Chapter 10
Disclaimer :
-Naruto : Masashi Kishimoto
-High School DxD : Iciei Ishibumi
Rate : M
Warning : typo,abal,gaje,lime,lemon
Summary : Naruto Uzumaki, pahlawan Konoha yang telah mengalahkan Kaguya. Tapi ia harus menggorbankan dirinya dan terjebak didimensi lain untuk selama-lamanya. Dengan kekuatannya yang tidak sengaja tersegel, bagaimana cara Naruto mendamaikan dimensi barunya bersama teman iblisnya ?
.
.
Pagi-pagi buta kita saksikan, lebih tepatnya disebuah kamar yang ditempati pemuda pirang dengan poni yang menutupi mata kirinya. Ia sedang tertidur dengan tidak pulasnya karena udara yang lumayan panas. Pemuda tersebut bernama Naruto.
''Nggghh.'' lenguh Naruto sambil meregangkan sendi-sendinya.
''Nggh.. Entah kenapa malam ini sangat gerah.'' kata Naruto mendudukkan dirinya dan menoleh kesebuah gelas yang berada dimeja sampingnya.
''Hah~ sudah habis.'' kata Naruto dan mengambil gelas tersebut lalu pergi keluar kamar dengan niat pergi kedapur.
Tapi sebelum kedapur, ia harus melewati kamar teman-temannya. Yah, kamar Naruto berada paling ujung dilantai dua.
Naruto mulai melangkahkan kakinya melewati kamar Ichigo, setelah itu Rukia, Gaara, Shikamaru, dan kemudian kamar entah milik siapa. Naruto menghentikan langkahnya, mundur beberapa langkah. Setelah itu Naruto menghadapkan tubuhnya kekamar kosong tersebut.
''Aku tidak ingat kalau ada kamar lagi disini.'' kata Naruto memandang kamar yang ada didepannya.
Naruto melihat kesebelah kamar tadi dan menemukan empat kamar kosong lagi. Naruto bingung dengan apa yang terjadi dengan rumahnya. Setelah berpikir keras, ia teringat perkataan Rikuudo semalam.
''Hah~ ini pasti ulah Jiji. Hmm... Jadi Jiji menambahkan lima kamar dilantai atas. Lalu dilantai bawah ditambah berapa ?'' Naruto langsung menuju kelantai bawah. Setelah Naruto sampai dilantai bawah, ia melihat kamar yang tak asing lagi. Tapi ada tiga buah kamar yang belum pernah Naruto lihat sebelumnya.
''Jadi Jiji menambahkan delapan kamar dirumah ini. Hah~ aku heran, sebenarnya Rikuudo Jiji sang legenda Shinobi atau pembuat rumah sih ? Ah ! Sudahlah.'' kata Naruto lalu pergi kedapur memenuhi niatnya sebelumnya.
.
.07 : 09
Naruto dkk makan bersama-sama diruang makan/dapur. Dan soal kamar baru, Naruto sudah menjelaskan kepada teman-temanya. Sekarang mereka sedang sarapan sebelum menunaikan kewajiban sebagai murid.
''Mm.. Gaara, Fuu, tadi malam kalian berlari kekamar kalian kenapa?'' tanya Naruto kepada Gaara dan Fuu.
''Comoe sudah kembali. Dan aku yakin, pasti Bijuu Gaara juga.'' kata Fuu.
''Ooh.. Bijuu kalian sudah kembali ? Kalau tidak salah namanya Comoe dan Shikaku, kan ?'' tanya Naruto mendapat protes dari Shikamaru.
''Hei !'' protes Shikamaru tidak terima ayahnya disamakan dengan rakun pasirnya Gaara.
''Bukan Shikakau, tapi Shukaku.'' titah Gaara.
''Iya, iya. Itu sama saja kan ?''
''Itu tidak sama Naruto. Shikaku itu ayahku, dan Shukaku itu hewannya Gaara.'' kata Shikamaru.
Dan sarapan pagi ini diiringi candaan Naruto dan beberapa candaa dari Fuu. Dan setelah selesai makan, mereka langsung berangkat sekolah.
.
.
Kuoh Gakuen, merupakan sekolah yang tak asing untuk didengar. Sebuah sekolah yang dulunya adalah sekolah khusus wanita, dan entah alasan apa sekolah itu dirubah menjadi sekolah campuran. Walaupun sudah menjadi sekolah campuran, mayoritas kaum hawa lebih dominan dibandingkan kaum adam. Kira-kira 7:3.
Didepan gerbang Kuoh Gakuen, tujuh makhluk disebut iblis berjalan dengan santai memasuki wilayah sekolah. Dan langsung saja kita perkenalkan, mereka adalah... Naruto dan kawan-kawan. Hore ! Prok prok prok.
Naruto beserta keenam temannya memasuki area sekolah, hal itu membuat mereka menjadi perhatian para siswa dan siswi disekolah ini. Terutama para siswi yang menatap beberapa lelaki dirumununan Naruto. Dan beberapa detik kemudian.
''Kyaa! Mereka tampan sekali !'' ucap salah satu siswi dengan wajah memerah.
''Wahh! Lihat, lelaki yang tidak memiliki alis juga tampan.'' kata salah satu siswi yang membuat Gaara mengumpat dalam hati.
''Kyaa! Yang berambut orange itu sangat tampan.''
Sedangkan Ichigo, hanya melambai-lambaikan tangannya gak jelas. Rukia yang melihat beberapa siswi menatap Ichigo dengan wajah memerah, langsung merangkul lengan Ichigo, seolah mengatakan kepada mereka bahwa Ichigo hanya miliknya seorang.
''Ahh ! Ternyata dia sudah punya pacar.''
''KYAAA! YANG KUNING SANGAT KEREN DAN TAMPAN ! AKU INGIN MEMILIKINYA !''
''AKU JUGA MAU YANG ITU.''
Senyum canggung. Itulah yang diperlihatkan Naruto saat ini. Ia tak menyangka, kedatangan ia dan teman-temannya akan membuat heboh. Dan sepertinya mereka( Siswa kelas XI dan XII) tidak ingat dengan Naruto, atau mungkin tidak megenali Naruto karena penampilan rambutnya berubah ? Lupakan hal itu.
Dan sebuah teriakan kali ini membuat semua ternganga.
''PRIA KUNING, BERCINTALAH DENGANKU !''
Tak berapa lama...
''Aku juga mau!''
''Aku juga.''
''TERKUTUKLAH KALIAN PRIA TAMPAN.!''
Kalian tau kan siapa yang berteriak terakhir ? Para kaum adam, termasuk Issei dan kedua temannya.
Naruto, Gaara, dan Ichigo berjalan dengan sedikit canggung. Sedangkan Shikamaru, ia bersyukur bukan termasuk pria tertampan. Dan jika ia menjadi salah satu lelaki tampan, maka ia akan mengatakan ''merepotkan'' andalannya.
'Jadi seperti ini yang kau rasakan dulu... Sasuke.' batin Naruto mengingat teman masa kecilnya yang cool dan tampan, yang selalu dipuji-puji para wanita sehingga membuat Naruto iri.
.
.
Sampailah mereka disebuah koridor sekolah.
''Naruto, apa kau ingat jalan menuju ruang kepala sekolah ?'' tanya Ichigo yang berjalan disamping Naruto.
