A/N : Terima kasih buat yang baca apalagi review, Midotaka disini! Maaf lama nggak update karena author sibuk translate doujinshi, belajar buat ujian, dsb dll. Otak full bikin angst tapi bakal ditimpuk Akashi kalau sampai bikin angst disini. Untuk alasan kenapa Midorima dibenci Takao kemungkinan next chapter buat Heart.
WARNING! Sho-ai, EYD ngaco, maybe typo, OOC!
-,-
Sementara ini…. ROLE only~
King of Spade: Akashi
Queen of Spade: Furihata
Jack of Spade: Kuroko
King of Club: Murasakibara
Queen of Club: Himuro
Jack of Club: Kagami
King of Heart: Midorima
? of Heart: Takao
Ace : ?
-,-
Takao menatap sesuatu yang tiba-tiba terbentuk di tubuhnya, tepatnya di dadanya. "Tidak, tidak, ini pasti mimpi. Ini mimpi!" yakinya pada diri sendiri sebelum berteriak histeris dan mengacak-acak rambutnya. "Kazunari, tenang Kazunari, kamu pasti keluar dari masalah ini," gumamnya pada diri sendiri. Takao menganggukan kepalanya yakin sebelum mengingat sesuatu.
"Takao, setelah kamu berhasil menemukan Queen, bagaimanapun kamu harus membuat King untuk menerimanya. Kalau perlu kamu bisa melemparkan nanas padanya!"
Takao tertunduk. Lututnya tiba-tiba terasa lemas. Tiba-tiba dia menyadari bahwa sebenarnya Hawk Eye yang dimilikinya bukan kemampuan special yang membuatnya menjadi King atau Jack, tapi untuk menjadi seorang Queen! QUEEN! Dan sebagai seorang Queen dia harus… harus…
"Aku akan bunuh diri terlebih dahulu, sebelum itu semua terjadi," ujarnya yang wajahnya memucat saat membayangkan apa yang harus dia dan King lakukan dimasa depan. "atau… aku bisa lari… Benar! Aku akan melarikan diri!" putusnya bahagia. Hanya saja dia lupa, karena terlalu sering berusaha melarikan diri sejak dia ditunjuk menjadi seorang 'Jack' sehingga dalam beberapa menit saja dia sudah kembali berada di hadapan sang King.
"…Takao, aku benar-benar tidak tahu aku harus berkata apa padamu," ujar lelaki berambut hijau itu sambil menaikkan kacamatanya dengan jarinya. Lelaki berambut hitam di depannya hanya bisa membuang muka. "… jadi apa kamu mene…"
"Ti…tidak! Aku sama sekali tidak menemukan tanda berbentuk hati berwarna pink yang terdapat dua pedang di kanan dan kirinya!" ucap 'Jack' dengan terburu-buru.
"Takao…" King menyipitkan matanya, menatap lebih jelas 'Jack' yang masih tidak mau melihat matanya. "darimana kamu tahu kalau tanda milikku memiliki dua pedang bukan satu pedang?" tanyanya yang menyebabkan orang di depannya ingin menangis sambil menceburkan diri ke lautan pedang. "buka bajumu sekarang juga!"
"Ini sekuhara!" serunya sambil mengeratkan kerah bajunya. Namun lelaki berambut hijau itu semakin mendekatinya.
"Aku bilang cepat buka!"suruh lelaki itu sementara Takao semakin mundur ke belakang, menjauhi orang yang saat ini paling tidak ingin dia temui.
"Nggak mau!" seru Takao lagi saat akhirnya punggungnya menabrak pembatas ruangan.
"Buka!" Urat kekesalan Midorima mulai menampakkan diri. Kenapa lelaki di depannya ini tidak langsung menunjukannya dan membuat mereka terbebas dari semua ini.
"Nggak!" Kali ini Takao hanya bisa menatap Midorima yang serasa tinggi menjulang sehingga keseimbangannya goyah dan terpeselet menyebabkan kepalanya sedikit terbentur.
"Buka!" suruh Midorima lagi yang kini entah kenapa justru menaiki tubuh Takao dan mencengkram tangan Takao yang masih berusaha untuk melindungi baju yang melekat padanya saat ini. Perlindungan terakhirnya.
