Main Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun

Other Cast : Bang Yong Guk, Himchan, Zelo (B.A.P)/ di sini umur mereka di tuakan ,

Lee Hyuk Jae, Kim Ryeowook, Lee Donghae, Kim Jong Woon (yesung).

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

Previous Chapter

"Pikirkan perasaan Sungmin, kami bisa memberikan segala kebutuhan kalian...apa yang kau inginkan, akan kami turuti Chaggy".

"Tapi Eomma..."

"Jangan menerima beasiswa itu Kyunnie! Eomma mohon"

.

.

.

Chapter 10


Caffe Latte


.

.

.

Hembusan nafasnya kian memburu, tak ada yang dapat ia lakukan selain mengiggiit kuat bibir bawahnya, kedua manik foxy itu tampak seperti serpihan kaca yang begerak, berkali-kali namja cantik itu menggelengkan kepala mencoba tetap bertahan pada rasa percayanya akan kata cinta yang pernah terucap.

Namun apa yang di dengar dari bibir namja yang begitu dicintainya membuat hati kecilnya serasa tertikam, dikhianati sekaligus dipermainkan kini mengguncang seluruh benaknya.

"Eomma mohon Kyunnie, kau harus menikah dengan Minnie "

"Maafkan aku Eomma...aku tidak bisa~

PRAAAANKKKKK

Nampan berisi dua cangkir Caffe Latte itu terhempas ke lantai, pecahan keramik yang tercecer begitu jelas menggambarkan bentuk hati Sungmin saat ini. Kedua tangan mungilnya bergetar , kalimat yang terlontar dari Kyuhyun cukup membuat seluruh tubuhnya melemas hingga bersimpuh di hadapan genangan Caffe Latte dan serpihan cangkir itu.

"Minnieee!" Jerit Heechul begitu mendapati tubuh Sungmin merosot di lantai dengan berlinang air mata. Ia berlari secepat yang ia bisa untuk merengkuh tubuh Sungmin.

"Shit!" umpat Kyuhyun lirih, ia menunduk sembari meremas kuat surai coklatnya.

.

Kyuhyun Pov

Apa yang telah kulakukan?...

Sungmin mendengarnya...ia mendengar semua yang telah ku katakan.

Aku menyakitinya lagi Tuhan. Sungmin tentu salah paham dengan semua ini.

Kini apa yang harus ku lakukan, surat ini telah menjadi serpihan kertas yang tak berbentuk lagi...bagaimana aku bisa menjelaskan semua ini padanya. Jangan membenciku Lee Sungmin.

"Chaggy...ssshh... ulljima". Ku lihat Eomma mencoba meredakan tangisnya, aku hanya termenung melihat mereka, seluruh gerakanku seolah terkunci karena isakan Sungmin, sungguh...hatiku sakit melihatnya, bukan air mata itu yang ku inginkan dari mu Lee Sungmin.

Seharusnya aku menyadari kehadiramu...aku tak ingin menyakitimu Ming, aku mencintaimu.

Aku melangkah pelan mendekati Sungmin, ia begitu rapuh dalam dekapan Eomma. Tak tau apa yang harus kukatakan, aku tak bisa bertahan dengan wajah itu Ming...di mana rona merah yang selalu ku rindukan, di mana senyum cantik dari bibir manis yang selalu kau tunjukkan untukku Ming?

Oh jebal...berhentilah menangis.

"Ming...". aku mencoba mengambil alih tubuh Sungmin dari dekapan Eomma. Memeluk tubuhnya yang bergetar dengan segenap hatiku. Tak ada kata yang terucap dari bibirnya. Dan ini sungguh membuatku panik.

"Ulljima...jebal". Ujarku sembari mengangkat tubuh Sungmin dalam sekali gerakan kemudian membawanya ke dalam kamar kami. isakannya tak kunjung terhenti...meski saat ini aku telah mendudukkan tubuh mungilnya di ranjang.

"Kyunnie...tenangkan sungmin dan jelaskan semua ini padanya...Eomma keluar ne? Eomma harus bicara pada Appamu. Jangan kecewakan kami Chaggy". Eomma menepuk bahuku pelan, dan setelahnya ia berlalu meninggalkan kami.

.

"Ming...lihat mataku".

Kyuhyun Pov End

.

.

Author Pov

"Ming...lihat mataku". Ujar Kyuhyun, jemari panjangnya menangkup pipi Sungmin agar menatapnya. Ia dapat melihat dengan jelas raut wajah yang begitu kecewa dan sangat tersakiti.

"..."

"Aku tak berniat untuk menolak pernikahan~ a...ma-maksudku semua yang kau dengar tak seperti yang kau pikirkan Ming...kau salah paham dengan semua ini, aku mohon percayalah padaku...aku sangat mencintaimu". Ucapnya berusaha meyakinkan namja cantik itu, Kyuhyun mempertemukan dahi mereka dan sesekali mengecup puncak hidung atau bahkan bibir Sungmin. Namun sepertinya hal itu tak meluruhkan rasa sakit yang menyebar di hati Sungmin. Namja cantik itu menepis tangan Kyuhyun dan memilih untuk menundukkan kepalanya.

Semua begitu nyata dan jelas ia dengar...kata penolakan atas pernikahan mereka, nampaknya telah mematahkan rasa percayanya pada Kyuhyun.

Ingatan kelam itu kembali merasuki pikiran namja cantik itu. Kyuhyun pernah menghardiknya dan melontarkan kalimat ia ingin menguasai rumah mereka tanpanya. Sungmin menduga...jika sikap lembut penuh cinta itu hanyalah tipu daya dari Kyuhyun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, dan setelah semua berada dalam genggamannya, Sungmin akan akan kembali mendapat perlakuan kasar dan bahkan Kyuhyun akan membuangnya jauh-jauh dari kehidupannya. Atau mungkin Kyuhyun berpura-pura mencintainya kerena Heechul dan Hangeng akan berkunjung ke rumah mereka, membuat seolah semua baik-baik saja di depan mereka. Dugaan –dugaan itu selalu membayangi benak Sungmin dan semakin memperkuat rasa ragunya untuk Kyuhyun.

