Title : Reincarnation

.

Genre :

Romance, Drama.

.

Main Cast :

Choi Junhong

Jung Daehyun

.

Other Cast :

Oh Sehun

B.A.P's Member

.

Reincarnation Chapter 9

.

NO PLAGIARISM!

.

Happy Reading ^^

.

.

Junhong memandang buku tugas yang berada di atas meja belajarnya dengan resah. Sudah seminggu pasca kejadian saat dia menginap dirumah Jung Daehyun dan menghabiskan waktu seharian bersama dengan gurunya itu. Dan setelahnya dia tidak pernah bertemu dengan Daehyun lagi.

Yang dia tahu Daehyun sedang pergi ke Jepang untuk mengurus sesuatu hal yang penting. Entah hal penting apa Junhong pun tidak mengetahuinya. Terlebih Daehyun tidak memberitahu akan berapa lama pemuda itu berada di Jepang. Junhong menenggelamkan wajahnya di atas meja belajarnya. Pemuda dengan surai abu-abu itu mencoba untuk menutup matanya beberapa saat.

Dia merindukan Jung Daehyun.

Junhong baru menyadari jika merindukan seseorang adalah hal yang paling melelahkan baginya. Setiap saat yang ada di kepalanya hanya Daehyun, Daehyun, dan Daehyun. Dan itu cukup membuat kepalanya terasa ingin meledak.

Junhong mengerang kesal. Dia menegakkan tubuhnya dan kembali fokus untuk mengerjakan tugas rumah yang di berikan gurunya.

"Junhong-ah? Kau sudah tidur?"

Junhong menoleh dan mendapati kepala Himchan yang menyembul dibalik pintu kamarnya. Dia tersenyum kecil, dan mempersilahkan sang kakak untuk masuk kedalam kamarnya. "Ada apa hyung?"

"Kau baik-baik saja?" Himchan menatap Junhong sembari mendudukan dirinya diatas tempat tidur milik sang adik. "Akhir-akhir ini kau terlihat sedang uring-uringan" lanjutnya.

"Aku baik-baik saja hyung" Junhong menutup buku tugasnya dan perhatiannya kini terfokus pada Himchan. "Tidak usah khawatir seperti itu"

"Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dari kami Junhong-ah?"

Junhong tersentak mendengar pertanyaan Himchan. Dia menggeleng dan tersenyum kikuk. "Tidak ada, kenapa hyung bertanya seperti itu?"

"Aku adalah kakakmu, bagaimana pun aku selalu memperhatikanmu. Kalau kau tidak bisa bercerita kepada kami, kau bisa bercerita kepada ku. Aku akan merahasiakannya dari ayah dan ibu" Himchan berkata penuh keyakinan. Dia tersenyum lembut saat melihat raut keraguan dari wajah sang adik. "Tapi aku tidak akan memaksamu untuk bercerita jika kau memang tidak mau"

Junhong menunduk. Jemarinya meremas celana kain yang tengah dia gunakan. "Hyung benar-benar tidak akan memberitahu ayah dan ibu?"

"Hm"

"Kau janji kan?"

Himchan berdecak kesal. "Aku janji Junhong-ah"

"Baiklah" Junhong akhirnya menghela nafas. "Aku.. Aku sedang menyukai seseorang"

"Siapa?" Himchan bertanya dengan nada antusias. "Hey Junhong-ah, beritahu hyung siapa wanita yang beruntung itu!"

Junhong tersenyum tipis. Dia mengangkat kepalanya dan membalas tatapan sang kakak. "Dia pria hyung. Sama seperti kau dan aku"

Mendengar perkataan sang adik membuat Himchan kehilangan kata-katanya. Dia membuka mulutnya, tapi sesaat kemudian kembali tertutup karena tidak ada satu katapun yang berhasil dia keluarkan.

"Aku tahu ini gila. Tapi aku mencintainya"

Himchan berdehem untuk mengembalikan suaranya yang sempat hilang. "Apa pria itu.. Jung Daehyun?" Tanya Himchan ragu.

"Ya" Junhong kembali menunduk. "Aku jatuh cinta kepada guruku sendiri"

Pekikan yang keluar dari mulut sang kakak membuat Junhong semakin menunduk. Apa dia sudah gila? Dia menceritakan kelainan yang dia miliki kepada Himchan. Pasti Himchan benar-benar terkejut mendengar perkataannya. "Hyung, aku–"

"Ternyata tebakanku selama ini benar!" Perkataan Junhong dipotong oleh Himchan. "Astaga. Aku benar-benar tidak menyangka"

"Hyung.. kau tidak marah kan?" Junhong bertanya takut-takut.

