Title : Complicated

Author : haohaohyvk

Main Cast : - Super Junior, Lee Hyuk Jae (Genderswitch)

- Super Junior, Lee Donghae

Rate : M (maybe)

Other Cast : find it by yourself~

Disclaimer : This story is mine. Hyukjae belong to me kkk~ :3

WARNING

CERITA PASARAN. FF ABSURD. GAJE. TYPO(S). DSB

DONT LIKE? GO OUT!

Hyukjae POV

Hari ini adalah hari pemilihan untuk peserta lomba di Jeju. Aku sudah berlatih sejak kemarin dan aku sangat percaya diri akan dipilih oleh sonsaengnim. Setidaknya selama ini, sonsaengnim pada akhirnya akan menjatuhkan pilihannya padaku dan aku tidak pernah mengecewakannya.

"Sungmin-ah, doakan aku ya? Hari ini ada test untuk pemilihan lomba" kataku saat berjalan menuju kelas bersama Sungmin.

"Tanpa kau minta aku pasti mendoakanmu Hyuk" kata Sungmin sambil tersenyum.

'Baiklah. Aku akan memanggil kalian sesuai urutan absen. Kalian harus menari sesuai dengan lagu yg akan kuputarkan, bukan lagu pilihan kalian"

Yup~ Aku sudah diruang menari bersama semua teman-teman dikelasku, termasuk Donghae. Sedari tadi aku melihatnya tertangkap basah sedang melihat kearahku dan jika ketahuan dia hanya akan tersenyum sambil mengangkat tangannya membentuk huruf 'V'. Apa ada yg salah denganku? Atau pakaianku? Jika ada test menari seperti ini kami memang memakai pakaian santai yg tidak mengganggu pergerakan kami saat menari. Dan saat ini aku mengenakan kaus tanpa lengan, celana bahan dibawah lutut juga sepatu kets. Biasa saja kan? Lalu apa yg salah?

Satu persatu nama dipanggil maju kedepan, beberapa diantaranya terlihat bingung karna mereka hanya mempersiapkan gerakan dari lagu pilihan mereka sendiri. Semoga saja lagu saat giliranku nanti, aku bisa mengimprovisasinya dengan baik.

'Kim Hyukjae. Silahkan maju kedepan'

Ini giliranku. Aku melangkah maju kedepan dan semua mata teman-temanku termasuk Donghae menatapku tajam, seakan menodongku dengan sebuah pisau/? dan siap menertawakanku jika aku melakukan kesalahan.

'Kau siap?' tanya sonsaengnim dan aku mengangguk.

Dia memilih sebuah lagu di handphonenya dan sedetik kemudian lagu itu terdengar diseisi ruangan. Aku terdiam dan mendengarkan lagu ini baik-baik. Gotcha! Aku tahu lagu ini. Sorry Sorry Answer.

Aku mulai menggerakkan badanku sesuai irama lagu dan sesekali mulutku berucap mengikuti lirik lagu tersebut (bayangkan Hyuk di SS4 Seoul Encore tanpa adegan membuka baju). Dan aku berhasil menyelesaikan lagu itu dengan baik tanpa melakukan kesalahan sedikitpun. Kau memang hebat Kim Hyukjae!

'Bagus. Kau boleh duduk'

Aku kembali ketempatku dan menyeka keringatku dengan handuk. Saat aku sedang meminum air, aku melihat Donghae tengah memperhatikanku lewat ekor mataku. Tapi saat aku menoleh dia sedang sibuk mengikat tali sepatunya, ah mungkin aku hanya berhalusinasi?

'Murid baru, Lee Donghae. Silahkan maju kedepan'

Ini giliran Donghae. Aku bersandar ketembok dan melihatnya serius. Aku ingin tahu saja, benarkah dia pandai menari sehingga bisa diterima di fakultas ini? Seingatku dulu saat disekolah, dia tidak menunjukkan keterikatan dalam hal menari. Sonsaengnim memutarkan lagu yg asing ditelingaku, aku tidak pernah mendengar lagu ini. Jadi aku hanya focus pada Donghae.

