"Satu hal utama yang harus dipelajari untuk menjadi istri yang baik adalah dengan mengetahui bagaimana cara untuk 'memuaskan' suaminya~" ucap Yunho, dan tak perlu waktu lama bagi Yunho untuk mengangat tubuh ramping Changmin dan membawanya masuk kembali ke apartementnya.
"Hyaa! Turunkan aku, ahjussi mesum!"
.
.
Sebut aku pedophilia kalau kalian semua mau.
Aku mengakuinya karena aku mencintai—amat mencintai namja yang berusia separuh hidupku
.
Ya, aku, Jung Yunho, tak peduli menjadi Pedophilia jika itu berhubungan denganmu, Shim Changmin.
.
.
.
Ela-ShimSparCloud a.k.a Ela Ela Changminnie presents
An Alternate Universe fanfiction
"Pedophilia" ch 10
Pairing : HoMin (Jung Yunho X Shim Changmin)
Slight YooSu
Rate : T atau semi M atau M? Author serahkan pada reader deh..
Length : 10 of ?
Desclaimer : They're belongs to GOD, themselves and DBSK
Warn : TYPO's, story yang amburadul, ALUR LAMBAT dan tidak jelas, Mpreg for Junsu, Old!Yun, Young and Innocent!Min
.
.oOHoMinOo.
.
"Ukh!" Changmin sedikit mengerang ketika tubuhnya di jatuhkan begitu saja ke ranjang empuk yang biasa ia tiduri bersama dengan Yunho. Biasanya, jika sudah berada di tempat tidur ini, Changmin akan langsung mengulurkan kedua tangannya begitu melihat Yunho. Tapi kali ini berbeda, karena ketika melihat kalau Yunho tersenyum dengan mesum menatapnya, Changmin cepat-cepat menarik bed cover dan menutupi tubuhnya dari ujung kaki sampai lehernya.
Tingkahnya itu tak ubahnya seperti seorang gadis yang akan di perkosa saja =_="
"Y-Yah! Jangan mendekat!" seru Changmin sambil semakin merapatkan selimut itu pada tubuhnya. Sepasang orbs coklat namja yang masih berusia lima belas tahun itu semakin melebar saat melihat Yunho perlahan-lahan mulai menaiki tempat tidur.
Jika biasanya Yunho langsung menaiki tempat tidur mereka berdua dengan gaya kasual, kali ini semuanya terasa berbeda bagi keduanya. Cara Yunho menatap Changmin, dan cara namja itu denganperlahan menaiki tempat tidur, terlihat bagaikan seorang singa—sang raja hutan yang sudah mendapatkan mangsa yang sudah dipastikan tak akan bisa melarikan diri darinya.
"Y-Yah! Jung Yunho mesum! Menjauh dariku!" seru Changmin yang kali ini merasa panik karena kini Yunho sudah memposisikan diri tepat di atas tubuhnya. "Ja-jangan berbuat macam-macam padaku atau aku akan mengadukannya pada Appa dan Umma!"
Yunho tak bisa untuk tidak meloloskan kekehan kecil saat melihat kalau kekasih kecilnya ini mengancamnya..dengan wajah yang menyiratkan kepanikan dan ketakutan yang amat kentara.
Lucu sekali~
Kepanikan Changmin semakin mejadi ketika ia mendengar tawa kecil Yunho yang terdengar rendah dan dalam—memberikan sensasi tersendiri hingga ke tulang belakangnya. Dan ketika wajah Yunho semakinmendekat ke arahnya, Changmin menutup kedua matanya rapat-rapat.
Cup~
.
..
...
Eh?
Changmin cepat-cepat membuka matanya ketika ia merasakan kecupan itu jatuh tepat di dahinya-dan mendapati kalau kini Yunho tengah menatapnya sambil...tersenyum mengejek?
"Wae? Kau berpikir kalau aku akan making love denganmu saat ini juga?" tanya Yunho dengan nada suara yang terdengar merendahkan dan sangat menghina. "Ternyata biarpun masih kecil,kau ini sangat pervert ya~"
Changmin tak bisa menahan wajanhnya untuk tidak memerah saat mendengar ucapan Yunho itu.
"Y-Yah! Si-siapa yang berpikir seperti itu?" bantah Changmin tak terima—meskipun memang seperti itulah kenyataannya.