"Untuk apa aku marah?" Himchan berdiri dan melangkah mendekati Junhong. dia mencubit pipi sang adik dengan gemas. "Syukurlah kalau kau jatuh cinta pada Jung Daehyun itu. Aku tahu dia orang yang baik hehehe"

Junhong menatap Himchan tidak percaya, tidak memperdulikan rasa sakit pada pipinya yang kini sudah memerah. "Hyung.. seharusnya kau merasa aneh dengan ku!"

"Aneh?" Himchan bertanya bingung.

"Kau tahu.. umm.. tentang hubungan antar sesama jenis.." Junhong berucap ragu-ragu. "Seharusnya kau merasa aneh akan hal itu"

"Aku tidak merasa aneh" Himchan mengangkat bahunya. "Aku tahu ini sedikit ehm gila. Tapi aku tidak pernah mempermasalahkan masalah gender jika itu berkaitan dengan cinta. Lagi pula sudah banyak pasangan sesama jenis di dunia ini"

"Benar juga.." Junhong mengangguk mengiyakan.

"Tapi Junhong-ah.. Kau tidak bisa menyembunyikan hal ini selamanya. Ayah dan ibu, mereka lambat laun pasti akan mengetahui hal ini. Dan aku tidak akan menjamin kalau mereka akan baik-baik saja saat mendengar anak mereka punya kelainan"

Junhong tercenung mendengarnya. Benar.. bagaimanapun orang tuanya pasti tidak akan terima dengan semua ini. Junhong menggigit bibir bawahnya khawatir. Dia merutuk, dan menyalahkan dirinya yang terlahir kembali menjadi seorang pria.

"Sudahlah.. jangan terlalu di fikirkan" Himchan menepuk pucuk kepala Junhong pelan. "Ada aku yang akan selalu mendukungmu. Dan aku harap keputusan yang kau buat adalah keputusan yang paling tepat"

Setelahnya, Himchan pergi meninggalkan Junhong sendirian di dalam kamarnya. Junhong menghela nafas berat. Setidaknya ada Himchan yang akan selalu mendukung dirinya.

"Jekyung-ah.. apa yang harus aku lakukan?"

…..

…..

Junhong menengadahkan kepalanya dan dia tersenyum saat melihat banyak bintang yang menghiasi langit kota Seoul malam ini. Angin malam yang menggelitik tubuhnya tidak dia hiraukan. Dia sungguh butuh udara segar untuk merefres otaknya yang terasa penuh dengan sosok Jung Daehyun.

Ini sudah hampir sepuluh hari dan sosok itu belum juga kembali ke Seoul. Junhong mengumpat kesal. Gara-gara Jung bodoh itu dia tidak bisa melakukan semua hal dengan benar. Semuanya kacau saat rasa rindunya membuatnya kehilangan control atas dirinya sendiri.

"Cepatlah kembali hyung~ kau membuatku khawatir" Junhong bergumam. Dia menggigit bibir bawahnya saat dirasa airmatanya akan segera mengalir keluar. "Apa kau baik-baik saja? Aku merindukanmu"

Tes

Satu tetes kristal bening itu jatuh, mengalir melewati pipi Junhong yang terlihat sedikit tirus. Tidak ada niatan untuk menghapus jejak air mata itu. Biarlah untuk saat ini dia menangis.

"Jangan menangis"

Junhong menegang. Dia memejamkan matanya erat saat mendengar sebuah suara yang begitu familiar ditelinganya. Dia menggeleng lemah, itu pasti hanya halusinasinya.

"Choi Junhong"

Junhong akhirnya membuka mata dan setelahnya tangisnya pun pecah. Dia memeluk sosok yang begitu dia rindukan dengan sangat erat, seakan tidak mau jika sosok itu kembali pergi meninggalkan dia sendiri lagi.

Sosok itu – Jung Daehyun – hanya tersenyum kecil. Dia balas memeluk sosok Junhong dan sesekali mengelus punggung rapuh itu agar pemiliknya bisa berhenti menangis. "Jangan menangis. Junhong yang aku kenal adalah sosok Junhong yang galak yang cerewet"

Satu pukulan pelan mendarat di dada bidang milik Daehyun. "Kau menyebalkan h-hyung hiks" Junhong bergumam di tengah tangisnya.

