Characters ;
- Lee Jeno of NCT
- Na Jaemin of NCT
[ Halo, chapter ini adalah chapter terakhir dari 'love, pain, patience'! ]
Note ; Ini adalah fanfict NCT Boyslove alias BxB alias Yaoi.
WARNING! Kalau tidak suka, tidak perlu membaca. Kalau suka, terimakasih banyak~
Selamat membaca!
Hubungan Lee Jeno dan Ibunya cukup membaik semenjak Lee Jeno memasuki tahun kedua saat ia masih SMA.
Ibu Jeno meminta maaf kepada putranya—atas apa yang terjadi selama beberapa tahun belakangan.
Walaupun sebenarnya Jeno masih belum bisa sepenuhnya memaafkan perbuatan Ibunya, ia berusaha untuk mengikhlaskan segalanya.
Semua ini ia dapatkan dari Na Jaemin.
Dan setelah Ibunya meminta maaf, ia merasakan sebagian beban yang berada di hatinya terangkat.
Setelah Jeno memasuki perguruan tinggi, ia meminta kepada Ibunya untuk tinggal bersama Na Jaemin disebuah apartement yang berada didekat kampus keduanya.
Ibu Jeno mengabulkan permintaan tersebut.
Begitupula dengan orang tua Jaemin.
.
.
"Na Jaemin, ini kotak yang terakhir, kan?"
"Iya—letakkan saja disamping kulkas."
"Oke."
Lee Jeno dan Na Jaemin menghela nafas lega begitu keduanya selesai membereskan barang-barang mereka setelah pindah ke apartement baru.
Jaemin berjalan dengan gontai ke arah sofa, "Pindahan itu selalu melelahkan." Ucap Jaemin sambil mengibaskan tangannya ke wajah.
Jeno tersenyum melihat tingkah Jaemin kemudian menghampiri lelaki tersebut dengan handuk kecil ditangannya.
Ia pun mengusap keringat yang ada di wajah Jaemin, "Kau mau minum yang segar-segar? Akan kubelikan di minimarket dekat sini."
Jaemin menatap Jeno untuk beberapa saat, "Um—nanti saja." Jaemin memeluk pinggang Jeno erat.
Jeno mengelus rambut Jaemin yang sudah cukup panjang, "Rambutmu—tidak mau kau potong?"
"Kenapa? Kau tidak suka?"
"Aku suka—tetapi aku khawatir orang-orang akan menaksirmu karena kau terlalu mempesona."
Jaemin melepaskan pelukannya lalu memukul pinggang Jeno pelan, "Kau ini berbicara apa, sih."
Jeno kembali tersenyum, "Kau bisa geser sedikit?" Jaemin mengangguk lalu sedikit menggeser posisi duduknya di sofa.
Jeno pun ikut duduk, "Na Jaemin." Panggilnya.
"Ya?" Jaemin menoleh ke arah Jeno.
Jeno menarik nafas sesaat, "Sekitar 3 setengah tahun yang lalu—kau bilang padaku, kalau aku masih mencintaimu setelah kita berpisah, kau memintaku untuk menyatakannya lagi kepadamu ketika kau sudah kembali lagi, kan?"
Jaemin merasakan jantungnya seketika berdebar cepat, "I, iya."
"Kalau begitu—" Jeno meraih kedua tangan Jaemin, menggenggamnya dengan erat. "Na Jaemin, walaupun kita sempat berpisah untuk waktu yang cukup lama, aku masih tetap mencintaimu. Tidak ada yang dapat menggantikanmu."
Jeno mendekatkan tangan kanan Jaemin ke bibirnya, kemudian mengecupnya sekali.
"Na Jaemin, maukah kau menjadi tempat untukku bersandar? Maukah kau menjadi rumah untukku?"
Mendengar ucapan Jeno barusan membuat hati Jaemin terasa penuh dan sesak. Ia tidak percaya akan mendengar kata-kata itu dari mulut Lee Jeno.
Jaemin melepas genggaman tangan Jeno dan segera memeluk lelaki tersebut, "Kau tidak perlu memintanya, Lee Jeno—"
Aku sudah menjadi tempat untukmu bersandar dan rumah bagimu sebelum kau memintaku.
"Aku juga mencintaimu, Lee Jeno. Bahkan perasaan ini semakin kuat ketika kita berdua terpisah."
Jeno tersenyum ketika mendengar jawaban dari Jaemin. Ia melepas pelukan Jaemin dan mencium bibir Jaemin perlahan,
"Terimakasih, Na Jaemin—sudah mengajarkanku tentang cinta, rasa sakit dan kesabaran."
.
The end.
.
Halo semuanya! ーーヽ(*'▽)ノ Terimakasih sudah mengikuti fanfiction Jeno x Jaemin berjudul 'love, pain, patience' hingga selesai!
Aku mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk para pembaca yang tetap membaca fanfiction ini walaupun aku merasa kalau banyak kesalahan dan kekacauan yang ada selama alur cerita berjalan! (;_;)
Dan terimakasih untuk pembaca yang mengingatkan tentang typo yang ada dalam cerita ini, kalian benar-benar membantuku!(/TДT)/ Aku selalu berusaha untuk langsung mengkoreksinya ketika aku menyadari kesalahan yang kubuat! Σ(  ̄□ ̄||)
Aku memutuskan untuk membuat side story dari fanfiction ini! Aku tahu pasti ada pembaca yang kecewa karena chapter terakhir dari fanfiction ini sangat pendek! Dan karena side story itu tergolong mature ohohoho aku akan menuliskan di cerita yang berbeda! Kalian bisa mengecek di profileku untuk membaca side story dari 'love, pain, patience'!
Aku sengaja menulis di cerita yang berbeda karena fanfiction ini memang ku buat dengan genre shounen-ai yang safe for work ٩(๑❛ᴗ❛๑)۶
Aku meminta maaf jika banyak salah kata maupun ucapan selama menulis fanfiction ini. Jangan lupa untuk membaca fanfiction aku yang lainnya. Sampai jumpa! ヽ(; ▽;)ノ
