Annyeong!
Author kembali membawa chapter side story (atau flashback) BACK THEN ^^
Terimakasih untuk yang sudah membaca dan menunggu ^^
Chapter ini adalah part terakhir dari BACK THEN x3
Silahkan membaca ^^
Enjoy reading~
.
.
Sudah beberapa waktu berlalu setelah malam di mana Baekhyun melihat kembang api di depan rumahnya itu.
Dan sejak saat itu semua berbubah.
Atau mungkin tidak.
Tidak ada yang berubah secara keseluruhan. Ia masih duduk bersama Kyungsoo. Ia masih sering harus remedial untuk ulangan Fisikanya. Ia masih suka bermain di rumah Victoria.
Tapi ada yang satu yang berbeda. Yang berubah secara perlahan.
Semakin lama Chanyeol semakin menjauh. Padahal ia tidak jauh. Ia masih duduk di sebelah Kris. Tepat di belakang Baekhyun. Akan tetapi ia terasa jauh.
Padahal beberapa waktu yang lalu ia baru saja meledakan kembang api di depan rumah Baekhyun. Membuat Baekhyun tersenyum.
Tapi rasanya hal itu seperti mimpi sekarang. Seakan sudah terjadi sangat lama.
"Baekhyun-ssi" Baekhyun menoleh saat ia berjalan menuju kelasnya. Ia melihat seorang anak laki laki yang dikenalnya menghampirinya. "Ah, Jongin-ah, annyeong" jawab Baekhyun.
Anak yang dipanggil Jongin oleh Baekhyun itu tersenyum. "Annyeong" jawab anak laki laki itu. "Tumben kau datang pagi sekali" ujar Jongin pada Baekhyun. Baekhyun tertawa pendek. "Yah, jangan berbicara seakan aku ini sering telat" jawab Baekhyun.
Baekhyun berjalan bersama dengan anak itu. Kebetulan kelas anak itu tidak jauh dari kelas Baekhyun sekarang. Baekhyun merasa sudah lama tidak melihat Jongin. Padahal sebelumnya mereka pernah sekelas sewaktu SMP dulu.
"Jongin-ah, sepertinya aku jarang melihatmu" ujar Baekhyun. Jongin menoleh ke arahnya lalu tersenyum. "Entahlah. Aku juga. Akhir akhir ini aku juga sedikit sibuk dengan kegiatan klub" jawab Jongin. Baekhyun tersenyum kecil. "Kapan kapan kau ikutlah main bersamaku. Kita main ke rumah Kris" ajak Baekhyun.
Jongin mengangguk. "Ne. Aku masuk kelas duluan ya" jawab Jongin lalu meninggalkan Baekhyun. Baekhyun tidak perlu berjalan jauh karena kelasnya hanya berselisih 2 kelas dari kelas anak itu.
Baekhyun masuk ke kelas. Dan ternyata kelas masih sepi. Mungkin ia memang kepagian. Baekhyun menghela nafas lalu menaruh tasnya di bangku. Ia bosan berada di dalam kelas sendiri. Tapi ia juga terlalu malas untuk pergi ke luar lagi.
Baekhyun baru saja akan duduk dan berniat merebahkan kepalanya di atas meja. Tapi tiba tiba pintu kelasnya terbuka. Baekhyun mengangkat wajahnya. Dan walaupun ia tidak terkejut, ia merasakan jantungnya berdetak cukup keras.
Itu kadang terjadi ketika ia melihat pemuda itu. Walaupun Baekhyun selalu mengira itu hanya kebetulan. Atau ia saja yang gampang terkejut.
Chanyeol melihat Baekhyun berada di sana. Lalu ia berjalan ke bangkunya sendiri. Tepatnya di belakang Baekhyun. "Tumben sekali kau datang pagi" ujar Chanyeol lalu menaruh tasnya di meja.
'Apakah itu masalah untukmu?' pikir Baekhyun dengan kesal.
"Memang kenapa kalau datang pagi?" Tanya Baekhyun. Ia tidak berniat untuk menunjukan kekesalannya pada Chanyeol. Tapi entah kenapa yang keluar adalah nadanya yang benar benar kesal
Chanyeol terdiam sejenak lalu hendak menjawab Baekhyun. Tapi tiba tiba ia mendengar namanya di panggil. "Hey, Chanyeol-ssi!" Seru seorang teman Chanyeol dari luar kelas. Sepertinya teman satu klub nya. Baekhyun tidak tahu pasti. Tapi ia tahu jika bukan teman sekelas, Chanyeol hanya akan berteman dengan teman klub nya. Atau mungkin teman yang sudah ia kenal dari dulu.
"Sana. Temanmu memanggil" ujar Baekhyun. Chanyeol menoleh ke arah temannya di luar jendela lalu kembali pada Baekhyun. Chanyeol akhirnya mendecak pelan dan segera berlari ke luar kelas. Meninggalkan Baekhyun di sana.
Baekhyun pun hanya cuek ketika melihat hal itu. Ia kembali duduk. Lalu memutuskan untuk mendengarkan lagu dari ponselnya.
Ia merasa ada yang sedikit mengganjal. Walaupun ia berusaha menghiraukannya.
Padahal tadi ia tidak bermaksud kesal. Atau marah. Tapi entah kenapa, setiap melihatnya, Baekhyun tidak bisa menyembunyikan sebetapa kesalnya dia pada Chanyeol.
Mungkin, ia merasa kecewa? Ia tidak tahu.
Saat Baekhyun tersadar, kelas sudah mulai penuh. Dan bel pun berbunyi. Padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan terus larut dalam perasaannya. Tapi semakin lama ia pikirkan, semakin membayang di pikirannya dan semakin membuatnya tidak bersemangat.
Mungkin selama ini ia hanya cemburu. Cemburu karena Chanyeol temannya. Dan semakin ke sini Chanyeol semakin tidak memiliki waktu untuk mereka.
"Kekanakan sekali..' Batin Baekhyun sambil mendengus pada dirinya sendiri.
"Baekkie, kau sudah mengerjakan pr?" Tanya Kyungsoo di sampingnya. Baekhyun menoleh. "Pr apa?" Tanyanya. "Matematika. Soal yang kemarin di berikan" jawab Kyungsoo. Baekhyun melirik ke arah buku latihan Kyungsoo yang sudah terisi penuh. Lalu ia menyengir pada Kyungsoo. "Khamsahamnida Kyungsoo-ssi" ujarnya sambil menggeser buku milik Kyungsoo ke mejanya untuk di salin.
Kyungsoo mendengus pelan sambil tersenyum kecil. Sepertinya ia sudah sangat terbiasa dengan kebiasaan temannya itu.
Akhir akhir ini juga ada sedikit yang berubah dari Kyungsoo. Ia masih sering mengekor pada Chanyeol seperti yang biasa dilakukannya. Tapi tidak sesering kemarin kemarin. Paling Kyungsoo hanya bersama Chanyeol saat istirahat saja. tidak setiap saat seperti dulu.
Lama kelamaan, rasanya seperti magnet yang saling tolak menolak. Antara kubu Baekhyun, Kyungsoo, dan Kris, dengan kubu Chanyeol.
Sekarang saja Chanyeol sedang tidak duduk di bangkunya. Ia sedang bergabung dengan Eunhyuk, Jungsoo dan kawan kawan.
Baekhyun mencoba mengalihkan pikirannya dari hal itu, dan mulai melirik ke arah Kyungsoo yang sedang menggambar di sampingnya. Sampai sekarang pun setiap melihatnya Baekhyun selalu teringat akan malam itu. Di bus.
Kyungsoo tidak terlalu sering berbicara tentang Chanyeol padanya. Mungkin karena ia bersikap acuh tak acuh setiap Kyungsoo membicarakannya. Bukannya karena apa. Tapi Baekhyun tetap tidak bisa membohongi diri sendiri bahwa ia tidak bisa tersenyum setiap kali Kyungsoo mengucapkan nama Chanyeol.
Karena itulah Kyungsoo juga tidak sering berbicara pada Baekhyun tentang hal itu. Baekhyun juga tahu Kyungsoo lebih sering berbicara pada Kris.
Baekhyun dan Kyungsoo juga sekarang lebih memilih untuk makan bersama Victoria, Seohyun dan kawan kawan. Walau kadang Kyungsoo menghilang entah kemana. Begitu pula kali ini. Kyungsoo tiba tiba menghilang dari tempat duduknya setelah bel istirahat berbunyi.
