Who 10

.

.

.

"haishh!"

"Sabar sayang, hujannya deras sekali"

"ck. Aku mengantuk"

"Ne~ kita hampir sampai dirumahmu"

Baekhyun mempoutkan bibirnya, ia bersandar lagi pada jendela disisinya dan menatapi aliran hujan di kaca dengan kesal.

Harusnya ia tak perlu menuruti Chanyeol untuk berbelanja dulu tadi. Tahu kalau lelaki itu hanya akan membuang waktu dengan membelikannya beberapa mainan, harusnya Baekhyun memilih untuk pulang saja. Dan sekarang, hujan malah turun dengan deras, membuat Chanyeol sendiri hanya pasrah dan mengendarai mobilnya dengan perlahan.

"hei, kau marah?" Chanyeol bertanya hati-hati ketika mobil hitamnya mulai memasuki pekarangan rumah Baekhyun

"ani!" Namun Baekhyun menjawabnya angkuh, bahkan anak itu sama sekali tak mau menoleh kearahnya.

Harusnya Baekhyun memang berterimakasih karena Chanyeol mau membelikannya barang-barang menggemaskan seperti apa yang saat ini menumpuk di jok belakang mobil lelaki itu. Tapi, Baekhyun kan tidak memintanya. Ia tadi hanya ingin pulang namun Chanyeol bilang belum waktunya untuk pulang. Menyebalkan.

"Kita sudah sampai"

"aku tahu"

Baekhyun membuka sabuk pengamannya, berniat lari dan menerjang hujan ketika tiba-tiba Chanyeol menahannya.

"Hujan"

"haishh, aku mengantuk sekali hyung! Jangan ha-"

"tunggu sebentar!"

Dan Baekhyun tak bisa berkata-kata lagi, ketika Chanyeol sudah keluar terlebih dahulu dari mobil setelah berhasil membuka payung lebarnya.

Tak lama, pintu mobil disisinya terbuka. Membuat Baekhyun mau tak mau menoleh dan mendapati Chanyeol sudah mengulurkan tangan untuknya.

"ayo"

Mata Baekhyun memutar jengah, sambil mengabaikan uluran tangan Chanyeol ia bangkit dan membanting kasar pintu mobilnya.

Dingin adalah hal pertama yang ia rasakan ketika air hujan sedikit-sedikit menerjangnya. Ia memeluk dirinya erat, mengabaikan bagaimana Chanyeol mati-matian merasa gemas padanya.

"butuh pelukan?"

"dalam mimpimu! Dasar mesum!"

Dan Baekhyun segera berlari ketika sampai diteras rumahnya. Wajahnya sudah merah tak karuan karena Chanyeol. Ia membuka pintu rumahnya kasar, berniat langsung kabur kekamarnya kalau saja Eomma-nya tidak muncul tiba-tiba.

"E-eomma membuat Baekkie takut"

"Kau darimana saja sayang? Bajumu juga basah seperti ini, kenapa ti-Oh, Chanyeollie?"

"hai ahjumma" Chanyeol mendekat dan tersenyum ketika eomma Byun menyambutnya juga dengan sebuah pelukan hangat.

"Baekkie mau gan- e-eomma~"

Baekhyun yang berniat kabur kekamarnya untuk sekedar ganti baju beringsut mundur dan memilih berlindung didalam pelukan eommanya.

Ia menyadari dua orang paruh baya diruang tamu rumahnya tengah menatapnya lekat. Juga sang ayah yang nampak begitu santai sambil tersenyum padanya.

"eomma? Appa?"

Mata Chanyeol terbuka lebar, ada perasaan senang yang dapat ditangkap dari sorot matanya ketika ia menyadari kedua orang tuanya yang nampak bingung ada disini. Ah, ia memang meminta keduanya datang, ia juga sudah minta izin ke Byun ahjumma dan ahjussi kalau orang tuanya akan berkunjung.

"ah Baekkie, beri salam pada Park ahjumma dan suaminya"

"h-halo"

Baekhyun masih nampak takut dan memilih untuk tetap berada didalam pelukan eommanya walau orangtua Chanyeol tersenyum begitu ramah.

