SHIROIYASHA KOUTAN : SHIRUBA YAMI
DISCLAIMER : Masashi Kashimoto© & Ichie Ishibumi©
Semua Chara yang terlibat dalam Fanfiction ini milik pengarangnya masing-masing atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih
AUTHOR : GORILLA
R-18 M atau Semacamnya.
WARNING : MASIH PERLU SARAN DAN KRITIKAN READER.
SUMMARY : Kehidupan Naruto Setelah Perang Dunia Shinobi ke 4. Tidaklah cocok disebut kehidupan, kehidupan tanpa adanya kematian bukanlah kehidupan.
"Aku hanya mencari sebuah kematian ku."
OPENING MANTEN by Kalafina.
ARC 02 : THE LEGEND.
Yomotsu Hirasaka.
Matsue Perfektur Shimae, Jepang.
"Kau tahu pedang inilah yang ku gunakan untuk memotong menara babel, ribuan tahun yang lalu. Ayo kita ulas pertarugan antar dewa ini Yatogami! " Sambung Utsuro dengan tatapan tajam mata Violetnya terlihat seperti menyala.
"Hah…. Sial Siapa kau sebenarnya?!" Tanya Yato bersiap untuk menyerang Utsuro.
"Majulah Yatogami!" Teriak Utsuro mengencangkan dalam memegang pedang.
"Hya!" Yato melancarkan serangan pertamanya dengan menebaskan pedang di tangan kanannya secara horisontal.
Tak…..
Wush…
Hembusan angin saat Yato menebaskan pedangnya hingga menerbangkan beberapa dedaunan yang sudah gugur dari pohonnya.
Pedang Yato di tahan dengan pedang Utsuro lalu aura dari pedang Utsro merembat ke pedang Yato.
'Yato pedang milik Yatagarasu serasa sedang melahap ku.' Sebuah telepati terdengar di kepala Yatogami. Mendengar itu Yato langsung melompat jauh kebelakang, namun sebelum Yato medaratkan kakinya di tanah Utsuro memukul perutnya dengan sisi tumpul pedangnya.
"Buagh…" Yato memuntahkan darah.
Wush….
Yato terhempas melewati Hiyori, Utsuro berlari menuju Yatoyang masih melayang di udara. Saat Utsuro tepat berada di samping Hiyori. Hiyori menendang Utsuro dengan kaki kirinya namun di tangkap oleh Utsuro pun menyeringai menatap datar pada Hiyori.
"Jungle Savate!" Hiyori melompat sekaligus menendang kepala Utsuro.
Batss…
"Mahluk setengah siluman seperti mu seharusnya tak usah ikut mencampuri urusan Dewa!" desis Utsuro membanting Hiyori.
Gah. Hiyori memuntahkan darah dan pingsan.
'Walau pun aku juga Manusia yang telah melampaui batasan Manusia bahkan Dewa sekalipun, aku selamat dari Kiamat di era ku dan juga kejadian Enuma Elish.' batin Naruto menatap Hiyori.
"Hiyori!" Yato melihat Hiyori di banting oleh Utsuro, dengan cepat Yato berada di depan Utsuro berniat menebaskan kedua pedangnya secara horizontal dan bersamaan.
Trang….
Utsuro menahan kedua pedang Yato dengan pedang di tangan kanannya dan mengeluarkan aura hitam yang berkobar menyelimuti bilah pedangnya, kemudian utsuro mencekik Yato dengan tangan kirinya.
"Yatogami menyerahlah, tidak akan menarik jika kau menyerah, bagaimana jika kau memilih. Kau menuruti perintah ku atau gadis ini mati?!" ancam Utsuro sambil meletakkan kaki kanannya di atas dada Hiyori yang sedang pingsan.
"L-lepas!" bentak Yatoyang sedag tercekik.
"Lihatlah Situasi mu! Yatogami!" Utsuro menekankan kaki kanannya di dada Hiyori secara perlahan.
"Sialan! Baiklah! Baiklah!" Yato dengan terpaksa menerima perintah Utsuro.
