Sincerely - Nao (Ryuusei no Bifrost album)
Have a nice day
Arc 2
Lecture 9; Imperial Alborz Mage Corps
Gosso dalam hidupnya sebagai pasukan kerajaan baru ini melihat bagaimana banyaknya pasukan invasi. Mungkin karena kerajaan Alborz adalah kerajaan yang sama sekali tidak diketahui banyak orang sehingga kerajaan Alborz cukup damai.
"Disini albert. Semua berantakan! Aku ulangi semua berantakan! Mereka memaksa menyerang" albert berbicara panik ketika kumpulan pasukan Otogakure melakukan pemanggilan monster ular raksaksa.
Saat itu juga pasukan bergerak dalam jumlah cukup besar. Gosso kemudian melepas pakaian Anbu miliknya dan menampilan dirinya yang sebenarnya.
Bersama di stadion
Saat ledakan terjadi sebuah kilatan cahaya membuat seluruh penonton jatuh dalam tidur. "Kazekage dono. Aku tidak menyangka jika anda akan melakukan tindakan tidak sopan seperti ini" Hiruzen menatap dingin pada Kazekage yang masih diam.
"Seperti biasa kau sangat naif, sensei" suara pria dengan desis ular datang ketika sepenuhnya sang kazekage melepaskan jubahnya.
"Orochimaru" Hiruzen mulai menyipitkan mata pada Orochimaru yang tersenyum.
"Sudah lama ya. Sensei" Orochimaru memberi nada sambutan ketika seluruh penonton jatuh kedalam teknik Genjutsu tidur. Sementara shinobi mulai Saling bertarung satu sama lain.
"Apa tujuanmu... Orochimaru!" Hiruzen melepaskan jubah putihnya dan menampilkan dirinya yang mengenakan pakaian tempur.
Dengan tertawa sedikit orochimaru membentangkan tangannya. "Kehancuran Konohagakure"
"Namun sayang sekali jika rencanaku akan tertunda jika kau masih hidup sensei. Jadi aku akan membunuhmu terlebih dahulu" Orochimaru kemudian menuju Hiruzen.
Hiruzen dengan segera memunculkan sebuah kera dan berubah menjadi tongkat hitam sebagai senjatanya.
Bersama Naruto.
"Roh petir serang" Naruto melancarkan kejutan listrik ketika musuh berusaha menyerangnya.
(Sfx tembakan) Satsuki juga menembak musuh dengan Bullet Pain menyebabkan musuh pingsan. Miyuki dilain sisi bertindak sebagai medis yang membantu para shinobi terluka maupun shinobi yang tertidur dibawah pengaruh Genjutsu.
"Miyuki-chan bagaimana kondisinya" Satsuki bertanya pada Miyuki yang berusaha merawat shinobi terluka.
Miyuki masih berusaha mengobati dengan setiap kemampuan yang ada.
(Sfx punch & kick)
"Mereka merepotkan sekali" Naruto memukul dan menendang musuh yang berusaha menyerang.
"Naruto! Satsuki ! Miyuki!" Kakashi dengan ikat kepala terangkat dan menampilkan sharingannya menatap ketiga murid-muridnya yang masih berusaha melakukan yang terbaik.
Awalnya pada minggu sebelum dimulai final Satsuki sempat kaget ketika melihat sharingan Kakashi namun setelah melalui beberapa penjelasan. Satsuki terima jawaban itu lagi pula jika itu mata curian. Satsuki tidak keberatan jika yang menggunakannya adalah orang baik selama demi tujuan baik.
"Sensei!" Ketiganya menuju kakashi yang bersembunyi di balik kursi penonton dimana masih terjadi pertarungan diatas kepalanya.
"Bagaimana dengan kalian? Apa kalian masih sanggup bertarung?"
Kami bertiga bahkan belum bertanya mengenai kondisi kakashi di tempat pertama. Namun kakashi bertanya seolah kami sudah bertanya mengenai dirinya terlebih dahulu. "Kami baik-baik saja. Apa yang sebenarnya terjadi sensei" Miyuki bertanya ketika melihat beberapa shinobi masih terus bertarung.
'Naruto-sama... Aku merasakan tanda bahaya sangat besar datang dari hutan utara' Yoko masih dalam wujud tak terlihat memperingatkan naruto melalui Link pikiran
'Begitu ya.. Terima kasih Yoko' Naruto tersenyum dan ingin menjelaskan pada kakashi apa yang didapatkan Naruto. Namun saat Naruto ingin membuka suara sebuah aura membunuh kuat datang dari lokasi dimana Yoko memberitahukan.
"Ini Invasi..." kakashi kemudian membentuk segel tangan rumit dan mengucapakan kalimat akhir.
