Wkwkwkwkwkwkwk…. Chap 10! Musim gugur! Nggak kerasa banget… Nyehehe… di chap ini, Naruto belum ngomong suka lagi ke Sasuke, ngomongnya di chap depan (Readers : "Padahal gue udah nunggu-nunggu!").

Ceritanya Uchiha cs (keluarga Sasuke) lagi nginep di rumah Naruto, jadi jangan heran kalo Sasuke tiba-tiba ada di rumah Naruto. Uchiha cs n Namikaze cs (keluarga Naruto) mau ngadain acara nggak-tau-acara-apaan *plak*.

Yaudahlah, baca sendiri aja.

Sasuke : "Yei, sekamar sama Naru-chan!"

Naruto : "Sialan loe, author!"

Author : "Kenapa gue yang disalahin, sih?"

Naruto : "Kenapa harus pake acara Sasuke nginep di rumah gue?"

Author : "Kalo nggak, chap ini nggak bakalan jadi,"

Naruto : "Gue tetep nggak mau!"

Author : "Nanti juga suka,"

Itachi : "Gue muncul juga, lho!"

Deidara : "Halo, un,"

Author : "Yasudahlah, mulai ajah!"

Disclaimer : Naru itu punya Sasu. Siapa, tuh, Masashi Kishimoto? Ngaku-ngaku yang punya Naru. Naru cuma milik Sasu seorang! Heaaah! *dibuang ke jurang sama OMAS (Om MASashi)*

Genre : Romance/Friendship

Rating : Sumpah, bosen ngomongnya! T, nih, nih!

Pairing : SauNaru

Warning : Gwaaaaaaa, Yaoi! Tiut, tiut! Shounen Ai, woy! Gumblaaaar! Boys Love, glegaaaar!

Don't Like, Don't Read

Enjoy ^^

xXx Hit 10 : Kissing Under A Full Moon xXx

-Kamar Naru PM 7.15-

"Gwaaaa, Teme, lepas!" Naruto ngamuk-ngamuk gaje di pelukan Sasuke. Sasuke udah nutup mulut Naruto pake telapak tangannya, tapi digigit terus (pake lakban, Sas!).

"Naru-chan, gue mau bareng sama elo," Sasuke meluk Naruto makin kenceng. Naruto nabok-nabok muka Sasuke, terus ngomong, "Nggak usah peluk-peluk begini!"

"Sas, berlebihan loe! Gue aja cuma duduk di sebelah Dei-chan. Lha, elo sampe kasur berantakan gitu," kata Itachi yang lagi duduk di kasurnya Deidara. Di kamar Naruto emang ada dua kasur. Satu buat Naruto sendiri, satunya lagi buat Deidara kalo lagi nginep.

"Biarin! Sesuka gue, dong!" Sasuke meletin lidahnya.

"Sasuke, gue nggak bisa nafas!" Naruto berusaha ngelepasin dirinya dari pelukan Sasuke yang kelewat kenceng. Sasuke natap mata Naruto, "Kita lakuin sesuatu, yuk! Tenang aja, nggak sampe rate M, kok!" Sasuke nyeringai setan, lalu narik selimut sampe nutupin dirinya n Naruto.

"GWAAAAA, TEME!"

"Apa, sih?"

"GE-GELAP!"

"Cuma segini doang, kok,"

"GUE NGGAK MAU! GUE TAKUT GELAP, TAU!"

"Ntar juga terbiasa,"

"NGGAAAAAK!"

"Ribut banget, sih, un," Deidara ngerasa keganggu karena teriakan Naruto. Itachi ngehampirin SasuNaru, lalu narik selimut, tuh, "Heh, Sas! Kalo mau berisik jangan di sini! Deu-chan jadi keganggu!" (Tumben ngebela Uke-nya)

"Pindah aja ke kamar sebelah! Repot amat!" jawab Sasuke yang lagi nindihin Naruto.

"Itachi-kun, pindah aja, yuk, un!" Deidara bangkit dari duduknya, lalu jalan ke kamar sebelah. Di lantai dua, selain kamar Naruto, ada 2 kamar lagi, itu kamar buat tamu.

"Yaudah, deh," Itachi ngikutin Deidara keluar kamar.

"Teme, keluar dari kasur gue!" Naruto ngedorong Sasuke sampe Sasuke jatuh ke lantai.

"Naru-chan, gue mau tidur bareng loe," Sasuke ngerengek sambil sujud-sujud di kaki Naruto.

