Jackpot
Wiell Present
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Disclaimer :
Cerita ini milik saya, jika ada kesamaan bukan suatu kesengajaan.
.
Boleh dianggap jika Akashi menerima durian runtuh. Jadi bolehkan ia berharap jika Kuroko selalu semanis ini?
Warning!
Typo bertebaran. BL. Bahasa campuran. OOC.
If you Don't Like Don't Read . Please! RnR!
[AKAKURO]
.
Boleh dianggap jika Akashi menerima durian runtuh. Pasalnya pagi tadi Kuroko siap sedia tanpa perlawan ketika Akashi menjemputnya. Bukan disambut dengan wajah lesu tak semangat namun senyum manis yang tak begitu kentara.
Kuroko juga menyiapkan bekal sandwich buatannya yang enak. Entah tanpa angin dan hujan Kuroko berubah drastis.
Dan tolong jangan buat Akashi berharap berlebihan terhadap hal ini.
"Tetsuya?"
"Hm?"
"Hari ini kau sedikit berbeda."
"Sungguh? Sepertinya aku sama saja, bajuku juga masih sama rambutku masih biru dan aku masih –"
"Bukan." Akashi masih tersenyum, tangannya menarik Kuroko mendekat yang masih bingung. lalu mengusap rambut biru muda itu tanpa perlawanan. Rasanya menyenangkan.
Mengabaikan beberapa siswa yang lewat dan menatap iri bagaimana Akashi menatap Kuroko. Mereka berdua berdiri dengan santai dilahan parkir yang mulai ramai.
"Kau jadi jinak?"
"Hah? Apa maksudnya? Aku –ah.. aku paham maksud Akashi-kun."
"Jadi?"
"Aku hanya sedang bahagia saja jadi mumpung moodku masih bagus tolong jangan buat moodku jelek. "
"Apa yang membuat mood Tetsuya bagus?"
Lalu entah sadar atau tidak Tetsuya bercerita panjang tentang beberapa orang yang entah suatu kebetulan atau bukan mentraktirnya milk shake secara bergantian. Dari Kagami hingga Kise. Total ada empat termasuk Aomine juga Midorima. Atau mungkin akan bertambah lima jika Akashi mau menambahkanya juga.
"Akashi juga mau mentraktirku?"
"Tentu tapi tidak sekarang. Kau sudah terlalu banyak minum milkshake Tetsuya."
Akashi terdiam, jika milkshake bisa membuat Tetsuya sejinak ini. dirinya rela memiliki satu kedai tetap yang khusus untuk Tetsuya nya. Namun jika itu terjadi bukankan Tetsuya akan meminumnya setiap hari dan bisa jadi sakit perut karena kebanyakan minum?
Akashi tidak mau Tetsuya-nya sakit.
"Tapi kan –aduh."
Tetsuya memegang perutnya yang tiba-tiba sakit. Ia meremasnya untuk meredakan sakitnya. Bahkan membungkukpun tidak membuatnya membaik.
"Akashi-kun perutku sakit sekali."
"Tetsuya kau tidak apa-apa?" Akashi bertanya panik. Ia menuntun Tetsuya duduk dikursi terdekat, namun dibeberapa langkah tahunya Tetsuya sudah tak sadarkan diri.
"Tetsuya!"
-0o0-
Ketika dulu Akashi ditanya apa yang membuatnya ketakutan, maka ia akan menjawab bertemu dengan dokter. Namun ketika kini ia ditanyai pertanyaan serupa maka ia akan menjawab Tetsuya.
Iya, Tetsuya. Si mungil berambut biru yang membuat Akashi khawatir dan mengumpat banyak kali. Ia kini tengah berada di UDG. Tengah diperiksa oleh dokter langganan keluarganya. Dan ketika melihat sang dokter keluar dengan cepat kakinya melangkah mendekat.
"Apa dia baik-baik saja?"
"Tak perlu khawatir, dia hanya terlalu banyak minum milkshake dan tidak makan. Istirahat dan dia akan pulih. Akashi-kun sudah bisa tenang sekarang."
