Longinus 14Th ( Declare of The War )
Naruto Masashi Kishimoto
High School DxD Ichie Ishibumi
Warning : AU, OOC, OC, TYPO, Semi Canon, dan Lain – lain
DemiDevilNaru, SmartNaru
Chapter 9 : Ravel Phenex and Kunou, My Cute Fiancee (Serangan Balik, Prodigy, dan Kejutan ).
Tempat Negosiasi, Perbatasan Selatan Kyoto ( Tengu vs Danzo )
Tempat negosiasi yang telah diluluhantakkan oleh Ravel menjadi semakin berantakan akibat pertarungan sepihak dari Danzo, dengan Susano'onya ia menebas secara membabi buta sehingga hanya memberikan Tengu pilihan untuk melayang di udara agar terhindar dari resiko tebasan.
" Kemari kau gagak kecil " Beribu – ribu panah astral tertuju pada Tengu yang menyilangkan kedua katananya di depan dada. Ia terus menunggu waktu dimana energi Danzo menurun namun hal itu belum datang juga padahal pertempuran sudah berjalan hampir setengah jam.
Dengan memutarkan kedua katananya, seluruh panah astral yang tertuju padanya tertepis berlawana arah.
Danzo menghentikan serangannya, sudah cukup baginya untuk memperlihatkan kapasitas kemampuannya. Ini merupakan permainan mental, ia ingin menjatuhkan mental wakil Kyuubi itu sehingga terbentuk mindset bahwa ia tak akan dapat mengalahkan Danzo, namun sepertinya Danzo salah Tengu yang kemampuan militernya telah terasah ratusan tahun tak akan goyah hanya perbedaan kekuatan, pengalaman mengajarkan Tengu bahkan musuh terkuat sekalipun dapat tumbang jika ditunjang oleh strategi yang matang.
" Ada apa denganmu Gagak ? Apa kau hanya dapat menghindar ? " tanya Danzo dengan nada meremehkan. Ia menghilangkan sebentar Susano'onya, walaupun dengan bantuan penelitian Orochimaru, ia tetaplah non – Uchiha yang akan cepat terkuras energinya jika terus menggunakan kemampuan Uchiha. Jadi, sekarang ia akan bermain cerdas dan menggunakan Susano'o sebagai kartu asnya.
" Kau tadi mengatakan jika tanpa Sharinggan, aku tak akan berdaya bukan ? Maka, akan kubuktikan bagaimana kemampuanku saat ini " Tengu mengepakkan sayapnya mengantarkan gelombang angin membalas tantangan Danzo.
" Kau menggunakan angin yang spealisasiku ? Apa kau bercanda ? " hanya dengan satu kibasan tangan gelombang angin itu menghilang, Danzo mulai berlari mendekat pada Tengu yang akan mendarat.
Ting
Peraduan antara tangan Danzo dan katana Tengu berderu nyaring. Tak dapat disangkal Tengu terkejut mendapati Danzo dapat menahan katananya hanya dengan tangan kosong, katananya walaupun bukan termasuk senjata yang terkenal namun sanggup untuk memotong taring Kyuubi yang dikatakan sekeras intan.
" Bagaimana huh ? " Danzo menyeringai mendapati gestur terkejut dari Tengu. Tengu segera mengeser kakinya ke belakang membiarkan tubuh Danzo melewatinya.
" Kau banyak bicara sekarang. " komentar Tengu datar. Salah satu katananya menghilang, ia berfokus pada katana yang ia genggam menggunakan tangan kanannya. Kombinasi antara angin dan api mulai menyelimuti katananya dan dalam singkat terbentuk spiral yang mengelilingi bilah katana.
" Ho ... akhirnya kau serius Tengu " Pendar kebiruan menyelimuti kedua tangan Danzo. Pendar kebiruan itu merupakan akumulasi dari chakra angin yang diperkuat dengan senjutsu. Danzo merupakan master dari elemen angin bangsa youkai, tak ada yang mengungguli kemampuan elemen anginnya. Benda apapun yang teraliri chakra angin akan menjadi tajam dalam kasus Danzo ia mempertajam tangannya.
Tanpa aba – aba, Danzo meningkatkan kecepatannya, tak hanya pada tangannya, ia juga melapisi seluruh tubuhnya dengan chakra angin. Tengu menunduk sedikit menghindari pukulan cepat yang diarahkan Danzo pada kepalanya, kecepatan Danzo meningkat dua kali lipat dari sebelumnya, hingga membuat Tengu kesulitan. Katananya ia silangkan di depan dada begitu merasakan hawa bahaya datang dari sana, dan benar saja dalam sekejap Danzo muncul di sana dan memberikan tendangan.
Krak
Tengu melototkan matanya begitu tekanan dari tendangan Danzo membuatnya tergeser sedikit, sedikit keretakan juga ditemui pada katananya setelah beradu dengan tendangan Danzo.
BUAK
Untuk pertama kalinya, Tengu menerima pukulan Danzo akibat terlalu banyak berpikir. Dadanya yang menerima pukulan itu mengeluarkan banyak darah karena telah teriris oleh chakra angin Danzo, jika yang menerima serangan itu Youkai kelas bawah sudah pasti mereka akan mati karena tubuh mereka tertembus.
" Hahaha ... kutarik ucapanku sebelumnya. Ternyata waktu membuatmu berkarat, Tengu " Danzo memberikan pandangan meremehkan selagi menjilat darah Tengu yang berada pada kepalan tangannya.
" Selanjutnya, aku akan mengincar kepala gagakmu itu "
Wushh
Selesai dengan ucapannya, Danzo menghilang lagi dan muncul di samping Tengu yang memberikan senyuman tipis.
DUAKK
Dua kepalan tangan bertemu menghasilkan gelombang angin yang begitu tinggi. Memanfaatkan keterkejutan sementara Danzo, Tengu mengubah kepalannya menjadi posisi mengenggam tangan Danzo dan menarik Danzo mendekat pada katananya yang telah terhunus ke depan.
Jleb
Katana tersebut langsung menancap tepat di dada Danzo yang telah terbatuk mengeluarkan darah begitu banyak.
" Ini belum selesai " bisik Tengu tepat di telinga Danzo, tangannya yang menggengam kepalan tangan Danzo membentuk insou.
Fire Wheel
Spiral api yang membungkus katana Tengu berputar cepat menggilas dan membakar seluruh organ dalam tubuh Danzo. Sudah dipastikan dengan serangan kritikal itu, Danzo ... tamat. Atau setidaknya itulah yang dipikirkan Tengu.
Grep
Dua tangan Danzo segera menangkap pergelangan tangan Tengu yang mengenggam Katana yang tertusuk dalam dirinya, Tengu hanya dapat melebarkan matanya terkejut ketika melihat Danzo masih hidup, tetapi sesuatu menarik perhatiannya. Mata kanan Danzo yang merupakan Sharinggan kini telah menjadi putih, mata itu buta.
" Kheh ... tak kusangka kemampuan Izanagiku masih belum sempurna haha " Danzo tertawa kencang sambil terus mengeratkan genggamannya. Ia tersenyum sinis pada Tengu.
" Kau tahu, kupikir aku dapat selamat dengan kemampuan Izanagi dimana ia dapat mengubah kenyataan namun ternyata hal ini gagal. Haha ini pasti akibat dari ular tua bangka itu, tapi tak apa ... jika aku akan mati maka kau ... akan ikut bersamaku " Seluruh tubuh Danzo dipenuhi kanji – kanji yang mulai bercahaya.
Tengu melebarkan matanya, ketika mengenal teknik tersebut.
Ura Shisho Fuinjustu
Teknik meledakkan diri dengan segel yang berupa kanji yang terdapat pada tubuh Danzo. Daya ledaknya begitu besar sehingga sanggup membumihanguskan seperempat kota Kyoto.
" Mari kita akhiri ini Tengu ... BERSAMA "
BUUUUUUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
XoX
DUARRR
Satu bukit kecil jauh yang terletak seribu mil dari Kyoto rata dengan tanah begitu Orochimaru mendarat di sana. Youkai ular itu menyeka darah yang mengalir dari bibirnya begitu melihat seberkas awan keemasan beserta aura ungu mendekat cepat ke arahnya.
Ia mendecih tak senang mendapati satu penghalang lagi dari tujuannya, bagaimana ia bisa lupa Sun Wukong walaupun telah meninggalkan Kyoto untuk melayani Sakra, masih Youkai. Tentunya, Sun Wukong yang telah berpengalaman dengan politik dunia segera menyadari kejanggalan dibalik negosiasi Uchiha dan Youkai.