Daehyun akhirnya melepaskan pelukan mereka, menangkup wajah Junhong yang memerah dengan kedua telapak tangannya. Dengan lembut dia menghapus air mata Junhong yang masih belum berhenti mengalir. "Jangan menangis Junhong-ah.. aku sudah ada di hadapanmu sekarang"

Junhong hanya diam. Dia memejamkan matanya, berusaha menikmati segala sentuhan lembut yang Daehyun berikan padanya.

"Aku tidak suka melihat mata ini mengeluarkan airmatanya" Daehyun mengecup mata sebelah kanan milik Junhong dengan lembut. "Karena itu membuatku merasa sangat bersalah" Daehyun kembali mengecup mata sebelah kiri milik Junhong.

Junhong membuka kedua matanya. "H-Hyung.."

"Aku tidak suka melihat orang yang ku sayang menangis. Jadi, berjanjilah kepadaku untuk tidak akan menangis lagi Choi Junhong"

Junhong kembali menutup kedua matanya saat Daehyun mendekatkan wajahnya.

Hanya sebuah kecupan ringan di bibirnya dan itu cukup membuat segala rasa rindu dan khawatir yang Junhong rasakan menghilang. Dia tersenyum. "Aku berjanji.. Daehyun hyung"

Daehyun balas tersenyum. "Nah. Bisa kita kembali kedalam gedung? Di sini sangat dingin Junhong-ah, apalagi kau tidak memakai baju hangat"

Junhong mengangguk mengiyakan. "Baiklah~"

…..

…..

"Kenapa kau suka sekali pergi ke balkon tanpa memakai baju hangat Junhong-ah?"

Junhong bergumam terimakasih saat Daehyun menyodorkannya satu gelas kopi hangat. Dia menggenggam gelas kopi itu dan tersenyum kecil. "Hangat~" Ucapnya senang sembari melihat keluar kaca besar yang ada di gedung apartement yang dia dan Daehyun tempati.

Sedangkan Daehyun yang melihat itu hanya terkekeh pelan. Tangannya yang tidak menggenggam gelas kopi perlahan terulur untuk mengelus surai abu-abu milik Junhong, membuat sang pemilik mulai mengalihkan perhatiannya dari kopi hangat menuju Daehyun. "Kenapa tidak menjawab pertanyaanku hm?"

"Pertanyaan apa?" Junhong mengerjab bingung.

"Kenapa kau pergi ke balkon tidak menggunakan baju hangat"

"Aku lupa~" Junhong menjawab pertanyaan Daehyun dengan disertai satu cengiran polos yang begitu menggemaskan dimata Daehyun.

"Benarkah? Dasar pelupa" Daehyun menyindir Junhong, dia menghentikan elusannya pada rambut Junhong dan meminum kopi hangatnya. Daehyun tersenyum saat melihat raut kecewa yang Junhong tunjukan padanya. "Kau seperti anak kucing yang selalu ingin di elus"

Junhong mengerucutkan bibirnya. "Aku manusia bukan hewan Daehyun ahjussi!" Ucapnya kesal. Dia berbalik memunggungi Daehyun yang lagi-lagi terkekeh gemas karena ulahnya.

"Tapi kau sama menggemaskannya seperti seekor anak kucing" Daehyun menaruh gelas kopinya. "Hey Junhong-ah, kau marah?" Lengan Daehyun terulur, memegang kedua bahu Junhong dan membalikan tubuh itu perlahan agar menghadap kearahnya.

Junhong menatap ke sembarang arah, tidak mau melihat kearah mata tajam milik Daehyun yang begitu menusuk seakan sedang menelanjangi dirinya.

"Maafkan aku. Jangan marah hm?" Daehyun berujar. Jemarinya mulai berani menyusuri wajah Junhong yang terlihat begitu sempurna. Saat jari-jari itu menyentuh pipi Junhong, Daehyun bersumpah bahwa Junhong benar-benar memiliki kulit sehalus dan selembut sutra.

Junhong hanya diam. Dia sangat yakin kini wajahnya sudah sangat memerah seperti buah tomat. Sentuhan Daehyun selalu sukses membuat dirinya merasa sangat nyaman, dia bahkan sudah melupakan rasa kesal yang tadi sempat dia rasakan.

Mata mereka bertemu, Dan Junhong hanya bisa diam membeku saat wajah Daehyun mulai mendekat kearahnya. Dia bahkan lupa bagaimana caranya untuk berkedip, mata tajam itu sukses membuat dirinya terhipnotis untuk selalu menatap kearahnya.