"Gue nggak mau! Ntar gue diapa-apain!" Naruto mendengus n kelua kamar. Sasuke nyegat Naruto, "Mau kemana?" tanyanya.

"Mau cari makanan! Minggir!" jawab Naruto ketus.

"Biar gue antar, My Ohime-sama," Sasuke langsung ngegendong Naruto ala bridal style n melesat ke lantai bawah. Naruto berontak, "Teme, turunin! Ntar ortu gue ngeliat!"

"Biarin aja, biar kita direstuin sekalian," jawab Sasuke asal.

"Ogah banget! Turunin, Teme!"

"Nggak,"

"GYAAAAAAAAA!"

-Ruang Makan PM 7.21-

"Naruto, nggak mau makan kare?" tanya Sasuke ke Naruto sambil nunjuk piring berisi kare punya Naruto. Sasuke diancam sama Naruto, kalo manggil dia pake embel-embel 'chan' di depan keluarganya, Sasuke bakal mati. Sasuke nurut-nurut aja, walau sebenernya Sasuke nggak takut sama ancaman Naruto.

"Nggak makan itu gue juga masih idup," jawab Naruto, lalu bangkit dari duduknya.

"Mau keman, Naru? Makananmu belum habis," tegur Kushina. Naruto berhenti jalan, terus berbalik, natap Kushina, "Aku bukan anak kecil lagi, Kaa-san! Jangan khawatirin aku!"

"Sebagai orang tua, khawatir sama anaknya itu wajar, Naru!"

"Kan, aku sering bilang, jangan khawatirin aku! Berapa kali ngomong baru ngerti, sih!"

"Kalo gitu, Kaa-san nggak akan kasih Naru makan lagi!"

"Biarin! Tinggal minum air, bisa tahan 7 hari tanpa makan,"

Uchiha cs pada sweatdropp ngeliat adegan 'Ibu-anak kurang akur'. Minato, sih, biasa aja. Dia-nya udah sering ngeliat keributan kayak gini. Kalo udah nggak tahan, baru Minato ngelerai mereka.

"Heh, cukup! Pertandingan dimenangkan oleh Kushina!" Minato nunjuk Kushina pake sendok. Entah darimana asalnya, kertas warna-warni turun dari langit menuju Kushina, lalu terdengar lagu 'We Are The Champion'.

"Kalau di rumah, Itachi vs Sasuke," kata Mikoto. Sasuke sama Itachi langsung saling mendelik.

"Udah, ah! Pokoknya, Naru nggak mau makan!" Naruto langsung ngesot (?) ke kamarnya.

"Naruto, aku ikut!" Sasuke ngejar Naruto dengan cara ngesot juga. Yang ngeliatin pada ber-sweatdropp-ria.

-Kamar Naru PM 9.56-

"Ghee! Kenapa harus ada badai bin hujan deres malem-malem begini, sih? Gue nggak suka!" gerutu Naruto sambil ngerapetin selimut yang nutupin dirinya.

"Naru-chan, takut?"

"GWAAA!" karena kaget, Naruto langsung ngelempar bantal ke muka sang makhluk.

"Naru-chan, teganya loe ngerusak muka ganteng gue ini,"

"Sasuke? Kenapa loe di kamar gue?" Naruto terkaget-kaget ngeliat sosok yang tadi ngagetin dia adalah Sasuke.

"Gue mau tidur sama loe, jadi gue ke sini. Tukeran sama banci perempatan (Deidara)," jelas Sasuke sambil nunjuk-nunjuk pintu kamar pake jempolnya.

Naruto pasang muka asem, "Nggak! keluar dari kamar gue," Naruto mau ngedorong tubuh Sasuke, tapi...

PETS!

"Wakh!" Naruto buru-buru meluk Sasuke sampe Sasuke tiduran di kasur n di atasnya ada Naruto yang nindihin n meluk dia.

"Eh, mati listrik, ya?" Sasuke nebak-nebak (kalo mati lampu, cuma lampu doang yang mati).

"Ta-takut," Naruto makin kenceng meluk Sasuke. Sasuke jadi niat ngerjain Naruto kalo liat Naruto kayak gini, "Naru-chan, loe nyuruh gue buat keluar, 'kan? Sekarang gue mau keluar dulu," ujar Sasuke.

"Jangan! Di sini aja!" Naruto meluk Sasuke lebih kenceng lagi, Sasuke keenakan, tuh!

"Bener, nih, di sini aja? Tadi di suruh keluar," Sasuke masih niat ngerjain Naruto. Naruto geleng-geleng kepala, "Nggak! Loe di sini aja! Jangan tinggalin gue!"

