Summary : Len, seorang cowo sempurna dan menjadi idola di sekolahnya, bekerja sebagai... Baby Sitter? Rin, cewe berpenampilan di bawah rata-rata dan unpopuler. Lenka, cupid kecil yang menyatukan mereka berdua./Len, sang baby sitter. Lenka, sang baby. Rin, Nee-chan dari sang baby./Chapter 10 : Suki./RnR?

.

Auhtor's Teritorial

Author : MINNA-SAN~! Gomen lama apdet ya, soalnya author bulan lalu sibuuuuk banget.

Rin : Dari persami, les, rapat OSIS, lomba ini-itu, patah hati dan sekarang author sudah tidak sibuk lagi. Itu katanya...

Miku : Ya... Daripada banyak ngomong lagi, bales ripiunya dulu deh! Oh ya, sebelumnya, bagi reviewers yang punya akun, author uda bales lewat PM. Dan bagi yang mereview tanpa akun, author akan balas di sini~

###

BakaKuro

Hehehe, iya. T-Tapi... Gomen ya apdetnya lama~. Kapan Rin suka sama Len? Kapan-kapan~ #dor. Yosh, makasi ya reviewnya. Ini apdet~. Gomen apdetnya lama~.

~Next~

Pull

Hahaha, iya. Saia emang suka nyiksa Mayu #dor. Ternyata Pull-san hentai mind juga ya #smirk #dor. Hahaha, arigato reviewnya, gomen ya apdetnya lama~. L-Lalu, jangan panggil Saia 'Chisami-sama', panggil aja 'Chisami-san ato Chisami-chan' ya~ :).

~Next~

nyan-nyaanX3

Hahaha, iya. Tenang, Rin ga akan suka sama Piko kok #eh?.

Kilat + petir? Badai dong...? Hahaha...

Okeh, makasi reviewnya & gomen lama apdet ya~.

~Next~

Momo kuro

B-Baru pertama kali...? Wah... Saia jadi ga enak ni... Baru pertama baca di fandom Voca, tapi uda dapet fict Saia yang apdetnya udah kayak setaun sekali nih... Hehehe, gomen lama apdet ya~, & makasi reviewnya~!

###

Go~!

Disclaimer :

1. Vocaloid is not mine. But this story is mine.

Warning :

1. Typo(s).

2. Alur terlalu cepat.

3. Pendeskripsian kurang.

4. Terlalu banyak pergantian PoV.

5. GaJe.

.

Baby Sitter Love

Chapter 10 : Suki

.

Created & Produced by Chisami Fuka

.

Ga suka? Jangan baca!

.

.

.

Normal PoV

"Aku minta maaf soal kemarin." ucap Len pada Mayu yang sedang duduk di aula. Di sampingnya, ada Neru yang hanya diam sambil bermain handphone.

Mayu membuka mulutnya, "Tidak—..."

"Len?" panggil seseorang dengan keras. "Yo! Napain kau disini?" tanya orang itu sambil menghampiri Len.

"J-Jadi?" tanya Len pada Mayu tanpa menghirau'kan panggilan dan pertanyaan dari orang itu—Mikuo.

"Tidak masalah! Aku mengerti kok," jawab Mayu sambil tersenyum. Len hanya menghela nafas, "Baguslah," ucapnya lalu langsung pergi. Dan Mikuo mengikutinya dari belakang.

"Aku mengerti..." gumam Mayu lagi. Ekspresinya tidak bisa di baca, antara marah, menakutkan dan tertawa. Neru sendiri hanya pura-pura tidak menghiraukan Mayu.

Neru dan Miku, mereka sudah memutuskan untuk mengikuti keinginan Mayu selama Mayu tidak melakukan hal yang kelewatan batas. Juga agar orang tua mereka tidak di tindas lagi.

Sementara di tempat Rin dan Teto. Terlihat mereka berdua sedang mengobrol dengan Miku.

"Baiklah, terima kasih ya~!" ucap Miku sambil berlari pergi. Dia baru saja menanyakan bahwa apakah dia dan Mayu juga Neru boleh sekamar dengan Rin dan Teto. Rin dan Teto hanya setuju saja.

Beberapa lama kemudian, bel masuk berbunyi, dan mereka berkumpul di aula.

"Perhatian semuanya!" ucap sang kepala sekolah di atas panggung aula. Sang Kepala sekolah menjelaskan apa saja yang akan dan harus di lakukan saat tour mereka nanti. Dari barang yang boleh dan harus sampai barang yang tidak boleh di bawa.

"Baiklah, yang terakhir, kalian juga akan mengadakan Pentas Seni. Para murid dipersilahkan untuk mendaftarkan diri untuk mengisi acara pensi. Kalau ada pertanyaan, kalian bisa bertanya pada Megurine Luka-sensei. Megurine Luka-sensei, ada yang ingin di sampaikan tentang pentas seni lagi?" ucap kepala sekolah sambil bertanya. Luka-sensei langsung berdiri dari tempat duduknya dan naik ke atas panggung kemudian mengambil microphone.