"Lalu? Ini apa?" tanya Yunho sambil menunjuk selimut yang kini sepenuhnya menyelubungi tubuh Changmin dengan rapat.
"A-aku..aku hanya tadi merasa kalau kau punya niatan buruk, jadi aku berusaha melindungi diriku sendiri darimu!" sahut Changmin terbata.
Yunho tersenyum lebar mendengar jawaban Changmin. "Kalau begitu.. kau takut padaku?"
Sepasang orbs Changmin kembali melebar ketika mendengar pertanyaan Yunho yang begitu.. menyinggung harga dirinya. "A-aniya! Siapa yang takut padamu? Aku tidak takut padamu!" ucap Changmin cepat, sambil melepaskan dirinya dari selimut, dan membuang selimut itu jauh-jauh darinya.
"Huh! Aku tak percaya. Lagipula, memangnya kau pikir aku tak tahu kalau kau tadi memejamkan mata erat-erat saat wajahku mulai mendekat padamu? Apakah kau memang setakut itu padaku, hmm~?"
Yunho tertawa puas dalam hatinya ketika melihat wajah Changmin yang semakin memerah. Perpaduan antara rasa malu dan juga kesal.
"A-aku.. Aku tidak takut padamu!" teriak Changmin kesal saat melihat sepasang bibir sexy Yunho membentuk lengkungan samar yang terlihat sangat menyebalkan baginya itu.
"Then, prove it!" ucap Yunho dengan tenang, meski dalam hati kini ia berteriak penuh kemenangan karena bisa memanipulasi bocah kesayangannya ini.
Changmin berusaha menahan kedua matanya agar terbuka saat sekali lagi ia melihat Yunho mulai mendekatkan wajahnya ke arahnya. Namun semakin lama Changmin menatap Yunho, semakin ia menyadari bahwa kekasihnya ini... benar-benar tampan.
Di usianya yang sudah memasuki kepala tiga, tak sedikitpun ia melihat kerutan pada wajah yang masih sempurna itu. Dengan wajah yang kecil, namun memiliki lekuk yang tajam serta dibingkai dengan rahang yang kokoh, membuatnya terlihat sangat manly. Tak lupa sepasang bibir yang seolah di ukir langsung oleh sang pencipta sehingga terlihat sempurna dan sangat sexy. Selain itu, dengan pipi tirus dan tulang pipi yang tinggi, di padukan dengan hidung yang terpahat dengan apik, membuat wajah Yunho benar-benar tak terlihat seperti orang seusianya.
Dan sepasang mata itu. Sepasang mata yang memiliki tatapan setajam elang, yang biasanya sangat mampu mengintimidasi orang lain dengan begitu mudahnya, kini terfokus sepenuhnya padanya. Namun tatapan yang tersorot padanya itu bukanlah tatapan yang penuh intimidasi. Melainkan...penuh rasa kasih dan juga...cinta.
Sepenuhnya terhipnotis oleh tatapan Yunho, Changmin tak meyadari kalau wajah Yunho sudah begitu dekat padanya. Dan ketika bibir Yunho menempel lembut pada bibirnya, tubuh Changmin sedikit tersentak, dan kelopak matanya menutup seketika itu juga. Menyembunyikan sepasang orbs bening milik Changmin yang tak mampu lagi menatap Yunho lebih lama.
Dengan amat perlahan, Yunho mulai menggerakkan bibirnya di atas bibir Changmin. Lidahnya dengan lihai menjilati seluruh permukaan bibir Changmin yang sangat nikmat itu—membuat Changmin tanpa sadar mulai mencengkeram baju yang di kenakan Yunho.
Tak puas dengan itu, Yunho mulai memagut bibir Changmin, bergantian antara bibir atas dan bawah. Dan saat lidah Yunho kembali bergerilya, Changmin tanpa sadar membuka bibirnya, membuat Yunho tanpa ragu langsung menyelipkan lidahnya masuk ke dalam mulut hangat Changmin.
"Ngghh.."
Yunho tersenyum dalam ciumannya ketika mendengar desahan Changmin yang sangat menggoda itu. Dan tanpa ragu lagi, Yunho langsung menggerakkan lidahnya di dalam mulut Changmin. Mengeksplor keseluruhan mulut itu sembari menggoda langit-langit mulut Changmin, yang menghasilkan desahan menggoda itu.
