AN: Chapter 10 menjadi dua bagian,yang artinya Part selanjutnya merupakan bagian akhir. Terima kasih banyak telah sampai pada bagian ini. Perlu diingat! Cerita ini hanya update di FFN.
-Untuk pertanyaan darimana semua resep masakan di dalam sini berasal, adalah aku tidak sengaja menonton sebuah acara masak memasak dari siaran televisi luar negeri.
-Volare berasal dari bahasa Italia yang artinya terbang.
-Dalam cerita aku membuat Kai seperti burung layang-layang.
-Moment KaiSoo? jangan terlalu berharap.
-Awalnya ingin fokus ke resep makanan, apalah daya diriku yang hanya menonton sekali tayang. Aku melupakan banyak bagian...
Majukan fanfiksi berbahasa Indonesia!
VOLARE 10 [Part 1]
Present by RoséBear
Warning: Everything include in the rating applies to the level of language, adult content and sexual situation in this story.
Disclaimer : Just a fanfiction! [Create :171130- publish : 170903)
Italian chef academy.
Berada di salah satu distrik elegan yang dimiliki negara Italia. Hanya perlu berkendara beberapa menit saja dari katedral San petrus dan yang paling penting, monumen romawi.
Seorang lelaki berdiri dengan menghembuskan napas beratnya, pagar besi menjulang mengelilingi bangunan di mana dia akan mulai kembali belajar.
Sekali lagi, lelaki itu menarik napas dalam dan menghembuskannya. Seorang pria bertubuh tegap menyapa. Bertanya menggunakan bahasa asing tentang alasan dia berdiri di depan pagar.
"Mi chiamo Kai. Vengo da Korean."
Tidak ada alasan untuk berdiam diri saja, Kai memilih memperkenalkan dirinya. Dia sangat fasih bicara bahasa Italia. Selain cerdas, lelaki ini pernah menempuh pendidikan khusus memasak di Italia selama empat bulan sebelum kemudian kembali ke Korea karena tidak bisa berjauhan dari sauadara perempuannya. Saat itu Kai masih memilih menjadi helper cook ataupun pencuci piring di dapur restoran memperhatikan bagaimana para pekerja membuat masakan.
Tapi sekarang, ayahnya ingin Kai menjadi seorang chef pastry. Ia yang memiliki kemampuan yang sangat unik, dia sudah berada di balik meja bar milik Sehun beberapa bulan dan memiliki dasar memasak yang sangat baik.
~ RoséBear~
Berlatar belakang Kota yang sulit untuk tidur, empat bulan sudah Kai menghabiskan banyak waktu di dapur umum sekolah dengan beberapa guru.
'Wanitamu menerbitkan jurnal mingguan dengan rutin.'
"Ya."
Ia tersenyum membalas pesan yang dikirim Ibu tirinya. Selama empat bulan, satu orang yang membuat Kai ingin segera mengakhiri pendidikannya dengan cepat. Bukan tentang kembali ke dapur restoran sebagai seorang juru masak, tapi juga karena dia merindukan wanitanya.
Wanita yang bahkan sampai saat ini memilih tinggal dan menjaga rumahnya. Karena kenyataannya kedua orang tua yang dia miliki menetap di luar negeri untuk waktu yang sangat lama.
Walau tidak bersama, Kai selalu mendapat kabar tentang Kyungsoo. Wanita itu menjalani kehidupan yang sangat baik, dia mengisi laman berita setiap akhir pekan setelah bergabung dengan oraganisasi sang ayah sebagai pekerja sosial.
'but, together we can.'
'great news.'
'its good that there are such nice people! I really like your page, good job for you Dyo.'
Kai tersenyum saat jemarinya melakukan scroll untuk komentar yang masuk di halaman milik Kyungsoo. Wanita itu menjadi pekerja sosial tanpa menghapus keinginannya untuk tetap menulis.
"Kai! Ayolah! Kapten kapal akan marah jika kita terlambat."
Teriakan seseorang menyadarkan Kai untuk kembali di mana dia berada saat ini. Sebuah pelabuhan yang akan memulai langkah Kai selanjutnya.
