Naruto : bukan punya saya

Rate : M

Warning : Gaje, Typo, occ, Dark Naru, Overpover Naru but not godlike, Hurt Romance, Humor, Sedikit Manstream, Echi, Mini Harem dll.

New Sumary : Setelah dinyatakan.. mati 3 tahun yang lalu.. Naruto bangkit membawa dendamnya pada lima desa besar dan AKATSUKI.

Ejoy..

Chapter 09 : Last season! part 3 Final

Matahari mulai terbit dan menyinari desa Konoha. terlihat seseorang sedang berjalan di jalanan desa yang masih sepi. yup siapa lagi kalau bukan Naruto.

Naruto tidak habis pikir dengan dirinya sendiri bisa2 nya ia melakukan hal itu dengan Temari dan Yugaou. Naruto meremas rambutnya. kalau mereka hamil? bagaimana? ia belum siap berkeluarga. dendamnya pada Zero belum terbelaskan dan masih banyak yang ingin ia lakukan lagi.

Naruto akui ia menikmati tubuh kedua nya. berhubungan dengan mereka membuat nya ketagihan. Naruto segera menampar pipi nya sendiri. apa yang ia pikirkan memang nikmat tapi bagaimana kalau mereka hamil? kalau Yugaou sih Naruto bisa tangani. tapi kalau Temari? pastinya ia yang pertama di gantung Kazekage karena menghamili putrinya.

Dengan gerakan cepat Naruto menangkap sebuah kunai yang mengincar kepalanya.

" keluarlah..."

Ucap Naruto datar. dari balik tembok rumah warga keluarlah seorang gadis bersurai kuning dengan wajah yang cantik dia adalah Naruko. Naruko memandang Naruto dengan pendangan tajam dan menusuk.

" apa maksudmu menyerangku...Naruko? "

Tanya Naruto dengan wajah datar. kalau saja ia tidak terlatih mungkin kepalanya sudah pecah oleh kunai Naruko tadi.

" aku menantangamu...Naruto! "

" menantangku?...aku tidak tertarik melawanmu Naruko.."

Ucap Naruto datar. ia melanjutkan jalanya. tiba2 Naruto langsung di paksa melompat kebelakang karena sebuah rantai mengincar kepalanya.

Blarr!

Rantai itu tidak mengenai Naruto melainkan mengenai tanah hingga menyebabkan ledakan kecil. Naruko memandang Naruto dengan padangan beci dan cemburu. tanpa sadar ia mengeluarkan rantai dari punggung nya.

" aku ...aku akan membunuhmu! Narutoo.. "

Rantai di pungung Naruko pertambah menjadi empat. Naruto terkejut dengan perubahan sikap dan kakuatan Naruko. apa yang terjadi sebenarnya dan lagi Naruko benar2 serius ingin membunuhnya!

Naruto langsung melesat melompati rumah2 warga. Naruko tidak akan membiarkan Naruto kabur. ia melesat mengikuti Naruto melompati rumah2 warga.

" Brengsek.. jangan kabur.. hadapi aku Narutoo.."

' Naruko... apa yang terjadi padamu..'

Batin Naruto sedih. Naruto menambah kecepatan lompatanya. begitu juga dengan Naruko yang tidak mau kehilangan Naruto.

Memasuki area hutan kematian Naruto terus melompat berusaha menjauhkan Naruko dari desa. Naruko terus mengejar Naruto dengan niat membunuh yang kuat dalam dirinya.

Setelah dirasa cukup jauh dari desa Naruto berhenti melompat. tapi Naruto di paksa melopat dan menghindari setiap rantai yang berusaha memengal tubuhnya.

Brak!

Satu hantaman rantai mengenai tubuh Naruto dan membuatnya terpental menghantam pohon. Naruko yang melihat itu tersenyum sadis.

" aku mencintaimu Naruto ... aku mencintaimu... kalau aku tidak bisa memilikimu.. siapapun tidak boleh memilikimu...Narutoo.. "

Naruto terkejut dengan pengakuan Naruko. jujur ia merasa bersalah pada Naruko. Naruko mengarahkan ketiga rantai nya kearah Naruto.

Jleb!

Jleb!

Jleb!

Tiga rantai berhasil menusuk Naruto. dua rantai menusuk pahanya dan satu rantai nya lagi menusuk bahu kiri Naruto. Naruko tersenyum puas melihat Naruto tertusuk rantai nya.

" apa.. sudah lebih baik? .."

Ucapan Naruto itu membuat Naruko bingung. lebih baik? apa yang Naruto maksud ia tidak mengerti sama sekali. tingal satu rantainya lagi dan akan Naruko arahkan ke kepala Naruto. tapi ucapan Naruto membuatnya terkejut.

