-Love in Highschool-

Hari ini matahari terlihat begitu semangat menampakkan wujudnya, hal itu membuat beberapa siswa menjadi malas untuk beraktivitas diluar ruangan. Terbukti dengan dua orang lelaki yang nampak begitu lesuh, tidak seperti biasanya. Kai dan Sehun, dua orang tersebut baru saja selesai dari aktivitas bermain sepak bola. Tentu saja karena mereka ada kelas olahraga. Kalau tidak, mana mau mereka bermain sepak bola di tengah teriknya matahari. Bukan karena mereka takut hitam, apalagi Kai, karena dia memang sudah hitam kkk. Mereka berdua memang tidak terlalu suka berada di tempat terik yang begitu lama. Kalau saja dibolehkan memakai kacamata hitam, mereka sudah pakai alat itu saat bermain bola tadi. oh ayolah siapa yang memilih bermain sepak bola ditengah terik matahari jika ada permainan futsal di tempat indoor yang lebih nyaman.

Sehun segera beranjak mencari tempat yang lebih sejuk dari pada berada di tengah lapangan yang jelas-jelas diterangi oleh sinar matahari yang begitu terik. Setelah mendapatkan tempat yang cocok, lelaki berkulit putih nyaris albino itu langsung merebahkan tubuhnya.

"hey albino, kau tidak ingin mengganti pakaianmu?" Tanya Kai yang kini sudah berada disamping Sehun

"nanti saja" jawab Sehun dengan mata tertutup tidak menoleh sedikitpun kearah Kai

"baiklah" kemudian Kai memutuskan untuk ikut memejamkan matanya juga

"hey Sehun?" panggil Kai masih dengan mata terpejam.

"ne?" Sehun mengerti, kali ini pasti sahabatnya akan memulai sesi curhatnya

"kau merasa tidak, akhir-akhir ini Kyungsoo seperti menjauhiku?" Tanya Kai langsung pada topiknya

"aku tidak terlalu memperhatikan, tapi sepertinya kau memang jarang bersama Kyungsoo jika dibandingkan dengan biasanya" jawab Sehun

Lalu Kai menceritakan seluruh unek-uneknya pada Sehun. Ia tidak takut ada yang mendengar, karena memang keadaan di lapangan sepak bola hanya ada mereka berdua saat itu.

"kurasa aku mengerti mengapa Kyungsoo bersikap seperti itu" Kai yang mendengar ucapan Sehun langsung mendudukkan dirinya dan menghadap Sehun seolah meminta penjelasan yang lebih lanjut.

Sehun yang sudah mengerti dengan tingkah laku sahabatnya itu nampaknya ingin mengerjainya sedikit. Sehun segera mendudukkan dirinya, dan berpura-pura sibuk. Ia menyadari kalau Kai masih menatapnya, menunggu penjelasan darinya.

"jangan menatapku seperti itu, menjijikan" ucap Sehun

"sialan" Kai langsung melempar botol minum yang ada di dekatnya kearah Sehun. Sehun tidak marah sama sekali, ia tertawa lepas karena berhasil mengerjai sahabatnya ini. Sehun sepertinya lupa dimana ia berada, karena jarang sekali ia tetawa seperti itu di lingkungan sekolah. Ia tidak ingin merubah image-pangeran-es-nya /ewh

"Sehun ayolah" ucap Kai frustasi dengan tingkah sahabatnya. Kini ia tau kenapa Sehun sering menyebut Kai menyebalkan. Karena biasanya keadaannya terbalik, Kai yang lebih sering mengerjai Sehun

"baiklah baiklah" ucap Sehun sambil menetralkan ketawanya/

"kurasa Kyungsoo sudah lelah dengan sikap ketidak-pekaanmu kkamjong-ah" ucap Sehun membuat kai mengerutkan dahinya bingung, "maksud ketidak-pekaanmu itu apa?"