"Perhatian semuanya, untuk pengisi acara pentas seni nanti, Saya juga sudah memilih beberapa murid untuk mengisi acara. Antara lain adalah Mayu dari X A, Utatane Piko dari X A, Aoki dari X C, SeeU dari X A, Luna dari X B, Kagamine Len dari X A, dan Naegino Rin dari X A. Tapi itu bukan berarti hanya mereka yang mengisi acara. Yang lain boleh mendaftar pada pada koordinator pentas seni juga. Di harapkan partisipasinya dalam acara pentas seni kali ini, sekian." jelas Luka-sensei.

Setelah beberapa penjelasan lainnya, para murid di persilahkan latihan untuk persiapan pentas seni mereka. Meski masih lama. Tapi kalau soal pentas seni, Crypton Academy memang nomor satu. Hampir semua murid di situ berbakat.

Dan ketujuh murid tadi—Len, Rin, Mayu, Piko, SeeU, Aoki dan Luna. Akan di ajari langsung oleh Luka-sensei. Mungkin bisa di bilang mereka adalah murid spesial untuk mengisi acara pentas seni nanti?

"Baiklah anak-anak, sebelumnya, apakah ada yang keberatan karena Sensei minta untuk mengisi acara?" tanya Luka-sensei. Mereka sedang berada di ruang musik. Semuanya menggeleng.

"Baguslah, kalian terpilih karena menurut Sensei, kalian punya bakat yang bisa di gunakan untuk acara pentas seni nanti." ucap Luka-sensei ramah.

"Bakat?" gumam Rin. Yang lain juga tidak kalah heran, mungkin ke-enam murid tadi mempunyai bakat. Tapi Rin? Mereka tidak pernah melihat Rin menari, membaca puisi, bermain alat musik bahkan menyanyi. Karena Rin tidak terlalu menonjol. Tapi semua hanya memilih untuk diam.

"Baiklah, pertama, Utatane Piko dan Naegino Rin, apakah kalian bisa berduet untuk menyanyikan sebuah lagu? Sensei akan mengajari kalian lagu tersebut nanti," tanya Luka-sensei. Rin dan Piko hanya bertatapan sebentar kemudian mengangguk.

"Kedua, Kagamine Len dan SeeU juga akan berduet. Lalu Aoki dan Luna akan solo. Ah ya, Mayu akan berduet dengan Rin juga nanti. Lalu Len akan berduet dengan Rin. Lalu Len, Rin, dan Piko akan menyanyi solo. SeeU dan Aoki akan berduet. Luna akan berduet dengan Mayu juga. Ada pertanyaan?" jelas Luka-sensei. Semuanya langsung diam.

Nampaknya mereka bingung karena penjelasan Luka-sensei agak berantakan. "Ah, Saya akan bagi'kan daftarnya saja." ucap Luka-sensei yang nampaknya sadar lalu mengambil beberapa lembar kertas dan membagikannya.

1. Utatane Piko ft. Naegino Rin-Romeo & Cinderella

2. Kagamine Len ft. SeeU-Yakusoku no Hana

3. Aoki ft. Luna-Skeleton Life

4. Mayu & Naegino Rin-Promise

5. Kagamine Len & Naegino Rin-Suki Kirai & Magnet

6. Kagamine Len-Spice!

7. Naegino Rin-Kokoro

8. Utatane Piko-Pon Pon Pon

9. SeeU & Aoki-Kienai Hitomi

10. Mayu & Luna-Hello, how are you?

Jadwal latihan : Mulai tanggal xx-xx-xx latihan akan diadakan setelah pulang sekolah.

Semua itu adalah tulisan Luka-sensei dan difotocopy. "Ada yang keberatan?" tanya Luka-sensei. Len langsung menggeleng disco(?). Ya, karena dia akan berduet dengan Rin 2 kali.

Ah ya, mereka masih belum tahu lagu seperti apa yang akan mereka nyanyi'kan nanti.

"Baguslah, kalau begitu, yang pertama, Piko dan Rin, ini lirik lagu yang akan kalian nyanyikan." ucap Luka-sensei sambil membagikan lembaran kertas pada Piko dan Rin. Kemudian membagikan lirik lagu yang akan dinyanyikan para murid itu masing-masing juga.

Len membaca lirik lagu pertama yang akan dia nyanyikan. 'Yakusoku no Hana', kemudian ada 'Suki Kirai', 'Magnet' dan 'Spice!'. 'Kenapa lagunya semua tentang cinta dan... Ada lagu yang perv?' batin Len sambil membaca lirik lagunya.

Latihan pun dimulai, pertama Piko dan Rin. Mereka menyanyikan lagu yang di ajar'kan oleh Luka-sensei. Ah, semua yang ada di situ hanya terpaku dengan suara Rin. Mereka baru pertama kali melihat dan mendengar Rin menyanyi, Luka-sensei hanya tersenyum puas, mengetahui pilihannya tidak salah.

