Summary :
Bagaimana ceritanya jika Hashirama dan Madara terlempar ke masa depan akibat salah satu jutsu Mangekyo Sharingan yang belum dikuasai Madara?
Sebelumnya :
"Kaguya! Bagaimana kalau kau melepas jutsu ini dan kami berjanji akan membantumu? Tubuh kami bisa beregenerasi saat terkena serangan," ucap Shodaime melakukan negosiasi. Tentu saja yang ia maksudkan adalah para Hokage edo-tensei.
"Tak ada waktu. Aku merasakan kehadiran kedua sosok itu semakin mendekat," ucap ambigu Kaguya.
"Siapa?" tanya Madara (ET) curiga.
Sebelum Kaguya sempat menjawab, tiba-tiba saja mucul sebuah portal mirip milik Kaguya tadi tak jauh dari posisi kalian.
"Wah, wah~ sepertinya kita mendapat sambutan kecil dari mereka," ucap salah satu dari dua sosok terssbut.
"Siapa kalian?!" seru Shodaime.
"Kinshiki, Momoshiki. Lama tak jumpa," ucap Kaguya lirih.
Author's Note :
Kembali mengingatkan. Madara edo-tensei saya sebut 'Madara (ET)', sedangkan Madara remaja akan saya sebut 'Madara' seperti biasa.
Hashirama edo-tensei akan tetap saya sebut 'Shodaime' dan 'Hashirama' untuk Hashirama muda.
Mungkin nanti menyesuaikan, namun pasti akan saya bedakan. Arigato gozaimasu~
Masa Depan?!
Story by elemenkayu19
Disclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto
Rating : T
Genre : adventure, a little bit of drama-romance friendship
Don't Like, Don't Read
Enjoy,
Chapter 10
Semua orang di tempat itu sontak meningkatkan kesiagaan mereka, bahkan Kaguya sekalipun.
"Jadi kedua orang itu yang kau bicarakan tadi, Kaguya?" tanya Madara (ET).
"Ya. Apa kalian ingin gencatan senjata? Setidaknya tujuan kita tak jauh berbeda," tawar sang dewi kelinci.
"Wah~ souka? Selama ini kau tak mengirim buah chakra karena hal ini? Aku tak menduganya," ucap Kinshiki.
"…" Kaguya hanya menatap datar mereka.
Sebelum sekelompok manusia di tempat itu mulai bergerak, Kaguya telah mendahului mereka.
"Whussh!" Kaguya melesat cepat menuju kedua sosok tersebut.
"Syuut!" Ia mengeluarkan batangan besi dari balik lengannya -seperti Pein- dan memukulnya ke arah Kinshiki.
"Trank!" Kinshiki tentu tak membiarkannya. Dengan senjata berwarna merahnya, ia berhasil menangkis serangan Kaguya.
"Madara! Ayo tunjukkan kekuatan penuh kita!" ajak Shodaime mulai semangat.
"Yosh!" balas Madara (ET) singkat.
Madara (ET) segera mengaktifkan Susano'o sempurnanya. Tak mau kalah, Shodaime mengaktifkan senjutsu dan melesat menuju ketiga Ootsutsuki tersebut berada.
"Trank!" kunai Shodaime bertabrakan dengan senjata Momoshiki.
Momoshiki dan Kinshiki kini terpisah.
"Katon : Goukakyu no Jutsu!" ucap Madara (ET) menyerukan jutsunya.
Melihat serangan tersebut, Momoshiki hanya mengangkat sebelah tangannya.
"Swussh"
Dengan Rinnegan di telapak tangannya, Momoshiki dapat dengan mudah menyerap jutsu tersebut.
Tak hanya itu, ia juga mengembalikan jutsu tersebut ke arah Naruto dkk.
Madara tentu membulatkan mata terkejut. Ia tak menduga kalau makhuk itu memiliki Rinnegan yang bagkan dapat membalikkan jutsunya.
Tak tinggal diam, Sasuke dan Madara muda mengaktifkan Susano'o-nya untuk melindungi mereka dari serangan tersebut.
"Kerja bagus, Uchiha," puji Nidaime.
Mereka berdua hanya tersenyum samar.
"Jutsu yang bagus," puji Madara (ET) pada doujutsu di tangan Momoshiki.
"Hm," balas Momoshiki singkat.
