Title: Unspeakable Secret

Cast: Kyuhyun (17) , Donghae(18) , Siwon(18), Eunhyuk(18)-Cameo, Heechul (22)

Gendre: Brothership/ Familly/ Friendship

Rating: T

Chapter: 10-ENDING

Aku tidak suka adik yang lemah sepertimu, jika kau seperti ini terus maka jangan pernah memanggilku hyung lagi/ aku ingin menghapus ingatanku ini, aku benci ingatan ini/ dari sekian banyak manusia didunia ini, kenapa harus kau ?/

Kyuhyun berjalan dimalam hari yang sangat sepi dan dingin dengan badan yang demam. Kaki Kyuhyun langkahkan pada jalanan yang lenggang karena kendaraan yang sudah mulai berkurang.

Dengan kepala yang berat, Kyuhyun mencoba menghentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat.

Setelah melewati beberapa gang sebuah perumahan padat penduduk, Taxi tersebut berhenti. Kyuhyun keluar dengan terhuyung-huyung. Dia berjalan sedikit dari tempatnya berdiri.

Kyuhyun tersenyum dengan wajah pucatnya.

"aku kembali..."

Selanjutnya...

Dibukanya pagar rumah yang sekarang berada didepannya. Rumah yang terlihat sama dengan beberapa tahun yang lalu. Kyuhyun mengetuk pintu rumah kecil itu dan tidak beberapa lama kemudian muncullah seorang wanita yang begitu dikenalnya.

"Kyuhyun-ah?" panggil seorang wanita dari dalam rumah tersebut.

Kyuhyun hanya tersenyum melihat sang eomma yang menyambut kedatangannya.

"eomma..." panggil Kyuhyun.

Wanita yang dipanggil Kyuhyun dengan sebutan eomma ternyata adalah Taeri. Saat ini Kyuhyun tengah berada dirumahnya yang dulu dia tinggali bersama sang eomma.

Taeri memeluk erat tubuh Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah... eomma sangat merindukanmu nak..." ucap Taeri pada Kyuhyun.

"eomma..." Kyuhyun tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena berada dalam pelukan sang eomma disaat sedang sakit.

"badanmu panas sekali... kau demam..." ucap Taeri sambil memegangi wajah Kyuhyun yang pucat karena demam.

"gwaenchana..." jawab Kyuhyun.

Taeri pun mengajak Kyuhyun untuk masuk kedalam rumah dan membuatkan Kyuhyun bubur yang selalu dia buatkan saat Kyuhyun sakit.

"makanlah Kyu..." Taeri menyodorkan bubur untuk Kyuhyun.

"gomawo eomma..." ucap Kyuhyun sambil memakan sesuap bubur yang ada didepannya.

Meskipun Kyuhyun merasa tidak bernafsu untuk makan tetapi dia berusaha untuk makan bubur buatan Taeri.

Taeri begitu senang mengetahui Kyuhyun berada didekatnya lagi.

"eomma begitu senang kau kembali padaku Kyu... gomawo sudah mau memaafkan eomma.." ucap Taeri pada Kyuhyun.

"eomma, itu... sebenarnya..."

"makanlah dulu baru bicara" potong Taeri.

"anio,, eomma harus mendengarkan penjelasanku..." ucap Kyuhyun menghentikan kegiatan makannya untuk berbicara pada Taeri.

"arra Kyuhyun-ah... eomma mengerti apa yang ingin kamu katakan" ucap Taeri sambil memandang Kyuhyun dengan serius. Meskipun perasaan kecewa tidak bisa Taeri sembunyikan dari Kyuhyun tetapi Taeri mencoba mengerti keadaannya saat ini.

"Kyuhyun-ah..." Taeri memegang tangan Kyuhyun dan menatap wajah Kyuhyun.

"kau tahu kan jika takdirmu adalah menjadi anak eomma?"

"ne.." jawab Kyuhyun singkat mengerti maksud Taeri.

"mianhae Kyuhyun-ah, eomma sudah membuat takdir tersebut menjadi buruk... jika bersama keluarga Minsoo membuatmu menjadi senang, maka eomma akan merasa sangat bersyukur. Setidaknya kau mendapatkan kasih sayang yang tidak pernah eomma berikan padamu" ucap Taeri dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.

"eomma..."

