The Heroes of Olympus © Rick Riordan, penulis tidak mengambil keuntungan material apapun dari pembuatan karya transformatif ini.
Pairing: Jason Grace/Piper McLean. Genre: Romance. Rating: T. Other notes: untuk 30 days challenge; prompt #10: silver.
Piper mungkin baru dua langkah meninggalkan pintu depan saat Tristan memanggil Jason dengan bisikan.
"Sini, sini." Seakan dia percaya bahwa Piper punya telinga ultrasonik.
Tristan sudah berpakaian rapi, koper-kopernya sudah tersusun di ruang tamu. Jason mengikuti langkahnya dengan bingung. Jason berusaha mengingat-ingat, apakah hari ini ulang tahun Piper? Hari jadi? Atau perayaan sesuatu yang pernah terjadi di masa kecil Piper? Tristan ternyata berhenti hanya di depan lemari yang berada di ruang tengah, tak jauh dari rak buku kecil yang lengang.
Laci bagian dasar lemari ditarik hingga keluar seluruhnya, dan Tristan pun menjangkau bagian dalam. Dia seperti membuka sesuatu di dalam sana yang tak terlihat oleh Jason, kemudian mengeluarkan sebuah kotak kecil.
"Cerita tentang benda ini cukup menyedihkan bagiku," Tristan menyapu bagian atas kotak, yang membuatnya cukup kagum karena tak begitu berdebu.
Jason dengan gampang menebak isi kotak hitam yang terkesan sangat kuno dan tidak berseni itu.
"Cincin?" Jason langsung berharap Tristan melucu dan menjawab, bukan, ini roda miniatur mobil antik, tapi wajah Tristan menunjukkan seakan-akan dia tak pernah mengenal candaan ala para ayah.
Tristan memberi gestur agar Jason duduk dengannya di sofa.
"Dulu, kautahu kehidupanku dengan Piper tidak sekeren ini. Uang bukan sesuatu yang bisa kutabung. Yah, aku terlalu malu untuk mengandalkan Kakek Tom." Dia mengamati cincin perak itu, mengangkatnya ke arah cahaya dari jendela. "Aku ingin memberikan cincin ini pada ibu Piper jika dia kembali ... dengan keajaiban. Aku tidak pernah benar-benar percaya bahwa dia meninggal—seperti yang diyakini orang-orang."
Jason tak sadar dia menahan napasnya.
"Tapi kaulihat, dia memang tak pernah kembali. Aku mulai mengubah pikiranku."
"Boleh kutebak?" Jason berkata dengan hati-hati.
"Kurasa aku tahu jawabanmu, Nak, dan, ya, kau benar," Tristan tersenyum tipis, "Aku ingin memberikan cincin ini pada Piper, tapi melalui seseorang yang sangat ia sayangi. Aku berprinsip bahwa cinta mungkin saja menjadi hal yang tak pernah kesampaian, tapi cinta bisa diwariskan. Cinta bisa berubah bentuk, cinta bisa saling menyambungkan dengan berbagai cara."
Kalimat Tristan membuat Jason mengerti mengapa Aphrodite memilihnya.
"Oke ...," Jason merasa suaranya menjadi berat ketika menerima cincin itu dari Tristan. "Kapan sebaiknya aku berikan ini padanya?"
Tristan menyunggingkan senyuman yang lebih hangat, "Aku tahu kau sudah membeli yang lebih mahal, lebih cantik, dan lebih pantas untuk hari istimewa kalian, jadi berikanlah itu kapan saja. Aku tidak akan memaksamu."
"Baiklah," Jason mengusap cincin itu dengan hati-hati dengan telunjuknya. "Aku akan menyimpannya dulu."
Tristan menepuk pundak Jason, "Terima kasih telah bersedia menerima cincin ini, Grace. Aku merasa sangat tersanjung."
"Kau berkata seolah cincin ini, maaf, murahan. Tidak, apapun yang memiliki cinta di dalamnya tak pernah bisa dihargai murah, Tristan. Aku rasa ini lebih mahal daripada cincin yang baru kubeli untuk bulan depan."
Terlalu banyak persiapan dan hal yang harus dilakukan (tidak termasuk perjalanan bolak-balik ke Perkemahan Jupiter untuk kunjungan tahunan), membuat Jason lupa, maka Aphrodite harus mengingatkannya secara halus.
Jason mencium aroma yang aneh dalam mimpinya, yang dirasanya tidak pernah diciumnya sebelumnya. Bukan sesuatu yang familiar. Bau karat mungkin mendekati, tapi tidak persis.