"Yatogami, awasi Uzumaki Naruto, bocah itu sepertinya akan membuat dunia berguncang sekali lagi." Utsuro melepaskan cekikkan dan mengelurkan Aura hijau kemudian semua luka Yato dan Hiyori baik luka dalam maupun luka luar mulai menutup dan sembuh.
'Lukanya?!' batin Yato melihat lukanya yang mulai menutup.
Utsuro melangkah membelakangi Yato yang berniat menggendong Hiyori Brindal Style(?).
"Semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana ku." Gumam Utsuro sangat pelan di akhiri sebuah senyuman di bibir Utsuro.
Kuoh.
Sore Hari.
Kediaman Uzumaki.
"Aku pulang." Ucap Naruto tepat di depan pintunya.
"Selamat Da-tang." Ucap Karin syok melihat Tamamo Mae memeluk tangan kanan Naruto dan di sebelahnya terdpat tujuh buah karton berukuran sedang.
"Apa-apaan dengan wajah mu itu Karin? Kau bisa menakuti para pembaca." Komentar Naruto pada ekspresi wajah Karin.
"Kau dari mana saja bodoh?! Kau tahu saat kau tidak ada masalah menimpa kami? Kakak Rias-senpai mencari mu. Apa yang kau lakukan pada Rias-senpai sehingga kakaknya mencari mu?!" tanya Karin pada Naruto dengan raut wajah marah dan khawatir.
"Baiklah, akan ku jelaskan nanti bisakah kau membantu ku membawa karton-karton ini ke kamar ku?" jawab Naruto sambil mengangkat tiga karton, Tamamo membawa dua karton, dan Karin dua karton lainnya kemudian mereka masuk ke dalam rumah.
"Mulai hari ini, saya Tamamo Mae panggil saja Tamamo-chan~ saya akan tinggal di rumah Goshujin-sama. Karin-san, Nobume-senpai mohon bantuannya." Ucap Tamamo kemudian melakukan Dogeza. [A.N Goshujin-sama : Tuan, Suami ku(sopan)]
Bugh…..
"Apa yang kau lakukan! Bodoh!" teriak Karin.
Bugh…
Bugh…
Bugh…
Karin memukuli Naruto.
"Karin tenanglah Kau bisa saja membunuhnya." Ucap Nobume datar.
"Tenang? Jangan bercanda Onee-san! Apa yang sudah di lakukan pada Tamamo-san. Oi Brengsek! Apa yang kau lakukan pada Tamamo-san?!" desis Karin pada Naruto yang babak belur.
"Ano… Karin-san sebenarnya… kami…"ucap Tamamo gugup sambil memegang cincin di jari manis tangan kirinya.
"Apa?!" Karin yang emosinya sedang meluap-luap langsung menoleh kerah Tamamo yang sedang memegang cincin di jari manisnya.
'Apa!' batin Karin dan Nobume shok melihat cincin di jari manis Tamamo.
Pulau Skye Skotlandia.
"Dingin Apa-apaan orang tua itu, "Minato-kun, kau ku tugakan mencari tombak legendaris Gae Bolg di Dun Scaith, lakukan yang terbaik ya." Katanya! Jika tempanya tidak sedingin ini tak masalah." Grutu Minato ia di tugaskan mencari Tombak legendaries Gae Bolg tombak milik pahlawan Chu Chulainn. [ AN. Dun Scaith tempat tinggal Scathach].
"Fufu Sudahlah, Minato-chan lagi pula kau berbakat dalam mencari sesuatu." Ejek Natalia pada Minato.
"Jangan tertawa! Baiklah aku akan bertanya pada mu. Apa yang seharusnya kau lakukan saat cuaca dingin seperti ini?" tanya Minato.
"Emm…. Eto….Bersantai di rumah sambil duduk di depan perapian, lalu minum coklat panas dengan membaca koran ." jawab Natalia sambil meletakkan jari telunjuknya di dagunya.
"Benarkan di cuaca sedingin ini akan lebih baik bermalas-malasan. Sudah ku putuskan kita akan ke hotel dan Let's Party!" ucap Minato dengan kilauan di Matanya.