Dia mulai bergerak mengikuti irama. Kurasa dia tahu lagunya karna dia bergerak dengan sangat pasti, dan err…. Sedikit seksi mungkin? (bayangkan Donghae di SS3 saat I Wanna Love You). Sesekali kami bertemu pandang dan dia mengedipkan matanya, YA! Ini sedang jam pelajaran sempat-sempatnya dia melakukan itu. Lagu berhenti dan dia juga menghentikan gerakannya. Aku mengaguminya dalam hati, ternyata dia cukup hebat.

….

Aku sedang memakan makananku saat sedang menunggu keputusan sonsaengnim. Aku lapar, aku tidak sempat sarapan di apartement. Jadi aku membeli makanan diluar dan baru memakannya sekarang. Donghae menghampiriku dan duduk disampingku.

"Kau mau?" tanyaku menyodorkan makananku.

"Ani. Untukmu saja" jawabnya lalu ikut menyender ditembok.

"Tarianmu bagus, aku tidak menyangka kau mempunyai bakat dibidang ini" kataku berbasa-basi.

"Terima kasih. Kau juga bagus dan tadi kau terlihat sangat seksi" katanya tanpa ada rasa malu sedikitpun.

Glup.

Aku menelan ludahku sendiri dan berhenti mengunyah. Kurasa wajahku memerah mendnegar ucapannya tadi. Dia ini benar-benar tidak peka, mengucapkan hal seperti itu kan membuatku malu. Aarrgghhh!

"Donghae-ah, tadi kau hebat sekali"

"Ne. Kau tadi terlihat sangat tampan"

"Juga keren"

"Ajari aku ya"

"Aku juga mau diajari olehmu"

"Aku juga"

"Aku juga"

Segerombolan yeoja dikelasku tiba-tiba menghampiriku dan Donghae lalu berbicara tidak henti-henti. Aish ini menggangguku, mereka tidak lihat kalau aku sedang makan? Lagipula mereka ini sok cantik sekali, lihat pakaiannya? Kurasa mereka sengaja memakai pakaian seperti itu, mereka hanya memakai baju dengan belahan dada yg –lumayan- rendah juga hotpants. Padahal biasanya mereka menggunakan pakaian yg tidak beda jauh denganku saat ini. Aku yakin Donghae pasti senang dapat pemandangan segar seperti itu, sudah pasti dari posisinya sekarang dia bisa melihat dada yeoja-yeoja itu. Aish, kenapa aku jadi kesal?

"Menyebalkan" kataku lalu melahap makananku dengan cepat.

Sonsaengnim memasuki ruangan tepat saat makananku habis dan yeoja-yeoja itu juga langsung berebut tempat duduk didekat Donghae, sedangkan kulihat Donghae hanya tersenyum sejak tadi. Cari perhatian sekali bocah itu!

'Baiklah. Kali ini aku cukup sulit dalam mengambil keputusan, tapi aku akan tetap mengambil orang dari kelas ini untuk mengikuti perlombaan di Jeju'

Aku takut jika sonsaengnim tidak memilihku, aku ingin sekali mengikuti perlombaan ini. Teman-temanku tadi juga kurasa ada yg lebih bagus dariku. Aku gugup. Kau harus percaya diri Kim Hyukjae, kau pasti terpilih.

'Baiklah. Aku akan mengumumkannya sekarang'

Deg Deg Deg!

'Kim Hyukjae'

Aku menghela nafas lega saat namaku dipanggil, aku melangkah maju kedepan dan berdiri. Aku sudah yakin aku akan dipilih oleh sonsaengnim. Aku memamerkan senyum gusiku dan teman-temanku bertepuk tangan.

'Dan Lee Donghae'

Senyumku memudar seketika ketika sonsaengnim menyebut nama Donghae saat aku sudah berada didepan. Apa maksudnya ini? Apa sonsaengnim akan mengirimkan dua wakil dalam perlombaan itu? Donghae tampak terkejut sebelum akhirnya mengendalikan dirinya sendiri lalu maju kedepan dan berdiri disampingku, tersenyum kearahku.

'Kalian pasti bingung dengan ini. Tapi aku sudah membicarakannya dengan pihak Universitas dan mereka setuju dengan keputusanku. Jadi, aku akan mengirimkan Hyukjae dan Donghae sebagai wakil dalam perlombaan di Jeju kali ini. Bukan untuk lomba dance solo melainkan berpasangan atau couple'

MWO?

