London gossip

By: countessCaroline

Rating: T sangat mendekati M

Disclaimer: harpot tentunya punya jk rowling dan gossip girl series punya CW TV dan novelnya punya cecily von ziegesar.

Hola…hola…hola… anyone! I come back. Seriusan aku senang banget dapat kembali,setelah sekian lama wkwkwk aku tau itu lebay. Aku harap sih ada yang merindukan fic abal-abal ini. Well untuk kali ini aku mau memberitau bahwa sebenarnya aku telah kehabisan ide. But berkat mendengar salah satu ost dari sebuah film teromantis yaitu a walk remember yang di nyayikan oleh mandy moore semua ide pun mengalir bagai air. Astaga lagi-lagi aku lebay. Intinya aku mau berterimakasih sama sahabatku yg telah mengajakku menonton a walk remember dan membuatku mendengarkan lagu someday we ll know. So kalian juga harus mendengarkanya. Entah kenapa aku malah membayabkan dramionelah yg menyanyikan lagu itu hehehe maunya…. Eh iya selamat membaca!

Chapter 10

Draco and hermione

Draco menikmati ciuman ini. Sulit untuk percaya seorang hermione granger menciumnya se-intens ini. Wanita itu memejamkan matanya,dan merengkuh leher draco begitu erat. Ia bahkan memiringkan kepalanya agar mendapatkan ciuman yg lebih mendalam. Lidahnya saling menyapa dengan lidah draco,menciptakan sebuah gerakan yg penuh gairah.

Draco sekali lagi menggeram. Ia rak dapat menahan gairahnya. Ia pun semakin merapatkan tubuhnya ke hermione dan segera mendominasi ciuman diantara mereka. Dengan tenaga yg ia miliki,ia mengangkat hermione,membuat wanita itu duduk di pangkuannya. Salak satu tanganya membelai tengkuk hermione dengan lembut,dan satunya lagi ia biarkan berkelana di sekitar pinggung dan semakin turun ke lingkar pinggang hermione. Dengan sengaja ia merapatkan pinggul hermione dengan pinggulnya,mencoba membuat hermione merasakan betapa bergairahnya ia sekarang ini.

Tentu hermione merasakannya. Lagipula siapa juga yg tak akan merasakannya? Sungguh,mengetahui betapa bergairahnya draco padanya membuat hermione merasa begitu malu. Ia juga gal mengerti mengapa ia memancing gairah draco dengan memberikan ciuman seperti tadi. Jujur hermione bertanya-tanya ada apa dengannya? Ia lantas menarik dirinya,dan segera mencoba bangkit berdiri dari pangkuan draco,sayang draco menahannya.

"kenapa?" draco bertanya.

Hermione tak berani menatap balik,dan memilih menunduk sambil menggigit bibir bagian bawahnya. "eu…aku sebenarnya tak bermaksud…eu…untuk…."

"menciumku?"

Hermione hanya mengangguk. Lagi-lagi masih menunduk,seriusan ia malu sekali. Draco terkekeh pelan. Bukan tawa ejekan seperti biasanya, ini murbi tawa lucu akan tingkah hermione. Baru saja wanita itu terlihat begitu sensual bagaikab dewi penggoda kepadanya,dan sekarang wanita itu justru terlihat begitu malu-malu.

"kenapa tertawa?" hermione mendongak, rautnya terlihat marah."aku tak sedang melucu malfoy"

"iya aku tau" sahut draco dengan wajah yg dihiasi senyuman geli akan tingkah hermione. Ia memang tampan dan manis sekali. Hermione diam-diam akui itu. "well…" lanjutnya,berhenti sejenak untuk menatap hermione dengan serius.

"apa?" tanya hermione penasaran,sekaligus gugup akan draco yg menatapnya begitu intens tsb.

"mau habiskan malam ini denganku?" tanya draco begitu saja,tampa ragu ataupun merasa malu.

"eu….a…aaaapa maksudnya itu?" tanya hermione dengan tergagab. Rona merah menghiasi wajahnya. "ini…eu…kau gak bermaksud mengajakku melakukan itu kan?"

"demi merlin granger" draco terkejut. Ia menghela napasnya dengan kesal. "apakah gi otakmu aku ini pria yg mesum heh? Jujur aku tak akan lakukan itu jika kau tak mau oke? Jadi kutanyakan padamu,apa kau mau bercinta denganku?"

"kenapa kau bertanya balik padaku?"

