Chapter 10
.
.
.
A/N : Halo Minna - san ketemu lagi sama Al, Gomen update nya telat :v (Sambil bungkuk - bungkuk badan)
Okehh Langsung baca aja dah ..
.
.
Naruto Ootsutsuki
.
.
.
By : Ootsutsuki Al
Disclaimer : Naruto • Mashasi Khisimoto
Rate : T (Mungkin bisa berubah)
Genre : Adventure, -?, -?
Pair : Naruto x ?
Warning : Miss Typo, Alur Gaje, OOC, Gaje, ide pasaran (maybe), Strong!Naru, SemiCannon!, Hyoton!Naru, Alive MinaKushi ..Etc
Don't Like Don't Read ..
.
.
.
Summary : Dia yang sedikit demi sedikit mulai mengetahui kebenaran tentang jati dirinya, apa yang akan dia lakukan jika sudah mengetahui semua kebenaran tentang dirinya ?.
.
.
.
Chapter 10
.
.
.
.
Saat ini Naruto dan Sasuke sedang berada di kedai ramen, sedangkan Yui dirinya berkata ingin bertemu seseorang, setelah Hayate memberi tahu mereka bahwa mereka akan di daftarkan dalam ujian chunin mereka sangat senang terutama Naruto dan Sasuke yang ingin mengukur sejauh mana kemampuan mereka.
"Ne teme, nampaknya kita harus mengeluarkan kemampuan asli kita nanti pada saat ujian chunin".Ucap Naruto pada Sasuke.
Sasuke yang mendengar pernyataan Naruto memandang Naruto dengan tatapan bertanya.
"Kita akan mengukur sejauh mana kemampuan kita, jika kita masih kerepotan nanti, berarti kemampuan kita masih tidak ada apa - apanya, itu juga jika kita bertemu lawan yang tangguh".Jelas Naruto.
"Pesanan siap !"
Naruto dan Sasuke langsung mengalihkan pandangan nya keasal suara dan melihat sang pemilik kedai membawakan pesanan mereka.
"Ittadakimasu"
Naruto yang memang sudah lapar langsung menyambar sumpit dan mulai memakan ramen nya dengan rakus.
Sedangkan Sasuke lebih memilih memakan makanannya dengan perlahan.
"Paman tambah satu"
Belum satu suapan pun Sasuke memakan ramen nya, dirinya dikejutkan dengan teriakan Naruto disampingnya yang sudah meminta tambah, pandangan nya kemudian ia alihkan kearah mangkuk ramen Naruto yang memang sudah kosong, Sasukepun hanya menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
'Gila' hanya itu yang berada dibenak Sasuke sekarang, bagaimana tidak dirinya baru saja memakan ramen nya 2 suapan sedangkan Naruto sudah mulai memakan ramen ke tiga nya.
"Ingatkan aku untuk tidak mentraktir Naruto ramen".Ucap nya entah pada siapa.
"Apa kau masih dendam kepada ainikimu yang bernama athici itu?".Tanya Naruto yang entah sejak kapan sudah menghabiskan ramen ke lima nya.
Sasuke memutar mata bosan, "Itachi dobe ITACHI !".Jawab Sasuke dengan penekanan diakhir kalimatnya.
"Iya itu maksudku".Balas Naruto.
Sasuke mengangkat bahu tanda tidak perduli, "Aku memang masih dendam padanya".Jawabnya datar lalu mulai melanjutkan acara makan nya yang sempat tertunda.
Naruto menghela nafas pasrah kemudian melanjutkan memakan ramen nya untuk ke sekian kalinya.
Poofftthh ..
Tak lama kemudian muncul kepulan asap di samping Naruto dan Sasuke dan menampilkan guru pembimbing mereka yaitu Hayate.
"Aku lupa memberi kalian ini hehe".Ucap Hayate memberikan sebuah formulir pendaftaran kepada Naruto dan Sasuke.
"Oh iya dimana Yui?".Tanya nya.
Sedangkan Naruto dan Sasuke hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu.