" ...uhuk.. begitu ya?... aku siap mati kalau.. itu bisa membuatmu merasa lebih baik...uhuk ...tidak buruk juga mati.. di tangan ...orang yang kucintai.."

Mata Naruko melebar mendengar ucapan Naruto barusan. orang yang kucintai? ...berarti Naruto juga mencintai nya. tapi kenapa Naruto berkata seperti itu kemarin. kata yang menyakitkan hati nya. Naruko hanya diam menunduk dengan satu rantai yang masih meliuk liuk di pungung nya.

" ...tunggu apa lagi...uhuk ...bukanya kau ingin ...membunuhku? Naruko.."

Untuk pertama kalinya Naruko melihat Naruto tersenyum pada nya. senyum itu Naruko ingat senyum itu.. senyuman tulus Naruto dulu. seketika rasa bersalah menghampiri Naruko.

" kenapa ...kenapa kau tidak menghindar.. Naruto-kun ...kenapa! "

" karena aku... mencintaimu Naruko "

Naruko yang mendengar itu menangis. bukan sedih tapi menangis bahagia. tiga rantai yang menusuk Naruto perlahan keluar dan masuk kambali ke dalam punggung Naruko.

Bruk!

Naruto jatuh terlentang saat rantai Naruko sudah lepas dari tubuhnya. darah sagar masih mengalir dari bekas tusukan rantai Naruko. Naruko langsung bergegas mengampiri Naruto.

Naruto melihat Naruko duduk di samping tubuh nya. ia melihat Naruko menangisi dirinya. kesadaran Naruto perlahan mulai hilang. Naruto sempat mendendengar Naruko memangil mangil namanya sambil menangis.

" Naruto-kun.. hiks.. Naruto-kun maaf hiks ..hiks.."

Naruko menangis sambil memeluk tubuh Naruto dengan erat. ia merasa sangat bersalah melukai Naruto bahkan hampir membunuhnya. Naruko di butakan oleh rasa cemburunya hingga ia tega menyakiti orang yang sangat ia cintai itu.

-Apartmen Naruto-

Naruto perlahan mulai sadar. ia membuka matanya dan melihat sekeliling. ternyata ia ada di ranjang apartmen nya sendiri. tapi seingat Naruto ia ada di hutan kematian bersama Naruko. kenapa ia bisa ada di apartmen nya dan siapa yang membawa nya?

Naruto meraba luka bekas tusukan rantai Naruko. Naruto merasakan nya luka itu sudah di perban? tunggu dulu kenapa bisa di perban dan siapa yang memperban nya?...Naruto menyibakan selimut nya. Naruto melotot melihat tubuhnya yang bertelanjang bulat.

Naruto mendengar suara gemercik air dari kamar mandi nya. sepertinya ada seseorang yang mandi di tempatnya. setelah lama menungu akhirnya orang itu keluar dari kamar mandi nya. untuk yang kedua kali nya Naruto terkejut ternyata itu Naruko!

Dengan tubuh telanjang Naruko memandang Naruto yang juga memandang nya. keduanya saling memandang sebelum sesuatu yang tengang membuat wajah Naruto memerah. Naruko terkejut melihat benda Naruto yang tegak menjulang seperti tiang. setelah melihat itu Naruko tersenyum nakal kearah Naruto.

Warning : Lemon! di sarankan untuk 18 tahun keatas efek samping tangung sendiri.

" Naruutoo-kuun..."

Naruko langsung melompat menindih tubuh Naruto yang masih terluka. Naruto jelas terkejut dengan Naruko yang tiba2 menindihnya.

" Naruto-kun.. aku ingin memilikimu seutuhnya... "

Cup*

Sebuah ciuman mendarat di bibir Naruto. Naruto dengan cepat membalas ciuman Naruko. keduanya saling bermain lidah membelelit dan bertukar silva pasangan nya.

Tangan nakal Naruko bergerak mengelus Penis Naruto yang sudah tengang dangan lembut. Naruto juga tidak mau kalah kedua tangan nya bergerak mengelus dan meremas belahan pantat Naruko.

" Muachh.. hah ah..ahh Naruto-kun.. jangan itu kotor ahh... ahh.."

Naruko melepaskan ciuman nya dan medesah saat jari tangan Naruto memasuki lubang dubur nya. Naruto tersenyum ia melumat dan mengigit pentil dada Naruko.

