Chapter 10

Apa yang dilakukan Chanyeol saat ini membuat nyawanya pergi sesaat entah kemana, karena dirinya tengah berada di tempat kursus memasak. Di dalamnya hanya terdapat ibu-ibu rumah tangga dan bisa dilihat hanya Chanyeol sendiri yang berada disini.

Semuanya sangat lihai dalam memasak seperti sudah terbiasa dengan alat peralatan memasak. Padahal Chanyeol memasuki kelas awal yaitu kelas yang diperuntukan untuk pemula, meja-meja para ibu-ibu tertata rapih tidak ada yang berserakan atau pun berceceran kemana-mana ya.. ada memang tetapi hanya satu atau dua orang walaupun berceceran atau pun berserakan mereka tidak separah dengan meja memasak Chanyeol.

Semua berserekan hingga ada yang jatuh ke lantai.

Namun itu sebanding dengan hasil karya Chanyeol. Ia membuat sebuah cake Black Forest dihiasi dengan cream-cream yang indah ditambah dengan cherry dan strawberry. Chanyeol menatap senang pada cake yang telah dibuatnya mukanya sangat berseri-seri seperti habis mendapatkan gajian di bulan awal.

Sekarang juru masak atau guru masak di kelas Chanyeol tersebut sedang berkeliling menyicipi dan menilai hasil masakan yang telah dibuat oleh para muridnya. Kebetulan hari ini temanya membuat kue, sebentar lagi bagian kue Chanyeol yang akan di coba. Jantungnya tidak berhenti berdetak. Gugup.

"Chanyeol-ssi" Panggil guru masak di kelasnya "Hmm kau satu-satunya namja yang ada di kelas ini, hasil kue mu bagus seperti orang yang sudah terampil dalam membuat kue tapi kita tidak tau bagaimana rasanya" Komentar si guru masak

"Ah ne…" Jawab Chanyeol ragu karena ia terlalu gugup

Perlahan sang guru masak mulai mengambil kue yang Chanyeol buat. Pertama ia menciumi harum pada kue dan akhirnya mengambil sedikit kuenya untuk dimasukan kedalam mulutnya, sang guru memasak pun mulai memakan kue yang Chanyeol buat namun bukannya wajah yang senang dikeluarkan malah wajah yang sangat suram yang dikeluarkan.

"Yak!" Teriak si guru masak di depan Chanyeol "Ini apa huh?! Ini tidak pantas dibilang kue. Ini terlalu manis dan masih ada terigu yang menggumpal! Bagaimana kau bisa buat kue ini dan langsung kau berikan kepada anak istrimu huh?! Rasanya tidak menunjukan bahwa in kue Black Forest! Hampir saja aku tertipu dengan penampilan kuemu, aku kira kau namja satu-satunya dapat membuat makanan yang enak. Tetapi tidak!" Seru si guru masak yang memarahi Chanyeol dihadapan orang banyak

"Jwesonghamnida" Kata Chanyeol sambil membungkukkan badannya 90 derajat sebenarnya ia merasa malu karena telah di komentari yang buruk oleh gurunya

"Hampir saja aku mati karena teracuni oleh kue buatanmu itu" Ucapnya sekali lagi

"Jwesonghamnida seongsaenim" Kata Chanyeol yang masih membungkukkan badannya sekali lagi

"Dwaesseo! Selanjutnya" Akhirnya sang guru pergi dari hadapan Chanyeol

Chanyeol menatap kue yang telah dibuatnya. Padahal saat ia mencicipi rasa kuenya sudah sama dengan kue Black Forest apa yang salah lagi? Mengikuti resep sudah pada akhirnya ia hanya memijat pelipisnya pening. Dengan cepat ia membereskan alat-alat memasaknya satu hal dipikirannya ia ingin cepat-cepat pulang.


(/-3-)/…


Setelah membereskan semua peralatan Chanyeol pun langsung keluar dari tempat kursus memasaknya. Hari semakin sore tak terasa jika Chanyeol berada di tempat kursus memasak selama berjam-jam, ia melihat jari-jarinya yang tergores pisau saat berada ditempat kursusnya. Disitu terlihat ada 4 goresan pisau yang melukai tangan Chanyeol .