"Baekhyun-ssi" panggil Kwanghee yang juga sedang makan bersama di sana. Karena kebetulan bangku nya berada di dekat teman teman Baekhyun, tidak jarang yang lain bergabung dan membuat barisan panjang di kelas untuk makan bersama sama.
"Ne?" Jawab Baekhyun. Kwanghee memajukan kursinya. "Apa kalian sedang bertengkar?" Tanyanya. Baekhyun terdiam sejenak. Ia merasa bingung. "Mwo?" Tanyanya kebingungan. Kwanghee memutar bola matanya lalu menghela nafas. "Kau dan Kyungsoo. Ah tidak. Chanyeol juga. Kalian bertengkar?" Tanya anak laki laki itu lagi. Baekhyun kembali terdiam.
Bertengkar? Apa ia kelihatan sedang bertengkar?
"Ani. Kami tidak bertengkar" jawab Baekhyun. Baekhyun kembali memakan bekalnya. Sementara ia melihat Kwanghee melirik aneh padanya. "Hey, jangan berbohong. Kami tahu kok kau sedang bertengkar dengan Kyungsoo" ujar Kwanghee lagi.
"Mwo?" Baekhyun mengangkat wajahnya pada Kwanghee. Ingin sekali ia berkata kalau itu tidak benar.
"Iya, kami tahu kok Kyungsoo menyukai Chanyeol-ssi kan? Setiap hari kan dia membuntuti Chanyeol. Menyebalkan" ujar Sunhwa yang kebetulan juga sedang makan di sana. Baekhyun mengerutkan keningnya. 'Apa apaan ini?' pikirnya.
"Iya. Risih sekali kita melihatnya" Baekhyun sudah akan membalas perkataan terakhir yang di keluarkan Kwanghee itu. Sampai ia mendengar orang lain berseru. "Kwanghee-ssi," ujar Seohyun.
"Baekhyunnie," Baekhyun menoleh ke sebelahnya dan menatap Victoria yang memanggilnya. "Aku bawa sayuran ini lagi apa kau mau?" tanya Victoria. Baekhyun tentu saja langsung mengangguk semangat. Mana mungkin ia menolak makanan enak itu. Iyalah enak, gratis.
"Terserah saja. Yang penting aku sudah mengingatkan. Lihat kan? karena sibuk dengan Chanyeol, kau jadi di tinggalkan" ujar Kwanghee membuat Baekhyun tiba tiba merasa geram. Tapi teman teman di sebelahnya langsung menggeleng penuh arti padanya. Membuat Baekhyun mau tidak mau harus meredamkan perasaannya itu.
Bel pun berbunyi dan yang lain langsung kembali ke tempat masing masing. "Baekhyun-ah, gwenchana?" Tanya Taeyeon di belakangnya. Baekhyun menghela nafas. Lalu ia mengangguk. "Ne, jangan dipikirkan. Kau tahu Kwanghee kan memang seperti itu" tambah Tiffany. Baekhyun mengangguk mengerti. "Arasso. Aku tidak akan mengambil pusing perkataan seperti itu" jawabnya. Lalu kembali ke bangkunya.
Ia merasa wajar jika Kyungsoo bersikap seperti itu. Dan ia tidak sadar ternyata sikap Kyungsoo yang seperti itu terlihat jelas oleh orang lain sampai hari ini. Meskipun terkadang hal itu menganggu Baekhyun, akan tetapi ia merasa tidak terima jika Kyungsoo di hakimi seperti itu.
"Baekhyun," Baekhyun mendengar namanya di panggil lagi. Kali ini penggilan itu berasal dari Kris. "Wae?" Jawab Baekhyun. "Itu bukuku" ujar Kris sambil menunjuk buku di bawah Baekhyu. Baekhyun menyerahkannya. "Oh ya, Kris, rumahmu kosong hari ini?" Tanya Baekhyun. Kris mengambil bukunya. "Ne. Wae? Kau mau main?" Tanya Kris. Baekhyun mengangguk. "Mau!" Jawabnya. Kris tertawa. "Ajak Kyungsoo juga" ujar Kris. Baekhyun mengangguk. "Lalu Chanye-" Baekhyun berhenti ketika ia menyadari satu hal yang ia lupakan.
'Oh iya. Chanyeol pasti tidak ikut' batin Baekhyun.
Kris yang seakan memahami Baekhyun tersenyum tipis padanya. "Aku bertanya padanya tadi. Dan ia bilang dia ada urusan pulang sekolah nanti" jelas Kris. "Tidak apa apa ?" Tanya Kris. Baekhyun menghela nafas lalu mengangguk. Lagipula tidak ada gunanya juga ia memaksa agar Chanyeol ikut bersama mereka.
'Masa bodoh. Terserah dengannya' ujar Baekhyun dalam hati.
"Oh ya, sebagai pengganti dia, aku boleh mengajak temanku?" Tanya Baekhyun. Kris berpikir sejenak. "Nugu?" Tanyanya. "Jongin-ah. Anak kelas sebelah. Temanku sewaktu SMP" jawab Baekhyun. "Jongin-ah? Kim Jongin maksudmu?" Tanya Kris. Baekhyun mengangguk. "Ne. Ia juga teman dekat temanku. Tidak masalah" jawab Kris. "Jinjja? Baguslah.." ujar Baekhyun. Lalu ia menoleh ke belakang. Ke sisi lain kelas.
"Kau tidak mau mengajak Tao?" Goda Baekhyun setelah ia melihat orang yang disebutnya duduk di bangku di ujung kelas. Kris langsung terlihat terkejut. "M-mwo?" Tanya Kris gugup. Baekhyun tertawa.
"Yah, Kriseu, bukankah seharusnya kau sudah menyatakan 'itu' padanya?" Goda Baekhyun lagi. "M-mwo!? K-ka-kau bicara apa?" Jawab Kris kelabakan. Membuat Baekhyun semakin ingin menggodanya.
"Y-yah! Hentikan! Jangan menatapku seperti itu!" Protes Kris pada Baekhyun. Baekhyun lagi lagi tertawa. Ia kelihatan senang sekali bisa mengerjai temannya yang satu itu.
Sepulang sekolah, Baekhyun menunggu di koridor sekolah. Kris dan Kyungsoo sudah berangkat pulang duluan. Sementara Baekhyun harus menunggu teman SMP nya itu. Ia sudah mengirim pesan duluan sebelum pulang sekolah. Ia harap Jongin bisa ikut.
"Ah, Baekhyun-ssi" Baekhyun mendengar suara yang dikenalnya itu memanggilnya. Ia melihat anak laki laki itu melambaikan tangan dan menghampirinya. "Aku kaget saat kau benar benar mengajakku ke rumah Kris hari ini" ujarnya. Baekhyun tertawa. "Kau tidak sedang ada kegiatan kan? Kita sudah jarang main bersama, jadi kukira kau akan mau" jawab Baekhyun. Jongin tersenyum.
"Tentu saja, ayo" jawab Jongin sambil merangkul Baekhyun. Baekhyun awalnya sedikit terkejut. Ah, mungkin karena ia sudah lama tidak bermain bersama Jongin. Padahal dulu berangkulan seperti ini biasa saja. Dan anehnya, ia merasa tangan Jongin agak lebih kecil.
Tunggu. Dibandingkan siapa?
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di rumah Kris. Berbeda dengan rumah Victoria yang harus menempuh bus dengan jarak yang panjang, rumah Kris bahkan bisa di gapai dengan hanya berjalan kaki. Mereka sampai di rumah Kris dan mendapati dua sepatu yang telah teronggok di depan pintu.
"Kalian mengajak siapa lagi?" Tanya Jongin. Baekhyun menoleh ke arahnya sambil melepas sepatu. "Ne? Oh. Kita mengajak Kyungsoo. Do Kyungsoo, kau kenal?" Jawab Baekhyun. Jongin berpikir sejenak. "Kami biasanya main dengan beberapa orang di sini. Biasanya dengan Kyungsoo, Tao, Jungsoo, Eunhyuk dan.." Baekhyun menghela nafas pelan. "..Chanyeol" jelasnya.
Baekhyun mendengar Jongin tertawa kecil di sampingnya. "Kau tidak berubah ya Baekhyun-ssi" ujar anak laki laki itu. Baekhyun tertawa. "Kau kedengaran seperti ahjussi" canda Baekhyun.
Baekhyun mengajak Jongin masuk ke dalam rumah Kris. Baekhyun terlalu terbiasa masuk ke rumah Kris seakan itu rumahnya sendiri. Jadi ia tidak perlu menekan bel, mengetuk pintu, ataupun meminta di bukakan pintu. "Yah, Kris, Kyunggie, aku datang" seru Baekhyun. Baekhyun memdengar suara langkah dari dalam. Lalu Kris muncul dengan cepat.
