Kata-Kata Bijak Cartoon dan Anime.

"Semua itu adil dalam Cinta dan Perang!" (Spongebob Squarepants)

"Berhentilah Hidup dimasalalu, itu hanya akan menyakitimu." (Patrick Star)

"Kalau tanganku patah, akan ku tendang dengan kakiku ini. Kalau kakiku patah, akan ku gigit dengan gigiku ini. Kalau gigiku dihancurkan juga, akan ku lihat dengan dengan tatapan penuh kebencian. Dan kalau mataku dihancurkan juga, akan ku gunakan kutukan untuk melawannya!" (Uzumaki Naruto)

"Aku mengakui bahwa kau kuat, karena kau orang yang tahu akan rasa sakit karena kesepian, seperti diriku. Dan rasa sakit itulah yang membuat seseorang menjadi kuat." (Uchiha Sasuke)

Disclamer : Naruto x HighSchool DXD.

Summary : Naruto, Sasuke, dan Sai, terlempar kedimensi lain, saat sparing, dan akan kah mereka berhasil mencari jalan untuk pulang kekonoha?

Genre : Romance, Adventure, Action Parody, Dll.

Rating : M.

Pair : Naruto x ...?, Sasuke x ...?, Sai x ...?

(Pemberitahuan! Naruto, Sasuke, dan Sai, yang The Last!)

Normal Pov Now!!!

Matahari mulai malu-malu, memunculkan dirinya dari ufuk timur.

Dan cahaya matahari tersebut memasuki sebuah kamar, yang didalamnya ada 2 orang berbeda gender, yang sedang tertidur terlelap.

Dan cahaya matahari tersebut, mengenai wajah 2 orang bergender tersebut, dan membuat mereka terbangun dari tidur nyenyak mereka.

Sang laki-laki yang pertama bangun, menduduki dirinya, diikuti dengan bangunya si perempuan.

Merakapun menguap, setelah menguap mereka saling pandang satu sama lain.

Namun tak lama kemudian, mereka membuang muka satu sama lain, mungkin karena malu, dilihat rona merah yang sangat tebal, dikedua wajah mereka.

Sang laki-laki yang tidak lain adalah Naruto, tengah dilanda malu, yang sangat memalukan, karena ia telah melepas status perjakanya, dengan wanita disampinginya ini, atau lebih tepat Yasaka.

Setelah menetrakan suasana, Naruto mulai membuka suara.

"Ma-maaf Ya-Yasaka..."

Ucap Naruto terbata-bata dan juga pelan, namun masih didengar oleh indra pendengaran Yasaka.

"Ti-tidak Naru-kun... Se-seharusnya aku yang mi-minta maaf..."

ucap Yasaka sambil menyentuh pundak Naruto, Naruto yang merasakan sentuhan tangan Yasaka dipundaknya, menoleh kearah Yasaka, namun 2 detik kemudian Naruto memalingkan wajahnya lagi, dengan keadaan wajah merah padam.

"Ya-Yasaka bukannya aku ti-tidak so-sopan. Ta-tapi tutupi dulu pa-payudaramu dengan selimut."

Yasaka yang mendengar perkataan Naruto, langsung saja menutupi daerah dadanya dengan selimut.

Dengan wajah yang memerah padam, Yasaka berbicara dengan. Naruto lagi.

"Su-sudah, Naru-kun."

Narutopun menoleh keYasaka lagi.

"Sebenarnya aku yang bodoh karena memasuki kamarmu, sebenarnya saat kemari aku diberi nomor kamar, oleh salah satu anak buahmu, karena aku tidak mau merepotkan mereka, namun yang aku bingung adalah nomornya tertulis I9I atau I6I, dan saat itu aku pikir nomornya yang benar adalah I6I, karena lebih dekat, namun aku masuk kekamarmu disaat hasrat yokaimu memuncak."

"Ba-bagaimana Naru-kun tau? Hasrat kitsuneku sedang keluar?"

Tanya Yasaka dengan wajah yang amat sangat memerah.

"Hehehe Kunou yang memberitahu. Katanya kalau seorang yokai perempuan yang sudah masa pubertas, dan saat masa pubertas hasrat nafsu yokai perempuan, tiba-tiba muncul saat malam hari. Dan hasrat hafsu yokai perempuan bisa sampai melawati laki-laki. Begitu kata anakmu Yasaka, hehehe."

