==*❋Black and White❋*==
.
.
.
Author: Kuroyuki
.
Disclaimer:
Naruto by Mashashi Kishimoto sedangkan Charnya saya pinjam untuk waktu yang lama
WARNING:
OOC, Gaje, typo yang bertebaran dimana-mana, Canon, Semi canon, Meiton!Naruto, FemSasuke!, etc
Genre:
Adventure, Drama, Action, Romance(Maybe), Hurt/Comfort juga
Rate:M
Pair:?
Author's Note:
Huft, Mendoukusai...
Wow terimakasih atas Review yang kalian cantumkan di email saya-shi, saya tidak dapat berkata apa-apa selain dapat membalas Review dari Kalian-shi.
*Answered Review*
-t. Suichi10:Tenang saja Vivi akan selamat-shi, berhubung saya tidak suka harem maka *NO*desu-shi , Yang alasan Naru jadi dark adalah benci kepada takdir yang kejam-shi, penyebabnya masih *Himitsu* (Secret)da-shi. *Digembok dengan 9 Fuuin, dimulai dari HakkeShiki fuuin, Noroi fuuin, Ryuujin fuuin, Kyuubi fuuin, Rinnegan no fuuin, Rikudou fuuin, Muramasa fuuin, Murakuroyuki fuuin, Exorcist fuuin* Hoax:-V XD
-The White Anbu:Kapan Naruto mati dan hidup lagi ya-shi? Abis Ujian Chuunin-desu-shi. Klo single pair sih ya and Pair Naru yang sebenernya adalah *Secret* -shi, jawabannya ada di chapter-chapter yang telah di Upload-shi, tapi soal benci sama keluarganya sih gak sampe-shi karena yang membuat dark Naruto bukan itu-shi. Dan juga setelah hidup kembali Memori yang dimiliki Naruto akan ter-hide-shi, intinya Naruto bakalan Amnesia non-permanen-shi.
-SMGates: wah sorry aja-shi, Pair akan berganti seiring berjalannya Cerita-shi, dan juga ini gak akan ada yang namanya HAREM da-shi
-Dra (Guest)*Njingg ni loe Dafa?* :tuh kan-shi! The best of Alan Walker-shi. Mungkin nanti BGMnya ane bakal tambahin lagu dari Re:Zero Kara Hajimeru Isekai Seikatsu (Stay Alive)-shi, Atau mungkin Nightcore-shi:-V
-Anime lovers (Guest:Maaf saya tidak dpt update cepet-shi, karena saya harus buat chap selanjutnya untuk fanfic The Dark Avenger and The Black Swordman-shi. Di tambah lagi Mood sedang turun-shi. Mendoukusaida-shi
Okelah, mungkin cuma itu saja yang dapat saya sampaikan dan bala-shi, kurang lebihnya saya mohon maaf...just Read it-shi...!
*Happy Reading*
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
❋Konoha ni Modoru❋
-Kembali ke Konoha-
Crasshh
Terdengar suara daging yabg terputus,
Crassshhhh
Lagi...suara itu terdengar jelas. Ternyata terdapat banyak sekali, bahkan lebih dari seratus orang telah mati mengenaskan. Bangkai tubuh manusia berceceran tak beraturan.
Itulah yang disebut hukuman untuk orang yang sombong, egois, dan juga orang yang menyukai pembunuhan keji. Kini mereka semua telah mendapat hukumannya langsung dari seorang Shinigami, tepatnya Pemuda yang memiliki mata yang sangat aneh dengan dua pedang yang salah satunya memiliki fungsi pengeksekusi.
Tetapi syukurlah jika ada orang yang masih hidup sebagai bukti adanya perang yang tak stabil itu, dimana perang itu berakhir cukup 8 jam saja. Mereka jugalah bukti bahwa orang yang dapat menghentikan perang ini hanyalah seorang bocah berusia 15 tahun. Seorang pemuda yang istimewa, sangat istimewa, dia dapat mengangkat pedang besar dengan tangan dan tubuh seperti itu.
Bahkan kecepatan miliknya melebihi Konoha no Kiiroi senkou yaitu Yondaime Hokage. Perbedaan lainnya dengan Yondaime Hokage itu sendiri adalah Jutsu teleportnya tidak menggunakan Inshou ataupun fuuinjutsu seperti kunai Hiraishin milik Yondaime Hokage.
Dan yang lebih mengesankan lagi adalah matanya memancarkan sinar yang kuat, jika dihubungkan dengan legenda, maka dia seperti perwujudan dari Rikudou Sennin di masa depan, atau bisa dikatakan juga Reinkarnasi.
Di tengah-tengah mayat yang berceceran terdapat dua orang yang saling berhadapan. Kondisi mereka bisa dikatakan buruk, apalagi orang yang memegang dua pedang yang beda massa jenisnya. Akan tetapi dilihat dari manapun dia mengembangkan seringaian di wajahnya, sementara orang yang membawa tongkat besar disana tampak kuwalahan hingga paru-parunya tidak berhenti memompa udara yang masuk ke dalamnya.
