Tittle : SILENCE
Author : Madam Reddo
Remake (hunhan ver)
Genre : Drama,Angst,Romance,Etc.
Cast : EXO and Others
Main Pair : HunHan
Rated : M
Lenght : Chaptered
.
.
.
.
.
A/N : Hai Hai Hai... Hanna bawa ff punya author yg ampe sekarang bener2 memberi kesan dalam dan karena ff inilah Hanna terjun pada yg Yaoi kkk Hanna pernah nge remake ini menjadi HunHong di facebook tentu dengan idzin madam sendiri,dan kali ini mau bkin versi HunHan di ffn kkk Ini bukan milik hanna oke! Ini punya madam dan ff ini aslinya 2Min,dah udah pernah di post di page mereka kkk
Sebelumnya hanna berterima kasih sama madam Red a.k.a Reddo Pisang Stroberi yang udah ngasih izin buat ngeremake ulang kemaren plus dah ngasih hanna semangat buat nulis aaaa madam I Love U FULL! 😘
Happy Readinnnggg...
.
.
.
.
.
:::...HUNHAN...:::
NB Madam Red : Itu buku dead Tree sumpah ngarang, jd jangan iseng nyari ke gramedia yah ha99x...
.
~"Maka manusia ini, sesungguhnya sangat lemah, sangat kecil bila di banding dengan kekuasaan Tuhan"~
Pov Sehun
Aku menutup buku yang sudah selesai aku bacakan untuk Luhan, aku membaca judul buku cerita itu, Dead Tree. Buku favorit Luhan. Sebelum tidur aku selalu membacakan cerita untuknya. Aku memandangnya yang berbaring terjaga. Sinar bulan memasuki sampai ruangan. Setiap malam aku menghabiskan waktu sendirian tanpa sentuhan kulitnya yang begitu dingin.
Sudah dua tahun berlalu dan Luhan belum terbangun dari komanya. Dan kamar ku pun berubah dalam sekejap menjadi kamar seperti kamar rumah sakit. Banyak peralatan yang aku beli dari rumah sakit seperti layar penanda detak jantung, infus, dan barang-barang eletronik lainnya yang terpasang di tubuhnya untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Bahkan bau-bau obatan tercium pekat dan tajam di hidung ku tapi aku sudah terbiasa.
Aku pun beranjak berdiri. Menuju seberang tempat tidur dan ikut berbaring di sampingnya.
"Selamat tidur" Ucap ku lembut padanya sambil mencium keningnya. Sebelum tertidur aku menatap wajahnya, mengusap-ngusap pipi dan bibirnya yang sangat ku rindukan. Entah berapa lama aku memandangnya hingga akhirnya aku pun tertidur.
~ Aku menangis sementara kau tidur
Itu adalah satu-satunya cara untuk hanya dekat dari mu
Itu adalah satu-satunya cara untuk menunjukkan diri kepada mu
Kenapa kau membiarkan ku sendirian?~
.
.
.
.
.
.
.
"Pagi Luhan"
Sapa ku. Setiap hari. Selama dua tahun aku terus berkomunikasi dengannya. Dokter pernah berkata pada ku, bahwa manusia yang koma sebenarnya bisa merasakan sentuhan kita, dan mendengar. Jadi dokter menyarankan pada ku agar aku sering berbincang-bincang dengan Luhan, apapun itu walau hanya sekedar ucapan selamat pagi, selamat tidur, aku mencintai mu, aku merindukan mu atau apapun itu. Dokter yakin Luhan pasti mendengarnya.
Aku menaruh keramik berbentuk mangkok berisi air hangat di meja samping tempat tidur. Aku membuka bajunya satu persatu secara perlahan. Setelah dia sudah telanjang sepenuhnya. Aku mengelap lembut setiap inci tubuhnya dengan hati-hati. Walaupun ada dua perawat yang tinggal di sini untuk mengawasi dan memberi obat pada Luhan. Tapi untuk hal-hal kecil yang kira-kira bisa aku lakukan, akan aku lakukan sendiri seperti memandikannya dan juga alasan aku melakukannya karena aku tidak ingin membiarkan siapapun lagi yang menyentuh tubuhnya.