Dia berjalan mundur melihat keramaian yang tak biasa. Baju-baju orang di hadapannya aneh.
Seseorang menegurnya dengan keras, kata-kata itu terdengar familiar walaupun beberapa detik kemudian barulah Jason mengerti artinya, dan mengenal bahasa apa itu. Dia hampir saja masuk ke dalam lubang seukuran tubuhnya andai saja tidak diteriaki.
Jason mematung di tengah padang lubang-lubang dan pekerja yang mengangkut logam-logam. Di tengah kesibukan ini, seorang wanita dengan pakaian ningrat tampak mencolok. Dia mirip Piper, omong-omong.
Jason terkesiap, matanya membelalak.
Perempuan di sana menunjuk sekeping logam kecil yang tampak lebih bersinar dari logam-logam lain yang diangkut. Jason mendengar sayup-sayup kalimatnya yang seolah menghipnotis, "Aku ingin ini dibuat cincin."
Pekerja di hadapannya menurut, dan segera membawa kepingan itu ke arah yang berbeda. Jason berkedip, dan wanita itu menghilang.
"Aduh, Putra Jupiter ternyata bisa pelupa juga, ya."
Jason nyaris masuk lagi ke dalam lubang barusan andai saja tangan wanita itu tidak menangkapnya.
"Duh, ceroboh, lagi."
"Venus—maksudku, Aphrodite—aku—"
"Yeah, yeah, aku tahu kau lupa. Hmm," Aphrodite menjentikkan jarinya, Jason sudah menelan ludah, tapi tak terjadi apa-apa, "apa aku harus menceritakan juga tentang bagaimana cincin ini kusimpan di Olympus, lalu melalui berbagai zaman, dan berakhir di sebuah toko sederhana untuk dijemput oleh Tristan McLean?"
Mampus, Jason hanya bisa mengeluh dalam hati, jika Aphrodite bercerita, dia takut akan disisipi sindiran-sindiran halus betapa payahnya ia sebagai cowok (karena pelupa), atau betapa tidak asyiknya dia (dia sering tidur di bioskop saat kencannya bersama Piper), atau betapa tidak berdedikasinya dia (dia dua kali lupa hari jadi mereka).
"Err—kurasa lebih baik aku segera menyerahkannya saja. Aku sudah berjanji pada Tristan ... janji antarlelaki harus ditepati."
Aphrodite tertawa ala ibu ratu yang membuat Jason ingin mundur, andai saja tidak ada lubang di belakangnya. "Pintar berkelit. Aku bertanya-tanya apakah hal itu yang disukai oleh putriku darimu."
Sori saja, ya, dia suka semuanya, Jason ingin bercanda, tapi ia rasa itu hanya menjatuhkan harga dirinya.
"Ya sudah. Sekarang, pulanglah dari Lavrion dan kembalilah ke tempat tidurmu." Dengan sekali sentakan jari, Jason menemukan langit-langit kamar mereka berdua.
Dengan panik seolah baru dikaruniai mimpi buruk, Jason menyambar laci di samping tempat tidurnya. Ia meniru cara Tristan menyembunyikannya. Dari dalam kotak merah (yang dibelinya agar lebih pantas), Jason mengeluarkan benda itu.
Piper tak sadar saat Jason mengangkat tangan kanannya, dan menyelipkan cincin Tristan pada jari manisnya. Piper bahkan tak terbangun saat Jason mengecup punggung tangan dan keningnya.
Jason membayangkan kilasan kilat tentang cinta Aphrodite yang menunggu beribu tahun untuk tiba kepada putrinya, melalui cinta Tristan, yang akhirnya tiba kepada putrinya sendiri melalui Jason. "Cinta bisa melintasi waktu yang sangat panjang, Pipes, selamat malam."
Jason menyimpan rasa penasarannya akan reaksi Piper untuk esok pagi.
end.
a/n: tempat di mimpi Jason, Lavrion, daerah di Attica, dekat Athena, adalah tambang perak kuno. di era klasik, pendapatan dari tambang ini digunakan untuk membiayai angkatan laut untuk mengalahkan orang-orang Persia, juga membantu kejayaan Kekaisaran Athena di era klasik.
ingin bacaan lengkap? baca di ancient-greece (titik) org /archaeology /lavrion (titik) html. silakan bongkar2 situs itu untuk cari tau lebih banyak tentang yunani kuno xD