" ahh ahh... Naru ..to-kun ..geli "

Naruto mempercepat kocokan jari nya pada lubang dubur Naruko. Naruko merasakan sensasi yang luar biasa pada tubuh nya. ia menjadi sangat bergairah untuk memiliki Naruto.

" hmm ..hmm Naruko.. ini kenyal.."

" ahh ...tubuhku ahh..untukmu Naruto-kun ahh.. ahh "

Naruto menambahkan jarinya memasuki lubang dubur Naruko. Naruko semakin mengila karena kenikmatan yang di berikan Naruto pada lunbang dan dadanya.

" ..ahh ..ahh..ahhh ...Kyaaaaa.."

Naruko mencapai klimaks nya cairanya kaluar membasahi perut Naruto. Naruto menghentikan kocokn nya dan mencabut dua jarinya dari dubur Naruko.

" hah.. ahh maaf.. ahh Naruto-kun ..tubuhmu jadi penuh cairanku.. "

Ucap Naruko dengan wajah memerah malu. Naruto hanya tersenyum melihat Naruko malu2. ia jadi punya ide untuk menjahili Naruko.

" hmm ..aku tidak terima permintaan maaf mu ..Naruko.. kalau kau ingin minta maaf.. bersihkan ...dengan mulutmu N-a-r-u-k-o "

Ucap Naruto mengoda Naruko. wajah Naruko seketika memerah mendengar ucapan Naruto. ia menurut dengan perlahan Naruko kebawah. setelah itu ia menjilati cairanya yang meleleh diperut Naruto dengan rakus.

Naruto tidak percaya Naruko melakukan nya. padahal ia hanya bercanda saja tapi ya sudahlah. itu juga memberikan kenikmatan padanya. lidah Naruko semakin turun dan akhirnya sampai pada pangkal penis Naruto. Naruko menjilati penis Naruko dengan rakus.

" ahhh ..Na-naruko.. "

Naruko mengulum penis Naruto di mulutnya. ia mainkan penis Naruto seperti lolipop di mulutnya. sambil mengulum Naruko membuat segel tangan.

Boof*

Muncul Naruko lain yang sama bertelanjang. Bunshin Naruko itu ikut menjilati penis Naruto bahkan sampai mengulum buah zakar nya.

" ahh ..Naruko ahhhh "

Glup*

Glup*

Naruko menelan semua sperma yang di keluarkan penis Naruto sampai tidak menetes sedikitpun. Naruko melepas kulumanya. Naruko terkejut walaupun sudah keluar tapi penis Naruto masih sangat keras. bhunshin Naruko meghilang setelah selesai dengan tugas nya.

" mou~.. Naruto-kun kau kuat sekali.."

Naruto hanya tersenyum lima jari mendengar keluhan Naruko. Naruko merangkak naik dan memposisilan vagina nya di atas penis Naruto yang keras.

" tunggu... apa kau yakin? Naruko "

Naruko hanya membalas ucapan Naruto dengan senyuman manis nya yang artinya iya. Naruko perlahan menurunkan pingul nya.

Bles*

Rasa sakit menjalar di tubuh Naruko saat penis besar dan kuat milik Naruto memasuki setengah lubang vagina nya. Naruko mencoba menguatkan dirinya ia kembali menurunkan pingulnya dan akhirnya seluruh penis Naruto masuk sepenuh nya.

" kyaaa.. hiks hiks.. sakit Naruto-kun hiks..."

Naruko berteriak kesakitan dan menangis. rasanya benar2 sakit saat penis Naruto merobek selaput darah perawan nya. darah segar mengalir keluar dari celah vagina Naruko.

" Na-naruko ..kalau kau tidak kuat kita bisa henti- "

" TIDAK...hiks beri aku waktu sebentar... hiks ..Naruto-kun.. tadi memang sakit.. ta-tapi sekarang sudah mendingan... jadi aku tidak mau ..kita berhenti.."

Naruko perlahan menggerakan pingulnya naik turun. sensasi aneh menjalar di tubuh Naruko. rasanya sangat susah di jelaskan dengan kata2.

" ahh... aahh... Naruto-kun.. ahh ini luar ahh ...biasa.. uhh "

Naruko mengerakan pingul nya naik turun semakin cepat. dada Naruko ikut terguncang dengan gerakanya. kedua tanan Naruto bergerak meremas dada Naruko. Naruto dengan kuat nya memelintir dada Naruko dan menarik pentil nya dengn kuat.

" Kyaaa ..ahh ahh Na-naru...to-kun... ahhh...ahh "

Naruto bangkit dan memeluk tubuh Naruko. Naruko kehilangan akal sehatnya ia dengan cepat menaik turunkan pingul nya.