Draco menghembuskan napasnya dengan kesal. "jawab saja"

Rona merah di wajah hermione makin bertambah saja. Ia menggigit bibirbya dengan gugup." Aku..eu…aaaku…eu"

"kelamaan" sela draco dan segera merengkuh hermione lalu melumat bibirnya itu tanpa ragu. Lidahnya langsung menyelusup masuk. Siuman bergairah diabtara mereka kembali terulang. Sepertinya untuk kali ini akan berlanjut ke tahap berikutnya.

##

London gossip

sebelum

selanjutya

Ajukan pertanyaan

Email masuk

Foto

Ps: semua nama tempat dan peristiwa asli sudah di ubah atau di singkat demi melindungi pihak-pihak yang tidak bersalah yaitu aku.Who am I ? that's a secret. I II never tell…

Hai girl…

Pagi yang cerah untuk memulai sesuatu kejutan bukan begitu?

Oh oke baiklah,ini memang bukan waktu yang tepat untuk memulai kejutan mengingat saat ini masih jam 3 pagi dan aku tau juga kalian pasti baru saja membaringkan diri di ranjang seusai berpesta ria di pesta B. Aku sendiri sebenarnya sama sekali belum menganti gaunku. Sungguh pesta barusan sangat luar biasa. Aku akan katakan ini pesta ulang tahun terbaik tahun ini. So congratulation B…

By the way selain mengomentari kemeriahan pesta yg baru saja usai itu,aku pun akan membicarakan beberapa hal,diantaranya aku akan membahas menghilangnya B selama pesta. Jika kalian menyadari queen B kita itu memang menghilang, dan sialnya rasa kepo tingkat akut ku ini pun lagi-lagi kambuh. Bukannya menikmati pesta,aku malah menyibukkan diriku mencari B. apalagii ketika aku menyadari juga kalau D pun tak terlihat. Pasti ini saling berkaitan.

Oh betapa malangnya A. asal kalian tau,sepanjang D menghilang A hanya menyibukkan dirinya bersama bartender dan meminum bergelas-gelas sampanye,sanbil sesekali mencoba menelepon menggunakan hpnya. Entahlah siapa yg ia telepon itu? Astaga A itu memang barbie kita yg menyedihkan. Luar biasa cantik tapi tetap saja menyedihkan.

Sukup tentang A. kita kembali ke inti permasalahan. Well girl,aku gak mau bertele-tele. Pokoknya gara-gara rasa kepo tingkat akut ku ini aku jusru mendapatkan sebuah video ini. Tonton saja sendiri.

(video: dimana draco memakaikan gelang pada hermione sampai disaat terjadi ciuman mendadak dari hermione)

Terbukti sudah, B dan D memang mempunyai hub lebih. Sudah kuduga. Firasatku mana mungkin salah dan well girl coba lihat foto ini juga.

(foto: dimana draco membawa hermione mengunakan mobil limonya)

Aku jelas tau kemana arah limo itu pergi. So guys apa pendapat kalian?

Email kalian

Dear LG tersayang,

Itu sungguh sialan….oh ya ampun,membaca itu membuat kedua mataku yg hanya tinggal 5 watt ini lantas terbuka lebar, kau sudah pasti membuat semua orang seluruh london berteriak histeris di subuh seperti ini. Oh damn, aku bahkan baru saja dimarahi ibuku karena berteriak. Astaga… ini sulit untuk di percayai,maksutku bagaimana bisa 2 orang yg sangat kontroversial itu saling bersatu? Memang sih setelah di pikir-pikir mereka terlihat cukup serasi,tapi tetap saja aneh. Dunia pasti akan segera musnah! By AnnaLovat

Dear Annalovat,

Aku tau ini terdengar aneh. Tapi mau bagaimana lagi? Cinta memang buta,atau memang sebuah gairah bisa membuat mata juga buta. Well seperti yg kita tau cinta dan gairah beda tipis, lagipula siapa juga yg tak mengakui kalau D itu 1000 kali sangat mengairahkan. Mungkin sajakan B baru menyadari betapa mengairahkannya D kan? Dan sudah pasti B menyerahkan keperawananya pada D. kurasa reputasi B sebagai maria yg tak tersentuh telah sirna. Well itu akan sangat memalukan,mengingat B adh ketua keagamaan di sekolah. Tapi, jika ia memang pacaran dgn D jelas akan menyelamatkan reputasinya. So pertanyaannya adalah apakah mereka memang saling mencintai atau ini hanyalah di pengaruhi sebuah gairah semata? By london gossip

Dear LG,

Ini membuatku syok dan hampir terkena serangan jantung! B dan D sama sekali tak cocok untuk bersama. Lihat saja belum apa-apa ia telah merusak queen B kami. Pokoknya kembalikan B dengan C. by zexrose.