"oh ayolah, zaman sekarang itu yang dibutuhkan wanita hanya kepastian. Selama ini kau selalu memperlakukan Kyungsoo seperti wanita yang special dan kurasa Kyungsoo pun begitu. Tapi sampai saat ini, kau pasti belum pernah mengungkapkan perasaanmu pada Kyungsoo" jelas Sehun

"memangnya dari sikap dan perlakuanku saja tidak cukup Sehun-ah?"

"paboya, tadi sudah kubilang. Wanita butuh kepastian. Mau kau memperlakukan Kyungsoo seperti tuan putri sekalipun. Jika kau tidak mengungkapkan perasaanmu, dia tidak akan tau apa maksud perlakuan special mu. Bahkan bisa saja ia berfikir jika kau hanya memepermainkan perasaannya saja"

"tapi yeojachingu ku yang sebelumnya tidak pernah seperti ini" ucap Kai

"hey ingat, apa kau pernah mengungkapkan perasaanmu lebih dahulu pada mereka?" Tanya Sehun

"sepertinya tidak" jawab Kai sambil berfikir

"nah, Kyungsoo itu berbeda dengan mereka. Kau harus selalu ingat itu" ucap Sehun

"ah, tidak pernah kusangka. Kau ternyata lebih pintar dalam masalah ini daripada aku, Sehun-ah gomawo" ucap Kai tersenyum

"ne aku memang selalu lebih pintar darimu kkamjong"

"sialan" mereka tertawa bersama.

"Sehun oppa?" terdengar sebuah suara yang menghentikan aktivitas tertawa mereka.

"Luhan-ah.. ada apa?" jawab Sehun

"maaf sebelumnya sudah mengganggu kalian. Bisakah oppa ikut denganku sekarang? Ini penting"

"gwaenchana Luhan-ah, ambil saja albino menyebalkan itu sekarang kkk" ucap Kai yang dihadiahi death glare oleh Sehun

"baiklah, kaja" ucap Sehun seraya meninggalkan tempat itu

"hm, kita ingin kemana Luhan-ah? Apa perlu aku mengganti pakaianku dulu?" Tanya Sehun

"sebaiknya sih iya. Ada tugas lanjutan dari wawancara yang kemarin itu oppa dan harus dikumpulkan besok"

"ah begitu, baiklah aku akan mengganti pakaianku dulu"

"ne, aku tunggu di kantin ya oppa" Sehun pun mengangguk dan menuju lokernya untuk mengambil pakaian

"tunggu dulu oppa"

"ne, ada apa Luhan-ah?"

"hm.. karena nanti kita bersama Chen, dan ini masih hari dimana aku melaksanakan dare, jadi nanti," ucap Luhan sambil terbata

"ne aku tau, gwaenchana. Lakukan saja sebisamu nanti aku bantu kkk. Sekarang aku ingin mengganti pakaianku, apa kau mau ikut?" goda Sehun

"aish oppa" ucap Luhan tertunduk malu

"haha aku hanya bercanda" Sehun mengusak rambut Luhan lalu melanjutkan langkahnya menghampiri loker.

-Love in Highschool-

"bagaimana? Sudah bertemu pangeranmu?" Tanya Chen saat melihat Luhan sudah menghampirinya

"aish kau ini" Luhan melempar sedotan bekas minumnya kearah Chen

"wae? Bukankah benar dia itu pangeranmu? By the way dimana dia" protes Chen

"dia sedang mengganti pakaiannya"

"hey, kalian habis melakukan apa sampai dia harus berganti pakaian?" goda Chen

"dia habis olahraga, pabo" ucap Luhan kesal

"wah… 'olahraga' rupanya" Luhan hanya menatapnya malas, membuat Chen terkikik

"arra.. arra.. hey jangan lupa dare mu masih berlaku"

"ya ya aku tau"

"oppa, bantu aku mengerjakan tugas menyebalkan ini ya" ucap Chen dengan suara dibuat-buat seperti yeoja dan menggelayut di lengan Luhan. Membuat Luhan menatapnya dengan pandangan jijik. Kemudian Chen tertawa terbahak. Ia senang bisa mengerjai Luhan.

