-Secretive J-
a YunJae fanfiction ©Cherry YunJae
.
Pairing : YunJae of course
Genre : Romance-School's Life
Rate : T-M
Length : Chapter 9
Warning! : Genderswitch! Out of Character, Typos.
.
Adapted and remake from Kaori Sensei's manga, Himitsu no Ai chan ©2010 and now starring with YunJae
If you don't like my fanfic, just get off~ simple,
rite ? ^^
.
.
.
.
.
"Nghh~ Y-Yun.." Jaejoong menahan bahu Yunho berharap namja itu segera melepasnya, Jaejoong pun tidak bisa menahan lebih jauh sesungguhnya tapi ia merasa sekarang bukan waktu yang tepat.
Krekk..
Jaejoong menoleh kaget saat mendengar suara itu dari pintu masuk, "Yun!" dengan sigap ia mendorong kuat dada Yunho. "Wae?" Yunho hanya menatap bingung saat Kekasihnya itu mencoba mendekati pintu.
"Ada suara.. Jangan-jangan ada yang melihat.." Gadis itu mencari ke segala arah di luar pintu, mencari kemungkinan ada yang mengintip.
Yunho ikut mencari namun tak ada satupun orang di dekat sana, "Hanya perasaanmu, Boo~ Ya sudah.. Kajja kembali ke gym.." ajaknya dan ditanggapi anggukan oleh Jaejoong.
.
.
.
"Kyahhh~! Jaejoong unnie!"
"Yunho opppaaa~!"
Teriakan kembali mewarnai gedung olahraga saat kedua MVP dua tim itu memutuskan kembali berhadapan. Namun seperti biasa, Jaejoong selalu kalah unggul dari Yunho.
Dengan cepat, Yunho sudah mencetak 8 point sementara Jaejoong belum satupun.
"Kembalilah ke rumah dan minum susu, jika kau sudah lebih tinggi akan kuladeni kau.." Yunho tersenyum mengejek pada yeoja tomboy itu.
"Kurang ajar kau, Jung Yunho!" Jaejoong hampir memukul Yunho kalau saja Changmin tidak datang dan menggendongnya paksa. "Main-mainnya sudah cukup, kembali ke tim karena tim namja juga harus berlatih, oke?" Namja tinggi itu segera membawa Jaejoong ke sisi lain lapangan menyisakan Yunho yang menatap penuh aura 'pembunuh'.
"Yakk! Turunkan aku!" dengan gaya karateka yang sedang membelah batu bata, Jaejoong memukul keras kepala Changmin.
"Arkhh!" Changmin terpaksa melepas Jaejoong dan meringis sakit, Jaejoong yang tak peduli pun segera meninggalkan manajer malang itu.
Yunho menatap puas hasil kerja kekasihnya sampai akhirnya ia bertemu tatap dengan namja bermarga Shim itu dan.. Yunho mengepalkan tangannya karena geram saat melihat Changmin menyeringai licik.
'Sial! Apa maksud smirk-nya itu?!'
Sementara dari jauh, sang kakak kembar Changmin menatap penuh selidik, mengira-ngira apa mungkin benar adiknya itu tertarik pada si yeoja tomboy, Kim Jaejoong.
"Wahh Sepertinya Jaejoong unnie & Changmin sunbae akhir-akhir ini sangat akrab"
"Nee.. Sikap Changmin sunbae juga selalu aneh, dia sangat perhatian pada Jaejoong sunbae.."
"Apa mungkin..."
"Jangan-jangan gosip kalau mereka pacaran itu benar.."
Para fans pun sibuk berargumen.
.
.
.
"Kau saja yang menentukan kostum seperti apa sebaiknya.." jelas Park Jungsoo pada Junsu, saat ini mereka ada di kelas, karena tim properti adalah Junsu & Jaejoong jadi Jungsoo sedang memberi catatan apa saja yang harus mereka beli.
Sementara kedua orang itu sibuk berbincang, Jaejoong justru sedang bersandar santai di bahu Junsu sambil memainkan psp-nya.
"Aku sudah memesan barang di tokonya, jadi kalian tinggal mengambilnya besok.. Apa kalian ada waktu?" tanya Jungsoo.
"Ada kerja part-time sih, tapi itu jam 5 mungkin kami akan ambil barang-barangnya jam 2.." Jelas Junsu, Jungsoo pun mengangguk paham.
"Jun-chan! Aku berhasil ke level 27!" Jaejoong tiba-tiba histeris dan mendapat tatapan sengit dari Junsu.
"Joongie..." tekannya.
"Hehehe.. Mian, aku memperhatikan kalian kok.." gadis itu tersenyum.
"Oh iya, aku lupa bilang pada kalian kalau besok Kangin tidak bisa membantu karena ibunya sedang dirawat.."