" Na-naruko ..aku akan ..uhh "

" Kyaaaaaa... Naruto-kun..."

Tubuh kedunya mengejang dan mencapai klimkas nya secara bersamaan. tubuh Naruto jatuh berbaring bersamaan dengan Naruko yang menindih Naruto. Naruko kelelahan ia bisa merasakan nya sperma Naruto mengalir memasuki rahim nya. Naruto juga kelelahan...ia mengelus surai kuning milik Naruko dengan lembut.

Naruko meraskan penis Naruto kembali tegang dan berdenyut di dalam vagina nya.

" mou~.. Naruto-kun no Echi "

Naruto tertawa mendengar Naruko kembali mengeluh. selanjutnya kedua sejoli itu melakuan nya lagi dengan berbagai gaya..sampai hari menjelang sore.

Lemon off

Naruto dengan pakaian sudah lengkap. ia memandang tubuh polos Naruko yang tertidur lelap di ranjang nya dan dengan bermandikan sperma nya.

Naruto mendekat dan membuat segel tangan yang rumit. telapak tangan Naruto mengeluarkan cahaya putih yang menyilaukan. Naruto menempelkan telapak tangan nya ke bagian perut Naruko. seketika cahaya putih itu memasuki tubuh Naruko. di rasa cukup Naruto pun menarik tangan nya.

" ku harap itu.. bisa berguna suatu hari nanti.. untukmu Naruko.."

Naruto mendekat dan mencium dahi Naruko. ia meningalkan ikat kepalanya di samping tubuh Naruko. Naruto tersenyum tulus. firasatnya mengatakan ini terakhir kalinya ia melihat Naruko tapi mungkin hanya firasatnya saja. Naruto menghilang dengan shushin nya.

-Hutan kematian-

Naruto berjalan sendirian di tengah hutan. ia sudah janji akan menemui seseorang. setelah sampai di tempat yang di janjikan. Naruto melihat orang itu bersandar di pohon sambil menutup matanya.

" kau.. datang juga ...Naruto "

" ya.. aku tertarik.. dengan ceritamu.. mungkin benar aku.. ini Uchiha.. "

" heh ..tidak kusangka ..bocah sepertimu tertarik ..juga..."

" berhenti memangilku ...bocah ..atau kau ingin ku bunuh... Toneri "

Naruto mengaktifkan Neggan nya. Toneri tertawa dengan sikap Naruto sudah jelas dia itu masih kecil di bilang bocah malah marah. Toneri mengeluarkan sesuatu dari lengan bajunya.

" ini ...terimalah.. milik Tou-san mu.. "

Toneri melemparkan gulungan scroll berwarna hitam. Naruto menangkap gulungan hitam itu. Naruto membuka dan melihat isi gulungan itu sebentar. setelah itu Naruto melihat ke tempat Toneri berada dan ternyata Toneri sudah tidak ada di tempat itu.

Naruto memasukan scroll itu kedalam kantung ninja nya dan menonaktifkan Neggan nya. ketika Naruto ingin beranjak pergi suara seseorang menghentikan langkahnya.

" lama.. tidak bertemu Naruto.."

Dari balik kegelapan hutan mucul seorang memakai topeng kitsune dan berjubah Akatsuki. mata Naruto melebar setelah melihat siapa yang ada di hadapanya saat ini.

" Kau... "

Dengan gerakan yang sangat cepat Naruto mencoba memukul Zero. tapi pukulan nya dengan mudah di tangkap oleh Zero. Zero mengerakan kaki kananya dan menendang perut Naruto.

Duak!

Tendangan Zero membuat Naruto terseret sedikit kebelankang. Naruto memegangi perutnya. tendangan Zero benar2 membuat perutnya seperti berlubang dan itu sangat sakit.

Brak!

" ughkk.."

Zero dengan kecepatan nya langsung mencekik Naruto dengan satu tangan nya dan memojokan nya kearah pohon besar. Naruto memberontak berusaha melepaskan cekikan tangan Zero.

Zero mengatifkan Neggan nya dan menatap mata Naruto. entah sadar atau tidak Naruto juga mengatifkan Neggan nya. keduanya saling menatap satu sama lain menunjukan mata siapa yang terkuat. kedau mata Naruto mengeluarkan darah segar. samahalnya dengan Zero A.K.A Shisui.

" Koto Amatsukami "

Deg!

Genjutsu on!

Naruto membuka matanya secara perlahan. mata Naruto melebar setelah ia tau ternyata ia berada di tengah desa Konoha. Naruto terkejut melihat tubuh nya sendiri transparan. apa yang terjadi padanya? bukanya ia bertemu Zero dan menyerang nya.. setelah itu.. Naruto tidak ingat lagi.