Changmin yang tak tahan dengan perlakuan Yunho itu kini melarikan tangannya ke leher dan helaian raven Yunho, mencengkeramnya kuat setiap kali ia merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Yunho.
Yunho melepaskan tautan bibir mereka, dan langsung tersenyum penuh kemenangan saat kepala Changmin terangkat ke atas dengan bibir yang mencari-cari miliknya. Ya, sepertinya Changmin benar-benar sudah terbuai dengan ciuman Yunho.
Tanpa perlu ragu, Yunho kembali menyambar bibir itu dan memagutnya dengan penuh gairah. Dengan kedua tangan yang kini mulai masuk ke dalam kaus yang di kenakan Changmin, Yunho dengan perlahan mulai menaikkan kaus itu sedikit demi sedikit, yang berarti juga mulai mengekspos kulit putih Changmin.
"Unghh..!" Changmin mendesah kaget saat ia merasakan sesuatu menyentuh nipplenya. Ia sudah akan menjauhkan tubuh Yunho ketika bibir Yunho kembali menciumnya, dan membuatnya melupakan hal lain di dunia ini selain sepasang bibir yang terus melumatnya tanpa henti.
Tangan Yunho yang tadinya berhenti sejenak di nipple Changmin kembali bergerak dan mulai menggoda kekasihnya itu disana. Dan karena Changmin benar-benar sudah terlarut dalam ciuman Yunho, ia hanya menikmati saja perlakuan Yunho yang malah semakin memancing desahan-desahan erotis dari bibirnya.
Merasa sudah puas dengan nipple Changmin, tangan Yunho kini bergerilya turun, dan ia menyeringai dalam hati ketika ia merasakan adanya gundukan keras di pangkal paha milik Changmin.
Yunho melepaskan pagutan bibirnya sejenak, dan kembali membawa Changmin dalam ciuman panas mereka. Sementara itu, dengan hati-hati dan penuh perhitungan, Yunho mulai menurunkan celana Changmin, beserta dalamannya sekalian. (FYI, Changmin disini memakai celana santai selutut yang bisa di lepaskan hanya dengan sekali tarikan)
Tanpa mau menunggu lama, Yunho segera meraba kejantanan Changmin yang ternyata sudah mulai mengeluarkan precum.
"Aahh!" Tubuh Changmin tersentak kuat dan erangan lolos dari bibirnya yang terlepas dari bibir Yunho, saat akhirnya Yunho menggenggam kejantanan Changmin. "Y-yunh.." panggil Changmin sambil berusaha menjauhkan tubuh Yunho dari miliknya.
Namun tentu saja Yunho tak membiarkan itu terjadi, karena ia kembali mengalihkan perhatian Changmin dengan ciuman panasnya. Sementara Changmin kembali terbuai dalam ciumannya, Yunho dengan lihai mulai menggoda ujung kejantanan Changmin. Ia melumurkan precum Changmin sendiri untuk membasahi seluruh bagian kejantanan Changmin, dan setelah itu, ia langsung menggerakkan tangannya naik turun pada kejantanan Changmin.
Changmin mencengkeram erat rambut Yunho ketika kenikmatan yang menerpa tubuhnya menjadi berlipat ganda dengan perlakuan tangan Yunho pada kejantanannya. Desahan-desahan kecil terus lolos dari bibirnya meskipun lidah Yunho masih terus bermain di dalam mulutnya. Benaknya seakan kosong karena ia tak lagi bisa memikirkan hal lain selain kenikmatan yang terus dan terus di berikan Yunho pada tubuhnya.
Yunho yang sadar kalau Changmin tak akan lagi melakukan peerlawanan padanya akhirnya melepaskan pagutan bibirnya. Bagaimanapun juga, desahan dan erangan Changmin adalah suara yang paling indah bagi telinganya.
"Aahh.. Y-Yun—nghhh.."
Desahan Changmin semakin mengeras seiring dengan gerakan tangan Yunho yang makin lihai menggoda Changmin di bawah sana. Changmin sendiri tanpa sadar malah melebarkan kedua kakinya untuk memudahkan akses tangan Yunho pada kejantanannya.
Yunho menjilat bibirnya sendiri dengan penuh nafsu saat ia melihat kejantanan Changmin yang semakin mengeras dan memerah seiring dengan gerakan tangannya, dan tangannya kini basah oleh cairan precum Changmin yang mengalir semakin deras.
"Ahh..Yunho..Yunho..aahh.."