Dear zexrose,

Wow….aku sama sekali tak meragukan kebencianmu terhadap dramione dan kesukaan mu terhadap cedmione. Tapi sweetheart masalahnya bukan aku yang dapat menyatukan kembali cedmione. Kau tau,selama si pesta B aku sama sekali tak melihat tanda-tanda kehadiran pangeran C kita. Sepertinya akan susah untuk menyatukan mereka kembali,mengingat sepertinya B telah terjerat dengan cintanya atau gairahnya terhadap D. well sepertinya di sekolah nanti baru kita bakal tau apa jawabanya. Cinta atau gairah yg membutakan B? by london gossip.

You know you love londonGossip

##

Draco menghela napasnya. Kedua matanya sejak tadi diam-diam rak mau berhenri melirik kearah kamarnya yg tertutup itu. Ini sudah hampir setenhag jam berlalu,dan pintu kamarnya tetap saja masih belum terbuka. Sarapan yg tersaji fi meja pun sepertinya sudah hampir dingin. Meja makan yg tak pernah dihiasi makanan itu kini telah di hiasi dengan pancake,roti tawar,beraneka ragam selai dan bermacam-macam minuman. Mulai dari seteko kopi,teh,susu,dan jus jeruk. Hal itu benar-benar telah di siapkan draco secara khusus. Perlu di ketahui draco tak pernah harus repot-repot sarapan seperti ini. Ia sebenarnya orang yg praktis,tapi ia juga tau kalau tamunya ini tidak sama sekali tipe yg praktis.

Untuk ketiga kalinya,pria tampan tsb menuangkan kopi ke cangkirnya. Ia segera meminumnya dan pintu itu belum juga terbuka-buka. Draco mulai kesal dan sangat bertanya-tanya kenapa hermione tak keluar-keluar? Tak tahan lagi untuk menunggu,draco bangkit berdiri. Ia mulai yakin kalau hermione mau menghindarinya lagi seperti waktu itu. Well draco tak akan membiarkannya, apalagi inikan penthousenya,jadi hermione tak akan bisa mengurung dirinya seperti waktu itu,dikamar mandi.

"granger?" panggilnya bersamaan dengan pintu yg ia buka. Rupanya gak di kunci.

Namun orang yg di panggil tsb rak menoleh sama sekali. Hermione hanya terduduk terdiam di meja rias. Dengan tubuh yg di balut handuk putih dan rambut yg di gulung keatas,pandangannya hanya terpaku ke pantulan dirinya di cermin. Tatapan kedua matanya tampak baru saja bagaikan melihat hantu.

"granger kau kenapa?" draco berkalan menghampiti. Dan kini telah berdiri di belakang hermione. pantulan diri fraco yang memakai seragan sekolah pub terpantul di cermin. Kedua mata mereka berdua lantas ertemu,melalui cermion tsb. "aku sejak tadi menunggumu di meja makan dan kau malah melamun di sini. Asa apa heh?"

"jika aku berkata tidak ada apa-apa,kau pasti tidak akan percayakan?"

"tentu saja. Jadi cepat katakan ada apa"

Hermione menghela napasnya. Ia lantas menunduk,menyembunyikan wajah cantiknya itu di meja. Bahunya lantas bergetar dab tak lama di susul dengan suara tangis yang terdengar. Itu membuat draco tak mengerti.

"damn granger! Kenapa kau malah menangis heh? Asa apa sebenarnya ? ayo jawab aku?"

Hermione tetap terisak-isak. Namun ia menjawab pertanyaan draco,tampa mendongak. "ini benar-benar buruk malfoy"

Kening draco mengerut. Jelas menunjukkan ia tak mengerti. " apanya yg buruk?"

Tabgis hermione justru semakin keras. " demi merlin malfoy…kenapa sih kau harus bertanya balik padaku?"