"Oh kalian cepat juga" jawab Kris. "Ah Annyeong hyung" ujar Jongin pada Kris. "Ah, ne, Kai-ssi. Silahkan masuk" jawab Kris. Baekhyun yang mendengar hal itu langsung menoleh ke arah Jongin. "Kau masih suka dipanggil dengan sebutan itu?" Tanya Baekhyun setengah tertawa. "N-ne. Wae? Kenapa kau tertawa?" Tanya Jongin. Baekhyun menggeleng. "Ani, Kai-ssi" ujarnya lalu tertawa lagi.
"Ngomong ngomong Kriseu, bagaimana kau tahu nama panggilan Jongin?" Tanya Baekhyun. Kris tertawa. "Tentu saja aku tahu. Sudah kubilang ia teman dari teman dekatku. Kita juga pernah bermain beberapa kali, ne Kai-ssi?" Jawab Kris lalu menoleh pada Jongin. Jongin tertawa sambil mengangguk.
"Gurae"
"Mwo? Aku tidak tahu ternyata kalian suka bermain. Jahat sekali kalian tidak mengajakku" ujar Baekhyun setengah bercanda. Lalu mereka tertawa.
Baekhyun mendengar langkah Kyungsoo dari dapur. Sudah kebiasaan Kyungsoo, di manapun itu, pasti ialah yang akan menjadi juru masak. Dan jika ingin menemukannya, tentu saja tempat yang harus di tuju pertama kali adalah dapur. "Kriseu, Baekkie.." Kyungsoo keluar dari dapur membawa nampan dengan makanan yang siap di atasnya. Lalu ia terlihat sedikit terlonjak saat melihat Jongin. Begitu juga dengan Jongin sendiri.
"A-ah, kukira siapa.." ucap Kyungsoo. Lalu ia menaruh makanan buatannya di tengah meja makan. "Tunggu sebentar ya. Akan kuambilkan piring satu lagi" ujar Kyungsoo lalu kembali ke dapur. Kris bangun dari duduknya lalu mengintip ke meja makan. Diikuti Baekhyun, lalu Jongin.
"Itu Do Kyungsoo?" Tanya Jongin. "Ne. Oh. Kau baru pertama kali bertemu dengannya ya?" ujar Baekhyun. Jongin terdiam sejenak. "Aku sering melihatnya. Di sekolah" jawab Jongin.
Sepanjang mereka makan, mereka saling berbincang satu sama lain. Walaupun masih ada kecangungan. Terutama pada Jongin. Baekhyun sedari tadi menangkap Jongin memperhatikan Kyungsoo di sebrang meja. Baekhyun tidak bisa menahan perasaan geli nya sendiri.
Tentu saja. Sama saja saat pertama kali Baekhyun bertemu dengan Kyungsoo, kesan pertama yang muncul di kepalanya adalah, Kyungsoo itu manis. Seperti Ulzzang.
Sore pun datang. Baekhyun seperti biasa, harus pulang dengan bus. Berselisih jalan dengan Jongin. Karena Chanyeol atau Jungsoo yang biasa mengantar Baekhyun ke halte tidak ada, terpaksalah Kris yang harus mengantarnya. Baru setelah itu mengantar Kyungsoo pulang.
"Gomawo, Kris" ujar Baekhyun ketika ia sampai di halte. "Ne, hati hati" jawab Kris.
Baekhyun naik ke bus yang datang tidak lama setelah Kris meninggalkannya. Ia bersandar pada bangku nya di dalam bus.
Makin lama rasanya ia makin terbiasa dengan ketidakhadiran Chanyeol.
Perasaan kurang itu memang selalu ada. Tapi toh ia akan terbiasa dengan hal ini mulai dari sekarang. Ia tidak tahu kapan Chanyeol akan berhenti bertingkah seakan mereka bukan teman.
'Menyebalkan'
Baekhyun mengingat kata kata Sunhwa tadi siang. Daripada untuk Kyungsoo, kata kata itu lebih cocok untuk Chanyeol.
Esoknya, Baekhyun kembali dengan kebiasaannya. Yaitu datang saat bel nyaris berbunyi. Bahkan guru pun sudah akan masuk kelasnya. "Annyeonghaseyo seonsaengnim" ujar Baekhyun saat berhasil menyusul guru yang akan masuk ke dalam kelasnya. "Annyeonghaseyo. Yah, Byun Baekhyun sampai kapan kau akan datang mepet dengan bel seperti ini hah?" Ujar gurunya itu. Baekhyun memberinya cengiran.
Hari ini seperti biasa. Dengan rutinitas yang sama. Dengan bangku yang sama. Dan kondisi yang masih saja seperti itu. Baekhyun mulai tidak mempedulikan tingkah Chanyeol yang lebih sering berada di bangku orang lain daripada bangkunya sendiri. Baekhyun juga memperhatikan Kyungsoo hari ini, yang hanya duduk di bangkunya tanpa mengikuti Chanyeol. Tidak seperti sebelum sebelumnya.
"Lihat, Chanyeol pasti merasa risih" Baekhyun mendengar bisikan bisikan dari belakang. Ia menoleh dan menangkap sosok sosok yang langsung membuang muka ketika melihat Baekhyun menoleh.
Pada waktu istirahat pun keadaan seakan semakin aneh. Kyungsoo duduk di bangkunya sendirian. Tidak ada yang mengajakknya makan bersama. Ataupun dia sendiri yang ikut makan bersama. Baekhyun merasa serba salah.
"Baekhyunnie.." Victoria memanggil Baekhyun. Baekhyun pun menoleh dan mendekatkan kursinya ketika Victoria dan Tiffany menyuruhnya mendekat. "Apa yang terjadi?" Tanya Baekhyun. Tiffany menggeleng pelan. "Kami harus bicara denganmu tentang hal ini" ujar Tiffany. Baekhyun merasa bingung.
"Tidak apa apa berbicara di sini?" Tanya Tiffany pada Victoria. Victoria mengangguk. "Ne. Anak anak itu tidak sedang memperhatikan" jawab Victoria. Tiffany mengangguk menoleh ke arah Taeyeon yang kelihatannya juga ikut serta dalam pembicaraan mereka.
"Kyungsoo-ah sedari tadi dijadikan bahan pembicaraan. Kata mereka Chanyeol menjauh karena Kyungsoo-ah..." Tiffany menghentikan kata katanya dan meneguk ludahnya sendiri. "..Apa itu benar?" Baekhyun yang mendengar hal itu tidak bisa berkata apa apa.
Apa yang sedang terjadi?
"Mwo ya? Tidak masuk akal" jawab Baekhyun yang akhirnya bisa berkata kata. Taeyeon menggeleng. "Kami tidak tahu. Yang jelas kami tidak bisa terus terusan membiarkan hal ini, Baekhyun-ah" ujarnya. "Maka dari itu kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi"
Baekhyun lagi lagi terdiam. Ia tidak memiliki apapun untuk menjawab pertanyaan mereka. Ia sama sekali tidak mengetahui apapun.
Bagaimana bisa ia yang setiap hari berada di dekat Kyungsoo dan Chanyeol tidak menyadari apa yang sedang terjadi pada mereka? Apa yang sebenarnya terjadi?
"Aku tidak peduli. Aku tidak peduli pada apa yang terjadi. Tapi ini tidak masuk akal" ujar Baekhyun dengan nada yang meninggi. Membuat yang lain menoleh ke arahnya. Victoria menarik Baekhyun. Mencoba menenangkannya. "Tenanglah Baekhyunnie" ujar Victoria.
"Kami juga. Kami peduli padamu. Kami peduli pada Kyungsoo. Maka dari itu lebih baik kita bersikap seperti biasa. Paling tidak sampai semuanya mereda" jelas Victoria. "Sekarang, sebagai teman terdekatnya, paling tidak kamu menemaninya"
Baekhyun menoleh ke belakang dan melihat punggung Kyungsoo di sana.
"Arasso. Gomapta" jawab Baekhyun. Baekhyun tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi ada satu kesimpulan tak masuk asal yang di dapatnya.
Chanyeol menjauh karena Kyungsoo. Dan itu berarti Chanyeol mengetahui perasaan Kyungsoo padanya.
Chanyeol menjauh karena hal itu?
Kenapa?