Tak lama kemudian terlihat namja tampan yang baru memasuki kantin. Kini Luhan bersiap menjalankan aksinya. Yeoja cantik itu berlari kecil menghampiri si namja

"Sehun oppa?" Luhan sudah bergelayut di lengan namja itu

"ne, Luhan-ah" Sehun mencubit hidung Luhan

"woah daebakkkk. Aku tidak menyangka mereka bisa seperti itu" ucap Chen kaget dengan pemandangan yang ia lihat. Jangankan Chen, Luhan pun tidak mengira Sehun akan membalasnya seperti ini. Sekarang Luhan sedang bersusah payah menyembunyikan detak jantungnya. Kini mereka menjadi tontonan gratis orang-orang di kantin. Bel pulang sekolah memang sudah berbunyi sejak tadi, tapi masih ada beberapa siswa yang belum pulang dan menghabiskan waktunya di kantin.

Luhan mengajak Sehun menghampiri Chen. "nah, sunbae duduk dulu. Aku pesankan makanan sebentar ne" ucap Luhan sambil memberikan wink pada Sehun

"sunbae, kau terlihat cocok sekali dengan Luhan. Sudah seperti sepasang kekasih kkk" ucap Chen

"gomawo Chen" tak lama lagi pasti kami akan menjadi sepasang kekasih. Lanjutnya dalam hati

"maaf menunggu lama" ucap Luhan menghentikan aktivitas Chen dan Sehun yang sudah memulai mengerjakan tugasnya.

"gomawo Luhan-ah" ucap Chen langsung mengambil salah satu makanan yang ada

"ne, ini untuk oppa. Sebaiknya kita makan dulu baru nanti melanjutkan tugasnya" ucap Luhan

"oppa, aaaaaa" ucap Luhan sambil menyodorkan makanannya ke mulut Sehun dan Sehun menerimanya

"ah aku seperti obat nyamuk saja disini" ucap Chen membuat yang lainnya terkikik

Chen dan Sehun sudah selesai dengan makanannya, hanya Luhan yang baru akan menyelesaikan makannya.

"Luhan-ah" ucap Sehun yang daritadi memperhatikan Luhan

"ne?" jawab Luhan sambil menatap Sehun

Deg…

Sehun mengelap bibir Luhan dengan ibu jarinya. "makanmu berantakan sekali"

Luhan hanya tersenyum kikuk. Chen menatapnya dengan ekspresi cengo/

-Love in Highschool-

Setelah mendapat 'pencerahan' dari Sehun. Kai segera menyusun rencana untuk mengungkapkan perasaannya pada Kyungsoo. Benar kata Sehun, ia bodoh sekali tidak peka pada masalah seperti ini.

Ia sempat bimbang ingin menelfon Kyungsoo atau tidak, ia takut Kyungsoo tidak akan menjawab telfonnya. Setelah meyakinkan dirinya. Pria berkulit gelap itu segera men-dial nomor yang sudah disimpan sebagai favorite contact di ponselnya itu.

Tuuut… tuuuuttt….

"Yeoboseyo?" jawab seseorang diujung sana

"Kyungie?"

"ya, ada apa Jongin sunbae?"

"kau sedang apa?" ya, pertanyaan macam apa itu Jongin. ia merutuki dirinya sendiri

"ha?" kyungsoo sempat bingung dengan Jongin yang tiba-tiba bertanya seperti itu. Namun akhirnya ia menjawab, "aku sedang membaca novel, memangnya kenapa?"

"hm… maukah kau menemaniku jalan-jalan?" bagus Jongin.