''Tentu saja aku ingat, tempat ini tidak banyak berubah dari satu tahun yang lalu.'' kata Naruto melanjutkan perjalanannya tanpa melihat kearah Ichigo.
Setelah itu, mereka berjalan dengan hening, sesekali tersenyum kepada siswa maupun siswi yang mereka lewati.
Tak berselang lama, datang gadis iblis berkacamata dengan rambut hitam sebahu. Dan jangan lupakan wajah tegas yang selalu ia pasang. Sona Sitri, itulah nama dari iblis tersebut.
''Apa kalian murid baru ?'' tanya Sona dengan wajah datarnya yang dibalas anggukan oleh mereka, kecuali Naruto.
''Kalau begitu biar kuantar kalian keruang kepala sekolah.'' kata Sona dibalas gelengan dari Naruto.
''Itu tidak perlu Kaichou, kami tau arah menuju kesana.'' kata Naruto.
''Bagaimana kau tau kalau aku ketua Osis Kuoh ?'' tanya Sona heran, tapi tetap tidak mengurangi wajah tegasnya.
''Siapa yang tidak kenal dengan Sona Kaichou ?'' tanya Naruto dengan tersenyum.
''Ano... Kami tidak mengenal dia.'' kata Ichigo membuat Naruto diam sesaat.
''Bukankah kau sudah melihatnya dari pengelihatanku.'' kata Naruto berbisik sekecil-kecilnya ditelinga Ichigo.
''Aku lupa.'' kata Ichigo juga berbisik.
''Kalian yakin tidak ingin ku antar ?'' tawar Sona lagi.
''Tidak. Kami tau arahnya.'' kata Ichigo sok tau.
''Bagaimana kalian tau menuju kesana ?'' intrigasi Sona membuat Naruto berkeringat dingin, karena Sona berbicara dengan nada datar.
''Itu tidak penting. Baiklah, kami jalan dulu Kaichou.'' kata Naruto mulai berjalan kembali diikuti teman-temannya. Tapi sebelum melewati Sona, Naruto mengusap pelan kepala Sona, dan setelah itu melanjutkan perjalanannya yang tertunda.
Deg Deg
Sona merasa dejavu dengan usapan dikepalanya.
'U-usapan ini...'
Flashback
Seorang gadis berkacamata dan bertumbuh pendek berjalan kelantai atas yang disebut atap sekolah. Dialah sang Kaichou, Sona Sitri.
Cklek
Sona membuka pintu atap dan menemukan seongok pemuda tengah berbaring menatap langit disebuah bangku warna putih. Sona berjalan mendekati sang pemuda pirang yang bernama Naruto Uzumaki.
''Uzumaki-san, kenapa kau masih disini ?'' tanya Sona bertanya kepada Naruto.
''Memangnya kenapa ?'' tanya Naruto sambil mendudukkan dirinya.
''Kenapa kau bilang ? Bel masuk sudah berbunyi dua menit yang lalu, apa kau berniat membolos ?''
''Tidak. Hanya malas saja untuk kekelas. Dan kenapa kau masih disini Sona ?'' tanya Naruto seraya berdiri dari duduknya.
''Aku disini hanya melaksanakan tugasku sebagai ketua Osis. Dan jangan panggil aku dengan namaku, panggil aku 'Kaichou'.'' kata Sona sambil menaikkan kacamatanya yang sedikit turun.
''Oh, ayolah. Aku pacarnya Rias-chan, dan kau adalah temannya Rias-chan. Jadi tidak masalahkan aku memanggilmu 'Sona' ?'' kata Naruto yang berdiri didepan Sona.
''Tidak. Bagaimanapun aku adalah ketua Osis, jadi kau harus memanggilku 'Kaichou' seperti yang lainnya.'' kata Sona yang dibalas uapan bosan dari Naruto.
''Iya, iya. Kalau begitu, aku kembali kekelas. Sampai jumpa Sona-chan.'' kata Naruto sambil mengusap kepala Sona yang membuat rambut hitamnya berantakan.
Flashback end
'... Naruto.''
Sona membalikkan badannya untuk melihat Naruto pergi. Naruto mengangkat tangan kanannya tenpa berhenti berjalan, dan Sona yakin bahwa lambaian itu tertuju padanya.
''Dia kembali.''
.
.
Tok Tok Tok
''Masuk.'' perintah seseorang dari dalam ruangan setelah Naruto mengetuk pintu.
Cklek
Naruto dan teman-temannya masuk kedalam ruang kepala sekolah yang membuat seseorang yang berada didalam membulatkan matanya.
''Na-Naruto.''
''Hai, jumpa lagi Sirzech-sama.'' kata Naruto sambil tersenyum.
''Apa yang kau lakukan disini ?'' tanya Sirzech yang setelah selesai dengan terkejutannya.
''Bukan apa-apa, hanya menjalani kewajiban sebagai murid. Dan ini brosurku.'' kata Naruto, lalu meletakkan surat pendaftaran dimeja, setelah itu diikuti yang lain.
Sirzech membaca data-data formulir yang diberikan Naruto dan yang lainnya.
''Hah~ untuk Naruto, Kurosaki-san, Sabaku-san, Nara-san, dan Kuchiki-san berada dikelas XI-A. Dan untuk Megumin-san, Fuu-san akan berada dikelas X-A.'' kata Sirzech setelah membaca data yang diberikan Naruto.
''Terima kasih Sirzech-sama, kami pergi dulu.'' kata Naruto yang akan melangkahkan kaki keluar ruangan. Tapi sebelum itu, Sirzech menghentikan langkah Naruto.
''Tunggu Naruto. Setelah pulang sekolah nanti, apa kau bisa menemuiku di Underworld ?''
Naruto memikirkan apa dirinya ada waktu luang hari ini ?
'Setelah pulang sekolah, aku harus pergi kesuatu tempat.' batin Naruto.
''Apa kau ada waktu ?'' tanya Sirzech setelah Naruto tak kunjung menjawab.
''Ano... Bukannya saya menolak atau tidak mau, hanya saja setelah pulang sekolah nanti aku ada urusan. Jadi maaf Sirzech-sama, saya tidak bisa.'' kata Naruto meminta maaf.
''Tidak apa. Dan jangan panggil aku dengan '-sama', panggil seperti dulu saat kau memanggilku.'' perintah Sirzech mendapat gelengan dari Naruto.
''Tidak. Aku bukan siapa-siapa anda lagi, Sirzech-sama.'' kata Naruto mendapat tatapan sedih dari Sirzech.
''Naruto, aku minta maaf atas nama Rias. Tolong maafkanlah Rias. Aku tau ini berat bagimu, jadi...''
''Itu tidak masalah bagiku, Sirzech-sama. Impianku menciptakan perdamaian, bukan dendam.'' kata Naruto datar yang membuat Sirzech terdiam.
''Baiklah Sirzech-sama, kami pergi dulu.'' kata Naruto. Setelah itu Naruto pergi diikuti yang lainnya.
.
.
Naruto dan teman-temannya berjalan dalam diam, hanya suara langkah kaki yang terdengar.
''Naruto, apa kau yakin sudah memaafkan Rias ?'' tanya Gaara tiba-tiba.