.
.
.
Di suatu tempat yang gelap terdapat sosok lain berambut pirang jabrik, dia memiliki mata beriris biru. Tampaknya dia sedang memonitor pertarungan sosok lain yang mirip dirinya dengan bocah Mizukage.
Deggghh
Tiba-tiba matanya melebar dengan rasa terkejut tinggi. Yang menyebabkan dia seperti itu bukanlah pertarungan antara dua orang yang sedang dimonitori oleh dirinya melainkan sebuah gambaran yang menjadi pengganti pertarungan antara Yqgura dengan dirinya di dunia nyata, gambaran itu sendiri merupakan kenangan manis dan juga pahit.
Kenangan itu menggambarkan dirinya dengan seorang bermasker perban yang memakai baju berwarna hitam seperti dirinya namun agak ketat sehingga tampak tubuhnya yang kekar itu. Terlihat mereka sedang mengukir sesuatu di sebuah kunai. Itu adalah...
...Nama
Nama masing-masing dengan huruf kanji. Lalu dia mendapat ide, dia mengeluarkan kunai yang sedikit tipis seperti pisau dan lebih panjang namun panjangnya tak mencapai pedang yang biasa digunakan oleh Anbu serta lebih melengkung.
"Kunai apa itu Naruto?"
"Ini adalah kunai yang merupakan hadiah ulang tahunku yang ke 14 , kunai ini pemberian dari Sandaime Hokage" ujarnya
"Namanya apa?.."
"Namanya adalah Naruto no Kunai..."
"Itu sedikit aneh.."
"Hmm...begitukah? ...aku mempunyai ide untuk membuat nama di kunai ini...dan aku menamainya Naruto to Zabuza No Nindo (jalan ninja Naruto dan Zabuza)"
"Hahaha...itu malah lebih lucu Naruto...tapi boleh juga..."
"Baiklah, aku akan memberikanmu kunai ini sebagai kenang-kenangan"
Cratsss
Tiba-tiba pandangannya berubah menjadi mengerikan dimana semuanya berubah menjadi merah. Dan di depannya tampak tubuh Zabuza terkena tusukan banyak sekali senjata tajam di punggungnya dan sedang dipeluk oleh Haku.
Matanya yang semula biru berubah menjadi merah, apalagi kornea mata kirinya ikut berubah menjadi merah, seolah-olah kornea itu bersatu dengan iris matanya hingga membuat mata kirinya seperti menjadi iris sepenuhnya.
.
.
.
Swusshh
Kini laki-laki berambut pirang langsung berlari ke arah depan untuk menyerang pertama kali.
Sting ting trankk
Kini dua pedang bersentuhan dengan sebuah tongkat paduan baja dan logam. Tentu saja berbunyi nyaring hingga memekakkan telinga orang yang berada di dekatnya.
Bugggh
Naruto, orang yang membawa dual sword yang berbeda berat dan bentuk tersebut mendaratkan tendangannya hingga mengenai kepala Yondaime Mizukage, lantas Mizukage tersebut terpelanting hingga tubuhnya menabrak pohon.
Brakk
Swishh
Tiba-tiba saja di depan Mizukage terdapat tubuh Naruto yang sedang mengangkat tinggi-tinggi kubikiribocho.
Trankk
Tongkat baja milik Yagura menahan pedang yang mengarah ke ubun-ubunnya.
Bugggh
Sekarang giliran kaki kanan Mizukage itu melayang ke perut kiri Naruto, tak ayalnya Naruto juga terpelanting. Untung saja katana miliknya menahan tanah hingga dia tidak menabrak pohon seperti yang berusan dialami Mizukage, Yagura.
"Namamu tadi Uzumaki Naruto kan? Akan kuingat namamu hingga aku mati nanti" Ujar Mizukage berusaha berdiri dengan susah payah.
"Aa..." hanya kata itulah yang keluar dari mulut Naruto.
Bets
"Kalau begitu ayo kita akhiri perang ini" Ucap Mizukage Yagura sambil menodongkan Tongkatnya.
"Tidak Perlu"
Yang menyahut bukanlah Naruto, melainkan seseorang berjubah hitam beraksen awan hitam di atas, yaitu Pria bertopeng spiral jingga yang berpusat di mata kanannya.
"Dei-Senpai" Orang tersebut memanggik nama rekannya
"Aa" Pria bersurai pirang panjang yang dikuncir ponytail itu membalas sambil memperlihatkan bentuk aneh mainan tanah liatnya.
"Akan kutunjukkan apa itu seni yang sesungguhnya"
Bwusshh
Burung yang dinaiki dua anggota Akatsuki tersebut langsung terbang tinggi ke langit. Tak lama kemudian berhenti hingga mencapai ketinggian yang cukup.
Swuuuussshhh
Buing
Dia menjatuhkan mainannya, dalam sekejap mainan tanah liatnya membesar hingga berkali-kali lipat, besarnya bahkan sebesar tempat kerja Hokage. Bentuknya mirip burung karena disamping kiri dan kanan tubuhnya terbentuk tangan yang mirip sayap
Swussshhh
Dengan cepat tanah liat raksasa itu terjun dari langit. Sementara diatas tanah terdapat Naruto yang melebarkan matanya. Pasalnya mata kirinya dapat memprediksi sesuatu yang akan terjadi 5 detik lebih cepat sebelum terjadinya sesuatu.