Ku lihat luka-luka di tubuhnya yang sudah mulai memudar hilang. Setelah mengelap dan mengeringkan tubuhnya, aku langsung mengolesi obat pada luka-luka yang terdapat di tubuhnya. Dan di setiap sentuhan ku pada dirinya aku selalu mengucap doa dalam hati ku. Ucapan cepat sembuh dan juga agar dia cepat terbangun dari tidur panjangnya.
~ Jika ku ulurkan tangan ini, akankah sampai kepada mu?~
Setelah selesai mengolesinya dan memakaikan baju padanya. Aku segera memanggil perawat untuk masuk dan mereka berdua langsung memeriksa kondisi Luhan. Ku lihat salah satu perawat menyuntikan sesuatu kedalam selang infus. Memeriksa denyut nadi dan memeriksa alat-alat yang ada di sana.
"Bagaimana?" Tanya ku.
"Kondisinya stabil Tuan Oh" Ucap salah satu suster dengan ramah. Dan aku menarik napas lega. Dalam dua tahun, entah sudah keberapa kalinya tiba-tiba jantung Luhan berhenti berdetak, atau terkadang badannya panas tinggi. Membuat ku setiap hari merasa takut bila sewaktu-waktu detakan jantung itu benar-benar berhenti selamanya.
"Kalau begitu aku titip dia pada kalian"
"Baik" Mereka berdua membungkuk pada ku dan aku pun pergi untuk bekerja. Walaupun aku mengatakan seperti itu tapi aku memasang kamera di kamar ku ketika aku pergi bekerja. Aku akan menyalakan kamera tersebut dan langsung tersambung pada laptop atau handphone ku. Bukannya aku tidak percaya pada mereka, hanya saja aku ingin memastikan mereka menjaga Luhan dengan baik, bahkan aku meminta kepala pelayan Jung untuk ikut mengawasi dan juga Baekhyun untuk selalu berkunjung menemani Luhan ketika aku sedang bekerja.
~Pov Baekhyun~
Aku segera menutup laptop ku, memasukkannya ke dalam tas, saat bel jam pelajaran kuliah selesai. Sudah dua tahun berlalu, sejak Luhan koma dan Sehun tidak pernah pergi ke sekolah lagi, bahkan dia tidak mengikuti ujian nasional. Dan otomatis dia tidak lulus. Sedangkan aku dan kekasih ku Chanyeol. Tetap menjalani rutinitas kami seperti biasa. Aku memutuskan untuk mengambil satu universitas dengan Chanyeol.
"Aku hari ini mau ke tempat Sehun, jadi Kau pulang saja duluan" Ucap ku di telepon pada Chanyeol di seberang sana, dia mengajak ku untuk pulang bersama-sama.
"Ok, bye. I love u" Kemudian aku pun menutup telepon ku. Dan berjalan menuju tempat parkir dan mengambil Scooter pink ku.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku membuka pintu kamar Sehun dan tercium bau tajam obat-obatan bebauan ciri khas bila sedang berada di rumah sakit. Tapi saat ini aku sedang berada di kamar Sehun, bukan di rumah sakit. aku mendekati tubuh yang telah dua tahun lamanya terbaring di sana.
"Siang Luhan" Sapa ku lembut sambil mencium pipinya. Lalu duduk di kursi di samping tempat tidurnya. Dan aku pun mulai bercerita tentang kegiatan ku selama beberapa hari termasuk hari ini. Sehun bilang kita semua bila bertemu dan sedang bersamanya harus menyapa dan mengajaknya berbicara.