"Kau harus mempecayaiku Chaggy...Ku mohon katakan sesuatu dan tatap aku".

"..."

Kyuhyun mengacak rambutnya gusar...Sungmin tak sekalipun menanggapi ucapannya, namja cantik itu tetap mempertahankan posisinya saat ini,menundukkan kepala dan membiarkan bulir-bulir air mata berjatuhan. Kyuhyun jengah dengan sikap itu...ia menghempas tubuh Sungmin hingga terbaring di ranjang,dan mulai memenjarakan tubuh mungilnya.

"Ming...bicaralah, aku lebih memilih kau memakiku daripada melihatmu mengacuhkanku seperti ini...kumohon katakan sesuatu chaggy...aku bisa menjelaskan semuanya, ini karena beasiswa itu, aku mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikanku di Amerika. Lihat ini Ming". Kyuhyun mengumpulkan sobekan kertas yang tercecer di ranjang mereka,menggenggamnya dan menunjukkannya pada Sungmin.

"Surat ini berisi pernyataan bahwa diriku mendapat kesempatan~

"Cukup Kyu!...hentikan semua kebohonganmu!". Jerit Sungmin, ia menghempas tangan Kyuhyun hingga potongan-potongan kertas itu tersebar. Apa yang di tunjukkan Kyuhyun semakin membuatnya muak.

Jika memang itu adalah pernyataan beasiswanya, untuk apa Kyuhyun menghancurkannya menjadi serpihan-serpihan kecil. Dan itu terlihat sangat konyol di mata Sungmin.

"M-ming..."

"Apa kau sedang membodohiku?! Jangan pikir aku akan mempercayaimu dengan sampah yang kau tunjukkan padaku Kyu!".

"Apa maksudmu? Aku berkata sesungguhnya. Ku mohon dengarkan aku, kau tak mengetahui yang sebenarnya Ming". Kyuhyun begitu tercengang dengan penuturan Sungmin. Rupanya namja cantik itu tak sepenuhnya mendengarkan pembicaraan antara Kyuhyun dan ibunya. Bahkan ia tak melihat Heecul-lah yang menyobek surat pernyataan itu.

"Menyingkir dari tubuhku Kyu!". Seru Sungmin, ia mendorong kuat dada Kyuhyun agar menjauhi tubuhnya.

"Tidak...kau harus mempercayaiku Ming".

"Lepaskan aku! Untuk apa aku mempercayaimu!". Sungmin semakin mendorong kasar dada Kyuhyun, hingga kungkungan tubuh kekar itu berhasil dilepasnya. Entah berasal dari mana kekuatan itu...namun saat ini emosi yang meluap sepenuhnya mengendalikannya. Sungmin beranjak kasar dari ranjang mereka dan mulai membuka lemari dengan tergesa-gesa.

"Ming...apa yang kau lakukan?". Ujar Kyuhyun panik, melihat Sungmin melempar seragam dan buku-bukunya ke dalam koper pink miliknya.

"..."

"Hentikan Ming".

"..."

"Ming...ku mohon berhentilah, jangan bersikap seperti ini padaku". Kyuhyun menahan lengan Sungmin dan berusaha memeluknya, namun namja cantik menepis tangannya dan kembali mengemas semua barang. Kyuhyun mendesah berat melihat sikap dingin Sungmin, ia benar-benar terjebak dalam rasa takut dan cemasnya karena perubahan emosi kekasihnya.

"Ming! Aku bilang hentikan!".

"Wae Kyu?! Bukankah kau tak menginginkanku?! Lebih baik aku pergi dar rumah ini!".

"Pergi?...tidak...aku tidak mengizinkanmu pergi dari rumah kita Ming, kembalikan lagi semua barang-barang ini". Ujar Kyuhyun sembari mengembalikan pakaian Sungmin ke dalam lemari, ia tak berharap Sungmin serius dengan ucapannya.

Namja tampan itu sangat menyayangi Sungmin,sungguh bukan ini yang ia harapkan...tapi apa daya... ia tak mampu melepas simpul kesalah pahaman itu. Sikap keras kepala Sungmin berhasil membuatnya panik dan kehilangan banyak kata untuk meyakinkan kekasih mungilnya.

"Aku ingin pergi Kyu!"

"Pergi ke mana?! Berhentilah bersikap kekanakan Ming!"

"Kau benar!...aku memang kekanakan! Biarkan aku pergi!". Sungmin kembali melempar acak semua pakaiannya ke dalam koper, Sungmin tak berniat sedikitpun menatap Kyuhyun yang begitu tersiksa karena tak berhasil meluruhkan emosi dan sikap keras kepalanya.

"Chaggy...jebal... berhentilah bersikap keras kepala seperti ini...beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya, kau hanya salah paham". Nada bicaranya tak lagi meninggi seperti beberapa saat yang lalu, ia tetap berusaha membujuk Sungmin untuk menghentikan tekadnya.

"Aku akan tetap pergi dari rumah ini!". Seru Sungmin, ia menutup kasar kopernya setelah semua barang berhasil dikemasnya.

"ini rumahmu, kau tak akan pergi ke manapun Ming"

"Aku ingin menyusul Eomma!". BRAKKKK

Sungmin menjerit di depan Kyuhyun, ia menghempas pintu lemari itu, hingga membuat Kyuhyun tersentak karenanya. Namun Sungmin tak menyadari...apa yang telah ia lakukan membuat Vas bunga di atas lemari itu berguncang.

"Ming awas..!" PRANNKKKKKK "Ugh.."

"K-kyu...KYUHYUUUUUN!" Sungmin begitu tersentak saat tiba-tiba Kyuhyun memeluknya tapi ia menyadari pelukan itu berbeda...Kyuhyun seolah melindunginya dari sesuatu. Sedetik kemudian saat ia mendongak untuk menatap Kyuhyun ia menjerit histeris melihat darah yang mengalir dari pelipis namja tampan itu.

