"Jung Yunho, apa kabar honey?" ucap yeoja itu dengan merangkul leher Yunho dengan tiba-tiba dan mengecup pipi Yunho. Mata doe Jaejoong membulat tidak percaya sementara yang lain terperangah tidak percaya.

"A-Ahra!?"

"Ya! Kenapa kamu memanggil noonamu dengan namanya saja tanpa embel-embel noona!?" kata yeoja bernama Ahra itu setengah berteriak.

"Untuk apa? Umur kita hanya berbeda 4 hari," kata Yunho sambil melepas tangan Ahra yang melingkar di lehernya. "Ah kenalkan semuanya, dia Ahra, Go Ahra. Kakak angkatku."

Jaejoong menaikan alisnya. Kakak angkat? Memang ada kakak angkat memanggil adiknya dengan sebutan 'honey'?

"Oh," jawab Jaejoong sekenanya. Dia malas memperhatikan yeoja yang ada di depannya itu.

YooSuMin hanya menatap Jaejoong yang membuang muka ke arah lain. Jaejoong cemburu? Tentu. Mukanya ditekuk delapan bagian sejak yeoja itu mencium pipi Yunho.

"Dia tadinya Jung Ahra, tetapi berubah menjadi Go Ahra setelah dia menikah 3 bulan yang lalu," jelas Yunho karena melihat Jaejoong yang mukanya cembetut.

Jaejoong menengok ke arah Yunho dan melihat mata Yunho dengan lekat. Benar, sepertinya Yunho tidak berbohong soal noona angkatnya itu.

"Benar, aku sudah menjadi nyonya Go hehehe," kata Ahra dengan masih memeluk lengan Yunho.

Jaejoong berusaha meredam emosinya. Dia tidak suka Yunho dipegang oleh orang lain selain dirinya walaupun yeoja itu mengaku sudah menjadi istri orang lain.

Mrs. Kim dan Cho Ahjumma hanya memandangi mereka saja sementara Kyuhyun memilih untuk memberi makan merpati yang berada di sekitar mereka.

"Yunnie, ayo kita pergi, aku lapar," ucap Ahra sambil bergelayut di lengan kekar Yunho dengan manja dan membuat namja cantik yang baru saja menyandang status sebagai kekasih Yunho itu berpaling dan berjalan menjauhi Yunho yang diikuti Junsu dan Kyuhyun.

'Perasaanku tidak enak mengenai wanita itu. Ayolah, mana ada kakak yang manja seperti itu,' batin Jaejoong.

"Hyung, tunggu," teriak Changmin ketika melihat JaesuKyu meninggalkan mereka. Yoochun juga ikut berlari dan menyisakan Mrs. Kim dan Cho Ahjumma yang menatap Yunho dengan tatapan yang agak sinis kepada yeoja yang sedang bergelayut manja itu.

"Yunho, kami pulang dulu ne? Jangan khawatirkan Jaejoong," ucap Mrs. Kim sambil berlalu meninggalkan Yunho tanpa menatap namja bermata musang tersebut yang diikuti Cho Ahjumma.

Yunho merasa tidak enak dengan keadaan tersebut memberikan death glare kepada noona angkatnya.

"Lihat apa yang kamu lakukan Ahra? Semua orang pergi setelah kamu datang," kata Yunho sambil melepas tangan Ahra dari lengannya.

"Apa salahku? Aku tidak berbuat salah apapun," katanya dengan nada santai dan terdengar tidak berdosa. "Apa salahku kalau aku bermanja-manja dengan adikku sendiri?"

"Kamu memang boleh bermanja denganku, tapi tidak dihadapan kekasihku dan teman-temanku,"kata Yunho sambil menatap Jaejoong yang semakin lama semakin hilang dari pandangnnya.

"Kekasihmu? Siapa? Tidak ada gadis selain diriku tadi," kata Ahra sambil bingung.

"Kekasihku namja cantik yang tadi berdiri di depanku," kata Yunho sambil mendengus kesal dan berjalan meninggalkan Ahra.

"Apa? Kekasihmu namja!? Kamu sudah gila Jung Yunho," kata Ahra sambil mengikuti Yunho. "Sejak kapan kamu menyukai seorang namja!? Kamu bisa mendapatkan banyak yeoja yang lebih baik di luar sana! Putuskan dia!"