Baekhyun baru saja akan menghampiri Kyungsoo. Lalu Kris datang. Kris menyadari bahwa Kyungsoo hanya makan sendirian di sana. Jadi Kris mengambil tempat di samping Kyungsoo lebih dulu daripada Baekhyun.
Baekhyun merasa jahat. Bagaimana bisa ia tidak menyadari semuanya? Teman temannya yang lain saja sadar. Bahkan mereka mengkhawatirkan keadaan ini. Dan sebagai teman dekat, Baekhyun juga tidak sebaik Kris yang langsung bisa menyadari apa yang terjadi dan langsung menemani Kyungsoo seperti itu.
Ia merasa egois. Selama ini ia hanya memikirkan dirinya sendiri.
Bel tanda sekolah berakhir pun berbunyi. Baekhyun tidak mengingat apapun lagi selama ia berada di kelas. Ia tidak berani berbicara pada Kyungsoo. Ia masih merasa tertekan dengan gagasan bahwa dirinya jahat. Dirinya egois.
Ia juga tidak sadar bahwa hampir semua penghuni kelas sudah keluar. Begitu pula dengan Kyungsoo. Baekhyun sempat melihat Kris menatapnya dengan khawatir. Tapi pada akhirnya Kris pergi menyusul Kyungsoo. Semuanya terasa berantakan.
Baekhyun keluar dari kelas dengan kepala yang terasa begitu berat. Ia mungkin sudah jatuh, jika saja tidak ada sosok yang menahannya.
"Baekhyun," Baekhyun melihat ke arah sosok yang menolongnya itu. Pandangannya tiba tiba memburam. Kepalanya terasa berdenyut.
'Chanyeol?'
Entah dari mana ia merasa orang itu adalah Chanyeol. Baekhyun kembali mengerjapkan matanya. Memaksa dirinya untuk sadar. Dan saat pengelihatannya menjelas, ia sadar bahwa itu bukan Chanyeol. Tapi Jongin.
"Baekhyun-ssi, gwenchana?" Tanya temannya itu. Baekhyun berusaha bangun sendiri. Ia mengangguk pelan. "Ne" jawabnya. "Kau kenapa? Sakit?" Tanya Jongin. Baekhyun menggeleng.
"Aku lapar. Temani aku ke kantin saja" jawab Baekhyun. Jongin terdiam sejenak lalu akhirnya mengikuti Baekhyun ke arah kantin.
Jongin sedikit terkejut ketika sampai kantin, Baekhyun membeli banyak sekali makanan dan sekarang ia sedang makan dari piring ke tiga. Jongin tertawa.
"Kau benar benar tidak berubah ternyata, Baekhyun-ssi" ujar Jongin sambil tertawa. Baekhyun menatapnya tajam. "Apha makshudmu?" Jawabnya dengan makanan yang masih penuh di mulut. Jongin melihat Baekhyun yang sepertinya baik baik saja. Lalu ia tersenyum kecil.
"Baekhyun-ssi" panggil Jongin. Baekhyun mengangkat wajahnya dan berdeham. "Apa.. Apa ada orang yang Kyungsoo-ssi sukai?"
Baekhyun hampir saja menyemburkan makanan di mulutnya. Ia pun langsung buru buru mencari minumannya. Jongin yang melihat itu juga reflek membantunya mengambil minum.
Baekhyun akhirnya minum lalu menghela nafas guna menenangkan dirinya sendiri. "Mwo?" Tanya Baekhyun masih tak percaya. Jongin menjawabnya dengan mengangguk.
"Jangan bilang... Kau menyukai Kyungsoo..?" Tanya Baekhyun berusaha kembali meyakinkan dirinya. Jongin kembali mengangguk.
Baekhyun membemkan wajahnya di telapak tangan kanannya. Ia lalu tertawa pendek. "Jinjja?" ucapnya pada diri sendiri. Ia tidak tahu harus menjawab apa pada pertanyaan Jongin.
Tapi akan lebih jahat kalau ia tidak menjawabnya dengan jujur.
"Ne. Ia menyukai seseorang.." Jawab Baekhyun. Seketika itu juga wajah Chanyeol muncul dalam pikirannya. Dan rasa perih itu mulai kembali muncul.
"Jeongmal yo?" Tanya Jongin sedikit terkejut. Sekaligus kecewa. Baekhyun mengangguk.
"Mianhae, Jongin-ah" jawab Baekhyun. Jongin terdiam sejenak. Sepertinya ia sedang berpikir. Baekhyun jadi merasa sedikit bersalah pada temannya itu.
"Kau tahu siapa yang di sukai Kyungsoo-ssi?" Tanya Jongin. Baekhyun mengangkat wajahnya lagi. Tentu saja ia tahu. Karena orang itu selalu menghantui pikirannya. Bahkan di saat ia tidak mau memikirkan orang itu.
"Kau serius ingin tahu?" Tanya Baekhyun. Jongin mengangguk. Baekhyun menghela nafas. "Park Chanyeol. Ia menyukai Chanyeol" jawab Baekhyun lalu kembali memakan makanannya. Ia ingin sekali langsung pergi dari sana setelah mengatakan hal itu. Tapi ia tidak melakukannya.
"Chanyeol-ssi?" Ucap Jongin. Lalu ia terdiam lagi. Kali ini cukup lama. Baekhyun juga tidak bisa berkata apa apa. Jadi ia hanya melanjutkan makannya. Mungkin memang ini yang dinamakan kondisi canggung.
"Kalau Chanyeol-ssi..." Ucap Jongin membuat Baekhyun berhenti makan untuk menatapnya. "Kalau orangnya Chanyeol-ssi, aku tidak perlu merasa cemas"
Baekhyun terdiam sejenak. Mencerna kata kata dari Jongin. "Wae?" tanyanya. Jongin tersenyum lalu mengambil minuman Baekhyun.
"Karena Chanyeol-ssi selama ini hanya melihat seseorang. Ia tidak pernah melihat orang lain selain orang itu" jawab Jongin sambil meminum minuman Baekhyun. Baekhyun masih tidak bergerak. Tenggelam pada kebingungan nya.
"Nugu?" Baekhyun baru saja bertanya dan tiba tiba ponsel Jongin berbunyi. Jongin melirik ke arah layar ponselnya. "Ah, aku harus kumpul klub sekarang. Mereka sudah menelfon" ujar Jongin lalu bangkit dari duduknya.
"Yah! Kau mau kemana!" Jongin tertawa sambil memasukan ponselnya ke saku saat Baekhyun membentaknya. "Annyeong, Baekhyun-ssi" ujarnya.
"Yah! Kim Jongin!" Baekhyun membentak pada Jongin. Tapi Jongin sudah keburu berlari. "Kapan kapan kita main lagi ya" seru Jongin membalikan badan sesaat lalu kembali berlari. Sementara Baekhyun mengomel sendiri.
Ia mencoba mengusir pikiran nya tentang kata kata Jongin tadi. 'Paling dia cuma asal ngomong. Dasar pabbo' batinnya.
Walaupun ia masih kepikiran. Bahkan sampai sekarang ini.
Seseorang? Seseorang siapa? Apa maksud Jongin dengan hanya melihat seseorang?
'Molla' ujar Baekhyun dalam hati lalu segera pergi dari sana. Baekhyun menggendong tas nya dan berjalan ke pintu keluar.
"Oppa," Baekhyun mendengar seorang anak perempuan berseru waktu ia baru saja sampai di koridor depan sekolah. Ia sebenarnya tidak peduli. Tapi mau tidak mau ia mendapati dirinya berhenti saat melihat orang yang sedang berada di depan gadis itu. Baekhyun menghentikan langkahnya. Kakinya seakan tidak mau membawanya lebih jauh. Apalagi melewati mereka.
"Jawab aku," Baekhyun mendengar gadis itu berkata lagi. Anak laki laki di depannya tidak mengatakan apa apa.
"Aku.." Akhirnya anak laki laki itu berbicara. Baekhyun tidak bisa melihatnya dengan jelas. Hanya sebuah siluet karena sinar matahari yang datang dari arah pintu keluar.
Baekhyun melihat anak laki laki itu akan kembali berbicara, lalu ia memutuskan untuk keluar dan kembali berjalan melewati mereka. Kedua orang yang sedang berbicara itupun langsung menyadari kehadirannya.
"Baekhyun," ujar Chanyeol saat melihat Baekhyun. Baekhyun hanya mengangkat kepala dan bertatap muka dengan Chanyeol. Lalu ia kembali berjalan. Seakan mereka tidak saling kenal. Chanyeol menggerakan tubuhnya mengikuti Baekhyun yang berjalan. Tapi ia berhenti ketika gadis yang bersamanya itu menahan tangannya. Baekhyun bisa melihat semua itu dari sudut matanya.