"hm.. sekarang?" Tanya Kyungsoo sedikit terkejut

"ne, aku akan menjemputmu. 15menit lagi aku sampai. Dandan yang cantik ya" Kyungsoo yang bingung hanya bisa mengiyakan saja. Kemudian jongin langsung mematikan sambungannya setelah mengucapkan "sampai bertemu nanti"

Awalnya Jongin memang tidak merencanakan bertemu Kyungsoo sekarang. Tapi saat menelfon Kyungsoo, kata-kata itu langsung saja meluncur dari bibirnya. Dan sekarang ia harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.

Kyungsoo sudah selesai bersiap, sesaat setelah Jongin mematikan telfonnya ia langsung bersiap-siap. Yeoja cantik itu sempat bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa ia begitu mudahnya menerima tawaran Jongin untuk menemaninya berjalan-jalan. Bukankah Kyungsoo sedang dalam fase-melupakan-jongin/?

Entahlah sepertinya memang Kyungsoo tidak akan pernah bisa melupakan sesosok Kim Jongin

Drrrt… drrrttt..

Kim Jongin calling…

"yeoboseyo?"

"aku sudah ada di depan rumahmu"

"baiklah, aku akan kesana" ucap Kyungsoo kemudian menarik nafasnya. Tiba-tiba dirinya menjadi gugup seperti ini

"hai" sapa Jongin sambil tersenyum saat Kyungsoo sudah berada dihadapannya. Kyungsoo balas tersenyum manis

"sudah siap?" Tanya Jongin

"ne" jawab Kyungoo mengangguk.

Entah dorongan darimana kini mereka telah jalan berdampingan dengan tangan Jongin yang menggenggam tangan Kyungsoo. Perasaan Kyungsoo saja atau bagaimana. Mereka sudah seperti sepasang kekasih yang akan pergi berkencan.

Langit sudah semakin menggelap, kini sepasang yeoja dan namja itu sedang duduk di pinggir sungai han. Yap, Jongin memang mengajak Kyungsoo berjalan-jalan di sungai han.

"apa kau lelah, Soo?" Tanya Jongin

"ya, sedikit. Tapi aku senang" itulah yang akhirnya keluar dari bibir Kyungsoo. Mau tidak mau Jongin yang mendengarnya tersenyum senang.

"kau ingin ice cream?" Tanya Jongin

"ne"

"tunggu disini, aku akan membelikannya untukmu" ucap Jongin langsung melesat pergi

Jongin mengantri membeli ice cream sambil tersenyum-senyum membayangkan jika nanti akan muncul momen-momen romantis sepasang yeoja dan namja yang diakibatkan oleh ice cream ala-ala drama yang akan dialaminya juga dengan Kyungsoo/?

"hey kkamjong" sapa seseorang yang menepuk bahu Jongin

"ah, Park yoda. Sedang apa kau disini?" Tanya Jongin setelah melihat siapa orang tersebut

"hey, seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Kalau aku, tentu sedang berkencan dengan my baby Baekkie. Ya kan?" ucap Chanyeol sambil merangkul Baekhyun yang berada disampingnya. Sengaja memamerkan jika Baekhyun adalah miliknya.

"ah iya, aku sampai tidak menyadari jika ada Baekhyun disini. Mianhae Baekkie"

Baekhyun hanya mengangguk sambil merona. Ia malu diperhatikan oleh dua namja tampan di dekatnya.

Karena sudah mendapatkan ice creamnya, Jongin segera berpisah dari pasangan kekasih itu. "baiklah aku pergi dulu, silahkan lanjutkan kencan kalian"

-Love in Highschool-

Jongin melihat Kyungsoo yang menunggunya seperti sedang kedinginan. Terbesit rasa bersalah dalam diri Jongin. segera ia melepaskan jaket yang dipakainya lalu menghampiri Kyungsoo

"maaf membuatmu menunggu lama" ucap Jongin sambil memasangkan jaketnya pada Kyungsoo

"ah.. t-tidak apa" ucap Kyungsoo sedikit bingung dengan perlakuan Jongin

"aku tau kau kedinginan, jadi biarkan saja seperti itu, ne?" ucap Jongin sambil tersenyum.