"Aku tidak gila dan aku mencintainya!" ucap Yunho sambil setengah membentak Ahra. Dia kesal kepada noonanya ini karena membuat Jaejoong bersedih.

Ahra hanya diam sambil memperhatikan sorot mata Yunho yang tajam. "Beraninya kamu membentak aku, Jung Yunho."

"Ya, aku berani, Go Ahra," balas Yunho sambil berlalu melewati jalanan diterangi nyala lampu untuk menuju ke mobilnya.

"Cih, takkan aku biarkan kamu menyukai namja itu lebih dari ini Jung Yunho. Sepertinya namja itu yang membuat Yunho menjadi begini, aku harus mencari tau mengenai namja itu dan menjauhkan Yunho darinya,"gumamnya sambil menjentikan jarinya di ponsel berwarna pink miliknya.

"Sent. Beres. Tinggal menyusun langkah berikutnya," ucap Ahra sambil berjalan ke arah mobil putih miliknya.

.

Sementara itu di kediaman keluarga Kim, 5 mobil baru saja terparkir di halamam rumah yang bertaman simetris itu. Turunlah namja cantik dengan langkah tegasnya memasuki rumah. Jangan lupakan wajahnya yang ditekuk delapan.

"Selamat datang tuan," sapa para maid ketika namja cantik itu di sampai di teras rumahnya.

"Terima kasih," balas namja cantik itu dengan senyum yang dipaksakan dan membuat para maid menjadi kebingungan menatap tuan muda mereka itu.

Melihat wajah kebingungan para maid, Mrs. Kim tersenyum, "Mood dia sedang jelek. Bisa tolong temani aku membuat tteokbokki, nasi goreng kimchi, hamburger, lasagna, dan cream soup untuk makan malam?"

"Tentu nyonya. Akan kami segera persiapkan bahan-bahannya di dapur," ujar para maid sambil membungkukan badannya.

Ya, itu semua makanan kesukaan Jaejoong. Mrs. Kim mau menghibur putra semata wayangnya itu dengan makanan.

"Ahjumma, aku bantu makan saja ya," ucap Changmin dengan nada bercanda.

"Hahaha, kamu ini. Kalian makanlah di sini malam ini," ujar Mrs. Kim sambil terkekeh mendengar celotehan Changmin.

"Terima kasih Ahjumma. Ahjumma tau saja kami lapar," ucap Yoochun sambil mengusap perutnya.

"Aku bantu Ahjumma di dapur ya, boleh kan Ahjumma?" pinta Junsu.

"Tentu Junsu, tentu saja boleh."

"Suie, masak yang enak ya," ucap Yoochun sambil bergelayut manja pada lengan Junsu.

"Pasti Chunnie," ucap Changmin mendahului Junsu sementara Yoochun memberikan death glarenya ke Changmin.

Mrs. Kim menatap Kyuhyun yang dari tadi diam saja. Kuyuhyun terpaksa ikut mereka karena Jaejoong ngambek dan ingin Kyuhyun ikut ke rumahnya. Kyuhyun sendiri tidak masalah karena dia tidak mempunyai jadwal.

"Kyuhyun, bagaimana kalau kamu ikut kami memasak?" ajak Mrs. Kim.

"Betul itu, nanti kan kamu bisa memasak, Jae hyung bisa memasak, Junsu hyung bisa memasak. Kalau kalian semua bisa memasak, kalian bisa memasakan masakan yang banyak untukku dan aku bisa makan banyak," ucap Changmin sambil mengelus perutnya.

"Pikiranmu hanya makanan saja," kata Kyuhyun sambil menyikut perut Changmin. Changmin kembali mengusap perutnya. Kali ini bukan karena lapar tadi karena sikutan Kyuhyun yang cukup menyakitkan.

Mrs. Kim hanya terkekeh melihat tingkah laku Changmin dan Kyuhyun. Tak lama kekehan itu hilang dengan seiring nada panggilan pada handphonenya. Dari Mr. Kim ternyata.