Donghae POV

Kurasa aku harus berterima kasih pada sonsaengnim. Karna dengan ini kurasa aku bisa semakin dekat dengan Hyukkie. Dan jugaaaaa, intensitasku bertemu dengannya akan semakin sering, aku juga bisa dengan gratis menyentuhnya. Ini dance couple, tentu saja ada adegan skinship. Dengan membayangkannya saja aku tidak bisa berhenti tersenyum sejak tadi. Waktuku mempersiapkan semuanya hanya 1 minggu, karna setelah itu kami harus berangkat ke Jeju. Waktu yg singkat bukan? Tapi aku akan berusaha keras, aku tidak ingin mengecewakan sonsaengnim.

Saat namaku dipanggil, aku sempat terkejut selama beberapa detik sebelum akhirnya tersadar dan maju kedepan. Berdiri disamping Hyukkie lalu tersenyum kepadanya. Yeoja-yeoja itu kulihat melihat Hyukjae dengan tatapan tidak suka. Ah, ngomong-ngomong soal yeoja-yeoja itu, mereka sepertinya sudah janjian memakai baju dengan model yg sama. Diam-diam tadi aku melirik dada yeoja-yeoja itu, hey aku namja, bukankah ini normal? Tapi mereka tetap tidak lebih seksi dari Hyukkie, hari ini dia beda sekali. Hanya memakai baju tanpa lengan yg jelas saja mengekspos lengannya yg putih itu, jangan lupakan lehernya yg jenjang. Aku ingin mengecupnya, sekali sajaaaaa.

Semua orang termasuk sonsaengnim sudah meninggalkan ruang latihan. Meninggalkan aku dan Hyukkie berdua disini.

"Aku tidak menyangka ini bisa terjadi" kataku sambil menoleh kearahnya.

"Aku juga. Kupikir hanya aku yg akan menjadi wakil universitas ini" katanya sambil mengambil handuknya.

"Aku tidak bermaksud menjadi sainganmu, ini semua…."

"Aku tidak pernah menganggapmu saingan Hae. Ayo kita bekerja sama, kita harus menang" kata Hyukkie sambil tersenyum padaku.

"Baiklah. Kapan kita akan membicarakan ini? Kau atur saja waktu latihannya ya, aku percaya padamu" kataku berjalan keluar ruangan sambil merangkulnya.

"Bagaimana jika dirumah Siwon setelah selesai kelas? Aku berjanji akan kerumahnya" kata Hyukkie.

Apa dia tidak salah? Mengajakku? Kerumah Siwon? Ini sama saja dia memancing perang dunia di dunia ini. Dia tidak peka atau memang tidak tahu kalau aku dan Siwon sedang memperebutkan dia saat ini. Tapia da dua pilihan disini. Pilihan pertama, aku ikut dengannya dan mengawasi pergerakan Siwon terhadap Hyukkie, tapi bisa saja nanti aku meliat sesuatu yg tidak ingin aku lihat. Pilihan kedua, tidak ikut dan harap-harap cemas sendirian. Setelah aku menimbang-nimbang, aku memutuskan untuk mengambil pilihan kedua.

"Mwo? Ah, aku tidak bisa. Bagaimana jika direstoran dekat apartementmu, sehabis kau pulang dari rumah Siwon. Bagaimana?" tanyaku.

"Ng… baiklah. Akan ku telfon jika aku sudah pulang nanti" kata Hyukkie akhirnya.

Hari terakhir latihanku….

Aku merasa satu minggu ini berlalu sangat cepat. Rasanya baru kemarin aku dan Hyukkie mendiskusikan ini, dan sekarang adalah hari terakhir latihanku. Siwon juga sudah pulih dari penyembuhannya 3 hari yg lalu, aku tidak menyangka dia akan pulih secepat itu. Err…. Sejak kejadian itu Hyukkie dan Siwon semakin terlihat dekat. Bahkan Siwon sering menjemput Hyukkie dan mengajaknya makan siang bersama dan itu berarti Hyukkie sering sekali mengacuhkanku.

Hari terakhir ini aku sengaja beristirahat dan tidak latihan bersama Hyukkie. Aku yakin aku sudah siap dan akan menampilkan yg terbaik. Besok, aku dan Hyukkie akan ke pulau Jeju. Aku ingin mengungkapkan perasaanku pada Hyukkie saat ini juga, aku takut jika aku didahului oleh Siwon. Aku tidak mau Hyukkie jatuh ketangannya. Hyukkie milikku, hanya milikku.

