihatan kacau tak beraturan. Ino sempat melihat suaminya ada di dekat pintu, sebelum pergi dari ruangannya. serentak saja Ino meronta melepaskan diri dari pelukan Sai, kali ini Ino yang merasa bersalah.
,
,
,
,
,
,
,
,
,
''Itulah yang sebenarnyaTemari, ku harap kamu mengerti keadaan Shikamaru'' tanpa pikir panjang setelah mendengar penjelasan Kazuya, Temari langsung berlari sambil menangis, dadanya sesak. dia sakit hati.
''Temari!'' panggil Naruto
''Biarkan Naruto… biarkan dia sendiri dulu'' ujar Kazuya sambil merunduk
Hinata dan Sakura datang menghampiri para suaminya dan ikut duduk di samping mereka, saat itu mereka masih di area parkir sekolah.
''Ada apa Naruto?'' Sakura bertanya pada suaminya dengan nada pelan "hah…. "Naruto menghela nafasnya
Shikamaru tiba-tiba datang dan masuk ke dalam mobilnya, lalu bergegas mejalankan mobilnya dengan ugal-ugalan tanpa menghiraukan temannya
Kazuya yang cepat tanggap melihat Shikamaru yang bertingkah aneh, langsung menyuruh Naruto mengejarnya "Naruto! kau kejar Shikamaru ada sesuatu yang terjadi padanya, Sakura! kau temani Naruto mencari Shikamaru, sementara aku dan Hinata mencari Ino''
Tampa basa basi Naruto dan Sakura langsung masuk ke mobil mereka lalu mengejar Shikamaru.
''Ada yang janggal di diri Shikamaru. dia kelihatan pucat, ini pasti ada hubungannya dengan Ino. ayo Hinata kita cari Ino''tanpa berkomentar Hinata langsung mengikuti suaminya itu. ruang demi ruang mereka periksa demi menemukan Ino, tapi sampai saat ini mereka tak menemukanya.
''Kazuya – kun! coba kita ke ruang seni'' ajak Hinata
"oh, ayo cepat'' sahut Kazuya
Kazuya dan Hinata langsung menuju ruang seni, mendadak mereka terkejut melihat Sai yang sedang memeluk Ino.
''Woi! apa-apan ini'' seru Kazuya mengejutkan Sai dan Ino
''Jadi ini penyebabnya'' tambah Kazuya
''Ino… apa yang kau lakukan'' ucap Hinata pelan
Sai dan Ino glagapan.
''Bukan apa-apa'' jawab Ino sambil mengusap air matanya
''Sai pergilah dulu'' pinta Ino pelan
Sai beranjak pergi dan sempat saling bertatap dingin dengan Kazuya
''Ada apa sebenarnya, Ino?'' tanya Hinata yang duduk di samping Ino lalu memeluknya
Sementara Kazuya masih berdiri. Diam.
''Bukan apa-apa Hinata'' sahut Ino pelan sambil memandang ke arah lain
''Ini. "Kazuya memberinya saput tangan "usaplah air matamu'' Ino mengambil saput tangan yang diberikan kepadanya lalu Kazuya ikut duduk di sampingnya.
''Kau tau Ino… Shikamaru. tadi dia pergi begitu saja. mungkin dia melihat kau dan Sai''
Ino hanya mengangguk pelan.
''Kau menangis… pasti karena kau melihat Shikamaru memeluk Temari. kau tau Ino, Shikamaru sangat mencintaimu.'' Ino terkejut mendengar penjelasan Kazuya "sudah sekian lama kau bersama Shikamaru , tidur bersama, masak kau tak sadar akan perasaan suamimu, Ino''
''Shikamaru tadi menangis, Ino. dia sepertinya terpukul'' tambah Hinata
Ino terkejut dan langsung menatap Hinata "aku harus mencarinya ''
''Sudah terlambat Ino. dia sudah pergi entah kemana. Naruto dan Sakura sedang mencarinya. jadi tenanglah.'' Kazuya menenangkannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Sial'' Naruto memukul kemudi ''kita kehilangan Shikamaru''
''Sakura coba kau hubungi Shikamaru!'' seru Naruto kawatir
''Sudah aku hubungi tapi tidak di angkat'' sahut Sakura
''Ah, Kemana kau Shikamaru'' Naruto memukul kemudi lagi
Naruto berhenti di tengah jalan karena kehilangan Shikamaru.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tiba tiba hp Kazuya berdering
''Ada apa Naruto?''