"K-kau baik-baik s-saja Cha-ggy?" Kyuhyun tersenyum lembut dan setelahnya tubuhnya tumbang karena tak sadarkan diri.

"KYUUUU!"

Sungmin tak mampu menopang tubuh Kyuhyun ia pun jatuh terduduk dengan mendekap Kyuhyun, namja cantik itu semakin panik melihat darah yang semakin banyak merembas. Berulang kali Sungmin menepuk pipi Kyuhyun untuk mengembalikan kesadarannya, namun usahanya tak membuahkan hasil.

"EOMMAAAAA! Hiks kyu buka matamu...EOMMMAAAAA! APPPAAAAA!".

"Hiks Kyuuu...". Sungmin menekan luka di kepala Kyuhyun, mencoba menahan rembasan darah itu. ia tak memperdulikan Cairan merah pekat telah mengotori baju dan telapak tangannya.

"EOMMMMAAAAAAAA!"

.

.

,


"Hannie...apa yang harus kita lakukan, kau tau anak kita sangat keras kepala, ia tak akan berhenti sebelum keinginanya tercapai". Ujar Heechul, ia merebahkan kepalanya di dada bidang Suaminya. Keduanya kini tengah menikmati Caffe Latte buatan Sungmin di halaman rumah putranya.

"Hhhh...aku rasa ia bisa mengambil keduanya Yeobbo".

"Apa maksudmu Hannie?" Ucap Heechul, ia menegakkan tubuhnya untuk mendengarkan jawaban suaminya dengan seksama.

"Kyuhyun akan tetap melaksanakan pernikahannya, dan setelahnya... ia bisa mengambil beasiswa itu".

"Itu tidak mungkin Hannie...keberangkatan Kyunnie ke Amerika seminggu sebelum tanggal pernikahan yang telah kita tentukan".

"Benarkah? Apa keberangkatannya tidak bisa di undur?". Ujar Hangeng sembari menyesap Caffe lattenya, pria tampan itu berfikir keras menyelesaikan persoalan pelik di antara anak dan menantunya. Namun meski demikan, keindahan pohon cherry di depan berhasil menyita pandangannya.

"Perusahaan itu telah memastikan tanggal keberangkatannya Hannie, sangat mustahil untuk menundanya. Hhhh... bagaimanapun aku tak akan mengizinkan Kyunnie mengambil beasiswa itu!".

.

"EOMMMMAAAAAAAA!...AAPPPPAAAAAA!"

Pasangan suami istri Cho itu tersentak mendengar jeritan dari dalam rumah putranya, mereka saling melempar pandang, memastikan bahwa apa yang didengarnya benar-benar nyata.

"Kau mendengarnya Hannie?"

"Ne...Yeobbo, itu suara Sungmin".

Heechul berlari ke dalam diikuti Hangeng, mereka mencari-cari suara teriakan Sungmin. Teriakan histeris itu terdengar jelas dari kamar Kyuhyun dan Sungmin. Mereka mempercepat langkahnya kala firasat buruk mulai meruam benak dan hati keduanya.

.

.

"W-wae Chaggy?...OMMOO KYUNNIEEE!"

Heechul menghambur cepat menghampiri Sungmin, Yeojja cantik itu begitu histeris dan panik melihat keadaan Kyuhyun saat ini. Beberapa saat yang lalu ia meninggalkan Kyuhyun dalam kondisi baik-baik saja, dan kini...apa yang ia lihat membuat tubuhnya bagai di hujam ratusan besi panas. Buah hatinya terkulai dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya.

"Apa yang terjadi Chaggy Hiks...Ya Tuhaaaan Kyunnieeee...Hannie cepat lakukan sesuatu...selamatkan anak kita Hannie!" Racau Heechul, ia membantu Sungmin menghentikan perdarahan di kepala Kyuhyun.

Sementara Hangeng bergerak cepat memanggil supir untuk membantunya mengangkat tubuh Kyuhyun. Tanpa membuang waktu banyak mereka membawa Kyuhyun menuju rumah sakit.

Selama perjalanan Heechul memeluk Sungmin, dan mendengarkan semua cerita Sungmin tentang awal pemicu pertengkaran mereka hingga berakhir dengan terlukanya Kyuhyun. Heechul sepenuhnya menyadari ini semua adalah kesalahannya.

Tak sampai 10 menit, mobil mereka tiba di tempat tujuan.

Kyuhyun segera mendapat pertolongan intensif, sementara beberapa orang menunggunya dengan rasa cemas dan gelisah yang begitu kentara di wajah mereka.

"Mianhae...Eomma yang bersalah Chaggy, seharusnya Eomma berada di antara kalian, seharusnya Eomma tak membiarkanmu salah paham seperti ini. Benar adanya...Kyuhyun memang mendapat beasiswa itu Chaggy...Eomma memang telah menolaknya, namun anak itu bersikeras menerimanya karena ingin membahagiakanmu dengan jerih payahnya sendiri...mianhae".

Tangisan Sungmin kian memecah setelah mendengar penjelasan Heechul. Berulang kali namja cantik itu menjerit histeris, merutukki semua kesalahannya. Sungmin tak pernah menduga ia akan menyakiti Kyuhyun hingga sefatal ini, seharusnya ia mendengarkan semua ucapan Kyuhyun, dan membuang jauh-jauh rasa ragu itu. Kini ia menyadari begitu besar rasa cinta Kyuhyun untuknya.

.

.

Hampir satu setengah jam mereka menunggu terbukanya pintu ruang ICU. Tak ada satupun yang bicara, ketiganya terlalu larut dalam kecemasan dan kesedihan. Terlebih untuk Sungmin, ia tertidur dalam dekapan Heechul karena terlalu lelah menangis. Namja cantik itu tak sekalipun akan memaafkan dirinya jika sesuatu yang buruk terjadi pada Kyuhyun.