Aku melewati ruang latihan dan mendengar suara music dari dalamnya. Firasatku benar, Hyukkie masih didalam. Bahkan ini sudah sore, apa dia tidak lelah? Aku mengintipnya dari celah jendela. Dia tida menyadari keberadaanku dan masih focus pada latihannya. Sempurna. Dia yeojaku. Saat music berhenti, dia membungkukkan badannya dan menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Keringat mengucur dari dahinya. Dia benar-benar bekerja keras. Aku melangkah masuk kedalam ruangan, dan dia menoleh. Sadar rupanya.

"Kau? Aku sudah selesai latihan, apa kau mau latihan?" tanyanya.

Aku menghiraukan pertanyaannya dan berhenti tepat didepannya. Menatap dalam matanya, melihat bayanganku dibola matanya. Aku yakin jika dia mencintaiku, aku yakin, sangat yakin.

"Kau… kenapa?" tanyanya.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, menatap wajahnya dari jarak yg seperti ini membuatku nyaman. Dia mengerutkan alisnya, mungkin bingung dengan sikapku sekarang. Tapi dia tidak membuat pergerakan apapun dan itu membuatku makin mendekatkan wajahku ke wajahnya, hingga akhirnya bibirku menyentuh bibirnya. Aku memejamkan mataku. Hyukkie sama sekali tidak melakukan penolakan apapun dan itu membuatku gila.

Kenapa semua yg indah dilakukan dengan menutup mata?

Berciuman? Menutup mata.

Bercinta? Menutup mata.

Ini PR untuk kalian/?.

Saat aku mulai melumat bibirnya dan menekan tengkuknya dengan maksud memperdalam ciuman ini. Hyukkie memberontak dan menghempaskan badanku sehingga tautan bibir kamu terlepas. Astaga, apa yg sudah aku lakukan? Aku melihat raut wajahnya yg terlihat kaget, dia melihatku sebentar lalu memalingkan mukanya, mengambil tasnya lalu keluar ruangan secepat yg dia bisa.

"Hyukkie" aku mengejarnya dan berhasil memegang tangannya, sayangnya dia menghempaskan tangannya lalu berlari. Aku kesal lalu menendang pintu ruang latihan. Kenapa aku bisa sebodoh itu? Aku menendang meja di hadapanku dan membuat benda yg ada diatasnya terjatuh. Aku terduduk dan menjambak rambutku sendiri? Bagaimana jika dia membenciku dan menjauhiku? Ini semua diluar kendaliku, dia membuatku gila. Tapi… tulisan apa itu? Aku berdiri dan membaca tulisan dibalik pintu.

'Pintu Rusak. Mohon jangan tutup pintu'

Aku mencoba membuka pintu dan ternyata benar, aku terkunci dari dalam. Sial!

Hyukjae POV

Aku sedang berlatih diruang latihan karna besok aku sudah harus berangkat ke Jeju. Aku melihat Donghae masuk kedalam ruangan lalu menghampiriku.

"Kau? Aku sudah selesai latihan, apa kau mau latihan?" tanyaku saat melihatnya

Dia tidak menjawab pertanyaanku dan berdiri tepat didepanku. Aku tidak tahu apa yg terjadi padanya, dia menatap mataku sangat dalam, seperti ada sesuatu yg mengganjal didalam hatinya dan ingin dia bicarakan. Tapi aku tidak tahu itu apa.

"Kau… kenapa?" tanyaku setelah sekian lama terdiam.

Dia tidak menjawab pertanyaanku, malah mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dia menatap wajahku, begitu juga aku yg menatap wajahnya. Ada apa dengannya? Kenapa dia kelihatan berbeda? Aku mengerutkan alisku sendiri, tidak biasanya dia seperti ini, Donghae makin mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga akhirnya bibirku menyentuh bibirnya. Aku tahu ini salah, tapi aku seakan lumpuh, aku tidak bisa berpikir dan melakukan apapun. Donghae memejamkan matanya. Apa yg terjadi denganku? Aku harus menghentikan ini semua.