Ia menaiki kapal pesiar itu, di mana kemudian akan membawa langkah untuk berlayar sepanjang hari, mungkin beberapa kali dia hanya akan menyentuh daratan.
~ RoséBear~
Sementara di tempat lain.
Brak!
Kantung plastik berisikan berbagai makanan yang dia beli dari minimarket terlempar begitu saja.
Do Kyungsoo
Dia mengeluh atas apa yang di lakukan seseorang padanya hari ini.
Baekhyun baru saja akan menikah dengan atasan ohh tunangannya saat ini, jadi Kyungsoo telah menemani wanita itu sejak pagi untuk mencari semua kebutuhan pernikahan yang tidak disiapkan oleh penyelenggara.
Salahkan pria Oh karena melarang istrinya untuk menjadi penyelenggara pesta pernikahan Baekhyun dan Chanyeol saat dia sadar wanita bermata sejernih rusa itu sedang mengandung anak mereka. Jika saja menggunakan jasa Luhan. Mungkin semua akan menjadi lebih sederhana. Tapi nyatanya Sehun menjadi suami yang protektif.
"Jika seperti ini aku merindukanmu."
Dia berbisik pelan. Membaringkan tubuh di atas ranjang empuk. Kyungsoo menarik selimut guna menutup tubuhnya. Udara dingin tidak terlalu baik untuknya.
"Apakah menunggumu adalah sebuah keputusan yang salah?"
Ia kembali berbisik di balik selimut yang menutup hampir semua bagian wajah. Kyungsoo mengehela napas berat. Ponselnya bergetar, ia baru menerima sebuah pesan.
"Datanglah ke Seoul dalam dua jam. Seseorang ingin membicarakan kontrak denganmu."
Saat itu tubuh Kyungsoo melompat dari atas ranjang. Dia terduduk dan membaca kembali pesan yang dikirim adiknya.
"Ya? Bagaimana bisa?"
Ia memastikan dengan menghubungi adiknya langsung. Lelaki di seberang sana hanya terkekeh pelan. Mengatakan seseorang mendatangi gallery seni miliknya dan bicara tentang Kyungsoo.
Detik itu dia bergegas membersihkan diri, jarak dari rumah Kyungsoo untuk ke tempat adiknya dalam berpindah Kota bisa menempuh satu jam lebih perjalanan menggunakan mobil.
Musim semi yang hangat membawa kebahagiaan untuk anak manusia ini. Dia melajukan mobil dalam kecepatan sedang.
Ia sangat senang, namun sebuah kebingungan seperti awan hitam yang telah ada di atas kepalanya.
Sepuluh menit yang lalu dalam perjalanan dia menerima alamat dalam bentuk sebuah pesan dari adiknya.
"Volare?"
Dia membaca nama restaurant Italia di mana Kyungsoo sedang berdiri. Matanya berkedip beberapa kali, memastikan ia tidak salah tempat.
"Maaf Nona."
Tempat Kyungsoo berdiri menghalangi beberapa pelanggan yang ingin masuk. Dia segera menunduk setelah menyadarkan diri. Langkahnya sekecil mungkin menaiki anak tangga yang hanya beberapa langkah. Pintu kaca bergeser dan Kyungsoo mendapati suasana yang sama seperti beberapa bulan lalu.
Pelan dia melangkah masuk kemudian menemui seorang pelayan.
"Aku memiliki janji dengan pelanggan Jung Ilhoon."
Pelayan itu segera membawa Kyungsoo ke lantai atas. Bahkan tempat duduk yang sama di mana dia pernah bersama seorang lelaki. Membuat Kyungsoo semakin merindukan lelaki itu.
"Kau sudah tiba kak?"
sapaan adiknya membuat Kyungsoo tersenyum canggung. Napas hangatnya berhembus begitu saja, ia menarik salah satu kursi dan mulai bergabung dengan dua lelaki ini.
Beberapa percakapan ringan hingga membicarakan kontrak kerja Kyungsoo untuk sebuah pekerjaan.
"Kau bisa tanda tangan di sini."
Pria itu bicara memberitahu Kyungsoo. Tentu dia segera mengangguk.
"Kalau begitu aku permisi. Istriku sudah terlalu lama menunggu."
