Maaf jika kalian menunggu lama untuk fic ini. Dan maaf jika chapn kali ini mengecewakan.
Hal itu dikarenakan cerita aslinya sudah hilang ketika saya akan mempost cerita ini tadi pagi. Mohon maaf
Dan terima kasih sebanyak banyaknya bagi yang telah mereview dan mau berbaik hari menjawab pertanyaan saya di chap sebelumnya.
Disclaimer: Saya tidak akan pernah mengakui kepemilikan Naruto dan High School DxD
Rate: M
Pair: Naruto x Rias x Mysterious Girl
Genre: Adventure, Romance
Warning: Typo, ooc, oc, bahasa yang aneh, abal-abal, banyak kekurangan di sana-sini, alur yang terlampau cepat, tata bahasa yang kacau balau,Penulisan yang sanagt jauh dari aturan KBBI.
Tangan Naruto bergetar hebat memengan kunai emas yang saat ini ada ditangannya. Keenam sayap hitamnya yang secara spontan keluar, mengepak tak karuan ketika tubuhnya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan Sacred Gear's buatan itu.
Tiba-tiba sebuah sinar berwarna putih bersiar menyelimuti tangannya. Semakin lama sinar itu perlahan merayap menyelimuti tangannya. Dan aknirnya berakir dengan membungkus seluruh angota tubuhnya. 'Berhasil!' batin Naruto berucap ketika tubuhnya secara sempurnya telah tertutupi oleh cahaya tersebut.
Cahaya tersebut perlahan menghilang dan menampilkan tubuh Naruto yang telah tertutup sempurna oleh sebuah armor berwarna orange hitam disetap sisinya. Dan dibelakannya keeanam pasang sayap hitamnya menghilag seperti bulu yang ditiup angin. Digantika oleh sembilan rantai besi yang meliuk-liuk bak ekor hewan.
Merasa telah berhasil meguasai Sacred Gear's miliknya Naruto melakukan langkah pertama dengan megambil ancang-ancang mencoba untuk terbang. Mencoba bagaimana rasanya terbang tanpa sayap seperti Azazel dengan Sacred Gear'snya.
Tanah yang dipijak Naruto retak ketika pemuda pirang itu mencoba melakukan langkah pertama. Terbang, Neruto melesat jauh keangkasa ketika tubuhnya serasa kehilagan gaya gravitasi dan ditambah dengan adanya gaya pendorong yang seakan mendorong tubuhnya keangkasa luas.
Menukik diangkasa luas, Naruto mencoba melakukan beberapa manufer untuk semakin membiasakan dirinya dengan Sacred Gear's ini.
Kraakk..
Namun keanehan terjadi, perlahan namun pasti armor yang membungkus badannya retak dan hancur menyisakan dirinya yang kaget dengan kejadian itu. 'Oh sial!' dan tanpa aba-aba lagi Naruto jatuh menuju tanah.
Bukkhh..
Azazel tak kuasa menaha tawanya ketika mendapati Naruto terjatuh dengan tidak elitnya. Mendatangi pemuda tersebut Azazel hanya memandang Naruto seperti biasa, tidak kasian denga keadaan pemuda dihadapannya ini. Jika melihat kehancuran Sacred Gear's nya tadi sepertinya dia tau penyebabnya. Sepertinya Sacred Gear's itu tidak sanggup mengimbangi kemampuan atau kekuatan dari Naruto hingga akhirya Sacred Gear's hancur berkeping-keping. Namun jika difikir-fikir sebenarnya tanpa Sacred Gear's menurutnya pemuda pirang itu sudah cukup kuat. Bahkan mungkin cukup kuat untuk membunuhnya.
"Sepertiya Sacred Gear's itu tidak cocok denganmu Naruto." Ucap Azazel santai.
"Setidaknya kau mau membantuku berdiri" rutuk Naruto kesal melihat orang dihadapannya ini.
"Berdiri saja sendiri" kemudian Azazel perlahan pergi meninggalkan Naruto.
"Sialan kau!"
.
.
.
"Jadi hasilnya adalah kegagalan!" Naruto melempar sebuah kerikil kedalam danau tempat dia dan Azazel melatih kemampuan Sacred Gear's buatan itu.