Di susul oleh Len, SeeU, dan yang lainnya.

Ketika Len dan Rin menyanyikan lagu 'Magnet'. Yang lain hanya terkekeh pelan, sementara Mayu cemburu berat dan Piko...? Agak cemburu. Kenapa? Karena dia meyukai Rin. Mereka berlatih sampai pulang.

"Baiklah anak-anak, latihan selesai, latihan di rumah lagi ya," ucap Luka-sensei. Para murid hanya mengangguk lalu kembali ke kelas masing-masing.

KREET

Len membuka pintu kelasnya, di belakangnya ada Rin, Mayu, SeeU dan Piko.

"Ah, kalian sudah kembali," ucap Gumi yang sedang berdiri di depan kelas.

"Ada apa ini?" tanya SeeU. "Hehehe, katanya tadi, setiap kelas di tantang untuk mengadakan pentas seni perkelas. Dan tantangan itu kita terima." jelas Gumi. Len, Rin, Mayu, Piko dan SeeU hanya ber-oh-ria.

"Jadi? Kelas kita akan mengadakan acara apa?" tanya Piko. Gumi tersenyum. "Kita akan mengadakan drama~!" ucapnya bersemangat. Di sambut sorakkan dari murid di kelas.

"Drama apa?" tanya Len tidak kalah penasaran. "Dramanya adalah 'Snow White'." ucap Gumi. "Pemerannya?" tanya Mayu.

"Berdasarkan voting kelas. Pemeran utama Snow Whitenya adalah Rin, pangerannya adalah Len, pemburunya adalah Piko, dan ibu tirinya adalah Mayu, cermin ajaibnya Mikuo. Sisanya adalah para kurcaci dan juga yang lainnya~!" jelas Gumi riang.

"H-Hah?" Len, Rin, Mayu dan Piko kaget. "Sudahlah, ini keputusan kelas! Tidak boleh di ubah." ucap Gumi. "Lalu soal latihan, kita akan latihan di mana?" tanya Teto. "Oh iya ya..." gumam Gumi. Semuanya berpikir sebentar,

"A-Ano, bagaimana kalau di rumahku saja? Kurasa rumahku muat untuk kita latihan." usul Piko. "Baiklah! Kita akan latihan di rumah Piko." ucap Gumi langsung. Semuanya mengangguk.

"Baiklah, sisanya kita bicarakan besok, sekarang sudah lewat jam pulang. Jaa ne minna~!" ucap Gumi. Lalu para murid keluar kelas.

"Rinny~! Hari ini aku ke rumahmu ya~!" ucap Teto sambil menghampiri Rin yang sedang mengemas barangnya. "Kenapa tiba-tiba?" tanya Rin. "Memangnya ga boleh ya?" tanya Teto sambil memanyunkan bibirnya. Mikuo yang dari tadi melihatnya hanya bisa ber-blushing-ria melihat sikap pujaan hatinya yang menurutnya manis itu.

"Boleh kok..." jawab Rin. "Oh ya! Mikuo juga ikut ya!" seru Teto kemudian. "Terserah saja," jawab Rin cuek. Kemudian, mereka berjalan keluar kelas.

"Nee nee nee Rin. Tadi napain aja?" tanya Teto sambil berjalan bersama Rin. Di belakang mereka, ada Len dan Mikuo.

"Cuma di suruh ngisi acara, nyanyi." jawab Rin. "Owh... Aku sama Mikuo juga daftar buat ngisi acara loh~!" ucap Teto lagi.

"Oh ya? Kalian mau isi acara apa?" tanya Rin. "Hmm.. Kami akan nyanyi~! Lihat saja nanti~!" ucap Teto bersemangat. Setelah itu, mereka hanya mengobrol selama perjalanan ke rumah Rin.

"Jadi? Kalian akan duet?" tanya Len yang ternyata menguping pembicaraan dua gadis itu. Mikuo hanya mengangguk pelan.

"Aku juga... Mau nembak Teto pas tour nanti..." gumam Mikuo pelan sambil blushing berat.

.

.

.

"HAH?!" teriak Len keras yang entah congek atau apa. "Ada apa?" tanya Teto saat mendengar Len berteriak. "T-Tidak ada apa-apa. Hehehehe," ucap Mikuo sambil mengisyaratkan Len untuk diam. "Owh..."

"Jangan teriak dong!" sewot Mikuo. "Hehehe, maaf-maaf. Tapi, kau serius nih?" tanya Len kemudian. Mikuo hanya mengangguk mantap. "Aku ingin segera mengungkapkan perasaanku padanya. Lagipula, kalau perasaan ini di tahan lebih lama lagi, rasanya susah." gumam Mikuo. "Baiklah, semoga beruntung ya! Hahaha," ucap Len sambil mendoakan Mikuo.