Wush
Sasuke melompat dari awan kinton Sun Wukong, aura keunguan dari Susano'onya membara begitu melihat tatapan iris ular dari Orochimaru.
" Kheh tak kusangka Kera pelayan datang juga ke pestaku. " sindir Orochimaru sambil merilekskan pergelangan tangannya. Ia memutar – mutar sendi pada bahunya sebelum memberi pandangan mengerikan kepada dua lawannya.
" Kalian akan sekarat di sini. Akan kubuat kalian menyesal karena telah merusak rencanaku " Sun Wukong menghilangkan awan emasnya dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian perang khas China. Tongkat emasnya ia putar – putarkan di sekeliling tubuhnya.
" Hentikan basa – basinya. Tambahkan pertarungannya " balas Sun Wukong segera melesat menuju Orochimaru, Sasuke di belakangnya menambah output senjutsunya,senjutsu ? yah Uchiha menggunakan itu sebagai sumber energi mereka juga persis seperti Youkai.
Aura ungu Susano'onya menggelegar, tubuh yang semula hanya tengkorak secara cepat terlapisi otot – otot kemudian pakaian samurai sebelum akhirnya seluruh tubuhnya tertutup jubah ungu hanya memperlihatkan sedikit bayangan tubuh Sasuke, dua mata merah mengerikan serta busur panah.
Orochimaru hanya mengangkat kedua tangannya mengeluarkan ribuan ular untuk menahan laju Sun Wukong, tiga ular berdiameter 2 meter muncul dari balik pundaknya untuk menepis ribuan panah astral sasuke.
" Kehadiran kalian akan membuatku terhibur sebelum menonton klimaks dari tujuanku " 2 ular muncul lagi dari pinggangnya menembakkan beberapa material sihir untuk menahan Sun Wukong yang telah berjarak 2 meter darinya. Sun Wukong tak menahan serangan itu, memilih untuk menghindar agar dapat benar – benar berhadapan dengan Orochimaru membiarkan saja material sihir itu melesat menuju Sasuke.
Duar
Ledakan kecil terbentuk ditubuh Susano'o Sasuke namun sama sekali tak mempengaruhi pemiliknya, Sasuke memilih diam terlebih dahulu agar tak menganggu Sun Wukong yang mulai beradu fisik dengan Orochimaru.
Sun Wukong melompat tinggi mengambil ancang – ancang untuk membantingkan tongkat emasnya pada Orochimaru yang telah mengubah tangannya menjadi sepuluh ular yang menukik ke atas menuju Sun Wukong.
BUAGG
Pukulan dari tongkat emas milik Sun Wukong dapat ditahan dengan mudah oleh 10 ular Orochimaru, kesepuluh ular itu membelit tongkat tersebut dan berniat membelit tangan Sun Wukong, namun sang legenda terlebih dahulu melepaskan tongkatnya dan merunduk untuk menghancurkan keseimbangan dari Orochimaru dengan memberikan tendangan keras di tulang kering Orochimaru. Orochimaru dengan simpel merubah bagian bawah tubuhnya menjadi ular dan melata dengan cepat menuju Sun Wukong. Terkejut akan teknik Orochimaru, Sun Wukong berusaha melepaskan belitan Orochimaru dari kakinya. Senjutsu dikumpulkan dalam jumlah cukup banyak di tangannya dan hanya dengan sekali pukul, Orochimaru melepaskan belitannya merasakan betapa bagian tubuhnya yang menerima pukulan senjutsu mati rasa seketika.
Tak menyerah sampai di sana, Orochimaru menjauh sambil menembakkan ular – ularnya yang mengeras seperti benda padat pada Sun Wukong yang masih belum pulih dari rasa sakit di kakinya atas belitannya. Belitan tersebut juga dilakukan Orochimaru sambil meletakkan racun dan senjutsu gelap jadi dapat berdampak pada Sun Wukong.
Tar Tar
Beruntung Sasuke tanggap akan situasi, dua panah astral cukup untuk menghentikan Orochimaru. Menyadari keadaan kakinya, Sun Wukong memanggil kembali awan kintonnya untuk berpindah kembali menuju Sasuke.
" anda baik – baik saja ? " tanya Sasuke melirik sebentar pada Sun Wukong yang telah kembali di sampingnya, dapat ia lihat pada bekas belitan Orochimaru di kaki Sun Wukong meninggalkan ruam yang berwarna kehitaman, terdapat kutukan di sana.
" Aku baik – baik saja. Namun, aku membutuhkan waktu untuk memulihkan kakiku " jawab Sun Wukong sambil mengarahkan senjutsu pada kakinya. Sasuke mengangguk, Susano'onya bertransformasi kembali menjadi tengkorak dengan kepala iblis, dua pasang tangan terbentuk yang masing – masing menggengam pedang energi.
" Kalau begitu aku akan maju " Ujar Sasuke melesat ke arah Orochimaru. Melihat hal itu, Orochimaru membuka rahangnya lebar, dari kerongkongannya ular berukuran kecil keluar dan membuka rahangnya pula mengeluarkan sebuah pedang berkilauan. Dengan gerakan cepat Orochimaru mengambil pedang tersebut dan menutup rahangnya kembali.
Prang
Satu pedang energi Sasuke segera binasa begitu bersentuhan dengan pedang Orochimaru, tak berhenti di sana, Sasuke menebaskan ketiga pedang energinya secara serentak namun sama seperti sebelumnya ketiga pedang energi itu menghilang seakan tak pernah ada.
Orochimaru mengambil kesempatan dalam waktu pendek tersebut untuk menusukkan pedangnya pada tubuh Susano'o Sasuke.
PRANGG
Bunyi nyaring dari hancurnya pertahanan Sasuke menggema di udara. Sasuke melebarkan matanya melihat pertahanannya untuk kedua kalinya dihancurkan dengan mudah. Leher Orochimaru secara tiba – tiba memanjang dan melesat menuju leher Sasuke. Sasuke berniat memberontak namun tanpa ia sadari ular – ular Orochimaru sedari peraduan pedang mereka telah bergerak melata mendekat padanya puncaknya ketika Susano'onya menghilang ular – ular tersebut membelit tubuh Sasuke. Membuat Uchiha terakhir tersebut tak berdaya, tepat sebelum taring Orochimaru mendarat pada lehernya pandangannya gelap, Sun Wukong muncul di hadapannya memberikan tendangan pada kepala Orochimaru.
Buak
Leher sang ular terpental cukup jauh sementara tubuhnya hanya bergeser beberapa centi. Dengan satu kibasan tangan seluruh ular yang membelit tubuh Sasuke berhasil dihancurkan oleh Sun Wukong.
" Kau lengah " teriakan samar dari Orochimaru tak dapat dimengerti oleh Sun Wukong maupun Sasuke. Dengan cepat tubuh Orochimaru yang tak jauh bergeser bertransformasi menjadi ribuan ular yang menuju Sun Wukong membelit sang Youkai ular, Sasuke berniat membantu namun satu ular cukup besar datang dari arah belakang, rahang dari ular tersebut terbuka menghunuskan Kusanagi tepat pada Sasuke.
Sun Wukong yang melihat itu memusatkan pikirannya dan seberkas emas melesat cepat menepis Kusanagi dari leher Sasuke. Berkas emas itu yakni tongkat emasnya, ia dapat mengendalikannya via telepati.
Tongkat tersebut berputar ganas menggilas seluruh ular yang mengekang tubuh tuannya. Sedangkan Sasuke mengeluarkan kembali Susano'onya sukses menghancurkan ular yang membelitnya.
" Dia tangguh. Jadi, sedari awal ia menahan kemampuannya huh ? " bisik Sasuke dengan nada tak percaya. Ribuan ular kembali hadir dan berjarak 200 meter dari mereka, ular – ular tersebut bersatu membentuk kembali Orochimaru yang hanya memberikan seringai menjijikkan kepada lawannya.
" Sudah kukatakan, kalian lengah " Tepat ketika ucapan Orochimaru selesai, dua lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki Sasuke dan Sun Wukong, secara cepat lingkaran sihir di bawah kaki Sun Wukong mengeluarkan aura racun, yang tak dapat ditahan oleh youkai kera tersebut.
" Apa kalian sadar sedari tadi kalian berdiri di tempatku berdiri sebelumnya. Semenjak pembicaraan awal kita aku terus menyuplai racun dari Medusa yang kugunakan untuk menaklukkan Yasaka ke tempat itu. " Orochimaru memberikan seringainya pada Sun Wukong yang telah berkeringat dingin merasakan seluruh tubuhnya kaku.