Kedua kakak beradik itu tersenyum mempersilahkan lelaki itu pergi.
"Ada apa kak?"
Adiknya bertanya membawa perhatian Kyungsoo sepenuhnya.
"Tempat ini mengingatkanku pada Kai."
Adiknya mengangguk paham. Ia tentu ingat pada lelaki yang pernah menjaga gallery seni miliknya dulu.
"Nah. Aku juga harus kembali ke rumah. Kau sendiri?"
Kyungsoo berpikir sejenak.
"Sudah empat bulan aku tidak kembali ke apartemen. Aku harap tidak banyak debu agar bisa tidur dengan tenang." Kalimat terakhir membawa langkah kaki mereka berjalan keluar.
Kyungsoo tidak segera menuju mobilnya. Wanita itu kembali ke dalam setelah adiknya pergi.
"Oh Nona? Ada yang anda lupakan?"
Sapaan seorang juru masak yang sedang berada di dalam ruangan membuat Kyungsoo tersenyum. Itu adalah Suho, pria yang pernah bicara dengan Kai ketika mereka datang berdua.
Ia memperhatikan sekitar kemudian mencondongkan wajah untuk berbisik.
"Apa kau tahu di mana Kai berada?"
Suho menarik wajahnya, dia terlihat bingung namun kemudian dia tersenyum pada Kyungsoo. "Bagaimana jika bertanya pada pria di sana?"
Pandangan Kyungsoo menemukan Yunho sedang bicara dengan seseorang.
"Itu adalah ayah kandung Kim Jongin. Pemilik restoran ini."
Degh
Kyungsoo tersenyum canggung atas bisikan Suho barusan.
"Aku permisi."
Dia memilih pergi meninggalkan tempat itu, ingin berkunjung ke bar milik Sehun, namun percuma saja. Pria itu juga tidak tahu keberadaan Kai. Pamannya yang seorang pengacara keluarga Kai tidak memberitahu apapun.
Untuk Kyungsoo, pemuda itu menghilang begitu saja.
"Mereka ingin aku menjadi bagian dari kongres tahun ini? Menakjubkan! Ya Do Kyungsoo! Ini adalah pekerjaan yang sedikit berbeda. Ayo pulang dan menulis sesuatu yang berbeda lagi."
Ia melajukan mobil menuju apartemennya setelah membeli beberapa cemilan. Kyungsoo butuh merapikan tempat ini sedikit, ia berterima kasih karena beberapa kali adiknya mengirim cleaning service untuk memperbaiki keadaan dan membersihkan debu. Bahkan ia masih menemukan memo yang pernah ditinggalkan untuk Kai.
'Aku tidak akan mengganggu konsentrasimu.'
Kyungsoo mengabaikan kertas itu. Jika saja dia tidak terbawa emosi mungkin dia benar-benar bisa membuat sesuatu yang lebih menarik lagi.
~ RoséBear~
-enam bulan kemudian-
"Kau sudah tiba?"
Kai mengangguk. Dia tersenyum pada saudara tirinya. Menyerahkan koper dan semua barang yang dibawa kembali ke negara ini. Pria itu amat sangat senang.
"Baiklah adikku. Kemana kau ingin aku mengantarmu malam ini? Kau akan pulang ke rumah ayah?"
Kai tersenyum pada Ilhoon. Ia telah duduk di kursi penumpang dengan saudara lelaki keduanya itu mulai menyetir.
"Kapan kalian akan memulai konferensi pers?"
Ilhoon terkekeh mendengar pertanyaan Kai barusan. "Besok jam delapan pagi."
Ia hanya tersenyum.
"Tenanglah. Dia menarik begitu banyak perhatian di kongres pertamanya. Aku tidak pernah melihat seseorang yang begitu antusias tentang pendidikan anak di jalanan. Kau tahu? Beberapa orang benar-benar mengajukan diri untuk menjadi volunteer."
"She is so adorable! I can't wait to hear the news".
~ RoséBear~
"Kau persis seperti ikan yang dikeluarkan dari air. Oh Kyungsoo! Bisakah kau tidak membuka minuman alkohol itu!? Chanyeol bahkan melarangku mencium aroma alkohol di kehamilan pertama ini."