Saat Donghae mulai melumat bibirku dan menekan tengkukku, aku tersadar lalu memberontak dan menghempaskan badan Donghae sehingga tautan bibir kamu terlepas. Kenapa aku baru sadar? Ini salah, aku tidak seharusnya menikmati ciuman ini. Nafasku memburu, ini membuatku kaget. Aku mengambil tasku lalu keluar ruangan secepat yg aku bisa.

"Hyukkie" Donghae memanggilku dan aku semakin mempercepat langkahku.

Saat dia mendapatkan tanganku, aku menghempaskannya lalu berlari sekuat tenaga.

BRAK!

Aku menoleh kebelakang dan melihat pintu ruangan tertutup, sepertinya ditendang oleh Donghae. Aku menulikan pendengaranku lalu kembali berlari kedepan universitas, menyetop taksi. Nafasku rasanya tercekat, sebenarnya ada apa dengan dia? Aku sudah gilaaaaaa. Aku tersadar dari lamunanku ketika handphoneku berbunyi, dari Sungmin.

"Yeobseo? Hyuk? Kau dimana? Sudah selesai latihan?" tanya Sungmin beruntun.

"Yeobseo. Aku sedang dijalan, eng… aku baru saja selesai latihan. Ada apa?" tanyaku lagi.

"Baguslah, kerumahku ya sekarang. Sedang ada Kyuhyun dan Siwon disini, kau pasti belum makan kan? Aku memasak banyak hari ini" kata Sungmin, sepertinya dia sedang gembira.

"Baiklah, aku menuju kesana sekarang" kataku singkat dan PIP! Telfon kuputus sepihak. Semoga saja dengan aku kesana aku bisa melupakan kejadian tadi.

…..

Aku sedang makan dirumah Sungmin sekarang. Bersama Kyuhyun, Sungmin, dan Siwon oppa. Saat aku memasuki rumahnya, Sungmin sempat curiga dengan raut mukaku yg seperti orang gila mungkin. Tapi aku tidak bisa bercerita dengannya jadi aku bilang bahwa aku hanya terlalu lelah. Maafkan aku Ming, aku tidak bermaksud membohongimu.

"Kau sudah siap berangkat ke Jeju?" tanya Sungmin.

"Aku sudah menyiapkan semuanya kemarin. Besok hanya tinggal berangkat. Hey Ming, bagaimana jika kau ikut denganku?" tawarku. Sekalian menemaniku, kurasa aku akan kesepian disana selama 3 hari.

"Mwo? Aku belum membeli tiket pesawat" tolak Sungmin. Aku merogoh tasku dan mengambil 2 tiket pesawat ke Jeju.

"Cha! Ini, sudah kusiapkan untukmu juga untuk Kyuhyun" kataku tersenyum riang.

"MWOYAAA?"

"Kau menyiapkan untukku juga noona?"

Kyumin couple ini tampak terkejut dengan ini, mereka tampak membulatkan matanya dan melebarkan mulutnya. Membuatku ingin melempar sandal kearah mereka berdua.

"Kalian sudah tidak ada alasan lagi. Pokoknya besok kalian ikut aku, pesawat ini berangkat jam 9 pagi" kataku sambil menyerahkan dua buah tiket ketangan Sungmin.

"Gomawo Hyuk-ah, kau memang sahabatku paling the best" kata Sungmin mengacungkan dua jempolnya sambil beraegyo ria.

"Gomawo noona. Kupikir aku akan berpisah dengan Sungmin selama 3 hari" kata Kyuhyun cengengesan, sedangkan aku hanya mengangguk.

"Oppa. Kau mau ikut dengan kami? Tapi mianhe, aku tidak menyiapkan tiket untukmu" kataku menyesal.

"Aniyoo gwaenchana. Akan kupikirkan nanti" kata Siwon oppa sambil mengelus rambutku.

"Eh, noona. Apa kau melihat Donghae hyung? Aku menghubunginya tadi sore tapi tidak diangkat olehnya. Aku jadi khawatir, tidak biasanya dia seperti ini" kata Kyuhyun.

Aku berpikir dan kembali teringat kejadian tadi. Aku hampir saja menggeleng jika saja aku tidak ingat bahwa pintu ruang latihan tertutup karna ditendang olehnya. Dia murid baru, dia pasti tidak tahu kalau pintu itu tidak boleh ditutup dari dalam. Aku panik. Aku menyambar tasku lalu berlari keluar rumah Sungmin tanpa memikirkan tatapan aneh dari ketiga orang dimeja makan.