" Ah ... sepertinya Telos Karma kembali menyelamatkanmu, Uchiha Sasuke " ujar Orochimaru melirik Sasuke yang berhasil lepas dari tekniknya walaupun keadaan Sasuke tak dapat dikatakan baik.
" Jadi, itu benar. Aku memiliki longinus ? Kalau begitu ... " Sasuke memfokuskan matanya, Amaterasu
Seberkas api hitam melesat cepat menuju Orochimaru yang hanya terkekeh. " Kau berpikir dapat memanfaatkan longinusmu untuk menghadapiku. Dengan menggunakan teknik yang paling berisiko kau berharap pada keberuntuganmu agar serangan itu mengenaiku ... " Orochimaru mengeluarkan tiga ularnya untuk menahan serangan tersebut.
" Harusnya kau sadar mengapa baru tadi saja aku terpengaruh dengan longinusmu. " Sasuke menatap tak percaya api hitamnya dapat ditepis dengan mudah. Perkataan Orochimaru menyadarkannya, selama penyekapan Orochimaru tak menerima kesialan apapun, bagaimana hal itu mungkin ? Bukankah ia mengubah keberuntungan orang lain menjadi kesialan bagi orang lain.
" Inilah jawabannya " Orochimaru dengan bangga menggulung lengan baju kanannya memperlihatkan sebuah gauntlet.
" Hasil penelitianku yang begitu tinggi. Maha karyaku. Aku sebut ia dengan Imagine Breaker ... Dengan ini, semua serangan yang berasal dari imajinasi seperti sacred gear dan sihir tak mempan padaku. Artinya, hanya senjutsu dan serangan fisik yang mempan padaku hahaha " Leher Orochimaru mendadak memanjang dan segera taringnya mendarat pada tubuh Sun Wukong yang terlihat mulai bergerak.
" aku membaca pikiranmu kera, yah aku akui segel itu tak akan berefek sama jika tak memasuki tubuhmu secara langsung. Namun, dengan segel perintahku sekarang, kau bukan lagi ancaman " ujar Orochimaru memendekkan lehernya lagi, segel di bawah kaki Sun Wukong juga telah menghilang namun kera tersebut segera berlutut dengan bercak – bercak hitam menjalar dari tempat Orochimaru mendaratkan taringnya.
" Saa ... Susano'o ...saatnya aku benar – benar menghabisi dirimu " Orochimaru memberikan pandangan membunuh pada Sasuke yang telah kembali masuk dalam Susano'onya.
XoX
Ledakan dari arah selatan perbatasan Kyoto membuat beberapa penduduk Kyoto panik seketika. Kudeta yang direncanakan Orochimaru benar – benar memporak pondakan Kyoto, Youkai penjaga hanya tersisa satu batalion yang beranggotakan 100 Youkai, yang lain diungsikan bersama penduduk karena telah terluka akibat serangan para Chimera maupun terluka menghadapi antek – antek Orochimaru. Setengah dari batalion yang tersisa tersebut diarahkan untuk mengamankan tempat pengungsian sementara yang lain bersama dengan Seekvaira dan Reni berhadapan dengan Chimera yang terus berdatangan dari portal Orochimaru. Portal itu mentransfer 100 Chimera setiap 5 menit, normalnya hal itu dapat ditangani dengan mudah terlebih 50 Youkai yang diturunkan semuanya berada pada tingkatan tinggi, yang dijuluki sebagai Kyoto Guardians, namun berkat mutasi entah bagaimana yang diberikan Orochimaru, Chimera tersebut menjadi begitu sulit ditaklukkan.
Duarr
2 Chimera meledak begitu Youkai bertipe salamander bergerak cepat menanamkan bom pada tubuh kedua Chimera tersebut. Beberapa suara pembantaian dan raungan dari Chimera terus bersahutan. Setengah jam telah terlewati, dan 600 Chimera lebih telah mereka hadapi. Energi mereka semakin terkuras namun tepat di menit ke 35 100 Chimera kembali turun.
Mendapati raut putus asa dari para rekannya salah satu Youkai berteriak.
" JANGAN MENYERAH ... TAK PEDULI SEBANYAK APAPUN MUSUH. KITA KYOTO GUARDIAN HARUS MENUNJUKKAN KEHORMATAN YASAKA – SAMA ... SEMUANYA DENGUNGKAN BERSAMAKU " Youkai singa itu menarik nafas dalam lalu berteriak diikuti youkai lainnya.
" UNTUK KYOTO, DAN UNTUK YASAKA – SAMA " dengan teriakan itu, para Youkai kembali bergerak untuk menaklukkan Chimera. 3 orang Youkai penjaga berkumpul saling membelakangi begitu 10 Chimera mengepung mereka.
" Jangan panik, percayakan bagian belakang pada partner kalian " bisik salah satu Youkai direspon anggukan oleh yang lain. Kerja sama apik mereka berhasil membuat mereka menaklukkan ke sepuluh Chimera tersebut dengan sedikit usaha, namun 20 Chimera lain segera mengepung mereka kembali.
Youkai penjaga yang tak menerima serangan dari Chimera berinisiatif menembakkan serangan jarak jauh mereka menuju portal.
" Terima ini " Youkai kura – kura yang tempurungnya bermodifikasi menjadi senapan menembakkan laser senjutsu dalam konsentrasi tinggi, tak lama satu laser kecil kemerahan ikut menyerang juga.
" Aku akan ikut menolong " Youkai kura – kura tersebut hanya fokus pada serangannya tak membalas ucapan gadis di sampingnya. Seekvaira dengan satu lingkaran sihir kecil membantu Youkai kura – kura tersebut. 10 detik mereka serentak menghentikan serangan mereka, Reni telah berada di dekat mereka menembakkan material sihir dari 5 lingkaran sihir kecil yang terus mengelilinginya untuk menghadang Chimera yang berniat untuk menyerang youkai kura – kura dan Seekvaira.
" Bagaimana ? " tanya Reni. Portal hitam itu berkedut sebentar, terjadi beberapa gerakan tak teratur sebelum akhirnya portal itu melebar dan 100 chimera kembali turun, padahal waktu baru 3 menit berjalan semenjak kedatangan 100 Chimera sebelumnya.
" Portal itu juga menghisap energi. Sekarang, laju transfernya meningkat menjadi 3 menit sekali " jelas Seekvaira menyesuaikan letak kacamatanya. Reni dan beserta Youkai lain meringis mendengar hal itu.
" Menghisap energi katamu ? " tanya Youkai salamander setelah meledakkan beberapa Chimera yang berada di dekatnya. 50 Chimera mendekat ke arahnya, Reni segera mengekstrak manna dalam jumlah cukup besar dan membentuk 3 golem raksasa untuk memberi waktu kepada mereka berdiskusi sebentar.
" Ya. Itu masih asumsiku, akan tetapi hal itu menjelaskan mengapa jumlah Chimera yang berdatangan tidak habis – habis "
" Mah mah ... sebenarnya trik kalian saja yang salah " Seekvaira, Reni dan para Youkai penjaga serentak memandang ke arah suara feminim itu berasal, Seekvaira beserta Reni hanya dapat mengangkat alis mereka mendapati Ilya dan Le Fay beserta Kuroryuu versi mini melata cepat di belakang Le Fay.
" Kami datang untuk membantu kalian. Namun, kami membutuhkan sedikit waktu ... " Ilya menjelaskan. Para Youkai memberikan tatapan sangsi namun Seekvaira segera mengambil tindakan.
" Baik, kami beri kalian waktu 5 menit. Youkai – san tolong urus Chimera di permukaan kami akan menahan laju kedatangan mereka. "
" Bagaimana kalian melakukannya ? "
" Kami punya rencana " ujar Reni dengan senyum misterius begitu mengerti pandangan Seekvaira.
" Baiklah, aku percayakan pada kalian. Kalian berdua ... " Youkai singa itu menunjuk Ilya dan Le Fay " tetap berada di belakang kami, kami akan menjamin 5 menit berharga bagi kalian " sebagai respon atas ucapannya 3 Youkai penjaga segera membentuk barisan di depan dua gadis itu. Seekvaira membentangkan sayap iblisnya dan mendekati portal hitam itu, 3 menit telah berlalu dan gelombang kedatangan 100 Chimera kembali terjadi, namun Seekvaira segera membentuk lingkaran sihir Agares dalam ukuran raksasa di depan tubuhnya begitu lingkaran tersebut bergerak masuk menuju portal tersebut seketika portal itu dan kedatangan para Chimera berhenti di udara. Itu teknik penghentian waktu, tidak lebih tepatnya fenomena. Agares memiliki kemampuan spesial akan itu, mereka dapat menghentikan fenomena pada objek yang mereka inginkan dan Seekvaira menghentikan gerak portal tersebut. Tentu terdapat tenggang waktu, dan manna yang Seekvaira berikan sangat tinggi.