Kyungsoo menatap Baekhyun yang duduk di dekatnya dengan tatapan kesal. Memang benar saat ini Baekhyun mengandung anak pertama setelah pernikahan mereka beberapa bulan yang lalu.
"Oh lihatlah! Sekarang kau seperti wanita yang sedang patah hati lagi. Padahal besok itu hanya akan ada beberapa media saja. Jangan jadi menyebalkan Kyungsoo!"
Ia mempout bibirnya lucu. Bagaimanapun, ini kemunculan pertama Kyungsoo di media setelah selama ini hanya menulis dan memberikan ide melalui sebuah organisasi. Ia telah mengumpulkan beberapa supporter untuk mendukung setiap kegiatan sosial yang mereka kerjakan. Apalagi sekarang dia bekerja bersama Ilhoon yang merupakan pemilik dari Seoul central media, sebuah kontak media untuk para jurnalis seperti Kyungsoo dalam memberikan informasi. Selain sebagai sebuah kontak media, mereka juga memiliki tempat pendidikan untuk anak-anak. Bisa dipastikan beberapa orang penting diluar kongres juga akan menyaksikan dirinya. Membuat wanita itu bahkan lupa tentang latar belakang pendidikan yang dia miliki.
"Chanyeol sudah berada di bawah. Sebaiknya aku pergi dan jangan pernah mecoba meminum alkohol itu! Atau besok aku akan menendangmu."
Ucapan Baekhyun hanya dijawab sindiran oleh Kyungsoo. dia mengantar wanita hamil itu keluar dari apartemen. Ahh tangannya menjadi gemetar dan Kyungsoo kesulitan untuk tidur.
Karena acara besok dia akan semakin di kenal orang.
Akan sangat melelahkan jika dia harus berkendara satu jam lebih, pada akhirnya apartemen ini menjadi pilihan Kyungsoo. Ia menghembuskan napas kasar menemukan beberapa kenangan tentang kunjungan Kai kemari. Padahal sudah 10 bulan lebih tapi nyatanya bayangan lelaki itu masih mengganggu pikirannya.
Pada akhirnya ia putuskan menyalakan laptop, di mana Kyungsoo membiarkan jari tangannya mengetik sesuatu. Sesuatu yang tidak pernah dia beritahukan pada orang-orang.
~ RoséBear~
Kai melambai pada Ilhoon yang mulai menjauh. Pria itu membawa serta barang-barang Kai dan meninggalkannya di sebuah bangunan bertingkat.
"Kai!"
Seseorang memanggilnya. Membuat pemuda itu berbalik dan dia tersenyum menanggapi kebingungan pria tinggi yang kini meneliti setiap inchi tubuhnya.
"Wahhh kau benar-benar kembali?" Bahkan suara lelaki itu terdengar menyimpan sebuah kejutan.
"Apa yang kau lakukan di sini Chanyeol?"
Ia bertanya, membawa langkahnya menuju sebuah kursi besi yang berjejer di pedestrian diikuti pria tinggi itu.
"Istriku mengunjungi temannya."
Kai hanya tersenyum mendengar pengakuan Chanyeol. "Maaf tidak bisa menghadiri pernikahanmu. Aku harap kau menyukai hadiah yang kukirim."
Chanyeol mengangguk mengerti. Dia telah menerima pemberian Kai, sebuah tiket perjalanan hingga akomodasi untuk bulan madu keduanya beberapa waktu lalu.
"Apa kau baru kembali?"
Kai mengangguk. Dia membenarkan pertanyaan Chanyeol.
"Sebenarnya aku masih penasaran, kemana saja kau menghilang? Hampir satu tahun Kai. Tidak ada yang tahu keberadaanmu. Aku terlalu takut bertanya pada keluargamu, begitu juga dengan Sehun."
Kai terkekeh pelan.
"Sebuah perjalanan panjang, tapi hari ini aku putuskan kembali ke rumah."
Ia menunduk. Rumah yang Kai maksud berbeda dengan pikiran Chanyeol di mana pemuda tinggi itu berpikir Kai kembali ke rumah ayahnya.