"Itu akan meledak! " bisiknya pada dirinya sendiri. Lalu diapun berlari sambil terus melakukan shunshin.
Swishh swissshh swisssshhh swisshh...
Sedangkan Mizukage dengan bodohnya hanya terpaku dengan benda yang berada jauh di atasnya. Dia merasakan sesuatu yang buruk. Lantas dia berlari ke arah danau.
"Isobu, berikan aku kekuatanmu agar aku bisa berenang!" Pintanya entah kepada siapa. Di sebuah ruangan gelap seperti gua berair tampak seekor-bukan tetapi tiga ekor kura-kura(karena memiliki tiga ekor) yang sedang berendam disana.
"Apa kau yakin Mizukage? "Terdengar suara mirip geraman berasal darinya.
"Ya, tidak ada waktu lagi" dengan terus berlari, Mizukage itu akhirnya sampai di tepi danau.
"Baiklah, bersiaplah untuk berenang, Mizukage Yagura"
Dengan persetujuan Kura-kura berekor tiga tersebut tubuh Mizukage mengeluarkan aura berwarna merah yang lama-kelamaan menyelimuti tubuhnya. Di bagian tulang ekornya juga terdapat warna yang sama, namun berevolusi menjadi tiga ekor.
Syusssss
"KATSU" dengan satu kode kata dari pembuatnya, Mainan tanah liat putih raksasa itu meledak sebelum benar-benar menyentuh tanah
BLAMMMRRR
Ledakan maha dahsyat tercipta di pinggiran danau. Akibat ledakan itu juga menyebabkan terjadinya Tsunami kecil yang hampir menerpa rumah penduduk yang ada di pinggiran danau. Untung saja beberapa kekkei genkai yang tidak mengikuti perang telah bersiap-siap disana untuk menghalau gelombang tersebut.
Di tempat lain berwujud lapangan, Terdapat Naruto yang menatap ke arah terjadinya ledakan dwngan tatapan bertanya tanya, apakah Jinchuuriki Sanbi akan mati? Ataukah...dia masih hidup
.
Di tempat terjadinya ledakan, terdapat monster berwujud kura-kura yang tak memiliki kaki belakang, melainkan tiga ekor yang menjadi gantinya. Tubuhnya tampak mengeluarkan asap karena pada awalnya tubuhnya berada di air, jadi ketika terkena ledakan (yang mengandung api) mengenai dirinya, terjadilah proses penguapan.
.
Di udara, terdapat dua irang yang sedikit jengkel, pasalmya targetnya tidak mati oleh ledakan super dahsyatnya. Itu karena cangkang monster itu sekeras berlian.
"Apakah kita akan turun dan membasmi kura-kura itu? Senpai" Tanya Tobi kepada Deidara. Deidara hanya mengendikan bahunya.
"Sebaiknya kita coba saja, kita akan mendekatinya dan juga menjaga jarak dengannya" ujar Deidara kemudian. Burung yang ditumpanginya ikut turun dari ketinggian.
Wusshhh
Burung buatan itu akhirnya menukik ke arah tepi danau yang terdapat Kura-kura raksasa berekor tiga. Kepala kura-kura itu menengok ke arah atas ketika merasa ada sesuatu yang mendekat. Naluri bijuu yang kuat.
Deidara mencoba mencari celah sambil mengitari tubuh sanbi. Tetapi berkali-kali dia harus menghindari semburan angin milik Sanbi.
Swusshh swusshh swusshh
Grrooaaarrrgghh
"Sial, suaranya lebih memekakkan daripada ledakanku" ujar Deidara setengah meracau saat Sanbi mengerang ganas.
"Err...senpai, Bukankah ledakanmu tafi bahkan lebih keras dari teriakan kura-kura itu hingga harus membuatku menutup telinga" Tobi berkomentar, memang benar ledakan dahsyat yang disebabkan Deidara tadi terasa seperti nuklir yang meledak.
"Diamlah, itulah yang kusebut dengan seni" mendengar ucapan Deidara barusan membuat anggota Akatsuki bertopeng itu sweatdrop seperti mau muntah.
Sringgg
Sanbi mengumpulkan aura putih di mulutnya hingga membentuk bola angin putih.
Bwussshh
Setelah selesai Bola angin itu dilesatkan ke arah burung putih yang sedang terbang mengelilinginya. Dan nice shoot, bola itu mengenainya hingga menyebabkan dua anggota Akatsuki itu harus terpental jauh dan terpisah.
Lagi-lagi Sanbi merasakan kehadiran sosok lain yang mendekatinya dengan berjalan kaki. Dilihat dari cara berpakaiannya dia juga anggota Akatsuki.