"Haahh…." Chanyeol membuang napasnya lelah karena hari ini memang membuatnya lelah, karena semua materi yang diberikan langsung dipraktekan dalam satu hari. Dari mulai memotong, menggoreng dan lain sebagainya, disaat Chanyeol memotong sayur tak sengaja ia melukai tangannya sendiri

Chanyeol berjalan kearah rumahnya dengan membawa sekotak kue yang ia genggam. Ya itu kue yang ia buat setelah di coba rasanya tidak begitu buruk,pikirnya. Jadi ia bawa saja ke rumah siapa tau ada yang suka dengan kue buatannya.

Tapi tetap saja, kata-kata yang dilontarkan oleh guru masaknya itu sangat benar dan sangat masuk kedalam lubuk hati Chanyeol, selama ini hanyalah Kris yang sering membuatkan makanan untuk anak-anaknya dan juga dirinya. Dalam urusan masak-memasak dan bangun pagi Chanyeol memang payah namun dalam urusan hal yang lainnya entahlah..

Akhirnya Chanyeol sampai di depan rumahnya, ia pun bergegas masuk kedalam rumahnya. Saat masuk ia hanya mendengar suara dari video game milik anaknya, ah mungkin kedua anaknya sedang bermain game. Gwenchana, besok hari libur jadi biarlah mereka bersantai.

"Na wasseo.." Ucap Chanyeol namun tak ada yang datang padanya, sekalipun Jaehyun. Mungkin dia masih takut dengan Chanyeol, yah dan itu membuat Chanyeol makin sedih

Dengan langkah gontai ia berjalan menuju ruang makan, ia berniat untuk menaruh cakenya diatas meja. Setelah sampai ia melihat ada Jaehyun yang sedang bersusah payah mengambil strawberry yang ada di atas meja bar dapur.

Karena jarak antara dapur dan ruang makan tidak terlalu jauh Chanyeol menghampiri Jaehyun yang sedang berjuan disana. Jaehyun sendiri tak tau jika ummanya sudah datang, ia masih berjinjit-jinjit untuk mendapatkan strawberry incarannya tersebut.

"Emm sedikit… lagi…."

"Kau ingin memakan ini, hm?" Badan Jaehyun berubah menjadi tegang sesaat setelah mendengar suara berat yang dikeluarkan oleh Chanyeol

Jaehyun menarik lengannya dari atas meja bar dapur lalu menempatkan lengannya di samping kanan badannya seperti orang yang sedang baris-berbaris. Apakah ia akan dimarahi karena akan mengambil sebuah strawberry atau ummanya mungkin akan mengomelinya habis-habisan, entahlah.

Chanyeol menjongkokkan dirinya agar tingginya sama dengan anaknya sambil memegang sebuah strawberry di tanganya

"Ambilah. Kau ingin ini bukan?" Tanya Chanyeol menyodorkan buah strawberry ke hadapan Jaehyun. Jaehyun yang melihatnya dengan ragu-ragu mengambil buah strawberry dari tangan Chanyeol namun wajahnya masih tetap menunduk tak berani menatap Chanyeol

"Aigoo kkk~" Chanyeol mengelus kepala Jaehyun sayang sambil tersenyum lembut padanya "Jaehyun-ah tatap umma hm chagi?" Suruh Chanyeol lembut

Jaehyun dengan pelan mengangkat kepalanya takut kemudian menatap Chanyeol. Ya Chanyeol bisa lihat jika ada sedikit gurat ketakutan di mata anak keduanya ini. Chanyeol pun mendudukan dirinya di hadapan Jaehyun dan memeluk anaknya dengan erat.

"Um-ma…" Lirih Jaehyun yang berada di pelukan ummanya

"Mianhae Jaehyun-ah… umma tidak berniat untuk membentakmu saat itu umma hanya hm…mmm… mempunyai banyak pikiran dan khawatir saat kau jatuh dari kasur umma. Mianhae hm? Jangan jauhi umma sayang, itu membuat umma sedih" Jelas Chanyeol sambil mengecup kepala anaknya sayang

Jaehyun yang mendengar penjelasan ummanya ia langsung membalas pelukan ummanya dengan sangat erat dan menangis di pundak Chanyeol

