Matsuri Hino yang punya Vampire Knight. Gw cuma pengen have fun ama chara-charanya Beliau. Ijin yak gan!
FanFic ini base-nya adalah sebuah permainan roleplay gw ama neng Dwi Aprilia DamaYanti di grup all genre di FB : Animanga M 18+ Roleplay Indonesia.
Gw edit dalam bentuk FF , semoga kalian suka.
A Vampire Knight FF
ll
O
ll
Will Hunt You... FOREVER!
ll
O
ll
Pair = Kaname Kuran x Zero Kiryuu
Genre = YAOI, romance, adult, mature
Rate = M – 18+
ll
O
ll
Bertelanjang dada, Kaname menghampiri kekasihnya yang tampak rapuh. Kalimat jujur Zero telah menyusup syahdu ke hatinya. He feels blessed.
"C-mere my dear." Dibimbingnya Zero ke dalam rengkuhan hangat. "That's the first time I know your true feeling about me. Thank you dear love." Kaname mengecup kepala silver sang hunter.
Zero menarik nafas panjang, mencoba menghirup aroma Kaname yang menenangkan. Tak beranjak dari posisinya memeluk Kaname yang sedang dalam kondisi topless, Zero menutup matanya perlahan dan menggerakan tangannya menyusuri punggung kekar dan seksi sang pureblood.
Wao.
"Aku tau kau menghadapi dilema. Dan aku paham kau menjadi hunter bukan karena asosiasi bodoh itu tapi karena keluargamu." Tuan Kuran membiarkan Zero menyamankan diri di pelukannya.
"Namun, my dear, aku pun tak ingin berpisah darimu hanya sebab itu. Humm.. kalau begitu, bagaimana bila kita saling berjanji?" Dinaikkannya dagu sang silverette. Manik mereka bertemu.
"Berjanji... bahwa bila kau sedang melaksanakan tugasmu, maka aku akan membuta-tulikan inderaku dan tak ikut campur kecuali kau dalam bahaya. Dan begitupun kau, takkan ikut campur bila aku harus melaksanakan tugasku untuk melindungi klanku dari tindakan anarkis hunter yang sewenang-wenang. Bagaimana?" tawar sang pureblood.
"Kita masing-masing.. takkan saling mencampuri urusan tugas kita. Kau boleh membasmi vampir berbahaya di luar sana yang mengancam kehidupan manusia. Maka katakan pada asosiasimu itu bahwa kehidupan cintamu takkan mempengaruhi kinerjamu." imbuh tuan Kuran.
Toh setidaknya solusi ini merupakan yang terbaik dipilih saat ini. Kaname tentu saja takkan berdiam diri berpuas akan solusi lemah seperti itu. Ia akan mencari jalan tengah lain yang lebih kuat untuk mempertahankan hubungannya dengan Zero.
"Bagaimanapun my dear, aku beserta yang lainnya di sini, selalu berusaha melindungi manusia dari serangan vampir jahat dan para level E. Ya kan? Ichijou, Akatsuki bahkan Aido dan Shiki, aku biasa menugaskan mereka berpatroli di kota tiap harinya." Kaname membelai sayang helaian silver milik Zero. Ia harus bisa memberikan kenyaman pada kekasihnya saat ini. Ia ingin Zero mempercayainya, dalam sisi apapun.
"Ya... Kaname... akan kucoba menjelaskan lagi pada orang-orang di asosiasi. Kuharap mereka bisa mengerti..." bisik Zero pelan, terkesan begitu rapuh dan putus asa. Entahlah, ia sudah lelah dengan perang tiada akhir antara manusia dan vampir.
Belum lagi tentang rencana asosiasi hunter, yaitu ingin memusnahkan seluruh ras vampir di muka bumi ini. Zero memang membenci vampire, tapi ia merasa itu adalah sesuatu yang salah.
Gila? benar- asosiasi itu memang hanya berisi orang-orang tua yang gila.
Zero melepaskan pelukannya kemudian menatap Kaname, lembut.
"Kau-mau pergi kan? Kalau begitu cepat pakai bajumu," komentar Zero, sedikit mengalihkan pandangannya pada seonggok pakaian di sebelahnya.