Sosok itu tak tampak wajahnya karena berada di bayangan pepohonan. Tetapi, yang lebih jelas darinya adalah mata berwarna violet secara keseluruhan dengan banyak pola lingkaran tercetak rapi di dalam mata itu.
Sringgg
Merasa ada bahaya yang mendekat, Sanbi membuka mulutnya, lantas aura putih yang berasal dari udara tercampur menjadi satu hinggq membentuk bola putih di depan mulutnya yang menganga lebar tersebut.
Blasshh
Tiba-tiba saja bola angin yang mempunyai destruk tinggi itu pecah hingga membuat makhluk yang membuatnya terdorong sedikit. Diketahui penyebabnya adalah orang yang merentangkan tangannya ke arah mulut Sanbi yang tak lain adalah anggota Akatsuki yang memiliki mata violet berpola riak air itu.
"Aku akan menangkapmu Sanbi no Bijuu" Ucap orang itu di balik kegelapan.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt
Muncul tiga anggota Akatsuki lainnya yang memiliki mata sepertinya.
"Ayo Yahiko, kita tangkap dia" tuturnya setelah itu berlari ke arah Sanbi.
GRRROOOOAAARRRGGGHHHH...
Sanbi meraung kencang di tepi danau hingga membuat pepohonan yang tidak memiliki akar kuat tercabut sepenuhnya dan beterbangan.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt
Tiga orang tersebut melompat ke arah udara dan punggung Sanbi untuk menghindari raungan mengerikan tersebut. Dua diantaranya memiliki rambut jabrik, di sekujur tubuhnya tampak besi yang tertancap, dan satu lagi yaitu orang yang melompat ke udara tidak memiliki rambut namun mirip tanduk yang baru tumbuh.
Blasshhh
Bagaikan robot, kedua tangannya dapat putus dari tangannya tanpa merqdakan rasa sakit, tangan yang terlepas tersebut juga mirip rudal yang meluncur dengan turbo.
Blar blar
Kedua tangan yang memiliki turbo tersebut mengenai bagian kepala Sanbi, namun sebelum mengenai wajahnya, sanbi melengkungkan pelindung yang trrpasang di kepalanya.
"Shin ra tensei"
Blarrr
Laki-laki yang memiliki rambut jingga dengan style spike merwntangkan tangannya ke punggung keras Sanbi. Meskipun tidak sakit bagi Sanbi, itu sedikit mendorong tubuh Sanbi seperti tenggelam.
"Shin:Jibaku Tensei"
Lantas laki-laki yang memiliki rambut berwarna merah sedikit menyatukan kedua telapak tangannya, namun terdapat jarak sekitar 3 senti antar kedua telapak tangannya. Tercipta sebuah bola hitam kecil di antara jarak tersebut.
Swush
Bola kecil itu tiba-tiba melayang ke atas di tengah-tengah danau.
Brusshhh brusshh brussshhh
Ternyata bola kecil itu memiliki gaya gravitasi yang lumayan besar hingga dapat menarik tanah berlumpur dari dasar air, bahkan airnya juga ikut tertarik dalam wujud butiran-butiran air.
Tak ayalnya Sanbi yang memiliki berat berton-ton itu ikut tertarik ke atas hingga menyatu dengqn batu berlumpur.
Blams blams blams
Bentuk dari penyatuan batu, tanah berlumpur dengan butiran air menciptakan sebuah bola mirip bulan yang sangat rekat seperti telah diolesi lem perekat.
Wusshh
Secara tiba-tiba replika bulan itu bergerak dengan sendirinya, ternyata bola itu mencari tempat yang tidak berair agar Sanbi bisa ditangkap dengan mudah.
Tak sampai di daratan terdapat sosok lain yang merusak rencana Akatsuki yaitu dengan memecah bola replika bulan tersebut dengan teknik pedangnya.
Syuuttt Brassshhh
Bola Replika Bulan tersebut terpecah hingga beberapa bagian dengan sayatan-sayatan yang tak terlihat oleh mata telanjang.
Blar Blar Blar Blar. ...
Banyak sekali tanah yang terjun dari langit yang menghantam pinggiran danau atau bahkan terkena danau sekalipun.
Blurrr
Kini tibuh Sanbi telah kembali ke Danau, tidak ingin bernasib sama Sanbi langsung menenggelamkan tubuhnya ke danau dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Di balik pohon, terdapat seorang laki-laki berambut pirang jabrik yang diam-diam melirik seorang anggota Akatsuki berambut merah panjang tersebut.
"Aku bisa merasakannya dengan kedua mataku, dia sangat kuat sekali, bahkan mungkin aku tidak dapat mengalahkannya dengan berganti dengan kepribadian ku yang lain" batin orang itu sambil mengeratkan pegangannya pada gagang kata miliknya.
Empat orang berjubah Akatsuki berkumpul di satu tempat. Sebelum meninggalkan tempat tersebut Laki-laki berambut merah menoleh ke belakang, tepatnya ke arah seorang pemuda yang sedang memegang katananya dengan pandangan terkejut.
Syuuttt Syuuttt Syuuttt Syuuttt. ...