"Setuju asal Naru-chan mau nyium gue," kata Sasuke iseng. Nggak ada niat sama sekali di hati Sasuke buat dapet ciuman lagi dari Naruto, tapi Naruto ngangkatwajahnya n nyium Sasuke. Sekitar ½ menit-an, Naruto ngelepas ciumannya n ngomong, "Udah gue cium, jadi jangan tinggalin gue!"

Sasuke rada kaget juga, tapi cepet-cepet ngejawab, "Yaudah, deh. Sekarang tidur aja lagi," Sasuke narik selimut sampe nutupin tubuhnya sama tubuh Naruto.

"Jangan tinggalin!" Naruto meringatin lagi. Sasuke senyum, lalu ngangguk.

"Gue janji, nggak akan ninggalin loe," ujar Sasuke, terus nyium dahi Naruto, lembut.

5 menit kemudian…

"Sasuke?" panggil Naruto, pelan. Takut orang yang dipanggilnya udah tidur n bangun karena keganggu.

"Hn?" Sasuke nyahut gitu doang.

"Jangan tinggalin gue, ya?" Naruto meluk Sasuke lagi. Sasuke senyum, "Selamanya nggak akan gue tinggalin loe,"

"Bo'ong,"

"Bener, kok. Sekarang, loe tidur lagi," Sasuke nyium dahi Naruto lagi. Naruto ngelus dahinya, "Iya, gue tidur,"

1 menit kemudian…

"Teme," panggil Naruto pelan.

"Apaan lagi?" tanya Sasuke. Rupanya masih bangun.

"Eh, nggak kenapa-napa. Kirain, loe udah tidur," jawab Naruto.

"Gue nggak akan tidur sampe loe bener-bener tidur. Gue 'kan janji buat ngejagain loe," ujar Sasuke sambil natap ata safir Naruto yang setengah nutup, Naruto emang udah muai ngantuk.

"Loe… baik, ya….," gumm Naruto pelan.

"Eh, loe ngomong sesuatu, Naru-chan?" tanya Sasuke, tadi Naruto ngomongnya pelan banget, sih, jadi Sasuke nggak denger.

"Bukan apa-apa, kok," kata Naruto sambil senyum tipis. Sasuke ikutan senyum, terus ngeraih pipi Naruto, "Loe lebih pantes senyum, tau!"

"Gitu,ya? Sayangnya, gue nggak suka senyum," kata Naruto.

"Kalo gitu, senyumnya sambil ngebayangin gue aja," Sasuke nyubit pipi Naruto pelan. Naruto ngelus pipinya, "Sasuke, sa-gyaa!"

Sasuke langsung meluk Naruto dengan cepat, lalu berbisik, "Tidur aja, Naru-chan. Loe udah ngantuk, 'kan?"

Naruto bales meluk Sasuke, "Jangan tinggalin, ya?"

"… iya,"

-Rumah Naru AM 6.39-

"Ngh… ah," Naruto ngebuka matanya pelan-pelan. Matanya silau kena cahaya matahari yang nembus lewat celah-celah tirai. Naruto bangun n natap Sasuke yang masih tidur gitu.

"Teme, bangun! Pagi, oi!" ujar Naruto, setengah ngebentak. Sasuke bangun n natap Naruto yang duduk di tepi ranjang.

"Cium, dong!" pinta Sasuke sambil nunjuk bibirnya. Naruto langsung masang muka najis-amat-pagi-pagi-udah-minta-dicium.

"Nggak!" jawab Naruto langsung, lalu jalan keluar kamar, mau ke dapur. Sasuke ngikutin di belakang Naruto.

-Dapur-

"Oh! Ohayo, Sasuke, Naru-chan!" sapa Itachi. Deidara belum bangun (dasar kebo!).

"Hn, hn," Naruto nggak gitu nanggapin sapaan Itachi n langsung jalan ke kulkas. "Ortu cs (MinaKushi n FugaMiko) kemana?" tanya Naruto ke Itachi.

"Pergi, nggak tau kemana," jawab Itachi yang lagi makan. Naruto duduk di meja makan, "Nggak ada makanan, gue makan apaan, nih?"

"Ada ramen instant," kata Itachi.

"Gue bangunin Deidara aja dulu, deh," Naruto jalan ke lantai dua.

-Kamar Deidara-

"Dei-kebo, bangun! Ntar lukisan bunga bangkai loe gue corat-coret, nih!" Naruto mecut Deidara yang masih enak-enakan tidur. Deidara ngebuka matanya, "Jam berapa ini, un?"