Entahlah Kyungsoo tidak pernah kuat menolak senyuman Kim Jongin.

"apa kau masih menginginkan ice creamnya? Kau bahkan sudah kedinginan seperti itu" ucap Jongin, ia memang sedang bercanda karena ia tau kalau Kyungsoo sedikit addict dengan ice cream.

Kyungsoo hanya memanyunkan bibirnya. Membuat Jongin terkekeh

"arra, aku hanya bercanda. Ini ice creamnya. Apa perlu aku suapi?" ucap Jongin lagi-lagi menggoda Kyungsoo.

Setelah selesai dengan ice creamnya mereka sempat sibuk dengan fikirannya masing-masing.

"Kyungsoo?" ucap Jongin memecah keheningan

"ne?" jawab Kyungsoo menatap Jongin

"apa kau menyukaiku?" Tanya Jongin

"n-ne?" Kyungsoo gugup setengah mati

"aku hanya ingin tau jawabanmu. Apakah sama atau tidak. Karena kurasa aku sudah lama menyukaimu" ucap Jongin sambil menatap mata besar Kyungsoo

"ani.. sekarang aku mencintaimu. Saranghae Do Kyungsoo" ucapnya lagi tegas

Kyungsoo tak mampu menahan bendungan air matanya lagi.

Tes

Jongin segera menghapus air mata yang membasahi pipi Kyungsoo yang mulus itu, "hei, kenapa menangis?"

Kyungsoo hanya menggeleng. kemudian beberapa tetes air mata kembali membasahi wajah cantiknya. Jongin yang tidak tau harus berbuat apa segera memeluk Kyungsoo. Membiarkan ia menangis dalam dekapannya.

Jongin tidak berkata apa-apa, ia hanya mengelus rambut Kyungsoo dan membiarkannya menyelesaikan tangisannya/?

Setelah dirasa Kyungsoo sudah tidak terisak lagi, ia mendengar kalimat yang mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat

"ya, aku menyukaimu. Aku juga mencintaimu Kim Jongin" ucap Kyungsoo yang masih berada dalam dekapan Jongin.

Perlahan Jongin melepaskan dekapannya. Ia menghapus sisa-sisa air mata yang masih ada di wajah Kyungsoo. "aku ingin mendengar kalimatmu yang tadi, Soo. Katakan sekali lagi"

"nado saranghae Kim Jongin" ucap Kyungsoo dengan wajah yang merona

Jongin tersenyum lalu mengecup kening Kyungsoo dan membawanya dalam dekapannya lagi.

Mereka tidak sadar jika ada sepasang kekasih yang menyaksikan adegan live tadi.

"so sweet sekali Jongin sunbae" ucap seorang yeoja setelah melihat adegan itu

"hey, jangan coba-coba berpaling dariku Byun Baekhyun" protes si namja membuat yeoja tertawa senang

"tidak akan, Chanyeol oppa selalu dihatiku" ucap Baekhyun sambil merona

"hei sudah berani menggombal. Sini aku peluk" kemudian Chanyeol membawa Baekhyun kedalam pelukannya

-Love in Highschool-

"baby, kau yakin ingin ikut aku ke Seoul?" Tanya seorang namja pada sosok yeoja disampingnya

"ne, apa kau kau tidak ingin aku ikut bersamamu?" Tanya si yeoja sambil mengerucutkan bibirnya

"bukan seperti itu Tao-ah" ucap namja itu frustasi

"iya aku tau Kris, lagipula aku bisa memulai lagi karirku di Seoul" ucap Tao, yeoja itu sambil tersenyum

"sudahlah tidak usah mengkhawatirkanku lagi" Kris pun tersenyum mendengarnya

Flashback…

Seperti menambah kekesalannya, Kris –namja itu- menyadari kalau gantungan boneka panda yang selalu menggantung di tasnya tiba-tiba terlepas dari habitatnya. Karena kekesalannya memuncak, saat itu juga gantungannya ia lempar jauh sesuka hatinya. Tapi detik berikutnya ia tersadar kalau gantungan itu pemberian ayahnya sebelum orangtuanya bercerai. Tanpa berfikir lagi, ia langsung mencari keberadaan gantungan yang baru saja dilemparnya.