''Entahlah Gaara, aku juga belum yakin. Tapi aku sedang mencobanya. Aku tau ini terdengar naif, tapi memang inilah aku. Bahkan ketika warga Konoha mencaci dan menghinaku, aku tidak menaruh dendam pada mereka.'' kata Naruto membuat mereka sangat-sangat paham sifat teman pirangnya.
'Kau sama sekali tidak berubah Naruto.' batin Shikamaru dan Gaara bersamaan.
''Aku tidak membenci Rias, hanya saja aku menjaga jarak darinya agar aku tidak teringat tentang itu.''
''Naruto, jika kau belum bisa memaafkan si jalang Rias, bagaimana kalau kita musnahkan dia beserta si mesum itu. Hahaha.'' kata Ichigo diakhiri dengan tawanya, bagai Shinigami yang akan mencabut nyawa seseorang.
''Itu boleh juga.'' kata Naruto menimpali perkataan Ichigo.
''Oh ya, kalian duluan saja kekelas, aku ada urusan sebentar.'' kata Naruto membuat teman-temannya bingung.
''Urusan ? Urusan apa ?'' tanya Megumin.
''Hanya urusan kecil.'' kata Naruto sambil berlari menuju kelantai atas.
.
.
Disebuah atap sekolah, berdiri seiblis pirang dipinggir pagar yang mengarah kegerbang Kuoh Gakuen. Beberapa menit yang lalu, ia melihat beberapa sosok asing yang memasuki Kuoh Gakuen. Ia hanya berpikir bahwa mereka hanya murid baru.
Sedang enaknya melamun, pemuda pirang itu dikejutkan dengan sebuah suara dibelakangnya.
''Kau disini menggantikanku, heh... Kiba.''
''Siapa kau ?'' tanya sosok yang dipanggil Kiba setelah menghadap kesosok yang memanggilnya.
Tanpa menjawab pertanyaan Kiba, sosok itu berjalan kepinggir pagar disamping Kiba.
''Sudah satu lebih aku meninggalkan tempat ini, dan sampai sekarang tidak banyak berubah. Tempat ini...tempat dimana aku dapat menenangkan diri, sehinggan tempat ini menjadi tempat favoritku.'' kata Naruto menghadap kearah Kiba.
''Kau... Naruto ?'' tanya Kiba dibalas senyum oleh Naruto.
''Didunia banyak yang berubah, termasuk penampilan seseorang. Hanya orang-orang tertentulah yang mengetahuinya.'' kata Naruto.
Greb
Kiba memepuk Naruto dengan erat setelah memastikan bahwa sosok didepannya benar-benar sahabatnya.
''Siapa yang tidak ingat kumis konyolmu itu hah ?'' tanya Kiba mempererat pelukannya.
''Haha.. Tentu saja hanya sahabat sejati yang ingat.'' kata Naruto membalas pelukan Kiba.
Setelah itu, mereka melepas pelukan persahabatan mereka.
''Jadi Naruto, bagaimana bisa kau masih hidup ?'' tanya Kiba mengelap air matanya yang sedikit keluar.
''Jika dijelaskan akan memakan waktu yang lama, mungkin lain kali akan aku ceritakan.'' kata Naruto membuat Kiba sedikit kecewa.
''Baiklah.''
''Kiba, apa kau sering kesini ?'' tanya Naruto.
''Tidak, aku jarang kesini.'' kata Kiba mengalihkan pandangannya kearea atap sekolah, yang terdapat beberapa bangku panjang berbeda warna. Merah, biru, hijau, dan warna tempat duduk favorit Naruto, putih.
''Awalnya, di sini tidak ada bangku panjang seperti ini. Waktu itu, aku senang datang kesini, sehinggan aku meminta kepada Sirzech-sama untuk menaruh bangku diatap ini, agar banyak yang datang dan menikmati tempat ini. Tapi ternyata hanya aku sendiri, duduk dibangku putih ini. Itulah awal ada beberapa bangku disini dan kujadikan tempat kesukaanku, tempat dimana bisa nyaman dan tenang.'' kata Naruto sambil duduk dibangku putih kesukaannya yang sedikit pudar.
''Yah. Aku juga merasakan hal sama ketika aku disini.'' kata Kiba yang masih berdiri dipinggir pagar pembatas.
Setelah itu, mereka hanya diam diri diselimuti keheningan sampai bel berbunyi.
Teng Teng Teng
''Kiba, bel telah berbunyi, lebih baik kita kekelas.'' kata Naruto setelah berdiri dari duduknya.
''Baiklah. Naruto, kau kelas berapa ?'' tanya Kiba berjalan disamping Naruto.
''Kelas XI-A.''
''Jadi kita sekelas lagi.'' kata Kiba sumringah.
''Ya begitulah.'' kata Naruto juga tersenyum.
.
.
Naruto dan Kiba berjalan menuju kelas mereka, tapi perjalanan mereka terhambat karena Sona menghadang mereka. Naruto yang tau maksud Sona menghadangnya, menyuruh Kiba mendahuluinya.
''Kiba, kau duluan saja, nanti aku menyusul.''
''Baiklah, jumpa nanti dikelas.'' kata Kiba dan langsung meninggalkan Sona dan Naruto.
''Kaichou, kenapa kau menghadangku ?'' tanya Naruto setelah Kiba pergi.
''Apa kau Naruto Uzumaki ?'' tanya Sona dengan wajah datarnya.
''Kenapa kau bisa menduga aku adalah Naruto ?''tanya Naruto dengan senyumnya.
''Elusan itu.'' kata Sona yang membuat Naruto bingung.
''Usapan dikepala waktu kita bertemu tadi. Aku merasakan elusan yang sama dengan Naruto.'' kata Sona tetap dengan wajah datarnya.
''Kalau aku bukan Naruto ?''
''Kau pikir dengan ponimu yang panjang, aku tidak mengenalimu ? Aku sudah hafal elusan itu, rasa itu, kenyamanan itu. Dulu kau sering mengusap rambutku, bahkan sampai sekarang aku tidak akan lupa rasa itu.'' kata Sona dengan wajah serius.
''Jadi, dari dulu kau sering memperhatikan ku ya ? Bahkan elusan saja, kau bisa ingat setelah satu tahun kita tidak bertemu.'' kata Naruto membuat Sona sedikit tersipu, tapi berhasil ditutupi dengan wajah datarnya.
''Baiklah Kaichou, sebentar lagi sensei akan masuk, jadi aku permisi dulu.''
''Oh ya, satu lagi. Jika berbicara dengan seseorang, cobalah untuk tersenyum. Itu membuatmu tambah cantik.'' kata Naruto.
Dan untuk kesekian kalinya, Naruto mengelus rambut Sona sebelum meninggalkan Sona yang memerah.
.
.
Tok Tok Tok
Naruto mengetuk pintu kelas setelah urannya dengan Kaichou hampir selesai. Kenapa belum selesai ? Karena ia pasti akan diintrogasi oleh Sona.
''Masuk.'' jawab seseorang dari dalam untuk mengintruksi Naruto untuk masuk.
Cklek
''Ano.. Gomenasai Sensei, aku sedikit terlambat karena ada urusan sedikit dengan Kaichou.'' kata Naruto setelah memasuki kelas.
''Tidak masalah. Keempat temanmu sudah memperkenalkan diri, sekarang giliranmu.'' kata Sensei yang segera dilaksanakan oleh Naruto.