Yunho semakin mempercepat gerakan tangannya di bawah sana ketika namanya terus menerus di desahkan Changmin dengan sangat erotis—mengakibatkan semakin mengerasnya sesutau miliknya di bawah sana. Dengan menggunakan jari telujuknya, ia sedikit memainkan ujung kejantanan Changmin, menghasilkan erangan nikmat dari kekasih kecilnya itu.
"Aahh.. Yunho..Aahh...Nghh...keluar..Aahh..Yunho...Yunho.."
Yunho mengeratkan genggamannya dan semakin kuat mengocok kejantanan Changmin. Dan tak perlu waktu lama bagi Yunho untuk mendengarkan namanya di jeritkan dengan keras oleh Changmin, bersamaan dengan menyemburnya cairan bening dari kejantanan Changmin.
Yunho menatap tak percaya pada kekasih kecilnya yang kini sedang berusaha mengatur nafasnya yang tak beraturan setelah ia mencapai klimaksnya.
"Min..Minnie.. Apakah ini..pertama kalinya bagimu?" tanya Yunho dengan suara tercekat saat ia menyadari arti lain di balik cairan putih bening yang membasahi tangannya itu.
"Hhh.. Hhh.. Ap-apa..maksudmu?" tanya Changmin bingung dengan suara yang masih terputus-putus. Ia masih sangat kesusahan mengambil nafas, dan tubuhnya terasa sangat lemas, seakan ia sudah tak mempunyai tulang sama sekali.
Yunho meneguk ludahnya dengan susah payah ketika ia bertanya lagi. "Apakah kau sama sekali tak pernah..mimpi basah atau masturbasi?"
Ya, kenyataan bahwa cairan bening-lah yang keluar saat Changmin mencapai klimaksnya menunjukkan bahwa kekasihnya itu sama sekali belum pernah mengeluarkan air mani dari tubuhnya. Karena memang saat pertama kalinya seorang namja mengeluarkan air maninya, yang keluar adalah cairan bening dulu. Baru setelah itu, saat kedua kalinya mencapai klimaks, cairan putih susu yang keluar, karena itu mengandung sperma yang sudah matang sepenuhnya.
"A-aku..aku tak mengerti.." Suara kecil Changmin menyadarkan Yunho dari lamunan singkatnya. Dan Yunho tak bisa menahan diri untuk tak mencium Changmin dengan ganas saat kebenaran itu menghantamnya dan memberikannya perasaan bahagia yang meluap.
"A-aku lelah sekali," ucap Changmin saat akhirnya Yunho melepaskan pagutan bibirnya. Yunho mengecup lembut dahi Changmin yang basah oleh keringat, dan berbisik, "Sleep tight."
.
Yunho menghentikan elusan ringannya pada surai madu Changmin saat melihat nafas Changmin mulai teratur—menandakan kalau kekasihnya itu sudah tertidur pulas. Dengan perlahan-lahan Yunho menjauhkan tubuhnya dari Changmin, dan berjalan menuju ke kamar mandi.
Yunho kembali dengan membawa handuk basah, dan dengan penuh kehati-hatian ia membersihkan tubuh Changmin. Setelah bersih sempurna, ia menurunkan kaus Changmin yang sudah tergulung naik sampai ketiaknya, serta memakaikan kembali celana Changmin. Puas dengan pekerjaannya, Yunho mengambil selimut yang sudah di buang jauh-jauh oleh Changmin, dan memakaikannya kembali pada kekasihnya itu.
"Nah, what should I do with you?" gumam Yunho sambil menatap pada gundukan di celananya. Menghela nafas panjang, Yunho akhirnya meraih handuk, dan memilih untuk masuk ke kamar mandi.
.
.oOHoMinOo.
.
Pada hari-hari berikutnya, Changmin hanya bisa menghela nafasnya bosan karena harus berdiam diri di apartement Yunho yang sangat sepi ini. Yunho itu sangat sibuk. Dengan posisinya sebagai dokter spesialis bedah jantung dan juga ia harus mengurung perusahaan keluarganya membuat Yunho tak bisa sepenuhnya menemani Changmin.
Kalau biasanya, Changmin akan menghabiskan waktunya di sekolah sampai sore. Yunho menjemputnya saat waktunya ia pulang, dan setelah itu Changmin menghabiskan waktunya di tempatnya sendiri bersama Umma dan Appa-nya, auat terkadang ia pergi bermain bersama Kyu dan Kibum. Saat malam tiba, baru ia mendatangi Yunho, untuk tidur bersamanya.