"Tidak sepenuhnya" Azazel kembali melempar kail pancingnya kedalam danau. "Dari sana aku bisa tau satu hal!" sambung Azazel yang seketika tersenyum senang ketika umpannya dimakan ikan.
"Apa itu?" Naruto menatap Gubenur Malaikat jatuh itu dengan wajah bingung.
Menatap Naruto, Azazel hanya memamerkan senyum misteriusnya. "Kau cari saja sendiri."
"Terserah... "
Cukup lama mereka berdiam dari dan saling berbicara hal-hal lain saat malam telah mencapai puncaknya. Sesekali Azazel menceritakan berbagai kisah lama tentang perperangan tiga fraksi kepada Naruto yang hanya berperan sebagai pendengar yang baik. Walau secara garis besar dia sudah tau akan alur cerita itu.
"Kau tau!" Azazel berusaha menarik pancingnya dengan sekuat tenaga. "Dari kabar yang kudengar, kekasihmu dan Pewaris clan Phenex melakukan Rating Game untuk menentukan pertunangan mereka... " kemudian Azazel menatap Naruto yang sedari tadi diam. "... apa kau tidak khawatir.
"Tidak!" Naruto kembali melempar beberapa krikil kecil kedalam danau. "Aku percaya mereka pasti akan menang... " mengambil sebuah krikil lagi dan melemparnya. "Lagi pula disana ada Naga Merah, untuk apa aku terlalu khawatir"
"Lalu bagai mana jika seandainya dia kalah?"
"Kalau dia kalah... " Naruto masih setia melempar krikil kecil. "... maka aku akan datang kedunia bawah dan akan mengagalkan acara pernikahan itu. Meski harus bertarung dengan ratusan iblis, bahkan bila harus bertarung dengan empat Maou sekalipun"
"Kau sungguh berani jika berkata seperti itu" Azazel kembali melempar pancingannya.
"Kita lihat saja" balas Naruto.
.
.
.
Masih ditepi danau, dan dalam malam yang mencapai puncaknya. Dua mahluk dari dunia lain tersebut masih terdiam dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
"Mau dengar kabar baru tentang dunia hari ini?" tanya Azazel disela-sela memancing, untuk memecah kesunyian diamtara mereka. "Anggap saja ini sekedar informasi bagimu, dan carita pengantar tidur karna kau dari tadi sudah berlatih keras"
"Baik, aku dengarkan"
"Kau tau, malam pada saat kita akan berangkat untuk latihan mengendalikan Sacred Gear's buatan ini... " Kemudian Azazel menghentikan aktifitas memancingnya. "... salah satu mata-mata kepercayaanku melihat seorang pria aneh yang memakai topi fedora hitam yang mengalahkan seorang iblis penghianat seorang diri"
"Paling dia hanyalah pendeta sesat yang tangguh" kilah Naruto cepat.
"Ku kira awalnya begitu... " segera Azazel melanjutkan ceritanya, ketika melihat pemuda disampingnya ini mulai tertarik. "... namun, yang aneh adalah dia mengalahkan Iblis penghianat itu tanpa menyentuhnya sama sekali... "
Pupil mata Naruto untuk sesaat melebar mendengar penuturan Azazel, namun dia tetap diam dan menunggu sang pemimpin Malaikat jatuh untuk melanjutkan ceritanya.
"... dan ketika dia sudah selesai mengalahkan Iblis penghianat itu, dia sempat melirik kearah mata-mataku, dan memperlihatkan sesuatu yang membuatku binggung"
"Yaitu sebuah Iris seperti pola riak air dan sebuah buku" kembali Azazel memberi jeda sejenak agar Naruto dapat menangkap maksudnya. "Dan dari kesimpulan diatas maka bisa aku pastikan dia adalah salah satu anggota The Nine Unknown Men!"
.
.
.
.
.
Hari pertarungan!
Raiser mengepalkan tangannya kesal. Urat kemarahan jelas terlihata diwajahnya ketika sebuah serangan penghabisan yang akan ditujukan kepada Rias agar bisa memenangkan Game ini pupus sudah ketika ditepis oleh Issei.
Meningkatkan Rasio api miliknya. Raiser melesat dengan cepat kearah Issei. Dengan tangan kanannya yang sudah dilapisi oleh api yang sangat panas, Raiser siap untuk melancarkan sebuah pukulan telak pada bocah Naga itu.