''Hai, minna. Perkenalkan, saya murid baru disini. Saya berumur 17 tahun, dan makanan kesukaanku adalah ramen. Semoga kalian bisa menerimaku dengan baik.'' kata Naruto. Tak berselang lama, kegaduhan pun terjadi yang dilakukan oleh para perempuan.
''Kyaa ! Dia tampan.''
''Aku pasti akan menerimamu setulus hatiku.''
''Lelaki tampan, apa kau sudah punya pacar.''
''DASAR PRIA TAMPAN !'' teriak para lelaki.
''DIAM !'' kata Sensei dengan deatglarenya yang membuat semua diam.
Naruto tanpa sengaja melihat Issei yang duduk ditengah kerumunan murid. Naruto tidak menyangka, Issei yang terkenal bodoh dan mesum bisa masuk kelas XI-A. Naruto yakin, Issei bisa masuk kekelas inti bukan karena otaknya, tapi karena sang kepala sekolah, Sirzech Geremory.
''Sensei, boleh saya duduk ?'' tanya Naruto kepada Sensei.
''Tapi kau belum memperkenalkan namamu.''
''Hahaha... Saya lupa, dattebayo.'' kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
Setelah itu, Naruto menatap Issei yang juga menatapnya. Dan pengenalan nama kali ini membuat Issei membulatkan matanya.
''Namaku... Naruto Uzumaki.''
.
.
Teng Teng Teng Teng
Bel istirahat baru saja berbunyi, dan inilah saat-saat yang dinantikan para murid untuk makan dikantin. Termasuk sesuatu yang dinantikan para siswi karena ingin mengajak pria tampan untuk makan bersama.
''Baiklah. Karena bel sudah berbunyi, Sensei mohon undur diri. Semoga pembelajaran kali ini dapat dipahami oleh kalian semua.'' kata sang Sensei.
''Ha'i, Sensei.'' jawab mereka serempak.
Dan ketika Sensei hendak membuka pintu, Issei terlebih dahulu menyerobot dengan berlari kencang.
Issei terus berlari dengan kencang kearah kelas XII-A, tak memperdulikan Sensei yang belum keluar dari kelasnya.
'Hah..hah..hah..hah.. Kenapa ? Kenapa dia masih hidup ?' batin Issei yang terus berlari dimana kelas Rias berada.
Brak
''BOCHOU !'' teriak Issei setelah sampai ditempat tujuan setelah mendobrak pintu.
Seluruh siswa dan siswi dikelas, menatap Issei yang berdiri sambil ngos-ngosan. Termasuk Sensei yang mengajar dikelas Rias.
''Ada apa Hyudou-san ?'' tanya sensei menatap heran.
''Tidak ada apa-apa, Sensei. Hanya ingin berbicara sesuatu dengan Rias Bochou.'' jawab Issei.
''Sensei, apa boleh aku keluar sebentar ?'' tanya Rias berdiri dari duduknya.
''Silahkan Geremory-san. Sekalian saja kau istirahat, sebentar lagi Sensei juga akan keluar.'' kata Sensei mendapat anggukan dari Rias.
.
.
''Baiklah Issei, ada perlu apa kau mencariku sampai kelelahan seperti tadi ?'' tanya Rias yang duduk disofa ruang ORC.
''Bochou, dia disini.'' kata Issei membuat Rias bingung.
''Siapa ?''
''Iblis cacat itu. Iblis yang tidak memiliki kekuatan.'' kata Issei lagi.
''Bicara yang jelas Iss...''
''Naruto Uzumaki.'' kata Issei memotong ucapan Rias.
''Naruto ? Uzumaki ?.'' Rias mengingat-ingat siapa Naruto itu. Setelah beberapa detik, ia langsung membulatkan matanya, dan setelah itu menundukkan kepalanya.
.
.
Naruto, Kiba, dan teman-teman Naruto berjalan menuju lantai bawah, tempat dimana kantin berada. Tak berselang lama, Naruto memberhentikan langkahnya yang membuat mereka juga berhenti.
''Kalian duluan saja, aku ingin pergi kesuatu tempat.'' kata Naruto tiba-tiba.
''Kemana ?'' tanya Fuu dengan wajah ingin taunya.
''Kesuatu tempat yang kurindukan yang dise...''
''...disebut atap.'' potong Kiba membuat Naruto cemberut.
''Jangan memotong seenaknya Kiba, dari dulu kau selalu seperti itu.''
''Hahaha.. Maaf, maaf.'' kata Kiba menggaruk belakang kepalanya. Ternyata keceriaan Kiba sudah kembali.
''Baiklah, aku pergi sekarang.'' kata Naruto dan langsung berlari melawan arah dari tujuan awalnya.
.
.
Seiblis gadis loli berambut putih berjalan dengan pandangan kosong menuju lantai atas, dengan sebuah wadah bekal berbentuk kucing ditangannya. Koneko Tojou, itulah nama dari loli tersebut.
Cklek
Setelah Koneko membuka pintu, ia tak melanjutkan perjalanan karena melihat pemuda tengah berbaring disebuah bangku putih tempat favoritnya. Yah, secara teknis itu bukan tempat kesukaannya saja.
Koneko mendekati pemuda pirang dengan poni menutupi wajah kirinya, dan tiga garis dimasing-masing pipinya. Tetapi garis dipipi kirinya tidak terlihat karena tertutup poni yang kelawat panjang. Dialah tokoh utama kita, Naruto Uzumaki.
Koneko menatap Naruto dengan intens, dan tiba-tiba wajahnya memerah karena sosok didepannya adalah sosok yang sering muncul dimimpinya dan melakukan hal itu.
Naruto yang instingnya mengatakan ada seseorang yang menatapnya, mulai membuka matanya.
''Oh, Neko-chan ?'' kata Naruto setelah mengetahui siapa makhluk kecil didepannya.
''Kenapa kau tidur ditempat favorotku ?'' tanya Koneko dengan wajah datarnya.
''Tempat favoritmu ? Ah! Maaf, aku tidak tau.'' kata Naruto lalu mendudukkan dirinya.
''Kau boleh duduk disampingku.'' kata Naruto sambil menatap Koneko.
Koneko diam sesaat sebelum akhirnya duduk disamping Naruto. Lalu Koneko membuka bekal yang dia bawa dan memakannya perlahan. Tetap dengan pandangan kosongnya, seolah dirinya hampa tidak ada kebahagiaan. Memang, setelah kejadian masa lalunya dengan kakaknya, Koneko tidak pernah lagi tersenyum atau tertawa lagi.
''Apa kau sering datang kesini ?'' tanya Naruto dibalas anggukan dari Koneko.
''Dan bangku ini menjadi bangku favoritmu ?'' lagi-lagi Koneko mengangguk menjawab pertanyaan Naruto, lebih tepatnya pernyataan.
''Apa banyak siswa atau siswi yang sering datang kesini ?'' tanya Naruto lagi layaknya seorang wartawan.
''Tidak. Hanya aku sendiri.'' kata Koneko yang masih memakan bekalnya berupa sushi.
''Kenapa kau menjadikan bangku putih sebagai tempat favoritmu ? Kenapa tidak bangku yang lain saja ?'' tanya Naruto untuk kesekian kalinya.