.

.

TAP...TAP...TAP...TAP

Derap langkah beberapa namja menggema di setiap sudut koridor rumah sakit itu, dinginnya malam tak menyurutkan langkah mereka untuk memastikan kondisi Kyuhyun saat ini.

"Hyung eottohkae...hiks".

"Tenanglah baby...Kyuhyun akan baik-baik saja". Yesung mengeratkan genggamannya di tangan Ryeowook, ia pun tak memungkiri dirinya cukup cemas dengan kondisi sepupunya.

Di belakang mereka, Donghae dan Eunhyuk berjalan beriringan...tak ada raut keceriaan yang biasa menghiasi wajah pemilik gummy smile itu. Meski ia sering dibuat kesal oleh lidah tajam Kyuhyun, namun kecelakaan yang menimpa Kyuhyun turut membuatnya tertunduk sedih.

.

.

.

"Paman...bagaimana keadaan Kyuhyun?". Ujar yesung, ia mendudukkan dirinya di samping Hangeng diikuti Donghae, sementara Ryeowook dan Eunhyuk lebih memilih mendekati Sungmin, mereka cukup terkejut dengan penampilan Sungmin sangat jelas raut sedih dan sakit di paras cantiknya.

"Kami masih menunggu dokter yang menanganinya". Jawab Hangeng sembari memijit pelipisnya,apa yang tengah di hadapi pria tampan itu cukup membuat hatinya kalut.

'CKLEK'

Pintu yang di nantikan itu terbuka, menampilkan seorang pria tinggi berjas putih... terlihat sangat berwibawa, pria itu tersenyum melihat wajah-wajah panik di hadapannya.

Sungmin terbangun saat merasakan tubuh yang memeluknya sedikit terhentak karena kehadiran dokter itu.

"Jungmo...bagaimana keadaan anakku?" Ujar hangeng.

"Harus ku akui benda itu cukup keras menghantam kepala Kyuhyun, namun sangat beruntung...aku tak menemukan gejala Hematoma epidural di kepalanya". Jelas Jungmo sembari menepuk bahu Hangeng.

Hangeng semakin mengerutkan dahinya, penjelasan sahabatnya tak sedikitpun menyurutkan rasa kalutnya, ia masih menyimpan tanda tanya besar akan kondisi sang anak. Sementara Yesung tampak mengangguk paham, ia tau sepupunya baik-baik saja.

"Bisakah kau menjelaskan dengan kalimat yang dapat kumengerti dengan mudah?"

"Kyuhyun hanya mengalami perdarahan, luka di kepalanya bukanlah cedera yang serius. Tak ada yang perlu di khawatirkan Hangeng".

"Apa saat ini kami dapat melihat keadaanya?" kedua foxy itu tampak berkaca-kaca, Sungmin sangat merindukan Kyuhyun. Dan sungguh ia ingin memeluk namja tampan itu.

Jungmo tersenyum lembut melihat wajah menggemaskan di hadapannya, ia mengacak surai Sungmin dan mengangguk pelan.

"Tentu...Kyuhyun telah siuman,kalian dapat melihatnya namun... dengan jumlah yang terbatas". Ujar Jungmo, sembari mengedarkan pandangannya pada tujuh sosok di hadapannya. Ia membimbing Sungmin dan Heechul untuk memasuki ruang ICU tersebut.

.

.

.

"Kyuu". Lirih Sungmin. Namja cantik itu kembali terisak melihat sosok namja yang ia cintai terbaring lemah dengan perban di kepalanya.

Kedua obsidian Kyuhyun perlahan terbuka, begitu mendengar panggilan lembut itu. Kyuhyun menatap sendu namja cantik yang berjalan pelan menuju arahnya.

"M-ming". Ujarnya serak, meski demikian ia tetap tersenyum melihat kehadiran Sungmin, tangan kirinya terangkat untuk menggapai tubuh Sungmin.

Dengan gerakan cepat Sungmin meraih tangan itu...dan menghambur di tubuh Kyuhyun, ia merebahkan kepalanya di dada bidang namja tampan itu, menumpahkan tangisan dan seluruh rasa sesalanya.

"Mianhae...Hiks...jeongmal mianhae Kyuuuu".

Kyuhyun tersenyum simpul menerima reaksi mengejutkan dari namja cantik itu, air mata Sungmin yang membasahi dadanya membuat rasa hangat perlahan menjalar di seluruh tubuhnya. Ia mengelus sayang kepala Sungmin, dan sesekali mengecup puncak kepalanya.

Heechul menghapus air mata di sudut matanya. Apa yang ada di hadapannya saat ini membuat yeojja cantik itu begitu larut dalam haru. Ia dapat meresapi rasa cinta Kyuhyun yang cukup besar pada Sungmin.

"Wae?...kau tidak bersalah Ming...Ulljima".

"Tidak!...aku bersalah Kyu, seharusnya aku mempercayaimu... mianhae Hiks".

Kyuhyun menangkup pipi Sungmin, kemudian beralih mengecup lama bibir mungilnya. Kecupan itu membuat Sungmin sedikit tersentak, namja cantik itu mengerjap polos setelah ciuman mereka terlepas.

"Aku hanya ingin membahagiakanmu dengan usahaku sendiri. Tapi ku rasa keputusanku hanya akan menyakitimu. Aku tidak akan mengambil beasiswa itu...kita akan menikah Ming". Ucap Kyuhyun sembari menghapus air mata Sungmin dengan ibu jarinya.

Penuturan namja tampan itu membuat Sungmin dan Heecul begitu terperanjat mendengarnya, Sungmin menggelengkan kepalanya kasar. Sungguh...ia tak bermaksud membuat Kyuhyun melepaskan impiannya.

"Tidak ...kau harus tetap mengambilnya".

"Aku tak ingin meninggalkanmu Ming..."