"Kuchiyose no Jutsu" saat asap muncul sebuah anjing keluar.
"Yo kakashi" Pakkun membuat sapaan pertama ketika dia muncul. Naruto, Miyuki, dan Satsuki sangat kaget ketika melihat anjing bicara.
"Dengar kalian bertiga... Kalian pergilah kearah sumber itu. Pakkun arahkan mereka kesana.
"Kakashi aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi... Tapi kau berhutang makanan enak untuk ini..."
Kakashi hanya menganggukkan kepala dan melirik kembali dimana shinobi konoha mulai terpojok. "Pakkun sekarang pergi! Naruto, Miyuki, Satsuki . Aku tidak tahu kalian menyembunyikan apa dari sensei kalian. Tapi saat ini keluarkan setiap kemampuan yang kalian punya menghadapi Gaara"
(Sfx dentingan) saat itu juga sebuah kunai melayang menuju kakashi dan berhasil ditahan. "Sekarang pergi!"
(Sfx ledakan) kakashi meledakkan tembok stadion dan membuat lubang agar mereka dapat melarikan diri.
"Aku mengandalkan kalian" Kakashi melirik kearah murid-muridnya yang sudah pergi. Walau murid-muridnya sangat melampaui harapan kakashi dalam teknik maupun skill kombatan.
"Sekarang mari kita selesaikan ini" Kakashi membuka kedua matanya dan sharingan menatap dimana lawannya.
Di desa
"Uagh!" Shinobi terbunuh akibat serangan shinobi lawan.
(Sfx ledakan) Raksaksa ular menghancurkan gedung dan menyebabkan banyak shinobi terlempar.
"Sialan!" Salah seorang shinobi konoha tertentu saat ini sedang mengevakuasi rekannya yang terluka. Dia adalah seorang guru akademi dengan luka horizontal di hidungnya.
"Yo!" Shinobi itu terkejut ketika musuh ada didepannya dengan pedang langsung menuju dirinya.
Shinobi itu karena tidak sempat mengelak yang bisa dilakukannya hanya terkejut. Hingga beberapa centimeter pedang itu terhenti.
Shinobi yang berusaha membunuh pria itu langsung terbaring setelah dipukul dibagian leher hingga pingsan.
"Ha?!" Iruka adalah nama pria itu. Dia menatap siapa yang menyelamatkan nyawanya. Yang berada di depannya adalah pria tampan dengan tubuh cukup tinggi dan rambut biru panjang. Dia juga seragam aneh dengan model seperti jubah berwarna biru.
Saat pria itu menatap kearah korban luka. Iruka dapat melihat pria itu memakai syal putih dengan logo salib hitam tanda seorang ksatria.
"Dia baik-baik saja.. Dia tidak menerima luka fisik hanya benturan dan pingsan. Apa kau baik-baik saja"
Pria aneh itu menatap Iruka dengan tenang. "Siapa kau" Iruka masih tidak percaya siapa dia. Hanya saja karena pria ini menyelamatkan nyawanya maka sedikit bisa percaya.
"Saat ini tidak terlalu penting siapa aku. Yang terpenting adalah pergi ketempat yang aman. Desa ini sudah terkepung" Pria berambut biru menatap kearah iruka dengan wajah serius.
"Jangan khawatir. Aku adalah rekan untuk saat ini" Pria itu kemudian menatap shinobi yang menuju kearah Iruka. Pria itu tetap diam hingga pria itu mengulurkan jari telunjuknya dan sebuah lingkaran kecil aneh diikuti rangkaian huruf sangat banyak terbentuk di ujung jari pria itu.
"Serang" iruka mendengar pria itu mengatakan sesuatu hingga saat itu juga iruka terkejut luar biasa ketika aliran cahaya sangat cepat menuju para shinobi. Hebatnya lagi cahaya seperti laser itu ketika mengenai para shinobi, mereka tewas dengan lubang berukuran diameter 7mm.
Iruka tidak bisa berhenti melebarkan mata dan mulut ketika melihat teknik pria aneh itu yang menghabisi musuh kurang dari 3 menit dengan jarak 600 meter.
(Albert... Number 7. The shooter, dia adalah Mage terhebat dengan teknik jarak jauh yang mampu mengenai target hingga jarak maksimal 7 km. Oleh karena itu dikerajaan. Albert dipanggil The Sniper.)
"Apa yang kau tunggu! Segera pergi" Albert memerintahkan pria/shinobi yang bernama Iruka agar cepat pergi.