Kaname menatap lembut kekasihnya. "My dear, it sounds you don't want me to leave." Kaname memberikan senyum jahilnya. Terbukti pipi sang hunter mendadak muncul semburat pink tipis nan cantik.
"Rasanya aku masih ingin di sini menemanimu. Tapi aku tau, big pride-mu takkan membiarkan hal demikian terjadi. Ya kan, my dear?" Ya, Kaname paham betul Zero tak mungkin mengiba padanya supaya sang pureblood membatalkan kepergiannya meski walau hanya sebentar demi menemani dirinya. Mungkin tunggu kutub mencair dulu.
"Aku ingin kau yang memakaikan bajuku. Aku ingin kau berlaku sebagai istriku. 'Cause I will gonna marry you .. someday.. someway.." manik crimson Kaname bertemu amethys Zero. Dan ditingkahi dengan tangan Tuan Kuran menangkup pipi sang silverette untuk memberi kecupan lembut di bibir terkasihnya.
"Ss-shut up, if you wanna leave just leave, idiot !" komentar Zero malu-malu. Ia mendengus pelan mendengar permintaan tuan Kuran yang manja dan aneh-aneh itu.
Sambil memutar bola matanya, ia mengambil sepasang jas di sebelahnya dan menempatkan posisinya di depan Kaname.
"Fufufu~" Kuran terkekeh lirih.
"Jadi- Kuran-sama yang hebat ini tiba-tiba saja lupa cara memakai baju atau apa?" komentar Zero sinis, meski toh dia tetap membantu kekasihnya memakaikan baju. Meski dia sempat mengumpat karena serangan kissu mendadak barusan dari Kaname.
"Please remember... you are precious to me." imbuh Kaname sembari mengusap bibir yang baru saja ia kecup. Memandang Zero yang tampak rapuh dan manis sungguh membuat tubuh Kaname bergetar ingin menghempasnya ke atas ranjang dan mendominasinya semalam suntuk.
"So-tell me.. How long you will go? And don't think I'm gonna miss you while you are gone, I just curious. That's all. " Zero bertanya - jelas sekali dengan nada dan kalimat yang super tsundere.
Oh ya ampun Zero, bilang saja kau tak mau ditinggal pergi lama-lama. Seperti kata lagu :
~~~Jangan pergi-pergi lagi~~ aku tak mau sendiri~~~
Mungkin Zero sedang menyanyikan itu di hati terdalamnya.
"So cute. You are so cute, dear Zero." Kaname malah menikmati muka blushing kekasihnya ketika mengancingkan baju sang pureblood sambil mukanya ditekuk. Disisirnya helaian silverette halus milik sang hunter.
"Tch, jangan berisik," protes Zero begitu kekasihnya sibuk mengatakan soal 'cute' dan sebagainya. Zero berusaha sok cuek dengan cara sok sibuk memakaikan satu per satu kancing di baju Kuran-sama.
"I'll try to come back here as quick as I can so you won't get lonely and miss me so much." ia menahan kekehnya saat melihat Zero akan memulai protes tsundere-nya. "I hope 2 hours or less, my dear, cause i can't bear without you near me. You are too cute to ignore." jahilnya kambuh, Kaname meremas pantat Zero.
"Two hours? Okay... so I'll have 'free time' about two hours," komentarnya singkat, mencoba terlihat santai padahal tersirat nada kecewa di dalamnya.
"You are such a great wife, my dear. Thanks for your help." ujar babang Kaname usai sang hunter selesai memakaikan baju untuknya. Tangan Kaname masih belum mau hengkang dari duo kenyal di belakang Zero.
"Tch, I know it.. stop saying that I'm your wife, idiot ! We didn't even married yet." protes Zero sembari mencubit tangan nakal sang seme yang meraba-raba bokong seksinya.
"Now, put your hands away or I'm gonna bite you to death," protes tuan hunter, mencuri trademark dari chara sebelah yang suka menggigit. Pfftt!