Ia tidak mengenal siapa gadis yang bersama Chanyeol. Dan ia tidak ingin tahu. Ia terus berjalan tanpa mau lagi menoleh.
Dadanya terasa sakit.
Ia tidak mau berpikir lagi. Ia tidak mau berpikir siapa gadis itu. Ia tidak mau memikirkan kata kata Jongin. Ia tidak mau memikirkan Kyungsoo.
Ia tidak mau tahu siapa itu Chanyeol.
Setelah Baekhyun merasa sudah cukup jauh, ia berlari sangat cepat. Ia langsung mengejar bus yang kebetulan sampai saat dirinya berhasil mencapai halte. Dia hanya ingin pulang. Masuk ke kamarnya dan tidur. Jadi ia tidak perlu memikirkan apapun.
Hari pun berganti. Keadaan masih sama. Hanya saja sekarang Baekhyun sudah berani berbicara pada Kyungsoo. Seperti kata Victoria, bagaimana pun juga ia adalah teman terdekat Kyungsoo. Di saat seperti ini paling tidak ia berada di sisinya. Walaupun perasaan bersalah Baekhyun masih membekas di sana.
"Kyungsoo," Baekhyun selama ini mencoba menghibur Kyungsoo. Dengan cara apapun. Ia masih bisa mendengar bisikan bisikan yang menyayat hati dari belakang. Tapi Baekhyun sudah berulang kali juga menyemangatinya. Mengatakan bahwa semua hanya bohong.
Kyungsoo merasa sangat tertekan. Ia sudah mengatakannya pada Baekhyun. Ia merasa takut. Ia merasa bersalah pada Chanyeol. Ia menyalahkan dirinya sendiri yang membuat kondisi kelas kini memandang dirinya dan Chanyeol dengan cara yang mengerikan.
Chanyeol sendiri juga masih tidak sering duduk di bangkunya sendiri. Tapi semua tahu Chanyeol juga berubah jadi lebih diam. Seakan ia juga merasakan pandangan anak anak di kelas terhadapnya.
Baekhyun merasa mual.
"Kyunggie, hari ini ayo kita main ke rumah Kris" ajak Baekhyun. Berharap dengan begitu ia bisa menghibur Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum kecil. "Ne" jawabnya. Yang paling tidak membuat Baekhyun merasakan sedikit perasaan lega dengan melihat senyum Kyungsoo.
'Kalau begitu aku akan mengajak Jongin juga' pikir Bakehyun lalu tersenyum.
Sepulang sekolah, seperti biasa, Kris dan Kyungsoo pasti jalan duluan. Sementara Baekhyun menunggu Jongin dulu di sekolah. Baekhyun bersandar pada dinding koridor sambil memainkan ponselnya. Menunggu Jongin selesai kumpul dengan klub nya.
Baekhyun sedang tenggelam dalam permainan game di ponselnya. Sampai sudut matanya menangkap sosok yang paling tidak ingin ia lihat.
"Baekhyun" Baekhyun merasakan jantungnya seakan ingin melompat tiba tiba saat mendengar suara itu. Baekhyun sebenarnya tidak ingin menoleh ke arah asal suara itu. Tapi si pemilik suara menghampirinya. Bahkan berdiri tepat di depannya.
"Baekhyun," Baekhyun menghela nafas lalu mengangkat wajahnya ke arah wajah orang yang lebih tinggi darinya itu. "Wae?" Tanya Baekhyun.
Chanyeol berdiri di sana sambil menatap Baekhyun. Ia baru saja ingin membuka mulutnya. Sampai seseorang datang dan menahan dirinya untuk berkata kata.
"Baekhyun-ssi" Baekhyun menoleh dan menemukan Jongin di sana. "Oh, Jongin!" Jawab Baekhyun sambil melambaikan tangan. Jongin tersenyum ke arah Baekhyun. "Ayo kita pergi" ujar Jongin lalu menoleh ke arah Chanyeol. Sepertinya ia baru menyadari kehadirannya.
"Jongin? hanya Jongin?" Tanya Chanyeol yang sepertinya bingung kenapa Baekhyun memanggil Jongin dengan akrab. Tapi Baekhyun tidak menggubris hal itu. "Oke, ayo" jawab Baekhyun lalu menarik lengan Jongin.
Chanyeol yang melihat hal itu di depan matanya langsung menangkap bahu Jongin. "Tunggu" ucapnya menghentikan Baekhyun juga Jongin. "Kalian mau ke mana?"
Baekhyun memutar bola matanya. Hendak akan terus berjalan tanpa menghiraukan Chanyeol. Tapi Jongin malah menahannya. "Kita mau ke rumah Kris" jawabnya polos.
Baekhyun merasa ingin menampar Jongin dan membawanya pergi dari sana. Tapi lagi lagi tidak ia lakukan.
"Ke rumah Kris?" Tanya Chanyeol. "Aku ikut" Baekhyun mengerjap tak percaya pada apa yang baru saja Chanyeol katakan. "Mwo?" serunya. Chanyeol mengangguk lalu berjalan mendahului mereka. "Ayo. Ke rumah Kris kan?"
Baekhyun menatap Chanyeol yang dengan santai berbalik dan berjalan duluan dari mereka. Baekhyun menghela nafas lalu menarik Jongin dengan terpaksa. Chanyeol benar benar membuatnya kesal.
Mereka sampai di rumah Kris dan Chanyeol melakukan hal yang biasa ia lakukan. Seperti biasa, ia melepas sepatunya dengan tidak rapih dan masuk ke dalam. Biasanya mereka, termasuk Baekhyun, akan memgomel padanya untuk membenarkan sepatunya itu. Tapi kali ini tidak Baekhyun lakukan.
"Kalian lama sekali" ujar Kris yang baru saja keluar ke arah pintu masuk. Lalu ia terkejut melihat Chanyeol. "Oh, Chanyeol, kau bilang kau ada perkumpulan klu-" "Yah! Kenapa kau tidak mengajakku main?" Ujar Chanyeol memotong ucapan Kris lalu merangkulnya. Kris terlihat bingung. Lalu dengan cepat menyesuaikan diri.
"Kyungsoo sudah selesai memasak. Ayo masuk" ujar Kris. Baekhyun mengangguk lalu mengajak Jongin masuk.
Begitu ia masuk ia juga mendapati Kyungsoo dengan respon yang sama saat melihat kehadiran Chanyeol. Ia kelihatan sama terkejutnya dengan Kris. Tidak. Bahkan lebih. Tapi ia tidak berkata apa apa.
Dan baru kali ini, setelah sekian lama bermain bersama, mereka makan dengan keadaan yang sunyi. Meskipun Jongin sesekali mencoba mencairkan suasana hanya dengan sedikit berbicara atau bertanya. Tapi tetap saja kecanggungan itu terus terasa di sekitar mereka.
"Ngomong-ngomong, Kris hyung, lapangan basket itu masih ada?" tanya Jongin. Kris mengangguk sambil mengunyah makanannya. "Masih. aku juga terkadang masih bermain di sana" jawab Kris. "Lapangan basket? Lapangan basket di dekat sini itu?" Tanya Kyungsoo. Kris mengangguk. "Kita mau main basket?" Tanya Baekhyun. Jongin tersenyum. "Ide bagus, ayo kita main" ujarnya.
"Tunggu. Kita lima orang" sahut Chanyeol. "Tidak apa apa, kita bisa main 2 on 3" jawab Jongin.
Setelah makanan mereka habis, mereka langsung menuju ke lapangan basket yang terletak tidak jauh dari rumah Kris. Tadinya Kyungsoo ingin membersihkan piring piring bekas makan tadi dulu. Tapi Baekhyun menariknya paksa. Alhasil sampailah mereka di lapangan basket tersebut.
"Baekkie, aku tidak ikut juga tidak apa apa. Piring piring itu harus dibersihkan" ujar Kyungsoo. Baekhyun memutar bola matanya dan menghela nafas. "Kau harus berhenti bersikap seperti calon istri yang seminggu lagi akan menikah dan nikmati hidupmu" balas Baekhyun menimbulkan tawa dari yang lain.
"Jadi bagaimana pembagian team nya?" Tanya Jongin. Kris menatap satu per satu dari mereka. Tapi Baekhyun yang sedang merangkul Kyungsoo langsung melempar temannya itu ke arah Jongin. Kyungsoo berputar lalu Jongin langsung menangkapnya sebelum ia jatuh.