Iruka yang masih terkejut segera bangkit dan pergi menuju tempat aman. "Sial ini diluar prediksiku" Albert menggeram saat terus menembaki musuh yang berada di jarak medium (700-2000 meter)
"Mereka juga tidak ada habisnya" Albert kemudian memukul musuh yang berada di belakangnya. Lalu melanjutkan penyerangan. Saat albert terus menembaki sebuah ledakan menarik perhatiannya.
Hingga secara tiba-tiba semacam pilar cahaya keunguan terbentuk dan membuat semacam penghalang.
"Albert. Apa kau lihat ini?" Gosso berbicara ketika melihat sebuah penghalang. Dari posisi Albert yang berada sekitar 900 meter dari lokasi mulai menggunakan teknik mata jauhnya.
"Hokage 3 terperangkap dengan orochimaru disana" Gosso yang masih bertarung cukup terkejut. Lalu Gosso membalas.
"Apa yang harus kita lakukan, bocah" Pria tua itu masih bertarung dan bertarung dengan shinobi lawan.
"Kita harus menunggu bantuan terlebih dahulu" Albert kemudian berdiri dari posisinya dan mencari spot lain untuk menembaki musuh.
Gosso masih melanjutkan bertarung dengan shinobi konoha jadi penonton seperti orang bodoh. "Whoa... Sugoi... Pria itu kuat sekali" Banyak shinobi konoha sangat Kagum melihat Gosso mengalahkan 50 lawan hanya dengan tangan kosong.
(Gosso Number 24 the Magus. Dia dikenal sebagai pria yang sangat hebat bertarung menggunakan teknik ninjutsu maupun sihir. Namun kemampuan bertempurnya sangat hebat melebihi kemampuan sihir maupun ninjutsunya sehingga Gosso paling sering di garis di depan. Alborz memiliki 14 Pasukan Number dari 22 dan 2 adalah support. Persyaratan menjadi pasukan Number tidaklah mudah. Hanya mereka yang memiliki kemampuan melebihi Hashirama maupun Madara lah yang mampu menjadi Pasukan Number. Saat ini pasukan Number hanya 14 orang dari yang seharusnya 24. Jadi bisa dikatakan jika kerajaan Alborz ingin merekrut lagi pasukan Number)
Bersama Hiruzen
"Heh... Aku tidak menyangka jika kau bertujuan untuk membunuhku ya" Hiruzen kemudian memejamkan mata sejenak lalu mengumpulkan setiap energi yang dipunya untuk bertarung melawan mantan muridnya.
"Ayo maju" Hiruzen maju dengan kecepatan penuh dan berusaha menyerang lagi.
"Ini menarik. Walau kau sudah tua.. Kau tidak pernah kurang kemampuanmu ya... Sensei" Orochimaru berdiri dengan senyuman.
"Sudahlah sensei terima saja fakta jika kau kalah... Desa ini hancur" Orochimaru mengatakan dengan tenang ketika melihat banyak shinobi konoha melarikan diri.
Dengan menggeram Hiruzen maju menyerang lagi dengan kepercayaan jika para shinobi tidak akan menyerah.
Di desa.
"Uagh!" Shinobi konoha terbunuh.
"Ini percuma mereka terlalu banyak... Agh!" Shinobi konoha satu persatu berguguran ketika musuh dalam jumlah sangat banyak mulai berdatangan.
"Kuchiyose no Jutsu" Suara baru membuat shinobi konoha terkejut. Dan semangat bertarung mulai bertambah ketika melihat siapa yang datang.
"Itu Jiraya no Sannin" Semua shinobi mulai bersemangat dan bersorak ketika Jiraya dengan mudahnya membuat pose konyol.
"Sekarang maju Gamabunta" Jiraya memerintahkan untuk menyerang Ular raksaksa itu.
"Baiklah" Gamabunta menjawab dan menyerang menggunakan pisau dibelakang tubuhnya.
"Yosh... Kita pasti akan menang" Shinobi konoha bersemangat.
"Ehehehe... Itu baru semangat!" Jiraya membuat pose menyemangati pada shinobi. Jiraya kemudian menuju shinobi yang berusaha menyerang.
"Hiyah!" Jiraya maju dengan kekuatan penuh. Untuk beberapa saat pertarungan menjadi satu sisi namun ketika pasukan musuh semakin banyak dan shinobi konoha mulai kelelahan saat itu juga pertarungan menjadi tidak terarah
Di utara
"Sial mundur... Agh" shinobi konoha berusaha melarikan diri namun pada akhirnya banyak yang terbunuh.
"Mati kau!" Shinobi lawan berusaha menghabisi shinobi Anbu wanita berambut ungu tertentu. "..."
Ketika shinobi Anbu itu sudah siap mati sebuah serangan mengenai kepala shinobi yang berusaha membunuh wanita itu. Lubang tercipta dikepala pria itu dan dia terbunuh seketika.