''Apa?''
''Oke, kalian istirahatlah dulu''
''Biar aku yang melanjutkan mencari''
Kazuya menutup teleponya
''Shikamaru tidak ditemukan'' jelas Kazuya tak semangat
''Aku akan mencarinya''
''Aku ikut'' seru Ino
''Baiklah kalian berdua ikut aku''
lets to road
''Jangan-jangan Shikamaru di sana'' Kazuya langsung memutar stir lalu berbalik arah
''Ada apa Kazuya-kun?'' tanya Hinata
''Dia pasti disana. di pantai yang pernah kita kunjungi ber 6 saat kencan''
Dengan kencang Kazuya melajukan mobil sportnya. hanya hitungan menit mereka sudah sampai di pantai.
''Ah, itu dia Shikamaru. cepat kau hampiri dia, Ino!" printah Kazuya "semetara kami tunggu di mobil''
''Shikamaru! "Panggil Ino
Shikamaru terkejut Ino tiba-tiba datang "kenapa kau kemari?'' tanya Shikamaru datar
''Mencarimu'' sahut Ino singkat
''Untuk apa?''
'''Karena aku mencintaimu Shikamaru'' bisik Ino pelan
''Benarkah yang aku dengar, ku kira kau mencintai Sai''
''Dasar bodoh'' Ino memukul Kepala Shikamaru "aku kan istrimu'' pipi Ino memerah
''Aku takut kau malah lebih memilih gadis itu Shikamaru''
''Tidak akan Ino, karena aku juga mencintaimu''
Ino tersenyum dan memeluk suaminya dibawah sinar sunset ''ingat jangan mendekati gadis lain aku mengawasimu Shikamaru'' geram Ino mengancam suaminya
''Haha baiklah-baiklah istriku yang merepotkan''
Melihat Shikamaru dan Ino sudah baik-baik saja akhirnya Kazuya bisa tersenyum lega.
''Hinata –chan, Aku tak mau kau nanti seperti itu, lebih baik aku tanya sekarang sebelum terjadi hal buruk. apa kau mencintaiku?'' Kazuya menatap serius Hinata dan seketika pipi Hinata memerah.
''Kenapa kau diam saja Hinata?''
''kau tak menjawab.. "
''Hinata?''
''Ya ya baiklah. kau tak mau jawab, ayo kita pulang saja!'' Kazuya berbalik untuk masuk ke mobil
''Aku mencintai mu'' kata-kata itu menghentikan langkah Kazuya dan langsung berbalik menatap Hinata lalu langsung mencium Hinata sebentar "aku juga mencintaimu Hinata'' pipi Hinata sekarang memerah sempurna tanpa pikir panjang Kazuya mencium Hinata dengan lembut dengan senang hati Hinata membalas ciuman Kazuya dengan posisi tangan Hinata di leher Kazuya dan punggung Hinata bersandar di mobil
Hah.. malam yang penuh arti. Lagi-lagi momen itu terjadi di pantai
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Ah kemana mereka dihubungi tidak ada jawaban'' keluh Naruto kawatir "Kazuya juga, dia kemana? Kenapa tiba tiba tak bisa dihubungi''
''Ada apa Naruto? kenapa gelisah seperti itu'' tanya Ayahnya
''Ada apa sebenarnya, Sakura?'' tanya Kushina yang bingung melihat Naruto mondar mandir di depan rumah
''Itu Ibu…''
''Jelaskan Sakura ada apa sebenarnya?'' tanya Minato
''Naruto kawatir dengan Shikamaru Ibu'' sahut Sakura "Shikamaru bertengkar dengan Ino. dan Shikamaru pergi entah kemana.''
Tiba tiba hp Naruto berdering dan sempat mengalihkan peratian kedua orang tuanya
''Halo bagaimana bro?''
''bagaimana keadaanya?''
''oh, syukurlah''
Naruto menutup telpnya
''Sakura-chan, Shikamaru sudah ketemu. dia dan Ino baik baik saja''
akhirnya Naruto bisa bernafas lega sekarang ''kau membuat aku kawatir Shikamaru'' keluh Naruto pelan
''Ayah.. Ibu… aku mandi dulu setelah itu aku mau langsung istirahat, hari ini benar-benar melelahkan'' Naruto langsung melangkah ke kamarnya untuk mandi
''ah, Melelahkan''
To be continued
