I LOVE MY STRANGE GIRL CHAPTER 10
"hyukjae-ah"
"kibum?" eunhyuk terlihat kaget.
"boleh aku bicara dengan lee hyukjae?" ucap kibum padaku
"TIDAK" jawabku
•
()()()
•
Cast : Donghae, Eunhyuk
Rate : T
Genre : Romance
Warning : gender switch, banyak typo, bahasa yang tidak sesuai EYD
•
Aku hanya diam, tidak ada niat untuk melakukan apapun. Eunhyuk sudah pergi sejak 5 menit yang lalu bersama kibum. Percuma aku melarangnya, toh sekarang dia sudah pergi dengan kibum dengan alasan ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan.
Sebentar lagi bell, tapi mereka belum datang juga. Awas saja jika mereka berdua tidak datang saat bell masuk.
Tepat bell masuk berbunyi mereka berdua datang, eunhyuk langsung duduk di sampingku. Niat ku untuk bertanya tertunda saat songsengnim datang. Eunhyuk hanya diam dan wajahnya terlihat murung, tidak jauh beda dengan kibum yang duduk dipojokan kelas.
•
•
"kau kenapa?" tanyaku pada eunhyuk. kami sekarang ada di taman – tempat biasa kami berdua.
"huh" eunhyuk menghembuskan nafasnya. Dia meminum susu strawberry yang sejak tadi diminumnya.
"hae,beberapa hari yang lalu kibum bilang suka padaku, tepatnya saat kita masih putus"
"lalu?"
"aku menolaknya" jawab eunhyuk
"baguslah" ucapku senang
"bukannnya tanya kenapa malah berkata seperti itu"
"intinya kau memilihku, tentu saja aku senang"
"huh dasar..."
"baiklah, memang kenapa hyukkie kau menolak pria yang ketampanannya dibawahku itu?" tanya ku sambil menggodanya.
"hae seriuslah"
"ok..ok.. memang kenapa?" tanyaku lagi tapi kali ini aku coba serius.
"sebenarnya dari awal aku sudah cerita dengan kibum kalau aku sudah memiliki namjachingu tapi aku tidak beritahu kalau kau orangnya" aku hanya diam mendengarkannya
"dan saat kita putus itu, aku juga menceritakan padanya dan beberapa hari kemudian dia bilang suka padaku" lanjut eunhyuk
"lalu kau menolaknya" ucapku
"ne, dan tadi dia baru tahu kalau kau orangnya hae"
"lalu apa yang dikatakan kibum?" tanyaku
"dia diam saja dan hanya bilang selamat karena aku berhasil membuatmu kembali padaku lagi"
"baguslah kalau dia sadar kalau kau memang hanya boleh untukku" ucapku senang
"hae-ah...karena dia berkata seperti itu makanya aku kepikiran"
"lalu kau ingin dia bilang apa? Bilang kalau dia akan terus menyukaimu"
"bukan, bukan begitu" eunhyuk langsung menggelengkan kepalanya.
"dengar hyukkie..aku tidak punya kata lain selain aku senang mendengar hal itu" aku mengelus rambut sebahunya.
"dan aku sudah cukup menderita dan kaupun juga begitu karena kebodohanku kemarin, soal kibum aku tidak tahu, yang kutahu sekarang aku benar-benar mencintaimu"
Eunhyuk hanya diam, kami saling menatap satu sama lain, lama aku mulai mendekatkan wajahku padanya. Saat semakin dekat eunhyuk malah menutup bibirnya dengan telapah tangannya.
"wae?"
"ini di sekolah hae, gimana kalau ada yang liat" ucapnya berbisik.
"baiklah, tapi nanti harus double"
"eh"
•
Aku dan eunhyuk sekarang ada dihalte bus dengan pakaian yang berbeda. Setelah bel pulang sekolah kami mengganti seragam sekolah dengan pakaian biasa. Tadi pagi aku memang menyuruh eunhyuk untuk membawa pakaian ganti karena ingin mengajaknya pergi hari ini dan meminta izin kepada appa eunhyuk dan eomma nya.
Klik
Ternyata eunhyuk diam-diam memotretku. Eunhyuk hanya nyengir karena ketahuan olehku.
"hehehhe..aku ingin wallpaper hp ku adalah photomu" katanya
"aku mau nya photo kita berdua" bisikku ditelinganya
Eunhyuk terdiam sejenak.
"tapi disini banyak orang, malu hae"
Aku menghiraukannya, dan mengambil handphone eunhyuk.
Klik
Foto pertama kami berdua.
•
"hae kenapa kau mengajakkku kesini?" tanya eunhyuk saat kami sampai di tempat tujuanku.
Aku mengajaknya ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang akan dia masak nanti, tapi bukan hanya untukku tapi juga untuk sesorang yang akan membuat eunhyuk terkejut.
"membeli bahan makanan" jawabku
"bahan makanan? Untuk apa?"
"ya untuk dimasak"
"siapa yang masaka?aku?" tanya eunhyuk sambil menunjuk dirinya
"tentu saja. memang siapa lagi"
"tapikan...memang kau ingin mengajakku kemana?"
"ke rumah ku"
Eunhyuk membelalakkan mata kaget. Aku hanya mengajak nya ke rumahku kenapa eunhyuk sangat kaget seperti itu.
"ke rumahmu?"
"ne, dan kau akan memasak disana untukku dan yang lain"
Eunhyuk agak berpikir sejenak.
"eh tunggu, tadi kau bilang apa?yang lain?siapa hae?"