Bahkan dibalik topeng Anbu wanita itu sangat kaget luar biasa ketika melihat serangan seperti itu. Tidak tahu siapa yang membantunya Anbu wanita itu memutuskan untuk bergerak menjauh.
Albert yang masih terua menembak mulai kehabisan cara. Tidak mungkin bisa membunuh semua lawan dengan serangan jarak jauh miliknya. "Sial mereka lama sekali" Albert mengumpat ketika melanjutkan menembak di atas gedung yang cukup tinggi.
Di sebuah hutan 12 orang berlari menuju desa. Mereka mengenakan pakaian semacam seragam militer dengan jubah biru panjang dan syal berlogo salib. 12 Number terkuat di Alborz. Mereka adalah yang terbaik diantara yang terbaik.
[ Number 3 (the executor), Number 4 (the Maiden), Number 5 (the Silver), Number 8 (the Spies), Number 9 (Stars), Number 12 (the sword), Number 14 (Saboteur), Number 16 (the justice), Number 18 (the fighter), Number 19 (the spionage), Number 21 (the Killer), dan Number 23 (Medic) ] ditambah Albert dan Gosso maka jumlahnya adalah 14 number yang akan di desa. Setiap Number memiliki kemampuan berdasarkan gelar yang mereka Raih. Misalnya spies maka mereka sangat profesional dibidang saling memata-matai. Namun tidak sepenuhnya gelar itu adalah kemampuan mereka sebenarnya. Misalnya Number 24 the Magus. Gosso malah sangat berbakat dalam Hand-to-Hand kombat. Itulah yang membuat perbedaan antara gelar dengan kemampuan
"Ayo cepat" Alfrodo memerintahkan grup untuk bergegas. Dengan dibawah ijin Raja maka mereka harus memberi bantuan pada Konohagakure
Di desa
"Sial! Mundur" Komandan dari Shinobi konoha yang melihat banyaknya korban disisi mereka. Maka tidak ada pilihan lain selain mundur.
Jiraya juga mulai kesulitan bertarung karena banyaknya musuh. Beruntung ular raksaksa sudah terbunuh terlebih dahulu. Namun suasana berubah ketika pasukan shinobi mulai kelelahan bertarung.
Saat Musuh melakukan kolaborasi ninjutsu semuanya menjadi berantakan.
"Katon..."
"Fuuton..." kolaborasi antara api dan angin menyebabkan semburan sangat luar biasa besar hingga menyebabkan beberapa rumah terbakar. Namun suasana berubah ketika sesuatu yang sangat aneh datang.
Di lain tempat beberapa shinobi konoha mulai panik ketika kalah jumlah. "Lari..." shinobi konoha berusaha lari ketika musuh skala besar mengejar mereka.
Namun ketika salah satu rekan mereka terjatuh dan melihat musuh siap membunuh seketika itu juga musuh yang berusaha membunuhnya malah terbunuh. "Apa!" Shinobi itu tidak percaya ketika melihat gerombolan musuh yang mulanya mengejar mereka mulai terbaring kaku, bahkan shinobi yang diselamatkan pun terkejut ketika melihat siapa penyelamatnya.
"Heh... Kalian lama" Gosso yang masih bertarung mulai menyeringai ketika mengetahui siapa yang datang.
Dari pandangan shinobi yang terkejut melihat siapa yang menyelamatkan mereka. Dia adalah pria berpakaian biru seperti jubah dengan syal berlogo salib.
"Apa!" bahkan jiraya kaget melihat pasukan asing datang
Dari mata jiraya mereka berjumlah 14 orang dengan pakaian yang sama. Yaitu seragam seperti baju militer dengan model jubah biru dan syal putih berlogo salib. "Kau lama Alfrodo" Albert mengatakan ketika 14 number Alborz berkumpul.
"Heh... Maaf lama" Alfrodo hanya tertawa. Jiraya sangat kaget dengan pasukan yang berjumlah sedikit ini.
'Tunggu aku sepertinya pernah melihat seragam itu... Jangan bilang... Mereka adalah Imperial Alborz Mage Corps' Jiraya melebarkan mata ketika mengingat siapa mereka. Untuk mata-mata seperti Jiraya. Alborz Mage Corps adalah kesatuan yang sangat terkenal di dunia hitam. Bahkan tidak ada yang tidak kenal dengan mereka. Mata-mata junior pun mengenal mereka.
"Albert, Gosso, Jastifan (number 16) kalian pergi dan bantu hokage. Serahkan disini pada kami" Alfrodo memberi perintah ketika melihat dari jauh hokage bertarung dengan Orochimaru.