"Minsoo adalah orang yang sangat baik dan pantas menjadi eomma angkatmu Kyu.. jangan memikirkan eomma dan tinggallah bersama Minsoo dan Donghae.. pilihanmu sangat baik jika kau memilih mereka daripada memilihku.. bukankah kau kesini untuk mengucapkan selamat tinggal padaku?" ucap Taeri dengan tulus.

Kyuhyun hanya diam mendengar ucapan Taeri yang seolah bisa membaca pikiran Kyuhyun dan juga tujuan Kyuhyun datang kerumah tersebut.

"ne, eomma benar... aku kemari untuk mengucapkan selamat tinggal pada eomma" ucap Kyuhyun dengan berat hati.

"geurae, keputusanmu sangat bagus Kyu" ucap Taeri.

"apa eomma yakin?" Kyuhyun masih merasa kasihan melihat sang eomma yang tidak memiliki siapapun disampingnya saat ini.

"wae? apa kau mengkhawatirkanku? Gwaenchana Kyu..." ucap Taeri menenangkan Kyuhyun.

Tiba-tiba handphone Taeri berdering menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang.

"ne?" jawab Taeri dengan enteng.

"mwo?" Taeri terlihat terkejut dengan apa yang diomongkan seseorang disebrang telepon tersebut.

"wae? ada apa eomma?" tanya Kyuhyun yang melihat raut wajah Taeri berubah.

"Siwon dan appanya ada didepan.." ucap Taeri setenang mungkin. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya nanti.

"aku akan menjelaskannya..." ucap Kyuhyun.

"andwe,, diamlah disini saja... eomma akan mengatasinya sendiri" ucap Taeri dan beranjak keluar rumah.

Diluar rumah, Siwon dan appanya sudah menunggu Taeri. Terlihat raut wajah yang tidak enak dari sang suami dari Taeri tersebut.

"kenapa kau lama sekali membukakakan pintu?" ucap tuan Choi Junpyo ayah Siwon.

"aku sedang memasak... ada apa kau kemari?" tanya Taeri pada Junpyo.

"mwo? aku mencarimu yeobo... kenapa kau malah tidak pulang dan tinggal disini?" tanya Junpyo pada Taeri. Taeri tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Junpyo. Yang Taeri tahu seharusnya sang suami marah padanya karena aduan Siwon tentang perilakunya.

"aku tidak bisa pulang bersamamu... mianhae..." ucap Taeri pada Junpyo.

"eomma..."

Baik Taeri, Junpyo dan Siwon terkejut dengan keberadaan Kyuhyun dari dalam rumah tersebut.

"Kyuhyun-ah..."

Kyuhyun memberikan salam hormat pada appa Siwon yang berdiri gagah didepannya.

"kau..." Junpyo tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.

Flasback

Kediaman Siwon

"appa, ada yang ingin aku beritahukan padamu..." ucap Siwon.

"tentang apa?" tanya Junpyo yang saat itu tengah meminum kopi dimeja kerjanya.

"tentang eomma..." jawab Siwon.

"wae? apa kau bertengkar lagi dengannya?" tanya Junpyo.

"anio, tetapi..." Siwon menjadi ragu-ragu dengan apa yang akan dia ucapkan pada appanya.

"wae?"

"tentang anak kandung eomma Taeri..." ucap Siwon.

"tentang Kyuhyun?" tanya Junpyo.

"ne, darimana appa tahu hal itu?" Siwon heran karena appanya sudah tahu tentang Kyuhyun.

Junpyo hanya tesenyum tanpa menjawab pertanyaan Siwon.

"appa..."

"Siwon-ah... didunia ini tidak ada manusia yang hidup tanpa dosa apalagi tanpa kesalahan" ucap Junpyo.

"apa appa berniat menutup mata begitu saja?" tanya Siwon yang sedikit kecewa dengan ucapan appanya.

"anio, hanya saja appa memberikan kesempatan kedua pada Taeri... aku yakin dia punya alasan mengapa dia melakukan hal itu.. appa hanya ingin mencoba menjadi bijaksana agar tidak kembali kehilangan orang yang appa sayangi..." ucap Junpyo.

"lalu appa lebih mencintainya daripada aku?"