Yasaka yang mendengar penjelasaan Naruto, hanya bisa merona merah malu.

"Tidak kusangka, ternyata sang ratu yokai, bisa bermain sangat buas juga ya."

Goda Naruto.

Yasaka mendengar Naruto mengodanya, wajahnya sudah mirip seperti kepiting saus tomat.

Dan sedikit kesal karena digoda oleh Naruto, kemudian dirinya mencubit perut Naruto membuat sang empu mengaduh kesakitan.

Ckit!

"Aw! Sakit Yasaka."

Ucap Naruto kesakitan saat mendapat hadiah dari Yasaka yang membuang wajahnya sambil mendengus pelan mendengar rintihan kesakitan Naruto.

"Ma-mangkanya jangan usil Naru-kun!"

"Hehehe iya-iya, aku minta maaf."

Naruto hanya bisa terkekeh kecil melihat wajah cemberut Yasaka.

Naruto kemudian menoleh kearah jam dinding, ia ter belak karena jam dinding sudah mengarh pukul 07.40 A.M.

"Yasaka kita harus bersiap-siap, ini sudah jam 07.40 A.M, pasti yang lain sudah pada menunggu."

Ucapan Naruto membuat Yasaka ikit terkejut, dan langsung saja menuruti perkataan Naruto.

"Ba-baik Naru-kun!"

Dengan sigap mereka berdua merapihkan diri mereka masing-masing.

Skip Time Now!!!

"Kemana si Dobe itu sih?!"

Gerutu pemuda berambut biru dongker a.k.a Sasuke, karena menunggu temannya yang lama datangnya.

"Sabar Sasuke-kun pasti Naruto-kun, sebentar lagi datang."

Ucap Sai menenangkan Sasuke.

"Kau tau ini sudah sejam Sai, dan dia tidak datang juga. Kalau dia datang dalam tiga puluh menit lagi, akan kupastikan ku Chidori dirinya."

Ucap Sasuke sambil mengeluarkan aura mencengkam, membuat orang disekitarnya menjauh kecuali Sai.

"Tidak perlu kau lakukan Teme, aku sudah ada disini."

Ucap Naruto yang berada dibelakang beberapa Yokai.

Dan para Yokai memberi jalan untuk mereka berdua.

"Kau dari mana saja Dobe?! Dan kenapa kau bersama Yasaka-sama?"

"Aku habis dari kamar kecil, dan kenapa aku bersama Yasaka, karena aku bertemu dengannya, saat berjalaan kemari."

Ucap Naruto berbohong, karena kenyataanya ia habis bercinta dengan Yasaka tadi malam.

"Kalau begitu aku mewakili faksi iblis dan Manusia, izin pamit Dari sini Yasaka."

Ucap Naruto Sambil mengulurkan tangannya ke Yasaka.

Yasaka tidak menjabat tangan Naruto, ia hanya memandang Naruto dengan pandangan sedih.

Greb!

Tanpa aba-aba Yasaka langsung memeluk Naruto dengan erat.

Semua orang yang melihat adegan pelukan pemimpin faksi Yokai dan pemimpin faksi Manusia, membolakan mata mereka.

"Berjanjilah kamu akan kembali Naru-kun."

Ucap Yasaka dengan air mata yang tertahan.

Naruto yang mendengar perkataan Yasaka hanya bisa tersenyum kecil, dan membalas pelukan Yasaka.

"Pasti Yasaka."

Ucap Naruto lirih.

Skip Time.

Sudah seminggu Sejak pertemuan ketiga faksi Manusia, Yokai, dan iblis berlangsung.

Dan sejak saat itu keluhan tentang tentang ketiga faksi tersebut jarang terjadi, malah banyak hal-hal positif terjadi, yaitu tidak ada namanya kerusuhan antar sesama faksi.

Ya walaupun bisa dikatakan damai-damai saja, tapi namanya keamanaan harus terus dijaga.

Seperti saat ini, sang bungsu Uchiha yaitu Sasuke, tengah melawan iblis liar disebuah gedung tua tidak terpakai dan terlihat seram terdapat Sasuke, bertarung dengan iblis liar berbadan banteng yang membawa kampak besar.

"Hahaha! manusia rendahan seperti mu tidak akan pernah bisa mengalahkan ku!"

sombong iblis liar berbadan banteng itu.