Kaname tersenyum ringan. Padahal hatinya gemas ingin merobek pakaian Zero dan membuat si hunter mengerang semalaman untuknya. Wohoho~ tahan tuan Kuran, ini masih terlalu pagi memikirkan hal demikian.
"Aku akan memikirkan keinginanmu itu, my dear." ujar Kaname. Ketika Zero menanyakan yang mana, Kuran membisikkan jawabannya di telinga si hunter. "Bahwa kau ingin kunikahi~" dan Kaname lekas menarik kembali wajahnya demi bisa melihat semburat pinkish tipis melintang cantik di pipi kekasihnya.
Tak pedulikan protes si tsun-tsun, tuan pureblood mengecup pipi ranum tersebut. "I'm leaving now. Don't do such a ruckus or anything else that will make me worry. Shigotto ittekimasu, anata." Eaaa~ si kepala coklat pamit menggunakan bahasa suami kepada istri. Cicuiitt.
Zero pura-pura tidak peduli saat Kaname mengecupnya singkat dan berpamitan untuk mengambil kitab suci-eh, pamit menghadiri rapat di vampire council.
Berat hati, Kaname meninggalkan Zero. Tapi ia memang harus mendatangi pertemuan di suatu tempat demi membicarakan aksi marak para hunter. Sebenarnya ia malas karena hanya akan membuat hatinya dilema. Yea~ Kaname pun sama dilemanya denganmu, Zero. Namun ia pandai menutupinya dengan senyum 'rapopo'nya.
Dengan wajah masih sok didatar-datarkan, Zero cuma mendengus pelan sambil berkomentar usai babang melesat pergi, "Sebaiknya kau pulang cepat atau melewatkan kesempatan terbaik seumur hidupmu, " beginilah komentar si hunter-setengah kesal, karena lagi-lagi bibir setengah sucinya harus dikecup lagi dan lagi.
Oh Kaname, itu artinya Zero sedang menyiapkan sesuatu untukmu.
Jadi cepat pulang, cepat kembali~
Jangan pergi lagi~~
Weleh... authornya yang malah nyanyi sebagai backsound.
Di tempat pertemuan yang dihadiri para petinggi klan dan beberapa tetua yang dihormati, Kuran terdiam. Ia memilih banyak diam dan menyimak. Kali ini ia datang didampingi Ichijou dan Akatsuki.
"Darn it. Why it tooks so long?!" batin sang brownis (brondong manis?). Lihatlah, betapa elegannya vampir satu ini. Bahkan untuk mengumpat saja ia memilih kata makian yang halus. , beda banget ama authornya. Ehem!
"Semoga Zero baik-baik saja dan tidak nakal di moon dorm." imbuh batinnya. Cuma Zero dan Zero melulu yang ia pikirkan.
Sementara di sana, Kaname mungkin sedang resah ingin segera pulang. Zero-malah sibuk menata meja makan. Oh-oh, apa Zero ingin menyiapkan makan malam untuk calon alpha-nya?
Hoho... itu benar, namun apa kau pikir hunter kita yang nakal ini hanya menyiapkan makan malam biasa saja?
Well, kau akan segera tahu, begitu kau pulang , hey Kaname .
Tepat 2 jam kurang 5 menit, pertemuan usai dan Kaname melesat pergi, berpesan kepada duo punggawanya (?) untuk jangan mengusiknya sehari semalam ini di moon dorm wilayah bagian Kaname /heh?!/. YEA~ sejak ia berhasil menggaet tuan hunter, ia membangun kawasan tersendiri di moon dorm yang tak bisa seenaknya dimasuki siapapun.
Ichijou dan Akatsuki hanya mendesah maklum melihat kepala suku (?) mereka tergesa-gesa pulang.
"Zero my dear.." Kaname muncul di dorm-nya mencari sosok yang ia rindu. Tak ada di kamar? Ia berusaha mencari di taman. Tak ada juga. Ruang perpustakaan? Tak ada juga. Ingin bertanya pada salah satu pelayannya,- bukankah itu memalukan, kehilangan kekasih di dalam rumahnya sendiri? Maka ia urungkan niat bertanya.