Aku meraih dan menggenggam tangannya. Dan ku lihat cincin emas ukir bertahta permata kecil melingkar di jari manisnya. Cincin yang terpasang sejak Sehun memutuskan untuk membawa pulang dan merawat Luhan di rumah. Sehun berkata pada ku, bila Luhan terbangun suatu hari nanti, Sehun akan segera menikahinya.
Pikiran ku pun melayang ke masa lalu. Saat pertama kali aku melihat cincin ini terpasang di jari manis Luhan.
"Cincin yang sangat indah, tapi kau tidak harus melakukan hal sejauh ini Sehun" Kata ku pada Sehun.
Sehun tersenyum begitu lembut pada ku "Tapi aku sudah berjanji dan bersumpah, baik di saat sakit maupun sehat" Dia mencium kening Luhan.
Aku pun menekap mulut ku. Air mata ku mengalir deras di pipi ku.
Ternyata dia begitu mencintai Luhan. Dia bilang bahwa akan menikahi Luhan ketika Luhan sadar nanti, tapi ucapan sumpah setia itu sudah dia ucapkan jauh di dalam hatinya bahkan sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
~ Baik di saat sakit maupun sehat
Saling mencintai dan menghormati
Hingga kematian memisahkan kalian~
"Kau beruntung sekali,Luhan" Seru ku pada Luhan.
"Cepatlah kau bangun dari tidur mu, Sehun membutuhkan mu"
Aku menggenggam erat tangannya. Dan lagi-lagi aku menangis.
"Sudah sepantasnya kalian hidup bahagia" Isak ku pelan.
Tidak ada hal yang paling aku inginkan di dunia ini selain melihat sahabat ku Sehun bahagia. Selama ini aku terus dan terus melihatnya, memperhatikannya. Sejak kehilangan kedua orang tuanya, Sehun seperti tidak punya gairah hidup. Hingga Luhan datang dalam hidupnya. Mengisi kesepian dan kesedihannya dengan senyumnya. Bahkan aku pun merindukan senyum manisnya.
~ Pov Luhan ~
Aku melihat ke sekeliling ku, di sekitar ruangan kosong, aku mencoba untuk membuat sesuatu dalam gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Aku tidak dapat mempercayai indra ku yang lain hanya terus berjalan. Aku takut terjatuh. Aku berdiri diam, tangan ku merasakan di sekeliling ku, mencoba untuk membuat jalan sendiri.
Aku diam saat telinga ku mendengar, seperti mendorong tangan ku untuk merasakan. Di kejauhan aku berhenti. Tiba-tiba aku menyadari bahwa aku tidak bisa berteriak dan membiarkan dunia tahu. Bahwa aku sendirian. Sebenarnya aku takut, aku tidak ingin sendirian dalam gelap.
Dalam hati ku, diam-diam aku menunggu untuk mu, walau aku mendengar tapi aku tidak bisa mencapai, aku tidak bisa menemukan suara mu, ketika kau dengan lembut memegang tangan ku, aku tidak bisa menerimanya.
Kerinduan akan di cintai. Aku terus sayang pada mu, tapi aku tidak mampu untuk mencintai mu lagi.
Aku menguburkan semua kesalahan membakar dari dalam, yang disebabkan oleh ke tidak adilan hidup. Meskipun dunia berubah tapi dosa yang aku lakukan tidak dapat diubah. Aku telah mengkhianati mu.
Aku tidak bisa kembali, Sehun.
Dalam kegelapan di dunianya. Luhan meringkuk sendirian. Ingin bertemu tapi tak bisa bertemu. rasa bersalahnya yang telah mengkhianati Sehun, membuatnya takut untuk terbangun dari mimpinya. Dia takut menghadapi kenyataan bahwa Sehun akan membenci dan meninggalkannya.
********
~Pov Sehun~
Aku membuka buku cerita kesukaannya dan hendak membacakannya lagi seperti biasa sebelum aku pergi tidur. Aku pun mulai membacanya. Dan sejujurnya setiap kata-kata dari cerita itu bagaikan ungkapan isi hati ku untuknya.