"anio, kau segalanya buat appa... tetapi Taeri juga mempunyai tempat tersendiri dihati appa.. kau begitu menyayangi Kyuhyun kan? Kau ingin merasakan menjadi seorang hyung seperti Donghae?" ucap Junpyo membuat Siwon menyadari suatu hal.

"kau bahkan punya tempat tersendiri buat Kyuhyun lalu apa kau tidak punya tempat untuk eommanya Kyuhyun?"

Siwon terdiam mendengar ucapan appanya yang banyak mengandung kebenaran.

"geurae, aku juga akan memberikan kesempatan kedua untuknya demi appa..." ucap Siwon.

"gomawo Siwon-ah... setidaknya kita perlu berpura-pura menutup mata untuk sebuah kebahagiaan" ucap Junpyo.

Flasback End

"tolong jaga eomma..." ucap Kyuhyun pada Junpyo.

"Kenapa kau ada disini?" Siwon terkejut dengan keberadaan Kyuhyun.

"kau, Kyuhyun?" tanya Junpyo membuat Kyuhyun memandang wajah Junpyo.

"ne... Kyuhyun imnida... tolong jangan salah paham terhadap eomma..." ucap Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah,, masuklah kedalam..." ucap Taeri pada Kyuhyun.

"anio, tuan Choi harus memahami eomma..." ucap Kyuhyun pada Taeri.

"sudahlah jangan berbicara lagi, masuklah nanti kau akan semakin sakit" ucap Taeri.

Siwon mengernyitkan dahinya karena mendengar Kyuhyun yang sedang sakit.

"arraseo Kyuhyun-ah,, appa akan menjaga eommamu" ucap Junpyo pada Kyuhyun.

Semua yang berada disana terkejut dengan perkataan Junpyo.

"Junpyo-shi..." Taeri sangat terharu mendengar perkataan Junpyo.

"yeobo, kita bicara sebentar" ajak Junpyo pada Taeri.

"Siwon-ah, masuklah bersama Kyuhyun" perintah Junpyo.

Junpyo pun berbicara berdua bersama dengan Taeri didalam mobil dan Kyuhyun mengikuti Siwon masuk kedalam rumah.

Didalam rumah, Siwon langsung duduk tanpa disuruh. Kyuhyun yang melihat hal itu hanya bisa melihat dengan sinis.

"wae? kenapa kau memandangku seperti itu?" tanya Siwon.

"anio, lupakan saja" Kyuhyun malas untuk bercakap-cakap dengan Siwon dan memilih duduk dikursi yang berbeda dengan Siwon.

"kenapa kau bisa disini?" tanya Siwon ingin tahu.

"kenapa kau ingin tahu? Lalu kenapa kau kesini?" Kyuhyun bertanya balik padanya.

"YA, aku lebih tua darimu" ucap Siwon tidak terima dengan jawaban Kyuhyun.

"beda satu tahun itu tidak ada bedanya" ucap Kyuhyun kesal.

Siwon menghentikan percakapan diantara mereka dengan hanya diam.

"jaga eomma..." ucap Kyuhyun pada Siwon.

"wae? kenapa harus aku?"

"molla, hanya saja dia tidak akan punya siapa-siapa lagi jika kau meninggalkannya" ucap Kyuhyun.

"lalu kau akan kemana?"

"aku memutuskan untuk kembali kekeluarga Donghae hyung..." ucap Kyuhyun.

"mwo?"

"eomma juga ingin agar aku tinggal bersama mereka lagi.. sedikit canggung hubungan diantara aku dan eomma setelah sekian lama dan juga karena kejadian diwaktu dulu..." ucap Kyuhyun kembali merasa sedih jika ingat masa lalunya.

"baik aku maupun eomma akan merasa terganggu jika harus hidup bersama lagi.. meskipun hubunganku sebagai anak kandung dari eomma tidak bisa dihindari tetapi untuk hidup bersama lagi setelah apa yang eomma lakukan padaku, itu..."

"arraseo..." Siwon memotong ucapan Kyuhyun.

"aku bisa mengerti perasaanmu Kyu... mianhae karena beberapa waktu yang lalu aku telah mengancam bahkan memaksamu untuk tinggal bersama denganku dan juga eommamu.. aku hanya ingin memberikan eommamu pelajaran tetapi aku lupa memperhatikan perasaanmu jika harus dipaksa tinggal bersama eomma yang punya kenangan buruk diwaktu dulu" ucap Siwon.