"Ne yeobo? Aku ke Jepang? Sendirian? Joongie?... Yunho?... teman-temannya?... ne.. ne... baiklah, tunggu aku. Aku akan ikut penerbangan 2 jam lagi. Jangan lupa jemput aku. Ne, baiklah. Saranghae," ucap Mrs. Kim setelah menerima telpon dari Mr. Kim.

"Anak-anak, Ahjumma harus ke Jepang karena Mr. Kim katanya mulai tidak enak badan, jadi membutuhkan Ahjumma. Kalian tolong temani Joongie selama Ahjumma tidak ada ya. Ahjumma hanya ke Jepang selama 4 hari."

"Wah, semoga Ahjussi baik-baik saja Ahjumma," ucap Yoochun.

"Betul, semoga Ahjussi tidak sakit. Ahjumma pergi saja, kami akan menjaga Jaejoong hyung," timpal Changmin.

"Tenang Ahjumma, aku akan melindungi Jaejoong hyung dari monster ini," kata Kyuhyun sambil mendelikan matanya ke arah memberikan death glarenya ke Kyuhyun.

"Baiklah Ahjumma percaya kalian. Ahjumma siap-siap dulu,ne?" ujar Mrs. Kim sambil berjalan ke arah kamarnya.

.

Setelah merajuk di kamarnya, Jaejoong kembali keluar kamar ketika makan malam dengan memakai piyama hamtaro, tanda dia sudah mandi. Dia baru saja sembuh, tentu saja dia harus makan dengan teratur.

YooSuMinKyu kaget setengah mati melihat piyama yang dipakai Jaejoong. Jaejoong yang dingin sekarang memakai piyama imut. Jaejoong hanya mengabaikan tatapan teman-temannya yang menatapnya seperti mau memakannya.

"Umma, jangan pergi," rengek Jaejoong kepada Mrs. Kim yang mengundang tatapan kaget dari YooSuMinKyu. Kebiasaan Jaejoong lainnya, hanya bermanja pada kedua orang tuanya dan pengasuhnya dari kecil.

"Appamu mulai merasa tidak enak badan nak. Selain itu Umma juga harus mengurus perusahaan kita di sana untuk membantu Appa," jawab Mrs. Kim sambil meletakan makanan yang dimasaknya dengan Junsu dan Kyuhyun tadi, "lagi pula kan ada teman-temanmu dan Yunho, jadi kamu tidak sendirian di sini. Ada Cho Ahjumma juga kan. Joongie baik –baik di sini ya. Umma pergi hanya 4 hari."

Jaejoong mempoutkan bibirnya sempurna. "Yunho? Aku malas dengan dia Umma," kata Jaejoong sambil tetap memanyunkan bibir cherry ranumnya.

"Tanya kepada Yunho dulu Joongie. Minta penjelasan dari dia ok?" kata Mrs. Kim sambil mencium puncak kepala Jaejoong. Jaejoong hanya terdiam dan melahap sup asparagus di depannya.

YooSuMinKyu hanya terdiam melihat Jaejoong yang sedang merajuk karena Yunho dan bermanja kepada Ummanya. Menurut mereka Jaejoong adalah namja yang susah ditebak.

.

Tak lama setelah makan malam, Mrs. Kim pergi ke bandara untuk menuju ke Jepang. Jaejoong tidak diperbolehkan mengantar Mrs. Kim karena lebih baik Jaejoong di rumah dengan teman-temannya.

"Hyung, kami akan di sini terus sampai Mrs. Kim kembali," ucap Junsu sambil mendudukan dirinya di samping kiri Jaejoong yang mengganti-ganti chanel televisinya berkali-kali.

"Hyung, aku lapar lagi," kata Changmin sambil duduk di sebelah kanan Jaejoong, " masakan aku makanan hyung."

"Hyung, bagaimana kalau kita main game?" tanya Yoochun sambil membawa kaset game yang dibeli Changmin tadi.

Jaejoong masih terdiam.

"Hyung, bagaimana kalau kita pergi nonton?" tanya Kyuhyun sambil menunjukan list film bioskop yang terpampang pada iPadnya.