Dalam hitungan detik Mereka berempat telah tidak berada ditempat, meninggalkan debu yang memudar.
"Tidak mungkin, pola mata Ungunya itu hampir sama dengan mataku saat dikendalikan oleh kepribadianku yang lain" gumam pemuda tersebut saat matanya yang kini meninggalkan iris berwarna merah ruby saja dengan mata melebar.
"Suatu saat aku pasti bisa mengungguli orang itu...kiito da (itu pasti)..."
.
.
.
Skip
.
.
.
Setelah perang selesai yang dimenangkan oleh kelompok Rebellion akhirnya Kirigakure mendapatkan ketentramannya kembali. Penduduk kini bisa leluasa keluar masuk desa tanpa takut adanya bandit atau semacamnya, sebab keamanan Kirigakure menjadi lebih ketat karena diperintah oleh Mizukage baru, Godaime Hokage yang tak lain adalah Mei Terumi.
Di usianya yang menginjak 26 itu, Mizukage Mei mempunyai pengalaman tentang pemerintahan mengingat dia memerintah pasukan Rebellion dengan Zabuza. Sayangnya, Perang yang terjadi satu hari yang lalu merenggut nyawa salah satu dari tujuh pendekar pengguna pedang Kirigakure sekaligus sub-leader pasukan Rebellion, yaitu Zabuza Momochi, penggunaan pedang Pemenggal Kepala ; Kubikiribocho.
Satu hari setelah terjadinya perang, Godaime Mizukage melakukan pembersihan terhadap tempat yang menjadi korban perang tak terkecuali. Bahkan sorenya banyak warga Kirigakure mengunjungi makam orang-orang yang meninggal, dan disanalah banyak perasaan bercampur aduk menjadi satu, antara sedih, marah, benci terhadap perang yang merenggut nyawa keluarga, sekaligus lega karena dengan pemimpin baru membuat kemajuan untuk Kirigakure menjadi negara yang lebih baik.
.
Disana, dimakam yang bertuliskan nama "Momochi Zabuza" dengan tulisan kanji, terdapat sebuah Kristal es yang terbentuk seperti bunga Kristal lancip terletak di atas nama tersebut. Diketahui orang yang meletakkannya adalah seorang gadis bersurai hitam yang digerai dengan pakaian gaun hitam.
Dilihat dari raut wajahnya yang sedih dan mengalirkan air mata itu tampaknya dia sedang menangis.
"Zenbu ni Arigatou Sayonara Momochi Zabuza ji-san" Ujarnya lalu berdiri kemudian mundur ke belakang beberapa langkah. Lantas dengan pandangan yang sedih pula seorang pemuda berusia 15 tahun melangkah kedepan lalu berjongkok, lalu dia meletakkan sesuatu yaitu sebuah Pisau panjang mirip kunai namun melengkung yang bertuliskan...
'Naruto to Zabuza no Nindo'
"Zabuza ji-san, maafkan aku karena aku sering kali merepotkanmu, dan juga pedangmu kini berada di ruang penyimpanan senjata Khusus. Dan juga terimakasih karena telah menjadi paman yang baik untukku meskipun julukanmu sangat bertolak belakang dengan sifatmu..." itulah kata yang dikeluarkan oleh seorang Uzumaki Naruto, dia kini bersama dengan beberapa orang yang mengenal dekat Zabuza.
"Ayo Vivi, ..." Naruto berdiri, dan ternyata disampingnya terdapat Vivi yang mengenakan gaun hitam tipis dengan duduk di sebuah kursi roda, Di kepala Vivi juga terdapat perban karena pertarungan satu hari yang lalu.
"Uhm" Balasnya dengan nada rendah seperti menahan rasa sakit. Kenapa dia menggunakan kursi roda padahal yang terkena serangan adalah perutnya? Justru karena perutnya yang terkena serangan dengan luka yang cukup dalam itulah dia tidak boleh melakukan pergerakan apapun pada kakinya. Apakah itu berarti dia lumpuh? Setengah lumpuh itulah yang cocok untuk keadaan Vivi.
.
.
.
Bocah ajaib yang merupakan salah satu tokoh penting Perang Saudara antara Mei dengan Yagura kini akan melakukan perjalanan pulang, Dia berada di rumah milik Zabuza dan Haku.
Hari ini sebenarnya adalah hari yang cocok untuk melakukan rutinitas untuknya, namun mengingat dia(yang asli) belum menginjakkan kaki di Konoha selama 3 hari itu merasa tidak enak jika ada pasukan khusus dari Konoha untuk mencari keberadaannya. Dan hari keempat ini dia berencana untuk pulang ke desa dengan mempersiapkan alasan yang logis agar tidak ada yang curiga.
Srettt
Pemuda itu baru saja merapikan tempat tidurnya yang dulunya milik Zabuza. Ketika dia selesai merapikan tempat tidurnya dia berubah raut wajahnya yang semula terlihat bersemangat menjadi raut wajah sedih.
Kemudian dia melihat tempat tidur dengan senyum masam, lantas dia mengatakan sesuatu...