"NGGGAAAAKKKK!"
Kedua lelaki itu saling menatap dengan jarak yang sangat dekat, yang satu sedang berusaha membuka bajunya dan yang satu sedang berusaha untuk menjaga kesucian dirinya. Atau setidaknya itulah yang terlihat saat pintu ruangan tersebut dibuka.
"Takao, apa aku harus membantumu merayakan hal ini?" tanya seorang lelaki berambut coklat muda yang dikenali Midorima sebagai orang yang melemparkan tanggung jawab mengurus Takao semalam padanya. Orang yang sebenarnya menyebabkan tragedy ini terjadi.
"Miyaji-san tolong!" teriak Takao memelas, namun lelaki bernama Miyaji itu justru memalingkan wajahnya dan melihat Midorima.
"King, apa yang bisa saya bantu?" tanyanya tanpa menghiraukan teriakan PENGKHIANAT dari 'Jack'.
Midorima dengan gaya sok cool menjawab, "Aku harus melihat sesuatu yang kemungkinan terdapat di tubuhnya."
Miyaji memandangi mereka berdua dalam diam. "Takao, apa kamu akhirnya menyerah dan mencoba untuk menjadi Queen?" tanyanya.
"Nggak! Aku sama sekali nggak sudi! Sudah kubilang nggak ada tanda hati di jantungku, dan orang ini nggak percaya!" serunya keras.
"Tentu saja, karena selama ini yang menghetahui tanda hatiku yang berbeda dengan yang lain hanya aku," jawab Midorima tanpa melepaskan tangannya dari baju Takao.
"Sepertinya aku harus memberitahu yang lain bahwa kita menemukan Queen. Selamat King, anda telah menemukan Queen," ujarnya.
"Selamat apaan?! Nggak ada Queen! Aku bukan Queen!" teriak Takao yang tidak dipedulikan oleh keduanya.
"Takao, aku harus merayakan hari keperawananmu yang akhirnya akan menghilang dengan yang lain."
"Sial, aku sama sekali nggak sudi!" jeritnya. "GYAAA!" teriak Takao yang karena perhatiannya teralihkan dengan sigap Midorima langsung menarik bajunya sehingga menyebabkan kancing-kancingnya terbang entah kemana.
Meskipun dalam sekejap lelaki pemilik hawk eye itu langsung menutup kembali bajunya yang sudah tak bisa tertutup, namun kedua lelaki di sana telah melihatnya. Mereka hanya bisa terdiam dan mengingat mengenai tanda berbentuk hati yang berwarna pink dan terdapat dua pedang di kanan dan kirinya. Miyaji yang hanya mengetahui bahwa tanda hati akan muncul saat Queen menyentuh King hanya bisa terdiam. Dan Midorima yang menghetahui dengan persis bahwa itu adalah tanda yang sama dengan dirinya tidak mampu berkata-kata.
Takao menatap keduanya sambil menahan rasa ingin menangis. Sekarang kedua lelaki itu sudah tahu. Miyaji, salah satu seniornya dan seorang Knight yang mempunyai hubungan dekat dengan Takao pasti akan membeberkan hal ini kesemua orang. Sedangkan Midorima, King of Heart tidak bisa membiarkan dirinya tanpa seorang Queen. Karena tanpa Queen sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Dan seorang Queen ditakdirkan untuk King. Sekarang Takao sudah tidak bisa lari lagi dari takdirnya.
"Ehem, aku sebaiknya undur diri terlebih dahulu. Queen, saya akan menyuruh yang lain untuk mempersiapkan segala sesuatu yang nantinya anda butuhkan. Permisi," mohon Knight itu sambil menutup pintu yang ada di depannya meninggalkan King dan Queen of Heart.
"Takao, aku ingin kamu menjawabku!" suruh King yang menatap tajam sang Queen. "kenapa kamu berusaha menyembunyikannya?" Takao yang masih membuang muka darinya mengigit bibir bawahnya.
"Karena aku tidak ingin menjadi seorang Queen. Apalagi Queen untukmu."
-.-
A/N : perlukah rating naik jadi M?