"Em… Dengkul mu!" ucap Natalia sambil memeluk Minato dari belakang dan membantingnya ke belakang seperti gulat Minato pun pingsan.
Ring a Ding Dong Ring a Ding Ding Dong Handphone Minato berdering di saku celananya kemudian di angkat oleh Natalia.
"Halo? Otou-san?" tanya Karin.
"Iya Halo Karin-chan ada apa?" jawab Natalia.
"Natalia-san? Dimana Otou-san? Ada sesuatu yang harus di bicarakan ini penting sekali." Balas Karin.
"Ano… ne~ Minato-kun sedang beristirahat." Jawab Natalia keringat dingin.
"Tolong bangun kan dia sebentar ini menyangkut Naruto." Balas Karin dari telepon.
"Oi Minato ada telepon untuk mu." Ucap Natalia sambil mengoyang-goyangkan tubuh minato.
"Hah…. Dimana ini? Apa aku di surga? Ah… tapi kenapa jika ini surga kenapa aku melihat perempuan berdada talenan?" gumam Minato yang pikirannya sedang melayang-layang akibat bantingan Natalia.
"Oi! Kampret! Ada telepon untuk mu!" desis Natalia kemudian menampar Minato.
Plak….
"Halo?" tanya Minato setelah menerima Handphone dari Natalia.
"Halo Otou-san! Gawat ini benar-benar gawat Naruto…" ucap Karin dari telepon.
"Naruto? Apa yang dilakukan bocah bodoh itu dan gawat bagaimana?" tanya Minato
"Naruto membawa pulang…. Tidak maksud ku dia menikahi seorang gadis dan membawanya tinggal disini." Jawab Karin.
"Bagaimana dengan gadis itu?" tanya Minato lagi.
"Dia cantik memiliki dada berukuran sedang berambut pink panjang sepunggung. Pertanyaan macam apa ini?" tanya Karin.
"Naruto Sialan! Dia melarang ku menikah lagi sedangkan dia sekarang sudah menikah. Sialan!" Gumam Minato sebal dan tidak menyadari jika ia masih terhubung dengan Karin dan di sebelahnya ada Natalia.
"Ano…. Otou-san kau tidak berniat untuk menikah lagi kan?" desis Karin.
"Tentu saja tidak lagi pula siapa yang mau dengan pria tua seperti ku? Haha haha." Balas Minato keringat dingin, 'Gawat Keceplosan aku!' batin Minato.
"Sukurlah, Otou-san tahu kan hal buruk apa yang akan terjadi jika Otou-san menikah lagi?" ancam Karin.
"Baiklah-baiklah aku mengerti, bisakah aku berbicara dengan Naruto sebentar?" tanya Minato pada Karin.
"Bisa, Oi Naruto Otou-san ingin berbicara dengan mu." Karin memanggil Naruto.
"Halo Oyajii? Ada apa?" tanya Naruto melalui telepon.
"Ada apa gundul mu! Ku dengar kau membuat masalah dengan Klan Gremory?" tanya Minato pada Naruto.
"Membuat masalah? Mereka yang membuat masalah dengan ku terlebih dahulu. Mereka ah sudahlah aku males flashback Dah Oyajii, aku ingin melakukan ini dan itu dengan Istri baru ku dulu." Balas Naruto.
"Oi Naruto apa maksud mu dengan ini dan itu? Oi Naruto tunggu!" Tanya Naruto
Tit.
Sambungan sudah di tutup oleh Naruto.
"Bocah sialan!" teriak Minato frustasi.
"Minato-kun~ jika kau menginginkannya kau bisa melakukannya dengan ku." Tawar Natalia pada Minato.
"Menginginkan a-apa maksud mu?" balas Minato gugup dan wajahnya memerah.
"Ara~ Minato-kun~ jangan bertanya seperti itu? Ini tentang Hasrat Ter-pen-dam mu~" goda Natalia pada Minato.
"Maaf aku menolaknya. Aku hanya menggoyangkan pinggulku dengan wanita cantik berdada besar, kau bahkan tidak memiliki dada yang memuaskan." Tolak Minato sopan kemudian ia melarikan diri terbirit-birit.