Jiraya menyipitkan mata untuk apa mereka datang kemari. Pasukan yang di klaim sebagai pasukan yang sangat kuat bahkan melebihi hokage berada di pertarungan yang bukan urusan mereka akan sangat mencurigakan.
Bersama Hiruzen
"Heh..." Hiruzen tidak percaya melihat orochimaru berkeringat ketika melihat di kejauhan.
Hiruzen tahu jika orochimaru sangat kuat bahkan tidak ada yang bisa melebihinya untuk saat ini. Namun saat ini Orochimaru berkeringat akan sesuatu. "Heh... Nampaknya kau memanggil bantuan ya" Orochimaru menatap Hiruzen dengan wajah meminta konfirmasi.
"Apa maksudmu?" Hiruzen justru bingung
"Huh... Berarti kau tidak meminta mereka datang ya?" Orochimaru mulai meneteskan keringat cukup banyak walau tidak kelihatan dengan jelas. Sesaat setelah sosok manusia muncul dari asap.
Bahkan 4 shinobi terkuat otogakure terkejut luar biasa. "Apa bagaimana mungkin!" Tayuya terkejut melihat ada manusia dengan mudah masuk penghalang mereka.
"Huh... Tidak aku sangka aku akan berhadapan dengan kalian lagi ya... Alborz Mage Corps. Number 24" orochimaru menyambut ketiga pasukan Number yang datang.
"Orochimaru.. Sudah lama ya" Gosso tersenyum siap menghajar pria ini.
"Jangan berlebihan Gosso" Albert menatap datar pada orochimaru.
"Oho... Jadi dia Orochimaru... Hufhummm sangat menarik" Jastifan tertawa ketika melihat ekspresi wajah Orochimaru. Jastifan memakai topi layaknya seperti pesulap dengan senyuman namun memiliki aura mengancam
"Yo.. Ular. Sudah sangat lama kita tidak berjumpa... Sudah berapa tahun.. 3 tahun?" Gosso tersenyum merendahkan.
"Heh... Kau masih sama seperti kita bertemu pertama kali. Gosso de'Arcanan. Number 24. SSS rank... Sudah aku hitung sejak terakhir kali kita bertemu sekitar 3 tahun 7 bulan dan 12 hari." orochimaru menyeringai pada Gosso.
Hiruzen tak percaya apa yang dilihatnya. Pasukan yang dikenal sebagai pasukan yang tidak akan terlibat apapun sekarang berada di desanya.
Terlebih lagi pasukan number di dunia Shinobi mencapai peringkat tertinggi dimana Akatsuki pun jauh di bawah mereka.
0000000000000000
Bersama Naruto
"Huh... Seberapa jauh lagi sih" Naruto bergumam ketika mereka terus masuk kedalam hutan.
"Sedikit lagi" pakkun menjawab.
'Naruto sama. Awas' Yoko memberi tanda bahaya.
"Semua berpencar!" Naruto cuku tepat waktu ketika musuh menyerang dengan pasir. Itu gaara.
Namun disisi gaara ada dua shinobi yang menjaga. Salah satunya beroakaian hitam dengan makeup aneh dan satu lagi adalah gadis kipas. Siapa namanyanya lagi?
Naruto sangat buruk dalam mengingat nama seseorang yang memiliki pengejaan sangat rumit. Konkuro atau sesuatu... Lalu gadis kipas itu eeee eto... Tekari?
"Satsuki , Miyuki. Apa kalian masih memiliki cukup tenaga?" Naruto melihat situasi yang cukup rumit seperti ini malah menambah sakit kepala. Berkat sarung tangan ini, Naruto tidak khawatir mengenai energi. Namun lain cerita pada dua rekannya.
"Aku siap kapanpun" Satsuki sudah mengambil senjatanya dan Miyuki sudah siap kapanpun untuk melepaskan teknik mematikan miliknya.
'Ku rasa aku terlalu mengkhawatirkan mereka berdua' Naruto keringat menetes di pipinya ketika melihat Miyuki dan Satsuki ready to go
"Satsuki , Miyuki. Kalian hadapi dua sementara aku akan hadapi Masokis itu" Naruto kemudian maju menuju Gaara yang memiliki transformasi di kedua tangannya.
"Bwahahaha" Gaara tertawa ketika Naruto berusaha menyerangnya.
"Miyuki awas belakangmu!" Naruto memperingati ketika bertarung dengan pria makeup aneh itu.
"Tidak akan" Satsuki dihalangi oleh Temari ketika berusaha menuju Miyuki.
"Tcih" Satsuki membuat wajah muram dan menatap serius pada lawan.