Tiba – tiba tanah Kyoto berguncang, hawa dingin menelusuri tempat itu membuat daerah sekitar berembun. Dari balik embun itu samar berdiri dengan elegan sebuah patung berbentuk seorang putri yang membawa tongkatnya.
Reni kembali menggunakan mode terkuat longinusnya. Berbeda saat penyelamatan Le Fay, kali ini ia bersatu dengan longinusnya. Tongkat dari patung tersebut perlahan bergerak mendekati portal hitam itu dan seketika ujung tongkat itu menyentuh portal itu membeku.
Seekvaira segera menghentikan tekniknya, ia menyisakan sedikit tenaganya untuk meraih tubuh Reni yang telah kehabisan tenaga dan membawanya kembali ke permukaan dimana Le Fay dan Ilya tersenyum karena persiapan mereka selesai.
" Biar kami urus dari sini " ujar Ilya. Ia maju ke depan menatap 50 Chimera yang menatap ganas kepadanya. Rantai muncul dan membelit tangan kanannya, ujung dari rantai tersebut berupa artefak yang tergenggam dalam tangan mungil Ilya.
Black Dragon Limited Balance Breaker
Tangan kanan Ilya mulai menggelap, dan secara kilat seluruh tubuhnya ikut menggelap. Irisnya yang merah semakin pekat sedangkan surai peraknya berganti menjadi emas. Kulitnya mulai bersisik, ini merupakan balance breaker dalam versi terbatas.
" Ini penggabunganku dengan kekuatan Kuroryuu. Tentu ini belum sempurna mengingat aku baru saja membuat kontrak darinya kurang dari satu hari, jadi bentuknya masih sangat jelek seperti ini. Namun aku yakin aku bisa "
Erase
Bunyi mekanik hadir dari tangan kanan Ilya, dan Ilya mulai melesat menuju para Chimera yang meraung mendapati Ilya telah berada di dekat mereka, tubuh Ilya mengeluarkan aura hitam mistis yang semakin membuat Ilya menjadi mengerikan. Satu Chimera bergerak mencakar Ilya yang hanya diam menerima serangan tersebut, cakar tersebut bersentuhan dengan kulit Ilya, dan cakar itu menghilang bersamaan dengan seluruh tubuhnya.
" Menyentuhku sama artinya menyentuh keadaan. Ekstensinya akan terhapus begitu saja "
Semua mata menatap Ilya dengan pandangan terpukau. Dengan cepat ia menghabisi seluruh Chimera yang tersisa. Namun, masih ada satu orang yang belum diketahui kemampuannya.
" Kuro – chan mari kita perlihatkan perkembangan kita " naga kecil yang melata di belakang Le Fay bertransformasi menjadi sepasang sayap hitam dan menempel di punggung Le Fay, hanya sedetik Le Fay telah melayang di udara berdekatan dengan portal tersebut.
" Serangan energi hanya akan diserap maka ... " Sayap bagian kiri Le Fay membentuk senapan yang mulai mengeluarkan aura kehitaman, sedangkan sayap kanan membentuk lensa yang mendarat di depan mata Le Fay.
" Bidik titik terlemahnya ... dan Tembak " bisik Le Fay, satu lingkaran sihir muncul di depan senapan tersebut begitu laser hitam kecil itu melewati lingkaran sihir tersebut lasernya membesar hingga menelan seluruh portal tersebut. Lingkaran sihir tersebut merupakan penambah kekuatan khas milik Le Fay, jika ia hanya menembak dari kemampuan Kuro maka hal itu tak terlalu efektik maka dari itu ia menambah kekuatannya hingga menghancurkan portal tersebut dalam sekali serang.
" Selesai " bisik Le Fay kembali ke tanah berdekatan dengan Ilya.
" Kerja bagus para gadis " Youkai singa bersedekap dada menatap bangga perwakilan iblis yang datang membantu bangsa mereka.
" Sebaiknya kalian beristirahat sebentar. Masalah masih belum berakhir sampai di sini " Youkai singa itu melanjutkan dengan menatap ke arah pusat kota dimana terlihat sosok kecil yang sedang menendang Yasaka.
" Terima itu ... " Naruto menendang keras kepala Yasaka hingga sang ratu Kyoto bergeser ke samping sedikit. Ia dalam keadaan melayang akibat konsep gravitasi dari konsep ruang longinusnya, sedangkan Kunou dan Ravel melayang jauh di atasnya menutupi keberadaan bulan dengan bola api raksasa berwarna merah kejinggaan.
Sayap api Ravel terbentang lebar menunjukkan ekstensinya sebagai Phenex, ia merangkul Kunou yang mana kedua tangan mereka saling bergenggaman membentuk bola api tersebut. Bola api yang menjadi kombinasi dari api neraka Phenex dan api surga youkai rubah.4 bunshin Naruto yang berada di tanah berusaha menghindari setiap berontakan Yasaka dari rantai yang telah membelit tubuh Yasaka. Sedangkan Naruto yang asli terus membuat Yasaka sibuk sehingga terus gagal untuk menembakkan Bijuudama yang merupakan teknik terkuatnya.
Buag
" Naruto – kun / san ! " teriak Ravel dan Kunou dengan nada khawatir begitu Naruto menerima satu pukulan dari ekor Yasaka. Naruto terpental sejauh 10 meter memberi waktu untuk Yasaka mengumpulkan material untuk Bijuudama
" Bos ... " Naruto menggeram begitu melihat bola hitam besar terarah padanya. Panggilan dari para klon ia abaikan sejenak untuk berfokus membentuk aksara yang merupakan media lain dari teleportnya.
Bijuudama
Kunou dan Ravel melebarkan mata mereka melihat teknik terkuat Yasaka ditembakkan menuju Naruto yang segera membentuk aksara di udara, kedua pasang mata gadis itu melebar begitu melihat bola tersebut tertelan oleh aksara Naruto.
" Sekarang ... " bisik Naruto dengan nafas terengah – engah. Para klon mengangguk mendengar hal itu dan seketika Naruto, para klon, Ravel, Kunou dan Yasaka menghilang menuju bagian terdalam dari hutan Kyoto.
" Kami serahkan pada anda master " Seluruh klon menghilang setelah menghabiskan energi mereka untuk menteleport ravel, kunou dan Yasaka bersamaan. Rantai – rantai yang membelenggu Yasaka telah terlepas namun Yasaka masih belum berbuat apa – apa mungkin bingung karena tiba – tiba berpindah tempat hal itu dimanfaatkan oleh Naruto.
Aksara yang sama terbentuk kembali di udara tepat di atas Kyuubi dan dari sana Bijuudama ditembakkan kembali menuju Yasaka.
BUMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMM
Serangan tersebut dapat diantisipasi oleh penguasa Kyoto dengan menggunakan sembilan ekornya untuk menahan ledakan walaupun seluruh tubuhnya ikut terdorong ke bawah akibat tekanan dari ledakan tersebut.
" GRRR" Yasaka menggeram marah begitu ledakan tersebut berakhir.
" Disini " Panggilan itu mengarahkan Yasaka untuk menoleh ke belakang. " Kena kau " Dari dalam tubuh Naruto melesat cepat rantai –rantai emas berukuran raksasa yang membelenggu kembali tubuh Yasaka.
" Belum berhenti di sana " Satu lingkaran sihir berlambang Uzumaki muncul di udara di depan Yasaka.
" Tembak " Kembali Naruto menembakkan demonic power selayaknya minigun. Yasaka hanya dapat melapisi tubuhnya dengan senjutus untuk bertahan. Asap tebal menutupi keberadaan Yasaka namun dengan segera awasp itu menghilang.
" Sekarang Kunou – hime, Ravel. Serang punggungnya " teriak Naruto pada Ravel dan Kunou yang sedari tadi hanya dapat melihat strategi serangan beruntun Naruto dengan rahang terbuka. Mereka berpandangan sebentar lalu mengangguk setelah yakin bahwa mereka akan mengikuti intruksi Naruto.
Bola api itu semakin membesar begitu kedua gadis itu serentak melemparkan serangan mereka.