Tapi sekarang ini, dengan keadaannya yang tengah liburan sekolah, dan tak adanya orang tuanya, Changmin tak tahu lagi apa yang bisa ia lakukan dengan kesendiriannya di apartement Yunho.
"Kyuu~ Ayo kita maiin~!" seru Changmin ketika ia menghubungi Kyuhyun siang itu. Dan Changmin harus menahan umpatannya saat teleponnya di putus begitu saja. Tak kenal menyerah, Changmin menelepon Kyuhyun lagi, dan—
"Shim Changmin! Berhenti menghubungiku! Aku sedang berkencan dengan Mimi-ge!"
—berakhir dengan ledakan amarah dari Kyuhyun yang ternyata sedang menghabiskan waktunya dengan ZhouMi.
Ah, Kibum, kalian tanya? Jangan bercanda. Changmin tentu tak akan sebodoh itu dengan menghubungi Kibum, sementara Kyuhyun saja menjawabnya dengan bentakan kesal. Kalau ia nekat menghubungi Kibum, kalau sedang beruntung, hanya berakhir dengan panggilannya yang tak dijawab oleh Kibum. Dan kalau ia sedang tak beruntung, panggilnnya akan di jawab, namun Kibum akan langsung mengata-ngatainya dengan kosakata paling buruk yang pernah ia dengar seumur hidupnya, diikuti dengan suara keras ketika Kibum mengakhirir panggilannya, dan setelah itu Kibum tak akan bisa di hubungi lagi karena ia akan mematikan ponselnya.
Sungguh, sungguh sahabat yang sangat pengertian kan?
.
.oOHoMinOo.
.
"Minnie? Hari ini aku ada operasi dari jam sembilan sampai sore nanti. Tapi selepas jam empat sore, aku free sampai jam tujuh, karena setelah itu aku harus ke kantor. Aku mau kau sudah bersiap di bawah nanti jam empat sore, karena kita akan pergi, Ok?'
Dan sebelum Changmin sempat menjawab, Yunho sudah bergegas keluar dengan membawa tas berisikan peralatan dokternya dan meluncur ke bawah untuk berangkat ke Rumah Sakit—meninggalkan Changmin yang langsung menggerutu kesal sambil memaki-maki Yunho.
.
"Aish! Umma kenapa tidak memasukkan long coat gelapku sih? Padahal kan aku ingin memakainya!" gerutu Changmin ketika ia tak juga menemukan pakaian yang di maksud. Jarum jam baru menunjukkan pukul dua belas siang, dan sekarang kamar tamu—tempat dimana koper-koper yang berisikan baju-baju santai Changmin—sudah terlihat sangat berantakan dengan baju-baju yang dilempar sembarangan oleh sang pemilik.
Changmin mengacak rambutnya frustasi ketika ia belum juga bisa memutuskan akan memakai baju yang seperti apa. Yunho sendiri tak menjelaskan kemana ia akan membawa Changmin, dan jelas saja kalau Changmin tak mau kalau ia sampai salah kostum!
Kalau Yunho ternyata membawanya ke restaurant mahal seperti waktu kemarin, minimal kan ia harus memakai blazer atau long coat. Tapi kalau ia memakai blazer atau long coat, dan ternyata Yunho hanya mengajaknya jalan-jalan atau bahkan mengajaknya ke taman hiburan, jadinya aneh kan?
"AAARGHH! Baju apa yang harus kupakai untuk kencanku dengan Yunho?"
.
.oOHoMinOo.
.
Changmin berulang kali memeriksa jam tangannya, dan ia mengutuk waktu yang terasa begitu lama, karena sedari tadi jarum jam tangannya tak juga menunjukkan pukul empat. Meskipun baru lima belas menit menunggu Yunho di lobi apartementnya, Changmin merasa kalau ia sudah berabad-abad menunggu kedatangan Yunho.
Masih ada waktu lima belas menit lagi, dan Changmin memutuskan untuk masuk ke kamar mandi untuk mengecek penampilannya sekali lagi.
