Disclaimer: Masashi Kishimoto

Warning: Tiap chapter tidak berurutan, meskipun masih saling terkait.


Mereka bilang kami terikat benang merah tak kasat mata yang membuat kami lengket bak kutup selatan-utara magnet. Mereka juga bilang setiap ada aku pasti ada dia, begitupun sebaliknya.

Hei, tak tahukah mereka kalau itu hanya sebuah kesengajaan yang membuat kami sedekat ini. Ya... ya... ya... kuakui memang aku merasa senang dengan semua kesengajaan ini.

Bukan. Jangan pernah menganggap kesenangan seperti yang sering kalian baca di novel-novel romance yang penuh mengisi loker-loker kakak tercerewetku, ah, maksudku kakak tercantikku—tentu saja ia jadi kakak tercantik, tak mungkinkan aku bilang kak Sasori cantik juga.

.

Sebaiknya lebih baik kita kembali ke topik ehem dia. Kalau membahas kedua kakakku itu akan lebih memperbanyak kata yang harus kutorehkan pada kertas ini. Dan lihatlah siapa yang kini tengah duduk diam di sebelahku?

.

Uchiha Sasuke—dia—orang yang telah aku sebutkan di atas. Dengan rambutnya yang menjuntai indah di kedua sisi wajahnya, dimana akan bergerak ketika sang pemilik menggerakkan tubuhnya. Mata sekelam arang yang pastinya akan membekas ketika mata itu memandangmu. Hei, tentu saja bakal membekas, coba saja kau tumpukan jemarimu dengan arang yang biasanya dipakai dalam acara barbeque pasti akan berbekas noda hitam yang indah di sana, dan itu persis ketika kau bertatap dengan kedua mata itu. Indah, tapi kadang menyiksa. Benarkan?

Aku. Haruno Sakura memang gadis manis yang jenius. Hahaha...

Yaaa... aku juga paham kalau semua kalimatku di atas terkesan mengada-ngada. Namun, kenyataan dengan ketika mata hitam itu menatapku masih sering berbekas memang benar. Bahkan tanpa kusadari, dengan nakal ribuan cupit-cupit menanamkan panahnya ke dalam hatiku membuat bola mata itu membingungkanku, bahkan dengan tega membuatku terjebak ke dalam labirin yang menyesatkan.

Warna mata itu memang sama dengan semua keluarganya, namun tetap saja hanya pandangan bola mata arang miliknyalah yang membuatku bersikap di luar nalar, dan itu sangat-sangat menyebalkan.

Haruskah kuulangi? Sepertinya tidak.

Dan itulah yang membuat kesan tersendiri dalam hatiku. Bola mata hitam arang. Mata yang Tuhan ciptakan untuk Uchiha Sasuke. Dan mata yang membuat tidur malamku terasa nyenyak ketika memikirkannya.


Haruno Sakura mengangkat secarik kertas yang sedari tadi menjadi perhatiannya. Tersenyum senang sembari mendekap kertas itu ia bergumam 'selesai', membuat sosok lain dalam ruangan itu mengalihkan pandangan ke arahnya.

"Tak bisakah kau diam, Sakura?" ucapnya setengah menyindir.

Gadis bersurai sewarna kelopak sakura itu memeletkan lidahnya sebelum tersenyum lebar ke arahnya, "Hei, pantas aku bahagia, Sasuke-kun, mendapati tugas menulis tentang orang yang paling berkesan telah selesai," katanya riang.

Pemuda bernama Uchiha Sasuke itu mendecih kecil sebelum kembali menekuni tugas musim panas mereka. Percuma saja. Belum genap satu menit ia menekuni rumus matematika di depannya, sosok ceria itu mengusiknya. Dengan tak berperasaan meloncati lengannya sebelum terduduk enak di pangkuannya.

"Heeeei..." Ia melotot padanya, yang ditanggapi kekehan ringan sosok dalam pangkuannya yang tengah serius menekuni hasil pekerjaan rumahnya.

"Sasuke-kun, nanti aku nyontek ya jawabannya?" Kepala yang semula memunggunginya kini berbalik.

Uchiha Sasuke tak mampu terkesiap. Kedua mata hijau cerah itu berpendar menatap ke arahnya, seakan dengan tak berperasaan menyuntikan virus yang mampu melumpuhkan semua logika yang berusaha ia pertahankan.