''Tidak. Aku lebih suka bangku ini. Disini aku merasa tenang dan nyaman. Kiba senpai bercerita kepadaku, bangku ini dulunya adalah tempat kesukaan sahabatnya ketika sedang merasa sedih. Jadi aku lebih suka tempat ini.''
Terjadi hening setelah Koneko mengatakan itu.
'Kiba, kau menceritakan sesuatu tentangku kepada orang lain tanpa persetujuanku. Hah~ kau sama sekali tidak berubah ya, Kiba.' batin Naruto sambil tersenyum.
''Naru, apa kau mau ?'' tanya Koneko dengan wajah datarnya.
Sedangkan Naruto, ia berkeringat dingin karena ditawari dengan nada yang tidak ada tingkat oktafnya.
''Ti-tidak, aku masih kenyang. Dan kenapa kau memanggilku 'Naru' ?''
''Saat kita pertama bertemu, kau mengatakan bahwa namamu adalah 'Naru'.'' kata Koneko membuat Naruto mengulang ingatan yang beberapa bulan lalu terlewat.
''Oh, waktu itu ya ? Sebenarnya aku belum selesai memperkenalkan namaku. Baiklah, namaku Naruto Uzumaki.'' kata Naruto membuat Koneko menatap Naruto terkejut.
''Na-Naruto Uzumaki ?''
''Kau pasti tak asing lagi dengan nama itu kan ? Hah~. Dulu, aku sangat senang berada disini. Disini aku juga merasakan apa yang kau rasakan, tenang dan nyaman, damai dan sejuk. Mulai saat itu, aku ingin tempat ini ramai dikunjungi para murid disini. Aku ingin berbagi kenyamanan dengan mereka. Itulah mengapa aku meminta kepada Sirzech-nii-sama untuk menaruh beberapa bangku disini. Tapi sampai sekarang, tidak ada yang mau datang kesini.'' kata Naruto sambil mengusap sandaran bangku putih yang sedikit pudar.
''Tapi masih ada yang mau datang kesini Uzumaki senpai, yaitu aku.'' kata Naruto mendapat senyum khas dari Naruto.
''Terima kasih sudah mau berkunjung dan menempati tempat favoritku, Neko-chan.'' kata Naruto mengelus kepala Koneko.
Koneko merasakan sesuatu yang nyaman dikepalanya, mulai mendengkur halus layaknya kucing. Semakin Koneko menikmati elusan Naruto, semakin condong tubuh mungil Koneko kearah Naruto sampai kepalanya bersandar didada bidang Naruto yang tertutup seragam.
Naruto sadar apa yang ia lakukan, menarik tangannya melepas elusan dikepala Koneko. Koneko yang tidak merasakan lagi kenikmatan dikepalanya, membuka matanya dan menegakkan tubuhnya.
''Gomen.'' kata Naruto dibalas anggukan oleh Koneko.
Lagi-lagi hening menyelimuti suasana mereka, sampai terdengan suara yang memalukan bagi Naruto.
Kruyk
Suara perut Naruto berbunyi dengan keras, menandakan ia minta diisi.
''Kau mau Uzumaki senpai ?'' tanya Koneko menyodorkan bekal yang ia bawa. Padahal ia tidak pernah memberikan sesuatu yang ia punya kepada orang lain.
Naruto sempat ragu untuk menerimanya, tapi ia melihat ketulusan dimata Koneko. Naruto mengambil sumpit yang diberikan Koneko, setelah itu ia menyumpit sebuah sushi yang langsung dimakannya. Dan Naruto menyumpit sushi untuk kedua kalinya, tapi bukan untuk dimakannya, tapi ia mengarahkan kearah Koneko.
''Aaa.'' titah Naruto.
Koneko menatap Naruto sesaat, sebelum menerima suapan dari Naruto. Dan sekarang giliran Koneko yang mengambil sumpit itu dan menyuapi Naruto dengan sushi ikan. Dan acar makan mereka disuguhi oleh aksi suap menyuap. Terkadang, sesekali Naruto membuat candaan yang membuat Koneko tertawa. Suasana seperti ini tidak pernah Koneko rasakan, sehinggan hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi Koneko.
''Uzumaki...''
''Jangan panggil aku dengan 'Uzumaki', panggil saja dengan namaku.'' kata Naruto memotong perkataan Koneko.
''Naruto senpai...''
''Jangan ada kata 'senpai', panggil saja seperti kita sudah kenal lama.'' lagi-lagi Naruto memotong perkataan Koneko.
''Naruto, apa aku boleh tanya ?'' tanya Koneko.
''Begitu lebih baik. Kau ingin bertanya apa ?''
''Bagaimana bisa kau masih hidup ? Kata Kiba senpai dan Akeno senpai, kau sudah mencabut bidak Pawn dari tubuhmu. Bukankah seorang iblis reinkarnasi yang mengeluarkan bidak dari tubuhnya akan mati ?'' tanya Koneko yang sangat penasaran.
Naruto diam seaaat, sebelum menangkup sisi kanan dan kiri Koneko dan menghadapkannya kewajahnya. Koneko menatap mata Naruto yang biru. Koneko yang mengira Naruto akan menciumnya, mulai memejamkan mata dan sedikit memajukan bibirnya.
''Koneko.'' panggil Naruto membuat Koneko membuka matanya.
''Kenapa kau memejamkan matamu ?'' tanya Naruto dengan heran.
''Aku ingin memberimu ingatanku, tapi kau malah memejamkan mata.''
Setelah mendengar pernyataan Naruto, Koneko langsung blank dibuatnya.
''Baiklah, aku akan mentransfer memoriku.'' kata Naruto dibalas anggukan oleh Koneko dengan wajah memerah.
Naruto memejamkan matanya beberapada detik, dan setelah itu membukanya kembali. Mata kanan Naruto yang semula biru, kini berubah menjadi merah darah dengan tiga tomoe di bola matanya.
Koneko yang merasakan kekuatan besar dan mengerihkan dimata itu, mulai sedikit takut.
''Sharingan.''
Beberapa detik setelah memberi ingatan kepada Koneko, mata Naruto kembali normal seperti semula.
Koneko yang menerima semua ingatan Naruto, merasakan sakit dikepalanya. Akan author tekankan lagi, SEMUA. Bahkan ingatan saat Naruto mandi dan saat diperkosa Yokai kecil.
''Kau tau kan kenapa aku masih hidup sampai sekarang ?'' tanya Naruto dibalas anggukan pelan dari Koneko yang berwajah merah.
''Ja-jadi, pria bertopeng Kitsune itu adalah kau ?'' tanya Koneko dibalas anggukan oleh Naruto.
''Kau benar. Dan aku minta maaf, waktu itu aku sempat melemparmu.''
''Tidak masalah.'' kata Koneko mengangguk.
Setelah Koneko mengatakan itu, suasana kembali sunyi, hanya ada suara yang berada di bawah.
''Koneko, kenapa kau tidak memperkuat senjutsumu ?'' tanya Naruto memecah keheningan yang sempat terjadi.
''Tidak, aku tidak ingin mempelajari kekuatan senjutsu ataupun memperkuatnya. Ada hal yang kubenci dari senjutsu.'' kata Kobeko dengan wajah yang menunduk kebawah.
''Apa karena kakakmu ?'' tanya Naruto membuat Koneko terkejut.
''Bagaimana kau...''