"Hn."

hanya itu yang keluar dari mulut pemuda berambut raven itu.

"Cih! sombong sekali kau manusia rendahan!"

geram iblis liar itu.

Iblis liar itu mengambil kampaknya dan menerjang pemuda raven itu.

"Mati kau manusia rendahan!"

TRANK!

Iblis liar itu shok bukan main saat ayunan kampaknya yang kuat dapat dihentikan dengan sangat mudah oleh Sasuke.

"Sudah cukup main-mainnya iblis rendahan."

dengan sekali ayunan pedang yang cukup kuat dapat membuat iblis liar itu mundur beberapa meter.

"Kau? bagaimana bisa? siapa kau sebenarnya?"

tanya iblis liar itu yang mulai ketakutan.

"Sebagai salam perpisahan aku beritahu namaku."

ucap pemuda raven itu menghilang dari tempatnya dan muncul kembali didepan iblis liar itu.

"Sasuke Uchiha! Chidori Koken!!!"

ZZZZZZRRRRTTT! BLAARRR!

Dengan sekali Setruman tangan kanan Sasuke, iblis tersebut meledak seketika, menyisakan daging iblis tersebut yang berhamburan dimana-mana.

"Sebaiknya kau keluar atau kau akan bernasib sama sepertinya."

ucap Sasuke dingin.

PLOK! PLOK! PLOK!

"Sungguh hebat kau dapat mengetahui keberadaan ku Uchiha!"

ucap seseorang yang keluar dari kegelapan.

"Siapa kau?"

tanya Sasuke tajam pada orang didepannya.

"Perkenalkan nama ku Cao Cao aku dari golongan pahlawan."

jawab orang didepannya yang bernama Cao Cao.

"Cao-Cao?! Jadi kau lah yang mencoba menculik ratu yokai Yasaka-sama, dan kaulah yang ingin menghancurkan dunia ini, kalau begitu bagus. Aku bisa membunuh mu disini."

"Et! Main bunuh saja, kita bisa bicarakan ini baik-baik. Aku kesini meminta mu untuk bergabung dengan ku. Aku tau kau masih memiliki kegelapan didalam hatimu itu, aku bisa begitu merasakanya."

jawab Cao Cao santai dan melipat kedua tangannya dibelakang kepala.

"Dan kegelapan dihatiku sudah diterangi oleh seorang yang berarti bagiku, yaitu sahabatku Uzumaki Naruto! Aku menolak!"

Ucap Sasuke sedingin es.

"Kalau begitu Aku akan membunuh mu."

jawab Cao Cao santai.

"Lebih baik aku mati dari pada bergabung dengan mu penjahat"

balas Sasuke dingin.

"Baiklah kalau itu permintaan mu ayo kita berdansa Sasuke Uchiha"

Mata onyx Sasuke menatap tajam lawan didepannya yang memakai pakaian Cina sedang duduk dengan santai layaknya seorang raja.

Ekor mata Sasuke melihat kesetiap sudut ruangan, atau lebih tepatnya sudut dimensi Cao Cao yang berupa ruang hampa tanpa ada satu pun barang yang ia temukan.

"Bagaimana Uchiha? Apa kau masih berniat melawan ku?"

tanya Cao Cao dengan seringai sadis terpampang dibibirnya.

"Tentu."

jawab Sasuke tenang dengan memejamkan matanya sejenak.

Sasuke kembali membuka matanya dan menatap tajam Cao Cao.

"Ayo kita selesaikan sekarang Cao Cao!"

Sasuke menghilang dari tempatnya dan muncul kembali dibelakang Cao Cao.

"Chidori Nagashi!"

TRANK! TRANK! TRANK! TRANK!TRANK!

Sasuke mendongkakan kepalanya keatas melihat hasil serangannya, shok, itulah yang dirasakan Sasuke melihat serangan tidak ada yang mengenai Cao Cao sedikitpun yang berlindung dibalik perisai yang entah datangnya dari mana.

"Bagaimana Sasuke apa kau masih berniat berdansa dengan ku?"

tanya Cao Cao yang membelakangi Sasuke.

"Lebih baik aku mati dari pada menarik kata-kataku!"

ucap Sasuke datar.

Sring!

Lamgsung mebyabetkan kusanaginya kearah Cao-Cao namun tidak kena.