"Apa kau tahu Kyungsoo mengalami masalah?"
Detik itu ia mendongak dan mendapati sosok Baekhyun berdiri di belakangnya. Sepertinya wanita hamil itu telah mendengar setiap percakapan yang keduanya lakukan. Namun tatapan Baekhyun jauh dari kata baik-baik saja. Pandangannya memiliki emosi untuk pria tan mengakibatkan Kai hanya tersenyum canggung, terutama ketika Baekhyun berjalan mengelilingi bangku dan duduk di antara mereka.
"Dia pikir kau benar-benar marah padanya. Bahkan sampai sekarang Kyungsoo memilih mengasingkan diri dari para lelaki karena masih memikirkanmu."
Detik itu Kai tersenyum. "Itu berita bagus."
"Oh!" Baekhyun berdecih di mana sekarang Chanyeol berusaha menenangkan istrinya itu. "Sebagai teman Kyungsoo, dapatkan aku mendengar penjelasanmu Kim Jongin?"
Ia menekan pada setiap kata memaksa pria tan itu mendongak. Mendapati jalan yang cukup ramai pada pertengahan musim gugur. Ia merapatkan coat biru yang dikenakannya.
"Kenapa tiba-tiba kau muncul di dekat tempat tinggal kyungsoo? Kemana saja kau hampir satu tahun ini? Terakhir, mengapa kau menghindarinya?"
"Aku memang mencoba menghindarinya, tapi aku tidak bisa. Sejak awal aku berusaha menepati janji padanya."
Kai menoleh pada Baekhyun. "Jika boleh mengucapkan sesuatu padamu. Aku sangat berterima kasih kau banyak membantu Kyungsoo. Angin malam pada musim gugur tidak terlalu baik untuk calon anak kalian."
Dia tersenyum. Kemudian bangkit dan menepuk pundaknya, menyingkirkan helaian daun yang tersangkut di sana.
"Kai! Aku ingin mengatakan sesuatu tentang Kyungsoo padamu."
Baekhyun menarik ujung coat yang lelaki itu gunakan.
"Kita bisa mencari tempat yang hangat untuk memulai sebuah percakapan."
Di mana kemudian Chanyeol membawa kedua orang itu memasuki sebuah kedai malam yang cukup sepi.
"Aku pergi ke Italia, mengambil pendidikan khusus dan melakukan pelayaran. Sebelum berlayar aku meminta Ilhoon untuk bekerja bersama Kyungsoo."
"Ilhoon? Jung Ilhoon?"
Kai mengangguk untuk pertanyaan Baekhyun.
"Dia kakakku."
Baekhyun membuka mata sipitnya karena begitu terkejut.
"Wait! Ilhoon memiliki nama belakang Jung, bagaimana denganmu?"
Kai mengawali pembicaraan mereka tentang alasan kenapa dia harus meninggalkan Korea pada saat seharusnya dia menemui Kyungsoo. Dia bahkan mengatakan banyak hal tentang beberapa tahun yang lalu hingga bagaimana keluarganya. Pemuda itu juga melanjutkan sebuah cerita di mana dia harus menyelesaikan pembelajaran selama empat bulan di Italia sebelum kemudian magang di sebuah kapal pesiar agar bisa memiliki sertifikat seorang chef. Pelayaran membuat Kai tidak bebas berkomunikasin dengan banyak orang. Surat yang dia kirim bisa tiba dua minggu kemudian.
"Seharusnya kau memberitahu Kyungsoo. Dia mengalami banyak hal karena patah hati denganmu."
Kai menunduk mendengar perkataan Baekhyun.
"Dia memiliki banyak rasa bersalah yang tidak bisa diperbaiki. Kyungsoo pikir kau benar-benar marah dan meninggalkannya. Hari itu ibumu mengatakan tentang Ayahmu, dia berusaha memberitahumu tapi situasi kalian menjadi rumit di mana dia marah namun saat kembali tidak menemukanmu lagi."