"Jam 7 kurang 18 menit," jawab Naruto sambil nunjukin jam weker di depan muka Deidara.

"Akh, un! Gue harus mandi, un! Itu wajib, un!" Deidara loncat n melesat ke kamar mandi.

Mohon tunggu sebentar…

"Naruto, Itachi-kun mana, un?" tanya Deidara pas keluar dari kamar mandi. Di kamarnya Dei ada kamar mandi, sama kayak kamar Naruto. Naruto yang lagi muuji (baca : ngejelekin) hasil karya Dei dalam hati, noleh ke Deidara, "Di bawah, lagi makan. Gue ke bawah dulu, ya," Naruto keluar kamar Deidara.

"Yaudah, un. Entar gue susul un," ujar Deidara.

Belum sempat tangan Naruto ngeraih gagang pintu, terdengar bunyi ledakan dari arah dapur. Naruto ama Deidara langsung lari ke bawah.

"GYAAA, SASUKE!"

I-ITACHI-KUN, UN!"

"Ah, halo," Sasuke sama Itachi jadi salah tingkah gitu. Background-nya adalah… (jeng, jeng, jeng, JENG!) dapur yang berantakan.

"Sasuke, apa maksudnya ini?" tanya Naruto dengan nada iblis yang sangat menyeramkan (jadi 'Evil Naru), tangan kanannya megang golok.

"Eh, itu… anu…," Sasuke berusaha ngejelasin.

"Itachi-kun, loe apain dapur ini, un!" Deidara jadi 'Evil Dei', tangan kanannya megang pisau tajeeeemmm banget. Kalo di'cus' gitu, entar berdarah, jadi anak baik atau anak nakal sekalipun jangan ikut-ikutan, ya?

"Ah, eh… ini… sebenernya…," Itachi sama gagapnya kayak Sasuke.

"Gue bisa dimarahin Kaa-san (un)," geram Naruto sama Deidara, berbarengan. Deidara udah nganggep MinaKushi kayak ortu-nya sendiri, MinaKushi juga udah nganggep Deidara kayak anak sendiri, coz Deidara sering dateng ke rumahnya.

"A-itu… kita mau bikin sarapan, tapi Itachi…," Sasuke nunjuk-nunjuk Itachi.

"Itachi apaan?" tanya Naruto, masih pake nada iblis.

"Gu-gue ngeledakin kompornya," jawab Itachi sambil nyengir banyak dosa.

"Saatnya hukuman…," (Naruto)

"Buat anak kurang ajar, un…!" (Deidara)

Deidara sama Naruto nyiapin senjata masing-masing, Sasuke n Itachi pucat banget mukanya.

"G-GYAAAAAAAAA!"

Mohon tunggu sebentar…

"Sas, di pojokan masih kotor," kata Naruto ke Sasuke yang lagi bersihin dapur bareng Itachi setelah digebukin sama Naruto n Deidara.

"Itachi-kun, sebelah sana masih kotor, un," Deidara nunjuk salah satu sudut ruangan.

"Ini gara-gara loe, Baka Aniki!" desis Sasuke.

"Loe ikut-ikutan, sih! Makanya, biar gue aja!" balas Itachi.

"Heh, kalo bersih-bersih, berisik dilarang keras (un)!" kata Naruto n Deidara bareng. Sasuke n Itachi langsung kerja lagi.

"Dei-chan, katanya, mau jalan-jalan," kata Itachi di depan Deidara.

"Oh, iya, un! Hayo, pergi, un! Nauto, sisanya suruh ke Sasuke duu, ya, un!" Deidara bangun dari duduknya n narik tanagn Itachi keluar rumah. Tinggallah Naruto yang lagi makan buah jeruk n Sasuke yang masih jadi babu.

"Naru-chan, udah selesai, tuh," lapor Sasuke sambil selonjoran di pojokan dapur. Naruto ngeliat hasil kerja Sasuke, "Baiklah, loe boleh istirahat,"

"Hoah," Sasuke jalan ke kulkas n ngeluarin minuman soda, lalu duduk di samping Naruto.

"Ngapain ke sini? Gue nyuruh loe istirahat," ujar Naruto tanpa noleh Sasuke.

"Ini juga lagi istirahat," jawab Sasuke sambil ngebuka minuman soda yang tadi diambilnya. Sasuke ngelirik Naruto yang ganti kerjaan, baca majalah. Sadar apa nggak, Sasuke langsung nyium pipinya Naruto, ceepat.

"A-apaan, sih, loe!" bentak Naruto sambil nge-lap pipinya.