Draco menghela napasnya. Ia memang harus bersabar salam menghadapi hermione. "memang apa lagi yang harus kulakukan heh jujur saja aku tak mengerti mengapa kau tiba-tiba menangis seperti ini"

Hermione tetap tak mendongak. Dengan masih terisak-isak ia menjawabnya. Namun nada suaranya jelas terdengar marah. "kan sudah kubilang bahwa ada hal buruk. Kenapa sih kau tak mengerti2, kau itu memang tak sama dengan cedric!"

"baiklah yang mulia,bisakah pertama-tama kau berhenti untuk menyamakanku dengan diggory. Aku ini draco malfoy, dan bisakah kau jelaskan secara lebih sprsifik hal buruk apa yg membuatmu menangis secara tiba-tiba seperti ini,dipagi gari dan….oh damn! Jangan-jangan kkkkau…." Draco terdiam,tak bisa melanjutkan ucapannya, pikiranya pun mulai memikirkan hal yg aneh-aneh. "kau tak bermaksud mengatakan kalau kkkau hamilkan? Eu…maksudku itu pasti gak mungkin granger. Oh ayolah kita baru melakukannya sekali waktu itu dan kedua tadinya semalam. Jadi itu tak mungkin. Lagipula aku selalu memakai pengaman dan ouwwwwwwwwwwwwwwwwwwww…" tiba-tiba draco memekik kesakitan.

Hermione baru saja mencubitnya. Wanita itu kini telah mendongak dan duduk di hadapan draco dengan tatapan yang marah.

"kenapa kau mencubitku granger?"

Hermione melotot. Tetap terlihat marah. "aku bahkan tak akan segan-segan membunuhmu jika kau masih mengatakan hal yg aneh-aneh,ferret!"

"apa maksudnya berarti kau tak hamil kan?"

Kedua mata hermione berputar. Ini menjengkelkan,pikirnya. "tentu saja tidak. Lagipula aku tak akan membiarkan itu terjadi."

"lalu apa maksudnya gal buruk?"

Kali ini hermionelah yg menghela napasnya. " aku baru saja mendapatkan telepon dari padma dan ia mengatakan semua orang sudah tau"

"tau apanya?"

"astaga malfoy! Tentu saja tentang kita oke? Tentang kau dan aku yang melakukan seks lalu…." Hermione terdiam untuk menghela napasnya lagi. "reputasiku hancur. Benar-benar hancur lebur"

"bagaimana bisa mereka tau ?"

"oh boy" hermione memutar matanya dengan kesal. Ia lantas bangkit berdiri. "bisakah kau berhenti bertanya? Lagipula malfoy anak kecil saja tau ulah siapa ini? Atau kau jangan-jangan tak tau lagi apa itu london gossip?"

"baiklah sekarang aku mengerti. Jadi ini ulah situs bodoh itu?"

"tentu saja. Memang siapa lagi? Sungguh jika aku sampai tau siapa itu london gossip sialan itu pasti aku akan segera meleyapkannya dari dunia ini." Kala itu hermione tengah berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Ia bahkan sesekali menggigiti kuku-kukunya. Itu memang salah satu kebiasaan buruknya. " sekarang apa yg harus kulakukan? Oh god…bisakah kau mencabut nyawaku saja?"

"granger?" draco memanggil,tapi hermione terlalu sibuk untuk menyahuti. Sejak tadi ia terus mondar-mandir bagaikan setrika sambil berkicau sendiri.

"demi merlin bagaimana! Bagaimana jika ibu sampai tau,ini akan sangat kacau. Belum lagi dengan reputasiku yang hancur,oh god ayo bunuh saja aku!"

"astaga granger!" kali ini draco segera mencengkram bahu hermione,membuatnya berhenti untuk berjalan mondar-mandir. Hermione menatapnya terkejut. "bisakah kau berhenti untuk memohon mati heh?"

"kau sungguh tak mengerti malfoy! Reputasiku hancur dan kau tau sendiri reputasiku no satu untukku?" hermione membentak.

"yeah aku tau" sahut draco. Anehnya justru dengan nada lembut yang menenangkan. "tapi memohon mati bukanlah jalan keluar granger! Pasti ada cara lain dan aku pasti akan membantunu"

"tak ada cara lain malfoy. Reputasiku sudh hancur dan…. Tapi Tunggu dulu! " hermione terdiam untuk mentap draco." Kecuali eu…."

"kecuali apa?"