"Minato! Sialan! Ku bunuh kau!" Teriak Natalia dengan aura tidak mengenakkan.
Kuoh.
Malam hari.
Kediaman Hyoudou Issei.
Issei P.O.V On.
"Sukurlah kalian tidak apa apa." Ucap Rias sambil memeluk Asia dan Issei.
"Buchou, kau berlebihan Irina dia teman masa kecil ku. Dia tidak akan berbuat sejauh itu kan?" tanya ku melihat respon Rias yang berlebihan karena kedatngan teman masa kecil ku Irina dan temannya seorang utusan Gereja.
"Aku sangat khawatir pada kalian. Bagaimana jika terjadi apa-apa pada kalian semenjak Kejadian dengan Uzumaki! Aku sangat khawatir pada semua pelayan ku." Balas Rias saat mengatakan Uzumaki terkesan tidak suka karena perkataan Naruto dan tatapan mata Naruto yang seolah merendahkannya saat kejadian itu.
"Rias-san sebenarnya Naruto-san tidak sejahat itu." Asia membenarkan tentang Naruto sepertinya ia mengenal Naruto-san dengan baik.
"Apa maksud mu Asia-chan?" tanya ku pada Asia-chan.
"Naruto-san yang ku kenal dia memang suka melakukan hal yang nekat jika itu urusan orang yang penting untuknya, seperti kemarin ia nekat melawan Grayfia-san padahal dia tahu jika Grayfia-san adalah Ratu milik Maou Lucifer-sama. Hanya untuk menyelamatkan Karin-san." Jelas Asia pada pertenyaan ku, jika di pikir-pikir memang benar juga sih.
Issei P.O.V Off.
Kediaman Uzumaki.
Terlihat dua orang mengenakan jubah putih satunya membawa sebuah pedang yang dililit kain putih dari ujung bilah hingga pegangannya.
Bel pintu Kediaman Uzumaki berbunyi.
"Ya tunggu sebentar," Ucap Nobume datar sambil membukakan pintu.
"Selahkan masuk." Sambung Nobume datar mempersilahkan masuk.
'Apaan orang ini? Apa dia tidak tahu cara menyambut tamu?' batin Kedua Orang tadi.
"Silahkan, duduk kalian mau minum apa teh? Kopi? Atau susu?" tawar Nobume pada kedua orang barusan.
"Nobume-nee siapa mereka?" tanya Naruto datar pada Nobume.
"Ngga tahu." Balas Nobume datar.
"Onee-sama jangan membiarkan masuk orang yang tidak dikenal." Tegur Karin.
"Berisik kalian berdua kenapa tidak kalian tanyakan pada mereka berdua?" Nobume tidak terima di sudutkan.
"Ano…. Maaf sebenarnya kalian siapa?" tanya Karin sopan.
"Kami utusan gereja, saya Shidou Irina dan ini teman ku Xenovia Quarta Minato-sensei menyuruh kami tinggal disini untuk sementara." Jawab Irina.
"Karin, Naruto, ke sini sebentar." Bisik Nobume menjauh dari ruang tamu.
"Bagaimana ini apa kalian tahu tentang ini sebelumnya?"bisik Nobune pada Karin dan Naruto namun masih kedengaran oleh Irina dan Xenovia, sedangkan Irina dan Xenovia pura-pura tidak mendengar.
'Tunggu sebentar sepertinya tadi di telepon sebelum aku menutupnya Oyajii ingin mengatakan sesuatu apa mungkin hal ini, gawat jika ketahuan aku akan di bunuh oleh mereka berdua, untuk sekarang mungkin lebih baik jika aku pura-pura tidak tahu.' Pikir Naruto.
"Tidak aku sama sekali tidak mengetahuinya." Jawab Naruto berkeringat.
"Bagaimana ini mereka akan tidur dimana? Kita belum mempersiapkan ruangan untuk mereka." Karin Panik.
"Ehem. Ehem." Xenovia berdehem memberi sebuah kode jika ia mendengar pembicaraan mereka.
"Pelankan suara kalian bodoh!" Bisik Nobume datar.