Sungmin menundukkan kepalanya dalam. Benar...Kyuhyun akan meninggalkannya jika mengambil besiswa itu,tentu... ini memaksanya harus memendam rasa rindunya untuk Kyuhyun. Sungmin tak memungkiri jika ia tak merelakan dan tak siap menghadapi semua itu, namun bagaimanapun ia tetap menepis egonya, menegarkan hati untuk impian namja yang telah mendekap separuh hidupnya.

"Tak apa...aku akan menunggumu Kyu, jangan menyiakan kesempatan ini...ku mohon". Ujar Sungmin lirih, ia kembali menenggelamkan kepalanya di dada bidang Kyuhyun, menyembunyikan air mata karena kalimatnya. Sejujurnya ia berat hati mengucapkannya.

Kyuhyun memejamkan mata sejenak, jauh dalam lubuk hatinya tersimpan rasa lega dan juga bimbang, entah ia tak mengerti perasaan apa yang tengah mondominasi suasana hatinya saat ini.

"Gomawo...Chaggy".

.

.

.


"Apa yang kalian lakukan?" Ujar Himchan sembari melangkahkan kaki menghampiri hyung dan dongsaengnya yang terlihat sibuk berkutat pada lembaran kertas di lantai apartemen Yong Guk.

"Membuat design simbol untuk perkumpulan kita Hyung". Jawab Zelo seadanya, namja manis itu begitu serius menggambar pola-pola aneh di atas kertas miliknya.

"Simbol?". Himchan beringsut mendekati mereka kemudian mulai mengamati setiap gambar yang berhasil di buat Yong Guk dan Zelo.

"Hyung...kau sebenarnya menggambar apa? Aneh sekali...aissshh jinjja itu benar-benar aneh , lihat gambarmu...itu siput atau kotoran Hyung?.". Namja ulzzang itu mengernyit dan menujuk-nunjuk pola yang yang dibentuk Yong Guk.

"YAH! kau banyak bicara Himchannie...lebih baik bantu kami membuatnya!". Seru Yong Guk, ia meremas kertas tersebut dan membuangnya untuk membuat pola baru.

Namja ulzzang itu mengangguk dan mulai meraih selembar kertas, namun beberapa detik kemudian ia membulatkan mata dan membekap bibirnya.

.

"Uhmph...Hoekk".

"W-waeee?". Yong Guk begitu terkejut melihat kondisi Himchan, terlihat jelas wajah ulzzang itu memucat dan seperti menahan sakit. Ia menghempas kertas dan pensil di tangannya untuk beralih merengkuh tubuh Himchan.

"Himchan Hyung...gwaenchana?" ujar Zelo panik.

"Ugh...m-mual...Hoeeekk". Himchan kembali membekap bibirnya, tubuhnya semakin melemas dalam dekapan Yong Guk.

"M-mwoo...mual?". Namja garang itu terbelalak lebar mendengar ucapan Himchan, ia mempererat pelukannya...berusaha meredakan sakit yang mendera dongsaengnya, Yong Guk tak tau apakah cara ini akan bekerja atau tidak.

"Ughh...perutku sakit Hyung!". Jerit Himchan begitu merasakan rasa sakit yang tiba-tiba melilit perutnya. Yong Guk dan Zelo semakin panik melihatnya, terlebih untuk Yong Guk...ia sungguh di buat cemas dengan perubahan wajah Himchan yang semakin mengeluarkan keringat dingin.

"Remas, pukul, tendang atau gigit aku Himchannie...lampiaskan rasa sakitmu pada tubuhku". Racau Yong Guk panik, pikirannya benar-benar kalut melihat dongsaengnya begitu tersiksa dengan rasa sakit itu.

"Hmphh...sakit Hyung...ughh Hooekk!".

"Cepat lampiaskan rasa sakitmu pada... UWWAAAAGGHHHHH!...H-himchannie...K-kau me-remas-nyahh!"

Namja garang itu berteriak histeris, kedua bola matanya serasa hampir melompat keluar, seluruh wajahnya memerah sempurna dan terlihat jelas urat-urat lehernya menyembul keluar...kala rasa ngilu berdenyut hebat di alat genitalnya. Ya...Himchan meremas junior Yong Guk sekuat tenaga, melampiaskan seluruh rasa sakitnya pada organ keras di tengah selangkangan Yong Guk.

Himchan tak menyadari perbuatannya telah membuat namja garang itu menahan sakit luar biasa, tangannya hanya menggapai apa yang berada di dekatnya, tak ada waktu untuk memilih bagian di tubuh hyungnya. Sakit di perutnya benar-benar membuatnya frustasi.

"H-hyung...". Cicit Zelo pelan, ia tak tau harus berbuat apa pada dua hyungnya yang sama-sama menahan sakit. Namja manis itu bimbang harus menolong yang mana terlebih dahulu.

Ia mencoba menarik Yong Guk yang terlihat sekarat di matanya, namun tangan Himchan begitu erat meremas sesuatu di balik celana Yong Guk.

"ARGGHHH...sa-kith...lephaskan ta-ngannya... Zeloohh...Argghhh!". Ujar Yong Guk terbata-bata, ia menatap penuh harap pada namja manis di sampingnya untuk melepas cengkeraman tangan Himchan.

"Hi-himchan Hyung...lepaskan tanganmu...aissshhh kau bisa membunuh adik-nya Hyung". Ucap Zelo sembari menarik tangan Himchan, berulang kali namja manis itu mengusap peluh yang merembas di dahinya. Cengkeraman tangan Himchan benar-benar kuat, namun beberapa menit kemudian usaha panjangnya berhasil.

"Hhhhh...aissshh Himchannie...setelah kau melihatnya kau bernafsu sekali pada benda ini eohh?"

Yong Guk mendesah lega begitu juniornya berhasil diselamatkan, ia mengusap-usap benda miliknya yang berdenyut di balik celana jeansnya.