Kita semua memiliki cerita masing-masing, di mana kekurangan menjadi bagian yang harus diperbaiki. Ada banyak hal yang kita temukan di kemudian hari, hingga kemudian nyatanya waktu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Sampai saat ini dia masih mencintaimu. Kyungsoo membutuhkan perhatian seseorang karena kedua orang tuanya bahkan belum kembali dan adiknya terlalu sibuk dengan kelahiran anaknya. Sementara dia tidak bisa menarik perhatian lelaki lain karena memikirkanmu."
"Kau ingin aku melakukan sesuatu?"
"Bisakah kau membuatnya tenang? Besok karier Kyungsoo dimulai kembali. Aku percaya kau bisa melakukan sesuatu."
Apa yang telah diucapkan Baekhyun beberapa waktu lalu berhasil membawa langkah kaki Kai kembali. Tadinya Kai ingin menemui Kyungsoo dan memperbaiki hubungan mereka, namun sepertinya ada hal lain yang harus dia lakukan.
~ RoséBear~
Pria itu masuk ke apartemen Kyungsoo menggunakan code akses yang tidak pernah diganti. Dia tersenyum menemukan Kyungsoo berbaring di sofa dengan layar laptop menyala. Segera dia matikan benda itu kemudian memindahkan Kyungsoo ke kamar.
Wanita itu sedang tidur dan begitu mempesona. Mempengaruhi Kai untuk tetap berada di tempatnya, duduk di pinggir ranjang dengan menepuk punggung tangan Kyungsoo agar dia kembali tidur dengan tenang setelah dipindahkan.
Kai telah memperhatikan wajah Kyungsoo, sudah begitu lama tanpa sadar matahari hampir terbit. Dia memandang jam di pergelangan tangannya.
05:23 KST
Masih sangat gelap di luar sana. Kai melangkah ke dapur Kyungsoo, menemukan beberapa bahan masakan dan membuat makanan hangat. Hanya semangkuk sup krim hangat, dan betapa terkejutnya Kai menemukan Kyungsoo berdiri memandanginya.
Wanita itu baru saja keluar dari kamar dan sepertinya membutuhkan air mineral. Kai diam memperhatikan Kyungsoo, di mana wanita itu menggelengkan kepala kemudian berjalan menuju kulkas. Saat Kyungsoo membuka benda itu, dia mengabaikan memo yang telah tertempel selama sepuluh bulan ini.
Kyungsoo menutup pintu kulkas setelah menuangkan air mineral. Sementara Kai masih memperhatikannya. Wanita itu menatap Kai sekali lagi kemudian mengalihkan perhatian pada memo di depan kulkas.
"Aku bahkan masih berhalusinasi dia ada di sini."
Ingin Kai tertawa mendengar kata-kata Kyungsoo. Tapi dia menahan diri saat Kyungsoo membawa langkah kaki mendekat. Meletakkan gelas kaca di atas keramik kitchen set. Tanpa bisa Kai menghindar bagaimana kini Kyungsoo memeluknya.
"Detak jantungnya bahkan terdengar nyata."
Kyungsoo mendongak dan tersenyum pada Kai. Dia benar-benar merasa malu, ia pikir wajahnya telah memerah karena wanita ini.
Ketika itu ponsel Kyungsoo dari dalam kamar berbunyi. Membuatnya melepaskan Kai. Barulah ia bisa bernapas lega. Kai pikir dia mengalami semacam heart attack karena pelukan dan senyuman Kyungsoo barusan. Wanita itu bukan hanya mempesona, namun benar-benar menggemaskan.
Ia berjalan mengekor ketika Kyungsoo kembali ke kamar dan mengangkat panggilan. Bisa Kai pastikan itu adalah Baekhyun. Memastikan Kyungsoo telah terbangun.
Tepat ketika mematikan panggilan Kyungsoo kembali berbaring di ranjang. Menarik selimut dan membungkus tubuhnya. Kai segera mendekat dan merapikan Kyungsoo. Dia tertawa kecil.
"Sepertinya kau berhasil. Aku benar-benar jatuh cinta padamu Kyungsoo."
Kai berbisik pelan tepat di telinga Kyungsoo sebelum mencium pipi halus itu.
Ia putuskan menyiapkan sarapan Kyungsoo kemudian pergi. Ada satu hal yang masih harus ia lakukan.
To Be continue...
-Terima kasih-
RoséBear