"Bagaiman jika mereka tidur di kamar Oyajii?" saran Naruto.
"Itu mustahil, kamar Otou-san selalu terkunci." Balas Karin.
"Begini saja Karin bagaimana jika kau tidur dengan Nobune-nee sedangkan mereka menempati kamar mu?" tanya Naruto.
"Bisa, tunggu sebentar aku akan membereskannya." Ucap Karin lalu membereskan kamarnya agar Xenovia dan Irina beristirahat dengan baik.
"Apa kalian sudah makan malam?" tanya Naruto pada Xenovia dan Irina diakhiri sebuah senyuman di bibir Naruto.
"K-kami sudah makan malam barusan." Jawab Irina gugup setelah melihat senyuman menawan Naruto barusan.
Tiba-tiba perut Xenovia dan Irina berbunyi minta di isi.
'Kyaaa, memalukan sekali perut ku berbunyi di depan pria. Aku sangat malu sekali Naruto-kun pasti berpikir aku wanita rakus yang langsung lapar sehabis di isi makanan.' Batin Irina menudukan kepalanya.
'Mereka berdua pasti malu sekali Aku harus pura-pura tidak mendengarnya.' Batin Naruto.
"Jika kalian tidak keberatan kalian bisa ikut makan malam bersama kami." Tawar Tamamo yang baru keluar dari dapur mengenakan celemek.
'Siapa perempuan itu? Apa dia Istri Minato-sensei?' tanya Irina dalam hati setelah melihat Tamamo keluar mengenakan celemek.
"Aku Tamamo Mae Istri dari Naruto-kun." Tamamo memperkenalkan dirinya pada Xenovia dan Irina.
'N-naruto-kun sudah menikah?! Tapi bukankah dia seumuran dengan ku?' tanya Irina dalam hati sambil menatap Naruto.
"Ada apa? Apa ada yang salah dengan wajah ku?" tanya Naruto pada Irina lalu tersenyum lembut.
Plak...
"Jangan menggoda gadis lain di depan Istri mu Naruto-kun." Desis Tamamo setelah menjitak kepala Naruto.
Time Skip.
Pagi hari
Kediaman Uzumaki.
Naruto P.O.V On.
"Hoam…." Aku menguap saat bangun tidur.
"Naruto-kun Ohayou~" sapa Tamamo pada ku.
"Tamamo ya? Tunggu kenapa kau telanjang?" tanya ku panik.
"Apa kamu lupa apa yang terjadi semalam?" tanya Tamamo pada ku dengan kalimat "Terjadi semalam?"
"A-apa maksud mu?" jawab ku grogi.
"Ara~" goda Tamamo.
"Jangan membuat ku bingung." Gumam ku mengalihkan pandangan wajah ku.
"Apa ini?! Ce-celana dalam?!" teriak ku panik karena memegang sebuah celana dalam yang sedah pasti milik Tamamo-chan.
Brak.
"Oi, Naruto ada apa tiba-tiba kau berteriak?" tanya Karin pada ku setelah mendengr teriakkan ku.
Bugh….
Bugh….
Bugh….
"K-karin kenapa kau memukuli ku?" tanya ku lemah.
"Kenapa kau berteriak saat melihat Istri mu telanjang?" tanya Karin ketus.
"Kau tahu walaupun dia Istri ku belum berani melakukannya." Jawab ku dengan wajah sedikit merona.
"Bodoh!" ketus Karin keluar dari kamar ku dan membanting pintu kamar ku
Blam….
"Naruto-kun, semalam teknik mu luar biasa~" bisik Tamamo-chan di telinga ku.
"A-apa maksud mu?" tanya ku gerogi.
"Semalam saat kau tidur…."
Naruto P.O.V Off.
Flashback On.
"Puding, Puding ini kenyal." Igau Naruto sambil meremas-remas dada Tamamo.
"Ah~ Naruto-kun~ i-itu bukanlah pudding~" Desah Tamamo karena dadanya diremas Naruto ketika Naruto mengigau.
"Es Krim pink pasti itu rasa strowberi aku ingin menjilatnya." Igau Naruto lagi air liur narto sudah keluar kemudian Naruto menjilat puting milik Tamamo.