"mencari sesuatu?" Tanya seorang yeoja dengan bahasa inggris yang fasih

"ya, aku mencari gantungan tasku yang hilang" ucap Kris masih sibuk mencari

"apakah seperti ini?" yeoja itu menunjukkan sebuah gantungan berbentuk panda. Kris tersenyum lega

"tadi seseorang melemparnya dan mengenai kepalaku" ucap yeoja itu

"ah, mianhae" ucap Kris refleks dengan bahasa Korea

"hey kau orang Korea?" Tanya yeoja itu

"ne, sebenarnya aku ada keturunan China, Kanada dan Korea"

"wah kebetulan aku juga keturunan China dan keluargaku ada yang tinggal di Korea jadi aku sedikit menguasai bahasa Korea" ucap yeoja itu riang

"kalau begitu kenalkan aku Wu Yifan, kau bisa panggil aku Kris" ucap Kris menyodorkan tangannya

"aku Huang Zitao panggil saja Tao" yeoja itu menjabat tangan Kris

Flashback end.

Dari perkenalan itu mereka menjadi dekat, apalagi Tao bersekolah di tempat pertukaran pelajar yang diikuti Kris. Yeoja itu memang sangat cantik dan memiliki postur tubuh yang bagus, di usianya yang masih muda, Tao sudah menjadi model untuk beberapa majalah di Negara tersebut. Sama seperti Kris di Korea. Banyak sekali hal yang sama-sama mereka sukai. Tidak heran jika setiap harinya Kris selalu menghabiskan waktu bersama Tao.

3 bulan kurasa bukan waktu yang lama. Bahkan mereka sudah menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.

-Love in Highschool-

Sepasang namja dan yeoja sedang berjalan memasuki gerbang. Bahkan mereka seperti berjalan diatas red carpet dimana semua pasang mata menatap ke arah mereka.

"ah benarkah itu Kris oppa? Dia makin tampan saja"

"tapi lihat yeoja disampingnya. Apakah itu yeojachingu Kris oppa? Oh tidak. Mereka terlihat cocok sekali"

"bukankah itu yeoja yang ada di foto yang di upload Kris oppa kemarin?"

"apakah dia akan bersekolah disini juga?"

"sepertinya iya"

Teeeeet.. teettttt…

Bel masuk membubarkan siswa yang berkerumun di koridor sekolah. Kris dan Tao, yang menjadi objek perhatian tadi kini sedang berjalan menuju ruang kepala sekolah.

"bagaimana? kau dikelas mana Tao-ah?" Tanya Kris setelah Tao keluar dari ruangan kepala sekolah

"XI-2, dimana itu?"

"ah kau sekelas dengan Park Chanyeol, baiklah ayo aku antar" ucap Kris sambil menggandeng Tao

"chagi?" panggil Tao membuat Kris menatapnya

"Park Chanyeol itu siapa?" Tanya Tao dengan wajah polos membuat Kris ingin tertawa

"ah itu, dia sahabatku. Kau nanti jangan dekat-dekat dengannya dia itu idiot" canda Kris dengan wajah serius

"hah? Yang benar? Masa kau bersahabat dengan orang idiot?" Tanya Tao membuat Kris terbahak

"chagiya kau lucu sekali" ucap Kris mencubit pipi Tao, "nah ini sudah sampai, kelasku ada di ujung sana. Ayo kita masuk ke kelasmu"

Tokkk tokkk

"permisi Jung ssaem" ucap Kris setelah membungkuk

"ah Kris, ada apa?"