Dead Tree
Dan hal yang aku inginkan adalah: Dua tangan untuk memegang mu dan menghancurkan kegelapan yang telah membuat mu terisolasi dengan dunia yang di sebut kenyataan.
Senjata terbaik untuk menghancurkan kegelapan adalah memeluknya, menghiburnya, mencintainya.
Bulan tersenyum dan membungkuk untuk mencium wajahnya yang dibasahi air mata.
Kematian bisa berarti akhir dari kau dan aku.
Atau bisa berarti mengalah pada kekosongan, kekosongan yang akhirnya akan memperluas dengan sendirinya. Beberapa cinta yang kita gunakan untuk mengetahuinya?. Rasa akan cinta mati bersaing dengan kebencian, tetapi cinta cukup kuat untuk menusuk kebencian.
Jika tidak ada satupun yang berada di samping mu
Bila jiwa mu kesepian
Lalu aku akan mengikuti mu ke dalam gelap
Apakah aku bisa mengikuti kau ke dalam gelap?
Yah, aku bisa. Bahkan…
Aku bisa merampok kesempurnaan langit .
Aku bisa mencuri senyum dari wajah tenang bulan.
Aku bisa menangkap kemuliaan matahari.
Aku bisa melakukan semuanya. Untuk mu.
Kenyataannya adalah kau tidak pernah tahu bahwa bahkan setelah selama ini,
Aku mengambil badai untuk mu.
Bahkan setelah semua hujan es itu, aku membuang payung untuk mu.
Faktanya adalah, kau memilih untuk mengabaikan bahwa meskipun ada sebuah labirin yang terletak di depan ku, aku akan tetap berjalan untuk mu.
Bahkan jika laut mengganas, aku akan berlayar untuk mu.
Sebenarnya, kau ingin melupakan, meskipun aku ingat untuk mu.
Bahkan jika langit, mengobrak-abrik dunia dan menjerit
Melemparkan rasa takut dimana-mana, aku akan tetap tersenyum untuk mu.
Jika
besok adalah akhir dunia
Aku akan selalu di sini
Walaupun tidak dapat menemukan cara untuk memperbaiki situasi ini.
Sampaikan pada dunia, sekali lagi aku ingin berharap, Tuhan mau membuka tangga menuju kebahagiaan.
:::::~~"~~::::::
Aku menutup buku tersebut setelah selesai membacanya. Dan tiba-tiba entah setan apa yang merasuki ku. Aku beranjak bangun dan naik ke atas tempat tidur. Menindih tubuh Luhan. Aku menciumnya, melumat bibirnya. Dan aku sadar Luhan tidak meresponnya. Aku menatapnya, wajah kami begitu dekat hingga kening kami bersentuhan.
"Luhan" Panggil ku. "Luhan"
"Aku merindukan mu"
"Bangunlah, marahlah pada ku, karena aku.. kau jadi seperti ini, ini semua salah ku, salah ku"
Aku memeluknya dan menangis.
~ Aku di sini untuk mu
Kau segalanya bagi ku
Semua yang ingin aku lakukan, adalah bersama mu
Tidak ada masalah kapan, di mana dan bagaimana?
Aku tetap setia tidak pernah ragu
Aku sudah tidak sabar untuk memegang mu~
~Pov Luhan~
"Luhan"
Aku menengadah dalam gelap. Lagi-lagi terdengar suaranya.
"Luhan"
Aku semakin merapatkan tubuh ku. Aku tidak tahan mendengarnya. Aku mohon, biarkan saja aku. Aku ini telah berbuat dosa yang tak termaafkan.
Tiba-tiba aku melihat sebuah rintikan air bercahaya jatuh di depan ku dan menimbulkan riakan lingkaran yang semakin melebar lalu menghilang. Dan gelap kembali.
