Balas Review! :D

Bigfoot the 2nd: Yah, sepertinya aku perlu banyak belajar tentang Heroes apa aja yang masuk ke dalam kelas Rare! T-T Kelas terusuh itu memang rada-rada kocak juga, sih! *ditembak berjamaah.* Aku iseng aja karena buntu ide buat nama! *digampar.*

Vience: "Masalah, gitu?"

Me: "Kagak tau juga, sih!" *sweatdrop.*

Entar aku bikin sequel special untukmu, deh! Serius! ^^V Well, Thanks for Review! :D

Happy Reading! :D


1. April Mop Event with Andreas Trio (Daren as Male Treasure Hunter, Vience as Male Dragon Rider, Saphire as Male Crazy Sapper, and Vivi as Female Smile Joker)

Daren sudah berdiri di depan pintu kamar mandi sejak sejam yang lalu. Sepertinya dia menunggu seseorang yang sedang berada di dalam kamar mandi dan mulai kehabisan kesabaran.

"FRÉRÉ! LU NGAPAIN DI KAMAR MANDI?! MANDINYA KOK SAMPAI DUA JAM?! GUE JUGA MAU MANDI, NIH!" teriaknya penuh emosi.

"Lagi ngobrol sama semut dan tembok!" balas Vience dari dalam kamar mandi yang sukses membuat Daren menepuk jidatnya dan suara detik jam di dinding pun kembali menyadarkannya.

"CEPETAN! GUE UDAH LUMUTAN, NIH!" teriak Daren lagi.

"Sebentar, lagi ngirim 'cokelat-cokelat ngambang di sungai' lewat Whatsapp dulu!" balas Vience yang sukses membuat Daren bengong.

Saking lamanya, Daren sampai tidak sadar kalau pintu kamar mandi terbuka dan sebelum dia dapat menghindar...

"APRIL MOP, DARY!" teriak Vience sambil menimpuk Daren dengan baju bekas dan dia pun tepar seketika.


Malam harinya...

Daren masih membuang mukanya kepada Vience karena ditimpuk dengan baju bekas tadi pagi, sementara Vience berusaha minta maaf yang malah ditendang Daren ke dinding sampai dindingnya retak.

"Dary, aku minta maaf!" ujar Vience yang merasa bersalah.

"Ya sudahlah, aku maafin!" ujar Daren sambil tersenyum (balas dendam).

"Dary!" panggil Saphire yang kebetulan masuk ke kamar mereka bertiga.

"Apa?" tanya Daren.

"Tadi di kelasku lagi ujian IPS! Terus, ada soal begini: 'Siapakah raja Citadel yang ke-500?'!" ujar Saphire menceritakan pengalamannya.

"Terus, kau jawab apa?" tanya Daren yang penasaran dengan jawaban dari kakak keduanya.

"Aku jawab 'Telur'!" jawab Saphire bersemangat.

Vience pun langsung menepuk jidatnya mendengar jawaban Saphire barusan dan bertanya, "Kenapa telur ikut dilibatin?"

"Soalnya raja Citadel yang sekarang suka sama telur, jadi pasti nanti telur yang akan dicalonkan!" jawab Saphire watados.

Daren dan Vience pun makin bingung mendengarnya.

"Salah, tau! Yang bener tuh asdfghjkl!" balas Daren.

Sekarang giliran Saphire yang memasang tampang bingung, kemudian pergi keluar kamar.

"Eh, aku dengar Vivi-chan suka sama Fréré, lho!" seru Daren kepada Vience dengan nada yang meyakinkan.

"Beneran, nih?" tanya Vience yang merasa tidak yakin.

Daren pun mengangguk.

"Yup! Kasih aja ini ke dia!" ujar Daren sambil membisikkan sesuatu kepada Vience.

"O-Oke!" seru Vience sambil mengangguk.

Tidak lama kemudian, Vivi datang ke kamar Andreas Trio untuk sekedar berkunjung. Daren yang melihatnya pun langsung membungkukkan badannya dan menyampaikan salam.