"Ughhh...Hooeekk...perutku sakit..arggh!". Jerit Himhan, ia berguling-guling di lantai sambil mendekap perut dan membekap bibirnya.

Yong Guk kembali mendekati Himchan dan kembali memeluk tubuh kurus itu, ia mengarahkan kedua tangan Himchan di belakang punggung lebarnya. mengerti akan maksud hyungnya...Himchan meremas jaket namja garang itu, kedua matanya terpejam erat menahan pening dan sakit yang semakin menjalar.

"H-hyung...apa Himchan hyung hamil?". Ucap Zelo, ia mengamati wajah Himchan yang terlihat basah karena air mata.

"MWOOO? Himchan...hamil?"

"Ne hyung...sepertinya Himchan hyung hamil, Noonaku juga mengalami mual-mual sepeti ini saat hamil, kita harus membawanya ke rumah sakit Hyung, aku akan menyiapkan mobil". Ujar Zelo begitu yakin akan dugaanya, ia bergerak cekatan mengeluarkan mobil Himchan dari garasi.

Yong Guk membulatkan matanya, ucapan Zelo mengingatkannya akan kata-kata Himchan seminggu yang lalu, hari di mana ia mencium Himchan tanpa di sengaja.

"Hoekkk...appo Hyung...Ughhh...Hiks". Tubuhnya semakin melemah saat tak sedikitpun isi perutnya berhasil ia keluarkan.

"Mianhae...aku telah menghamilimu, aku akan bertanggung jawab Himchannie".

Ujar Yong Guk sembari menatap langit malam dari balik jendela apartemennya. Namja garang itu mengangguk-angguk penuh kebanggaan karena meyakini ia adalah namja yang sangat bertanggung jawab.

.

.

"Hyung...ppali...bawa Himchan Hyung turun". Seru Zelo dari balik pintu apartemen Yong Guk.

Yong Guk mengangkat tubuh Himchan dalam sekali gerakan, kemudian membawa tubuh dongsaengnya secepat mungkin untuk memasuki mobil itu.

.

.

" Ppaliyaa...jangan membuang banyak waktu Zelo!" seru Yong Guk semakin panik, ia tak melepas rengkuhannya pada tubuh namja ulzzang itu.

"Arrasseo...Hyung".

.

.

.Skip Time

.

"Kalian harus menunggu di luar, percayalah teman kalian akan baik-baik saja". Ujar seorang dokter sembari mendorong tubuh Yong Guk dan Zelo untuk keluar dari ruang ICU.

"A-ahjjushi...tolong...selamatkan anakku dan juga ibunya".

"A-anak?" Dokter itu tampak terkejut mendengar penuturan Yong Guk.

"YAH! jangan menunjukkan tampang bodoh seperti itu, kau harus menyelamatkannya!"

Pria paruh baya itu terkekeh pelan sembari menggeleng-gelengkan kepala, ia menepuk bahu Yong Guk dan setelahnya memasuki ruang ICU tersebut, ucapan bocah itu benar-benar terdengar konyol baginya.

.

.

"Hyung...bagaimana perasaanmu?"Ujar Zelo, ia menyerahkan minuman bersoda pada Yong Guk.

"Berdebar.."

"Mwo?"

"Yya...aku akan menjadi seorang Appa...ini sangat mendebarkan Zelo, aku tak pernah menduga ciumanku begitu ampuh membuat Himchannie hamil".

"Kau bicara apa hyung? mustahil hanya dengan ciuman dapat membuat orang hamil, kau bodoh atau apa eoh?... jadi kau beranggapan Himchan hyung hamil karena ciumanmu waktu itu?...aisshh jinjja". Zelo memijit pelipisnya, namja garang itu benar-benar membuat kepalanya terasa pening.

"YAH! apa maksudmu?!"

"Ingatkah beberapa hari yang lalu, kau begitu terpuruk karena Sungmin hingga membuatmu menghabiskan berbotol-botol alkohol itu hyung...dan kau memaksa Himchan hyung untuk menemanimu minum...bukan tidak mungkin di malam itu terjadi sesuatu di antara kalian...apa kau ingat?"

Yong Guk mengernyit tak mengerti...ia benar-benar tak mengingat malam di mana ia memaksa Himchan untuk menemaninya minum, seingatnya ia hanya menghabiskan minuman beralkohol itu seorang diri, dan esoknya ia memang menemukan Himchan tertidur di ranjangnya sementara dirinya di lantai...tapi ia yakin tak ada yang terjadi di antara mereka.

"Apa mungkin aku menidurinya...?"

.

.

"Yong Guk Hyung".

"Sungmin~ah...". Yong Guk hendak menghambur untuk memeluk Sungmin, namun ia urungkan niat tersebut. Namja garang itu tak ingin mengecewakan calon anaknya karena kelakuannya...itu menurutnya.

"Apa yang kalian lakukan di rumah sakit ini, apa kau sakit Hyung?". Ujar Sungmin khawatir, ia mendudkkan diri di samping Yong Guk sembari meletakkan paper bagnya.

"Aniyaa...Himchan yang sakit".

"Hi-himchan hyung sakit?". Sungmin begitu tersentak mendengar ucapan Sunbaenya. Kyuhyun dan Himchan terbaring lemah di rumah sakit yang sama. Dan itu membuat rasa sedihnya kian meradang.

"Ne...apa yang kau bawa di sampingmu?" Yong Guk melirik paper bag di samping Sungmin.

"Ah...ini semua baju untuk Kyuhyun". Jawab Sungmin, sembari memangku paper bag berisi beberapa potong pakaian tersebut.

"K-kyuhyun?...Cho Kyuhyun?!". Yong Guk naik pitam mendengar namja cantik itu mengucapkan nama yang begitu di bencinya, namun beberapa detik kemudian ia mendesah berat...berusaha mengendalikan emosinya. Sekali lagi...semua karena calon anak yang bersemayam di perut Himchan, itu menurutnya.