Daehyun berhenti bergerak saat dirasa jarak mereka sudah sangat dekat, mungkin jika dia bergerak sedikit saja maka bibir semerah cerry itu akan bertemu langsung dengan bibir tebal miliknya. Nafas lembut milik Junhong membuat Daehyun tersenyum. "Aku tahu ini gila. Tapi aku jatuh cinta pada muridku sendiri"

Mata Junhong terbelalak mendengarnya. Apa dia tidak salah dengar? Daehyun baru saja menyatakan perasaannya!

"H-Hyung.."

"Maaf karena tidak memberitahumu sebelumnya kalau aku akan pergi ke Jepang, maaf karena tidak pernah mengabarimu selama aku berada disana, dan maaf karena sudah membuatmu menangis.."

Junhong bisa merasakan matanya memanas. Dia tidak pernah membayangkan kalau Daehyun akan menyatakan perasaannya saat dia kembali dari Jepang. Sungguh dia benar-benar terkejut sekaligus terharu dengan semua perlakuan Daehyun saat ini.

"Aku mencintaimu Choi Junhong"

TES..

Air mata Junhong sukses mengalir, kali ini berbeda dengan air mata sebelumnya. Junhong tersenyum lebar, dia benar-benar bahagia sekarang.

"Aku mencintaimu dan jadilah kekasihku.."

Dan kedua bibir itu kembali bertemu. Awalnya hanya menempel. Tapi lambat laun Daehyun mulai berani menggerakan bibirnya, sedikit melumat bibir Junhong yang begitu manis bahkan dapat mengalahkan manisnya madu. Daehyun menjilat bibir bawah Junhong, meminta pemiliknya untuk membuka akses masuk untuk lidahnya agar bisa menjelajahi goa hangat milik pemuda manis itu.

Tanpa ragu Junhong mulai membuka mulutnya, dia bisa merasakan lidah terampil milik Daehyun langsung melesak masuk untuk mengabsen satu-persatu penghuni goa itu. Tangannya terangkat, perlahan mengalung dengan indah dileher milik pemuda tan dihadapannya.

Daehyun memeluk pinggang Junhong untuk merapatkan tubuh mereka berdua. Dan dia sedikit mengerang saat lidahnya di gigit dengan gemas oleh Junhong. Jemari lentik yang kini tengah bermain dengan surai miliknya sukses membuat Daehyun mulai hilang kendali.

Tangannya dengan perlahan mengelus punggung Junhong yang masih dibalut kaus tipis yang dia kenakan. Sedangkan lidahnya masih asik bermain-main di dalam rongga hangat itu, tidak memperdulikan erangan protes dari Junhong yang mungkin sedang kehabisan nafas.

"Mhm.. Hng.. H-Hyungh"

Junhong mengerang. Kesadarannya mulai kembali saat dirinya bisa merasakan lengan Daehyun mulai menjalar masuk kedalam kausnya. Dengan sekali sentakan Junhong mendorong tubuh Daehyun, dan hal itu membuat ciuman mereka terlepas.

"Hyung.. A-Aku.." Junhong bergumam ditengah nafasnya yang memburu. Dia menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah dari pandangan seorang Jung Daehyun.

Daehyun memejamkan matanya. Sedikit merutuk dalam hati karena dia hampir saja hilang kendali atas tubuh Junhong. Sial. Junhong pasti ketakutan sekarang. "Maaf Junhong.. tidak seharusnya aku–"

"Tidak apa-apa" Junhong mendongak, tersenyum kecil saat melihat raut bersalah diwajah Daehyun. "Aku juga minta maaf karena.. karena aku belum siap hyung.." Junhong mencicit diakhir kalimatnya, dia kembali menunduk karena merasa malu dengan kalimat terakhirnya. Astaga, apa yang baru saja dia katakana? Belum siap? Aiss dasar bodoh.

Daehyun tertawa. "Memangnya apa yang sedang kau fikirkan Junhong? Apa kau berfikir aku akan berbuat lebih terhadap bocah ingusan seperti mu?"

Junhong menatap sengit kearah Daehyun dan dia mengerucutkan bibirnya. "Aku tidak memikirkan apa-apa! dan aku bukan bocah ingusan!" pekik Junhong kesal.

"Lalu kata'Aku belum siap' itu untuk apa?" Daehyun kembali menggoda. Dan Junhong benar-benar merutuk di dalam hati, Jung Daehyun si penggoda telah kembali.

"Bukan untuk apa-apa! kenapa kau banyak tanya sekali sih ahjussi jelek?!"

"Apa katamu bocah? Aku ahjussi jelek? Kalau wajahku jelek kau tidak akan suka kepadaku!"