Jaejoong terdiam lagi. Dia tau teman-temannya berusaha menghiburnya. Tentu saja hatinya masih kesal ketika orang yang baru resmi menjadi kekasihnya itu dipeluk oleh yeoja yang memiliki wajah seperti ahjumma. Berpuluh kali Yunho menelponnya dan beratus kali Yunho mengsmsnya untuk meminta permohonan maafnya tapi tidak digubris oleh Jaejoong. Dia matikan handphonenya dan meletakannya di laci kamarnya.

"Ayo," seru Jaejoong tanda dia menerima tawaran Kyuhyun.

Dan akhirnya mereka ke bioskop.

Sampai di bioskop, Changmin membeli 3 hot dog dan 2 kotak french fries untuk dirinya sendiri sementara Jaejoong hanya membeli 1 cola, Junsu dengan 1 box popcorn, Yoochun dengan 1 cup kopi, dan Kyuhyun dengan 1 lemon teanya. Kelima namja ini berjalan beriringan dan membuat para yeoja melirik ke arahnya. Bagaimana tidak, pakaian yang menghiasi tubuh mereka berasal dari merek terkenal dan belum lagi Kyuhyun yang memakai sepatu merek terkenal dan model tersebut limited edition.

Kelima namja itu cuek dnegan keadaan sekitarnya dan langsung masuk ke dalam bioskop serta menonton bioskop dengan khidmat.

Setelah menonton bioskop, kelima namja itu memerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya karena lampu utama ruang bioskop dinyalakan kembali.

Mata Jaejoong menangkap gerakan 2 kursi di depannya. Ada seorang namja yang menolak tangannya dirangkul oleh seorang yeoja.

Rambut itu, punggung itu, sepertinya Jaejoong kenal siapa namja itu.

Mata doenya terbelalak karena dia mendapati ternyata namja itu adalah Yunho, orang yang menjadi kekasihnya hari ini bersama dengan yeoja berwajah ahjumma yang sendari tadi membuatnya merajuk.

Terlihat gerakan Yunho yang berkali-kali menepis tanggan Ahra.

"Dia sudah menyandang status sebagai Nyonya Go, tapi kenapa masih bersama Yun?" gumam Jaejoong yang dapat didengar jelas oleh Junsu.

"Siapa hyung?" tanya Junsu.

"Oh, Yunho hyung," jawab Kyuhyun sambil meminum le,on teanya yang masih cukup penuh.

"Wah, ada nenek sihir ya," kata Changmin sambil menyuap suapan terakhir dari french friesnya.

"Sepertinya Yunho hyung tidak suka dengan yeoja itu," timpal Yoochun.

Jaejoong terdiam. Dia masih merajuk, tapi melihat Yunho yang berkali-kali menepis tangan Ahra, membuat Jaejoong berpikir Yunho harus 'diselamatkan'.

Jaejoong berjalan menuju ke arah Yunho dan Ahra yang sudah menuju ke arah pintu keluar. Jaejoong melepaskan tangan Ahra yang melingkar di lengan Yunho karena Yunho menyerah.

"Lepas. Dia kekasihku, noona," kata Jaejoong sambil melepaskan tangan Ahra.

Yunho dan Ahra kaget dengan Jaejoong yang muncul di hadapan mereka.

"Oh, lalu kamu mau apa? Aku noonanya, jadi aku berhak bermanja dengan dongsaengku" kata Ahra dengan nada sinis.

"Memang gerak-gerik tubuh dia menyatakan mau dipegang-pegang olehmu, noona?" tanya Jaejoong sambil menekankan bagian akhir kalimatnya.

Yunho hanya terdiam melihat Jaejoong yang berdebat dengan Ahra. Dalam hati dia merasa senang karena Jaejoong membelanya.

"Apa!? Kamu tau apa tentang Yunho? Lagipula ini bukan urusanmu bocah," kata Ahra dengan nada yang sedikit tinggi.

"Dia kekasihku, nenek sihir," Jaejoong tidak mau kalah dengan Ahra.

"Kamu yang berani menantangku ya bocah!" ucap Ahra geram. Dia tidak terima dirinya yang menurutnya cantik itu sama dnegan nenek sihir yang memiliki kulit keriput.