Di sisi lain, Len juga memikirkan bagaimana perasaan sesungguhnya pada Rin. Apa dia betul-betul mencintai Rin, atau hanya sekedar 'suka'.

~Skip~

"Tadaima,"

"Permisi~!"

Ucap Len dan Rin bersamaan saat Rin membuka pintu rumahnya.

"Okaeri, ah. Ada temannya Rin juga, selamat datang." balas Ba-san saat melihat Rin dan temannya.

"Uwaaaah~! Teto-chii~!" teriak Lenka saat melihat Teto. "Hahaha, hai, Lenka-chan~!" sapa Teto. Lenka langsung berlari pelan ke arah Teto dan memeluk kakinya.

"Ba-san, Rin main di kamar Rin ya," ucap Rin. Ba-san hanya mengangguk. "Oh ya, mau minum apa?" tanya Ba-san sebelum Rin, Teto, dan Mikuo menghilang di ujung tangga atas. Len? Dia harus membantu Lenka membereskan bukunya dulu sebelum Lenka pergi ke kamar Rin nanti.

"Apa saja boleh." jawab Teto. "Baiklah,"

Saat sampai di depan pintu kamar Rin, Teto dan Rin langsung masuk. Sementara Mikuo diam di luar. Cowo masuk ke kamar cewe? Ayolah Mikuo... Len saja berani masuk.

"Nee? Mikuo? Napain di luar? Masuk aja," ajak Teto. Mikuo hanya mengangguk kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Rin.

Sementara Rin dan Teto mengobrol sambil duduk di atas kasur, Mikuo hanya duduk di atas sofa dan bermain handphonenya. Sampai Len datang dengan nampan berisi'kan minuman. Di sampingnya(atau bawah?), ada Lenka juga yang sedang membawa nampan berisi beberapa piring kue.

"Silahkan~!" ucap Lenka sambil meletakkan nampannya di atas meja di bantu oleh Len. "Manisnya~!" ucap Teto sambil memeluk Lenka dengan gemas. 'Aku juga mau di peluk...' batin Mikuo.

"Itu siapa?" tanya Lenka yang baru sadar saat melihat Mikuo. "Hatsune Mikuo, temannya Rin-nee juga~," jawab Teto. "Owh... Rambut ijo, tas ijo, ijo-ijo kayak hulk loh..." gumam Lenka inoccent dan bisa di dengar semua orang yang ada di ruangan itu.

Beberapa saat kemudian, mereka tertawa terbahak-bahak. Sementara Mikuo hanya bisa pundung.

"Hahaha, j-jadi, lagu apa yang akan kalian nyanyi'kan nanti?" tanya Teto sambil menyeka air matanya yang keluar karena terlalu banyak tertawa.

Rin mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tasnya dan menunjukkannya pada Teto. Teto memperhatikan dengan seksama isi lirik lagu tersebut. "Semua lagunya tentang cinta... Kecuali lagu untuk Rin solo nanti..." gumam Teto.

"Iya. Lalu, kalian nanti akan duet lagu apa?" tanya Rin balik saat mengingat Teto dan Mikuo juga akan berduet. "Hehehe, judulnya Cendrillon!" ujar Teto bersemangat. Rin tampak berpikir sebentar, "Owh! Cendrillon yang itu ya?" tanya Rin. "Iya!" jawab Teto. "Penyanyi cowonya keren~!" ucap Teto dengan efek bling-blik di sekitarnya. "Iya~! Keren sekali~!" sambung Rin yang juga tidak kalah banyak efek bling-blingnya.

Ah, anggap saja kalau 'Cendrillon' adalah lagu yang terkenal saat itu, dengan penyanyi cowonya yang keren dan cewenya yang cantik.

Setelah lama mengobrol, akhirnya Teto dan Mikuo pamit pulang. Len masih tinggal karena dia harus menjaga Lenka juga.

~Skip~ Jam 5.57 PM~

Seperti yang kita semua ketahui, Ba-san dan Ji-san belum pulang saat jam segini.

Lenka sedang menonton TV di ruang tengah, dan Len juga ikutan nonton. Rin berada di kamarnya sejak Teto pulang.

"Oi! Len, mau latihan nyanyi bareng?" tanya Rin tiba-tiba. "Um? Boleh saja," jawab Len langsung.

"Nyanyi? Nyanyi apaan?" tanya Lenka. Rin segera duduk di samping Lenka. "Nyanyi buat ngisi acara di sekolah nanti," jawab Rin. Lenka hanya ber-oh-ria.

Lalu, Len dan Rin mulai latihan bernyanyi. Tanpa alunan musik, nyanyian mereka tetap terdengar sempurna.

Saat mereka menyanyikan lagu 'Magnet', terdengar ucapan mereka agak ragu-ragu, tapi itulah yang harus mereka hilangkan. Mereka harus membiasakan diri mengucapkan lirik lagu itu agar terdengar bagus.