"Karena itulah jalan Ninjaku!"

"Kalau itu pilihan mu, berarti kau siap mati!"

ucap Cao Cao yang tiba-tiba muncul pedang disekitarnya dan mengarah pada Sasuke dengan cepat.

"Susanoo!!!"

Muncul sebuah kerangka ungu didepan Sasuke yang melindunginya dari pedang-pedang Cao Cao yang mengarah padanya.

DUAR! DUAR! DUAR! DUAR!

Pedang-pedang Cao Cao yang mengarah pada Sasuke tidak ada yang berhasil yang mengores tubuh Sasuke sedikitpun.

Sasuke kembali menatap tajam Cao Cao yang membelakanginya.

Saat Cao-Cao lengah, langsung saja Sasuke menghunuskan kusanaginya, dengan kecepatan penuh.

TRANK!

Serangan Sasuke berhasil ditahan oleh sebuah perisai yang entah datangnya dari mana, melindungi tubuh Cao Cao yang akan diserang Sasuke.

Langsung saja melompat kebelakang.

"Percuma kau melawanku, kekuatanku setara dengan dewa, kau tidak bisa melawanku!"

"Kita buktikan saja ucapan mu Brengsek!"

ucap Sasuke yang menghilang dari tempatnya dan muncul kembali didepan Cao Cao.

TRANK!

Serangan Sasuke berhasil ditahan dengan sangat mudah oleh Cao Cao menggunakan sebuah pedang yang muncul ditangan kirinya.

"Apa ini kekeuatan seorang Uchiha? menyedihkan."

ucap Cao Cao dengan seringai dibibirnya.

"Aku tidak akan peduli hal itu, pasti ada cara mengalahkan mu"

balas Sasuke yang mengayunkan pedangnya lagi tapi dapat ditahan dengan mudahnya oleh Cao Cao.

"Sudah ku katakan percuma, lebih baik kau menyerah saja."

ucap Cao Cao dengan seringai dibibirnya, dan mengayunkan pedangnya kewajah Sasuke tapi dapat ditahan dengan mudah oleh Sasuke.

"Kau menyerang pun tidak ada gunanya Cao Cao."

balas Sasuke datar yang masih menahan pedang Cao Cao.

Skip Time Now!!!

Pertarungan Sasuke VS Cao-Cao, sampai membuat gedung tua yang tadinya berdiri kokoh, sekarang rata dengan tanah.

"Kau hebat sekali Uchiha! Bisa menangkis semua seranganku."

Ucap Cao-Cao terengah-engah.

"Lemah! Apa ini kekuatan dari fakksi pahlawan?!"

Ucap Sasuke menngejek, membuat Cao-Cao naik pitam.

"AWAS KAU!!! UCHIHA SASUKE!!!"

Langsung saja Cao Cao menghunuskan tombaknya kedepann dan memanjang.

Sasuke yang siap siaga dengan serangan tersebut memasang kuda-kuda, namun Sasuke yang lengah akan serangan tersebut, karena tibak yang mengarah padanya terbelah menjadi lima, yang siap menusuk kearah tubuhya.

Sasuke hanya bisa memejamkan matanya untuk siap tertusuk.

TRANK! TRANK! TRANK! TRANK!TRANK!

Namun sebuah benturan antar besi membuat Sasuke membuka kedua mataya kembali.

"Hei kau jangan berdiam diri saja! Bantu aku untuk melawannya!"

Ucap Seorang wanita bersurai putih, berada tepat didepan Sasuke.

Sasuke menaikan alinya karena melihat pakaian Wanita didepanya, yang menurutnya hampir sama seperti Valkrie.

"Tidak ku sangka penjaga tua bangka odin, ikut tangan juga dalam pertempuran ini."

"Kau tau rupanya, perkenalkan namaku Rossweisse. Aku adalah Valkrie dari odin-sama."

Ucap Wanita bersurai putih tersebut yang bernama Rossweisse.

"Hei! Kau Raven! Jangan berdiam diri saja! Bantu aku melawanya!"

Sasuke mendengar perkataan Rossweisse hanya bisa berkata...

"Hn."

Rossweisse mendengar perkataan Sasuke hanya bisa sweatdrop.

"2 melawan 1 tidak buruk!!!"

Ucap Cao-Cao dengan seringaianya.

To Be Continue...