"aku mengantar murid baru, dia akan ditempatkan di kelas ini" ucap Kris samba menuntun Tao

"terimakasih Kris. Baiklah perkenalkan dirimu murid baru" ucap Jung ssaem setelah Kris pamit.

-Love in Highschool-

"ayo jelaskan ini semua Kris" ucap Kai, kini 4 namja tampan dan seorang yeoja sedang berkumpul diruangan khusus di atap sekolah mereka

"apa yang harus aku jelaskan?" ucap Kris santai

"mengapa kau tidak pernah menghubungi kami selama disana? Apa saja yang kau lakukan disana? Mengapa kau muncul dengan membawa seorang yeoja?" ucap Chanyeol tidak santai/

"hey, apakah kalian pernah menghubungi Kris?" Tanya Sehun untuk Chanyeol dan Kai

"hm, tidak" jawab Chanyeol dan Kai membuat Sehun ingin membenturkan kepalanya ke dinding

"yasudahlah, tolong kenalkan kami pada yeoja itu saja Kris-ah" ucap Kai

"hey, kau sudah punya Kyungsoo kalau kau lupa, kkamjong-ah" ucap Sehun

"sudah-sudah, ini Huang Zitao, panggil saja Tao. Dia kekasihku. Tao pindah kesini karena ada keluarganya juga yang tinggal disini. Kalau kalian ingin bertanya bagaimana aku kenal dengannya, kapan-kapan saja aku ceritanya karena aku sedang malas bercerita kkk" Ucap Kris

"annyeonghaseyo, Tao imnida" ucap Tao memperkenalkan dirinya

"annyeong, aku Kim Jongin panggil saja Kai"

"annyeong, Sehun imnida"

"annyeong, Park Chanyeol imnida"

"ya, aku sudah tau Chanyeol" ucap Tao terkekeh

"kan sudah kubilang, Chanyeol idiot" ucap Kris

"lalu kau alien" ucap Chanyeol membuat yang lain tertawa

Ddrrrrt.. drrrt..

Ponsel Sehun berbunyi

1 message from Luhannie

Luhannie : oppa, kau dimana?

Sehunnie : di atap, memangnya kenapa?

Luhannie : aku bawa bekal untukmu, aku tunggu di taman ne )

Sehunnie : ne, aku akan kesana

"hm, aku pergi dulu ya. Sampai jumpa" ucap Sehun kemudian langsung meninggalkan tempat itu

"hey, tumben sekali anak itu seperti orang sibuk" ucap Kris

"dia mempunyai kesibukan mencintai Luhan" ucap Chanyeol

"whoaaaa, kukira dia akan menjadi pasangan homo bersama Kim jongin hahaha" ucapan Kris membuat Kai membelalakkan matanya

"ku kira juga begitu hahahahah" timpal Chanyeol yang sukses membuat Kai badmood

-Love in Highschool-

Sehun melihat Luhan sedang menunggunya di taman, langsung saja ia menghampirinya.

"hey" sapa Sehun membuat Luhan tersenyum melihatnya

"ini aku bawakan bekal" Luhan menyodorkan kotak makannya dan langsung diterima Sehun dengan senang hati, "gomawo"

"apa kau membuatnya sendiri?" Tanya Sehun saat memakan bekalnya. Luhan hanya mengangguk malu

"ini enak. Kau sudah makan?" Luhan menggeleng, "melihatmu makan sudah membuatku kenyang kkk"

"hey mana bisa begitu, sini aku suapi" ucap Sehun. Kemudian terjadi acara suap-suapan ala mereka.

"gomawo Luhan-ah kau memang yang terbaik"

To be continue

.

.

.

Hahahahahahahaha aku belum bisa bikin yang panjang-panjang. Segini aja cukup kan wkwk. Gimana? Udah banyak yang jadian nih cieee PJ dong/

Sekali lagi Thankyou buat semua readers

Kritik saran tulis di kotak review aja okay

See you in next chapter

Bhay

Kachimato