"Memangnya aku pernah bilang kalau aku suka pada ahjussi mesum jelek sepertimu?" Junhong mendelik kesal.

"Kau memang tidak pernah bilang. Tapi buktinya kau mau-mau saja saat menerima ciuman dariku" Wajah Junhong kembali terbakar dan Daehyun langsung mengembangkan senyuman penuh kemenangannya. "Benar-benar bocah tengik"

"Aiss!" Junhong mengumpat kesal. Dia memandang tajam Daehyun sekilas sebelum memutuskan untuk pergi meninggalkan Daehyun dengan langkah yang di hentak-hentakan. "Benar-benar menyebalkan. Dia benar-benar pintar merusak suasana hati seseorang"

"Ya Choi Junhong, kau belum memberi jawaban kepadaku" Daehyun sedikit berteriak saat melihat sosok Junhong semakin menjauh dari dirinya.

Junhong berpura-pura tidak dengar dan tetap melanjutkan jalannya. Tidakkah Jung Daehyun tahu kalau dia sedang kesal sekarang?!

"Baiklah.. kalau kau terus berjalan dan tidak berbalik sampai hitungan ketiga, itu artinya kau tidak menerima pernyataan cintaku"

Daehyun menaikan sebelah alisnya saat tidak menerima respon apapun dari Junhong.

"Satu"

Junhong tetap berjalan.

"Dua"

Junhong mengumpat dalam hati.

"Ti–"

Dan Daehyun tersenyum saat melihat Junhong berhenti dan berbalik dengan pandangan kesal kearahnya. Dia tersenyum, ahh lebih tepatnya menyeringai kearah Junhong. "Aku tahu kau pasti akan berbalik, Choi Junhong.."

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

HUAHAHAHAHAHA SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK FANFICT INIII /Bakar petasan/ gak nyangka kalau ff ini bakal lamaaaaaa banget selesainya. Setahun loh! Setahun pemirsaaaa wkwkwk

Nahhh, dalam rangka ulang tahun ini saya akhirnya memutuskan untuk menyatukan DaeLo dalam sebuah ikatan yang dinamakan cinta /abaikan/ gimana-gimana? Chapter lalu kan DaeLo udah seru-seruan tuh tinggal serumah bareng, nah chapter ini akhirnya mereka bersatu! Pasti pada seneng kan? Apalagi mereka chuchuchuu dua kali di chapter ini huehehehe

Banyak banyak banyakkkk terimakasih untuk semua readers yang membaca ff ini dari awal sampai chapter 9 ini. Terimakasih banyaakkk /peluk satu-satu/

BIG THANKS FOR

December28, Hazel, Ichizenkaze, Tarassi, Zehun, RaHae AngElfishy Dae, Kim Rae Sun, Tabifangirl, Younhee, Rinbabyz, Jimae407203, shin hy 39, BJooXero, Pink Bunny, ChellaGs, Daelochan, haeyeolhun, ryzna horvejkul, anhiez heise, jtr97, park jin hye, LKCTJ94, lliani daewon, daelo shipper, dan beberapa guest.

Tanpa kalian ff ini gak bakal lanjut. Saya harap kalian masih mau mengkuti ff yang selalu telat update iniii :) sekali lagi terimakasih banyak /bow/

Oh ya ada pengumuman yang sangat penting disini dan tolong dibaca.

Saya akan mulai berbenah untuk pindah dari FFN dan akan fokus untuk update ff di wordpress bapyaoifanfiction. Alasannya? Karena disana terasa lebih nyaman. Untuk ff Psychic Detective, Stories, dll akan saya lanjut di Wordpress. Dan untuk ff ini saya masih belum tahu akan tetap lanjut disini atau di pindahkan. Ada saran?

Terakhir, untuk author December28, kak ayu. Makasih buat semuanya, semua ff DaeLo karya kak ayu selalu buat imtam ga bisa berhenti senyum (Ya walaupun ada beberapa yang buat imtam nangis kejer sampe ingusan) wkwkw kak, kalau kak ayu mau comeback imtam bakal sambut kak ayu dengan tangan terbuka sangaaattttt lebar! Semua author Bapyaoifanfiction dan readers pasti bakal kangen banget sama kak ayu ^^ di tunggu ff B.A.P nya ya kak. LOVE!

Dan yang mau baca ff B.A.P couple nih kesininihh bapyaoifanfiction . wordpress . com (Hilangkan tanda spasi)

Akhir kata..

Review Please? ^^