"Jadi kau tak mempan terhadap serangan Ninjutsu?" tanya Shodaime yang lebih mirip sebagai pernyataan.
"Kami hanya tinggal menggunakan Taijutsu, kemudian," lanjut Madara (ET).
Mereka kembali melanjutkan serangan dengan bertukar pukulan, tendangan dan tangkisan dari gaya Taijutsu berbeda milik mereka.
"L-luar biasa," ucap Suigetsu kagum melihat kecepatan serangan mereka.
Saking cepatnya, bahkan Sharingan tiga tomoe milik Sasuke tak mampu mengikutinya. Ia terpaksa mengaktifkan Mangekyo yang tentunya lebih menguras chakra.
Tak mau tinggal diam, kelima Kage berniat membantu pertarungan di sana. Sayangnya hal itu dilarang oleh Tobirama.
Raikage tentu langsung menatap sang Nidaime Hokage tak mengerti.
"Terlalu berbahaya! Lihatkah kecepatan mereka? Biarkan para edo-tensei yang menanganinya," terang Tobirama.
"Huh. Baiklah," ucap Raikage kemudian.
Kelima Kage, Obito, Izuna, MadaHashi muda dan tim tujuh kini hanya dapat menyaksikan pertarungan di depan mereka tanpa dapat membantu.
Tak tinggal diam, Minato dan Tobirama pergi membantu Madara (ET) dan Hashirama.
"Sarutobi, lindungi mereka!" seru Tobirama kepada satu-satunya edo-tensei yang tersisa di lokasi Naruto dkk.
"Tak perlu kau beri tahu, aku pasti akan melakukannya!" balas Sandaime cepat.
Tobirama hanya tersenyum sebelum ia dan Minato benar-benar menjauh.
"Tobirama! Yondaime! Jangan gunakan ninjutsu pada orang itu! Ia bisa menyerapnya," seru Shodaime saat mengetahui kedatangan dua orang itu.
"Baik!" balas Minato singkat.
"Trank!" kunai cabang tiga miliknya beradu dengan batangan besi Momoshiki.
"Krak!"
Saking kuatnya senjata Momoshiki, kini terdapat retakan di kunai cabang tiga milik Minato.
"A-apa?!" ucapnya terkejut.
"Kuatnya," lanjutnya dalam hati.
Di tempat Naruto dkk.
"Sandaime! Apa kita benar-benar tak boleh membantu?" tanya Mei Terumi gatal ingin melawan makhuk putih itu; Momoshiki.
"Maaf Mizukage," balas Sarutobi.
"Bagaimana kalau diriku? Kau tahu persis kemampuanku, sensei," timpal Orochimaru.
Sandaime tampak berpikir sejenak.
"Baiklah. Aku tahu kau tak mudah mati," jawabnya kemudian.
Orochimaru menyeringai senang.
"Ayo Suigetsu," ajak sang Sennin Ular.
"E-ehh?! Kenapa aku?" seru Suigetsu tak terima.
"Kau tak mudah mati," balas Orochimaru singkat.
"Sudahlah, terima saja!" ucap Karin sembari memukul kepala belakang Suigetsu yang tentu berubah menjadi air.
Suigetsu hanya menatap miris nasibnya.
'Melawan alien yang ingin memakan chakra manusia, adakah yang lebih buruk?' sarkasnya dalam hati.
"Pasirku akan melindungi kalian," ujar sang Kazekage menyemangati.
"Kau lupa kalau benda itu lemah terhadap air?" tanya Suigetsu sembari memasang muka konyolnya.
Gaara hanya termenung mendengarnya. Ia melupakan hal itu.
"Maaf," ucapnya lemah.
"Tenang saja, kami akan tetap melindungi kalian dari sini!" timpal Raikage.
"Baiklah," balas Suigetsu lemas.
Ia dan Orochimaru pun pergi menuju tempat pertempuran berlangsung.
"Haha! Kalian terlalu lemah!" seru Momoshiki yang kini berhasil memojokkan Minato dan Shodaime.
Tak lama setelahnya, ia memunculkan beberapa pil chakra dari telapak tangannya dan memakannya.
"Wraghh!" teriak Momoshiki saat mendapat asupan chakra tambahan.
"Ini buruk," ucap Madara (ET) khawatir.
Entah dari mana, muncullah belasan ular dengan sebilah pedang dibulutnya yang tertuju ke arah Momoshiki.