Dan dia melihat bahwa pemilik Naga merah itu juga melakukan hal yang sama, juga sama-sama melayangkan sebuah pukulan kearahnya.
'Bodoh' Raiser tersenyum mengejek ketika melihat Issei tidak menggunakan Sacred Gear's untuk memukulnya.
Duk!
Kedua pukulan itu sama-sama mengenai wajah sang target dengan telak. Mereka berdua mencoba untuk menatap tajam lawan masing-masing, mencoba untuk saling mengintimidasi.
Merasa serangan mereka seimbang. Kedua laki-laki itu memilih untuk melompat mundur seraya menyiapkan serangan selanjutnya.
'Chi... ternyata sakit juga' Raiser mengelus pipinya yang agak membiru setelah menerima pukulan telak dari Issei. Tidak bisa dipungkirinya, walau Issei adalah sebuah Pion. Namun Issei adalah sebuah keistimeweaan karena menerima lima bidak Pion sekaligus. Dan lebih diperparah ketika Naga merah itu melakukan Promosi menjadi Queen.
'Sial!' tatapannya menajam kembali ketika dia baru menyadari bahwa sekarang dia harus melawan seseorang yang kekuatannya setara dengan lima orang Queen sekaligus.
Mereka beruda kembali meju untuk melakukan pukulan yang sama. Kali ini Raiser kembali meningkatkan Rasio kekuatannya. Hingga menciptakan tekanan panas disekitarnya. Dan seakan tidak terpengaruh Issei juga maju dengan cepat berusaha melayangkan pukulan terbaiknya.
'Kau kira kau sudah kuat dengan memukulku tanpa Sacred Gear's mu!?' Raiser kembali merasa dipermaikan oleh Issei.
Kedua pukulan itu akan kembali beradu. Tapi, seketika pupil mata Raiser melebar ketika melihat aksi Issei yang seketika menangkap tangannya yang terselimuti api dan menariknya.
'Apa!' pupil matanya melebar ketika Issei akan memukul wajahnya dengan Sacred Gear's. Namun sepertinya ini lebih buruk karena apa yang digenggam Sacred Gear's itu lebih buruk.
'S-salib!' itulah pikiran terakir Raiser sebelum sebuah salib kecil melesat cepat dan tepat bersarang dijidatnya. "Aaarrrkkkkkkk..."
Tidak menyia-nyiakan kesempatan Issei kembali berlari menuju Raiser yang terlihat sedang kesakitan dalam mencabut salib yang menempel dalam di jidatnya. Mengeluarkan dua botol kecil dari kantong celananya. Dia siap melakukan serangan selanjutnya.
"Aaaarrrrkkkkk..." Raiser kembali berteriak kesakitan ketika kedua matanya dibutakan oleh air suci dari botol kecil yang dibawa Issei tadi. "Sialan kau" Raiser menendang Issei dengan keras dan kemudian menembakan semburan api raksasa, sebelum matanya mengabur dan gelap karena mengalami kebutaan.
"Wow... apimu memang panas ayam, dan tak kusangka jika aku harus mengeluarkan kartu As ku" di dalam kobaran api yang mulai memudar terlihat siulet seorang yang masih berdiri tegak seakan tidak terpengaruh dengan api tersebut.
Mata Rias dan Asia melebar ketika melihat Issei yang memasuki mode Balance Breaker. Bahkan api Raiser sama sekali tidak menyentuh tubuh pemuda yang sudah terlapisi armor bewarna merah darah tersebut.
"Tak kusangka kau akan memasuki mode ini sekarang!" suaraDdraig mengema dalam pikirannya.
'Tidak ada pilihan jika tak memasuki mode ini maka aku akan hangus oleh apinya barusan' Issei bersiap mengambil ancang-ancang untuk melesat kearah Raiser yang terlihat sibuk meregenerasi kedua matanya. 'Lagi pula dengan ini semua akan selesai'
"Terserah padamu partner" Ddraig mengehela nafas berat kemudian menyadari kegilaan partnernya kali ini. "Namun kau hanya punya batasan 30 detik dalam menggunakan mode ini"
'akan ku selesaikan dalam 10 detik!' Issei masih menatap Raiser
"Kau terlalu sombong, tapi aku suka. Dan waktunya dimulai... "
"Sekarang!"