"Kalau begitu, berikan juga pada Yui, kalian harus segera mengantarkan nya kepada panitia ujian chunin, karena lusa pendaftaran nya akan ditutup, kalau begitu Jaa ne".Jelas Hayate lalu menghilang dengan shunsin, tak lupa meninggalkan ke tiga formulir didekat Naruto.
"Paman uang nya kami taruh di meja"
Naruto dan Sasuke pun langsung beranjak dari situ dan tak lupa membawa formulir pemberian Hayate.
.
.
.
.
Hutan kematian atau bisa disebut Shi No Mori, merupakan hutan buatan dari jurus Shodaime Hokage Hashirama Senju, hutan ini memang terkesan 'angker' karena ditumbuhi pohon - pohon yang menjulang tinggi dan minimnya cahaya matahari yang masuk ke dalam hutan tersebut membuat kesan tersendiri untuk orang yang memasuki hutan tersebut.
Terlihat seorang gadis yang kira - kira berumur 13 tahun, berambut putih panjang, mempunyai mata berwarna biru es dan jangan lupakan ukuran dada yang lumayan besar untuk anak seusianya.
"Jadi .. apa yang anda lakukan disini?".Tanya sang gadis entah pada siapa, karena memang tidak ada siapa - siapa, memangnya di hutan ada siapa?, apa mungkin gadis itu gila?, mungkin saja.
Tap .. Tap ..
Terdengar suara langkah kaki, mendekat ke arah gadis itu.
"Ahh Yui, aku hanya ingin melihat adik kecilku dan mencari 'sesuatu' ".Jawab Seseorang yang mendekat kearah Yui.
Plukk ..
Seseorang tersebut mengusap pelan kepala sang gadis yang ternyata adalah Yui.
"Kembalilah, dia pasti membutuhkanmu, aku hanya bisa menjaganya dari jauh, tolong jaga dia Yui".Ucap Orang tersebut, orang tersebut memiliki perawakan tinggi tegap, memakai jubah putih, surai putihnya yang agak panjang, dan diperkirakan umurnya sekitar 18 tahun.
Yui menunduk dan langsung berbalik menatap kearah sosok tersebut.
"Ha'i T-"
"Panggil aku Nii - chan oke, kau kan akan jadi adik iparku haha"
Ucapan Yui terpotong oleh permintaan sekaligus candaan orang tersebut, kemudian pipinya memerah mendengar perkataan orang itu.
'Adik ipar ?, b-berarti itu sama saja dia adalah kakak iparku d-dan itu artinya N-naruto - kun .. Kyaaaa'.Batin Yui mulai memikirkan hal yang aneh - aneh.
"Sekarang kau kembali, aku tak ingin ada yang curiga padamu".Ucap Seseorang tersebut sambil mengusap pelan kepala Yui.
"H'ai N-nii - chan".Ucap Yui agak canggung saat memanggil Nii - chan, sedangkan orang tersebut malah tertawa pelan mendengarnya.
"Nampaknya kau memang menyukai adik ku, dan kau akan benar - benar jadi adik iparku kalau begitu".Ucap Orang itu.
"Urusai !".Balas Yui sambil mengembungkan pipinya sehingga nampak imut.
"Baiklah kalau begitu, jaa ne"
Yui pun menghilang meninggalkan kepulan asap dan orang tersebut, yang masih nampak diam dari situ.
Tak lama kemudian orang itu tersenyum senang lalu menghilang dari sana, tanpa menyisakan apapun.
.
.
.
Team 7 saat ini tengah berjalan - jalan berkeliling desa, mereka baru saja selesai menyerahkan formulir pendaftaran untuk ujian chunin nanti.
Di perjalanan, mereka banyak melihat ninja - ninja dengan ikat kepala berbeda yang artinya ninja tersebut bukan berasal dari Konoha, melainkan dari desa - desa Ninja lain nya.
Tidak mengherankan jika banyak Shinobi maupun Kunoichi yang berasal dari desa lain banyak yang datang ke Konoha, karena beberapa hari lagi akan diadakan ujian chunin.
Dukk ..
Bahu Menma menabrak seseorang sehingga menyebabkan Menma oleng sedangkan orang yang ditabrak Menma nampaknya masih berdiri tegap.