"Zero, kemana kau? Bukankah sudah kukatakan untuk diam tenang sabar menantiku? Apa dia kembali ke dorm-nya di tempat tuan Cross?"
Banyak pertanyaan dan spekulasi berkecamuk. Namun bau Zero nyata-nyata masih ada di area dorm ini.
Sang pureblood kembali ke kamar, berharap ada keajaiban di sana. Zero, jangan main petak umpet lagi. ini sudah tak sesuai dengan usiamu, nak.
Zero-sudah hampir bosan menunggu kedatangan sang pureblood arrogant yang tak kunjung menemukannya.
"Tch, dia itu bodoh atau apa, masa aku harus menjemputnya di bawah bagaiakan ia tuan besar saja?" gerutu Zero sambil menyesap wine dan duduk santai di rooftop moon dorm yang sudah ia tata sedemikian rupa.
Ya, ia tahu Kaname sudah datang dan kebingungan di bawah sana.
Karena kesal, Zero membanting gelas wine yang sudah kosong kemudian menggunakan pecahannya untuk mengiris jarinya.
"Sedikit bau darah akan membawa vampir langsung datang, heh?" komentar Zero, sambil sedikit menyeringai. Kemudian tersenyum lebar saat sosok itu sudah berada di ambang pintu.
Sedang bingungnya mencari di mana tepatnya bau Zero, tiba-tiba indera tersensitif Kaname terbangkitkan oleh bau... darah. Dan Kaname kenal betul bau ini.
Ia memburu ke TKP dan... mendapati sosok manis yang ia cari tengah duduk dengan posisi atraktif, tersenyum lebar seakan telah siap untuk segala kemungkinan.
"Welcome back, my damn lover~" sapa Zero, sengaja menggoda penuh muatan aura sangat seduktif.
"Geez... my dear..." dan lengan sang pureblood terjulur bermaksud menggapai tengkuk kekasihnya agar bisa menariknya, lalu memberikan hujan cumbu yang tiada berjeda selama sekian menit.
"Huh, dasar pureblood lamban- errmmchh..." ejek Zero seenaknya seolah sebuah provokasi.
"Zero... hurrmmchh.. don't.. make.. me.. urrmmchh.. scared of.. ummchh.. losing you.. uummchh.." babang terus menahan tengkuk sang silverette demi bisa memperdalam cumbuannya dan memberi dominasi di situ. Ia bagai menuntaskan rasa frustasinya akan bibir itu.
Zero tak memberi perlawanan saat sang alpha memberikan hujan ciuman.
"Mmmmhh.. sshut up..it's ur punish-mmment for leaving me.- alone," respon tuan silverette kalem di sela-sela ciuman panas nan mendominasi dari sang pureblood.
"Say kaname..." tangan Zero meliuk di leher Kuran-sama dan berbisik seduktif. "Temani aku minum, will you ?" rayunya seraya melirik wine yang sudah tertata rapi di meja dengan dua kursi di sebelahnya.
Nah.. nah... sepertinya Zero mengajakmu untuk bersenang-senang sampai pagi, wahai bang Kaname.
ll
O
Bersambung
O
ll
Yosshaaa! sehari apdet buanyak chapter demi sayangku ke kalian semua /eaaa~/
Dan ini sudah mulai scene - LEMON TIME egeeiinn!
Siapkan tisu, saputangan, ember ama lidi. /Lidi buat apaan, thor? Lidi buat nusuk idung kalo gak berhasil mimisan #eeepp! GOREEE!/ abaikan~
Pokoknya makasih yg selalu setia di FF ini bahkan yg udah mau jadiin FF ini favorit kalian. Mumumuuu~
Yang mo kasi masukan, monggo.
En big thanks untuk neng DWI APRILIA DAMAYANTI yang udah bantuin terciptanya ini FF. Karena ini aslinya adalah permainan RP kami di sebuah grup RP all genre, Animanga M 18+ RolePlay Indonesia.
Sampe ketemu next chapter yang isinya pasti HOT yak!
See ya next chapter, gais! /dadah dadah ganthenk/
See ya!
===[ RYUU ]===