"Hikss… nado mianhae ummaaa…hiks…huwaaaa neomu bogoshipeo ummaaaa….hikss" Jerit Jaehyun sambil memeluk leher Chanyeol kuat. Chanyeol berdiri dan menggendong anaknya sambil menepuk-nepuk punggung kecil Jaehyun agar anaknya bisa sedikit tenang

"Gwenchana chagi.. aigoo. Jangan menangis sayang kau tidak akan tampan lagi, jagoan umma tidak akan tampan lagi seperti pangeran"

Chanyeol sedikit mengayunkan gendongannya kearah kanan dan kiri dengan perlahan sambil mengucapkan kata penenang untuk Jaehyun yang masih menangis di pundaknya. Tak lama tangisan Jaehyun berubah menjadi semakin pelan dan menghilang, tergantikan dengan dengkuran kecil dari mulut Jaehyun.

"Jaehyun-ah?" Panggilnya

"…."

"Ah sepertinya tidur" Akhirnya Chanyeol pergi menuju kamar Jaehyun untuk menidurkan anak bungsunya ini

Namun ada seseorang yang memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh Chanyeol dan Jaehyun siapa lagi kalau bukan anak sulungnya, Doyoung. Ya itu Doyoung sedang menatap kegiatan mereka dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melihat ummanya datang ke arahnya ia dengan cepat bersembunyi agar tidak terlihat oleh Chanyeol.

Satu hal yang perlu kalian ketahui, Jaehyun tidak bisa lama-lam berjauhan dengan ummanya.


KrisYeol


"Sajangnim apa sajangnim hari ini sibuk?"

"Ani wae?"

Hari sudah akan menunjukan waktu malam hari, matahari pun akan tenggelam digantikan oleh sinar bulan. Kris yang notabenenya seorang pekerja kantoran apalagi ia seorang CEO di perusahaanya biasanya sore hari akan pulang terkecuali ia mempunyai pekerjaan yang harus dikerjaan saat itu juga, terpaksa ia akan lembur.

Kebetulan hari ini Kris akan mendapatkan libur karena perusahaanya sedang berpesta atas kemenangan yang diraih dalam peningkatan penjualan ke semua Negara dan juga perusahaanya mendapatkan sebuah setrifikasi dari pemerintah Korea.

Sekarang Kris secara tidak sengaja dirinya bisa berbarengan dengan Suzy, sekretaris pengganti Jessica. Kini Suzy memakai pakaian dan aksesoris serba merah yang membuat Kris menatap Suzy agak aneh.

"Ayo kita makan bersama, sajangnim? Hari ini aku mendapatkan kupon dari restoran XX" Kata Suzy semangat sambil menunjukan kupon yang ia ambil dari saku blazernya

Kris yang ditawarkan ajakan makan malam hanya menatap Suzy ini malas "Mian Suzy-ssi sekarang aku sedang tidak ingin kemana-mana, terlalu lelah untuk hari ini. Kau bisa ajak siapa saja, jangan aku. Terima kasih tawarannya" Ucap Kris dan langsung meninggalkan Suzy yang masih menatap kesal Kris sambil menghentak-hentakan high-heelsnya

"Ah neomu himdeuro…."

"OY HYUNG!"

Belum sampai menuju parkiran mobilnya Kris dikejutkan dengan kemunculan seorang namja yang menepuk pundaknya dengan keras.

"Yak Neo!

TBC

Aduhh maaf ya late update. Lagi banyak urusan aku tuh wkwkwk aku baca-baca reviewnya kemarin2 buat aku pengen fast update but I can't T.T ada yang bilang jangan discontinue ffnya… ya aku ga discontinue ffnya ya semuanya aku juga kepengen cepet selesai ffnya

Tapi maaf aku slow update ga bisa fast update mian T.T trs buat reviewnya aku ga bisa balas satu-satu bejibun banget hihihi nanti deh aku janji di chp 11 aku bales review kalian. Walaupun kau ga bales review kalian itu aku hargai kok^^ apalagi itu buat aku semangat nulis terus hehehe :D

Trs rencananya aku mau ngedit+rombak chapter2 sebelumnya. Soalnya menurut aku itu penulisannya berantakan. BANGET. Aku baru ngedit yang chp 1 doang, yang lainnya nyusul^^

Oke thanks udah ngikutin, review dan baca ff ini: )