Aku bisa mepihat masa lalumu saat aku memberikan ingatanku.'' kata Naruto membuat Koneko terdiam.
''Koneko, apa kau membencinya ?'' tanya Naruto yang dibalas dengan diam oleh Naruto.
''Dia tidak bersalah.'' lanjut Naruto yang ingin ditentang oleh Koneko.
''Tapi dia...''
''Tidak semua yang kau pikirkan itu benar, Koneko. Saat itu, kakamu kehilangan kendali karena kekuatan senjutsu yang berlebih.'' kata Naruto memotong ucapan Koneko.
''Tapi sama sajakan...''
''Hilang kendali dan mendapatkan kendali itu berbeda. Jika kau bisa mengendalikan kekuatan senjutsu, aku yakin kau lebih kuat dari sekarang. Jadi, kau tidak perlu takut untuk mempelajari kekuatan senjutsu. Dan jika kau bisa, kau tidak perlu memendam benci pada kakakmu.'' kata Naruto yang didengar dengan baik oleh Koneko.
''Koneko, aku yakin kamu bisa,. Jika kau mau, aku aku akan mengajarimu menyerap kekuatan alam yang baik dan benar.'' kata Naruto dengan wajah serius.
Koneko menatap mata biru Naruto yang menyiratkan sebuah ketulusan dan kesungguhan.
''Benarkah ?'' tanya Koneko dengan wajah penuh harap.
''Hmm.''
''Aku mau.''
Naruto tersenyum mendengar jawaban Koneko.
''Yosh ! Kita akan belajar dua hari lagi, dimulai dari sekarang.!'' kata Naruto dengan mengepalkan tangannya dan mata yang berapi-api layaknya Rock Lee yang terlalu bersemangat.
Koneko yang melihat tingkah Naruto, mulai tertawa kecil. Tapi tawanya harus terhenti saat Naruto mengajak Koneko kembali kekelas.
''Ne, Koneko. Sebentar lagi bel akan berbunyi, lebih baik kita kembali kekelas masing-masing.''
''Baiklah.'' kata Koneko dengan lesu karena kegembiraannya akan berakhir secepat ini.
Naruto yang menyadari gelagat Koneko, langsung mengelus kepala putih Koneko.
''Tenang saja Neko-chan, kita akan bertemu lagi besok. Jadi, kau jangan sedih.'' kata Naruto membuat Koneko sedikit senang.
''Baiklah, ayo.'' ajak Naruto menarik tangan Koneko.
'Entah kenapa jika bersamanya, aku merasa tenang, nyaman , dan...cinta.'
Dan mereka berdua berjalan beriringan menuju pintu yang menghubungkan atap dengan tangga yang menuju kebawah.
.
.
Tepat dikoridor kelas XII, Koneko dan Naruto berjalan bersama dengan santai. Sesekali mereka tertawa karena candaan dan godaan Naruto yang ditujukan kepada Koneko.
''Yakin ?''
''Tentu saja, tidak mungkin aku menyukai lelaki yang sembarangan.'' kata Koneko yang berjalan disamping Naruto.
''Tidak sembarangan ? Apa kau suka pada lelaki yang bergigi tonggos seperti ini ?'' tanya Naruto sambil menonggoskan giginya.
''Hahaha... Tidak seperti itu juga. Dasar kau ini.'' kata Koneko memukul pelan lengan Naruto.
Tapi perjalanan mereka harus terhambat karena Duo Great Onee-sama datang menghadang mereka. Siapa lagi kalau bukan Rias dan Akeno.
''Apa kau Naruto ?'' tanya Rias to the point.
''Ya benar, memangnya ada keperlu...''
''Ara ara. Ternyata memang benar kau Naruto-kun.'' kata Akeno memotong perkataan Naruto.
''Kau semakin tampan saja ya ? Oh ! Ada Koneko-chan. Fufufu.'' kata Akeno mepihat Koneko disamping Naruto.
Rias yang baru menyadari ada Koneko, langsung menatap mereka intens.
''Kenapa kalian bisa berjalan bersama ?''
''Tidak ada salahnya kan jika saya dan Tojou-san jalan bersama.'' kata Naruto formal.
''Memang benar. Hanya aneh saja, kalian baru kenal tapi sudah terlihat dekat.'' kata Rias kembali.
''Dan juga, Koneko-chan juga merasa senang tadi.'' kata Akeno saat tadi nelihat Naruto dan Koneko tertawa bersama.
''Seseorang senang bersama tidak harus kenal lama. Bahkan seseorang yang baru kenal beberapa detik saja bisa langsung akrab.'' kata Naruto.
''Baiklah, kita kesampingkan hal itu. Naruto, setelah pulang sekolah nanti, apa kau bisa datang keruang ORC ?'' tanya Rias yang membuat wajah Naruto datar.
''Maaf Geremory-san, setelah pulang sekolah nanti aku ada urusan. Mungkin lain kali aku akan kesana.'' kata Naruto dingin.
Koneko yang menyadari perubahan pada sikap Naruto, langsung menggenggam tangan Naruto. Ia takut sikap hangat Naruto berubah menjadi sikap tidak peduli yang tidak akan bisa menghiburnya seperti tadi.
''Baiklah, jadi kapan kau bisa datang ?'' tanya Rias kembali.
''Aku tidak tau. Jika ada kesempatan, aku akan datang. Baiklah Geremory-san, aku pamit dulu. Permisi Geremory-san, Akeno.''
''Fufufu... Silahkan Naruto-kun.'' kata Akeno sambil tertawa khasnya.
Naruto dan Koneko kembali berjalan dengan tangan Koneko yang masih menggenggam tangan Naruto.
Akeno menatap kepergian Naruto dan Koneko dengan senyum indahnya.
'Akhirnya kau kembali juga Naruto-kun.'
.
.
Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit yang lalu,. Sekarang, Naruto dan teman-temannya berjalan untuk kembali pulang kerumah mereka. Tapi dalam perjalanannya, mereka harus berhenti karena didepannya berdiri pemuda Oppai Lovers dengan seragam Kuoh.
''Hei kau !'' kata Issei menunjuk kearah Naruto yang menatapnya.
''Naruto, apa aku boleh ikut campur ?'' tanya Ichigo dengan tangan mengepal.
''Untuk saat ini tidak perlu.'' kata Naruto menggelengkan kepala.
''Hei ! Apa kau tuli ? Aku memanggilmu.'' kata Issei sedikit keras.
''Apa yang kau inginkan Hyodou-san ?'' tanya Naruto tenang.
''Jangan sok ramah kau! Bagaimana kau bisa masih hidup hah ?!''
''Aku tidak tau, yang pasti karena aku belum mati. Hyodou-san, kami terburu-buru, jadi tolong sebelum saya melakukan hal lebih.'' kata Naruto dingin.
''Melakukan hal lebih ? Heh, kau bisa apa ? Bahkan ketika Rias-chan menikmati permainanku, kau hanya bisa melihat. Coba bayangkan, desahan yang erotis, dada yang kenyal, bibir yang ranum. Kau tau desahannya ? Ahh~ Ahhhnnh~~. Nikmat. Kah bahkan belum pernah meremas dada Rias-chan, begitu lembut.'' kata Issei yang hampir menyulut emosi Naruto.