"Cuma cium pipi, kok! Kalo cium bibir baru boleh marah," kata Sasuke pake tampang datar n nggak bersalah.

"Cih! Untung nggak ada orang!" kata Naruto sambil jalan ke wastafel, mau cuci muka.

"Naru-chan, nggak mandi?" tanya Sasuke sambil ngedeketin Naruto.

"Ini juga mau mandi," jawab Naruto sambil jalan ke kamar mandi. Sasuke nahan Naruto, "Mandi sama gue, ya?"

"Nggak akan!" bentak Naruto, lalu ngeloyor ke kamar mandi.

-Haah, author males ngetik, istirahat bentar… ok, mulai!-

"Naru-chan, laper nggak?" tanya Sasuke ke Naruto. Doi berdua lagi di ruang keluarga. Naruto nggeleng, "Nggak,"

"Gitu, ya," Sasuke ngomong itu, terus diem. Naruto juga diem. Diem bikin suasana nggak enak.

"Naru-chan," panggil Sasuke sambil ngelirik Naruto yang masih baca komik.

"Apaan?" Naruto ngejawab acuh nggak acuh.

"Ng-nggak jadi, deh!" kata Sasuke, cepat.

"Loe serius nggak, sih!" Naruto bangkit dari duduknya, lalu berdiri di depan Sasuke, "Kalo loe nggak serius, jangan ngomong lagi sama gue,"

"Bukan nggak serius…," ujar Sasuke sambil natap mata safir Naruto. "Cuma… susah ngomongnya…,"

"Hah, terserahlah!" Naruto berbalik sambil ngelambaiin tangannya. Sasuke cuma ngeliat Nauto yang jalan ke dapur dari kejauhan.

Sasuke ngejambak rambutnya sendiri, "Kenapa sesusah ini, sih!"

-Kamar Naru AM 11.36-

"Naru-chan, main, yuk!" ajak Sasuke ke Naruto yang masih asik ngebaca komik.

"Nggak! Lagian, loe mau main apan sama gue?" tanya Naruto tanpa ngalihin pandangannya.

"Main 'itu', mau?" tanya Sasuke n dapet lemparan meja dari Naruto.

"Najis, gue main 'itu' sama loe!" Naruto kembali baca komik, Sasuke ngelus-elus kepalana yang kena meja yang dilempar Naruto tadi, terus ngomong, "Malem ini katanya, bakal bulan purnama,"

"Nggak ada urusannya sama gue!" ujar Naruto.

"Nanti lihat, yuk! Berdua aja," ajak Sasuke. Naruto nggeleng, "Nggak mau! Nanti kalo diliat ortu gue, gue bakal diledekin terus, tau!" tolak Naruto. Sasuke ngajak Naruto lagi, "Naru-chan, kata Itachi, ortu kita pulangnya subuh, sekitar jam 3-an,"

"Emang mereka ngapain?" tanya Naruto sambil tiduran di kasurnya.

"Nggk tau," jawab Sasuke.

"Yaudahlah, terserah loe aja," kata Naruto sambil ngeletakin komiknya. "Mau makan?" tanya Naruto ke Sasuke.

"Naru-chan yang bikin?" Sasuke bangkit dari duduknya. Naruto ngehela nafas, "Gue nggak bisa masak,"

"Terus makannya apaan?"

"Ramen instant,"

"Nggak kurang gizi, tuh?"

"Berisik!"

-Dapur PM 12.45-

"Sasuke, cuci piring sana!" suruh Naruto. Sasuke yang baru selesai makan, noleh ke Naruto, "Nggak, ah! Yang adil itu bareng-bareng nyuci-nya,"

"Yaudahlah. Buruan!" Naruto siap-siap mau nuci piring. Sasuke berdiri di samping Naruto, "Gue yang nyuci, loe yang ngelap n natain piringnya," ujar Sasuke sambil nyalain keran.

"Okelah kalo begitu," kata Naruto.

Mohon tunggu sebentar…

"Naruto, gue pulang, un," seru Deidara sambil ngebuka pintu. Nggak ada jawaban, tapi Deidara sama Itachi denger ribut-ribut di dapur. Deidara n Itachi saling pandang, terus jalan ke dapur.

"Teme bego! Udah gue bilang, sabunnya kebanyakan!"

"Nggak! Cukup, tau!"

"Kebanyakan! Uh, pake ada acara loe nyipratin gue pake air sabun kayak gini! Ntar gue bisa dimarahin!"