"Mwo? Lalu kami berdua harus membawa barang-barang itu sendiri?" protes Jaejoong.
"Aniya.. Aku tadinya berniat membantu tapi akupun harus mengajukan proposalnya besok jadi Shim Changmin yang akan membantu kalian.."
JDERR!
Bagai ada petir yang menyambar langsung inner Jaejoong entah darimana.
Shim Changmin? Namja itu lagi? Baru saja ia berjanji pada Yunho untuk tidak melakukan kontak apapun dengan namja itu, kenapa sekarang ketua kelas dengan kejamnya memasukan Changmin ke dalam tim properti bersamanya?
Jaejoong hanya terdiam sejak nama terlarang itu diucapkan, sementara Junsu pun ikut was was.
'Aku harus mengelak.. Tapi kenapa tak ada satupun alasan untuk membantahnyaaaaaa!' batin Jaejoong.
.
.
.
Jaejoong berjalan tak bersemangat, Yunho yang melihat itupun bingung. Tak biasanya Jaejoong sependiam ini.
'Besok kan Yunho pasti akan mengantarku ke Cassiopeia, Kalau sampai dia tahu Changmin yang menemani kami...'
"Boo.. Besok siang..."
"NE? ADA APA BESOK SIANG?!" Jaejoong yang kaget karena kalimat Yunho pun mendadak menanggapi Yunho dengan sedikit teriakan.
Yunho yang ikut kaget menatap bingung, "Kau kenapa?"
Jaejoong buru-buru menunduk dan menggelengkan kepala.
Yunho pun tersenyum merasa tingkah Jaejoong begitu aneh, "Besok siang aku ada pertandingan persahabatan sebelum turnamen, jadi mungkin aku tidak bisa menngantarmu ke Cassiopeia.." jelas Yunho membuat Jaejoong terkejut(lagi).
"Oh? Jinchaa? Eh.. Hehehe.. Ne, tidak apa-apa Yunho-yah.. Aku juga baru ingat kalau besok harus membeli beberapa properti untuk festival sekolah.." Jaejoong tersenyum ceria.
"Benarkah? Itu akan sangat merepotkan.. Kau pergi dengan siapa?"
"Ng? Dengan siapa? Bicara apa kau... Tentu saja dengan Junchan.. Hehehe.." Jaejoong menggigit bibir bawahnya sendiri karena gugup.
Subway yang mereka tunggu datang, mereka pun masuk bersama kerumunan orang lain.
Karena penuh sesak, Yunho dan Jaejoong terpaksa berdiri. Jaejoong bersandar di pintu otomatis kereta bawah tanah itu sementara Yunho memposisikan diri di depan Jaejoong, melindungi gadis itu dari kerumunan penumpang.
Jaejoong hanya terus menunduk tanpa berani menatap Yunho, Ia merasa sangat bersalah karena membohongi orang yang paling dicintainya itu, tapi ia juga tidak ingin membuat Yunho khawatir. Apalagi mendengar Yunho akan ikut pertandingan persahabatan sebagai latihan turnamen besok, ia sungguh tidak mau membuat beban bagi Yunho.
Posisinya serba salah kini.
Yunho hanya terus memperhatikan gadisnya, lalu perlahan ia mengankat tangan kanannya untuk menyentuh pipi kiri Jaejoong.
Sentuhan tiba-tiba itu membuat Jaejoong mau tak mau harus mengangkat wajah dan menatap Yunho.
"K-kau mau apa?" Jaejoong menahan bahu Yunho saat namja itu semakin menunduk mendekati wajahnya.
"Menciummu.."
Wajah Jaejoong memerah seketika.
"Kau bodoh? Ini di tempat umum.. Banyak orang, Yun.." Jaejoong mengelak dan berbisik lirih, astaga.. Apa yang ada di otak kekasih tampannya itu sih?.
"Kau tidak tahu? Dalam keadaan seperti ini mereka pasti akan berpura-pura tidak melihat, Boo.." Yunho tak menyerah, ia berbisik lembut di telinga kanan Jaejoong.
"Tapi..."
"Kau harus mencobanya, sayang.."
Dan begitu, Jaejoong mengalah. Ia membiarkan bibir Yunho mengklaimnya sekali lagi. Jantung Jaejoong berdetak dua kali lebih cepat mengingat saat ini mereka melakukannya di tempat umum.
Tak lama, hanya memberi beberapa lumatan kecil, Yunho pun melepaskan Jaejoong. Menyisakan gadis itu yang tengah mengatur nafas karena malu dan rona manis di pipinya.
Yunho tersenyum puas.
"Kau menyebalkan, Jung Yunho!" Jaejoong pun memeluk erat tubuh Yunho karena malu. Dan Yunho membalas pelukan itu.
"Aku mencintaimu, Yun.." bisik Jaejoong.
"Aku lebih mencintaimu.." jawab Yunho.