"Ahh~ Naruto-kun itu bukan Es Krim strowberi, ah~" desah Tamamo lagi.
"Jilat, jilat. Hisap, hisap." Igau Naruto sambil terus menerus menjilati puting Tamamo dengan cepat dan tidak lupa beberapa kali menghisapnya seolah olah dia sedang memakan Es Krim.
"Ah~ Hentikan~ A-aku tak akan bisa manahannya~ Kyaa~" desah Tamamo di akhiri desahan panjang.
"Hentikan Flashback ini!" pinta Naruto.
Flashback Off.
"Naruto-kun kenapa meminta ku berhenti itu belum sampai ke bagian yang lebih panas lagi loh?" tanya Tamamo polos.
"Lebih panas lagi? Maksud mu aku melakukan hal yang lebih mengerikan lagi?" tanya Naruto.
"Iya seperti mencolek-colek Vammmm." Penjalasan Tamamo berhenti karena Naruto menutup mulut Tamamo.
"S-sudahlah j-jangan di bahas lagi ku mohon." Pinta Naruto.
"Emmmmm." Tamamo merontak lalu Naruto melepaskan bungkamannya pada Tamamo.
"Sambil mengigau selai strowberi dan berniat menjilatnya namun ku cubit pipi Naruto-kun sehingga tidak jadi menjilatnya." Jelas Tamamo pada Naruto dengan wajah merona.
"Aku melakukan hal seperti itu tadi malam." Ucap Naruto shock dengan aura suram sambil memeluk lututnya.
"Naruto-kun~ aku akan menyiapkan sarapan dulu." Ucap Tamamo kemudian megenakan pakaian dalam sekalisgus piamanya, lalu beranjak ke dapur.
Setalah sarapan bersama keluarga Uzumaki dan Irina serta Xenovia berakhir dengan tenang dan diawali dengan doa yang di pimpin oleh Irina selaku utusan gereja. Kemudian Karin dan Nobume berangkat kesekolah terlebih dahulu.
"Jadi ada keperluan apa hingga gereja mengutus pengguna pedang Excalibur ke kota ini?" tanya Naruto pada Irina dan Xenovia.
"Tidak ada urusan dengan mu." Jawab Xenovia ketus.
"Apa begitu cara mu berbicara dengan tuan rumah yang baik?" sindir Naruto pada Xenovia.
"Iya Tuan rumah yang sangat baik hingga tidak tahu jika akan ke datangan tamu dan berbisik-bisik agak jauh dari tamunya." Xenovia membalas sindiran Naruto.
"Sudahlah jangan di ingat lagi kejadian semalam akan ku bayar kau berapapun." Naruto berniat menyuap Xenovia agar tidak membicarakan ke salahannya semalam.
"Sudahlah Xenovia-chan." Larai Irina
"Hm." Gumam Xenovia datar dan juga dengan ekspresi datar.
'Entah kenapa aku jadi mengingat seseorang dan merasa menyebalkan sekali.' Batin Naruto setelah mendengar Xenovia bergumam barusan.
"Kami di kirimke kota Kuoh karena mencari tiga pedang Excalibur yang di curi malaikat jatuh Naruto-kun. Maksud ku Naruto-san." Jelas Irina dan mengubah panggilan –kun ke –san karena kurang nyaman saat di tatap oleh Tamamo.
"Oh. Apa kalian tidak tahu kalau kota ini teritori klan Gremory dan Sitri?" tanya Naruto pada Xenovia dan Irina.
"Kami tahu itu makanya nanti kami akan menemui mereka." Tegas Xenovia.
"Jadi Naruto-san kumahon temani kami menemui Pewaris Gremory nanti sore." Pinta Irina pada Naruto.
'Gimana nih hubungan ku dengan pewaris Gremory benar-benar buruk. Bodo amat.' Batin Naruto.
"Um Baiklah tak masalah sebaiknya kalian tidak membuat masalah nanti." Naruto menasehati Xenovia dan Irina.