"Nggak apa-apa, gue pasti dimarahin sama Kaa-san gue,"

"Naruto, Sasuke! Ngapai n loe berdua, un?" tanya Deidara pas ngeliat Naruto sama Sasuke yang pakaiannya basah n lantai dapur liicin gitu. Naruto noleh, "Oh, udah pulang, ya?"

"Loe belum jawab pertanyaan gue, un," ujar Deidara.

"Lagi nyuci piring doang," jawab Naruto.

"Nyuci piring, kok, sampe kayak kapal pecah gini, un?" Deidara jalan ngedeketin Naruto.

"Kayak kapal Titanic nabrak gunung Merapi," komentar Itachi.

"Penampilan loe berdua dashyat juga, ya, un," Deidara nyengir gaje. Naruto natap Sasuke, Sasuke natap Naruto. Sedetik kemudian, Naruto sama Sasuke saling senyum gitu. "Iya, ya. gue mandi aja, deh," Naruto jalan ke kamar mandi.

"Ikut, boleh?" tanya Sasuke. Naruto mendelik, "Nggak boleh!" Sasuke langsung pundung di pojokan.

-Kamar Naru PM 9.47-

"Naru-chan, panas nggak?" tanya Sasuke. Naruto yang lagi tiduran di kasur ngejawab, "Iya, buka jendelanya, gih!"

Sasuke ngebuka jendela, lalu natap ke langit, "Naru-chan, liat itu,"

"Liat apaan?" Naruto males banget buat bangun n nyamperin Sasuke. Sasuke ngehampirin Naruto, "Liat dulu, Naru-chan,"

"Jangan-jangan, ngeliat loe telanjang?" tebak Naruto, mesum.

"Nggak, Naru-chan. Tapi, kalo Naru-chan mau, gue nggak keberatan, kok," jawab Sasuke.

"Huh, males banget!" Naruto masih nggak mau.

"Naru-chan~," Sasuke mmeluk-meluk Naruto. Naruto berontak di pelukan Sasuke, "Iya, iya! Gue liat, gue liat! Lepasin!"

Dengan malas-malasan, Naruto jalan ke jendela, diikutin Sasuke di belakangnya. Naruto terdiem kagum pas ngeliat keluar jendela. Sasuke berbisik, "Bagus, 'kan?"

"Lagi-lagi loe nunjukin hal yang nggak pernah gue liat," ujar Naruto, masih ngeliat bulan purnama yang bersinar, terang banget.

"Loe belum pernah liat bulan purnama gitu?" tanya Sasuke. Naruto nggeleng, "Nggak pernah. Habis, males, sih,"

"Fuh, dasar…," Sasuke mendengus sambil senyum.

"… makasih," ujar Naruto sambil natap Sasuke. Sasuke bales natap Naruto, "Sama-sama,"

Naruto sama Sasuke masih tatap-tatapan. Beberapa detik kemudian, Sasuke pelan-pelan ngedeketin wajahnya ke wajah Naruto, Naruto mejamin matanya.

Bibir Sasuke nyentuh bibir Naruto dengan lembut. Naruto ngegenggam tangan Sasuke sampe Sasuke ngelepasin ciumannya.

"Aishiteru, Naru-chan," ujar Sasuke sambil natap Naruto n senyum. Naruto diem aja sambil nundukin wajahnya.

'Aishiteru, Sasuke,' ujar Naruto, dalam hati.

-Masih di kamar Naru PM 10.29-

"Ugh, sialan!" gerutu Naruto sambil naruh gelas di meja sebelah kasurnya. Sasuke yang duduk di sebelah Naruto ngomong, "Nggak apa-apa, Naru-chan. Besok juga sembuh. Loe 'kan udah minum obatnya,"

"Loe yang nggak sakit itu nggak ngerasai penderitaan gue! Gue yang seorang 'pembunuh' ini jadi lemah hanya gara-gara flu? Sialaaaaann!" teriak Naruto. "Dan ini semua gara-gara loe!" lanjut Naruto sambil nunjuk dahi Sasuke.

"Kok, gue, sih?" tanya Sasuke heran.

"Gue nggak akan sakit kalo loe nggak nyiram gue pake air pas nyuci piring, tau!" jelas Naruto sambil berbaring di kasurnya.

"Ya, maaf kalo gitu," ujar Sasuke.

"Udah, ah! Jangn berisik, gue mau tidur!" Naruto narik selimut sampe nutupin tubuhnya. Sasuke masih betah duduk di sebelah Naruto.