Menma menggeram kesal, lalu perlahan bangun dan melihat siapa yang telah membuatnya jatuh.(padahal dia sendiri yang nabrak, ko jatuh, marah marah lagi :v).
"K-kau brengsek !, jalan itu pakai mata !".Bentak Menma pedas seraya menunjuk - nunjuk orang yang ditabraknya.
Orang tersebut mengangkat alis nya bingung, kemudian berbisik pada orang disebelahnya.
"Bukan nya jalan itu pakai kaki ya teme?".Tanya Orang tersebut.
"Hn".Balas Orang yang dipanggil teme.
"Naruto - kun, Sasuke!"
Kedua orang yang tadi berbisik, yang ternyata adalah Naruto dan Sasuke beserta team 7 langsung mengalihkan pandangan nya keasal suara dan melihat Yui sedang berjalan menuju mereka sambil membawa beberapa bungkus plastik.
"Sedang apa kalian disini?".Tanya Yui penuh selidik lebih tepatnya penuh selidik kearah Naruto.
"Aku secara tidak sengaja bertemu orang gila yang mengatakan kalau jalan itu pake mata, padahal kan jalan itu pakai kaki".Jawab Naruto dengan muka innocent.
Sedangkan Menma menggertakan giginya kesal menahan marah juga sedikit malu.
Sakura dan Rei yang melihat itu mencoba menahan Menma dan membawa nya pergi dari situ.
Setelah kepergian Team 7 Naruto langsung mengalihkan pandangan nya kearah Yui.
"Apa itu yang kau bawa? apa ramen?".Tanya Naruto dengan mata berbinar - binar disertai latar bintang - bintang.
"Itu pasti tomat".Ucap Sasuke yang dari tadi hanya diam hingga membuat Naruto mendelik kearahnya dan Sasuke pun balas mendelik ke arah Naruto.
"Ramen"
"Tomat"
"Ramen!"
"Tomat!"
"RAMEN !"
"TOMAT !"
Bletakk .. Bletakk ..
"Ittai".Ucap Naruto dan Sasuke bersamaan saat Yui menjitak kepala mereka.
"Berhentilah bertengkar atau .. aku akan membuang semua persediaan ramen dan tomat kita".Ancam Yui, Naruto dan Sasuke saling pandang sejenak kemudian keduanya menunduk ala kesatria kerajaan.
"Kami mohon ampun Yui - Sama".Ucap keduanya besamaan.
Sedangkan Yui hanya sweetdrop melihat keduanya.
"Baiklah, ayo kita pulang aku akan memasak ramen dan sup tomat".Ajak Yui yang langsung melangkahkan kaki menuju appartement mereka.
Mata keduanya berbinar - binar mendengar Yui akan memasak makanan favorit mereka, tanpa pikir panjang mereka berdua langsung mengikuti Yui dari belakang.
.
.
.
.
Hokage Room ..
.
.
.
.
Terlihat di ruang Hokage, Minato, Hiruzen dan juga beberapa Jounin tengah membicarakan sesuatu.
"Baiklah sudah diputuskan, kita akan memperketat pertahanan desa dengan rencana yang sudah kita sepakati".Ucap Minato dan disetujui oleh semuanya dengan anggukan.
"Kalian boleh bubar".Lanjutnya dan para Jounin pun bubar.
"Aku merasakan firasat buruk untuk ujian chunin kali ini Minato".Ucap Hiruzen sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Akupun begitu Sandaime - sama, tapi mudah - mudahan saja itu hanya perasaan kita saja".Ucap Minato sambil memandang desa Konoha melalui jendela.
"Ya, mudah - mudahan saja, Oh ya Minato, apakah kau sudah mengetahui desa mana saja yang akan mengikuti ujian chunin kali ini?".Tanya Hiruzen.
Minato mengangguk,
"Sunagakure, Kirigakure, Otogakure dan Amegakure".Jelas Minato.
Hiruzen terlihat mengangguk kemudian kembali menghembuskan asap rokoknya,
Tak lama kemudian muncul kepulan asap dan menampilkan seorang Anbu bertopeng monyet.