'CKLEK'

Ketiganya menghambur cepat menghampiri seorang pria paruh baya berbalutkan jas putih. Namun salah seorang dari mereka memaksa menerobos ruang ICU tersebut, ia benar-benar ingin melihat kondisi namja ulzzang itu.

.

.

"Himchannie...gwaenchana?...bagaimana dengan anak kita?". Tanya Yong Guk bertubi-tubi, tanpa peringatan ia menyibak kemeja Himchan, mendatangkan pekikan terkejut dari namja ulzzang itu.

"Apa maksudmu Hyung?...hentikan!". seru Himchan sembari menepis tangan Yong Guk yang mulai meraba perut datarnya.

"Yya...rendahkan nada bicaramu, kau bisa menyakiti anak kita".

Himchan bergidik mendengar ucapan Yong Guk, ia menduga namja garang itu sepertinya telah mengalami benturan keras di kepalanya hingga membuatnya bicara konyol.

"...".

"Yya...kenapa kau melihatku seperti itu...kau sedang hamil Himchannie, dan aku akan bertanggung jawab".

"Kau bicara apa Hyung!...aku tidak hamil!".

"Aku tau...kau pasti terkejut dengan semua ini...tapi percayalah aku akan menjadi Appa yang bertanggung jawab untuk aegya kita". Yong Guk mengelus pelan perut Himchan, mencoba merasakan detak kehidupan di dalamnya.

"YAH! HYUNG! AKU TIDAK HAMIL!". Jerit Himchan semakin frustasi,ia tak habis pikir hyungnya semakin bertingkah gila.

"Kau hamil Himchann~

"Anak itu tidak hamil". Ujar Dokter menyela kalimat Yong Guk, ia terkekeh pelan melihat perdebatan dua anak muda di hadapannya.

"Mwooo?...aku melihatnya mual-mual, dan aku yakin Himchan hamil".

"Temanmu hanya keracunan makanan nak...dia tidak hamil". Dokter itu semakin menggelengkan kepala, ia menyerahkan resep obat Himchan pada namja yang berdiri mematung. Apa yang dikatakan dokter itu benar-benar membuatnya serasa dihempas dari langit.

Sungmin dan Zelo terkikik geli melihat perubahan wajah Yong Guk dari balik pintu, aura hitam yang menguar dari tubuh namja garang itu menciutkan nyali mereka untuk memasuki ruang ICU tersebut.

Sungmin tersenyum lega menyadari hyung kesayangannya baik-baik saja, ia memutuskan untuk menemui namja yang begitu dirindukannya.

.

.

"Hyung turunkan aku..". Himchan bergerak tak nyaman dalam rengkuhan lengan Yong Guk.

"Diamlah!"

"yya...ada apa denganmu Hyung?" Namja Ulzzang itu mengernyit heran mendengar nada bicara yang terkesan dingin dari Yong Guk, wajah garang itu pun terlihat semakin tertekuk.

Keduanya tengah menysuri koridor rumah sakit itu, sementara Zelo sudah terlebih dahulu keluar untuk menunggu mereka di dalam mobil.

"Jangan banyak bicara atau ku jatuhkan tubuhmu di sini"

"Waeee? Apa karena aku tak hamil?"

"M-mwo?"

"Kau begitu menginginkan aku hamil anakmu Hyung?"

"Yah!...diamlah pabbo!". Yong Guk mengalihkan tatapannya dari namja yang berada dalam gendongannya, ia berusaha menyembunyikan wajah merah padamnya.

.

.

"Aku bersedia mengandung anakmu...jika kau mencintaiku". Ujar Himchan datar, ia beringsut turun dari lengan Yong Guk kemudian berlari kecil memasuki mobilnya.

DEG

Yong Guk meraba dada sebelah kiri, kalimat Himchan membuat sesutu berdentum keras di rongga dadanya. Namja garang itu menatap sendu punggung sempit Himchan yang semakin menjauh.

"Apa ini...perasaan ini sama persis saat berhadapan dengan Sungmin".

.

.

.


Esoknya.

.

Kyuhyun tersenyum lembut saat membuka mata dan mendapati Sungmin yang tertidur pulas di atas dadanya. Namja tampan itu menggigit bibir bawahnya ketika melihat wajah polos yang begitu menggemaskan, ia sedikit mengangkat kepalanya untuk meraih bibir pouty Sungmin.

'Cupp'

"Irreona Ming...".

.

.

"Mmh...kyu".

Kedua foxy itu mengerjap beberapa kali, membiasakan cahaya yang seketika memenuhi pupil matanya, Sungmin menguap kecil kemudian bergerak untuk menegakkan tubuhnya. Namun tubuh mungilnya kembali terhempas di dada bidang itu. Lengan Kyuhyun tak mengizinkan tubuhnya beranjak dari posisinya.

"Biarkan tetap seperti ini...aku menyukai aroma tubuhmu Ming".

"K-kyu". Sungmin tersentak ketika Kyuhyun menarik tubuhnya semakin ke atas, membuat wajah keduanya saling berhadapan. Namja cantik itu menundukkan wajah, posisinya yang menindih Kyuhyun benar-benar membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

Kyuhyun tersenyum simpul, ia sangat menyukai wajah tersipu di hadapannya, kedua tangannya meraba tengkuk Sungmin dengan gerakan lambat, membuat namja cantik itu mendesah tertahan karenanya.

"Ngh...Kyuhmmphhftth~

Sungmin memejamkan mata erat saat tangan Kyuhyun mendorong tengkuknya dan mulai melumat bibir mungilnya.

Kyuhyun begitu menikmati pagutannya di bibir cherry itu, ia melesakkan lidahnya kedalam rongga mulut Sungmin, menyesap cairan manis dari dalamnya. Sungguh ia berharap dapat berbuat lebih untuk menjamah tubuh Sungmin. Namun kondisinya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit...membatasi gerakannya untuk mencumbu Sungmin lebih jauh.

.

.