10 menit kemudian…

Sasuke ngelirik Naruto yang udah tidur. Sasuke senyum, "Masih aja manis," gumam Sasuke. Sasuke ngedeketin wajahnya ke wajah Naruto lagi. Sasuke senyum lagi n bibirnya nyentuh bibir Naruto lagi.

Naruto ngebuka matanya sedikit n doi ngeliat mata onyx Sasuke. Naruto kembali mejamin matanya, mau tidur sambil nikmatin sentuhan bibir Sasuke.

DUAK!

Sasuke buru-buru ngejauhin wajahnya dari wafah Naruto n ngeliat ke arah pintu. Terlihat Itachi memasuki kamar Naruto dengan noraknya.

"Heh, bisa nggak, sih, loe ngetuk pintu dulu? Pintu rumah orang sampe loe tendang. Belom puas loe nendangin pintu rumah?" Sasuke sewot.

"Hehe, maaf," Itachi nyengir gaje. "Oh, iya. Tadi Kaa-san nelpon, besok pergi ke gunung," jelas Itachi.

"Mau ngapain?" tanya Sasuke.

"Nggak tau, deh," Itachi ngangkat bahunya. "Udah ya. Mau tidur duu sama Dei-chan," Itachi keluar kamar Naruto.

"Oh, iya! Maaf, ya, gue gangguin elo, cium Naru-chan lagi sana. Nggak akan gue ganggu lagi, kok," kata Itachi pake nada ngeledek sebelum nutup pintu kamar Naruto. Sasuke langsung blushing.

"ITACHIII! LOE NGELIAT, YA! SIALAAAANN!"

Permisi, Te Be Ce mau lewat…


Nyehehehehehehehe… akhirnya selesai…. Capek! Ung, masih gaje aja, nih, fic. Yang bikin gila, sih… *ngejelekin diri sendiri*

Naruto : "Author jelek!"

Author : "Kenapa, sih, semuanya demen banget ngejelekin gue…?" *pundung*

Naruto : "Emang udah takdir loe jelek," *ngomongnya pelan*

Author : "Kedengeran, tau! Naru, gue benci elo,"

Naruto : "Terserah elo, deh. Heh, chap depan gue ngomong, nih?"

Authror : "Ho'oh. Yang romantis, ya, ngomongnya,"

Naruto : "Nggak, ah," *loncat dari jendela kamar author*

Author : Hoi, loe ngambil komik gue, ya! Padahal baru dibalikin sama Neji kemaren," *ngamuk2 gaje*


*Bales Review*

Author : "Heaaah, mari bales ripiu!" *nunjuk layar laptop*

Naruto cs : "Lagi-lagi…!"

Akayuki Kaguya-chan

Naruto : "Gue nggak mau bikin orang bahagia, apalagi ngebahagiain Fujoshi! Gue preman yang bikn semua orang sengsara!"

Author : "Tobat, Naru! Kiamat udah deket!"

Sasuke : "Eh, bener juga. Kok, nggak kepikiran, ya? Naru, pake rok, nih!" *ngasih Naru rok*

Naruto : "Geh, ogah!"

Author : "Loe tobat juga, Sas! Berhentilah jadi orang mesum!"

Sasuke : "Halah, kayak Pak Haji Hidan yang tinggal di kolong jembatan aja loe!"

Hidan : "Buacchiii!" (bersin yang aneh)

Author : "Makasih ripiu-nya!"

Fujoshi Nyasar

Sasuke : "Hah, bene juga! Naru-chan, ke atap lagi, yuk!"

Naruto : "Kagak, ah. Gue sariawan pasca ke kunci di atap,"

Author : "Sas, emang loe mau ngomong apaan?"

Sasuke : "Ntar, musim dingin aja,"

Author : "Makasih atas ripiu-nya! Kalo berhasil bikin resepnya, kirimin ke saia, ya! Alamatnya kota –piiip-, kabupaten –piiip-, kecamatan –piiip-, jalan –piiip-, nomer –piiip-, okeh!"

Sasuke : "Gimana ngirimnya, loe sensor alamat loe,"

Metra Uzumaki

Sasuke : "Bener, ciuman 4 kali!"

Author : "Loe ngacungin jarinya 5,"

Naruto : "Ntar gue patahin satu jarinya,"

Sasuke : "Hoe? Gue OOC, ya? sialan nih, author,"

Naruto : "Gue malu-malu tapi mau, ya? Gue baru tau…,"

Author : "Thank you atas ripiu-nya!"

Kaze or wind

Sasuke : "Uke-ku emang baik~," *meluk Naru*

Nauto : "Sas, di depan umum nih, Sas! Lepasin gue!"