"Yak! Hyuk-ah" Sungmin memanggilku lalu berlari mengejarku, diikuti oleh Siwon oppa dan Kyuhyun dibelakangnya.

"Noona, kau mau kemana?" tanya Kyuhyun.

"Aku harus ke universitas sekarang. Donghae masih ada disana, aku harus kesana" kataku panik mengingat sedang apa Donghae sekarang.

"Mwo? Apa katamu noona? Ayo aku antar, mobil Donghae hyung sedang ada di bengkel saat ini" kata Kyuhyun lalu berlari menuju mobilnya.

Aku berlari mengikuti Kyuhyun dan langsung masuk kedalam mobilnya.

"Sungmin-ah, aku tinggal dulu. Kuhubungi kau nanti" teriak Kyuhyun lalu menjalankan mobilnya.

"Cepat Kyu!" kataku panik.

Bagaimana ini? Bagaimana bisa aku lupa bahwa pintu itu tadi tertutup olehnya? Bagaimana bisa aku membiarkannya tadi? Bagaimana keadaan Donghae saat ini? Disana pasti dingin, dan dia pasti belum makan. Aku bahkan sudah tidak ingat kejadian tadi sore antara aku dan Donghae, aku benar-benar khawatir pada Donghae.

Dan sekali lagi, aku tidak menyadari bahwa seseorang mengamatiku tadi dengan tangan yg terkepal.

…..

Saat sampai di depan Universitas, aku langsung berlari kearah ruang latihan lalu menggedor-gedor pintunya.

"Donghae! Kau didalam?" tanyaku tapi tidak ada jawaban dari dalam.

Bagaimana kalau Donghae pingsan sejak tadi? Tanpa aku sadari mataku memanas. Aku berlari menuju ruang guru dan mengambil kunci ruang latihan. Berlari lagi kembali keruang latihan untuk membukanya. Saking paniknya aku bahkan kunci itu sempat terjatuh.

"Noona cepat!" kata Kyuhyun.

Aku membuka pintu ruang latihan dan membukanya. Pemandangan pertama yg aku temui adalah Donghae yg sedang duduk memainkan handphonenya, sepertinya dia tidak apa-apa. Pandanganku bertemu dengannya dan aku langsung menghela nafas lega, air mataku meluncur tidak beraturan. Aku berlari kearahnya dan langsung memeluknya. Aku benar-benar cemas, aku tidak tahu bagaimana diriku jika sesuatu terjadi padanya karna kebodohanku. Donghae tampak kaget sebelum akhirnya membalas pelukanku. Dia menangkupkan kedua tangannya di wajahku lalu tersenyum, senyum yg sangat aku sukai.

"Kau kenapa? Jangan menangis" katanya sambil mengusap airmata di wajahku, tapi air mataku tidak mau berhenti.

"Aku takut terjadi apa-apa denganmu" ucapku lalu memeluknya lagi. Dia membalas pelukanku lebih erat, mengusap punggungku untuk menenangkanku.

"Tidak akan terjadi apa-apa denganku Hyukkie" katanya.

"EKHEM!"

Aku dan Donghae melepas pelukan kami ketika mendengar suara deheman Kyuhyun. Ah, aku malu, aku bahkan lupa kalau ada Kyuhyun disini.

"Ah, aku sudah seperti kacang goreng disini. Kapan drama kalian akan berakhir?" kata Kyuhyun sambil melirik jam tangannya.

"Berisik kau setan! Hyukkie, kita pulang ya" kata Donghae mengusap air mataku lagi lalu merangkulku berjalan keluar.

"Hhaahh, keputusan yg salah mengantarkan Hyukkie noona kesini"

Aku menggenggam tangan Donghae sepanjang jalan. Aku sangat bersyukur tidak terjadi apa-apa dengannya.

Donghae POV

Aku dan Hyukkie sedang bersiap di bandara. Menunggu Kyuhyun dan Sungmin yg sebentar lagi sampai, aku baru tahu tadi kalau Kyuhyun dan Sungmin ikut kami ke Jeju. Aaahhh itu diaa, lama sekali mereka berdua.