"ahhhhh, aku iri sekali dengan Donghae... dia bisa menjadi hyungmu" ucap Siwon.

"kau... juga hyungku sekarang..." ucap Kyuhyun.

"jangan memaksakan diri memanggilku hyung..." ucap Siwon.

Kyuhyun hanya tersenyum mendengar ucapan Siwon.

"geurae, seharusnya aku bersikap selayaknya seorang hyung untukmu... appa sudah memaafkan eommamu jadi jangan khawatir jika dia akan tinggal sendiri dirumah ini" ucap Siwon.

"benarkah?"

"ne, itu semua benar... appa memberikan pelajaran padaku jika kita harus mendengar alasan seseorang terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu dan bukankah memberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri itu lebih baik?" ucap Siwon.

"kau jauh lebih dewasa dari perkiraanku" ucap Kyuhyun.

"Siwon-ah, Kyuhyunie..." panggil Taeri dari luar rumah.

Kyuhyun dan Siwon pun keluar dari dalam rumah.

"wae? ada apa?" tanya Siwon yang keluar terlebih dahulu.

"sudah malam, kita harus pulang" ucap Junpyo.

"lalu, eomma?" tanya Kyuhyun.

"jangan khawatir, dia juga akan pulang bersama kami... lalu kau..." Junpyo tidak jadi melanjutkan perkataannya karena sebelumnya dia sudah mendengar dari Taeri jika Kyuhyun memutuskan untuk tinggal bersama keluarga Minsoo.

"aku akan pulang juga...hmmmm, bolehkan aku memanggilmu appa" tanya Kyuhyun ragu.

"tentu Kyu, aku juga appamu..." ucap Junpyo.

"aku akan mengantarmu pulang kerumah Minsoo" ucap Taeri.

"anio, aku akan pulang sendiri... aku tidak ingin jika eomma membuat keributan dirumah orang" ucap Kyuhyun.

"tetapi kau sedang demam Kyu" ucap Taeri.

"anio, nan gwaenchana eomma" jawab Kyuhyun.

"benarkah kau baik-baik saja?" tanya Siwon.

"ne..." jawab Kyuhyun.

"kalau begitu kami akan pulang, jangan lupa hubungi eomma jika kau sudah sampai dirumah nde?" ucap Taeri.

Kyuhyun mengangguk tanda mengerti.

#Dirumah Heechul

Heechul membuka kedua matanya dan mendapati Kyuhyun sudah tidak ada ditempatnya semula.

"Kyuhyun-ah!" panggil Heechul sekeras mungkin.

Tidak ada jawaban dari Kyuhyun, Heechul pun mencari diseluruh rumahnya.

"kemana anak itu dengan keadaan sakit begitu?" gumam Heechul.

"apa yang harus aku lakukan?" gumam Heechul.

"apa aku harus menghubungi ahjumma dan bilang jika Kyuhyun hilang?"

"ahhh, anio dia akan membunuhku jika tahu Kyuhyun hilang lagi... apa Kyuhyun pulang kerumah ahjumma?"

Heechul sibuk berspekualasi dengan dirinya sendiri.

Didalam malam yang gelap dan waktu menunjukkan pukul 3 pagi. Kyuhyun berjalan dari rumahnya menuju rumah Donghae. Tidak ada kendaraan dijam pagi seperti ini jika Kyuhyun tidak menelpon Taxi. Ingin sekali Kyuhyun menelpon Taxi namun handphone yang dia punya tertinggal dirumah Heechul.

"apa tidak ada taxi yang lewat?" gumam Kyuhyun.

"kenapa dimalam yang dingin, aku justru merasa sangat gerah? Apa demamku bertambah parah?"

Kyuhyun memutuskan berjalan kaki untuk pulang kerumah Donghae. Tubuhnya semakin terasa berat dan kepalanya sangat sakit. Dengan langkah perlahan dan terhuyung-huyung, Kyuhyun mencoba bertahan agar segera sampai.

#Dirumah Donghae

Meskipun Minsoo tahu jika Kyuhyun berada dirumah Heechul namun perasaannya tidak bisa disembunyikan jika dia merasa khawatir dengan keadaaan Kyuhyun. Begitu juga dengan Donghae, dia sangat khawatir pada Kyuhyun dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.