Hermione malah menghela napasnya,dan menangkis lengan draco gari bahunya. Ia lalu berjalan dengan lemas ke ranjang dan duduk begitu saja dengan pandangan sedih. "kurasa itu tak akan terjadi"

Draco melangkah kearahnya dab duduk tepat si sampingnya. "apanya yg tak akan terjadi? Kau malah semakin membuatku tak mengerti"

"lebih baik begitu" hermione segera mengalihkan pandangannya dari draco.

"granger" draco menuntut penjelasan. Salah satu tangannya pun menyentuh tangan hermione. membuat hermione menatapnya. Itu merupakan tatapan serius.

"kecuali jika kau dan aku mengumumkan bahwa kita adalah sepasang kekasih. Apa sekarang kau mengerti maksudku?"

Draco untuk sejenak malah terdiam terpaku. Ia terlihat terkejut. Hermione sudah duga. Tapi ia tak menduga kalau di menit selanjutnya draco malah tertawa terbahal-bahak.

Kening hermione mengerut. Ia tak mengerti dan merasa makin jengkel pada draco. "yeag terserah kalau kau menganggab ini lucu. Aku tak peduli"

"oh ayolah granger gak perlu marahkan?" tabya draco sebisa mungkin berhenti tertawa.

"siapa yg marah?" tanya hermione sambil mencoba bangkit berdiri,namun harus diakui ia kalah cepat dengan draco yg menariknya hingga terjatuh di ranjang. Pria itu kini asa diatasnya dengan serigaian yang menghiasi wajah tampannya tsb,membuat hermione jelas terdiam terpaku. Draco memang selalu mengejutkannya.

"jelas sekali kau berbohong granger" ucap draco penuh kesenangan. Hermione sendiri justru terlihat marah.

"suruh siapa kau tertawa heh? Ini sama sekali bukan hal yg lucu untuk di tertwakan malfoy!"

"baiklah aku minta maaf yang mulia." Ucap draco lagi-lagi justru terlihat senang. Cukup lama raut wajah senangya itu terhias di wajahnya sebelum akhirnya berubah menjafi serius. Sambil menyentuh dagu hermione dengan salah satu tangannya,ia membelainya dengan pelan dan semakin pelan saja ketika tangannya itu membelai bibir hermione.

"malfoy?" panggil hermione dengan tak nyaman. Lagi-;agi ia merasakan peryutnya seakan di penuhi ribuan kupu-kupu. Kedua mata draco pun menatap mata hermione.

"ayo kita bilang kalau kita pacaran"

Kedua mata hermione membelalak, ia bahkan tersedak. " kau pasti bercanda?"

"tidak sama sekali. Bukankah tadi kau sendiri yg bilang cuman itu satu-satunya cara iyakan?"

"memang tapi itu tak akan terjadi"

"kenapa tidak akan?"

Tatapan hermione menajam. Ia seolah-olah membalas tatapan marag dtaco padanya. "iya karena bagiku sebuah hub harus didasari dengan perasaan malfoy! Aku tak main-main soal itu"

"astaga granger! Pacarab tak sama dengan pernikahan oke? Lagipula aku hanya menawarkan sebuah hub sandiwara. Bukankah katamu reputasimu no 1 untukmu?"

"tentu saja. Tapi tetap saja aku tak mau melakukan hal konyol itu. Dan malfoy perlu kau tau aku sama sekali tak percaya padamu. Apalagi aku tau kau pasti mencari keuntungan dari semua ini,iyakan?akui saja!"

"didunia ini tak ada yang gratis granger" sahut draco negitu cuek." Lagipula ideku ini menguntungkan kita berdua. Reputasimu terselamatkan dan aku setidaknya mendapatkan kesenangan. Bukankah itu ide bagus?"

Kening hermione mengerut. "kesenangan seperti apa maksudmu itu?"

Draco menyeringai. Sialan ia begitu tampan." Well selain bisa memanas-manasi diggory, aku pun terhindar dari para wanita yang mengejarku. Dan yg lebih menyenangkannya aku bisa bermesraan denganmu selayaknya sepasang kekasih setiap saat dan dimanapun. Itu pasti sangat menyenangkan"

"kau gila" geram hermione marah. Ia lalu mendorong draco dari atasnya dan segera bangkit berdiri. Ini benar-benar menjengkelkannya. Dengan penuh kesal ia berjalan mendekati pintu. Jujur saja ia akan semakin marah melihat draco.