"Keren~!" puji Lenka saat nyanyian Len dan Rin selesai. "Hahaha, terima kasih ya," ucap Rin lembut pada Lenka. Sikap Rin yang lembut pada orang lain, itu yang membuat Len bisa jatuh cinta pada Rin.

'Sepertinya aku betulan suka padanya,' batin Len berbunga-bunga. "Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Rin dengan nada judes pada Len saat melihat Len menatapnya terus menerus.

"G-Ga ada apa-apa," jawab Len sedikit blushing. Semuanya diam, hanya suara ada suara percakapan orang di TV.

"Kau sudah minta ijin sama Ba-san untuk tidak bekerja beberapa lama?" tanya Rin memecah keheningan. "Belum, kurasa nanti saja," jawab Len. Rin hanya ber-oh-ria sampai tiba-tiba bel rumah berbunyi.

Len beranjak dari tempat duduknya dan membuka'kan pintu.

"Piko? Napain kesini?" tanya Len agak kasar. "Hahaha, tadi aku sedang jalan-jalan di sekitar sini, tiba-tiba ada penjual makanan lewat, aku teringat sama Rin dan Lenka. Jadi aku membelikan mereka makanan. Apa Rin'nya ada di rumah?" tanya Piko.

"Piko?" yang di sebut langsung muncul. "Ah, hai, Rin." sapa Piko. "H-Hai juga. Silahkan masuk." ucap Rin mempersilahkan Piko masuk. "Aku membeli'kan beberapa cemilan untuk kalian," ucap Piko. "Wah... Terima kasih ya," balas Rin.

Setelah itu, Piko bergabung dengan Lenka yang sedang duduk di ruang tengah sambil menonton dan ikut menonton sambil mengobrol dengan Rin dan Lenka.

'Merusak acara berduaku dengan Rin saja...' batin Len kesal. Dia hanya duduk di dapur karena malas bertemu dengan Piko. Tapi beberapa kali dia juga mengintip apa yang Rin dan Piko lakukan. Jaga-jaga agar Piko tidak melakukan yang aneh-aneh pada Rin.

~Skip~06.57~

NYIIIIIT

PLAK

Terdengar suara dengungan nyamuk dan pukulan tangan. Ah, itu Len yang sedang menepuk nyamuk di dapur.

Sudah semalam ini, Ba-san dan Ji-san belum pulang dan Piko belum pulang juga.

Len yang sudah tidak tahan lagi—antara banyaknya jumlah pasukan(?) nyamuk di dapur dan Rin dan Piko yang sedang berduaan(Lenka? Dia tidak banyak ikut campur dalam pembicaraan Rin dan Piko). Len segera bangkit dari kursi dapur dan pergi ke ruang tengah, lalu langsung duduk di samping Lenka.

"Sudah malam, kau belum mau pulang? Bukankah pekerjaanmu sebagai artis tenar itu sangat banyak?" tanya Len kesal pada Piko, atau tepatnya mengusir Piko. "Ah, kurasa aku akan tunggu Ba-san pulang saja, baru aku pulang. Kalau kau mau pulang sekarang juga boleh, biar aku yang menemani Rin dan Lenka." jawab Piko sambil tersenyum.

"A-Aku juga akan menunggu Ba-san pulang!" jawab Len kesal. 'Masa dia menyuruhku pulang? Enak saja...' batin Len kesal tingkat wahid.

'Kalau Ba-san pulang malam... Berarti Piko bisa saja menginap di sini juga dong...?' batin Len lagi.

"Oh ya, Rin. Kau punya orang yang kau suka?" tanya Piko tiba-tiba. Telinga Len langsung menajam(?).

"Hm? Orang yang di suka..." gumam Rin sambil berpikir. Len dan Piko memasang(?) telinganya tajam-tajam(?). Menunggu jawaban dari pujaan hati mereka ini.

"Punya dong!" jawab Rin kemudian. "Oh ya? Siapa?" tanya Piko. "Hehehe... Rahasia~! Itu'kan privasi." jawab Rin.

"Iya deh..." ucap Piko kemudian. "Kalau kau?" tanya Rin balik. Piko mengangguk, "Aku juga punya dong," jawab Piko sambil tersenyum. Rin hanya tertawa pelan tanpa menanyakan siapa yang di sukai Piko.

Len sendiri hanya diam. 'Rin sudah punya orang yang di suka... Siapa ya?' batin Len.

KRIEET

Tiba-tiba, terdengar bunyi pintu terbuka. Len langsung memeriksa siapa yang datang.

"Tadaima," ucap Ba-san tepat saat Len muncul di ruang tamu.

"Ah, Ba-san, okaeri," sambut Len. Ba-san hanya menjawabnya dengan senyum, kemudian masuk.