"Tentu saja berani, nenek sihir kejam," ujar Jaejoong sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Ahra sehingga wajah mereka hanya berbeda 20 cm.

Yunho bersiap untuk melindungi Jaejoong takut-takut Ahra berbuat yang tidak senonoh kepada kekasihnya.

"Kau!" Ahra melayangkan tangannya ke arah muka Jaejoong tapi kemudian terhenti ketika ada kucuran lemon tea turun dari rambutnya.

"Ups, tanganku licin," kata Kyuhyun dengan nada dinginnya.

Yunho menahan tawanya ketika melihat Ahra yang basah karena lemon tea.

"Argh!" teriak Ahra ketika mengetahui wajah dan bagian pundaknya telah basah oleh lemon tea milik Kyuhyun dan jangan lupakan rambutnya yang basah kuyup.

"Noona, sebaiknya kamu pulang," kata Yunho sambil memberikan sapu tangannya dan berdiri di sebelah Jaejoong.

Melihat tingkah Yunho, Ahra menggeram kesal dan keluar dari ruang bioskop tersebut.

Jaejoong kemudian mengikuti Ahra keluar dari bioskop tersebut. Dia masih merajuk tampaknya.

"Boo," ucap Yunho sambil menahan tangan kurus Jaejoong.

Gerakan Jaejoong terhenti tanpa menatap wajah Yunho yang sudah menatapnya dengan tatapan memelas.

"Boo, maafkan aku. Noonaku itu memang sudah keterlaluan. Sebenarnya dia itu noona angkatku. Dulu aku dijodohkan dengannya dan kemudian orangtuanya meninggal sebelum kami bertunangan. Dia yatim piatu. Umma dan Appa mengangkatnya menjadi anak karena merasa kasihan dengannya dan kemudian dia menjadi Nyonya Go setelah dia melakukan perjodohan dengan pewaris utama keluarga Go. Aku menolaknya saat aku dijodohkan dengannya dan Umma dan Appa mengerti itu karena mereka mengerti kalau aku tidak suka diatur," jelas Yunho panjang lebar takut-takut Jaejoong pergi menghindarinya.

Jaejoong masih diam terpaku di tempatnya. Dia mencerna apa yang Yunho katakan dan terus berkutat pada pikirannya.

"Aku mengetahui kalau Ahra menyukaiku Boo dan aku berusaha menjauhinya," lanjut Yunho.

YooSuMinKyu duduk di kursi paling depan seperti menonton drama.

Jaejoong berbalik dan menatap Yunho dengan mata doenya.

"Jeongmal?" tanya Jaejoong dengan nada yang cukup dingin.

Yunho menarik napas panjang "ne, kamu tidak percaya padaku?"

"Aku percaya. Kalau tidak, mengapa aku mau menjadi kekasihmu mm?" kata Jaejoong sambil menatap mata Yunho dalam-dalam.

Mata sipit Yunho terbuka lebih lebar. Muncul rasa lega dalam hatinya. Dia mengenggam tangan Jaejoong erat dan membawa Jaejoong ke pelukannya. Dia takut namja itu akan meninggalkannya. Yunho sangat frustasi saat Jaejoong tidak ada di dekatnya. Buktinya...

"Ya! Kamu bau sekali!" kata Jaejoong setengah berteriak.

Yunho mengendus tubuhnya dan tersenyum masam.

"Ah iya ya bau. Aku terlalu memikirkanmu Boo sampai aku tidak sadar kalo aku belum mandi hehehe," kata Yunho sambil menunjukan cengirannya.

Jaejoong menunjukan muka masamnya dan menjauhkan tubuhnya dari Yunho. Dia mengerucutkan bibirnya dan menengok ke arah YooSuMinKyu yang terbahak-bahak sendari tadi.

"Jangan mendekatiku kalau badanmu bau," kata Jaejoong sambil mengerucutkan bibirnya ke arah Yunho.

"Boo, jangan mengerucutkan bibirmu kalau sedang berada di tempat umum, nanti kalau diserang orang bagaimana?" kata Yunho sambil menutup bibir Jaejoong.

Jaejoong malah makin mengerucutkan bibirnya.