" Untuk Yasaka – sama ... "
Combination Teknik : Flame of Majesty Hell
Naruto dengan cepat melepaskan rantainya dan berteleport menjauh begitu melihat serangan itu dilemparkan. Yasaka yang terlepas beberapa saat sempat membentuk Bijuudama kecil berniat menahan serangan tersebut namun semuanya sia – sia, bola api kombinasi dari Ravel dan Kunou dengan mudahnya menepis bijuudama dan segera mendarat pada Yasaka yang telah menyelimuti tubuhnya sendiri dengan 9 ekornya.
DDDUUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR
Ledakan begitu besar menghasilkan asap yang berbentuk jamur raksasa. Naruto dengan libasan tangannya mendorong semua asap tersebut, matanya kembali dilingkupi aura emas dan ia mendapati tubuh Yasaka dalam human form terbaring tak berdaya di sana. Dengan cepat ia menukik menuju tubuh sang Ratu, memeriksa sebentar denyut nadinya, Naruto bernafas lega begitu Yasaka masih hidup dengan tubuh yang sama sekali tak lecet, tak jauh dari tubuh Yasaka seekor ular kecil putih melata dan Naruto berusaha menyerangnya dengan tenaga yang tersisa. Satu tangan kanan Naruto terangkat untuk mengeluarkan rantainya namun tak berhasil.
Naruto mengeraskan tekadnya, pandangannya berubah nanar begitu ular itu melata ke tumpukan batu. Ia menggeram dan tiba – tiba
Ngginggg
Duar
Tumpukan batu tempat ular itu bersembunyi terdorong jauh bersamaan dengan tubuh ular itu yang telah mati tergilas oleh batu – batu yang tiba – tiba terdorong oleh suatu kekuatan yang tak tampak.
" kau benar – benar sesuatu , Naruto ... untukmu yang mampu mengembangkan konsep gravitasi dari kemampuan ruangku ... "
Naruo terperangah beberapa saat, ia menatap telapak tangannya sebentar sebelum akhirnya mengepalkannya.
" Aku mengembangkan teknik ini di Kyoto, maka aku akan menamainya dengan Shinra tensei "
" Bah terserah saja kau, bocah ... " balas Kurama dengan nada bosan.
' Kheh, sepertinya bocah ini memang yang dikatakan Dia kepadaku. Hanya 3 tahun pelatihan dari iblis hijau itu ia mampu mendekati tingkat satan untuk melawan Kyuubi pun merupakan teknik – teknik tinggi dan hal itu ia lakukan setelah sebelumnya berhadapan dengan Kuroryuu yang setingkat dengan Maou. Aku yakin, hanya dengan memolesnya setahun lagi ... bocah ini akan melampaui batasan dari semua orang 'Batin Kurama menyeringai menatap Naruto yang sedang berbincang dengan Ravel dan Kunou.
" Ravel ... " Naruto memanggil gadis itu sambil menatap ke arah utara, tempat Orochimaru beradu.
" aku ikut bersamamu " Ravel segera memotong ucapan Naruto, ia berpikir Naruto akan melarangnya untuk bertarung lagi, namun balasan Naruto hanya membuatnya terdiam dengan rona merah di wajahnya.
" Tentu saja, bukankah aku sudah berjanji pada Lord Phenex. Aku ingin bilang untuk duduk sebentar di sini dan memulihkan energi sebelum kita ke sana. Bagaimana denganmu Kunou – hime ? " Ravel cemberut sedikit mendengar panggilan Naruto terhadap Kunou.
" Aku juga akan ikut bersama kalian. Tengu telah selesai berhadapan dengan Danzo, ia mentelepatiku tadi dan aku juga telah memerintahkannya untuk mengurus Okaa – sama. Sebagai Kyuubi aku harus menghentikan semua ini " Kunou memberikan senyum simpul sesaat sambil mengeratkan kepalan tangannya.
" Baiklah kalau begitu. " jawab Naruto pendek. Ia segera membaringkan dirinya dan menerima ceramah dari Ravel yang ia abaikan begitu saja, pemandangan tersebut membuat Kunou terkikik geli, ia menyadari perasaan Ravel pada Naruto, tentu ia hanya dapat menggeleng pasrah mendapati Naruto sama sekali tak mengerti perasaan Ravel terhadapnya.
XoX
Hamparan rumput yang tadinya membentang rapi telah berubah menjadi kawah – kawah dengan beberapa tanah yang hangus terbakar, rintik hujan mulai membasahi tempat itu, dari langit pemandangan yang dapat dilihat hanyalah seberkas aura ungu dan api hitam yang terus membakar satu tempat.
" Hahahaha ... apakah hanya sampai di sini kemampuanmu Uchiha ? " Suara itu datang dari sosok yang berada dalam api hitam tersebut, dari api hitam itu melata ular putih yang dengan cepat membuka rahangnya mengeluarkan Orochimaru yang sama sekali tak menerima lecet apa – apa. Api hitam di belakangnya perlahan lenyap begitu aura ungu Susano'o Sasuke menghilang. Tempat itu menjadi bukti kemarahan Uchiha terakhir, namun hal itu masih belum sanggup menumbangkan Orochimaru yang entah bagaimana caranya telah melebihi kemampuan Kyuubi sendiri, ia hampir menyetarai ketiga dewa Shinto.
" Susano'o, amaterasu ... semua itu tak dapat mengalahkanku. Apa lagi yang kau punya ? " Orochimaru mengeluarkan Kusanaginya berjalan perlahan menuju Sasuke yang hanya dapat memandang gusar ke arahnya. Sun Wukong sedari terkena segel kutukan Orochimaru hanya dapat terbaring lemas menonton penghancuran sepihak daereah sekitar oleh Sasuke.
Tap
" Apa lagi yang kau punya ? " Tanya Orochimaru kali ini telah berdiri tepat di depan Sasuke, Kusanagi berada di pundaknya, gesturnya terlihat begitu meremehkan. Sasuke hanya menundukkan kepalanya, ekspresinya tertutup oleh bayangan dari surai depannya, Orochimaru terkikik mendapati ekspresi putus asa tersebut dengan satu tangannya yang tak menggengam kusanagi, Orochimaru mencengkram dahi Sasuke memaksa pemuda Uchiha tersebut bertatapan padanya, ah betapa salahnya gerakan Youkai ular tersebut.
Tsukoyomi
Begitu kedua pandangan tersebut beradu, Sasuke segera menggunakan satu kemampuan terakhir dari Sharinggannya. Ia menyeringai mendapati ekspresi terkejut dari Orochimaru, senjutsu ia kumpulkan dan padatkan pada tangannya bersiap untuk menghajar Orochimaru dan ketika pukulan tersebut hampir mencapai wajah pucat sang Youkai ular pukulan itu ditangkap dengan mudah oleh sang target.
" Kutanya sekali lagi apa hanya itu yang kau punya ? hahahaha " Orochimaru bertanya sambil tertawa keras. " Mataku telah diberi selaput untuk menghindari segala macam ilusi, ilusi tersebut tak mempan padaku terkecuali Izanami atau Izanagi namun semua itu telah kuatasi. Selain untuk mendapatkan Kusanagi, aku membantai klanmu juga untuk meraih kemampuan ini. Sekarang, Aku adalah Youkai paling sempurna. Youkai akan membawa nama agung, dan mendeklarasikan keagungannya di dunia ini. Tak lama lagi, dunia akan bertekuk lutut di hadapan Youkai sempurna ini hahaha " Orochimaru tertawa keras sambil menyundulkan kepalanya pada Sasuke, membuat Uchiha terakhir itu tergeletak tak berdaya, energinya terkuras habis.
" Sekarang pertanyaan terakhir ... apa hanya itu yang kau punya ? "Orochimaru mengangkat Kusanaginya ke atas bersiap menebas. Tak mendapat jawaban dari Sasuke, Orochimaru mendecih dan menebaskan Kusanaginya dengan cepat menuju Sasuke.
Ting
" Ia masih punya sekutu "Sebuah pedang kehitaman menahan laju dari Kusanagi. Orochimaru menyipitkan matanya mendapati Naruto yang menahan serangannya untuk kedua kalinya. " kau lagi kelelawar kecil ... "
" Bukan hanya dia "
Buakk
Orochimaru terpental untuk pertama kalinya pada dinihari tersebut, sikutan dari Kunou yang telah melapisi seluruh tubuhnya mampu mendorong sang bijuu untuk menjauh sesaat. Le Fay dan Ravel mendekati Sasuke yang masih terbaring tak berdaya, Le Fay berlutut lalu mulai memulihkannya sementara Ravel hanya mengambil satu botol lagi air mata Phenex terakhir yang ia bawa. Begitu Le Fay selesai memulihkan luka luar dan sebagian luka dalamnya, ia menyerahkan sebotol air pemulih tersebut yang Le Fay tuangkan pada mulut Sasuke.