"Naruto-san kami berkeliling dulu sambil mencari informasi tentang Excalibur yang di curi." Ucap Irina kemudian Irina dan Xenovia pergi dari kediaman Uzumaki.
'Jadi mereka disini hanya untuk menumpang tidur dan makan saja?' batin Naruto sweatdrop.
Kemudian Naruto dan Tamamo berangkat ke sekolah, dan melakukan kegiatan seperti biasa.
Time Skip
Sore Hari Ruang Penelitian Ilmu Gaib.
Semua bidak Rias berkumpul disitu kecuali Yuuto Kiba.
"KAU!" wajah Rias menegang saat melihat Naruto mengantar kedua utusan gereja.
"Tidak tidak aku hanya mengantar kedua tamu mu ini Gremory-san." Ucap Naruto seolah tak peduli.
"Jangan bercanda aku belum melupakan kejadian kemarin Uzumaki." Desis Rias.
"Tuh kan. Hubungan kami kurang baik kenapa kalian meminta ku mengantar kalian." Bisik Naruto pada Irina dan Xenovia dan mengabaikan perkataan Rias barusan.
"Jangan mengabaikan ku!" bentak Rias pada Naruto.
"Sudah, sudah cepat selesaikan masalah kalian. Agar aku bisa cepat pulang." Gumam Naruto.
Kemudian perbincangan antara Utusan Gereja dengan Pewaris Gremory berakhir seperti di canon Kiba dan Issei mengalami kekalahan.
"Baiklah Gremory-san kami pamit dulu." Ucap Naruto pada Rias kemuadian Naruto dan Kedua Utuan Gereja itu pulang.
Malam hari saat Naruto dan kedua utusan gereja dalam perjalanan pulang dan melewati gudang bekas tiba tiba di serang.
"Awas." Ucap Naruto sambil mendorong kedua gadis itu.
Blarr….
Sedakan tercipta akibat serangan barusan yang meleset dan menciptakan kawah yang lumayn besar.
"Aduh." Keluh Irina.
"Hoi itu yang barusan sangat berbahaya aku bisa mati bego!" protes Naruto pada orang yang menyerangnya.
"Kau! Hakuryuuko." Xenovia kaget melihat pelaku penyerangan itu seseorang mengenakan armor putih dan sayap berwarna biru di punggungnya.
"Hakuryuuko? Siapa dia?" beo Naruto.
"Apa kau tidak tahu tentang dua naga langit yang kemudian jiwanya di segel dalam sacret gear?" tanya Xenovia.
"Oh. Jadi Hakuryuuko-san ada angin apa sehinggan kau menyerangku?" tanya Naruto lembut.
"Aku tahu pertarungan mu di bekas dermaga kemarin, jadi aku ingin bertarung dengan mu!" deklarasi Hakuryuuko pada Naruto.
"Apa kau yakin? Ini bisa membuat mu terluka loh?" tanya Naruto.
"Jangan mengkhawatirkan aku." Jawab orang yang mengaku Hakuryuuko.
"Ah…. Kemarin hampir membunuh adik Maou Lucifer. Sekarang aku berhadapan dengan Hakuryuuko? Kesialan macam apa ini?" gumam Naruto lalu pakaian seragamnya di tutupi kilauan emas kemuadian ia mengenakan armor serba emas. [AN. Seperti milik Gilgamesh fate zero.]
"Naruto-san apa kau yakin dia adalah salah satu dari naga langit?" tanya Irina khawatir.
"Jangan khawatir aku memiliki banyak senjata di gudang ku," Jelas Naruto pada Irina.
"Majulah Zasshu!" sambung Naruto menyeringai seolah menantang Hakuryuuko.
"Menarik ini benar-benar menarik." Ucap Hakuryuuko sambil melesat menuju Naruto yang di belakangnya sudah terdapat puluhan lingkaran seperti air riak.
LESSON 09 : DOGFIGHT
To Be Continued….
Saya pribadi mengucapkan Selamat Natal semoga kita selalu dalam lindungan kasih-Nya. Amin.
Maaf lama update karena WB dan alasan lainnya T.T
Terima kasih atas dukungannya Kritik dan Saran yang membangun sangat saya Harapkan.