''Kau ! Kau sengaja membuat Naruto marah hah !?''ucap Ichigo marah.
''Sudahlah Ichigo, lebih baik kita pergi.'' cegah Naruto saat Ichigo ingin berlari kearah Issei.
''Kalian pikir kalian bisa pergi begitu saja ? Itu tidak...''
''Hyodou-san, aku ada kabar untukmu. Saat kami berjalan pulang, kami tidak sengaja melihat Geremory mencarimu. Ia berkata bahwa dirinya sudah tidak tahan.'' kata Rukia mencoba mengusir Issei.
''Benarkah ? Dia sudah tidak tahan ?'' tanya Issei dengan wajah mesumnya.
''Baiklah, aku datang Rias-chan!'' Issei berlari dengan kencang dengan wajah mesumnya.
''Cih! Dasar ero no baka.'' decih Rukia.
''Naruto, ayo lanjutkan.'' kata Gaar mendapat anggukan dari Naruto.
Beberapa menit mereka berjalan, Naruto ingat sesuatu. Ia ingin pergi kesuatu tempat.
''Ano, minna. Kalian pulang saja duluan, aku ingin pergi kesuatu tempat.'' tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya, Naruto langsung melenggang pergi.
.
.
Bersama Naruto
Naruto berjalan menuju kesebuah restoran Oishi yang baru buka beberapa bulan yang lalu. Setelah sampai didepan pintu restoran, Naruto segera membuka pintu dan memasukinya.
''Ano... Permisi.'' kata Naruto setelah sampai ditempat sang kasir berada.
''Iya, apa ada yang bisa saya bantu ?'' tanya sang penjaga kasir yang memiliki wajah cantik yang berumur sekitar 21 tahun.
''Saya ingin bertemu dengan pemilik restoran ini.'' kata Naruto dengan senyumya yang membuat sang penjaga kasir merona dibuatnya.
''Tunggu sebentar.'' kata sang kasir sebelum meneka-nekan tombol telepon yang berada dimeja kasir.
''Moshi moshi, Shiro-sama. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda''...''Baiklah, akan saya antarkan.'' kata sang kasir, setelah itu ia menutup telponnya.
''Baiklah, ikuti saya.'' kata sang kasir mendahului Naruto.
Skip~
''Jadi, kau ingin melamar pekerjaan disini ?''tanya seorang perempuan berusia 27 tahun yang merupakan pemilik restoran disini.
Naruto mengangguk mendengar pernyataan dari sang pemilik restoran.
''Baiklah. Berhubung karyawan disini masih kurang, kamu saya terima bekerja disini.''
''Baenarkah ?'' tanya Naruto dengan senang.
''Iya. Dan perkenalkan, namaku Shiro Hikari.'' kata Shiro mengarahkan tangannya kearah Naruto.
''Ah, iya. Nama saya Naruto Uzumaki.'' kata Naruto membalas jabatan tangan dari wanita cantik tersebut.
''Baiklah Naruto, kau boleh bekerja dari sekarang.'' kata Shiro sambil tersenyum.
''Arigatou, Shiro-sama.'' kata Naruto dengan sedikit membungkukkan badan.
''Jangan panggil aku dengan akhiran '-sama', panggil seperti biasa saja.'' kata Shiro sambil mengibaskan rambut putihnya yang ia dapat dari ibunya.
''Baiklah Shiro-san, saya permisi untuk kedapur. Mungkin ada yang bisa saya bantu.'' kata Naruto.
''Oh ya Naruto, aku belum bertanya, kau ingin mengambil pekerjaan apa ? Pelayan atau pengurus dapur ?''
''Mungkin dua-duanya. Baiklah Shiro-san, permisi.'' kata Naruto mendapat anggukan dari Shiro.
.
.
Bersama Ichigo dan yang lain.
Mereka berjalan kesebuah rumah yang terbilang besar jika dibilang rumah. Tapi kenyataannya memang rumah.
Ckel
''Tadaima.'' kata mereka serempak sambil memasuki rumah.
''Ah ! Percuma saja. Lagi pula tidak ada siapa-siapa dirumah.'' kata Ichigo sambil mengibas-ibaskan tangannya.
Tapi mereka dibuat terkejut oleh suara anak kecil yang menjawab salam mereka.
''Okaeri.''
Hmm!? Siapa ya sosok tersebut ?
.
.
Masih dihari yang sama, tetapi berbeda waktu. Kita lihat pada malam hari, sekitar 09 : 27. Naruto berjalan menuju kesebuah rumah yang terbilang besar jika dibilang rumah. Tapi kenyataannya memang rumah.
''Tadaima.'' kata Naruto sambil memasuki rumah.
''Okaeri.'' jawab ketiga lelagi yang duduk disofa, sedangkan ketiga wanita yang duduk disofa hanya diam.
''Kalian kenapa ?'' tanya Naruto heran. Kemudian ia menatap Gaara.
''Aku tidak tau harus bersikap apa, jadi aku mengikuti saja.'' kata Gaara yang sama sekali tidak dimengerti oleh Naruto.
Naruto menatap Shikamaru yang berwajah ngantuk.
''Huaaahm. Mendokusei. Apapun pilihanmu, aku setuju saja.''
Kemudian Naruto melihat Ichigo yang duduk disamping Rukia.
''Naruto, apapun pilihanmu, aku juga menyetujuinya. Asalkan kau bisa membuatnya bahagia.'' perkataan Ichigo sangat tidak tidak tidak dimengerti sama sekali oleh Naruto.
Setelah itu Naruto menatap Rukia menuntut jawab, tapi Rukia hanya berkata satu kata.
''Pedo.''
''Kalian ini kenapa sih ? Megumin, sebenarnya ada apa ini ?'' tanya Naruto yang sangat bingung.
''Aku tudak menyangka Naruto, kau melampiaskan nafsumu kepada seorang anak yang masih lugu dan polos.''
''Apa maksudnya sih ?'' lagi-lagi Naruto harus dibuat frustasi sejadi-jadinya.
''Setelah kau menodainya, kau bahkan tega meninggalkannya sendiri.'' kata Fuu juga menimpali.
''Aaakkhh ! Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Anak kecil ? Menodai ? Memangnya siapa ?'' tanya Naruto menjambak rambutnya. Tapi ia harus menoleh keasal suara yang menyita perhatiannya.
''ONIII-CHAAN !'' teriak seorang anak kecil sambil berlari kearah Naruto dan memeluk kaki Naruto.
''Ku-Kunou-chan ?'' Naruto sangat terkejut saat mengetahui siapa anak kecil yang berteriak tersebut.
''Anak itulah yang kami maksud.'' kata Megumin membuat otak Naruto harus bekerja keras. Ketika menyadari maksud dari teman-temannya, Naruto langsung berteriak sekeras-kerasnya.
''EEEEHH! Ti-tidak ! Ini tidak seperti yang kalian pikirkan!''
''Lalu apa ?'' tanya para gadus bersamaan.
''Di-dia yang memperkosaku, bukan aku yang memperkosanya.'' bela Naruto.
''Cih, dasar, para lelqki sama saja.''
''Aku tidak seperti yang kalian pikirkan, dattebayo.''
''Buktinya ada didepan mata.''