"Hai, Vivi-chan!" sapa Daren ketika Vivi masuk ke kamar mereka.

"Kenapa Vience diam aja?" tanya Vivi saat menyadari ada sesuatu yang aneh pada Vience.

Vivi pun mendekati Vience, tapi Vience malah melempari Vivi dengan cicak yang sukses membuat Vivi ketakutan.

"Hiii, cicak! KYAAAAA!" seru Vivi sambil lari pontang-panting dan naasnya, dia menabrak dinding.

Malangnya kau, dinding-chan! Entar pintu-kun cemburu, lho! *salah!* *digebukin.*

Daren pun langsung kabur dari tempat kejadian.

Tiba-tiba, Saphire kembali memasuki kamar dan bertanya, "Kau kenapa, Vie-nii?!"

"Tadi Dary bilang kalau Vivi-chan suka sama cicak!" jawab Vience.

Saphire pun hanya bisa menghela nafas dan mengingatkan dengan ngomong, "Ini tanggal 1 April, Vie-nii!"

Vience pun langsung sadar dan...

"April Mop? DARYYYYYYYY!" seru Vience sambil berlari mengejar Daren.

Daren yang mendengar teriakan Vience pun langsung membalas, "ITULAH YANG NAMANYA KARMA, MUAHAHAHA!"

Malam itu pun berakhir dengan keadaan kamar Andreas Trio yang 'menakjubkan'.


Beberapa menit kemudian...

"Gimana, nih? Padahal besok gue ada janji main bulutangkis sama Doni!" tanya Daren yang meratapi raket bulutangkis-nya yang terbelah dua karena diinjak Vience saat kejar-kejaran barusan.

"Kau kenapa, Dary?" tanya Saphire bingung.

"Ini gara-gara Fréré sialan itu! Dia menginjaknya dan sekarang patah! Udah gitu ini udah malem lagi! Mana ada toko bangunan yang buka? Huwaaaa!" gerutu Daren sambil menangis.

Saphire pun langsung sweatdrop di tempat sambil ngomong, "Mana ada toko bangunan yang jual raket bulutangkis, yang ada mah jualan baju!"

"Oh, jadi toko bangunan jual baju besi, celana kawat, kaos dalam timah, sama celana dalam tembaga gitu?" tanya Daren sinis.

Saphire pun hanya bisa menepuk jidatnya.

"Astaga, Dary! Oh, iya! Kemarin aku mau ngasih ini!" ujar Saphire sambil menyodorkan sebuah kotak kado berpita putih yang sukses membuat Daren bingung.

"Ini apaan?" tanya Daren.

"Raket bulutangkis buat kau, lha!" jawab Saphire.

Daren pun dengan cepat membuka kotak itu, tapi dia malah cengo dan facepalm.

"Ke-Kenapa pake raket setrum nyamuk?" tanya Daren dengan tampang skeptis sambil memegang sebuah raket setrum nyamuk.

"Biar greget!" balas Saphire watados.

Tengah malam itu pun berakhir dengan pantat Saphire yang ditabok Daren dengan raket setrum nyamuk.


2. Biadab Bagian Satu (Exoray as Male Exorcist and Siska as Female Demon Thief)

Orang paling biadab? Mungkin beberapa penghuni Heroes Gakuen akan menunjuk Exoray, Vience, dan juga Elemy.

Exoray Mercowlya, atau yang akrab dipanggil Exoray, merupakan anak yang terkenal berpenampilan elit. Dulu Siska juga memandang Exoray elit, tapi semua pandangan itu runtuh saat dia secara tidak sengaja melihat Exoray di suatu pusat perbelanjaan.

Saat itu, Exoray memakai jam tangan bermerk Rolex dan sepatu Buccheri mendatangi costumer service dengan gagah berani. Dia pun menaikan dagunya sambil sesekali mengedipkan mata ke arah mbak-mbak SPG di pusat perbelanjaan itu dan...