Tanah disekitar Issei retak ketika Booster dipunggungnya menyala dan menggerakkan tubuhnya dengan kecepatan yang luar biasa. Melesat kerah Raiser seraya menyiapkan pukulan.
Duk!
Pukulan itu sukses menghantam perut Raiser dan melempar pemuda itu kerah sebuah bangunhan dan menembusnya. Tidak tinggal diam Issei kembali melesat kearah bangunan itu tidak membiarkan Raiser melakukan regenerasi.
Terbang keatas. Issei seketika menukik kebawah ketika sudah mendapatkan ketinggian yang pas untuk melancarkan pukulan terakirnya. Meluncur bagaikan meteor, Issei melesat cepat kearah Issei.
Menembus atap bangunan itu Issei dapat melihat dengan jelas Raiser yang masih terkapar. Tersenyum penuh kemenangan Issei siap untuk melayangkan serangan penghabisan ini.
Namun Issei sepertinya tidak menyadari sesuatu
Tiba-tiba bola api yang sangat besar melesat kearah Issei yang membuatnya mau tak mau harus menghindar. Menabrak tembok kerena tidak siap dengan serangan tiba-tiba tersebut, Issei manatap Raiser yang sedang tertawa setan dari balik armor merahnya.
"Ada apa Naga merah? Apa kau terkejut!"
Pupil mata Issei melebar ketika melihat sebelah mata Raiser atau lebih tepatnya mata kanan pemuda tersebut terbuka. 'Bagaimana bisa?' batinnya bertanya melihat hal ganjil itu.
"Aku melakukan regenesari paksa pada mata kananku... " kemudian Raiser membungkus tubuhnya dengan balutan api. "... dan bersiaplah untuk babak utama!"
"Dan merasakan api dari Neraka!"
Berdiri dari tembok yang habis ditabraknya tadi. Issei menyeringai dan menatap Raiser di balik armornya. "Aku juga akan menunjukan kekuatan Naga yang sesungguhnya padamu!" dan dengan itu Issei melesat kearah Raiser seraya menyiapkan tinjuannya.
Dan seakan menjawab serangan Issei. Raiser juga melesat dengan kedua pasang sayap apinya, seraya juga menyiapkan pukulannya.
Duk!
Blaaaarrrr...
Kedua pukulan itu saling beradu dan menghasilkan angin ledakan kekuatan yang seketika menghancurkan bangunan itu menjadi puing. Dan seakan tidak sampai disitu saja. Issei dan Raiser saling melayangkan tinjuan mereka masing-masing. Raiser dengan pukulan berlapis api miliknya. Sedangkan Issei dengan tinjuan berlapis armor.
"Partner waktumu tinggal 13 detik!" suara dari Ddraig mengangetkannya.
"Mati kau brengsek!" teriak Issei lantang yang memaksakan tubuhnya untuk tetap menghajar Raiser.
[ Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! ]
"10 detik!"
Pertarungan itu semakin sengit dan sepertinya seimbang.
[ Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! ]
"5 detik!"
Issei berhasil mengunguli Raiser dengan melipat gandakan kekuatannya berkali kali lipat.
"2 detik!"
Raiser semakin kewalahan dan telihat beberapa pertahanannya terbuka. Melihat kesempatan itu Issei menyiapkan sebuah bola plasma hijau ditangan kanannya dan berniat untuk menghantamkannya kewajah Raiser untuk mengakhiri Game ini.
Krakkk..
Issei tekejut mendapati armornya yang telah retak dan perlahan menudar begitu juga dengan bola plasma miliknya yang seketika lansung memudar. Sepertinya 30 detik telah usai. Dan dia kembali dikejutkan oleh Raiser yang sepertinya sudah menyiapkan sebuah bunga api ditanganya.
Raiser terlihat tersenyum setan ketika mendapati bahwa Issei telah kehabisan waktu. Melesatkan serangan terakirnya Raiser siap untuk mengakhiri ini. "Terima ini Core Fire"
Blarrrr...!