"Zabuza ji-san, aku pergi dulu..."
Setelah mengatakan itu Naruto melangkahkan kakinya, namun dia menghentikan langkah kakinya ketika melihat cermin. Dia kemudian memutuskan untuk memakai ikat kepala berlambangkan Konoha yang ada di depan cermin tersebut lalu memakainya
Sett
"Yosh"
Klek
Dengan satu kata itu Naruto tersenyum lalu mengambil katana yang telah dibersihkan itu dengan tangan kirinya, tak lama kemudian dia melangkah keluar.
Tep tep tep
Ceklek
"Oh Naruto-kun juga baru selesai ya" Ujar seseorang dari arah kiri Naruto. Naruto pun yang mendengar suara dari arah kiri menolehkan kepalanya ke sumber suara.
Di depqn pintu kamar terdapat seorang gadis berusia sekitar 18 tahun sedang berpakaian rapi dan sedikit errr...kuno, dimana dia menggunakan gaun biru cerah tanpa hiasan apapun, dan juga di punggungnya terdapat tas ransel hitam.
"Nee-san, kita tidak sedang piknik kenapa kau tidak memakai pakaian anbu? " Tanya Naruto dengan raut wajah sweatdrop.
"Tenang saja, ini penyamaran yang sempurna jika bepergian" Ucap Haku dengan alasannya. Naruto melirik ke bawah, tepatnya ke kaki Haku yang seputih porselen itu.
Gleg
'Menawan seperti biasa, namun...' Naruto membatin tanpa melanjutkan kata-katanya.
'Sepatu bergambar kepala kelinci'
Itulah yang ada pada kaki Haku sebagai alas kalinya. "Yah...aku tidak bisa berkata apa-apa selain Perfect Kamuflase" Ujar Naruto dengan senyum hambar.
"Apakah Nee-san yakin akan tinggal di Konoha? " tiba-tiba Naruto bertanya dengan raut wajah serius dan tampak tenang.
"Tentu saja Naruto-kun, aku kan ingin bersamamu meskipun nantinya aku akan menikah dengan orang lain" Dengan tersenyum Haku menjawab perkataan Naruto.
"Huhh...terserahlah,...HOOWWAAAAA...!" Tiba-tiba Naruto berteriak histeris seperti baru melihat pocong yang mempunyai tangan*What!?*
"A-ada apa Naruto-kun?!"
"Aku lupa tidak membersihkan apartemenku! " lantas Naruto berkata dengan wajahnya yang menjadi horor
"Ya ampun! , benar-benar laki-laki sejati" Gumam Haku sembari mengetuk dahinya dengan tangan kirinya.
Tok tok tok
Dari pintu utama terdapat suara ketukan, lantas Naruto dan Haku menghentikan candaannya sementara.
"Pasti Vivi..." itulah asumsi Naruto terhadap orang yang barusan mengetuk pintu rumah yang disinggahinya.
Tep tep tep
Setelah berada di belakang pintu, Naruto berhenti dengan tangan kanan memegang gagang pintu.
'Tapi tidak mungkin Vivi berada disini sedangkan lukanya masih belum disembuhkan oleh Sanin itu' dia berpikir lagi dengan apa yang dialami oleh Vivi.
"Buka saja lah"
Ceklek
Alangkah terkejutnya dia melihat dua orang gadis berambut hitam yang masing-masing dari mereka adalah kembar, sedangkan yang membedakannya hanyalah pita mereka yang berlawanan warna serta raut wajah mereka. Bukan itu saja, ada juga seorang gadis berambut merah muda yang panjangnya mencapai punggung serta seorang jounin bermasker dan berambut perak.
"Sa-Sasuke!...Akari-chan...Sakura-chan! Dan juga Kakashi-sensei ...kenapa kalian ada disini dan kenapa bisa tahu tempat persembunyianku? " Dengan terkejut Naruto menyebut nama tiga gadis yang mendatangi tempat persinggahannya.
"Kami kembali khusus untuk tim 7 dan juga salah satu anggota tim 9 yang nekad ingin bersama kakaknya" Ujar seseorang yang lebih tua dari mereka semua.
"A-ah...padahal sudah kukatakan kembali ke desa" ujar Naruto mirip desisan.
"Apa? Kau bilang apa tadi Naruto? Aku tidak dengar sama sekali" Sasuke, gadis itu tampak mengacuhkan apa yang dikatakan Naruto, padahal itu cukup jelas untuknya mendengar perkataan Naruto.
"Huh...terserahlah" Naruto mendesah pasrah karena bosan dengan acara Sasuke yang memasuki mode Tsundere. Namun di dalam hati dia lega karena Sasuke dan Akari tidak lagi berganti Mode.
"Yah baiklah, kau ingin kembali ke Konoha kan? Jadi, ayo kita kembali..." Ternyata apa yang barusan dipikirkan oleh Author dan Naruto tidak jadi dikabulkan oleh Tuhan, sebab Akari juga sama persis dengan apa yang dilakukan Sasuke. Lalu dimana Akari yang sesungguhnya coba?