"Kyungsoo dengan Jongin. Kau dan aku dan..." Baekhyun bahkan tidak melirik orang yang ingin ia sebut. "Chanyeol" lanjutnya.
"Mwo? Baekhyun, itu tidak adil!" Protes Kyungsoo. "Kris dan Chanyeol bahkan tidak perlu berjinjit untuk menyentuh ring nya!" Lanjut Kyungsoo. Baekhyun terkekeh.
"Gwenchana, aku tidak akan kalah oleh mereka" ujar Jongin di belakang Kyungsoo. Baekhyun mengangguk menyetujuinya. Walaupun Kyungsoo masih mencebik dan merasa itu tidak adil.
"Baiklah, kita main saja" ujar Kyungsoo mengalah.
Pertandingan di mulai dan tentu saja yang paling menguasai lapangan adalah Kris. Disusul dengan Jongin. Baru sebentar saja bermain Kris sudah mencetak gol duluan. Dan itu membuat Jongin semakin semangat untuk menyusulnya.
"Baekhyun," Kris melempar bolanya ke arah Baekhyun. Lalu Baekhyun menangkapnya dan men dribble nya ke arah ring.
"Hiyaaa!" Baekhyun melemparkan bola itu. Yang lain sudah akan mengharapkan bola itu melambung tinggi. Dan bola itu melambung. Tapi hanya melambung pelan dari tangan Baekhyun. lalu terjatuh dan menggelinding.
Semua terdiam.
Dan tawa pun meledak.
"Y-Yah, Byun Baekhyun, kau.." Yang lain masih tertawa bahkan Kris memegangi perutnya. Tidak tahan dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"Wae? Memang aku tidak bisa bermain basket!" Seru Baekhyun yang terlihat malu. Tapi tetap keras kepala membela dirinya.
Jongin tertawa seakan ia sudah lama tidak tertawa lalu mengacak rambut Baekhyun. "Yah, Baekhyun-ssi kau benar benar tidak berubah sejak SMP" ujar Jongin di sela sela tawanya. "Y-yah! Tentu saja! Kau kira saat masuk SMA aku akan berubah jadi Michael Jordan?" Balas Baekhyun.
Jongin merangkul Baekhyun sambil masih tertawa sementara Baekhyun mengomel. Yang lain pun juga ikut tertawa.
Ah tidak.
Ada seorang yang tidak benar benar tertawa.
Baekhyun tidak sengaja menangkap sosok yang selama ini ia hindari. Ia sempat melihat sosok itu hanya menatapnya tanpa ekspresi yang tidak jelas. Lalu Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya. Takut ia akan bertemu mata dengan orang itu.
Merekapun melanjutkan pertandingan.
Semua tampak menyenangkan. Jika saja dilihat dari luar. Orang orang hanya akan melihat ke lima orang remaja sedang bermain basket dengan riang.
Baekhyun tidak merasa seperti itu.
Ada hal yang membuatnya seakan terombang ambing. Antara rasa sakit dan rasa senang. Antara ingin menghindari kehadiran orang itu dan waktu menyenangkan yang ingin ia buat untuk menghibur sahabatnya.
Malam pun datang. Mereka tidak sadar bahwa mereka sudah menghabiskan waktu sangat banyak. Merekapun kembali ke rumah Kris.
"Ibuku ternyata sudah menelfon dari tadi, eotteokhae?" Ujar Kyungsoo ketika mengecek layar ponselnya. "Jinjja? Baiklah, akan kuantar kau sekarang" balas Kris. "Baekhyun, gwenchana?" Tanya Jongin di sebelahnya. "Ne. Kris harus cepat cepat mengantar Kyungsoo pulang kan? Aku akan jalan ke halte sendirian" jawab Baekhyun.
"Jinjja?" Tanya Kris. Baekhyun mengangguk. "Gwenchana, kau harus mengantar Kyungsoo. Cepat" jawab Baekhyun.
Jam sudah menunjukan pukul 7. Dan mereka memang harus segera pulang. Kris dengan segera mengantar Kyungsoo. Walaupun sebelumnya ia berusaha untuk mencari solusi untuk mengantar Baekhyun.
Baekhyun merasa tidak apa apa.
Dan bagaimanapun ia tidak ingin bersama dengan Chanyeol. Ia memilih untuk jalan sendiri.
Kris pun pergi mengantar Kyungsoo. Meninggalkan Baekhyun bersama Jongin dan Chanyeol.
"Baiklah, aku duluan" ujar Baekhyun. Ia berusaha berpamitan dengan keduanya. Tetapi tetap tidak menatap Chanyeol di sisi lain.
"Tunggu, Baekhyun-ssi" Baekhyun mendengar Jongin memanggilnya. Ia menoleh. "Biar aku yang mengantarmu"
"Mwo?" Ujar Baekhyun. Ia terkejut saat pertanyaan yang sama keluar dari suara lain di saat yang bersamaan. Ia baru menyadari bahwa suara itu berasal dari Chanyeol.
"Ne. Ayo naik" Jongin menyalakan motornya dan menatap Baekhyun yang masih terpaku. "Ayo"
Baekhyun merasa sedikit ragu. "Gwenchana? Arah halte dan arah pulang mu berlawanan kan?" Tanya Baekhyun. Jongin mengangguk. "Gwenchana yo, Baekhyun" jawab Jongin.
Baekhyun berpikir sejenak. Lalu akhirnya setuju. Itu memang lebih baik.
Baekhyun melangkah dan hendak memghampiri Jongin. Tapi tiba tiba ia merasakan seseorang menggengam lengannya dan menariknya ke belakang.
Baekhyun terkejut lalu mendapati tangan Chanyeol menggengam kuat lengannya.
"Biar aku yang mengantarnya" ujar Chanyeol. Baekhyun membelalakan matanya. Ia merasa tersihir. Ia tidak bisa menggerakan tubuhnya.
"Jinjja? tapi.." "Kubilang aku yang akan mengantarnya" Chanyeol mengulang kata katanya dengan nada yang lebih tinggi. Membuat Jongin menghentikan ucapannya.
Jongin mengarahkan pandangannya ke arah Baekhyun. Lalu kembali ke arah Chanyeol. "Baiklah. Aku pergi" ujar Jongin lalu menyalakan motornya dan pergi dalam hitungan detik.
Sementara Baekhyun dan Chanyeol masih berdiri di sana. Masih dengan tangan Chanyeol yang menggengam kuat lengan Baekhyun.
"Lepaskan," Baekhyun menyentak tangan Chanyeol dan berbalik untuk menghadap anak laki laki itu. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya. Ia menggeram.
"Apa yang salah denganmu!?" Bentak Baekhyun. Rasa panas dari genggaman tangan Chanyeol masih terasa membekas di lengannya.
"Apa yang salah denganmu? Justru aku lah seharusnya bertanya!" jawab Chanyeol. Membuat Baekhyun semakin merasa kesal.
"Mwo?" Baekhyun merasakan sesak dalam dadanya. Membuat nafasnya memendek.
"Kau tahu aku ada di sini. Dan kau bersikap seakan aku tidak ada!" Chanyeol mulai menggunakan nada tingginya. Membuat Baekhyun tersentak.
"Mwo ya? Sekarang kau membicarakan tentang menyadari keberadaan?" tanya Baekhyun dengan sarkastis. Ia tertawa pendek. "Bukankah kau yang paling mengerti bagaimana caranya menganggap orang orang di sekitarmu seolah tidak ada?"
Baekhyun melihat mata hitam Chanyeol yang membulat padanya. Lalu dengan cepat tangan Chanyeol kembali menangkap pergelangan tangan Baekhyun. Baekhyun meringis.
"Dengarkan aku, Baekhyun," "Lepaskan aku!" Baekhyun berusaha meronta untuk melepaskan tangannya dari genggaman Chanyeol. Tapi sia sia saja. Genggaman Chanyeol terlalu kuat.
"Kau mau aku mendengarkan apa? cerita tentang teman teman barumu?" Baekhyun mendengar dirinya sendiri berbicara dengan nada yang bergetar. Ia sudah tidak bisa menahan lagi rasa kesal yang selama ini selalu ia tahan.
"Lepaskan aku, Chanyeol!" Bentaknya sambil terus meronta. "Tidak sampai kau mau mendengarkanku!" Balas Chanyeol. Tapi Baekhyun sama sekali tidak ingin mendengarnya. Dan ia terus meronta. Ia benar benar ingin lari dari sana.