"Ba-san, selamat malam," ucap Piko sambil bangkit berdiri kemudian menunduk sebagai sopan santun. "Ah, Piko-kun juga ada di sini," ucap Ba-san. "Hahaha, Rin. Kalau begitu aku pamit dulu ya, ini sudah malam." ucap Piko pada Rin. "O-Oh, baiklah," jawab Rin.

"Ba-san, aku pulang dulu ya," ucap Piko pada Ba-san yang sedang berada di dapur. "Eh? Secepat itu? Baiklah, hati-hati ya," ucap Ba-san. Piko kemudian pamit juga pada Lenka dan Len.

'Akhirnya makhluk beruban itu pulang juga...' batin Len. "Kau belum pulang?" tanya Rin. "Aku tunggu Ji-san saja," jawab Len.

Len PoV

"Len-kun, kau sudah makan?" tanya Ba-san tiba-tiba dari dapur. "S-Sudah," jawabku. Ah, sebenarnya aku belum makan, aku hanya sedang tidak mood untuk makan saja.

"Ah ya, Ba-san, mulai besok, Len mungkin akan pulang telat, soalnya ada latihan. Lalu mulai minggu depan, Len ada acara tour di sekolah, jadi untuk sementara Len tidak bisa menjaga Lenka." kataku saat tiba di dapur.

"Nani? Begitu ya..." ucap Ba-san. "Kalau begitu, mulai besok saja Lenka ikut Ba-san ke kantor. Len-kun tolong jaga Rin di rumah ya," lanjut Ba-san.

Seketika, Rin menyemburkan minuman yang baru saja di minumnya. "B-Ba-san, aku tidak apa-apa kok sendirian di rumah." ucap Rin tiba-tiba.

"Ee... No no no. Ba-san tidak bisa meninggalkanmu sendirian di rumah. Lagipula Kaa-san dan Tou-sanmu menitipkanmu pada Ba-san karena mereka tidak bisa meninggalkanmu sendirian di rumah. Len-kun bisa'kan menemani Rin di rumah? Ba-san akan berusaha pulang cepat," kata Ba-san.

"A-Aku sih bisa. Tapi... Apa Rin mau?" tanyaku balik. Mengingat Rin tidak ingin aku menemaninya'kan?

"Ayolah Rin... Lagipula kalian bisa belajar bersama juga 'kan?" pinta Ba-san. Rin hanya mengangguk dengan muka sebal.

"Hahaha, baguslah..." ucap Ba-san lalu mulai memasak lagi. Beberapa lama kemudian, Ji-san pulang. Lalu aku pamit pulang.

~Skip~Esoknya~

Normal PoV (Len Side)

KRIIING

"Ungh..." Len mengerang sedikit lalu membuka matanya, mengerjap-ngerjapkan matanya sebentar lalu mengubah posisinya menjadi duduk.

Ah... Mungkin bagi penggemarnya yang melihatnya sekarang akan nosebleed.

Len sedang duduk. Ya, duduk di atas kasurnya. Tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan sebuah celana hitam panjang. Ah... Itu'loh... Terlihat jelas sekali kalau badannya six-pack. Tangannya berotot. Lalu rambut Len agak acak-acakan meski masih di buat gaya ponytail. Sekian tentang posisi Len.

Len bangkit dari kasurnya dan membuka gorden jendelanya.

"KYAAAAAAAA!"

"GYAAAAAAAA!"

Teriak Len bersamaan dengan objek yang di lihatnya. Author belum beritahu ya? Kalau jendela apartement Len menghadap ke jendela apartement seseorang. Yaitu seorang bibi perawan tua. Apa perlu di beritahu juga kalau bibi perawan tua itu menaruh hati pada Len?

Len segera menutup gorden jendelanya lagi. "Gue ga lihat apa-apa... Gue ga lihat apa-apa... Gue ga lihat apa-apa..." gumam Len merinding.

Apa yang di lihat Len? Bibi perawan tua tadi sedang mengenakan sebuah gaun putih, lalu masker putih menutupi hampir seluruh wajahnya dan rambutnya yang acak-acakan.

"Len-kuun~! Kau keren~!" teriak bibi itu. Len hanya diam sambil merinding. Setelah dirinya sudah cukup tenang, Len berdiri dan menyalakan lampu kamarnya.

Setelah itu Len langsung masuk ke kamar mandi dan mandi.

Kira-kira 10 menit, Len keluar dengan sebuah piyama mandi melekat di badannya.

'Masih awal...' pikir Len saat melihat jam dindingnya. Baru pukul 5.30.

'Yosh! Aku akan menjemput Rin saja!' batinnya lagi.

Dia segera mengenakan seragam sekolahnya dan menyisir rambutnya, mengucirnya dan... Selesai.

Lalu Ia mengambil handphone, kunci apartement dan tasnya. Kemudian keluar dari apartementnya.

Len memang jarang sarapan pagi.

Setelah mengunci pintu apartementnya, Len memasang pose coolnya. Yaitu memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya dan tangan kanannya memegang handphone.