"granger"

Hermione tak peduli. Ia berjalan kearah pintu,draco tetap tak menyerah. Pria yg tengah duduk di ranjang itu pun berkata."jika kau tak menyelamatkan reputasimu,maka kau pastinya harus menyerahkan tahta mu menjafi queen bee granger! Dan aku yakin sekali orang-orang akan lebih memilih greengrass sebagai pegantimu."

Hermione terdiam. Pintu yg telah ia buka kembali ia tutup dengan bantingan yg keras. Ia berbalik dengan cepat. Pandangannya bertemu dengan draco. Selanjutnya ia malah tersenyum,begitu manis.

" honey…kurasa hari ini juga kita harus mengumumkan hubungan kita. Apa kau keberatan?"

Draco menyeringai.

##

Hermione pov

Kuakui aku sama sekali tak asing ataupun merasa canggung akan semua mata yg tertuju padaku. Perlu di ketahui sari aku kecil bahkan ketika aku masih di rahim ibuku. Aku sudah terbiasa akan semua perhatian orang-orang. Sialnya entah kenapa denganku hari ini? Aku merasa tubuhku benar-benar kaku. Dab ibi sudah terjadi untuk kedua kalinya. Pertama tadi ketika aku harus berhadapan dengan dorota. Ia langsung menyerbuku dengan pertanyaan dan matanya itu menatapku penuh marah.

Ini memang senua salah london gossip sialan itu. Untungnya di rengah kekakuan yg terjadi padaku,aku bisa mengeluarkan suatu kata yg akhirnya membuat dorota terdian membatu. Iya aku mengatakan bahwa aku pacaran dengan malfoy. Dan untuk kedua kalinya,kini tubuhku juga merasa kaku. Ya a,pun ini pertama kalinya aku membeci orang-orang yg menatapku. Rasanya aku ingin lenyap saja. Tertelan bumi kalau perlu. Tapi bumi sialan ini tak kunjung menelanku juga. Oh god….

Aku benar-benar terpaksa harus menghadapi ini ,dengan malfoy yg merangkulku,berjalan memasuki hogwarts di sertai pandangan penuh tanya dab ada apa sih dengan ferret idiot ini? Kenapa ia membaui rambutku terus?

"granger,cobalah untuk rileks. Kau benar-benar tak bisa berakting ya?" bisik draco pada hermione.

Hermione mendongakkan sedikit kepalanya. Ia menatap draco kesal. "bagaimana bisa aku tersenyum sementara kau terus saja merangkulku dan memberikan kecupan di ubun-ubunku?" desis hermione.

"itu kulakukan demi sandiwara kita,ingat?"

Hermione menghela napasnya. Ia pun memutuskan tak menyahut dan dengan cepat raut wajah kesalnya itu berubah menjadi sangat ceria. Dengan tersenyum ia juga membalas merangkul salah satu lengan draco sambil bersender manja.

"puas?" bisiknya lagi. Ia benar-benar latak mendapatkan oscar untuk aktingnya itu.

"lumayan. Tapi sepertinya kau harus lebih mendalami peranmu. Kulihat greengrass dan ke-3 pengikutmu berjalan menghampiri kita"

Itu memang benar. Astoria datang menghampiri bersama lavender dan si kembar di belakangya. Seperti biasa astoria tampak cantik. Kali ini ia mengurai rambutnya. Andai ia tersenyum,ia pasti jauh lebih cantik. Sayang ia tak tersenyum. Itu jelas-jelas raut wajah yg sulit diartikan. Entah kenapa ada sorot kemarahan yg tersembunyi didalamya.

"pagi greengrass" sapa draco begitu ramah." Dan pagi juga girls"

Namun tak ada yang menyahut diantara mereka berempat. Astoria bahkan tal perlu repot-repot harus menatap draco. Wanita cantik berambut pirang tsb segera menatap hermione.

"kurasa kita perlu bicara hermione"

Sialan,pikir hernione. Jelas sekali sebentar lagi semuanya akan terbomgkar. Hermione memang paling tak bisa berbohong di depan astoria. Sahabatnya itu pasti akan segera tau jika ada aja sedikit kebohongan. Akting hermione segera sirna. Raut wajahnya kini berubah serius bercampur pucat. Apalagi sekarang hermione tak lagi merangkul mesra draco. Ia bahkan melepaskan tangan draco dari bahunya. Ini gawat.

"eu…tentu saja" jawabnya. "kau mau kita bicara dimana?"