' kau sudah ...sadar Naruto '

Naruto yang melihat Zero di depanya mencoba menyerang Zero tapi ia tidak bisa mengerakan tubuh nya.

' apa yang kau lakukan padaku.. keparat! '

' tidak ada.. aku hanya ingin menunjukan kebenaran ...yang sesunguh nya ..tentang siapa kau sebenarnya ... Naruto '

' kebenaran tentangku?.. apa maksudmu..'

' kau cukup diam dan lihat saja..'

Dari kejauhan Naruto dan Zero melihat seorang bocah bersurai putih dengan ikat kepala Konoha di dahi nya. bocah itu memakai baju hitam lengan pendek dan celana hitam standar Genin. mungkin usia anak itu sekitar sebelas tahunan. anak itu berlari di tengah keramaian penduduk desa. anak itu terus beralari menuju gerbang dan keluar desa Konoha.

Sacane berpindah. Naruto dan Zero berdiri di depan rumah minimalis yang menurut Naruto berada di luar desa atau lebih tepatnya di hutan dekat desa Konoha. Naruto melihat seorang wanita hamil yang sedang menyapu di halaman rumahnya. entah kenapa Naruto merasa dekat dengan wanita itu.

Terlihat bocah tadi berlari dan memeluk wanita hamil itu. untuk penampilanya hanya memakai daster hitam sederhana dengan lambang Uchiha. wanita itu sangatlah cantik dengan surai hitam panjang nya(agak mirip seperti Mikoto).

" Kaa-san Kaa-san ...apa adek bayi ..baik2 saja? "

" umm.. iya Shui ..tenang saja ...adek bayi tidak apa.. dan bagaiman hari pertama mu menjadi Genin? "

" repot Kaa-san.. misi ini misi itu... tapi Shui sudah berjanji pada Tou-san untuk ...menjaga Kaa-san dan adek bayi hehe.."

Naruto yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu. entah kenapa hatinya ikut senang. Naruto melirik Zero seolah mengatakan ibu dan anak itu siapa?

' namanya ..Uchiha Madoka.. dan anak itu... aku '

Zero membuka topeng nya dan terlihatlah wajah yang mirip dengan Naruto. Naruto jelas sangat terkejut dengan wajah asli Zero. kenapa bisa mirip dengan nya? dan siapa sebenarnya Zero itu?. itulah yang ada di fikiran Naruto saat ini.

Scane berpindah di markas anbu Ne. kali ini mata Naruto melebar melihat perempuan yang ia tau bernama Uchiha Madoka itu merintih kesakitan. karena rambutnya di jambak seorang tua bangka yang Naruto tau itu adalah si keparat Danzo Shimura.

" Lepaskan Kaa-san hiks ..aku mohon Danzo-sama "

Jujur hati Naruto sangat sedih melihat bocah itu memohon bersujud di hadapan Danzo sambil menangis. sedangkan Zero mengegam kuat melihat dirinya yang dulu seperti sampah.

" aku akan melepaskan Kaa-san mu...kalau kau bawakan aku ..sebelas mata Sharingan..! "

Anak itu jelas terkejut mendengar permintaan Danzo. tapi demi ibunya ia rela melakukan apapun asal ibu dan adek bayi nya selamat. Madoka merintih kesakitan ia ingin melawan tapi dirinya tidak punya tenaga kerena keadaan nya yang sedang mengandung.

Scane berpindah di distrik Clan Uchiha. Naruto dan Zero berdiri di tengah distrik Clan Uchiha. terlihat Shisui kecil berdiri di sebuah tiang dengan perlengkapan anbu Ne yang Danzo berikan. Shisui kecil memakai topeng kitsune dan mencabut tanto nya.

Selanjutnya yang Naruto dengar adalah suara teriakan di setiap rumah di distrik Uchiha. Naruto melihat bocah itu bermandikan darah sedang bertarung dengan seorang yang Naruto tau wajah nya. ya tidak salah lagi itu Itachi kecil.

Trank!

Trank!

Shisui kecil dengan kelincahanya mampu menahan semua serangan Itachi kecil. dengan sekali tendang Itachi kecil terlempar dan menghantam sebuah rumah.

Brak!

Shisui kecil segera menghilang dengan Sushin nya. Itachi kecil bangkit melihat kesana kesini dengan Sharingan nya. tapi tidak ada si keparat yang membunuh setengah angota Clan nya. bahkan salah satunya adalah Uchiha Izumi.