"eomma dan appaku"
"MWOOO?" jerit eunhyuk.
Semua pengunjung supermarket ini sontak menatap kearah kami berdua, aku hanya tersenyum canggung kepada mereka dan eunhyuk masih setia dengan kekagetannya.
"mwo hae? Orang tuamu?" tanya eunhyuk agak panik
"ne, nanti mereka akan pulang dari Jepang dan aku sudah bilang pada mereka kalau kau akan memasak untuk kami" hehehe aku yakin dia pasti akan panik.
Aku sudah bercerita banyak dengan eommaku tentang eunhyuk, dan sejauh ini eomma sangat senang dan penasaran ingin bertemu dengan eunhyuk.
"tapi hae?"
"sudah ayo, kau harus buat masakan yang enak untuk calon mertuamu"
"eh?"
Aku menarik tangan eunhyuk sambil membawa troli belanjaan.
•
Kami sudah sampai di rumahku. Aku mengajak eunhyuk untuk masuk.
"kau benar-benar sendirian dirumah hae?"
"ne, jadi kita bisa bebas melakukan apapun" muka eunhyuk memerah. Aku sedikit menggodanya. Eunhyuk terlihat sangat canggung.
"hyukkie eommaku itu sangat galak jadi kau harus benar-benar memasaknya" aku menakut-nakutinya. Sebenarnya eomma ku adalah orang yang paling baik dan lembut sedunia.
Aku mengajak eunhyuk ke dapur.
"ottokhe?apa yang harus aku lakukan?" ucap eunhyuk panik.
Aku mengambil ikat rambut yang tadi dibeli dan berjalan ke arah eunhyuk. aku mendekati dari arah belakang.
"pertama, kau harus mengikat rambutmu" aku berbisik di telingany. Eunhyuk agak terkejut saat aku tiba-tiba ada dibelakangnya. Aku mengambil helaian rambutnya dan mengikat nya. Setelah selesai aku membalik tubuhnya. Kami sekarang berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
"lakukan apa yang kau bisa, jangan takut hasilnya yang penting kau sudah berusaha, arasso?" eunhyuk mengangguk dengan apa yang kukatakan. Aku mulai mendekatkan bibir kami dan bibir kami pun bertemu. Aku menciumnya dengan lembut tak lama eunhyuk pun mulai membalas ciumanku. Kami saling memagut dengan lembut, aku melumat bibir lembutnya. Oh aku benar-benar ketagihan dengan bibir lembut ini. Eunhyuk mulai kehabisan nafas dan memukul-mukul dadaku. Akhirnya aku melepaskan ciuman kami. Namun ciuman ku pindah ke leher jenjangnya. Hanya menciumnya mengecupnya saja, aku masih sadar untuk tidak menandainya karena nanti eomma dan appa akan datang.
"hae~"
Ddtrrrt... ddtrrrt
Handphone ku bergetar di atas meja. Huh mengganggu saja. Akhirnya aku mengakhiri ciuman kami. Wajah eunhyuk memerah, entah karena kehabisan nafas atau malu. Aku benar-benar suka melihat wajahnya yang blushing seperti itu, apalagi itu karena aku. Kau benar-benar membuatku tergila-gila hyukkie.
Aku berjalan kearah meja makan tempat handphone ku bergetar.
"yeobseo?"
"hae eomma sudah sampai di korea, tapi eomma mau ketempat teman appa mu dulu jadi mungkin eomma akan pulang agak malam"
"ne, gwenchana eomma"
"apa dia sudah datang?" tanya eomma. 'dia' yang dimaksud eomma adalah eunhyuk.
"ne"
"ya sudah, kau jangan macam-macam hae"
"issh eomma, aku ini anak baik"
Pip
Eomma mematikan telepon nya. Dasar eomma sama anak sendiri saja seperti itu.
"hae" panggil eunhyuk. eunhyuk berjalan kearahku.
"eomma tadi yang telepon"
"eomma?"
"ne, dia menanyakan mu, katanya dia sangat menantikan hasil masakanmu" aku agak menakutinya. Eunhyuk benar-benar dengan ekspresi ketakutan seperti itu, makanya aku suka menakut-nakutinya. Wajahnya benar-benar imut dan polos.
"benarkah? Bagaimana jika tidak enak?" tanya eunhyuk.
Sebenarnya eomma ku tidak mempermasalahkan rasanya karena ia tahu kalau eunhyuk tidak ahli dalam memasak, aku yang menceritakannya.
"ummm bagaimana ya" aku mencoba berpikir. Ah aku ada ide
"hukumannya kau harus menciumku minimal 5 kali dalam sehari" bagus kan ide ku
Tukk
Eunhyuk memukulku dengan buku resep yang dia bawa.
"dasar pervert"
TBC
Miaaaaaaaaaan... buat reader yang nunggu lama ff ini. Sebulan ini aku benar-benar gak mood buat lanjutin ff yang satu ini. Niatnya pengen hiatus waktu itu tapi tanggung tinggal dikit lagi jadi aku paksain deh buat di lanjutin. Ini juga akibat desakan sahabat ku yang setiap ketemu nanyain kapan ff ini dilanjutin. Jadi maaf kalo jelek ff ya. Mungkin next chapter bakal end. MUNGKIN. Untuk bocoran nanti bakal ada bonus chapter yang isinya eunhyuk side. Jadi eunhyuk yang menceritakannya tapi Cuma one shoot.
Sekali lagi mian mian mian hehhehe
Oke Jangan lupa riview biar aku semangat lanjutinnya.