'Naruto-sama... Anak itu sudah terlalu dikendalikan oleh monster ditubuhnya.' Yoko memberi peringatan ketika melihat kondisi gaara yang mulai menggila namun tubuhnya mulai berubah wujud.
"Bunuh!... Bunuh!... Bunuh!" Gaara mengatakan berulang-ulang. Akan sangat merumitkan jika face-to-face seseorang ketika mereka menggila.
Dengan mendesah Naruto kemudian membuat seringai senyuman dan memukul kedua tangannya. "Yosh... Saatnya pelajaran dimulai.. Aku harap kau mendengarkanku. murid menyebalkan"
Kembali ke desa
Suasana di desa juga mulai tegang baik musuh maupun shinobi konoha. Kedatangan tamu tak diharapkan membuat semuanya berubah 180 derajat. "Baiklah... Semuanya menyebar" pria berambut hitam pendek dengan baju militer dengan model jubah berwarna biru memberi perintah pada 11 pasukan berseragam yang sama. Nama pria itu adalah Alfrodo si'efete.
"Hiyahahahaha" Salah satu pria dengan pedang katana berwarna hitam mulai tertawa menuju pasukan shinobi musuh. Pria itu adalah number 21 The Killer.
"Pow" Pria lainnya mengucapkan mantra singkat dan menciptakan tombak cahaya lalu membunuh banyak musuh dengan tombak itu. Dia adalah Number 9 the Star.
Beberapa juga memukul shinobi musuh dengan mudah. Bahkan keadaan menjadi berbalik dimana hanya 11 orang dapat menghabisi separuh dari pasukan invasi dalam waktu 8 menit.
"Jadi ini kekuatan pasukan legendaris Number dari kerajaan Alborz" Jiraya bahkan melebarkan mata kaget melihat pasukan musuh berlarian ketakutan.
"Whoa... Siapa mereka" Bahkan shinobi desa pun sangat terkejut. Mereka 11 orang dapat mengalahkan musuh sekejap saja.
Orochimaru ketika melihat banyak ledakan mulai tersenyum. "Humm... Nampaknya kami mulai kalah ya" Masih menggunakan senyuman ular Orochimaru menatap tiga knight top dari Alborz.
Albert masih menatap datar Orochimaru. "Orochimaru.. Kau pasti tahu untuk apa kami kemari bukan begitu"
"Ya..." orochimaru kenudian mengambil sesuatu dari dalam bajunya. Masih menggunakan senyuman orochimaru melemparkan gulungan yang entah apa isinya pada Albert.
'Bahkan orochimaru bisa menurut dengan mudah... Siapa sebenarnya mereka' Hiruzen masih terkejut namun rasa penasarannya bertambah ketika orochimaru bahkan tidak bisa bergerak.
"Nah sekarang Orochimaru bisa menyerah dengan mudah" Albert kemudian membuat pilihan mudah pada Orochimaru setelah Albert positif mengenai isi gulungan itu.
"Heh... Tidak akan sebelum aku membuat hadiah perpisahan dulu" lalu orochimaru membuat hand seal dan memanggil dua peti mati.
Ketika peti mati terbuka alangkah terkejutnya Hiruzen ketika melihat siapa disana. "Hehehehe... Benar sekali sensei.. Mereka adalah Hashirama dan Tobirama"
Albert dan Gosso menyipitkan mata. "Ahh membosakan sekali"
"Apa!" Orochimaru semakin terkejut ketika melihat siapa disebelahnya. Bahkan Hiruzen sama sekali tidak tahu begitu juga shinobi yang membuat penghalang.
Jastifan dengan wajah senyuman namun mata tertutupi bayangan oleh topinya. Jastifan tepat berada disebelah Orochimaru dengan wajah hanya berkisar beberapa centimeter.
Saat orochimaru ingin menyerang. "Diam sebentar" Jastifan membuat kalimat hingga tubuh orochimaru membeku tidak bisa bergerak.
"Hooo? Jadi ini edo tensei kah?" Jastifan menuju peti mati yang terbuka. Dengan tertawa Jastifan melihat mayat Dua itu ia hampir tertawa terbahak-bahak.
"Uahahahaha.. Ini menarik" Jastifan kemudian menuju orochimaru yang masih membeku akibat tekniknya. Bahkan orochimaru hanya berkeringat dengan wajah berusaha berbicara.
"Kau menarik perhatianku. Orochimaru" dengan senyuman masih terpasang di wajah jastifan.
Orochimaru kemudian keluar dari tubuh utamanya ke tubuh pengganti melalui mulutnya. "Nah ini sangat menarik... Albert, Gosso. Aku akan mengujinya" saat orochimaru sepenuhnya keluar dari tubuh lama dengan cukup cepat Orochimaru membuat handseal.