Ia melirik Chanyeol takut, dan menapati lelaki itu menatapnya dengan pandangan penuh cinta. Ayolah, Baekhyun tengah bingung dan butuh penjelasan.

"Sudah, ganti bajumu dulu saja"

Baekhyun mengangguk ragu, ia melepaskan pelukan eommanya dan masih menatap dengan bingung orang tua chanyeol yang juga memperhatikannya.

"oh, ajak Chanyeol ganti baju juga sayang. Ia akan masuk angin kalau bajunya basah seperti itu"

"eung?"

Anak manis itu kembali mempoutkan bibirnya, ia mana mungkin mengajak Chanyeol ke kamarnya. Setelah semua hal bersama lelaki itu yang membuat jantungnya berdebar, ia harus kembali berduaan dengan si tampan itu didalam kamar? Oh tidak, terimakasih.

"Aku tidak apa-apa, jangan khawatirkan aku" Raut wajah menggemaskan Baekhyun berubah tiba-tiba menjadi khawatir ketika Chanyeol bilang dirinya baik-baik saja. Chanyeol pasti tahu kalau dirinya tidak nyaman. Ah, Baekhyun merasa tidak enak.

"nggggg, yasudah h-hyung pakai saja kamar Baekkie dulu. Baekkie akan carikan pakaian Appa untuk hyung ganti baju"

"aku ti-"

"Lantai dua. Nanti Baekkie menyusul"

Dan anak itu langsung berlari cepat, tak membiarkan sepatah kata protes keluar dari mulut Chanyeol yang akhirnya membuat lelaki itu memilih untuk menurut.

.

.

.

"ah, sepertinya ini belum waktunya memakain piyama. Aku akan ganti ba-"

"Oh, sudah selesai?"

"YAK!"

Pekikan spontan Baekhyun kala itu membuat Chanyeol mengerjap kaget ditempatnya. Tangannya masih memegangi agang pintu dengan tangan satunya mengusap dada.

Ia hanya berniat mengecek apakah calon pengantinnya itu baik-baik saja atau tidak setelah hampir satu jam menghabiskan waktu untuk mandi.

"Mesum!"

Sabar.

Chanyeol yakin ia adalah lelaki yang sabar. Ia tahu itu dengan baik, bahkan saat Baekhyun tanpa belas kasihan melemparkan handuk basah kewajahnya ia hanya diam, menyingikirkan handuk diwajahnya perlahan dan kembali TERSENYUM pada Baekhyun.

"Ayo turun, eomma-mu memanggil"

"Duluan saja. Aku harus me-"

"Kau sudah cantik, mau secantik apa lagi?"

Tak tahu kenapa Baekhyun jadi tersipu saat itu, ia tahu pipinya bersemu mendengar Chanyeol memujinya. Ia tahu seharusnya tak seperti ini, tapi ia terlanjur menunjukannya pada Chanyeol.

"haishh, menyingkir!"

Sambil menghentak-hentakan kaki ia keluar dari kamarnya, sempat menabrak Chanyeol dengan sengaja tapi tak sampai membuat lelaki tampan itu tersinggung.

"hey" Tangan ringkih Baekhyun ia tarik, membuat hentakan kaki anak itu terhenti "bersama"

"ck"

"Mau kugendong?"

"Mau!"

Chanyeol sempat terkejut, bahkan mengedipkan matanya beberapa kali dan hampir mengecek telinganya dengan jari kalau saja Baekhyun tak memukul lengannya.

"tidak ja-"

"ah iya iya, aku hanya terkejut. Sekarang naik"

Dengan terburu Chanyeol berbalik, sedikit merendahkan tubuhnya agar Baekhyun dengan mudah naik kepunggungnya.

Anak manis itu tersenyum senang tanpa sadar, dan tanpa banyak berpikir ia segera melompat ketubuh Chanyeol, memeluk lehernya erat dan mengayun ayunkan kakinya. Ah, kapan lagi mengerjai Chanyeol seperti ini, pikirnya.

.

.

.

"Jadi, itu Baekhyunnie yang kau ceritakan?"