Len berjalan keluar dari daerah apartement. "Len-kun!" panggil seseorang tiba-tiba.

Len menoleh ke arah suara itu. "M-Mayu?" gumam Len. Mayu berlari kecil menghampiri Len. "Boleh berangkat bareng?" tanya Mayu. "B-Boleh saja sih... Tapi aku mau jemput seseorang dulu." jawab Len. "Tidak masalah!" ucap Len. Len hanya ber-oh-ria kemudian berjalan lagi. Mayu hanya berjalan di sampingnya.

Setelah sampai di depan rumah Ba-san, Len langsung melihat Rin yang sedang membuka pintu pagarnya. "Rin! Ohayou!" sapa Len.

"L-Len? Napain kau di sini?" tanya Rin. "Hehehe... Mau berangkat bareng?" tanya Len. Rin menatap Len dengan tatapan tajam.

"Terserah saja..." jawab Rin kemudian berjalan duluan. Di susul Len dan Mayu.

Len menyamakan langkahnya dengan Rin. Meninggalkan Mayu yang berjalan sendiri di belakang. Tanpa Len dan Rin tahu, Mayu terus menatap mereka dari belakang.

~Sesampainya di sekolah~

"Psst psst..."

Terdengar para murid berbisik. Sudah beredar rumor, bahwa Rin sedah jatuh cinta. Makanya dia mengubah penampilannya menjadi lebih bergaya daripada sebelumnya.

Hari ini saja, Rin mengikat rambutnya dengan gaya ponytail. Memang, biasanya Rin menggunakan gaya ponytail juga, tapi, hanya saja kali ini Rin mengikatnya tinggi, juga menyisakan sedikit helai rambut di depan. Hari ini, Rin tampak keren.

"Ohayou! Rin~!" sapa Teto sambil memeluk Rin tiba-tiba. "O-Ohayou Teto... Bisa kau lepaskan pelukanmu?" tanya Rin. Teto hanya melepas pelukannya sambil terkekeh pelan.

"W-Wuah! Rin hari ini keren~!" ucap Teto sambil memandangi Rin. Rin sendiri hanya ber-blushing sedikit lalu berjalan ke tempat duduknya.

"Rin! Ohayou!" sapa seseorang lagi sambil duduk di samping Rin. "Um? Ohayou juga, Piko." balas Rin. Sekarang Piko menduduki tempat Len. Dan Len meyadari itu.

"Misi' misi' misi'! Ini tempat gue. Minggir lo!" usir Len. "O-Oh... Gomen." ucap Piko kemudian menyingkir.

"Eee? Aku mau duduk samping Rin sebentar!" ucap Teto sambil menarik Len pergi lalu Teto segera duduk di tempat Len.

"W-Wa—" "Len..." ucapan Len terpotong saat seseorang memegang pundaknya. "Biarkan saja mereka," ucap orang itu—Mikuo. 'Dasar...' batin Len. Setelah itu, mereka semua hanya mengobrol.

~Skip~Pelajaran Pertama~

"KAGAMINE-SAN! HATSUNE-SAN! KELUAR DARI KELAS, SEKARANG JUGA!"

Terdengar teriakkan yang sangat keras dari kelas X A. Oh... Itu suara teriakkan Meito-sensei.

Kenapa dia berteriak? Ah, karena dia sudah hampir meledak karena tingkah kedua muridnya ini.

"I-Iya," jawab Len dan Mikuo bersamaan kemudian keluar kelas. Kenapa mereka bisa di keluarkan dari kelas? Karena mereka sibuk beromantisan walaupun jarak tempat duduk mereka saling berjauhan. Teto dan Rin hanya terkekeh pelan.

~Baby Sitter Love~

"Ah... Meito-sensei menyebalkan..." gumam Len kesal. "Iya... Pantesan saja ga ada yang mau sama dia." lanjut Mikuo.

"Jangan ngomong gitu... Nanti karma loh..." nasehat Teto. Sementara Rin hanya cuek-cuek saja. Sekarang sudah jam istirahat. Dan seperti biasa, mereka pergi ke kantin.

Saat melewati koridor menuju kantin, tiba-tiba mereka melihat sekerumunan orang—tidak. Tepatnya kumpulan hampir satu isi sekolah(kecuali para guru tentunya) sedang mengerumuni papan mading.

"Ada apa sih?" tanya Teto penasaran.

"Hei, itu mereka!" teriak seseorang tiba-tiba sambil menunjuk ke arah Len dan yang lainnya.

"A-Apa?" tanya Len. Salah satu dari kerumunan orang itu menarik Len, Rin, Mikuo juga Teto.

"Eh?"

HOT NEWS!

Yo! Minna-san~! Kami, para club mading punya berita terbaru dan terhangat loh~! Penasaran? Langsung ajah~!