Beruntung Akashi tak jadi membeli kedai milkshake, jika itu terjadi Akashi tak bisa membayangkan yang akan terjadi.
"Baik terima kasih, aku akan mengunjunginya dulu."
"Tolong jangan marahi kekasihmu Akashi-kun. Dia sungguh manis bisa saja dia menangis." Akashi hanya mengendikkan bahunya asal. Dan hey, apa dokter itu mengatakan Tetsuya manis? Cih.
Dan juga..
"Kekasihku ya." Akashi menyeringai, "Secepatnya."
-0o0-
Ketika Akashi masuk kedalam UGD tadi, Tetsuya tengah berbaring dengan wajah cemberut. Ia mengusap perutnya pelan. tak menghiraukan Akashi yang duduk diranjangnya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Akashi lembut. Sebenarnya Akashi marah, hanya saja ia menahannya begitu melihat wajah Tetsuya yang masih pucat. Mengusap poni berantakan milik Tetsuya dengan lembut.
Tetsuya mengangguk pelan. Menatapnya sungkan atau takut, Akashi tak yakin. "Hanya sakit perut biasa."
"Benarkah? Bukan karena kau minum –"
"Ya ya terserah." Ia menarik tangan Akashi menjauh, dan mencoba bangun.
Tetsuya menutup matanya ketika ketika tiba-tiba ia merasa pusing. Tak jadi bangun untuk segera turun dari ranjang dan pulang.
"Ya tuhan, aku tahun kau sangat menyukai milkshake tapi aku tidak akan mentolelir jika kau meminum berlebihan seperti ini lagi. Atau aku akan melarangmu meminumnya."
Si biru membuka matanya, ia mencoba bangun dan menahan pusingnya. Bibirnya masih pucat dan tubuhnya lemah karena tak makan apapun. "Apa maksud Akashi bicara begitu? Untuk apa melarang aku –"
"Untuk kesehatanmu tentu saja. Dan kini lihat bagaimana dirimu berada dirumah sakit."
"Aku hanya kebanyakan minum dan tidak makan saja."
"Persetan."
Akashi menarik lengan Kuroko mendekat, menangkup wajah pucat itu dan memberi sebuah sapaan pada bibir favoritnya. Ia memiringkan kepalanya, mengecup bibir itu beberapa kali lalu melumatnya penuh, lidahnya mengajak Tetsuya ikut serta dalam perang yang dimulai Akashi. Hingga beberapa menit keduanya berciuman dan tepukan keras diterima Akashi didadanya.
"Akashi –kun." Wajah yang tadi pucat itu kini tersipu merah memalu. "Kenapa menciumku, akukan sedang sakit."
"Nah begini lebih baik, kau sudah tidak pucat lagi."
"Dasar modus."
"Lagipula kau tidak menolak."
"A-apa?" bahkan makin merah merona.
"Tolong jangan tersipu dan manis begitu. Bisa saja aku menciummu hingga kau pingsan Tetsuya."
Hari itu diakhiri dengan Akashi yang menggendong Kuroko ke kantin rumah sakit dan menyuapi layaknya bayi. Bolehkan Akashi berharap jika Kuroko selalu semanis ini dalam keadaan sehatnya?
Sesegera mungkin.
END
a/n :
Wkwk.. si Tetsuya kebanyakan minum tuh jadinya sakit . Eh tapi ada Akashi kok hehe.
Bener-bener slow update kan ya? Yang sabar ya, spoiler untuk chap depan adalah K untuk Kidnap atau penculikan, jadi siapa yang diculik? Akashi kah atau Kuroko? Tunggu saja aku selesai UAS pasti aku lanjut kok. Doakan lancar ya tanggl 7 nanti..
Ps : untuk yang tanya atau bilang, kok udah end sih? Iya say, ini emang udah end jadi tiap chapter akan berakhir sampai disitu aja dan chapter selnjutnya akan berbeda tema tapi masih berhubungan. Semacam drabble ya..
Sorry untuk typonya ya
Thank's ya!