Chanyeol hanya tersenyum, menurunkan Baekhyun dari gendongannya dan membiarkan anak itu berlari kepelukan Eomma Byun. Sedangkan Mama Park ditempatnya sana hanya mengangguk paham, bahkan tanpa Chanyeol jelaskan lagi wanita itu sudah mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

"Baekhyunnie, kemarilah sayang"

Baekhyun saat itu menegang ditempatnya, ia memeluk Eomma-nya semakin erat ketika wanita paruh baya diujung sana tersenyum padanya. Ia juga melirik Chanyeol, tapi lelaki itu hanya tersenyum seperti biasanya.

"tak apa sayang. Pergilah, Park ahjumma memanggilmu"

"tap-"

"hey, tidak sopan kalau kau seperti ini"

"n-ne eomma"

Setelah Eomma Byun meyakinkan, juga sebuah senyum dari Park ahjumma yang terlihat begitu ramah dimata Baekhyun, akhirnya ia pun mendatangi wanita itu.

Ia nampak kaku, apalagi ketika Park Ahjussi mempersilahlannya duduk diantara ia dan Park ahjumma. Astaga, Baekhyun tidak melakukan kesalahan apapun kan?

"aigoo, anak ini manis sekali"

Park ahjussi tersenyum begitu menawan, mengingatkan Baekhyun pada seseorang yang punya senyum menawan juga. Park ahjussi memberinya pelukan, menepuk beberapa kali lengannya dengan penuh kasih sayang dan membuat Baekhyun nyaman.

"ahjussi mirip Chanyeol hyung...hehe" ia terkekeh pelan diakhir, membuat semua orang merasa gemas padanya.

"ah, dia anakku kalau kau ingat"

Baekhyun mengangguk cepat dan menunjukkan bagaimana senyum terbaiknya saat itu. Dan lagi-lagi membuat Park ahjussi gemas dan terus mengusak kepalanya dengan lembut.

"jadi Baekhyunnie,"

"ne?"

Ia menoleh, ketika Park Ahjumma menariknya untuk mendekat. Wanita itu sedikit merentangkan tangan, dan Baekhyun dengan senang hati masuk kedalam pelukannya. Ayolah, ini orang tua Chanyeol, tidak apa-apa kan kalau Baekhyun seperti ini?

"Jadi, kau serius ingin menikahi Chanyeol?"

"a-ahjumma"

"Mama saja untukmu"

Baekhyun senang ketika Park ahjumma mengusap kepalanya dengan begitu lembut, ia tahu wanita ini menyukainya. Tapi, kenapa tiba-tiba suasananya jadi begitu menegangkan? Sepertinya beberapa detik lalu ia masih tertawa bersama Park ahjussi.

"Sayang, Mama hanya bertanya...tidak usah takut"

"M-mama..." Baekhyun mencicit, melirik Chanyeol didepan sana yang masih tersenyum dan berbisik menenangkan.

"Kau menakutinya Eomma" Chanyeol membelanya ketika sadar Baekhyun akan tetap terus mencicit seperti itu. Ia tersenyum pada ekhmm, calon istrinya itu "Lagipula, kami memang akan menikah. Iya kan Bee?"

"Hyung kan tadi memaksa"

Oh, Baekhyun bahkan langsung bereaksi ketika Chanyeol menggodanya didepan sana. Ia mengeratkan pelukannya pada Park ahjumma ketika dadanya bergemuruh. Bagaimana bisa Chanyeol mengatakannya sesantai itu didepan orang tua mereka? Ya tuhan.

"jadi, anak nakal itu memaksamu?"

"Ne, Chanyeol hyung tidak mau membuka mobilnya kalau Baekkie tidak mau menikah de..."

"dia banyak bicara seperti yang kalian bilang"

Baekhyun tersadar ketika ia menjadi banyak bicara kala itu. Apalagi ketika semua orang menaruh seluruh perhatian padanya. Khususnya Park ahjumma, wanita itu bahkan terus tersenyum ketika Baekhyun bicara.

"ah, manis sekali. Bukankah akan menyenangkan kalau kau jadi adik Chanyeol saja?"

"a-adik? / Eomma!"

Dan rasanya Baekhyun mau mati saja, menyingkir dari Park ahjumma sejauh yang ia bisa saat ini.

TBC

With Love,

Peachybloom