Author : "Sasu mau bilang –piiiiiiiiiiiip- ke Naru,"

Naruto : "Kok, disensor? Gue juga pengen tau, nih,"

Author : "Biarkan ini jadi rahasia alam,"

Sasuke : "Lagi-lagi kayak Pak Haji Hidan yang miskin,"

Author : "Ripiu-nya makasih!"

Namikaze RyuuKitsune

Author : "Wai, makasih udah bilang fict-nya tambah keren! Padahal menurut saia, tambah gaje abis. Hee… siapa, ya, yang ngunci SasuNaru di atap?" *ngelirik Sakura and the Genk*

Sakura cs : *nyengir2 gaje*

Sasuke : "Naru-chan, ayo ke atap lagi!"

Naruto : "Nggak mau! Loe pasti mau nge'itu'in gue!"

Author n Sasu : "Bener, Naru (chan) seneng di cium!"

Naruto : "Nggaaaaakk!"

Author : "Gyaaa, menjauhlah setan!" *ngelemparin Orochimaru pake kacang*

Orochimaru : "Huhuuu… padahal udah susah sulit sampe kejepit bikinin loe Baci special!"

Author : "Najis! Makanan yang loe bikin itu halal buat loe, haram buat gue!"

Orochimaru : *nangis guling2 sambil gigitin besi*

Author : "Oke, makasih ripiu-nya!"

UchiRasen

Sasuke : "Asiiik banget semaleman sama Naru-chan!"

Naruto : "Gue nggak seneng,"

Author : "Oke, makasih!"

Safira Love SasuNaru

Author : "Kyaaaa, dibilng keren lagi!"

Sasuke : "Bukan elo-nya, tapi fict-nya,"

Author : "Iya, gue tau,"

Naruto : "Author katarak, kasih tau dikit apa yang mau Sasuke omogin ke gue!"

Author : "Siapa yang loe panggil katarak! Nggak akan gue kasih tau kalo gitu,"

Naruto : "Cih!"

Author : "Ripiu-nya makasih, ya!"

Author : "Iya, di hape-ku juga. Tapi, kejengkelannya hilang pas kamu nge-review fict-ku!"

Naruto : "Loe makin OOC, ya?"

Author : "Oh, iya! Emang gue sering OOC!"

Sasuke : "Manusia paling aneh,"

Author : "Oke, giliran loe berdua, Sasuke n Naruto!"

Sasuke : "Dibayar nggak, nih?"

Author : "Virus Kakuzu mulai merajalela. Thank you atas ripiu-nya!"

Sweet's Strawberry

Naruto : "Gue murah kok. Cuma 500 juta doang,"

Author : "Bisa beli komik berapa, tuh?"

Sasuke : "Bisa beli tokonya sekalian,"

Author : "Asooyy, tuh!"

Gaara : "Beli buku pelajaran, jangan komik mulu,"

Author : "Loe kagak bosen belajar, ya?"

Gaara : "Nggak,"

Author : "Yawdah, deh! Makasih ripiu-nya!"

Semuanya, makasih atas review-nya! ^o^


*Minta Review*

Author : "Oke, bantuin gue minta review,"

Sasuke : "Bayarannya?"

Author : "Ngutang dulu, ya? gue masih miskin,"

Naruto : "Parah banget!"

Author : "Udahlah, bantu, bantu! Terserah loe mau ngomong apaan, pokoke ada kata 'minta review',"

Sasuke : "Okeh! Para Fujoshi yang tengah berbahagia (halah), minta review-nya, ya~! Ntar adegan kissu-nya dibanyakin, deh!"

Naruto : "Sas, ngomong sembarangan loe!"

Nurani Naruto : "Heh, buruan ripiu sana! Ntar gue bakal kissu-kissu sama Sasu-Teme, dah!"

Author : "Okeh, makasih!"

Sasuke : "Bayaran," *nadahin tangan*

Author : "^#!*$^*!^*#&!," *ngasih Sasu 50 rihbu*

Sasuke : "Yeii! Ayo kencan, Naru-chan!"

Naruto : "Jangan nyeret-nyeret gue!"

Senpai-senpai n Reaers semua, review, ya? Yang diomongin Sasu bener, tuh! Adegan kissu-nya bakal ditambahin, tapi tergantung reviewnya. Masih berminat buat review, 'kan? *karena puppy eyes no jutsu nggak mempan, jadinya alligator eyes no jutsu* *senpai-Readers pada kabur*

SEE YOU NEXT CHAP!