"Mmmmmmhhh...akhh...k-kyuhh...nnh". Kepalanya mendongak ke atas, ketika jemari panjang Kyuhyun bergerak turun dan mulai menggesek belahan pantantnya dari luar celananya.

"Ahh...hentikan, mmh...kau sedang ah...sa-kit Kyuh."

"Aku ingin melakukannya Ming". Ujar Kyuhyun sedikit menyeringai, ia tetap menggesekan jari-jari panjangnya di belahan hangat itu. Desahan Sungmin semakin membuatnya gencar merangsang single hole yang tertutup kain itu.

"Ah...sshh...hen-tikhan...unghhh". kedua kakinya bergerak resah, jari-jari Kyuhyun begitu mahir memanjakan bagian sensitif itu. Sungmin meremas rambut Kyuhyun kuat ketika salah satu jari panjang itu berusaha menusuk-nusuk single holenya.

"Tidakh...nnhh...Kyuuhh". Sungmin memeluk erat leher Kyuhyun, berharap namja tampan itu menghentikan rangsangan di bawah tubuhnya. Dan apa yang dilakukannya berhasil membuat gerakan jari itu terhenti. Nafasnya berhembus tak beraturan, namja cantik itu benar-benar tak mengerti apa yang menyebabkan Kyuhyun berubah menjadi agresif seperti ini.

.

.

"Kita lakukan di rumah setelah kau sembuh". Ucap Sungmin, masih dengan nafas yang tersengal.

Kyuhyun tersenyum menanggapinya, ia membelai lembut punggung sempit Sungmin. Dan berulang kali mengecup puncak kepalanya.

"Mianhae...aku ingin selalu menyentuhmu setiap detiknya... sebelum aku pergi untuk mengambil beasiswa itu. Kelak aku akan sangat merindukamu Ming. Kau tau? tanpamu akan sangat menyiksaku...dua tahun bukanlah waktu yang singkat untukku".

Sungmin begitu tertegun mendengar penuturan tersebut, ia semakin melesakkan kepalnya di perpotongan leher Kyuhyun berusaha menembunyikan genangan air di pelupuk matanya. Sungmin menyadari...waktu yang tersisa bersama Kyuhyun tak lama lagi. Namja tampan itu akan pergi meninggalkannya ke tempat yang begitu jauh memisahkan mereka.

"Kau bisa menyentuhku setelah kau keluar dari rumah sakit ini". Ujar Sungmin sedikit bergetar, ia berusaha menyamarkan kesedihannya, meski saat ini air matanya berhasil lolos.

"Hn...Arrasseo...kupastikan hari ini aku bisa pulang, dan mengurungmu seharian di dalam kamar". Ucap Kyuhyun sedikit bercanda, ia tau Sungmin berusaha menegarkan dirinya. Dan ia sepenuhnya menyadari namja cantik itu begitu rapuh. Air mata yang membasahi perpotongan lehernya cukup menunjukkan betapa sakitnya perasaan Sungmin saat ini.

"A-aku tak akan melarikan diri..Hiks"

.

.

.

'Apa yang harus kulakukan Ming...ulljima jebal'

.

.

.

.

TBC

Annyeoong...Caffe Latte Chapter 10 hadiiiiiir...

Mianhae...updatenya sangat Larut...dan chap ini lumayan pendek. karena banyak tugas kuliah Chingu...mian bgt nee T_T.

Apalagi authornya galau tingkat akut T_T g bisa liat itu Mubank buat neriakin nama KYUMIN Sepuasnya. adakah dari chingu yang memiliki perasaan kaya author? Huks..hiks

*Chapter Caffe Latte kayanya author bikin 12-14 an mungkin, tapi belum pasti.

*Hubungan antara trio genk (B.A.P) itu mereka sahabatn dari kecil jadinya kaya bersaudara gt hehe

Dan untuk:

Cho Na Na, Miyoori29, chan moody, Zahra Amelia,RithaGaemGyu, HeeYeon, Princess Fishy, , kyuminalways89, Zhang Ary, pumpkinsparkyumin, winecouple, Kyurin Minnie, Yc K.S.H, diamond,QQ KyuminShipper, nova137, kwiyoming, ikmubmlk, kyuminjoy, Princess Pumkins ELF, dessykyumin, Park Ha Mi, sitara1083, cha, Qhia503, is0live89, HeeKitty, ZaAra evilKyu, HachiBabyMinnie, Iam E.L.F and JOYer, evilbunny, reaRelf, Cho Sa Min, giyuhyeon, ky0k0,Yefah KyuminShippClouds, ChoKyunnie,chikakyumin, vey900128, LOVELYMIN, paprikapumpkin, sha, gorjazsimba, Gaemgyu315, dhian930715ELF, Mei Hyun15, evil vs bunny, SSungMine, lee13ming, , sitapumpkinelf, chacha95, aidafuwafuwa, ridaYKS,fymuthia,YeSungMin Wife, 137Line, KYUMINGswife137, Deer Panda, kim eun neul, elfkyulover, Tiasicho, JOYmin137, Youngfish,Kanaya, juechan, Kim yhu nie, thiafumings, sparkyumin13, Rosa Damascena, Alifbata123, kyuloveminsujujungeunsungelf , E-H, Izmajukir, dedo, kyuminbutts, ammyikmubmik, Cho Kyuri Mappanyukki, nurichan4, Fariny, lenie kyumin, ayriii43, Holeinyourface, Choming, Liankyumin137, lemonade, kim kinan, KyoKMS26, Nilamevilee, sansankyu,Sillygirl137, Bunnychaggy, sungiewookie, hachibikyumin, dan para Guest.

Gomawooo udah review, kasih masukan dan semangat buat Author di chap 9 kemarin ^^

Moga apa yang aku tulis bisa menghibur Chingu readers neee ^^

.

.

Author sangat mengharapkan review dari readers di chap ini...

pleasee ^^

Biar author semangat updatenya ^^

.

.

Huggg...

Kamshaeeeeeeee