" B- bagaimana kalian bisa ? " tanya Sasuke berusaha berdiri.
" Urusan di pusat kota telah selesai. Okaa – sama dan Chimera telah dibereskan, seluruh Youkai penjaga kutugaskan untuk mengamankan Kyoto dan merehabilitasinya di bawah komando Tengu. Masalah terakhir hanyalah Yamata No Orochi, sebagai pewaris, ini juga masalahku " Jawab Kunou bersedekap dada. Di belakang Kunou, Ilya hanya berekspresi datar, matanya terpejam sesaat lalu terbuka ketika merasakan aura mengerikan mendekat.
" Ia datang " Peringat Ilya, Naruto hanya mengangguk membentuk satu klon untuk membawa Sun Wukong menjauh sekaligus memulihkan Youkai kera itu.
" Hati – hati, ia berbahaya, jauhi racunnya " Sun Wukong memberikan peringatan pada Naruto sebelum klon tersebut membawanya menjauh menuju Le Fay untuk dipulihkan. Orochimaru berjalan pelan menuju tempat awalnya berdiri, satu tangannya mendarat di pinggang dan ia memberikan tatapan meremehkan. " Apa kalian pikir tambahan orang akan dapat membunuhku ? " Sasuke maju ke depan sejajar dengan Naruto, Kunou tepat berada di belakang mereka sedangkan Ilya, Ravel dan Le Fay yang sedang memulihkan Sun Wukong tepat berada di belakang.
" Kami tak akan tahu jika tak mencoba " balas Naruto segera melempar kunainya yang ditepis oleh Orochimaru ke atas
Sring
Naruto muncul tak jauh dari kunainya, pedang hitamnya terhunus lurus menuju kepala Orochimaru.
" Begitu ya ... " Orochimaru bergeser ke samping dan segera membalas pedang tersebut dengan Kusanaginya. Hantaman energi kembali terjadi ketika dua pedang legendaris tersebut bertemu, Naruto menggeram merasakan tekanannya, Orochimaru hanya memberikan pandangan mengejek sebelum akhirnya menggunakan tekanan yang lebih kuat hingga membuat Naruto terpental. Sasuke segera menggunakan tangan Susano'onya untuk menangkap Naruto.
" Aku lupa memberitahumu, ia memiliki Imagine Breaker, segala serangan Sacred Gear dan Sihir tak akan mempan padanya. Yang mempan hanyalah Senjutsu. " ujar Sasuke menurunkan Naruto.
" Tak masalah, longinusku bukan untuk menyerang. Tapi ... itu mengingatkanku ... " Naruto menoleh sebentar pada Sasuke sebelum memberikan pukulan tepat di dada Sasuke, ia mengirim tangannya masuk ke pertahanan Susano'o.
" Itu aksara Fuin, ia akan terus menguras energiku untuk menghentikan aktivitas dari Telos Karma. Kami butuh keberuntungan juga untuk berhadapan dengan monster ini " jelas Naruto pada Sasuke yang masih terkejut, ia terkejut pertahanan tak menghambat Naruto sama sekali, iris merahnya menajam begitu melihat Naruto berjalan ke depannya menghilangkan pedang kehitamannya.
" Yah, sebenarnya aku tak keberatan dengan keberadaan kalian di sini. Kematian kalian akan mengantarkan namaku ke jenjang yang lebih tinggi, namun tenang saja ... " Ia menggantung ucapannya sambil menatap Naruto intens " Kau akan kubiarkan tetap hidup. Untuk berpikir seseorang dapat mengendalikan dua longinus itu benar – benar tak masuk akal, aku akan membedah dan meneliti tubuhmu " ujarnya sambil menjilat bibirnya memberikan sensasi jijik pada Naruto.
" Cukup bicaranya, kutekankan sekali lagi ... Orochimaru kau akan tamat di sini " ujar Sasuke. Susano'onya menggelegar menuju puncak kekuatan tertingginya, seorang pemanah yang mana di ujungnya terbuat dari Amaterasu.
" Baiklah aku akan mulai serius ... " Naruto mundur ke belakang begitu merasakan energi gelap dalam jumlah besar menyelimuti Orochimaru, membentuk pendar ungu yang menutupi tubuhnya. Rintik hujan berubah menjadi badai taktala senjutsu gelap semakin meningkat mentransformasikan Orochimaru ke wujud sebenarnya, Ular berkepala delapan.
Namun berbeda dengan dahulu sebelum ia disegel, setiap kepalanya membentuk tanduk hingga membuatnya lebih mirip seekor naga berkepala delapan dibandingkan ular.
' Bagaimana ini ... Demonic power tak akan berpengaruh padanya. Fuin juga tak efektif, apa aku hanya harus memindahkan serangannya '
" Mengapa tidak menggunakan senjutsu ? " Saran dari Kurama membuat Naruto bingung seketika, Sasuke dan Kunou telah melesat terlebih dahulu ketika melihat transformasi tersebut, Ilya masih menunggu hingga waktu Limited Balance Breakernya dapat digunakan lagi, berbeda dengan sacred gear lain, Balance Breaker Ilya membuatnya bersatu dengan Kuroryuu sehingga walaupun ia tak dapat menembakkan serangan sihir namun akibat seluruh tubuh Kuroryuu merupakan konsep ketiadaan ia dapat menggunakan itu sebagai senjata.
" Aku telah mengaturnya sedemikian rupa untukmu. Itulah alasan mengapa kau cukup lama beristirahat setelah pentransferan senjutsu dari rubah betina itu. Karena aku menyimpan sebagian senjutsu tersebut lalu membentuk dimensi khusus yang berada dalam tubuhmu. Teknik ini hanya berfungsi karena aku berperan sebagai katup untuk masuk dan keluarnya energi murni tersebut lagipula aku mengalirkannya ke tubuh manusiamu secara tepat. Senjutsu tak akan berdampak padamu, dan kau akan mampu menggunakannya " Jelas Kurama membentuk seringai lebar.
" Uhm ... jadi kau menjadikanku kelinci percobaanmu huh ? Bah, aku tak peduli ... baiklah aku akan mencobanya, silahkan aliri aku dengan senjutsu Kurama "
Respons dari Kurama berupa energi yang datang dari luar memasuki tubuh Naruto secara perlahan, energi itu memberikan sensasi nyaman. Sepasang telinga rubah muncul di kepalanya serta sembilan ekor rubah keemasan berkibar di belakangnya.
" Naruto – san / kun ! " Naruto menoleh ke arah Le Fay, Ravel dan Ilya yang menatapnya dengan mata melebar begitupula Sun Wukong yang baru saja pulih.
" Bagaimana bisa iblis sepertimu menjadi Youkai ? Aku sama sekali tak merasakan hawa senjutsu sebelumnya pada dirimu ? " Sun Wukong pertama kali menyampaikan keterkejutannya.
" Itu dapat kujelaskan nanti. Great Victory Buddha, mohon ajari aku dasar – dasar senjutsu " ujar Naruto dengan mata menyiratkan keseriusan. Sun Wukong ragu sejenak sebelum mengangguk. " Aku mendengar rumor mengenai murid dari Maou yang begitu cepat belajar, sekarang buktikan padaku kebenaran rumor tersebut "
" Kalian para gadis, majulah ke depan berikan aku 10 menit untuk menerangkan dasar – dasarnya " Ketiga gadis itu mengikuti intruksi Sun Wukong.
Sasuke dari udara menembakkan terus panah – panah – nya untuk memotong habis kepala Orochimaru, namun setiap satu kepala terpotong, kepala itu akan beregenarasi kembali dan menembakkan serangan energi yang begitu dahsyat, tempat yang telah hancur sebelumnya semakin hancur. Ditambah dengan beberapa api yang membakar tempat tersebut, Kunou terus menembakkan api – apinya dari ukuran menengah hingga terbesar yang menyerupai ukuran serangan sebelumnya kepada sang Ibu ia lemparkan namun tak memberi efek pada Orochimaru, serangannya dengan mudah ditepis atau bahkan diserap lalu dikembalikan.
" Hahahaha ... kalian semua tak berguna " Orochimaru melompat ke belakang, ke delapan kepalanya mendekat membentuk satu buah Bijuudama yang ukurannya jauh lebih besar dibanding milik Yasaka.