Minato dan Hiruzen saling pandang sejenak,
"Ada apa?".Tanya Minato.
"Lapor Hokage - sama, Hyuuga Kazumi ditemukan tewas di dekat hutan kematian dengan luka tusukan di dada kiri nya, dan juga ... kedua matanya telah hilang"
Hiruzen dan Minato tersentak kaget, ini bukan masalah spele, pikir keduanya.
.
.
.
.
.
Hyuuga Compound ..
.
.
.
.
Terlihat sang kepala klan, Hiashi Hyuuga tengah memijit pelipisnya pusing, Bagaimana tidak pusing dirinya baru saja mendapat kabar bahwa salah satu anggota dari keluarga utama tewas di dekat hutan kematian, dan yang lebih parah nya lagi, mata byakugan nya dicuri.
Sebenarnya dirinya tidak masalah jika Kazumi tewas, kenapa? karena Hyuuga Kazumi memang akan di eksekusi mati karena telah melakukan penghianatan pada klan nya sendiri.
Tapi siang tadi Kazumi berhasil kabur, dan sekarang ditemukan tewas?, dengan kedua mata yang sudah hilang.
Kalau saja keluarga utama juga diberi tanda segel burung seperti keluarga cabang, mungkin pencurian mata klan nya tidak akan terjadi.
'Sial'.Batin nya kesal.
Pooofftthh ..
Muncul kepulan asap disamping sang pemimpin klan Hyuuga tersebut dan menampilkan Anbu bertopeng monyet.
"Lapor Hiashi - sama, Hokage - sama memanggil anda untuk segera menemuinya diruang Hokage".Ucap sang Anbu.
Hiashi menghela nafas kemudian mengangguk tanda mengerti.
"Kalau begitu saya permisi"
Tanpa aba - aba lagi sang anbu menghilang meninggalkan Hiashi yang tengah memikirkan sesuatu.
.
.
.
.
.
Hokage Room ..
.
.
Tok .. Tok .. Tok ..
"Masuk"
Pintu pun terbuka menampilkan pemimpin klan Hyuuga, Hiashi Hyuuga dan dua pengawal pribadinya.
"Jadi .. bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?".Tanya Minato yang terdengar jelas keseriusan didalam ucapan nya.
Hiashi menghela nafas, kemudian menjelaskan mengenai kaburnya Kazumi tadi siang dan ditemukan tewasnya Kazumi di dekat hutan kematian.
"Lalu kenapa kau tidak memberitahukanku bahwa Kazumi kabur !".Tanya Minato yang nada ucapan nya naik satu oktaf.
Hiashi menatap Minato tajam.
"Maaf sebelumnya Hokage - sama, tapi masalah klan adalah urusan klan, dan klan kami tidak ingin desa ikut campur akan masalah internal klan kami".Balas Hiashi datar.
Minato menghela nafas pasrah,
"Baiklah, aku tidak akan ikut campur akan urusan internal klan mu, tapi jika kau butuh bantuan aku siap membantumu Hiashi, lagi pula aku sendiri sudah pusing dengan akan diadakan nya ujian chunin".Jawab sekaligus keluh Minato sambil menyenderkan punggungnya pada kursi Hokage.
"Lalu bagaimana?, apakah pelakunya sidah ditemukan?".Tambah Minato.
Hiashi tersenyum tipis,
"Terima kasih atas pengertianmu Minato".
Kemudian Hiashi menggeleng pelan.
"Belum, bahkan tidak ada bekas pertarungan, nampaknya Kazumi mati dalam sekali serang".Jawab Hiashi.
Mendengar itu Minato kembali menghela nafas, sedangkan Hiruzen nampak tidak terganggu dan masih tetap tenang melanjutkan acara merokoknya.
"Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya permisi pamit Hokage - sama, karena saya masih banyak urusan".Ucap Hiashi.
"Tentu saja, silahkan Hiashi".Balas Minato sambil tersenyum.
Hiashi pun pergi meninggalkan ruangan Hokage.
Sepeninggalan Hiashi ruang Hokage terlihat sepi, Minato dan Hiruzen saling diam, bergelut dengan fikiran nya masing - masing.