"Naruto-kun, ada siapa? kenapa lama sekali? " dari dalam rumah terdengar suara yang mengandung kalimat tanya, namun tidak segera dijawab oleh orang yang diberi pertanyaan
Sreett
Pintu ditarik oleh Seseorang ke dalam menyebabkan dunia luar terlihat dengan jelas.
"Oh, kaliqn masih belum kembali ya" ujar Haku dengan polosnya, itu membuat mereka berempat menyimpqn kalimat tanya.
"Ano...bukankah kamu adalah pengguna es yang waktu itu kan? " pertama kali orang yang bertanya adalah Jounin pembimbing tim 7.
"Benar"
"Lalu kenapa Kalian berdua tinggal satu atap? " alis Sasuke berkedut-kedut menandakan dia sedang curiga. Sebelum Haku ataupun Naruto menjawab pertanyaannya terlebih dulu dia berasumsi.
"Apakah kalian mempunyai hubungan intim yang sudah jauh hingga Naruto tidak kunjung kembali ke Konoha dalam waktu 3 hari? " Asumsi yang aneh, namun remaja berusia 15 tahun itu memiliki emosi dan nafsu yang kuat, itu pun bisa terjadi pada diri Naruto. Namun Naruto bukanlah sesuatu yang mementingkan nafsu atau egoisme, melainkan emosi.
"Te-tentu saja tidak, Naruto-kun kan masih dibawah umur, jadi mana mungkin aku akan berhubungan semacam itu dengannya ..." Haku mengelak, tetapi benar juga apa yang dikatakan olehnya.
"Lagian aku ini sedang mencari pekerjaan, jadi mulau hari ini aku akan tinggal di Konoha bersama Naruto-kun" saat mengatakan itu Wajah Haku berseri-seri.
"Kamu akan tinggal di apartemen Naruto-kun? " Sakura yang tadi tidak mengatakan apapun akhirnya melontarkan pertanyaannya.
"Kurang lebih begitu" Balas Haku ditqmbah senyumannya yang dapat menghipnotis pria manapun.
"Oh, sepertinya ada yang datang" Kakashi yang merupakan jounin pembimbing tim 7 itu berkata saat merasakan ada manusia yang mendekat ketika dia mengaktifkan mode sensoriknya.
Lantas beberapa orang yang saling melontarkan pertanyaan demi pertanyaan kepada Haku menolehkan kepalanya ke belakang tak terkecuali Naruto dan Haku.
Ternyata ada tiga orang yang mendatangi rumah Haku, mereka adalah Vivi Alhazerd, Mei Terumi, dan Choujuro.
Seorang gadis berambut perak tersenyum manis ke arah Naruto, gadis itu bergaun putih cerah dengan ikat pinggang yang longgar duduk di kursi roda.
"Y-yo...Naruto" dengan suara lirih dia berusaha melambaikan tangannya kepada Naruto, Naruto pun membalas lambaian tangan Vivi sembari tersenyum penuh arti kepada gadis itu.
Lalu Naruto melirik ke arah perut Vivi, di sana terdapat perban yang melilit di perut hingga pinggangnya yang terlihat di balik gaun putih tersebut.
Pandangan Naruto menjadi nanar karenanya. Bagaimana tidak jika kau melihat orang yang telah mengisi hidupmu terbelah perutnya seperti operasi tanpa obat bius?. Rasanya menyakitkan bahkan hanya melihatnya saja terasa sangat menyakitkan sekali.
Naruto berlari kecil ke arah Vivi yang sedang didorong kursi rodanya otu oleh sang Mizukage.
"Vivi, bagaimana keadaanmu? Apakah masih sakit? Jangan melakukan banyak pergerakan pada kakimu" Naruto tiba-tiba saja berkata-kata bagaikan seorang Ayah menasehati anak emasnya atau seorang suami yang khawatir dengan keadaan Istrinya.
Sedangkan dari sisi lain tampak Sasuke dan Akari yang memasang muka sedih terlebih lagi Sasuke, saking tidak kuatnya dia memandang itu hanya dapat mengalihkan pandangannya. Sementara Akari sudah tidak perduli lagi, lagian dia telah menyerahkan cintanya kepada Kakaknya. Akari kini sibuk bercanda dengan Sakura, seperti memprediksi Kejadian saat Naruto dan gadis yang duduk di atas kursi roda tersebut, dan itu menyebabkan wajah Sasuke memerah rata karena menahan marah.
"Sudahlah Naruto, aku tidak apa-apa meski masih sedikit nyeri di bagian ususku. Dan tenang saja aku akan melakukan apa yang kamu katakan...dan juga...Arigatou" di sisi Naruto, Vivi berkata dengan tak lepas dari Senyuman manisnya
"Untuk apa? "
"Karena telah membuatku bisa menangis lagi" Ucap Vivi sambil meneteskan air matanya.
"A...Vivi maaf jika aku membuatmu terluka, kumohon janganlah menangis lagi..." Naruto tidak dapat berkata dengan jelas ketika melihat air mata terus mengalir melalui sudut mata Vivi.