"Neng, beli supermi rasa kaldu ayam dua bungkus!"

Siska pun tidak sanggup lagi melihat kelanjutannya.


3. Biadab Bagian Dua (Vience as Male Dragon Rider and Qiota as Male Nang In)

Vience, anak yang dianggap cukup biadab selanjutnya. Sudah menjadi rahasia umum kalau dia adalah anak yang hemat dan cukup matre. Rasa sayangnya kepada lembaran bernilai jual melebihi rasa sayangnya kepada sahabat-sahabatnya. Mungkin Vience memang pantas disebut teman biadab.

Suatu hari, ketika Qiota berulang tahun, Vience lebih memilih untuk memberikannya uang dua ribu peso daripada parfum Casablanca atau alas kaki Edward Forrer (itupun dengan terpaksa mengingat Qiota telah berjasa sebagai sahabat dalam hidupnya).

Tidak hanya itu, kedua adiknya (Saphire dan Daren) pernah memergoki Vience memberikan amplop kosong pada acara pernikahan orang asing dan tentu saja dia punya maksud tertentu untuk memasukan amplop kosong (walaupun dia dengan terpaksa membeli amplop tersebut).

Beberapa orang mencurigai kalau Vience tidak memakai tisu di toilet pria, melainkan memakai kaus kaki atau sapu tangannya.


4. Trio (Livora as Female Viking Raider, Frida as Female Puppeteer, Elemy as Female Sorcerer, and Meiva as Female Skadi)

Semua orang tau kalau Livora, Frida, dan Elemy digabungkan, hasilnya akan mengerikan. Mereka disebut Trio Cewek Jahil. Ada aja korban mereka setiap harinya. Mulai dari sesama murid sampai para Nordic yang merupakan guru di Heroes Gakuen. Jangan lupa kalau mereka adalah setan yang kabur dari neraka berkedok malaikat baru lahir, terutama Elemy.

Meiva tersenyum cerah karena baru saja membersihkan koridor kelas Ranged sendirian tanpa bantuan dan hasilnya memuaskan. Bahkan saking bersihnya, sampai koridor itu terlihat transparan.

Tidak lama kemudian, datanglah Elemy, Frida, dan Livora. Dengan senyuman usil, Frida membuang permen tanpa pembungkus dengan sengaja di salah satu sudut koridor. Kadar gula dalam permen itu melekat di lantai yang sukses membuat Meiva histeris.

"Ya Tuhan, jatuhkan ketiga setan itu ke neraka jahanam secepatnya!" (Meiva)


5. English Task (Thundy as Male Lightning Mage and Teiron as Male Earth Mage)

"Hari ini kita akan kuis pelajaran English dan aku ingin kalian memilih kelompok berdasarkan teman sebangku!" kata Emil.

Thundy menyikut Teiron dengan perasaan was-was, sementara yang disikut hanya bisa menatapnya dengan polos.

"Apa, Thun?" tanya Teiron.

Thundy pun mendekat dan berbisik, "Lu bisa dipercaya kagak, Ron?"

Senyum sejuta arti pun terulas di wajah Teiron dan dia pun mengacungkan jempolnya, tapi tetap saja hal itu membuat Thundy belum merasa nyaman.

"Masalahnya ini pelajaran English, Ron!"

Ron, kemana saja pikiranmu dari tadi?

Teiron pun kicep sebentar, kemudian senyuman pun kembali menghiasi wajahnya dan kedua tangannya pun disandarkan di kedua bahu sobatnya.

"Yang penting aku tau kalau bahasa inggrisnya matahari itu Stone!"

Thundy pun langsung kicep.

Please deh, Ron! Anak TK aja tau kalau bahasa inggris matahari itu sun.

Apa Thundy harus mempercayai Teiron?


The End dengan Asemnya!


Maaf kalau hanya 10 Chapter karena rencananya mau aku bikin Oneshot Story di Wattpad!

Review! :D