.
.
.
.
Namikaze Compound ..
.
.
.
Terliahat seorang anak bersurai merah jabrig tengah melamun di Training Ground Namikaze sambil memandang langit sore.
'Ayumi - chan ..'.Batin anak itu sendu.
Kemudian anak tersebut mengepalkan tangan nya kesal.
'Kalau saja, kalau saja si brengsek itu tidak membunuhmu, mungkin kau akan ada disini ..'.Batin anak tersebut kembali bersuara, ingatan - ingatan pahit tentang kematian teman pertamanya kembali berputar diotak nya.
Flashback On ..
.
.
Sore itu terlihat di pinggiran danau, dua orang bocah, yang satu perempuan dan yang satu laki - laki, dan nampaknya mereka masih berumur empat tahun, tengah asik bermain.
Bocah pertama memiliki rambut merah jabrig, mempunyai mata Blue Saphire, memakai kaos oblong warna putih dan celana pendek warna hitam, dia adalah anak Yondaime Hokage, Namikaze Menma.
Sedangkan bocah perempuan mempunyai rambut pirang lurus panjang, mempunyai mata cokelat tua, memakai kimono warna putih dengan aksen bunga - bunga, dan dia adalah teman sepermainan Menma, Ayumi Tokigawa.
"Ne, Menma - kun jika kita becal nanti ayumi ingin menikah dengan Menma - kun ..".Ucap Ayumi dengan gaya khas anak kecil.
Menma kecil tersenyum manis.
"Tentu saja ayumi - chan, Menma pun ingin menikah dengan Ayumi - chan jika cudah becal nanti".Balas Menma semangat.
Tak jauh dari situ, terlihat seorang kakek tua dengan perban melilit mata kanan dan tangan kanan nya, juga memakai tongkat untuk alat bantu jalannya, dan jangan lupakan tanda silang dibagian dagunya.
Pooofftthh ..
Muncul kepulan asap di samping orang tersebut dan menampilkan seorang Anbu bertopeng polos dengan tulisan kanji Ne.
"Kau henge lah menjadi Namikaze Naruto dan bunuh lah gadis kecil yang bersama anak Minato itu".Perintah orang tersebut kepada Anbu disampingnya.
"Ha'i Danzo - sama ..".
Tanpa perintah lebih lanjut, Sang anbu langsung melakukan henge menjadi seorang anak kecil berumur empat tahun, mempunyai rambut pirang jabrig, Mata berwarna blue saphire, memakai kaos warna orange dan celana pendek warna putih, dan jangan lupakan tanda whisker mirip kumis kucing pada kedua pipinya.
"Lakukan tugasmu".Ucap seseorang yang tadi dipanggil Danzo, sambil memberikan sebuah kunai kepada anbu yang henge menjadi Naruto.
.
.
.
.
"Nii - chan !"
Menma berseru semangat saat melihat Naruto sedang berjalan kearahnya, tapi yang membuatnya aneh adalah mengapa kakak kembarnya ini membawa senjata tajam.
"Mengapa kau membawa cenjata tajam Nii - chan?, itu kan bahaya".Ucap Menma dan Naruto hanya diam.
Ayumi yang merasa takut kepada Naruto mulai bersembunyi di belakang tubuh Menma.
"Tenang caja Ayumi - chan, dia itu adalah Nii - chan ku".Ucap Menma mencoba menenangkan.
Duaghh .. Bruukk ..
Secara tiba - tiba Naruto memukul Menma.
Menma yang terkena pukulan Naruto langsung terlempar ke samping, dan berbaring memegangi pipi kanan nya .
Naruto terus mendekati Ayumi yang jatuh ketakutan, kemudian menghunuskan kunainya ke arah Ayumi.
Jlebb .. Aarrgghh ..
Menma langsung tersentak bangun dari acara berbaringnya saat mendengar teriakan kesakitan Ayumi, dan mata nya membulat seketika saat melihat sosok Naruto tengah menusuk - nusukan kunai pada tubuh Ayumi yang mungkin kini sudah tak bernyawa.