"yg pasti tidak di sini"

"wow…woow… tunggu dulu greengrass!" draco segera kembali merangkul bahu hermione,membuat tubuh wanita itu kembali dekat dgnnya. "kau tak bisa merebut nya dariku seenaknya seperti itu. Aku masih ada acara dengan pacarku ini. Iyakan honey?"

Dengan kikuk,hermione malah menyingkirkan tangan draco di bahunya. Matanya menatap draco." Kau apa-apaan sih malfoy? Astoria perlu bicara denganku. Jadi berhentilah mengatakan sesuatu yang tak ku mengerti dan jangan sekali lagi kau menyebutku dengan sebutan menjijikan seperti honey,ferret!"

"oh ayolah honey! Rupanya kau masih marah ya padaku? Akukan sudah meminta maaf padamu. Jadi kumohon jangan marah lagi"

Kening hermione mengerut. Ia sama sekeli apa maksud draco tadi. Ia juga merasa jijik dengan tingkah draco yg terlihat manja begitu padanya.

Dengan memamerkan senyumnya,draco malah menoleh pada astoria dan ke-3 pengikut hermione tsb. "well dia masih marah kerena hub backstreet kami akhirnya terbongkar" ucapnya seolah-olah menjelaskan.

"malfoy seriusan ada apa denganmu? Apa maksudmu itu dengan berka…."

Hermione tak sanggup melanjutkan ucapannya, apalagi bila secara tiba-tiba di cium seperti ini. Lidah draco langsung menelusup masuk,dan ia tak segan-segan meregkuh wajah hermione dan melumat bibirbya dengan gerakan kasar,penuh gairah,seolah ia memang tengah kelaparan. Tapi harus di akui caranya itu berhasil membungkam hermione. bahkan kini semua orang terdiam terpaku dengan kedua mata yg melebar dan mulut terbuka. Suasana jelas berubah hening. Astoria yg berdiri tepat dihadapan ke 2 orang yg saling berciuman itu lantas mematung. Bukan tatapan syok seperti yg lainnya, itu bagaikan tatapan terluka.

Draco menarik dirinya. Senyum begitu manis terhias diwajahnya. "kita baikan oke? Aku gak mau kau terus marah-marah padaku" ucapnya sama sekali tak terganggu dengan suansana yg hening tsb.

"b..b…bbbaiklah" jawab hermione kebingungan harus berkata apa. Jelas sekali ciuman penuh gairah tadi memepengaruhi otaknya yg cemerlang kecupan di dagi pun lantas di berikan draco pada hermione. dengan tangan yg kembali merangkul bahu hermione,mereka menoleh pada astoria dan ke 3 pengikut tsb.

"maaf greengrass, hermione harus menemaniku sarapan,jadi kurasa lain kali saja kalian bicaranya" saat itu juga draco membawa hermione pergi,tampa sempat memberikan hermione untuk berbicara sedikitpun pada astoria. Suasana hening pun sirna. Seakan tersadar,orang-orang segera lekas kembali le aktivitas mereka masing-masing.

"oh ghost…. Aku tak tau kalau ternyata selama ini mereka backstreet?" gumam lavender,masih terlalu syok akan apa yg baru ia lihat.

"itu benar sekali! Kenapa mione tak pernah menceritakannya pada kita?" kali ini padma yg ikut berbicara.

"siapa yg peduli?" ucap patil," yg jelas mereka berdua itu romantis sekali. Aku sungguh bertanya-tanya kapan aku bisa seperti itu? Iyakan AS?"

"…."

Astoria tak mnjawab sedikitpun, ia benar-benar diam seribu bahasa dan pergi begitu saja. Membuat lavender dan si kembar saling melirik satu sama lain penuh tanya.

##

Hohoho itu dia chapter kali ini guys. Aku tau memang tak menarik sama sekali, dan semakin mudah di tebak. Aku bakal tak heran jika kalian tak penasaran sama sekali sama kelanjutannya. Its oke. I will be okey.

Oh iya seperti biasa aku mau mengajukan pertanyaan. Bagi yg menjawabnya aku akan sgt berterimakasih,bagi yg tdk juga tak apa. Kalian udah baca fic ini aja aku luar biasa bersuka cita. So selamat menjawab.

Di bagianmana kah adegan fav ataupun tak suka kalian dari ch ini?

Adakah saran utk ch selanjutnya?

And sampai ketemu dilain kesempatan oke? Aku sangat berterimakasih yg udah R&R, nge fav bahkan men follow. Love you. GBU. You know you love me, XOXO london gossip