Apa tadi? Tanya ku dalam hati.
Detik-detik kemudian rintikan air yang memancarkan cahaya itu jatuh semakin banyak. Bahkan aku pun terkena rintikan itu.
"Luhan"
Rasa hangat dari rintikan air cahaya itu membuat ku terkesiap. Dan aku melihat sosok Sehun. Sosok yang sudah lama tidak aku lihat. Aku melihatnya sedang menangis. Lalu aku merentangkan tangan ku. Dan merasakan lebih banyak rasa hangat dari air yang bercahaya tersebut. Apakah ini air mata Sehun?.
"Luhan, aku merindukan mu, aku mencintai mu"
Aku jatuh terduduk saat mendengar ucapannya. Kenapa? kenapa kau masih mencintai ku Sehun? Bukankah aku sudah mengkhianati mu?.
"Ini salah ku"
Tidak. Sehun itu bukan salah mu. Aku, aku, ini salah ku.
Ini benar-benar bukan salah mu
Aku terhenyak sesaat. Kata-kata untuk Sehun dari ku seperti menyadarkan ku. Bahkan mungkin ini pun bukan salah ku. Aku tidak pernah menginginkan hal ini terjadi bahkan Sehun.
"Ini salah ku"
Bukan Sehun . Ini bukan salah mu. Aku harus pergi dari sini. Aku harus menemuinya. Aku harus mengatakannya, bahwa ini bukan salahnya. Ini bukan kesalahan kita berdua.
:::::~~~"~~~:::::
Aku membuka mata ku perlahan, beradaptasi dengan cahaya yang sudah lama tidak pernah ku rasakan. Dan ku lihat langit-langit kamar yang aku kenal dan juga ku rasakan rasa hangat di tubuh ku.
Dengan segenap kekuatan ku, aku menyentuh kepalanya.
Ku lihat Sehun menatap ku tercengang.
"Lu.. Lu.. Luh..aann" Panggilnya terbata-bata.
Aku tersenyum padanya, dengan berurai air mata.
"Luhan, Luhan, Luhan, Luhan, Luhan" Sehun terus memanggil ku berkali-kali, mencium kening ku,kedua pipi ku lalu bibir ku. Kemudian memeluk ku lagi. Aku pun membalas memeluknya.
Sehun,Sehun,Sehun,Sehun,Sehun. Aku pun terus memanggilnya dalam hati ku.
Aku begitu merindukannya.
******
~Pov Sehun~
Aku tidak percaya, ini seperti mimpi. Luhan membuka matanya?. Aku terus menangis entah berapa lama. Aku begitu bahagia.
Dan kami pun hanya berpelukan. Menangis bersama hingga tertidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat pagi tiba, sejak aku terbangun, aku sama sekali tidak beranjak dari tidur ku. Aku terus menatapnya dia pun menatap ku. Bahkan aku takut memejamkan mata dan dia akan hilang lagi.
"Apakah aku bermimpi?" Tanya ku. Dia hanya terdiam menyentuh dan mengusap pipi ku.
…'Sehun, maafkan aku, aku telah mengkhianati mu'… Ucap Luhan tiba-tiba.
"Apa maksud mu? kau mengkhianati ku?"
…'Padahal aku sudah berjanji, tubuh ini hanya milik mu seorang, tapi..'…
Dia pun mulai menangis.
"Tidak, Tidak Luhan, ini bukan salah mu, ini salah ku, kau tidak mengkhianati ku" Aku memeluknya. Ternyata dia berpikiran seperti itu.
"Aku mencintai mu, aku menyukai semua yang ada pada diri mu, meskipun kau buruk sekalipun" Lalu aku menciumnya.