Sebuah ledakan mengagetkan Rias dan Asia yang sedari tadi sibuk memperhatikan pertarungan antara Issei dan Raiser. Kabut tebal yang dihasilkan oleh ledakan tersebut menghalangi jarak pandang mereka. Namun, perlahan tapi pasti kabut tersebut mulai memudar dan menampilkan sosok Issei yang sudah sekarat sedangkan Raiser terlihat baik-baik saja.
"Tidak buruk... " Raiser mendang Issei sekuat tenanga sehingga menyebabkan Issei mengeluarkan raungan sakit. "... tapi cukup sampai disini saja" Raiser kembali menyiapkan teknik yang sama untuk menghabisi Issei.
Greebb...
Sebuah pelukan menghentikan aksi Raiser seketika. Menatap siapa yang memeluknya, seketika membuat seringai lebar tercetak diwajah Raiser. Dan menatap Issei dia bisa melihat raut wajah kecewa yang jelas.
"Sudah cukup... " Rias masih memluk Raiser dari belakang. "... aku menyerah"
Kata-kata itu, kata-kata yang mengakhiri Rating Game ini seketika. Dan sebuah kata yang menyatakan kekalahan kelompok Gremory.
Berbalik arah Raiser kemudian memeluk Rias dengan erat. Sengaja menunjukan kemesraan paksa didepan Issei yang terlihat kecewa. Kecewa dengan kekuatannya. Kecewa dengan yang terjadi. Kecewa dengan perjuangan semua anggota keluarganya yang pada akhirnya berujung pada kekalahan.
Dan yang terpenting masih merasa lemah... apa dia memang selemah ini.
.
.
.
.
.
Dalam ruangan suram dengan pencahayaan yang minim. Terdengar suara kertas yang dibolak balik jika kau mendengarkan dengan teliti. Dan dalam ruangan gelap yang minim pencahayaan itu. Terlihat siuelt merah yang sedang duduk di sebuah kursi bergaya Eropa klasik dengan nyaman seraya membaca sebuah buku tebal yang sudah tua.
Namun sepertinya kegiatannya harus kembali terganggu. Ketika instingnya merasakan seseorang datang menghampirinya. Masih tetap diam dan dalam keburaman tempat itu, dia tersenyum senang. Sekan sudah tau apa yang disampaikan padanya. Namun walaupun begitu dia tetap bertanya.
"Bagaimana Grayfia-chan?" kemudian dia menutup bukunya, dan memilih untuk menyeduh teh yang tersedia di sampingnya dengan tenang.
"Kau sudah tau akan hasilnya bukan?" Grayfia masih datar seperti biasa.
"He he he... " Sirzech hanya tertawa pelan ketika mendengar kalimat yang diucapkan dengan nada formal itu. "... ya kita tunggu saja kedatangannya"
"Kalau dia bersungguh-sungguh dia pasti datang"
"Ku harap ini nantinya tidak meninbulkan masalah" kemudian Grayfia kembali pergi dan menghilang dari hadapan Sirzech.
Sedangkan Sirzech hanya terdiam dan kembali melirik buku yang tadi sempat tertunda untuk dibacanya. Kembali membuka buku tua itu, dia berusaha membandingkan apa yang ada didalam buku itu dengan kenyataan yang ada.
"Mungkin sejarah akan terulang kembali"
.
.
.
.
.
Malam hari sebelum hari yang di tentukan
Sepulangnya dari acara piknik dengan Azazel, Naruto muncul dalam kilatan hitam tepat didepan apartemen miliknya. Membuka pintu apartemen tersebut, berbagai pertanyaan memenuhi otaknya untuk bertanya apakah kelian menang atau kalah.
Namun ketika memasuki apartemennya dan menemui Yui yang sedang menangis. Membuatnya terdiam dan merasa dia sudah mendapat jawaban dari tangisan tersebut. Namun walau demikian Naruto tetap berusaha menepis apa yang dipikirkannya dan tetap bertanya.
Walau mungkin jawabannya sudah pasti.
"Kenapa denganmu Yui?" Naruto menghampiri adiknya dan mengelus rambut lembut rambut adiknya.
Namun Yui hanya tetap diam dan tidak berkomentar apapun bahkan, semakin menangis ketika Naruto menanyakan kabarnya. "Bagaimana hasil pertandingan kalian?" tanya Naruto dengan senyum yang dipaksakan.