" Bagaimana kalian menghindari ini ! " Kunou segera bertransformasi menjadi Kyuubi raksasa membentuk beberapa bijuudama berukuran kecil untuk menahan laju dari bijuudama tersebut. Sasuke juga ikut menembakkan panahnya. Namun semua itu hanya ditepis oleh teknik Orochimaru dengan entengnya, Kunou mengangkat ke sembilan ekornya ke depan sebagai langkah pertahanan terakhir sementara Sasuke melapisi Susano'onya dengan Amaterasu.
" Jin kita lakukan seperti yang sebelumnya "
Declare of Lykaon
Naruto dari jauh mengumpulkan energi dalam jumlah besar, semuanya ia alirkan pada Pedang hitam tersebut, ia telah membuat kontrak dengan Jin setelah berkonsultasi dengan Azazel. Canis Lykaon menjadi kepemilikian dua orang, walaupun Jin akan lebih memprioritaskan Tobio dibanding dirinya.
Tebasan orange dalam ukuran raksasa menebas dua Bijuudama tersebut, belum sempat bijuudama meledak sebuah portal segera menelan ledakan tersebut. Begitulah konsep sebenarnya dari penggabungan kemampuan Canis Lykaon dan Declare of War, Canis Lykaon menjadi media bagi konsep ruang maupun waktu Declare of War. Declare of War tak dapat dibantah tak memiliki daya offensif karena itu Canis Lykaon sangat dibutuhkan untuk menjadi wadahnya.
" Tugasmu selesai Jin, sampaikan salamku pada Tobio dan yang lain " bisik Naruto dan pedang hitam di tangannya kembali menghilang. Dalam bentuk Youkainya, Naruto dapat merasakan betapa tingginya kemampuan Orochimaru, dalam 10 menit ia mengerti dasar - das–r dari Senjutsu dan ia dapat menggunakannya untuk pertarungan dasar.
" Tujuan kita adalah menghancurkan Imagine Breakernya, dengan itu maka semua pasukan dapat langsung menyerang. Sun Wukong – sama apa anda siap ? "
" Jangan anggap aku tua, Bocah. Mari kita mulai ... " Sun Wukong melompat menuju awan kinton yang telah berada di atasnya sedari tadi. Melihat Sun Wukong yang telah siap dengan tongkatnya, Orochimaru kembali ke Human Formnya, ia memuntahkan Kusanagi menuju Sun Wukong, dengan mudah pedang legendaris itu dihindari oleh Sun Wukong, namun ketika melewati Sun Wukong, Kusanagi melayang kembali menargetkan Sun Wukong.
' Pengendalian jarak jauh huh ? ' batin Sun Wukong, ia segera melesat ke atas dengan awan kintonnya. Ia memilih bertarung di atas awan dimana ia memiliki zona luas dan tidak menganggu generasi muda lainnya berhadapan dengan Orochimaru.
Naruto dengan mode senjutsunya beriringan berlari bersama Kunou. Sasuke telah terlebih dahulu di depan, katananya terhunus ke depan untuk menusuk tepat ke dada Orochimaru. Orochimaru yang melihat 3 orang di depannya segera mengangkat tangannya mengeluarkan ular – ular dengan rahang terbuka. Dari setiap rahang tersebut terkumpul beberapa energi destruktif.
" Tembak ... " bisik Orochimaru. Sasuke mampu melewati serangan energi berupa laser tersebut dengan membelahnya menggunakan katananya, sementara Naruto dan Kunou hanya mengikuti jalur pembelahann yang dibuat oleh Sasuke. Kunou mulai membentuk bola api seukuran bola voli di sekitarnya begitu berada pada jarak 5 meter ia melesatkan serangannya yang dengan mudah ditepis oleh Orochimaru, namun ia hanya pengalihan.
Sring
Satu kilatan emas terbentuk di samping Naruto, itu Ilya. Naruto telah menempatkan aksara teleportnya pada seluruh pasukan mereka untuk mengefisiensikan pertarungan. Ilya sekarang telah kembali memasuki Limited Balance Breakernya walaupunn tak berpengaruh atas Imagine Breaker dari Orochimaru namun dalam mode ini segala aspek dari kemampuan Ilya juga meningkat.
" Naruto – kun ... " Ilya memberikan pandangan bertanya sebentar.
" Lengan kanan atas " jawab Naruto singkat dengan matanya yang telah didominansi warna emas. Ilya mengangguk mengerti ia segera melesat bersama Sasuke beradu serangan fisik. Orochimaru hanya melakukan beberapa gerakan kecil untuk menghindari serangan – serangan tersebut, ia terkadang melompat atau bergeser pula untuk menghindari bola api beruntun dari Kunou.
Sring
Le Fay diteleportkan pula bersama dengan Kuroryuu. " Le Fay – san arahkan senapanmu pada lengan atas kanannya selagi ia sibuk. " Intruksi Naruto, ia maju pula untuk beradu fisik, 9 ekornya digerakkan bersama untuk membanting Orochimaru namun dapat ditahan dengan Orochimaru menggunakan pergelangan tangannya, namun hal itulah yang ditunggu Naruto, kesembilan ekornya segera membelit tangan kanan Orochimaru, dan ia membanting tubuh Youkai ular tersebut.
Bruk
Orochimaru dengan cepat memutus tangannya yang dibelit Naruto sehingga Naruto hanya membanting tangannya, ia cukup terkejut melihat penampilan Naruto sekarang namun memilih untuk fokus pada yang lain sebab ia dikeroyok tanpa henti. Kunou mendekati Naruto yang terdiam sebentar, tangan kanan Orochimaru telah tersambung lagi dan Sasuke kini bekerja sama dengan Ilya memberikan serangan fisik.
" Naruto – san bagaimana bisa kau menjadi Youkai ? "
" Ah, itu dapat terjadi juga karena berkat anda, Kunou – hime. Penjelasan lebih lanjut akan kusampaikan setelah kita mengalahkan Orochimaru " Naruto melirik Le Fay yang berada jauh di belakang, setelah melihat sepasang sayap yang membentuk senapan dan lensa di mata Le Fay, Naruto mengangguk. Berbeda dengan Ilya, Kuroryuu yang berada pada Le Fay bukan imajinasi.
" Bidik ... tembak " satu lingkaran sihir terbentuk di depan senapan tersebut dan energi kehitaman besar kembali melesat. Mengetahui bahaya itu, Sasuke dan Ilya serentak mundur memberikan Orochimaru jalan untuk berhadapan dengan serangan tersebut.
" Sudah kubilang, segala sihir tak mempan padaku " Orochimaru mengangkat lengan kanannya ke atas dan serangan Le Fay berubah menjadi ledakan biasa tanpa adanya konsep ketiadaan namun itu sudah cukup karena Naruto hanya butuh untuk Orochimaru tak bergerak. Energi senjutsu Naruto pusatkan di tangannya membentuk pusaran dengan bentuk tak teratur. Sasuke yang berada di sampingnya hanya mengangkat alis melihat tindakan Naruto.
" Uchiha – teme persiapkan Susano'omu " Sasuke diam sebentar sebelum mengangguk mengerti. Susano'o kembali terbentuk dengan panah yang diselimuti amaterasu tertuju pada Orochimaru yang masih menahan serangan Le Fay.
Duarr
Orochimaru membelokkan serangan Le Fay menuju hutan di sampingnya, ia terkekeh melihat Naruto maju dengan sebuah pusaran energi tak teratur di depannya. Ia sama sekali tak membentuk pertahanan mengetahui pusaran tersebut akan meledak dengan sendirinya sebelum mencapai dirinya.
Dan prediksinya tepat, pusaran tersebut meledak terlebih dahulu membuat asap mengepul dari tempat itu, namun yang tak diprediksi Orochimaru adalah kehadiran panah astral Sasuke yang memotong lengan kanannya, belum sempat bertindak apa – apa ia merasakan seseorang menyentuh tubuhnya dan secara tiba – tiba ia berpindah.
Sring
Ravel, Ilya dan Le Fay membentuk lingkaran dimana tubuh Orochimaru diteleport oleh Naruto. Sasuke terus menembak lengan kanan Orochimaru agar Imagine Breaker tak dapat bangkit.
" Mulai penyegelannya ... " intruksi Ilya, ia menyebarkan aura ketiadaan untuk menghalangi jalan keluar Orochimaru. Orochimaru terdesak ia berniat menggunakan kusanaginya untuk keluar dari keadaan tersebut akan tetapi pedang legendaris tersebut telah melayang dari langit tepat menancap pada kepalanya.