"Baekhyun!" "Aku tidak mau mendengarnya!" Teriakan Baekhyun cukup keras sampai terasa menggema di telinganya sendiri. Chanyeol seketika itu juga terdiam dan melonggarkan sedikit genggamannya. Membuat Baekhyun berhenti meronta.
"Lepaskan aku," Baekhyun menarik tangannya lagi. Tapi Chanyeol masih tidak membiarkannya pergi.
"Lepaskan" Baekhyun menarik sekali lagi sampai rasanya ia kehilangan tenaga. Ia merasakan sengatan dari balik matanya. Ia sekuat tenaga berusaha menahan rasa sakit dan air mata yang akan segera keluar. Ia menunduk. Berharap Chanyeol tidak melihat wajahnya.
"Baekhyun," Air mata Baekhyun sudah terlalu banyak menggenang dalam pelupuknya. Ia tidak tahu sampai mana ia bisa menahannya. Ia kembali menarik tangannya.
Tangannya terasa perih. Perih akibat genggaman dari anak laki laki itu.
"Aku membencimu" ucap Baekhyun meluncur begitu saja. "Aku membencimu Park Chanyeol"
Keheningan tercipta untuk beberapa saat setelah Baekhyun mengatakan hal itu. Baekhyun benar benar berharap ia bisa menghilang dari sana saat itu juga. Chanyeol perlahan melepaskan genggamannya.
"Walaupun begitu aku tidak akan pernah membencimu"
Baekhyun mendengar suara langkah Chanyeol menjauh. Ia mendengarnya menyalakan motor, lalu suara itu menjauh dan menghilang. Baekhyun merasa lututnya melemas.
Apa yang baru saja ia katakan?
Hal bodoh apa yang baru saja ia lakukan tadi?
Baekhyun tidak tahu seberapa lama ia tertunduk di sana. Sampai ia kembali mendengar suara motor yang datang. "Ah, kau masih di sini?"
Baekhyun mendengar suara Kris dan memgangkat wajahnya. Air mata mulai berjatuhan. Membuat anak laki laki di depannya terkejut.
"Baekhyun?" Kris menghampiri Baekhyun yang masih tidak bergerak. "Baekhyun, gwenchana?"
Baekhyun tidak bisa mengingat keseluruhan dari apa yang terjadi setelahnya. Ia hanya bisa mengingat bahwa Kris memeluknya sesaat lalu mengantarnya pulang ke rumah.
Baekhyun berharap dengan tidur ia bisa melupakan semuanya. Ia tidak ingin lagi mengingat apa yang terjadi malam itu. Ia tidak mau mengingat apa yang telah terjadi.
Ia berharap ia bisa melupakan semuanya.
Dan hanya saat itu terbesit di pikiran Baekhyun,
Bahwa ia juga ingin melupakan hari di mana ia dengan tidak sengaja bertubrukan dengan pemuda itu.
Hari di mana ia mengenal pemuda itu.
Jika saja ia tidak bertemu dengan pemuda itu.
Tapi apa yang terjadi tidak mungkin bisa ditarik kembali.
.
.
Hari demi hari berganti, dan tidak terasa Baekhyun dan teman temannya telah naik ke kelas 2.
Keadaan mulai membaik di kelasnya setelah malam itu. Baekhyun dan Kyungsoo bisa mengatasi semuanya. Di bantu dengan teman teman mereka yang selalu berada di sisi mereka.
Hari ini hari pertama mereka masuk sebagai anak kelas 2.
Sejak malam itu, Baekhyun tidak pernah lagi berbicara pada Chanyeol. Tidak ada satupun dari mereka yang berusaha berbicara satu sama lain.
Hanya sebagian dari temannya yang mengetahui hal itu. Termasuk Victoria.
Meskipun Victoria selalu memberinya masukan untuk berpikir positif, Baekhyun tetap tidak bisa berpikir positif jika berhubungan dengan apa yang terjadi pada mereka. Victoria pun bisa mengerti akan hal itu.
Kini Baekhyun juga sudah mulai melupakannya. Melupakan apa yang terjadi. Melupakan perasannya.
Toh itu mudah baginya. Buktinya hal itu sudah tidak menghantuinya lagi.
"Baekhyunnie!" Baekhyun mendengar suara Victoria yang mengingang di penjuru koridor. Gadis itu berlari ke arahnya.
"Kau sudah lihat? Kita sekelas!" Seru gadis itu riang. Baekhyun tertawa. Lalu melihat teman temannya yang lain juga berlari menghampirinya.
"Baekkie! Kelas kita bersebelahan!" Seru Kyungsoo. Baekhyun mengangguk. "Baekhyun-ah! Kau masuk kelas apa?" Tanya Seohyun.
"Aku masuk kelas 2A bersama Vict" jawab Baekhyun. "Mwo? Jinjja Baekhyun-ah? Berarti kita juga sekelas!" Seru Sunny yang langsung melompat riang.
"Bagaimana dengan Taeyeon eonnie? Yah, Eonnie kau masuk kelas apa?" Tanya Victoria. "Taengoo ku tentu saja masuk kelas yang sama denganku. Kelas 2 C" jawab Tiffany sambil merangkul Taeyeon.
"Yah, kalian berisik sekali" Baekhyun menoleh ke belakang dan mendapat Jungsoo dan Eunhyuk di sana.
"Yah sunbae, kau masuk kelas apa?" Tanya Baekhyun menggunakan kata sunbae untuk menggoda temannya itu. "Yah, kenapa lagi kau memanggilku seperti itu?" Tanya Jungsoo membuat yang lain tertawa.
"Bukannya kau masuk ke kelas kami juga?" Tanya Victoria. Jungsoo mengangguk. "Ne. Jahat sekali anak ini tidak menyadarinya" jawab Jungsoo sambil memgetuk dahi Baekhyun.
"Bagaimana denganmu, Hyorin-ssi?" Tanya Taeyeon. Hyorin yang berdiri di sebelahnya tersenyum. "Aku masuk kelas 2 D" jawab Hyorin lalu menoleh ke arah Eunhyuk. Eunhyuk menyengir.
"Aku juga masuk kelas 2 D" ujarnya. "Ah, Chanyeol juga masuk kelas 2 D" lanjutnya.
Baekhyun menoleh ke arah Eunhyuk. Ia harus menerima bahwa setiap kali ia mendengar nama Chanyeol, ia harus tersenyum dengan rasa terpaksa.
"Bagaimana dengan Kris? Ngomong ngomong di mana ia sekarang?" Tanya Jungsoo. "Ah, dia masuk kelas 2 F. Aku melihatnya di papan mading di bawah karena kelasnya kebetulan bersebelahan denganku. Kelas 2 G" jelas Seohyun.
"Sebagai perayaan kita naik kelas 2, bagaimana kalau kita makan?" Tanya Eunhyuk. "Yah, makan di mana? Kau mau mentraktir?" Tanya Jungsoo. "Enak saja, maksudmu makan di kantin saja, bayar sih sendiri sendiri saja" jelas Eunhyuk disambut lemparan dan pukulan dari teman temannya.
"Ah, berbicara soal traktir, bagaimana kalau kita minta traktir orang yang baru saja jadian?" Sahut Baekhyun lalu melirik penuh arti ke arah Kyungsoo. Yang lain pun mengikuti ke mana mata Baekhyun mengarah.
"Mwo? Kyungsoo-ah, kau baru saja jadian?" Heboh Tiffany dan Taeyeon. Disusul sorakan yang lain. Wajah Kyungsoo memerah. Sementara Baekhyun di sebelahnya tertawa.
Saat liburan kenaikan kelas kemarin, Jongin meminta Baekhyun untuk membantunya dalam masalah ini. Jongin berhasil menyatakan perasaannya saat Baekhyun merencanakan sebuah double date dengan Kris dan Kyungsoo.
Baekhyun mengingat seberapa puas ia dan Kris membuntuti mereka berdua saat itu.
Walaupun awalnya Kris tidak terlalu setuju. Seperti seorang ayah yang tidak mau merelakan anak perempuannya diambil anak laki laki lain.
Tapi akhirnya Jongin berhasil dan mereka jalan berdua sekarang.
Baekhyun tidak bisa berhenti tersenyum mengingatnya.
"Kalau begitu seusai sekolah kita makan di kantin, bagaimana?" Tanya Kyungsoo. Yang lain bersorak setuju.
Sesuai janji, sepulang sekolah mereka langsung berkumpul di kantin. Kyungsoo bilang ia akan mentraktir semuanya. Walau ada sebagian dari mereka yang tidak tega dan ikut membantu Kyungsoo.