"apa yang dilakukan Kyuhyun saat ini? Apa dia benar-benar tidak mau memberi kabar padaku?" gumam Dongahae sambil melihat handphone yang ada ditangannya.

Bel rumah tersebut berbunyi dengan nyaring.

"Kyu?" Donghae langsung bangun dari tempat tidurnya karena berharap jika orang yang menekan bel adalah Kyuhyun.

Dan benar saja, saat Donghae membuka pintu terlihat Kyuhyun dengan wajah yang pucat dengan keringat dingin mengucur membasahi seluruh wajahnya.

"Kyuhyunie..."

Namun beberapa detik kemudian, Kyuhyun jatuh tersungkur didepan Donghae.

"Kyu!" teriak Donghae. Donghae segera menghampiri Kyuhyun yang duduk dilantai.

"gwaenchana hyung..." Kyuhyun masih memberikan senyumnya pada Donghae meskipun tubuhnya sudah terlalu sakit dan lelah untuk bicara.

"eomma! Appa!..." Donghae berteriak sekeras mungkin memanggil kedua orangtuanya.

Tak berapa lama sang eomma dan appanya datang menemui Donghae dengan tergesa-gesa karena terkejut dengan panggilan Donghae yang membangunkan tidur mereka.

"wae?" Junhae dengan mata yang baru terbuka sangat terkejut saat mendapati Kyuhyun terduduk didepan Donghae dengan mata tertutup.

"Kyuhyun-ah..." gumam Minsoo sambil termenung melihat apa yang ada didepan matanya.

Sedangkan Junhae segera menghampiri Kyuhyun yang duduk didepan Donghae. Junhae segera memeriksa Kyuhyun yang sudah dibanjiri dengan keringat dingin.

"demamnya sangat tinggi" gumam Junhae.

"Hae-ya, bantu appa membawanya" ucap Junhae pada Donghae. Junhae memapah Kyuhyun dibantu dengan Donghae menuju ke kamar Kyuhyun.

Minsoo masih diam melihat Kyuhyun seperti itu tetapi dia segera mengikuti ke dalam kamar Kyuhyun.

Junhae meminta Donghae membawakan stetoskop dan juga ember air untuk menyeka keringat Kyuhyun.

"yeobo..." Minsoo memanggil Junhae dengan pelan.

"gwaenchana, dia hanya demam..." ucap Junhae sambil tersenyum menenangkan Minsoo yang terlihat begitu kawatir dengan keadaan Kyuhyun.

"eomma..." panggil Kyuhyun dengan pelan dan lemah.

"Kyuhyun-ah... gwaenchana?" tanya Minsoo sambil mendekati Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaan Minsoo. Setelah melihat wajah Minsoo, Kyuhyun kembali memejamkan matanya untuk beristirahat.

Heechul dengan langkah seribu menuju kerumah Donghae setelah mendapat panggilan telepon dari Donghae. Tak lupa dia membawa hanphone milik Kyuhyun yang sejak tadi berdering.

"Mianhae Donghae-ya, aku tidak menjaganya dengan baik... aku bahkan tidak tahu jika dia pergi diam-diam" ucap Heechul menyesal pada Donghae.

"gwaenchana hyung, kau sudah melakukan yang terbaik" ucap Donghae.

"ahh, ini milik Kyuhyun.. sejak tadi sudah berdering dan tidak aku jawab" ucap Heechul sambil menyodorkan handphone Kyuhyun.

Donghae melihat daftar 20 panggilan tak terjawab pada pukul 3 pagi hingga pukul 4 pagi dan melihat nama Eomma dalam daftar tersebut.

"eomma?" gumam Donghae heran.

"wae Donghae-ya?" Minsoo muncul dari dalam kamar Kyuhyun dan mendapati Donghae sudah bersama dengan Heechul.

"apa eomma yang menelpon Kyuhyun?" tanya Donghae dengan wajah polosnya.

Minsoo sedikit heran dengan pertanyaan Donghae karena yang dia tahu, Kyuhyun sejak kemarin sore bersama dengan Heechul dan Minsoo sudah mempercayakan Kyuhyun pada Heechul agar Kyuhyun dapat menenangkan pikirannya. Lalu buat apa lagi Minsoo menelpon Kyuhyun apalagi pada pukul 3 pagi tadi.