" Itu balasan setimpal bagimu Ular bodoh " Sun Wukong melompat turun dari awan kintonnya. Dengan cepat tubuh Orochimaru terpisah dari raganya, mereka mengeluarkan rohnya untuk disegel kembali dalam sebuah prasasti batu.
" Selesai ... " ujar Naruto segera jatuh terduduk. Kurama segera menonaktifkan senjutsunya memberikan efek lelah yang sangat bagi Naruto.
" Belum " tutur Sun Wukong menghasilkan tatapan bingung dari generasi muda di sekitarnya, Sun Wukong hanya mendekati prasasti batu tersebut dengan memainkan tongkat – tongkatnya. Putaran tongkatnya berhenti di pundaknya dan tongkat tersebut bersinar terang sebelum akhirnya Sun Wukong mengayunkan tongkatnya sekuat mungkin pada prasasti batu tersebut menghancurkannya dalam sekali serang.
" Sekarang baru selesai ". Ujar Sun Wukong menyeringai. Ia memanggil awan kintonnya kembali.
" Yah, Kunou – hime sampaikan salamku pada Yasaka. Aku harus kembali, dan kau iblis muda ... " Sun Wukong menunjuk Naruto " Datanglah ke tempatku setelah ini ". Dengan begitu, Sun Wukong melesat meninggalkan mereka semua.
" Uzumaki Naruto ... " Naruto mengangkat alisnya memberikan pandangan bertanya pada Sasuke yang telah berdiri di depannya. " Apa benar Telos Karma yang membawa kesialan bagi klanku sendiri ? " tanya Sasuke dengan nada terdiam sesaat, ia menghembuskan nafas panjang.
" Secara teknis memang benar begitu. " Naruto mengambil posisi duduk bersila sambil menggoyang – goyangkan badannya ke kanan dan ke kiri. " Telos Karma merupakan longinus support sama seperti milikku. Namun kau lihat, ia tak dapat dimodifikasi untuk bertarung layaknya sepertiku. Kau tahu, segel Fuinku harus segera kucabut untuk tak mengurangi kadar energiku sekarang. "
" Tapi ... " Sasuke terlihat ragu sebentar. Naruto tersenyum kepadanya memberikan sebuah aksara kecil. " Aku melihat konsep dari Imagine Breaker dari milik Orochimaru dan saat aku memotong lengannya pertama aku telah mereplikanya walaupun tak sebagus aslinya namun ini cukup untukmu " Sasuke menerima hal itu dengan mata melebar, ia memberikan senyuman tipis.
" Arigatou " bisiknya. Sasuke berjalan pergi meninggalkan yang lain namun sebelum itu ia membisikkan sesuatu pada Naruto yang membuat sang pirang melebarkan matanya.
XoX
Yasaka telah kembali sadar selepas kematian Orochimaru, Tengu dan para pasukan Youkai penjaga telah dipulihkan kembali bersama dengan para pemimpin. Keesokan hari setelah kekalahan Orochimaru diadakan pesta besar – besaran di Kyoto. " Ya, aku tak pernah ragu untuk meletakkan Naru – tan pada misi ini hehe " Naruto hanya dapat cengengesan ketika kepalanya diusap oleh Serafall dan Ajuka beserta ibunya yang hadir dalam pesta tersebut. Naruto menyadari sesuatu yang aneh, kenapa ibunya juga datang. Jangan salah sangka, Naruto senang ibunya hadir di sini dengan begitu ia tak perlu menerima kemarahan ibunya lagi karena pergi misi tanpa pamit. Namun itu aneh ... ya aneh.
Yasaka tertawa halus sebentar, ia mengarahkan direksinya pada Kunou yang duduk di sampingnya. Senyum terbentuk di bibirnya melihat tatapan Kunou kepada Naruto, itu merupakan kekaguman, kebingungan serta keingintahuan. Sama seperti Naruto, Kunou juga merasakan ada sesuatu yang aneh dibalik pesta ini. Sekarang, Naruto beserta dengan Ravel, Seekvaira dan Ilya dan dua Maou beserta ibu Naruto tersisa dalam ruangan Yasaka yang bersama dengan putrinya.
" Jadi, Leviathan – sama ... bagaimana kalau kita membicarakan perjanjian berikutnya ? " Serafall mengangguk antusias bersama dengan Kushina sementara Ajuka hanya tersenyum nervous dan para anggota muda bersama Kunou kebingungan.
" Perjanjian apa ? Okaa – sama " Kunou terlebih dahulu mengajukan kebingungannya.
" Perjanjian penguatan hubungan bilateral antara Kyoto dan Meikai. " jawab Yasaka dengan senyum misterius. " Penguatan hubungan ? " tanya Naruto " Lalu kalau begitu kenapa kami di sini, bukankah itu lebih baik didiskusikan bersama para pemimpin saja " ujar Naruto sedikit bingung akan situasi ini.
" Tidak – tidak Naruto – san. Justru kehadiran kau di sini sangat esenssial " Oke, Naruto semakin bingung sekarang. Yasaka menyebut kau yang artinya hanya keberadaan Naruto yang penting. Apa pentingnya iblis muda berkelas High untuk hubungan bilateral dari dua mitologi ini.
" Penguatan hubungannya adalah dalam bentuk Pertunangan " jawab Ajuka bersedekap dada.
" Uzumaki Naruto dan Kunou, para pimpinan Kyoto dan Meikai telah sepakat untuk mengikat kalian berdua dalam hubungan Pertunangan " ujar Yasaka dengan senyum lebarnya.
" EEEEHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH "
TBC
Oke, ini dia fic terakhir sebelum masuk Canon. Sebenarnya masih ada satu arc lagi yakni Rumania, namun aku sudah tak sabar untuk memasuki Canon jadi kemungkinan arc itu akan kubahas selagi di canon atau kubuat ficnya di luar dari fic ini. Selanjutnya aku telah memutuskan bahwa fic ini harem, namun aku punya tipe haremku sendiri yang akan dijelaskan dalam chap - chap berikutnya. Di sini, Naruto sudah puny dua tunangan, Ravel dan Kunou. Ravel akan dijelaskan di chap depan, bertepatan dengan pesta pertunangan Raiser dan Rias. Di sini, kekuatan Naruto seperti dijelaskan Kurama hampir setingkat dengan satan Class artinya ia hampir sebanding dengan Grayfia, Serafall dan Falbium. Bagaimana satu tahun lagi ? Yah tunggu aja di chap depan. Ah, jangan lupa untuk membaca sedikit kelanjutan di bawah untuk mengetahui kekuatan Naruto di chap Canon.
.
Naruto menatap gerbang megah di hadapannya dengan ekspresi impasif. Seminggu setelah kepulangannya dari Kyoto, Naruto mereinkarnasi Sasuke ke dalam Peeragenya dengan menggunakan evil piece ciptaannya sendiri. Evil Piece tersebut berbeda dengan milik Ajuka, ia meningkatkan seluruh aspek dari reinkarnasi peeragenya dan jika peeragenya berniat pergi maka Evil Piecenya tak akan mengubahnya menjadi iblis liar.
" Apa maksud kedatangan anda kemari ? " salah satu iblis penjaga dari Teritori tersebut bertanya begitu Naruto melewati pos jaga tersebut.
" Tolong pertemukan aku pada Sirzech – sama dan Grayfia – sama. "
" Apa kau sudah membuat janji ? "
" Belum, tapi katakan bahwa hal ini sangat penting " Iblis penjaga tersebut ragu sesaat. Namun, ia segera mengangguk mengetahui betapa pentingnya ekstensi Naruto, sepintas setelah itu gerbang tersebut terbuka lebar dan Naruto dipandu menemui Sirzech dan Grayfia yang berada di ruang kerjanya.
" Jadi, ada apa Naruto – kun ? Sangat jarang melihatmu berada di sekitar sini " tanya Sirzech dengan nada ceria. Kedatangan Naruto membuatnya dapat mengulur waktu sebentar untuk menangani dokumen – dokumen musuh dari para petinggi.
" Maaf Lucifer – sama, tapi aku punya permohonan pada Grayfia – sama. " Grayfia menatap Naruto dengan pandangan impasif sebagai perintah kepada Naruto untuk melanjutkan. Naruto menghembuskan nafas panjang sebelum memberikan tatapan serius langsung ke mata Grayfia.
" Grayfia – sama aku menantang anda berduel satu lawan satu untuk merebut gelar sebagai Strongest Queen "