"A-APA YANG KAU LAKUKAN NII - CHAN !".Bentak Menma dan langsung berlari kearah Naruto mencoba menghentikan nya.
Duuaakkhh ..
Menma kembali terlempar karena tendangan Naruto, dirinya kembali jatuh berbaring diatas tanah, melihat kearah tubuh Ayumi yang tidak bernyawa seketika pandangan nya berubah kosong.
Dan perlahan chakra merah mulai menyelimuti dirinya.
Anbu yang melakukan henge menjadi Naruto merasakan tekanan chakra besar dari arah Menma pun menoleh dan matanya membulat melihat Menma sudah dalam tahap Kyuubi ekor satu.
Sang anbu pun langsung pergi ketempat Danzo, sesampainya disana Sang anbu melepas henge nya dan merubahnya menjadi Anbu kembali.
"Kerja bagus, ayo kita pergi !".Perintah Danzo, dan keduanya pun menghilang menggunakan shunsin.
Tak berselang lama setelah kepergian Danzo, Minato dan beberapa anbu Konoha datang kesana dan mereka menahan Menma yang mengamuk dan membawa tubuh tak bernyawa Ayumi.
Flashback Off ..
.
.
.
Menma semakin menggertakan giginya kesal saat kembali mengingat kejadian itu.
"Brengsekk !"
"Rasengan"
Dhuuaarr ..
Menma yang sudah termakan emosi karena kilasan balik masa lalunya, kemudian membuat Rasengan dan mengarahkan nya kepada tanah di bawahnya, sehingga menciptakan kawah dan ledakan yang cukup besar.
"A-aku Aku akan MEMBUNUHMU BRENGSEKK !".Teriak Menma penuh ambisi.
.
.
.
.
Next Day, Appartement Naruto ..
.
.
.
Terlihat di sebuah kamar, tiga onggok daging tengah tertidur, mengabaikan cahaya matahari yang mulai masuk melalui jendela, mereka masih terlelap dengan tenangnya, meskipun hari sudah pagi.
Cklekk ..
Pintu kamar terbuka menampilkan seorang gadis cantik berambut putih panjang bergelombang, mata berwarna biru esnya menatap tajam ketiga pria yang masih tertidur lelap dikasur, tubuh yang hanya di tutupi handuk menambah kesan sexy pada gadis itu.
"Enghh Yuii ~".Erang bocah berambut kuning sambil mengeratkan pelukan nya pada guling.
Sang gadis yang masih berdiri didepan pintu mukanya memerah mendengar racauan dari pangeran nya itu yang nampaknya sedang memimpikan nya.
'Tunggu !, pangeran,? sejak kapan dia a-ah sudahlah'Batin Yui sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
Sang gadis yang diketahui bernama Yui pun langsung berlari kearah kamar mandi, mengabaikan tiga onggok daging yang masih bergelut dengan bantal dan guling mereka, dan melupakan niatnya untuk membangunkan ketiganya.
.
.
.
Saat ini di meja makan terlihat, Yui, Naruto, Sasuke dan Shikamaru, mengapa ada Shikamaru disini?, dia kemarin mengunjungi rumah Naruto dan memutuskan untuk menginap, jadilah dia sarapan disini.
"Ittadakimasu"
Naruto mengawali sarapan pagi mereka, mereka makan dengan khidmat, tidak ada yang membuka pembicaraan, mungkin mereka tau tata krama tidak boleh berbicara saat makan.
"Apa kau akan mengikuti ujian chunin nanti Naruto?".Tanya Shikamaru yang sudah selesai sarapan, begitu pula yang lain nya.
"Tentu saja".Jawab Naruto semangat, tapi kemudian dia terlihat berfikir.
"Nampaknya aku melupakan sesuatu tentang ujian chunin".Lanjut Naruto pelan, tapi masih dapat didengar oleh Sasuke yang berada disebelahnya.
"Hn, aku juga".Balas Sasuke.
Lalu keduanya saling tatap.
"ASTAGA!, KITA BELUM MENGISI FORMULIR PENDAFTAAN UJIAN CHUNIN !".Teriak keduanya berbarengan, kemudian saling melempar tatapan tajam.