"Nii-chan~" Yui menatap Naruto dengan berlinang air mata. Sedangkan Naruto sudah mendapat kembali firasat buruk yang tadi di tepisnya ketika melihat Yui menatapnya begitu. "Kami kalah hwuaaa..~"
"Kalah ya..?" Naruto hanya bisa tersenyum simpul mendapati kenyataan. Mengeluarkan keenam pasang sayapnya. Naeuro kemudian kembali mengelus kepala Yui lembut. "Nii-cha pergi dulu ya... " kemudian Naruto menghilang dalam kilatan hitam.
.
.
.
.
.
"Bulan... " guman Azazel yang sedang memandangi bulan disela kegiatan memancingnya. Satu dua lempara dilakukannya, untuk mendapatkan ikan. Namun yang membuatnya selalu heran adalah... kenapa dia tidak pernah mendapatkan tangkapan sekalipun?
Namun tiba-tiba disampingnya muncul lingkaran portal bewarna merah dengan lambang keluarga Gremory didalamnya. Dan tidak perlu menunggu lama, Azazel dapat melihat siapa yang datang melalui portal tersebut. "Tak ku sangka kau mau datang malam-malam begini menemuiku...? "
"Oh ya... bagaimana perasaanmu saat ini Sirzech?"
"Selain gugp dan terkejut tidak ada yang spesial" kemudian Sirzech memilih duduk disamping Azazel, menemani Gubernur Malaikat jatuh itu dalam kegiatan memancingnya tersebut. "Apa lagi dia adalah adikku satu-satunya..."
"... namun sepertinya Tou-sama sangat santai sekali dengan semua ini... " kemudian Sirzech memilih memandangi bulan dibanding mamandang Azazel yang sedang merutuk kesal karena tidak ada ikan yang memakan umpannya. "... menurutmu apa Dia akan datang?"
"Entalah... " Azazel mencoba melempar kail kembali. "... menurutku dia pasti akan datang kau tunggu saja"
"Ya... ketika dia datang maka aku akan bisa melihat sedikit kemampuanya. Rasanya aku agak merasa bersalah pada pihak Phenex" kemudian Sirzech berdiri dan mulai menghilang dalam lingkaran merah meninggalkan Azazel yang masih sibuk dengan kegiatan sakralnya.
Memandang kepergian Sirzech, Azazel hanya bisa menghela nafas berat. "Ku harap kau tau apa yang akan kau uji"
.
.
.
.
.
"Jadi belum ada kabar dari Naruto?" Rias terlihat sedang menatap pantulan dirinya yang berada dicermin. Dan kemudian beralih menatap Akeno yang juga balas menatapnya.
"Ya,.. memang belum ada kabar hingga saat ini dari Naruto" kemudian Akeno member jeda sejenak. "Tapi kata Yui, Naruto sempat mendatangi apartemen dan bertemu dengan Yui untuk menanyakan keadaan rating game.. "
"… dan sejak saat itu kabar apapun tentang Naruto tidak ada lagi"
"Begitukah" Rias kembali memandang pantulan dirinya yang ada dicermin. Seharusnya ini akan menjadi hari bahagianya jika dia menikah dengan orang yang dia cintai. Namun saying, ini akan menjadi hari terburuk dalam hidupnya, karna pada akhirnya dia harus menikah dengan orang sombong diluar sana.
"Tenang Naruto pasti akan dating.. " hibur Akeno walau tidak terlalu berarti.
"Ya…"
Tiba-tiba suara ketukan pintu mengangetkan mereka berdua. Dan tidak menunggu lama pintu itu terbuka dan memperlihatkan siapa yang dating. "Sudah dimulai"
.
.
.
Ramai dan mewah itulah kesan yang pertama kali jika kau lihat pada ruangan ini. Ruangan yang akan di gunakan sebagai tempat acara presebsi pernikahan antara dua clan besar Gremory dan Phenex. Para tamu undangan yang tak lain adalah para Iblis dari berbagai kelas terlihat antusias menyaksikan acara ini.