" sial... dia berhasil lolos.. aku akan mencari dan membunuhmu sialan! "

Mangekyou Sharingan Itachi kecil bangkit bersinar di kegelapan malam. sedangkan Shisui kecil langsung ketempat Danzo.

Change Scane dua bulan kemudian. Naruto dan Zero berada di ruang rapat tetua Konoha. seperti deja'vu saja Naruto juga pernah di pangil keruangan ini.

" disini kita membahas masalah ..invasi Kyuubi satu tahun yang lalu.. yang menewaskan Hiruzen atau ..Sandaime Hokage "

" tidak di ragukan lagi.. bahwa pelakunya ..adalah seorang Uchiha..yang berasal dari luar desa! "

Seperti biasa si keparat Danzo selalu berotak kotor. Naruto mengengam kuat mendengar semua celotehan nya bersama tetua dan Yondaime Hokage.

" tapi rasanya tidak mungkin ..itu Madoka! "

" Yondaime.. bukan hal mustahil keturunan si Madara itu pelakunya.."

Koharu membela Danzo. Yondaime tidak bisa berkutik di tuntut untuk menghukum Madoka. mungkin kalau Kazuo masih hidup dan mendengar itu. Konoha dan seisinya akan hancur lebur dan hanya tingal sejarah seperti desa Uzu.

" baiklah kerahkan anbu dan beberapa Jounin untuk menangkap Uchiha Madoka .."

Disisi lain Naruto melihat seseorang mengintip di balik pintu dan mendengar semuanya. yup siapa lagi kalau bukan Shisui kecil. dengan gerakan cepat Shisui kecil menghilang dengan Shusin nya.

Change Sacane. Naruto dan Zero saat ini berdiri di sebuah ruangan kamar. terlihat Madoka dan bayi nya yang baru lahir di samping nya.

Brak!

" Kaa-san..! Kaa-san..hiks hiks"

Shisui kecil mendobrak pintu dan berlari sambil menangis kearah ibunya yang baru saja melahirkan adiknya. Madoka terkejut melihat putra pertamanya manangis dan memeluk nya.

" Shui.. ada apa? dan kenapa menangis?.."

" Kaa-san.. dunia ini kejam hiks.. kenapa Konoha ..ingin menangkap Kaa-san ..hiks mereka melangar janji nya ...hiks andai saja Tou-san masih hidup...hiks kita tidak akan seperti ini hiks..."

" Shui... jangan menangis ...Tou-san mu sudah.. tenang dan ..bahagia disana.. "

Naruto menangis dalam hati ia sedih melihat itu. Konoha ternyata busuk juga dan ingkar janji. Zero menangis ketika melihat kilasan balik kenangan nya sendiri bersama ibunya.

" Kaa-san hiks kita harus ..lari mereka akan datang..Shui tidak mau mereka.. .menghukum Kaa-san atas apa yang tidak hiks ...kaa-san perbuat "

" Shui ..jangan perdulikan Kaa-san ..kau larilah Shui.. dan bawa Hyuto ..bersamamu.."

' Hyuto? '

' itu adalah kau ...Naruto '

Mata Naruto melebar. seketika air matanya langsung mengalir deras dari safir kelam nya. sekarang ia tau siapa ibu dan ayah nya juga... Naruto memandang Zero atau Shisui ..yang ternyata kakak nya.

" TIDAK...hiks Shui ..akan membawa Kaa-san dan adek bayi pergi dari ..desa sialan ini..hiks "

Shisui kecil ingat sebuah gerobak yang biasa mendiang ayah nya pakai untuk mencari kayu bakar. tanpa fikir pajang ia menuntun ibunya dan adek bayi nya ke sebuah grobak di samping rumahnya.

Change Sacne di sebuah hutan perbatasan Negara api. Naruto dan Zero berdiri di atas sebuah ranting pohon. dari kejauhan terlihat Shisui kecil menangis sambil mendorong grobak nya.

" hiks ..hiks dunia ini kejam ..Tou-san hiks... tolong kami.."

Shisui kecil dengan sekuat tenaga mendorong grobaknya. ia ibunya dan adik bayi nya berusaha sekuat tenaga untuk lari dari kejaran Anbu Jounin dan Anbu Ne.

" Shui.. jangan menangis..."

Madoka sedih melihat putra pertamanya menangis sambil mendorong dirinya yang lemah di dalam grobak bersama bayi Hyuto A.K.A. Naruto.