"Yun, mengindap di rumahku yuk," pinta Jaejoong sambil mengenggam tangan Yunho dan mengayun-ayunkannya seperti anak kecil.

'Manis sekali dia kalau sedang meminta sesuatu,' batin Yunho.

"Boleh Boo, nanti aku ke rumahmu setelah aku mengemas pakaianku. Berapa lama aku mengindap?" tanya Yunho sambil mengelus pipi Jaejoong.

"4 hari. Mau ya?" kata Jaejoong dengan doe eyesnya.

"Iya, ya hehehe. Kenapa kamu memintaku mengindap ke rumahmu?" tanya Yunho sambil menunjukan senyumnya. Dia sangat senang melihat Jaejoong yang meminta sesuatu padanya.

"Mengawasimu agar kamu selalu mandi. Aku tidak mau mempunyai pacar yang jarang mandi," kata Jaejoong sambil mengeluarkan lidahnya dan pergi darinya. Yunho terdiam sampai dia sadar sesuatu.

"Ya! Kim Jaejoong!" pekik Yunho, dia tidak terima kalau dia dibilang jarang mandi. Memang salah siapa dia tidak mandi hari ini.

"Makanya mandi hyung hahaha," kata Changmin sambil tertawa terbahak-bahak.

"Kasihan sekali hyung, momen romantismu hilang. Sana mandi wkwkwk," kata Junsu sambil menggandeng Yoochun.

"Hahaha ayo kita beli sabun yang banyak untukmu hyung ," timpal Yoochun.

"Yo hyung, mau mandi pakai lemon tea? Ahahaha," kata Kyuhyun sambil tersenyum evil.

Sekarang Yunho yang gantian mengerucutkan bibirnya. Mulutnya komat kamit tidak jelas sambil berjalan ke arah teman-temannya.

Sementara itu Ahra...

"Akan kubuat Jaejoong jatuh miskin. Biar kamu tau rasa, Jaejoong," geram Ahra sambil meremas handuknya seusai mandi.

.

.

TBC.

.

Hello semua ^^ maaf saya lama updatenya karena saya harus mengikuti sidang skripsi, revisi, dan persiapan wisuda DX jadi saya minta maaf kalau updatenya lama.

Semoga kalian menikmati chapter ini ^^

Bagaimana dengan kehadiran Ahra? Wah semua reviewer menyebut Ahra sebagai nenek lampir wkwkwk XD

Terima kasih sudah selalu menunggu update dan membaca kelanjutan ff ini ^^

Untuk chapter selanjutnya saya usahakan lebih cepat ^^

Thank you for reading and reviewing ^^

Review dari kalian snagat berarti bagi saya karena menumbuhkan semangat saya untuk melanjutkan ff ini ^^

Mohon reviewnya ^^

Vic89 : wkwkw sabar sabar XD

nin nina : semoga nggak ya wkwkwwk XD jangan smape jadi ff sinetron XD nanti sinetron di tv kalah dong (?) XD

CassieShipper : hahahaha sabar ya sabar wkwkw XD

Guest : sabar sabar astaga wkwkwk XD Jaejoong kuat kok (?) XD

yunjaelover : wah maaf kalau ada kesalahan ketik huhuhu T_T Authir sedang sibuk skripsi waktu itu hehehe Wah Minkyu harus lebih romantis *eh wkwkwk XD

meybi : ada deh wkwkw XD di sini diungkap. Nah betul wkwkwk sama sama evil

SimviR : hahaah sabar sabar.. iya terima kasih ^^

HeroKMJaejoong : jangan dong, nanti kamu masuk penjara wkwkwk sabar sabar

ichigo song : *kipasin biar nggak emosi* wkwkwk astaga XD nggak kok, Cho Ahjumma

riska0122 : wkwkwk Ahra pantang mundur (?) iya dong harus jadian (y)

aoi ao : kenapa dibilangnya nenek lampir? Wkwkwk

NaraYuuki : oh beda wkwkwk iya dong MinKyu wkwkwk waduh jadi makanan Thunder wkwkwk

J-Twice : waduh jangan ditimpukin, kasian wkwk

Ayy girl : wkwkwk hati-hati (?)

YunHolic : wkwkwk parah dibilang lampir XD