Akhirnya setelah dua jam berkutat dengan baju-bajunya, Changmin memutuskan untuk memakai celana skinny jeans yang jelas akan menunjukkan kaki jenjangnya yang langsing itu. Dan untuk atasannya, Changmin akhirnya memilih sebuah kaus polos berwarna putih, dengan kemeja lengan pendek berwarna baby blue sebagai luarannya. Sebagai pemanis, Changmin mengenakan syal berwarna senada dengan kemejanya. Dan untuk sepatu, cukup sneaker putihnya saja yang menyempurnakan penampilannya.
Dengan pakaian yang terlihat semi formal namun masih berekesan kasual seperti itu, ia akan terlihat pantas meskipun Yunho membawanya ke restaurant mahal ataupun ke taman bermain.
"Huufthh," Changmin menghela nafas ketika melihat pantulannya di cermin toilet. Dengan gugup ia merapi-rapikan lagi atasannya. Menggunakan kedua tangannya, ia berusaha merapikan lagi surai madunya yang sudah ia tata serapi mungkin tadi.
Dengan perasaan mantap—meski tetap saja ia merasa gugup setengah mati, ia keluar dari toilet. Kedua iris cokletnya melebar saat ia menemukan mobil Yunho sudah terparkir di luar sana.
Changmin berlari-lari kecil dengan semangatnya untuk menghampiri Yunho yang tengah bersandar di kap mobil—menunggunya.
"Yun-Yunho-ahjussi!" seru Changmin dengan semangat. Tanpa ia menyadarinya, sebuah senyum manis terbentuk di wajah Changmin, tak lupa dengan mismatch eyes-nya yang terlihat sangat manis itu.
Yunho menegakkan tubuhnya melihat kedatangan Changmin, dan begitu Changmin sampai di hadapannya, Yunho langsung meraup tubuh itu dalam pelukannya, dan sedetik kemudian Changmin bisa merasakan bibir Yunho melumat bibirnya dengan ganas. Memagut, melumat dan tanpa basa-basi langsung menyelipkan lidahnya ke dala mulut Changmin.
"Kau sungguh sangat berdosa karena terlihat begitu manis di hadapanku," gumam Yunho seusai sesi ciuman panasnya dengan Changmin.
Dan sungguh, bukan salah Yunho ketika sekali lagi ia tak bisa menahan dirinya untuk tak mencium Changmin lagi saat Changmin nampak sangat menggoda dengan wajah memerah dan matanya yang sayu menatapnya.
.
"K-kita mau pergi kemana?" tanya Changmin ketika akhirnya ia bisa masuk ke mobil Yunho.
Dengan tubuh yang tadi melemas karena ciuman panas dari Yunho, mereka membuang waktu tiga puluh menit untuk akhirnya keduanya bisa duduk manis di dalam mobil Yunho.
"Aku akan membawamu ke tempat yang pasti akan sangat kau sukai~" ucap Yunho sambil mengedipkan sebelah matanya—dengan Changmin yang entah kenapa menelan ludahnya dengan gugup.
.
.
.
~TBC~
Annyeooonnggg~!
Author balik dengan kilatnya membawa HoMin chap 10~!
Nah, nah.. pertanyaa utama author nih.. kan ini ada HandJob.. harusnya ini masuk rated M ato masih tetap bisa bertahan di rated T?
Kalau masuk ke rated M, ini kan nggak ada adegan NC yang bener-bener NC..
dan kalo masih tetap di rated T, koq ya sampe ada adegan handjob gitu?
Enaknya gimana?
Ah, kali ini penempatan TBC-nya kurang pas yah.. kurang bikin penasaran next chapnya yah? tapi waktunya udah mepet, ini author mau langsung meluncur buat berangkat kerja ya di cut sampe di sana dulu~
BIG THANKS TO :
SakuraFujoshi, Cha2LoveKorean, , hominhot, Historia Aqua, , Guest(1), MinKi Lie , -puzzpitjewelforever-, Guest(2), Guest(3), Delicious Shim , Evil Thieves, cloud3024, Guest(4), ShimChangRin, RuCho D'Evil , Guest (5), HyunLeeMin, reaRelf , ChaaChulie247 , Guest (6), Guest (7), Guest(8), Mara997, AIrzanti, Guest (here), rarara, thepaendeo, shin min hyo, Guest(9), SparkSomnia, tessssssong-a, youngsu0307 , DewiDestriaPutri , _sytadict_, babywookmin15, lee minjielf", Noenoe, Reeiini, Guest(10) dan terakhir Choi Kyo Joon
Last, leave a comment please~