" hiks.. Kaa-san ..kenapa dunia ini hiks... kejam pada keluarga kita... pertama Shui hiks... kehilangan Tou-san ..dan sekarang hiks.. Shui tidak mau kehilangan Kaa-san dan adek bayi...hiks "

Madoka terseyum dalam kesedihan. dengan sisa tenaga nya ia merepal segel tangan. setelah selesai Madoka menempelkan telapak tangan nya ke perut bayi nya. seketika tubuh bayi nya di selubungi Kekai transparan seperti telur berwarna putih dengan kertas fuin di pungung bayi nya.

Roda kayu grobak itu retak dan terbelah menjadi dua. Shisui kecil terjatuh bersamaan dengan ibu dan adik bayi nya. Shisui kecil segera berlari menghampiri ibu dan adiknya yang jatuh.

" Kaa-san ...Kaa-san..hiks hiks "

' Kaa-san... hiks...Kaa-san ...'

Naruto ikut memangil mangil ibunya yang terjatuh. ingin rasanya ia membantu kakak nya membawa ibunya pergi tapi tubuhnya kaku tidak bisa bergerak. Shisui melihat kearah Naruto yang menangis melihat kilasan balik kenanganya. ia tersenyum sedih Naruto akhirnya tau siapa dia sebenarnya.

" Shui.. tolong ...bawa Hyuto.. pergi sejauh ..mungkin ..Kaa-san akan coba menahan mereka..."

Madoka menyerahkan Hyuto yang terbungkus kekai pada Shisui. Shisui menerima adik nya dengan linangan air mata.

" hiks ..Ta-tapi Kaa-san "

" cepat ..pergi Shui...Sekarang! "

Madoka terpaksa membentak putranya. Mangekyou Sharingan milik nya aktif berbentuk bunga mirip seperti bintang. Shisui kecil terkejut dengan perubahan sifat ibunya. Madoka mendekat dan mencium kening Shisui kecil.

" Kaa-san hiks ...hiks..."

Shisui berlari meningalkan ibunya. Madoka tersenyum melihat kedua putranya meningalkan nya untuk tetap hidup. Madoka perlahan bangkit dan memandang puluhan Anbu dan Jounin yang hampir sampai di tempatnya.

" akan ku bunuh ...kalian ..Akan ku bunuh! arrrggg..."

Bersamaan dengan teriakan nya keluar sosok mahluk astral berwarna pink dengan mata ungu yang berkilat menakutkan yang menyelubungi tubuh Madoka.

Duaaaaar!

Change Sacane. saat ini Naruto berdiri di sebuah hutan dengan Zero di samping nya. Naruto melihat kakak nya sedang bertarung dengan Anbu dan Anbu Ne.

Trank!

Duak!

Tubuh kecil Shisui terlempar saat terkena tendangan bertenaga dari Anbu Ne. bersamaan dengan itu bayi Hyuto juga lepas dari pelukanya dan terlempar jatuh kedalam sungai.

" T-tidak Hyuto..! "

" kau akan menyusul nya bocah.."

Blaaar!

" Arrggg! " " Aaarrggg! "

Dua Anbu itu seketika lenyap saat sebuah energi hijau menghantam keduanya. munculah Toneri kecil di depan Shisui kecil. Mata Tenseiggan nya bersinar biru di kegelapan malam.

" si-siapa kau?.."

" aku Otsutsuki Toneri.. jangan takut... aku tidak jahat "

' Toneri? jadi Nii-san mengenalnya? '

' iya begitulah ... kami jadi sodara tidak sedarah ..setelah ini '

Shisui menjawab ucapan Naruto. dalam hati ia sunguh senang Naruto memangilnya dengan pangilan kakak.

" Hyuto..! aku harus mencari nya.."

" mau ku bantu?.."

" Terimakasih ...Toneri-san "

Kedua bocah itu melopat menyusuri sungai untuk mencari bayi Hyuto yang hanyut. Toneri dan Shisui kecil berhenti ketika melihat seseorang mengedong bayi Hyuto. Shisui kecil ingin menghampirinya tapi Toneri menahan pergerakan nya.

" apa maksudmu Toneri-san? lepaskan aku.."

" kau tidak lihat ...di sana banyak Jounin dan orang Konoha "

Shisui kecil memperhatikan di sekitar orang itu. ternyata benar kata Toneri banyak orang Konoha dan beberapa Jounin.

" Kaa-san ..maaf Shui tidak bisa ..menjaga Hyuto..."

Naruto yang melihat itu sedih dan menangis. keluarga nya ternyata sengsara di tindas desa sialan itu. muncul rasa benci dalam diri Naruto pada dunia ini yang kejam pada keluarga nya.

" Shisui-san ikut aku.."