Dari awal aku jatuh cinta padanya, aku telah memberikan hati ini dan itu untuk selamanya. Satu-satunya yang aku butuhkan dalam hidup ku adalah kau. Kau adalah satu-satunya. Aku bukan apa-apa tanpa diri mu. Aku ingin hidup bahagia bersamanya. Kau adalah cinta sejati. Kau adalah satu-satunya dimana aku ingin menghabiskan seluruh hidup ku dengan mu.
Tidak ada hal lain lagi yang aku inginkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sebulan telah berlalu sejak Luhan terbangun dari komanya. Karena dia telah lama terbaring di tempat tidur. Luhan menjadi lumpuh dan dokter mengatakan bahwa kelumpuhan itu bersifat sementara. Tapi juga tidak tahu dipastikan kapan Luhan bisa berjalan lagi.
Aku memakai kemeja ku seusai mandi, hendak pergi bekerja. Dan ku lihat Luhan sedang terbaring di sofa membaca buku ditemani Chuncu dan Red. Aku pun mendekatinya.
"Apa aku bolos saja hari ini?" Tanya ku menatapnya. Luhan tersenyum pada ku lalu merentangkan tangannya pada ku dan aku pun membaringkan tubuh ku di atas tubuhnya. Menyandarkan kepala ku didadanya. Rasanya nyaman. Dan Luhan meneruskan membaca bukunya. Chuncu melompat dan menaiki punggung ku dan tertidur. Sedangkan Red sedang bermain-main dengan jari ku yang menggelitiki lehernya. Suasana sehari-hari seperti ini bagi ku sudah cukup. Aku bahagia.
Sesuai janji ku, aku langsung menikahinya. Beberapa hari kemudian setelah dia terbangun dari tidur panjangnya. Saat aku melamarnya,Luhan tanpa henti-hentinya menangis.
:::::::::::
~ Baik di saat sakit maupun sehat
Saling mencintai dan menghormati
Hingga kematian memisahkan kalian
Apakah kalian bersumpah untuk selalu hidup bersama?
Kami bersumpah.~
~THE END~
Next Epilog...
"Ah maaf, ini Song Hanna, dia sekretaris ku dia akan bermalam di sini malam ini karena harus membantu ku mengerjakan beberapa proyek yang sudah deadline"
"Kau hamil?"
"Luhan itu pria, dia tidak bisa hamil"
"Sebuah keluarga memang akan lebih lengkap kebahagiaannya bila ada anak di antaranya"
INI ENDINGNYAAAAA...
Gimana gimana gimana?
Kkkkk Ntar Hanna kasih epilogue/sequel gtu?
Hanna beneran terkesan dengan setiap review.. Tadinya hanna mau update kemaren tpi Hanna ge sakit gak enak badan.. Dan sebagai permintaan maaf Hanna juga post FF Oneshoot. GS sih #Pletak
BIG THANKS: luhannieka | Novey | chie atsuko | sukhyu | egatoti | sehunhan | rikha chan | choi seul bee | Uchiharuno Rozu | RilakkumaDobi | SFA30 | Fadillaayunani | deerhunnie99 | Guest | NoonaLu | Nurfadillah | tetsuya kurosaki | Bambi Mole | Euneunji | KikyKikuk | viiyoung | junia angel 58 | ruixi1 | ramyoon | hea | ditstysandra | Luhan Oh | IndahOliedLee | princess hangul | arvita kim | Guest2 | luwinaa | Albino's Deer | younlaycious88 | Widiyasari | ChagiLu | HUNsayHAN | luhxxnnie | Jogirl | Guest3 | No name | ayaya | Selu947 | Mr albino |
Apa ada yang gak kesebut?
Silahkan PM Hanna..
Dan Hanna minta maaf bget gak bales rev,tapi review kalian di jamin dah Hanna baca semua..! Kkkkk
Kalian Kereeennn... Ap ge yg review! Hohohooo Gomawoo yg dah review,Foll & Fav yah istilah lain'ny dah ninggalin jejak gtu.. Kekekeee Loph u loph u kkkk
See youuu next chappie!
REVIEW?