"Bangkit" Orochimaru membangkitkan kedua ninja legendaris dan menyerang Jastifan yang masih diam.
Ketika asap tercipta di posisi Jastifan ketika menerima serangan naga kayu (Hasirama) dan peluru air (Tobirama) untuk sesaat Orochimaru mulai tersenyum namun semua berubah.
Sfx tepuk tangan
"Wah.. Wah... Harus aku akui jika kau cukup kuat"
"Apa bagaimana mungkin!" semuanya kecuali Albert, Gosso, dan Jastifan itu sendiri membelakkan mata terkejut ketika Jastifan masih bisa berdiri tanpa goresan atau pun debu.
"Apa? Hanya itu saja?" Masih tersenyum jastifan melirik kearah Orochimaru yang berkeringat deras.
"Ehehehe... Ayo maju. Aku tidak akan kemana-mana kok" Jastifan membuat ejekan pada orochimaru.
"Jangan menghina dulu" hal berikutnya adalah orochimaru memerintahkan dua hokage terdahulu untuk menyerang dengan pukulan kekuatan super.
"Heh... Hanya itu?" bahkan ketika pukulan belum sampai jastifan hanya tertawa. Bahkan tertawanya sedikit menguat ketika dua edo tensei tidak bergerak sedikitpun.
"Sayang sekali jika ini barang gagal. Namun seperti yang mereka katakan..." jastifan menyentuh wajah Tobirama dan Hasirama.
Sfx ledakan kecil
"... Barang gagal harus musnah" tubuh edo tensei hancur berkeping-keping ketika Jastifan menyentuh.
"Apa!" orochimaru mulai sedikit gugup ketika melihat lawannya sedikitpun tidak mengeluarkan banyak kemampuan.
"Jangan remehkan aku dulu" Orochimaru mempertahankan senyuman dan mengekuarkan pedang dari dalam tenggorokannya.
"Ayo maju..." orochimaru maju menuju Jastifan yang masih berdiri diam.
(Sfx tebasan)
Orochimaru menebas jastifan yang masih diam. Namun beberapa saat kemudian, Orochimaru memuntahkan darah diikuti pedangnya yang hancur berkeping-keping. "Apa yang terjadi?" saat orochimaru melirik jastifan
Alangkah kagetnya dia ketika tangan kanan jastifan mengeluarkan semacam kabut ungu "ini adalah kabut racun... Kabut ini akan membunuh target secara perlahan-lahan. Karena kau hampir menyentuhku bukankah aku beri penghargaan akan seimbang?" Jastifan melirik orochimaru yang terus memuntahkan darah
Saat orochimaru melirik kedua tangannya. Orochimaru cukup kaget ketika tangannya membusuk. "Apa yang terjadi?"
"Orochimaru-sama" pengawal orochimaru yang berada di luar penghalang panik melihat tangan orochimaru membusuk dan terus memuntahkan darah
(Sfx menodong dengan pedang)
"Jangan bergerak" 4 ninja bunyi yang sangat elit diancam dengan pedang dileher mereka.
4 ninja itu sangat terkejut akan kekuatan pasukan misterius berseragam jubah biru itu. "Sekarang matikan penghalang." Alfrodo mengancam pada gadis yang menjadi pusat aliran energi barier (Tayuya)
"Bagus" Alfrodo kemudian melihat orochimaru yang berlutut dengan tangan membusuk dan Jastifan masih tersenyum.
"Kau menggunakan Angel Dust kan... Jastifan" Alfrodo mendesah ketika meluhat ekspresi tertawa dari pria bertopi pesulap.
"Orochimaru. Kau ditahan atas pencurian dokumen rahasia. Dan percobaan pembunuhan Raja.. Sekarang menyerahlah dengan tenang"
Hiruzen tidak bisa berbicara apapun lagi. Selain kaget, shock, kagum, dan lain-lain. Entah apa lagi yang bisa Hiruzen katakan pada 14 pasukan berjubah aneh ini.
"Ehehehe..."
"Apa yang lucu" Albert menyipitkan mata ketika melihat senyuman licik Orochimaru.
(Sfx ledakan asap)
"Sial!" Albert mengumpat dan saat itu juga membuat teknik senjata jarak jauh untuk membunuh Orochimaru yang melarikan diri bersama 4 ninja pengikutnya
"Tidak perlu Albert. Orochimaru cepat atau lambat akan mati" Jastifan tertawa.
"Karena tidak pernah ada yang bisa selamat dari Angel Dust kesayanganku"
Kali ini Albert yang menyipitkan mata pada rekannya yang nampaknya menikmati melihat korban tersiksa hingga akhirnya tewas. Oleh karena itu gelar Jastifan pun tidak jelas.