"menelpon?" tanya Minsoo heran.

"ne, sejak tadi handpone Kyuhyun berdering tetapi saya tidak berani mengangkatnya karena saya pikir itu adalah ahjumma" jawab Heechul.

"anio aku belum menghubungi Kyuhyun sama sekali, karena sejak kemarin sore Kyuhyun berada dirumahmu jadi aku tidak ingin mengganggunya dulu agar dia bisa menenangkan pikirannya" ucap Minsoo.

"apa mungkin dia adalah eomma kandung Kyuhyun?" ucap Heechul.

Minsoo mengambil handphone Kyuhyun dan balik menghubungi nomor tersebut.

"yeoboseo... Kyuhyun-ah, apa kau sudah sampai rumah dengan selamat? Kenapa kau tidak menjawab telepon dariku? Apa kau tidak tahu jika eomma sangat khawatir padamu?" ucap seseorang disebrang telepon tersebut.

"aku Minsoo... Taeri-shi..." ucap Minsoo dengan nada yang ketus dan tidak suka dengan siapa yang berbicara disebrang sana.

"Minsoo-ya... apa Kyuhyun baik-baik saja, tadi dia sedikit..."

"arra... dia demam..." Minsoo memotong ucapan Taeri.

"Minsoo-ya,, kita perlu bicara..." ucap Taeri.

"tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi..." jawab Minsoo sambil hendak mematikan handphonenya.

"tentang Kyuhyun..." ucap Taeri sehingga Minsoo tidak jadi mematikan handphonenya.

"ini tentang Kyuhyun, dia menemuiku kemarin malam dalam keadaan demam... dia hanya berpamitan padaku... mianhae tetapi dia lebih memilihmu daripada aku, aku hanya ingin mengatakan jika kau harus menjaga Kyuhyun karena sekarang kau adalah eommanya... dia memang pantas mendapatkan eomma yang baik sepertimu bukan sepertiku..." ucap Taeri dengan nada yang terdengar sedih ditelinga Minsoo.

Minsoo hanya diam mendengar ucapan Taeri.

"Minsoo-ya... mianhae... aku tahu jika kau tidak akan mudah memaafkanku tetapi aku sudah dihukum karena kesalahanku pada Kyuhyun... tolong jaga Kyuhyun..." ucap Taeri untuk terakhir kalinya pada Minsoo.

Dan panggilan itu pun harus berakhir tanpa adanya jawaban dari Minsoo. Mata Minsoo sedikit memerah menahan tangis namun dia berusaha menahannya.

"eomma, waeyo? Apa ada yang salah dengan eomma Kyuhyun?" tanya Donghae karena melihat Minsoo yang hampir menangis.

"anio, jaga Kyuhyun..." ucap Minsoo pada Donghae dan Minsoo pun berjalan menuju kamarnya.

Minsoo menangis didalam kamarnya. Hatinya sungguh bahagia namun ada perasaan sedih mendengar Taeri mengucapkan permintaan maaf untuknya. Bagaimanapun juga Taeri pernah menjadi orang yang berarti juga dalam hidup Minsoo.

Junhae yang datang menuju ke dalam kamar langsung menghampiri Minsoo yang terisak.

"waeyo?" tanya Junhae sambil memeluk Minsoo.

"aku bahagia karena Kyuhyun memilihku..." jawab Minsoo ditengah tangisnya.

"lalu Taeri?"

"molla, Kyuhyun hanya berpamitan pada Taeri dan bilang jika dia memilih tinggal bersama kita daripada bersamanya"

"geurae, itu pilihan yang bagus... aku yakin jika Kyuhyun sudah memikirkannya dengan baik dan bijaksana... aku juga yakin jika Taeri menyuruh Kyuhyun untuk lebih memilih kita karena rasa sayang Kyuhyun terlihat lebih besar kepada kita... baik Taeri maupun Kyuhyun pasti sudah memilih yang terbaik buat mereka" ucap Junhae dengan pikiran yang bijak.

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi.

Mata Kyuhyun sedikit terbuka terkena sinar matahari. Diambilnya handuk yang bertengger didahinya bekas kompresan yang dilakukan Donghae. Dilihatnya sekeliling kamarnya, tidak ada orang satupun yang menjaganya.