Dan debat kali ini berjalan cukup lama hingga memakan waktu 2 jam 20 menit 7 detik. Hingga akhirnya Naruto menceritakan kejadian yang sebenarnya dan awal terjadinya. Untung saja penjelasan Naruto yang panjang x lebar = luas bisa membuat ketiga gadis iblis paham.
''Jadi seperti itu ?'' kata Fuu mengangguk-anggukkan kepala.
''Hm. Kadi kalian jangan menuduhku yang tidak-tidak.'' kata Naruto dengan Kunou yang ada dipangkuannya.
''Ano.. Naruto, kami minta maaf karena telah menuduhmu yang bukan-bukan.'' kata Megumin mewakili.
''Ya, baiklah, aku maafkan. Lagipula kalian tidak tau awal mulanya. Ne, Kunou-chan, kenapa kau bisa ada didunia manusia ? Apa kau datang sendiri ?'' tanya Naruto melihat Kunou yang ada dipangkuannya.
''Hehe. Tadi pagi Kaa-chan yang mengantar Kunou, dan Okaa-sama menitipkan ini.'' kata Kunou sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas.
Naruto membuka gulungan tersebut dan terpampang jelas dimata Naruto beberapa kalimat dikertas tersebut. Tapi belum sempat Naruto membacanya, ia merasakan angin sepoi-sepoi dibelakang lehernya yang membuat bulu kuduknya berdiri. Dan saat Naruto menolehkan kepalanya kebelakang, Ichigo, Gaara, dan yang lainnya berada dibelakang Naruto dengan mata mereka yang tertuju pada kertas tersebit. Bahkan Shikamaru membawa sebuah kaca pembesar untuk memperjelas tulisannya.
''Apa yang kalian lakukan ?''
''Membaca.'' jawab mereka serempak.
''Yah, terserah.'' kata Naruto, kemudian ia membaca isi kertas tersebut.
''Naruto, aku menitipkan Kunou-chan padamu. Ku harap kau tidak merasa keberatan dengan adanya Kunou dirumahmu. Kau tau ? Beberapa hari setelah kau pergi, dia selalu mengigaukan namamu, jadi daripada ia mengamuk lagi, aku mengirimnya kedunia manusia.
Dan jika Kunou-chan menginginkan 'itu', tolong kau turuti ya ? Naruto, kau tidak inginkan bangunan disitu hancur ?
Dan jika kau bertanya bagaimana aku bisa mengetahui rumahmu...yah karena aku tau.
Baiklah, hanya itu pesan-pesan yang kuberikan. Semoga kau bisa 'melayani' Kunou dengan baik.''
Begitulah isi dari surat tersebut, yang secara tidak langsung Yasaka menyuruh Naruto merawat Kunou.
'Dasar ibu tidak bertanggung jawab.' batin Naruto.
''Ne, Onii-chan. Sekarang sudah malam, Kunou ingin tidur.'' kata Kunou memecah keheningan yang ada.
''Baiklah, Onii-chan juga ingin tidur.'' kata Naruto.
''Kalau begitu, Kunou ingin tidur bersama Onii-chan.'' kata Kunou dengan girang.
''Yah, baiklah.'' kata Naruto sambil berdiri dengan Kunou yang ada digendongannya.
''Minna, jika kalian ingin tidur, jangan lupa untuk mematikan lampu.'' kata Naruto melenggang pergi.
''Hah~ Jaman sudah berubah ya. Yang biasanya lelaki yang memperkosa perempuan, tapi kali ini perempuan yang memperkosa lelaki. Yang memperkosa anak kecil pula.'' kata Ichigo geleng-geleng kepala.
'Sial, aku keduluan oleh anak itu.' batin dua iblis yang ada disitu bersamaan.
.
.
Didalam sebuah ruangan yang cukup gelap, terdapat dua sosok yang saling berhadapan, tapi jarak sosok tersebut sedikit jauh.
''Bagaimana keadaan Chaos Brigade ?'' tanya sosok yang duduk disebuah singgasana seperti sebuah altar.
''Untuk saat ini, keadaan terbilang masih baik.'' kata sosok yang berdiri didepan sosok pertama.
''Yang lain?''
''Kekuatan para anggota Chaos Brigade berkembang pesat, terlebih lagi terdapat seorang pemegang Sacred Gear naga surgawi, Albion.'' kata sosok yang berdiri yang membuat sosok yang dihadapannya tertawa.
''Hahahaha... Aku telah berhasil mengambil kekuatan Ophis, dan aku akan menciptakan Great War kedua. Setelah itu aku akan mengambil alih dunia ini. Hahahaha.''
.
.
T.B.C
.
.
Hai minna, jumpa lagi dengan author Lio-kun11. Baiklah, kita akan memasuki sesi jawab review gabungan. Ini dia~~~~~
Ok. Yang pertama soal pair. Kalau pair sih...mmm...sepertinya akan lebih dari lima, karena author juga akan memasukkan Kuroka dan Yasaka dalam pair Naruto. Dan untuk ukuran loli atau tidak, author lebih suka campuran, ada loli dan ada yang sepadan. Walaupun author lolicon, author masih selera yang beroppai besar. Eee...author terdengar mesum ya ? Haha.
Untuk typo. Nah ! Ini nih yang jadi kebiasaan author, setiap nulis pasti keserempet sebuah huruf yang tidak sengaja terpencet. Banyak yang mengira hal typo itu tidak penting, tapi menurut author itu penting, demi kenyamanan membaca reader sekalian.
Dan sekarang alur. Untuk alur cerita, mungkin author kurang pandai merangkai sebuah cerita yang menarik, sehingga author lebih suka mengikuti alur yang sama seperti dicannon. Yah~ itu terserah para reader, suka atau tidak. Jika reader tidak suka, author tetap berterima kasih karena telah bersedia membaca fic gaje milik author. Author juga berterima kasih kepada para reader dan senpai yang masih setia membaca fic author. Huhuhu~~~ author jadi terharu. Banyak para author fanfic yang menulis sebuah kalimat ''Don't like, Don't read'', yang artinya ''Tidak suka, Jangan dibaca'', kurang lebihnya seperti itulah. Kalimat itu tidak berlaku bagi author, karena siapa saja boleh membaca fic milik saya. Suka tidak suka boleh dibaca, mau tidak mau juga boleh dibaca, senang tidak senang juga boleh membaca.
Bagi yang khawatir jika fic ini akan berhenti ditengah cerita, kalian jangan khawatir. Jika tidak ada sebuah halangan, author tetap akan melanjutkan fic ini sampai dititik finish.
Dan untuk masalah Kunou. Haha..itu yang membuat para reader tidak setuju dengan fic author. Author juga tau kalau Kunou masih dibawah umur, jadi author terlihat seperti pedo. Sengaja author memasukkan Kunou karena author iseng saja, dan author suka carakter Kunou. Terserah reader ingin menyebut author pedo atau lolicon, yang pasti untuk pair Kunou, author hanya iseng saja, tidak ada maksud lain.
Baiklah, mungkin hanya ini yang bisa author jawab.
Bagaimana minna, apa kalian sudah puas dengan chap ini ? Maaf jika jelek. Dan jangan lupa untuk menulis sesuatu dikotak review. Emmm...Author bingung ingin berkata apa, jadi...yah kalian taulah apa kata author setelah itu ? Yap ! Author akan mengatakan ''Jumpa lagi dichapter selanjutnya. Jaa''.