Ternyata banyak juga yang luluh dan tidak tega mem bully Kyungsoo yang polos itu.
"Dimana Jongin?" Tanya Baekhyun. "Hari ini ia ada perkumpulan klub" jawab Kyungsoo lalu menyerahkan jatah milik Baekhyun. Baekhyun tersenyum. "Gomawo Kyunggie"
"Yah, ada apa kalian memanggilku?" Baekhyun berhenti bergerak saat mendengar suara itu. "Ah itu dia. Kemari kau Chanyeol" seru Kris.
Baekhyun mengangkat kepalanya. Lalu melihat pemuda tinggi itu menghampiri mereka.
Rasanya seperti sudah lama tidak melihat pemuda itu. Pemuda itu masih seperti biasa. Tersenyum seperti orang bodoh. Baekhyun juga bisa melihat perubahan dari potongan rambut pemuda itu.
Baekhyun merasa perih di dadanya mulai kembali saat ia sadar ia merasa rindu dengan semua ini.
Baekhyun sudah tidak merasakan apa apa lagi. Mungkin selain rasa sakit yang kadang datang. Tapi alasannya bukan karena kejadian itu. Tapi datangnya dari rasa bersalahnya pada Chanyeol.
Saat itu seharusnya ia tidak mengatakan hal yang menyakiti Chanyeol. Ia tidak seharusnya berkata sekejam itu.
'Tidak ada yang terlambat untuk memperbaiki sesuatu, Baekhyunnie'
Baekhyun teringat akan kata kata Victoria saat Victoria tahu apa yang terjadi padanya saat itu. Ia mungkin harus mulai berpikir positif mulai saat ini.
Kini mereka beranjak lebih dewasa lagi. Mereka tidak seharusnya terus berperilaku seperti anak kecil.
"Ah hujan" Seusai mereka makan bersama, satu demi satu dari mereka pulang. Dan kebetulan hujan turun. Baekhyun merapatkan jaketnya. Sayang sekali ia lupa membawa payung hari ini.
"Vict, kau membawa payung kan?" Tanya Baekhyun. Berharap ia bisa ikut satu payung bersama temannya itu. "Tunggu sebentar. Aku cek dulu" jawab Victoria.
Baekhyun menatap rintik hujan yang turun. Hujan itu tidak sangat deras. Akan tetapi jika kita berdiri di bawahnya, kita pasti akan langsung basah kuyup.
"Ah! Astaga! Aku juga lupa membawanya" seru Victoria. Baekhyun membalikan badan ke arah gadis itu. Baekhyun menghela nafas. "Baiklah, aku cek di piket dulu. Mungkin ada yang bisa di pinjam" ujar Baekhyun lalu berlari menuju pintu keluar.
Victoria mengangguk ke arah Baekhyun sampai temannya itu pergi. Lalu ia membereskan barang barang yang tadi di keluarkannya dari tas.
"Victoria-ssi," Victoria menoleh dan mendapati pemuda tinggi itu memanggilnya. "Ah, Ne? Chanyeol-ssi" jawabnya.
Pemuda itu tersenyum tipis lalu memberikan sebuah payung padanya. "Ini, pakai saja" ujar pemuda itu.
"Eh? Jeongmal yo?" Tanya Victoria. "Lalu kau bagaimana?" Tanyanya.
"Aku membawa satu lagi. Milik Kris. Tadinya ingin kukembalikan. Tapi sepertinya tidak jadi" jawab Chanyeol lalu menggendong tas nya.
"Duluan ya," ujar pemuda kepada Victoria. Victoria mengangguk. "Oh, ne, gomawo" balasnya.
Baekhyun di sisi lain masih berada di piket. Sudah ia duga ia tidak mendapat payung di sana.
Ia seharusnya sudah tahu tidak ada payung di piket. Ia menghela nafas.
Baekhyun sedang akan berbalik kembali ke kantin. Sampai ia melihat pemuda itu berlari ke arah pintu ke luar.
"Ah, Chanyeol-ssi anyyeong" ujar seorang murid di sana yang sepertinya adalah teman dari pemuda itu. "Oh, annyeong" jawab pemuda itu. Pemuda itu berdiri di ujung pintu ke liar sambil melihat hujan yang turun.
Baekhyun kira ia akan mengeluarkan payung atau jas hujan. Tapi ternyata pemuda itu hanya memasang hoodie nya lalu berlari keluar begitu saja. Membiarkan tubuhnya basah karena hujan.
"Baekhyunnie," Baekhyun menoleh saat mendengar Victoria memanggilnya. Ia melihat Victoria berjalan ke arahnya dengan sebuah payung di tangannya.
"Oh, kau sudah dapat payung?" Tanya Balehyun. Victoria mengangguk.
"Ne. Chanyeol-ssi meminjamkannnya. Ia bilang ia punya satu lagi" jawab Victoria lalu membuka payung itu. Baekhyun terdiam. Lalu ia menoleh ke arah gerbang di depan sana. Punggung pemuda itu ternyata masih terlihat.
Victoria mengangkat payungnya dan menoleh ke arah Baekhyun. Ia pun ikut melihat ke arah pandangan Baekhyun mengarah. Ia terlihat cukup terkejut.
Mereka terdiam cukup lama. Sampai Baekhyun bisa mendengar suara tawa kecil dari Victoria.
"Ternyata ada yang masih perhatian ke pada seseorang ya," ujarnya membuat Baekhyun menoleh.
"Mwo?" Tanyanya. Victoria tersenyum lalu melilitkan tangannya pada lengan Baekhyun. "Tidak apa apa. Nanti biar aku yang mengembalikan payung ini" jawab Victoria.
Baekhyun mengangguk. Lalu ia mendengar tawa kecil Victoria lagi.
"Atau kau mau mengembalikannya untukku?" Tanya Victoria. Baekhyun membelalak.
"Ani! S-sudahlah ayo kita pulang!" Jawab Baekhyun cepat lalu menarik temannya itu berjalan. Menerjang hujan yang sudah tidak terlalu deras dari sebelumnya.
.
.
Pagi ini seperti pagi yang biasanya. Anak anak masih terlihat jarang di koridor. Tentu saja karena masih ada waktu kurang lebih setengah jam sebelum bel masuk.
Dan seperti biasa pula, Chanyeol duduk di bangkunya.
Kali ini ia duduk di ujung kelas. Teman sebangku barunya, Eunhyuk belum datang. Jadi ia harus menunggu sambil setengah mengantuk di bangkunya sendirian.
Ia merentangkan tangannya lalu menguap.
"Chanyeol-ssi, klub mu juga akan menjadi panitia untuk camp semalam kan?"
Chanyeol mengangkat wajahnya dan mendapati temannya yang seorang anggota osis itu bertanya padanya.
"Ne," jawab Chanyeol.
"Kau tahu kan osis juga akan menjadi panitia? Wah, acara itu pasti akan seru"
Chanyeol tertawa mengangguk dan menanggapi komentar temannya.
Chanyeol sedang akan kembali tidur di mejanya. Sampai tiba tiba ia menangkap sosok seseorang yang baru saja datang dan melewati kelasnya.
Ia tersenyum kecil.
"Kau kelas 2 A kan?" tanya Chanyeol. Temannya itu menjawab dengan mengangguk.
Chanyeol tersenyum lagi.
"Kau mau melakukan sesuatu untukku?"
Yeaaayyy!
Akhirnya bang Kai muncul juga huahahaha.
Wuih author gasadar kalau ternyata author telah membuat moment KaiSoo. xD
Sepertinya chapter ini agak lebih panjang dari chapter sebelum sebelumnya. Huehehe.
Jadi di sini terjadi beberapa kesalahpahaman ^^ author akan menjelaskannya sedikit demi sedikit di chapter chapter berikutnya^^
keep support ne~ x3
Jika masih ada yang bingung dengan ending chapter ini, silahkan kembali membaca chapter pertama yaitu ONE NIGHT CAMP ^^ pasti ketahuan di mana hubungannya. Hehe.
Semoga bisa dimengerti ^^
Mohon maaf bila masih ada typo atau kesalahan.
Ohiya author juga mohon maaf pada para shippers Kwanghee-Sunhwa xD di sini mereka jadi mean couple XD Jeongmal mianhae x(
^^ mohon ditunggu kelanjutannya ya x3
Terimakasih untuk review nya juga x3 ditunggu review lainnya lho
Khamsahamnida x3
Annyeong!