"Baiklah tetapi dengan satu Syarat" Ujar Vivi dengan tersenyum.
"Baiklah, ...dekatkan telingamu segera..." Vivi menyuruh Naruto mendekatkan telinganya ke depan mulut mungil Vivi.
"Suatu saat nanti *********..." Dengan tersenyum dan dengan wajah merona Vivi memundurkan wajahnya dari telinga Naruto. Naruto hanya menatap tidak percaya dengan ap yang dikatakan Vivi barusan, itu adalah kalimat Sakral.
"B-bagaimana? Apakah kamu tidak bisa? " Dengan ragu-ragu Vivi bertanya kepada laki-laki di depannya.
"Hmmm...bagaimana ya...rasanya cukup sulit..." Naruto membalas perkataan Vivi dengan bimbang.
"Bilang saja tidak bisa,...jika begitu maka aku tidak akan meminum obat buatan Haku-san dan juga aku tidak akan makan" Tutur Vivi dengan wajah Tsunderenya. Tetapi Tsundere Vivi dengan Sasuke berbeda karena Vivi jauh lebih cantik and manis ketika dalam mode seperti itu.
"Baiklah, " ujar Naruto kemudian. Vivi terkejut dan langsung meraih serta menarik tengkuk Naruto hingga dia bisa memeluk tubuh Naruto. Naruto merasakan perasaan yang belum pernah dia miliki sebelumnya, lantas dia ikut memeluk tubuh Vivi dengan lembut mengingat Vivi masih belum sembuh 99 persen.
"Pastikan Kamu menepatinya Naruto, Yakusokute (berjanjilah)" Desis Vivi di dekat telinga Naruto,
"Ya, aku akan berusaha menepati janjinya" Naruto ikut membalas dengan desisan pula. Pelukan mereka tidak tahan lama mengingat waktu berjalan terlalu cepat.
Sreett
"Itterasai *****..." Ujar Vivi dengan pelan. Naruto mengangguk lalu berkata "ittekimasu"
Di sisi lain terdapat Sasuke yang baru saja lega sekaligus senang melihat perpisahan antara gadis itu dengan Naruto.
"Sudah waktunya ya...kami selaku perwakilan dari anggota Rebellion sangat berterimakasih serta mengucapkan Itterasai untukmu Naruto-kun" Ucap mei Terumi di belakang Vivi.
"Arigatou Mizukage Taichou" ujar Naruto membalas perkataan Godaime Mizukage . Seorang gadis bergaun biru cerah mendekati Mei.
"Mei-sama terimakasih atas segalanya, dan Choujuro, sampai bertemu kembali" Ucap Haku disertai dengan senyuman tipis.
"Hati-hati Haku" Ujar Mizukage kemudian.
.
Tak sampai lima menit rombongan Kakashi telah meninggalkan tempat itu diiringi lambaian oleh Vivi, Gidaime Mizukage, serta Choujuro.
.
Di tengah perjalanan, Kakashi mengatakan sesuatu yang penting, amat sangat penting.
"Naruto, sekitar 15 hari lagi akan diadakan ujian Chuunin, jadi Persiapkan diri kalian" Ucap Kakashi sambil berlari di atas tanah.
"Ya. ..aku mengerti..."
.
.
.
Setelah tiba di Konoha Gakure no Sato, Haku dibawa ke kantor Hokage untuk menjadikan dirinya warga Konoha yang baru.
Lantas dimana Naruto? Dia baru saja membersihkan apartemennya, dan tak sampai 60 menit dia bisa membersihkan seluruh ruangan.
Brugg
Setelah lelah membersihkan, akhirnya Naruto menghempaskan dirinya ke Kasur yang empuk itu. Lantas sebuah pikiran aneh menghantuinya.
Dia mengingat seseorang berambut merah dari Akatsuki yang memiliki mata Violet dengan pola riak.
"Siapa dia?...dan kenapa matanya mirip mata kiriku seperti saat itu?"dan pertanyaanmya hanya sebatas itu saja, hingga dia lelah memikirkannya sampai dia terlelap dalam tidurnya.
,
,
,
·
,
,
,
*TBC*
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
A*N:
Maaf Updatenya telat, masalah dengan mood, jadi cukup sulit juga dapat ide, and minggu kemarin itu jadwal saya padat, jadi tidak sempat update. (Bantu-bantu ortu sepulang sekolah, jadi malamnya tidur dengan nyenyak)-_- what the fuck-shi.
Mendoukusai da-shi(kata-kata imbuhan baru *shi*)
Yoshh..Tidak banyak hal yang dapat saya sampaikan kecuali rasa terimakasih buat orang-orang yang sudah Read, Review, Favs, and Follow-shi entah itu cerita ataupun akun saya-shi...ARIGATOU GOZAIMASU-SHI...
Oke
Jaa ne-shi
-Kuroyuki wa Rogu Outo da-shi-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-Tsubete ga owatta da-shi demo Sore ga Atarashi no Hajimari da-shi-
.
.
.
-黒と白-
.
.
.
-Kuro To Shiro-