Kyuhyun beranjak bangun dari tempat tidurnya dengan perlahan karena demamnya yang baru saja mulai turun. Kyuhyun berjalan keluar kamarnya dan menuju ruang makan dimana biasanya tempat mereka berkumpul. Dan benar saja, semuanya sudah berkumpul disana untuk sarapan pagi. Kyuhyun melihat wajah Heechul pagi ini yang ikut sarapan bersama mereka.

"Kyuhyun-ah... kau sudah bangun? Apa demammu sudah turun?" ucap Junhae sambil meminum secangkir kopi paginya.

"hmmm" jawab Kyuhyun sambil mengangguk.

"kajja... makanlah, eomma sudah membuatkan makanan kesukaanmu..." ucap Minsoo sambil menggandeng Kyuhyun untuk menempati kursinya.

"wahhhh, gomawo eomma... lalu kenapa Heechul hyung bisa disini?" tanya Kyuhyun.

"wae? apa tidak boleh? kau bebas masuk kedalam rumahku lalu kau protes jika aku ikut makan bersama keluargamu?" balas Heechul.

"anio,, hanya saja..." Kyuhyun terlihat ragu dengan apa yang akan diucapkannya.

"wae Kyu?" Minsoo terlihat penasaran dengan apa yang akan Kyuhyun ucapkan meskipun dia dan Junhae tahu apa yang akan diucapkan Kyuhyun tetapi mereka memilih diam agar Kyuhyun sendiri yang berbicara pada mereka.

"tentang kejadian kemarin malam... aku menemui eomma Taeri untuk mengucapkan salam perpisahan padanya eomma.. aku memilih untuk terus tinggal bersama kalian, mianhae eomma..." ucap Kyuhyun.

"kenapa?" Minsoo bertanya dan membuat Kyuhyun bingung.

"itu..."

"kenapa kau harus meminta maaf segala Kyu... eomma sangat senang dengan keputusanmu itu... selamanya, kau dan Donghae adalah anak eomma..." ucap Minsoo.

"ne... kau dongsaengku selamanya... ahhhhh, aku kira akan kehilangan kamu Kyu... aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau menjadi adiknya Siwon" ucap Donghae.

"eomma... maafkan eomma Taeri,, aku sudah memutuskan untuk memaafkannya meskipun hal itu butuh waktu jadi eomma juga harus memaafkannya, nde?" pinta Kyuhyun pada Minsoo.

"arraseo... jika itu maumu..." jawab Minsoo dengan senyuman diwajahnya.

"ahhhh, happy ending..." celetuk Heechul.

Semuanya tertawa mendengar perkataan Heechul.

"hyung,, karena aku masih sakit jadi kerjakan tugas sekolahku untuk besok pagi ya..." ucap Kyuhyun dengan tampang aegyonya.

"mwo? kau jauh lebih pintar dariku, jadi kerjakan sendiri" ucap Donghae pada Kyuhyun.

"aishhh, seharusnya aku jadi adiknya Siwon hyung saja..." ucap Kyuhyun kesal.

"YA!" Donghae berteriak protes pada ucapan Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum melihat reaksi Donghae.

Terlalu lama waktu yang aku habiskan bersama mereka dan terlalu besarnya kasih sayang yang mereka berikan, membuatku merasa sangat special. Bukan karena harta tetapi karena kebersamaan dan kenyamanan yang membuat kita bertahan. Aku menyayangi dia sebagai eommaku daripada eomma kandungku, aku lebih banyak menghabiskan waktuku bersamanya daripada eomma kandungku, itulah kenapa aku bertahan untuknya.

ENDING***

Yes, happy ending...

Maaf jika kurang berkenan dan masih banyak kekurangan disana-sini...

Pesan dari FF ini terinspirasi dari hubungan Donghae dan Leeteuk yang bagaikan saudara kandung dan Donghae lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Leeteuk dari pada dengan hyung kandungnya. Bahkan dulu, Donghae sampai tidak bisa berkata-kata saat Leeteuk mau pergi wajib militer, yang liat DVD AASJ pasti tahu deh...

Gak kebayang gimana sedihnya Leeteuk ditinggal Donghae, Eunhyuk n Siwon wamil.. 15 oktober 2015 Donghae ultah n wamil trus Kyuhyun comeback... yang terbaik deh buat mereka ^^

Please wait for nother FF ^^ see you