Selain ini adalah pernikahan antara dua clan besar. Sang calon mempelai wanita sendiri adalah adik dari salah satu Maou pemimpin Iblis. Jadi wajar saja banyak yang datang
Tiba-tiba semua tamu undangan terdiam ketika sebuah lingkaran merah dengan lambing keluarga Gremory muncul dan menampilkan sosok Rias akhirnya. Semua mata bias di pastikan tertuju pada sosok Rias yang terlihat sempurna hari ini. Dengan rambut merah darah yang dibiarkan terurai, dan busana pengantin yang terlihat cocok dengan tubuhnya. Membuatnya menjadi perhatian seluruh tamu.
Melihat kedatangan Rias, Raiser lansung memeluknya dengan mesrah. Tapi dengan cepat pula Rias segera menepis pelukan itu. "Ada apa sayang bukankah ini hari bahagia kita?"
Diam! Hanya itu jawaban yang diberikan Rias untuk menjawab pertanyaan dari Raiser. Dan dalam diam matanya tak berhenti memperhatikan setiap tamu undangan yang ada berharap pemuda itu datang.
"Sabar Issei-kun" ujar Kiba yang sedang berusaha sekuat tenaga menahan Issei yang sedang mengamuk.
"Siala dia!" ucap Issei yang tidak terima dan meronta-ronta ketika dia melihat dengan santainya. Raiser memainkan rambut merah Bochounya. "Dan dimana Si naruto sialan itu Yui?" Issei menatap Yui yang kebetulan berada disampingnya dengan marah.
Namun bukannya mendapat jawaban. Issei malah sibuk sendiri akhirnya menenangkan Yui yang menangis mendengar nada marah Issei.
Sedangkan Sirzech hanya bias tersenyum simpul melihat semua kejadian didepan matanya. Sedang dalam pikirannya sendiri, dia juga berharap agar pemuda yang diidentifikasikannya sebagai Day Walkers datang.
. . . . . .
Tiba-tiba udara didalam ruangan tersebut menjadi dingin seketika. Bahkan air minuman yang telah disediakan untuk para tamupun seketika membeku. Dan beberapa gelas bahkan pecah, begitu pula beberapa gelas yang dipengang para tamu.
Dan tidak sampai disitu saja. Udara dingin ini juga membuat para tamu kedinginan karna suhu udara yang beruba drastis.
"Sial ada apa ini?" Tanya Issei seraya memeluk tubuhnya sendiri.
Dan seakan menambah suasana horror berbagai tumbuhan yang telah disediakan untuk hiasan ruangan ini. Menjadi layu dan satuper satu daun yang berguguran. Dan akhirnya mati.
"Ada apa ini?"
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Apa kita diserang?"
Berbagai pertanyaan memecah suasana tenang dalam ruangan tersebut, kepanikan lansung melanda jiwa mereka. Terutama Iblis yang sudah berusai ratusan tahun yang paling panic.
Namun berbeda dengan Sirzech yang sangat tenang menunggu apa yang akan terjadi.
Brakkk…
Tiba-tiba atap ruangan itu jebol dan menampilkan sesosok pemuda bersurai kuning dengan enam pasang sayap hitam sejati miliknya. Dan dalam setiap langkah kakinya, terdengar dengan jelas suara lolongan sendu srigala.
Dengan aura yang dihasilkannya. Para Iblis dari kelas tinggi dapat merasakan aura yang aneh dari pemuda di depannya, aura Malaikat dan Iblis yang menjadi satu. Atau bukan aura itu sama sekali [aura yang lan]
Seakan tidak merasakan dinginnya ruangan. Rias tersenyum senang ketika mengetahui siapa yang datang. Menatap pemuda pirang yang berpakaian ala Ghotic tersebut dengan rindu. Secara tak sengaja satu kata terucap di bibirnya..
"Naruto"
Hah…. Akhirnya selesai juga..
Sumpah awalnya update cerita ini harusnya jam 9 pagi. Tapi entah bagaimana bias file cerita ini hilang entah kemana? Awalnya saya sempat menyerah dan akan menunda updatenya.
Tapi entah dari mana pula saya dapat inspirasi kilat untuk menuntaskan chap ini.
Jujur cerita ini sangat berbeda dengan cerita aslinya yang sudah hilang. Jadi harap maklum dan maafkan saya jika ceritanya aneh. untuk selanjutnya yang akan update mungkin adalah Another Life Story [NarutoxSnK]
Dan jika kalian masih penasaran dengan kelanjutan kisahnya. Mohon Review sebanyak-banyaknya..
Drak Yagami out~