(Terdapat foto Mikuo yang sedang mengelus kepala Len)

Tentunya kalian tahu'kan siapa mereka? Yap! Mereka adalah HATSUNE MIKUO dan KAGAMINE LEN! Seperti yang ada di foto atas, tidak salah lagi! Kalau mereka mempunyai HUBUNGAN SPESIAL! Aw... Ternyata mereka menyukai sesama jenis.

Lalu,

(Foto Rin dengan rambutnya yang terurai sedang berbicara dengan Piko)

NAEGINO RIN, penampilannya berbeda dengan biasanya. Menurut banyak orang, dia mulai terlihat semakin manis. Ada apakah gerangan?

Menurut pendapat para ahli(?). Nona manis kita yang satu ini sedang JATUH CINTA. Dengan siapa? Tanya'in ajah sendiri~.

Dan,

(Foto Teto dan Mikuo sedang berada di mall)

Aw aw aw... Apakah Mikuo berselingkuh dari Len dan menjalin hubungan dengan Teto? Entahlah... Tapi apakah mereka berdua memang menjalin hubungan khusus? Tidak ada satupun orang yang tahu.

Muka keempat orang itu langsung memerah.

"S-SIAPA YANG BUAT BERITA GINIAN?" teriak Len tiba-tiba. Dia tentu saja tidak terima di katakan 'penyuka sesama jenis', karena jelas-jelas dia sudah menyukai Rin.

"Tenang Len~. Baca tulisan paling bawah, 'Just for Fun!', lagian 'kan bukan kalian aja yang kami liput~!" ucap sang ketua mading.

"Ah! Sini lo! Gue bunuh nanti!" teriak Len pada ketua mading yang sudah lari duluan. Len menoleh ke ketiga sahabatnya.

Rin, diam & blushing.

Teto, menggumam GaJe & blushing.

Mikuo, blushing berat.

"Eh! Copot ga ni foto?" ancam Len sambil menunjuk foto-foto mereka yang berada di balik kaca mading. Semua yang ada di situ langsung bubar.

"W-Woi!" panggil Len. Setelah beberapa lama diam, tiba-tiba terdengar suara derap langkah sepatu hak tinggi. Teto menoleh ke arah suara itu. Ah... Meiko-sensei.

"Um.. Rin... Kita pergi saja yuk..." ajak Teto. Rin hanya mengangguk kemudian mengikuti Teto, di susul Mikuo juga Len.

Saat mereka berjalan, terdengar beberapa bisikan dari para murid lain yang mellihat mereka. Sudah bisa di pastikan, para murid itu pasti menggosipkan Rin, Len, Teto dan Mikuo.

Juga selama perjalanan ke kantin, mereka berempat hanya saling diam saja.

"Rin... Temenin aku ke WC sebentar boleh...?" bisik Teto pada Rin. Rin diam sebentar lalu mengangguk.

"Um... Kami ke WC sebentar ya..." ucap Teto pada Len dan Mikuo. Lalu Teto segera menarik Rin pergi.

"K-Kenapa sih Teto...?" tanya Rin setelah sampai di depan toilet putri bersama Teto. Terlihat jelas, bahwa muka Teto agak merah merona.

"I-Itu... A-Aku..." ucapan Teto terputus-putus. "Katakan saja..." ucap Rin berusaha menenangkan Teto. "Tapi janji jangan beritahu siapa-siapa ya!" kata Teto. Rin hanya mengangguk.

"A-Aku... Deg-degan kalo dekat-dekat sama Mikuo... Sejak tadi pagi..." gumam Teto pelan. "Hah?" tanya Rin, dia tidak bisa mendengar jelas apa yang Teto katakan.

Teto mengambil nafas, lalu menghela. " .Mikuo." gumamnya lagi, mukanya sudah blushing berat.

Rin langsung terdiam. "Kau... Suka sama si ijo itu?" tanya Rin mengulang. Teto mengangguk pelan.

Rin langsung menatap Teto tidak percaya, kemudian tiba-tiba terkekeh pelan. "K-Kenapa tertawa?" tanya Teto.

"Seleramu aneh, Teto..." ucap Rin pelan. "E-Eh? JAAA'AAAT!" teriak Teto, Rin hanya tertawa lagi. Bersyukurlah di tempat mereka sekarang ini sepi.

"Aku cuma bercanda kok, ya... Semoga aja kalian cepet jadian!" ucap Rin. Teto hanya tersenyum simpul karena sahabatnya ini mendukungka. "Hehehe, arigato nee..." jawab Teto.

"Um... Aku mau ke WC sebentar." ucap Teto kemudian. "Aku tunggu di sini saja," kata Rin. Teto hanya mengangguk lalu membuka pintu toilet putri. Sementara Rin berdiri di luar karena tidak suka dengan bau toilet sekolah mereka.

CRASH

"Eh...?"

~To Be Continue~

Author's Teritorial

Last, gomen lama apdet ya~! Hehehe...

Seperti biasa juga... Kalo uda baca, tolong ripiu ya~!

Arigato & gomen nee~!