'Sepertinya ada sesuatu yang dia sembunyikan.. Apa tidak apa-apa ya?' pikir Yunho.
.
.
.
Sabtu siang.
Jaejoong mengepas jas ala butler-nya dan berpose di depan cermin. "Sepertinya ini cocok untukku, Junchan.."
Junsu yang melihat itu segera menghampiri Jaejoong, merangkulnya erat "Kau harus tetap jadi maid, Joongie.. Tenang saja akan kubuat berbeda dari 'Jaekyung' sebisaku... Lebih baik kan daripada diserbu anak-anak sekelas?" bisiknya. Ah, sial.. Padahal Jaejoong sangat menyukai seragam butler ini.
"Arasseo!" jawabnya antara rela dan tidak.
"Kim Jaejoong, kau kan kecil.. Kurasa kau lebih cocok memakai seragam maid." Changmin tiba-tiba keluar dengan mengenakan seragam maid.
"Hmp—Bhuahahahaha!" seketika tawa Jaejoong dan Junsu meledak sejadi-jadinya karena melihat penampilan Changmin.
"Foto! Foto! Aku harus menunjukkan ini pada yang lain.." Junsu segera mengeluarkan ponselnya masih sambil tertawa geli. Jaejoong pun memegangi perutnya karena tak bisa berhenti tertawa.
"Aigoo.. Sudah, berhenti main-main.. Aku masih ada kerja setelah ini.." Junsu pun segera beranjak ke kasir untuk membayar semua.
Jaejoong mengusap airmata yang menggenang di mata kirinya karena terlalu banyak tertawa. Changmin yang melihat itu tersenyum. "Syukurlah kau tertawa lagi.."
"Eh?"
"Hmm.. Aku khawatir karena kau selalu mengerutkan dahimu jika bertemu denganku, padahal kau lebih cantik jika tertawa seperti itu."
Jaejoong merona.
Oh gawat! Barusan ia membiarkan pertahanannya melemah!
"Diam kau! Aku tidak cantik!" sergah gadis itu dengan cepat lalu menghampiri Junsu.
.
.
.
"Ah, lumayan berat... Tapi dengan begini tugas kita sudah selesai kan?" Junsu berjalan riang seolah tak membawa beban di kedua tangannya.
"Sepertinya harus menelpon Yoochun oppa, karena akan sedikit terlambat—EH?! Tasku dimana?!" Junsu memekik kaget, membuat Changmin dan Jaejoong harus ikut berhenti.
"Jangan-jangan kau justru meninggalkannya di toko tadi?" tanya Jaejoong. "Ah! Kalau begitu aku akan kembali.." Junsu yang panik segera berlari meninggalkan situasi bahaya antara Jaejoong dan Changmin.
'Oh.. Bagus sekali Kim Junsu, kau malah meninggalkanku berdua dengan namja menyebalkan ini..' gerutunya dalam hati.
Mereka berdua hanya berdiri dengan canggung.
"Ng.. Kita duduk saja disana.." Ajak Jaejoong sambil menunjuk sebuah bangku panjang di tepi trotoar.
"Baiklah.." Changmin mencoba mengambil beberapa paper bag yang dibawa Jaejoong—termasuk bawaan Junsu.
"Yah! Aku mengajak duduk bukan karena kelelahan!" protes gadis itu saat Changmin membawa semua paper bag-nya. "Arasseo.. Tapi sudah seharusnya aku lakukan ini kan? Aku laki-laki dan kau perempuan." ucapan Changmin menyulut emosi Jaejoong.
"Berhenti memperlakukanku seperti perempuan! Aku tidak suka itu!" Ia kembali merebut bawaannya dari tangan Changmin.
Changmin sempat terkaget, tapi kemudian ia tersenyum.
"Wae? Itu kan karena dimataku kau memang seorang perempuan."
Jaejoong semakin kesal dengan tingkah Changmin kini, "Shut up! Bagian mana dariku yang terlihat seperti perempuan, eoh?!"
Changmin tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan Jaejoong kini, "Kau ingin aku menyebutkan daya tarikmu?"
"IDIOT! Bukan itu maksudku!" Jaejoong mengalihkan tatapan kearah lain.
"Baiklah akan kukatakan, daya tarikmu itu.."
"Yakk! Kau ini bodoh atau apa?!"
"Daripada dress bermotif pita di kencan waktu itu, aku lebih menyukai saat kau memakai kaos biasa saat latihan.."
"SHIM CHANG—" Jaejoong menghentikan teriakannya dan melotot kaget, ia pun berbalik menatap namja raven itu.
"Daripada memaksakan diri berbicara sebagai perempuan manis, aku lebih suka mendengarmu dengan bahasa kasarmu.."
"Kau... KAU SADAR AKU JAEKYUNG?! SEJAK KAPAN?!" bentak Jaejoong semakin kesal.