"Apa yang kau harapkan?" masih menyipitkan mata pada Jastifan yang tersenyum
Jastifan hanya mengangkat bahu. "Sebuah hiburan mungkin"
"Sebaiknya jangan memikirkan hak yang aneh" Albert membuat nada mengancam ketika memiliki kesimpulan apa yang akan dilakukan rekannya. Seberbahayanya Orochimaru jika dibandingkan dengan Jastifan maka orochimaru masih dibilang seperti anak kecil.
Karena pria satu ini, sangat menyukai eksperimen manusia yang sangat ekstrem demi hiburannya.
Hampir semua personel Number memiliki Rank SSS class. Kecuali Jastifan yang memiliki rank SSSS di daftar manusia dengan rank tertinggi di dunia shinobi. Tapi jika di dalam kerajaan bisa dibilang jastifan menempati posisi S+
Sementara personel yang lain menempati posisi A. Gosso lah yang tertinggi dengan Rank A+ tepat dibawah Jastifan.
Bersama Naruto
"Kyah!" Pertarungan cukup sengit. Bahkan Naruto mengalami banyak luka ketika melihat Gaara menembaki peluru pasir.
Saat Naruti melirik kearah Miyuki yang terbaring pinsan. Dan Satsuki di sebelah Naruto dengan keadaan kekurangan chakra akibat pertempuran dengan Temari yang cukup menghabiskan seluruh energinya.
Masih memegang pundak yang terluka Naruto juga merasa jika Chakra naruto terkuras habis. Memang benar sarung tangan yang digunakan Naruto cukup membantu dalam mempercepat menambah energi. Namun itu masih tidak cukup cepat.
Bahkan dengan pengalaman bertarung cukup lama. Menghadapi lawan yang memiliki Masokis seperti ini ternyata merepotkan sekali dari yang Naruto bayangkan.
"Angin badai. Terjang" Naruto mengulurkan tangan dan angin cukup kuat menuju Gaara.
"Satsuki apa kau masih sanggup bertarung?" Naruto melirik putri uchiha yang mengatur nafas agar teratur. Gaun hitamnya juga sudah mengalami beberapa robekan akibat serangan.
Satsuki masih terengah-engah berusaha mengatur nafas sekali lagi. Perlahan mulai bangkit dengan tenaga yang ada. "Aku masih bisa" Satsuki kemudian memejamkan mata dan ketika membuka mata. Mata hitam Satsuki berubah menjadi merah dengan bintik hitam berjumlah 2.
"Dengan begini aku bisa... Eh?" Satsuki menatap Naruto yang melihat sang putri dengan cara aneh.
"Naruto ada apa?" Naruto terkejut dan kembali ke realita ketika dipanggil cukup keras oleh Satsuki .
"Yah... Tidak.. Hanya saja. Matamu terlihat sangat indah sekali" Naruto bicara dengan jujur ketika melihat mata lebar Satsuki berubah warna menjadi merah (note. Karakter anime umumnya memiliki mata cukup lebar. Sehingga ketika memiliki sebuah safir mata yang unik malah membuat daya tarik karakter anime khususnya perempuan akan sangat tinggi. Singkatnya perempuan itu akan sangat cantik sekali. :) ini hanya opini hehehe)
untuk sesaat Satsuki tidak mengerti hingga akhirnya putri dingin itu mengerti. "Eh... Apa maksudnya... Aku ... Aku tidak seperti itu... Aku hanya..." Satsuki menjadi panik bahkan wajahnya memerah ketika mendapat pujian dari teman masa kecilnya.
'Naruto-sama...' Yoko mulai menggunakan nada tidak enak pada Naruto
Namun Naruto hanya memiringkan wajah tidak mengerti kenapa dengan Satsuki .
T_T (lol)
"Bwahahaha... Akan aku bunuh kalian semua!" gaara berteriak pada Naruto dan Satsuki .
Dengan wajah serius Naruto kemudian menatap Satsuki dengan senyuman. "Ayo kita lakukan bersama... Satsuki "
Dengan wajah masih memerah Satsuki kemudian mengalihkan pandangan kearah lain. "Iya... Ano.. Aku bukan artinya mau bekerja sama dengamu" Satsuki membuat nada aneh dengan melipat tangan didada dan wajah memerah.
Naruto hanya tertawa melihat tingkah teman masa kecilnya yang tidak pernah berubah sedikitpun. "Hai... Hai..." Naruto hanya menganggukkan kepala.
000000000000000
Ed chap 9.
Next Lecuture 10. Nikmati Hidupmu