"Ini gara - gara kau dan tomat busukmu itu ".Ucap Naruto sinis.
Alis Sasuke berkedut - kedut kesal.
"Apa katamu?!, ini itu gara - gara kau dan ramen mentahan mu itu !".Balas Sasuke tak mau kalah sambil menunjuk - nunjuk wajah Naruto.
"Ini semua gara - gara kau !"
"Kau !"
"KAU !"
"KAU !"
Bletakk .. Bletakk ..
"Ittai"Erang keduanya, kemudian mereka berdua saling tatap.
"Aku seperti merasakan De Va Ju".Ucap Naruto.
"Hn".Balas Sasuke seakan menyetujui ucapan Naruto.
"Hooaammzz, pagi yang ramai".Ucap Shikamaru yang langsung tidur dimeja makan.
.
.
.
.
Siang ini terik matahari terlihat begitu panas, sehingga membuat sebagian warga Konoha enggan keluar rumah.
Saat ini Naruto dan Sasuke sedang menuju Hutan kematian (Shi No Mori), Mereka baru saja memberikan formulir pendaftaran ujian chunin, Yui memutuskan untuk pulang dan memasak untuk makan malam nanti, Sedangkan Shikamaru memilih pulang ke rumahnya untuk tidur.
'Kenapa banyak Jounin Konoha disini?, apa untuk persiapan ujian chunin?'.Batin Naruto dan Sasuke bertanya - tanya saat melihat beberapa Jounin seperti tengah menyelidiki sesuatu di dekat gerbang Shi No Mori.
Naruto dan Sasuke pun mencoba menghiraukan dan mencoba memasuki Shi No Mori, Tapi belum sampai pada gerbang mereka berdua dihadang beberapa Jounin yang mempunyai mata kebanggan klan Hyuuga, Byakugan.
"Ada urusan apa kalian kemari?".Tanya salah - satu Jounin berambut cokelat spiky.
"A-ano kami hanya ingin masuk kedalam".Jawab Naruto.
"Hn".Sasuke menyetujui ucapan Naruto.
"Untuk sekarang, tidak ada yang diperbolehkan dulu memasuki Hutan kematian karena sedang dilakukan penyelidikan, kalau kalian bersihkukuh tetap ingin masuk, kalian akan ditetapkan sebagai tersangka".Jelas Jounin satu lagi yang berambut hitam lurus.
Naruto dan Sasuke saling pandang sejenak kemudian menatap kembali dua Jounin di depan mereka.
"Ha'i, arigatou atas peringatan nya".Ucap Naruto sambil membungkuk diikuti Sasuke meski terlihat enggan.
"Kalau begitu kami permisi dulu".Lanjut Naruto dan langsung pergi dari tempat itu bersama Sasuke.
Sepeninggalnya Naruto dan Sasuke kedua Jounin tersebut seakan menyadari sesuatu.
"Bukankah tadi adalah aib dari Hokage - sama dan Uchiha terakhir itu?".Tanya Jounin berambut cokelat.
"Iya, aku tak menyangka dia sangat sopan, dan juga anak Uchiha itu tidak terlalu terlihat arogan".Balas Jounin berambut hitam lurus.
"Hm, nampaknya kita jangan terlalu melihat sesuatu dari sampulnya, menurutku juga Hokage - sama telah salah mengabaikan anak tadi ah aku lupa namanya, lihat saja dia terlihat begitu sopan, sedangkan Menma yang dibangga - banggakan malah terlihat lebih arogan dari seorang Uchiha, kadang kala kekuatan bukanlah segalanya".Ucap Jounin berambut coklat jabrig, dan teman disebelahnya memberikan tatapan tak percaya pada Jounin berambut cokelat tersebut.
"Apa?"
Jounin berambut cokelat yang merasa ditatap kemudian bertanya kepada teman nyaitu.
"Ahaha tidak, hanya saja baru pertama kali ini aku melihatmu sebijak itu".Balas Jounin berambut hitam lurus sambil tertawa.
"Sudahlah, ayo kita lanjutkan penyelidikan ini, mudah - mudahan kita menemukan sebuah bukti".