"Well, saat kita bertemu disekolah kurasa.. Justru aneh jika aku tidak mengetahui itu.." Changmin hanya tersenyum bangga sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Dare you..!"
"Tenang saja, aku tidak akan bilang pada siapa-siapa... Cukup ijinkan aku melindungimu saat Yunho tidak ada.." Changmin mendekati gadis itu dan membelai lembut pipi kanan Jaejoong.
PLAKK!
Jaejoong menepis kasar tangan Changmin, "Ini bukan urusanmu, sial!" Ia menatap tajam pada namja tinggi itu.
Changmin pun tersenyum lembut, "Apa kekasihmu meminta supaya kau berhati-hati terhadapku?" Jaejoong hanya terdiam menatap sengit pada Changmin, berusaha membangun pertahanan tinggi-tinggi dari namja menyebalkan itu.
"Apa Yunho memintamu berhati-hati karena aku tertarik padamu? hmm.. Dia benar.. tapi sangat disayangkan karena pertahanannya lah yang lemah.."
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah hampir sebulan bersama kalian, karena itu aku tahu celah hubungan kalian.. Jika aku mau, aku bisa saja merebutmu darinya.."
"SHIM CHANGMIN! BICARA APA KAU?!"
"—Aku tertarik padamu.. Ah, Aniya.. Aku menyukaimu..."
Jaejoong melotot kaget mendengat itu, apa otak Changmin sudah bergeser?
"Aku menyukaimu, Kim Jaejoong.."
.
.
.
To Be Continued
Hehehe.. Apdet kilat nih.. Moga gak tambah membosankan yah..
Cerita ini 80% diambil dari cerita, cuma saya ganti di beberapa bagian termasuk latar dan casts. Sebenernya manga ini seru banget tapi mungkin karena saya yanh remake jadi kurang dapet gregetnya.. T.T mian..
Ok, sekian dulu buat chapter ini.. See ya in the next chapter
.。.:*・° .。.:*・° .。.:*・° .。.:*・°
Thanks to all readers
meyy-chaan : Terjawab di chap ini yah ^^
YunjaeDDiction : Wah kayaknya harus sabar nih kalo nunggu pengakuan mereka :p
tasya vianita : Karakter Changmin emang harus begini karena plot cerita, jujur menurut saya sendiri lebih baik saingan Yunho itu Changmin daripada karakter lain ^^
azahra88 : Yaps.. As expected! XD
Himawari23 : Makasih masih mau review ^^
shanzec : Semakin banyak cobaan kan semakin kuat cintanya #eaa XD tp pasti YunJae bakal bersatu kok ^^
Park July : Karakter Changmin gak buruk juga kok, lebih baik Changmin kan daripada pake karakter lain :p
3kjj : Kabar baik :D hehe.. Saya juga nunggu enceh nih.. sabar yahh XD
Lady Ze : Makasih Ze masih mau nunggu #hug mian juga udh ngilang dr bbm ahaha :p
ajid yunjae : Terjawab di chapter ini yah ^^
everadit : Mian yah bikin nunggu lama, makasih udh nunggu :) ini lanjutannya
Guest : Iya, saya usahain udpate lebih teratur kok ^^
KimYunhoJungJonghyun : TERHARU banget baca reviewmu, nak.. pengen nangis.. wkwk XD
Ai Rin Lee : Siip (y)
hi jj91 : Ini lanjutannya.. Review lagi ya ^^
iqichan : Wahh.. Berabe tuh masa jadi saya yang salah gara2 pake nama Minyoung XD ahahaa asal jangan dianiaya yah kucingnya :p
Hannazono Aikawa : Mian, ini buat kebutuhan cerita jd karakter Changmin harus begini :p
Riszaaa : Yo! Welkam dek.. ^^ Moga tetep suka ama fic ini, iya saya usahain update teratur kok.. ni buktinya :p
miu sara : Gomawo udh review, review lagi ya ^^
Dina : Really? Waduh terhormat banget rasanya.. Kekeke~ moga tetep suka ama fic ini yah.. Gomawo #bow
Keybin : Iya, kemarin fokus kuliah dulu soalnya, maaf yah.. Makasih juga udh mau nunggu ^^
flysica : Ini lanjutanyaaa~
Iche cassiopeiajaejoong : ini lanjutannya saya update kilat, review lagi ya :)
Dipa Woon : Yaps.. Ini lanjutannya, semoga gak bosen ^^
Pumpkin yellow : Ini lanjutannya dateng~
Myyunyun : Ah, secara konsep mungkin sama dengan Kaichou wa maid sama tapi fic ini murni dari manga Himitsu no Ai chan/Secretive Ai kok ^^
Dzdubunny : Iyah peran mereka emang pengganggu sih disini, jadi maklum yah :p gomawo udh review ^^
.
.
.
XOXO