Tidak bisa. Virus yang dimilik pendar mata hijau itu tak bisa ia elak lagi ketika tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya pada gadis musim semi itu, merenggkuh kedua pipinya dalam kukuhan jemarinya.

"Sasu—"

Kedua bibir insan muda itu menempel pada akhirnya. Hangat dan terasa memabukkan.

.

.

.

Kesimpulannya, bukan hanya Sakura yang merasa kedua bola mata hitam itu terasa berkesan. Kenyataannya sendiri bagi Sasuke kedua pendar hijau mata milik Sakura-lah yang selalu menghipnotis semua logikanya. Seakan menanamkan beribu virus yang siap mengusih kedua hatinya.


#diam

#nariknapas

Aaarrrhhh... sepertinya feel romance tetep aja nggak bisa kudapat meskipun sudah berusaha dimunculin. Dan jreeeng... hasilnya seperti inilah yang mampu kubuat. Semoga tak terlalu mengecewakan ya

Oh ya, setting waktunya chapter ini pasti sudah tahu kan? Waktu sasusaku jaman sekolah, masih polos. Kekeke~ meskipun kepolosannya patut dipertanyakan pas scene terakhirnya. Dan anggap saja scene itulah yang nantinya akan memunculkan Hikari XD *bilang aja males nyari ide lain (plaaak)*

Dan sekarang sudah lunas janjiku pada reader semua bikin romance sasusaku, dan jawaban tentang pertanyaan sasusaku ada rasa atau tidak. Kikikiki :D

Terima kasih yang sudah meninggalkan jejak di chapter ini:


Uchiha Hime is Poetry Celemoet

Kwkwkkw... nggak tahu ni say, lagi demen sama pair hinanaruino jadi kumasukin aja, meskipun cuma numpang nama XD

Ini, seperti janiku spesial kubuat romance chap ini. Mudah_mudahan tak mengecewakan ya~ makasih reviewnya say#cipok :D


Hiruma Enma 01

Alhamdulillah ya, saya bisa bikin kamu jadi suka sasusaku#bangga #plaaakk XD

Chapter kemarin memang tidak ada sasusaku, tapi kan sudah ada sasusaku di chapter ini. Semoga suka :D


Shizuka uchiha

Iya memang pendek kok, kan neshot pendek. Ini chap terbarunya sudah update. Terimakasih reviewnya ya :DD


Always sasusaku

Ini sudah saya buatin. Dan buat pertanyaannya bisa dikira-kira di chap ini :D

Makasih reviewnya~ :)


NenSaku

Coba kamu sigh up di ffn, email sama passwordnya harus terselip angka lho. Nanti kalau udah sukses sigh up cek inbox email yang kamu pake. Lihat apakah ada konfirmasi dari ffn. Kalau ada buka emainya dan klik link di dalamnya buat konfirmasi.

Kalau masih bingnung kamu punya twitter atau fb nggak? Kalau punya cantumin di kotak review nanti aku kirim permintaan teman ke kamu :D

Dan makasih sudah setia ngikutin fic ini :)


Kitty Sevalinka Kuromi

Terima kasih banyaaakkk XD

Chap di atas aku tebus buat ada sasusaku nya. Semoga tak mengecewakan :D

Buat review chap kemarin dan kemarin makasih ya~


Laura Pyordova

Iyaaa, sayaaaang... chapter ini sudah ada sasusaku nya kan. Kwkwkkwkw

Haduh dipanjangin. Kayanya tetep nggak bisa sepanjang rel kereta api deh XD

Makasih reviewnya say#cipok


Neerval-Li

Nggak papa kok baru review, nggak masalah. Malahan saya terima kasih abanget telah suka sama fic ini

Makasih yaaaaaaa :DDDD


Celubba

Hihihi... yang chap kemarin versi anak kuliahan, dan chapter ini versi anak eSeMA XD

Semanggaaaattt! Makasih sudah reviewwww


Gracia De Mouis Lucheta

Lagi musim galau ni, mangkanya naruto juga ikuan gaalauuuu... kwkwkkkw

Makasih telah setia mereview fic ini :)