"Ayo".
.
.
.
.
Skip Time ..
.
.
Ujian chunin di mulai besok, Naruto dan team nya sudah mempersiapkan diri untuk ujian chunin besok.
'Mudah - mudahan saja besok menjadi hari yang ... menyenangkan'.Batin Naruto sambil tersenyum yang entah kenapa senyuman itu terlihat ganjil.
"Berhenti tersenyum seperti itu dobe, kau terlihat menjijikan".Ucapan pedas keluar dari mulut sang sahabat atau lebih tepatnya saudara tidak sedarah nya.
Naruto mendelik kesal ke arah Sasuke, padahal dirinya ingin terlihat kejam didepan para pembaca, tapi si teme ini mengacaukan nya.
"Kau cari mati ya teme!"
Sasuke tidak gentar akan gertakan Naruto malah dirinya melemparkan senyuman merendahkan khas Uchiha kearah Naruto.
Naruto yang tersulut emosi nya langsung menerjang kearah Sasuke, tapi sebelum itu terjadi, suara seseorang terlebih dahulu menghentikan mereka.
"Ehh tampan ketemu lagi sama ekke, Godain ekke lagi dong cyiin"
Keduanya langsung mengalihkan pandangan nya keasal suara dan mereka berdua langsung meneguk ludah susah payah.
"I-itu banci kemarin teme".Ucap Naruto ketakutan.
Sasuke mengangguk kaku, ini semua gara - gara Naruto.
Flashback On ..
.
.
Kemarin sore sehabis latihan Naruto dan Sasuke memutuskan untuk jalan - jalan terlebih dahulu sebelum pulang ke appartement.
Di jalan mereka bertemu seorang gadis berambut hitam panjang tengah membelakangi mereka.
Entah ide darimana Naruto lalu mengajak Sasuke taruhan untuk megajak kencan gadis tersebut, siapa yang berhasil kencan dengan sang gadis dialah pemenangnya.
Yang kalah akan menuruti semua permintaan si pemenang, tentu saja Sasuke langsung menyetujui nya karena dirinya optimis menang, Sasuke langsung mendekati si gadis dengan gaya cool nya.
"Ekhhmss, permisi nona manis ~".Ucap Sasuke terdengar maskulin.
Si gadis langsung membalikan badan nya untuk melihat siapa yang menyapa nya.
"Iihh, haii ganteng :*".Ucap si gadis sambil berpose layaknya banci gerbong.
Sasuke langsung mundur sedikit kebelakang, tubuhnya bergetar matanya membulat, dia shock bagaimana tidak shock dia yang seorang Uchiha menggoda seorang gadis berkumis dan berjakun alias banci, lalu Sasuke menoleh dengan perlahan kearah tempat Naruto menunggunya.
Ternyata Naruto sudah menghilang dari situ, meninggalkan Sasuke dengan sang banci bersama acara romantisme mereka.
"HHUUAAAAA !"
Sasuke langsung berlari dengan kencangnya meninggalkan sang pujaan banci nya disitu.
Flashback Off ..
.
.
.
"HUUAAAA".Keduanya langsung berlari kencang sambil memegang pantat nya masing - masing.
.
.
.
.
In Another Place ..
.
.
Terlihat siluet seseorang berjubah hitam didalam sebuah gua, sosok tersebut terlihat memegang tabung berisi cairan hijau yang didalamnya terdapat mata Byakugan.
"Hmm, Byakugan yaa, dengan ini kesepakatan kita mutlak, kau mendapatkan Byakugan ini dan sebagai gantinya kau harus bergabung dengan organisasiku ..
.. Akatsuki"
.
.
.
To Be Countinued ...
Gomen gomen, amburadul chap nya, Author busy akhir - akhir ini Gomen Minna.
Kasih tanggapan aja buat chap ini, mau pujian, ejekan, saran, kritik, masukan, flame juga boleh, akan saya terima dengan lapang dada :v ciiee author so bijak :v.
Terima kasih buat yang udah mereview Fav, Follow.
Dah segitu aja, otak author lagi error ..
Ootsutsuki Al ..
.
.
.
.
.
Logout ...