"Syuut!"
"Trank! Trank!"
Momoshiki berhasil memotong seluruh pedang itu, namun tubuhnya berhasil diikat oleh belasan ular tadi. Tak hanya itu, Orochimaru mengeluarkan pedang Kusanagi dari mulutnya dan berhasil menusukkannya ke perut Momoshiki.
"Sial!" gerutunya.
"Halo!" Suigetsu tiba-tiba muncul di samping Momoshiki dan menembakkan peluru-peluru air kecil yang sukses mengenainya.
"Kalian mengenainya!" seru Minato tak percaya.
Momoshiki kini tampak terluka berat akibat serangan tersebut.
Tak tinggal diam, Madara (ET) menggunakan salah satu teknik doujutsunya.
"Chibaku Tensei!" serunya merapal jutsu tersebut.
Seketika itu, batu-batu dan tanah dari permukaan terangkat menuju tempat Momoshiki berada dan membuat bulatan besar menutupi orang tersebut.
Mengetahui ada kesempatan, sang Kazekage ikut merapal jutsunya.
"Sabaku Shotaisho!" dengan demikian, bulatan besar tadi kini tertutupi tumpukan tebal pasir yang membentuk piramida yang ukurannya bahkan melebihi Susano'o sempurna milik Madara (ET).
Tak berhenti di situ, Gaara juga memunculkan ratusan kertas segel di permukaan luarnya.
"Fuiin!"
Momoshiki pun kini tersegel sempurna.
"Hah.. hah.." sang Kazekage kehabisan nafas. Pasalnya, jutsu barusan ia tingkatkan rasionya agar kejadian saat melawan Mizukage edo-tensei yang berhasil lolos sebelumnya tak terulang kembali.
Mengetahui hal itu, Tsunade segera menyalurkan chakra penyembuh pada Gaara.
"Terima kasih," ucap sang Kazekage singkat.
"Kerja bagus, Kazekage!" puji sang Madara muda.
"Jangan senang dahulu. Kita masih memiliki satu musuh lagi," ucap Obito mengingatkan.
Mereka hampir saja melupakan kehadiran sosok tersebut.
"Eh? Kau masih di sini, Obito?" canda Kakashi.
"Urusai!" balas Obito kesal.
Sandaime hanya tersenyum senang melihatnya. Setelah Tsunade dan Orochimaru, kini Kakashi dan Obito yang kembali akrab seperti masa muda mereka.
"Di mana Kaguya?" tanya Izuna mengalihkan pembicaraan.
"Aku tak dapat merasakannya," jawab Karin ragu.
"Bagaimana bisa? Sensormu benar-benar akurat, Karin," balas Orochimaru bingung.
"Hanya ada satu kemungkinan," timpal Obito.
Semua pasang mata sontak terarah kepadanya.
"Apa?! Kalian bahkan tak menyadari kehadiranku," lanjutnya masih sebal.
"Ma, ma~ Kami hanya bercanda, Obito," ucap Kakashi mencoba menenangkan.
"Sungguh tak Uchiha," lanjut Madara muda.
"A-apa?!" sahutnya sengit pada kedua sosok tersebut.
"Sudahlah, kalian!" seru Madara (ET) tak sabar sembari meledakkan tekanan chakranya.
"Ugh!"
Semua orang di situ tentu tak kuat menahannya. Pastinya pengecualian untuk Shodaime dan Tobirama.
"Lanjutkan ucapanmu, Obito!" ucapnya lagi setelah menurunkan tekanan chakranya.
"B-baik!" balas Obito setelah sadar dari keterkejutannya.
"Jika Karin yang notabenenya merupakan ninja sensorik tak bisa merasakan chakra mereka, maka hanya ada satu kemungkinan; mereka berpindah dimensi," terangnya panjang lebar.
"Apa?! Maksudmu seperti teknik Kamui?" tanya Kakashi tak percaya.
Obito hanya menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana bisa?" tanya Tsunade bingung.
"Mereka memiliki Rinnegan yang bahkan memiliki tomoe seperti Sharingan. Dugaanku, kekuatan Doujutsu tersebut tentu lebih besar dari Rinnegan biasa."
Bukan Obito yang baru saja menjelaskan, melainkan Madara (ET).
"Kita hanya perlu menunggu kedatangan mereka," lanjutnya lagi.
TBC