Chage Sacane di sebuah gubuk tua di tengah hutan perbatasan negara api. Naruto dan Shisui berdiri di dalam ruangan kamar kumuh yang sempit. mata Naruto melebar itu kan ..ibunya.

" Kaa-san hiks... hiks apa yang terjadi hiks... dengan matamu Kaa-san hiks "

Shisui kecil berlari dan memeluk ibunya yang sekarat. di atas tempat tidur kumuh. Madoka dengan hanya mata kirinya melihat putra pertamanya dengan pandangan sedih.

" S-shui.. di.. mana.. H-hyu..to "

" maaf ..Kaa-san Hyuto.. jatuh dan di temukan penduduk Konoha ..desa keparat itu hiks hiks.. "

Madoka terkejut tapi setelah itu ia tersenyum lemah. setidak nya putra keduanya di rawat oleh seseorang. Madoka mencongkel mata kirinya sendiri dan memberikan pada Shisui kecil.

" S-shui.. gu-guna..kan ..ini ...Kaa-san...ak ..an...se..la..lu ber ..sa..ma..mu... "

Setelah berucap seperti itu Madoka menghembuskan nafas terkhirnya. Naruto menangis darah melihat ibunya menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya..

" Tidaaaak.. Kaa-san "

Mata Neggan Shisui kecil bengkit bersinar biru di kegelapan dengan dua temoe putih yang berputar pelan.

' Kaa-saaaaaaann Arrrrggg! '

Genjutsu off

" Arrrrggg! "

Naruto berteriak dengan memilukan. Naruto jatuh tertunduk di hadapan Shisui dengan matanya yang terus mengeluarkan darah.

Shisui memandang datar Naruto yang tertunduk di hadapan nya. matanya berevolusi menjadi Ultimate Neggan. muncul sosok astral berwarna hitam dengam kilatan mata merah yang menakutkan menyelubungi tubuh Shisui. dari tangan Susano'o nya tercipta bola hitam seperti biju dama.

" Naruto... maafkan aku "

Blaaarrrrrrr!

Ledakan kuat meluluhlantarkan hutan kematian. kuatnya ledakan itu bahkan menyebakan guncangan dan membuat hempasan angin yang menerpa rumah2 penduduk desa. guncangan kuat dapat di rasakan pendusuk desa karena kuatnya jutsu milik Shisui.

Setelah beberapa saat muncul puluhan Jounin dan Anbu di sekitar area ledakan. terlihatlah di depan mereka sebuah kawah yang sangat besar dan dalam.

" apa yang terjadi disini? "

" entahlah Kakashi.. dan apa itu? "

Semua orang melihat sesosok tubuh penuh luka dan satu tangan nya putus di tengah kawah. semua Jounin dan Anbu menghampiri sosok yang terbaring itu.

" Ini kan...Natuto! "

-Change scane-

Ke esokan harinya warga desa Konoha di hebohkan dengan sebuah kawah besar di dalam hutan dan soal penemuan sesosok Genin yang katanya di temukan di tengah kawah dengan keadaan mengenaskan.

Naruko berlari di lorong rumah sakit dengan perasaan cemas. ia mendengar Naruto di temukan terluka di tengah hutan dan masuk rumah sakit Konoha.

Naruko melihat benerapa Genin dan beberapa Jounin juga Anbu menungu di depan ruangan yang Naruko tau itu ruangan tempat Naruto di rawat.Naruko langsung menghampiri ruangan tempat Naruto di rawat.

" Naruto-kun bagaimana? .."

" entah ..Naruko ..kita masih menungu hasil ..dari pemeriksaan nona Tsunade "

Tepat setelah Kakashi berucap seperti itu Tsunade keluar dari ruangan dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan.

" Baa-chan ..Baa-chan ...bagaimana keadaan Naruto-kun? "

" maaf tapi.. bocah Naruto itu ..sudah meningal saat di bawa kesini.."

Serasa di sambar petir di siang bolong. Naruko Yugao dan Temari serasa hati mereka hacur berkeping keping mendengar orang yang mereka cintai MATI.

" Tidak tidak ...tidak... TIDAAAAAAK..Narutoo-kuuuun.. "

To Be Continue..

Yup selesai juga season ini...permintaan Lemon sudah terpenuhi.. terimakasih riview nya itu membantu ..dan maaf tidak bisa membalas riview kalian...

Naruto mati atau tidak? hohoho...tunggu saja di season Shippuden yang akan datang...

Ohhn ya untuk Jabwal update ...mungkin seminggu sekali atau tiga hari sekali tergantung waktu luang dan banyak nya reader yang nunggu semakin banyak semakin cepat :v..(ahaha#plak)

Log out...