"Mianhe kami lama" kata Sungmin saat sudah berada didepan kami.

"Ayo berangkat, nanti kita ketinggalan pesawat" kataku sambil menarik koper ditanganku.

Aku, Hyukkie, Kyuhyun dan Sungmin hampir saja masuk jika saja tidak ada seseorang yg memanggil nama Hyukkie.

"Hyuukkkkk!"

Kami berempat menoleh, Hyukkie berjalan kedepan menghampiri orang itu. Sedangkan aku hanya berdiam diri ditempat. KENAPA YA TUHAN KENAPAAA?

"Kau ikut kami?" tanya Hyukkie.

"Tentu saja" kata orang itu dan oh god, kalian pasti tahu kan itu siapa? Siwon. Cih, untuk apa dia ikut bersama kami?

Sesampainya kami dijeju, kami langsung memasuki kamar masing-masing. Kamar aku, Hyukkie, Kyuhyun dan Sungmin noona berdekatan karna kami sudah membookingnya kemarin. Berbeda dengan Siwon yg kamarnya lumayan jauh, baguslah, jadi dia tidak bisa mendekati Hyukkie selama dihotel. Sekitar jam 09.00 PM KST, aku berjalan keluar hotel karna aku sumpek berada dikamar hotel. Dan ternyata Hyukkie juga sedang jalan-jalan disini, kami berdua bertemu pandang lalu tertawa satu sama lain. Ini kebetulan atau takdir? Aku tidak tahu.

"Sedang apa kau?" tanyaku basa-basi.

"Aku sedang menghirup udara segar disini, aku bosan di kamar. Kau sendiri?"

"Sama denganmu" jawabku sambil tersenyum.

Aku dan Hyukkie menghabiskan waktu bersama diluar dan membicarakan banyak hal. Hingga aku melihat Hyukkie menguap, sepertinya mulai mengantuk.

"Tidurlah. Besok kita harus bangun pagi dan bersiap-siap mengikuti lomba" kataku mengelus rambutnya, dia tersenyum senang. Sepertinya sangat suka diperlakukan seperti ini.

"Baiklah. Kau juga tidur ya" kata Hyukkie lalu berjalan masuk kedalam hotel. Sedangkan aku masih ditempat yg sama.

…..

Aku sudah siap sekarang dan sedang berada di backstage. Aku juga sudah mengenakan kostum dan sudah dimake up. Tapi Hyukkie belum muncul sejak tadi, kata Sungmin dia masih didandani. Ah, lama sekali. Lomba sudah dimulai, dan 4 nomor lagi kita akan tampil.

"Ah, mianhe aku terlambat" kata seseorang lalu duduk disampingku.

"Hyuk….kie?"

Apa ini benar-benar Hyukkie? Dia… sangat cantik, juga…. Seksi. Pakaiannya sangat mengekspos lekuk tubuhnya yg indah dan melekat erat ditubuhnya yg ramping itu. Siapapun yg menyiapkan kostum untuk Hyukkie kali ini ingin sekali aku kutuk, dia membuatku tidak tahan untuk menerkamnya/? Sekarang juga.

"Kau kenapa? Setelah ini kita tampil" kata Hyukkie menepuk pundakku.

"Aniyo, kau cantik" kataku menggodanya. Dan dia menunduk tersipu malu.

'Peserta nomor urut 35'

"Giliran kita Hae, fighting" katanya tersenyum menyemangati dirinya sendiri. Kau benar-benar cantik hari ini Hyukkie.

Aku dan Hyukkie menaiki panggung, dan teman-teman kami duduk dibarisan paling depan, membawa banner bertuliskan 'EUNHAE FIGHTING!'. Aku merasa senang saat ini. Aku dan Hyukkie sudah siap diposisi masing-masing, saat music mengalun. Aku memulai partku terlebih dahulu, setelah itu Hyukkie lalu kami menari bersama. Semuanya memperhatikan penampilan kami dengan seksama termasuk juri-juri. Hingga akhirnya music berhenti, dan kami dalam posisi terakhir yaitu aku yg berpura-pura mencium Hyukkie.

"Saranghae" bisikku saat dalam posisi seperti tadi.

Dia kaget dan matanya membulat, menatapku seolah-seolah berkata 'jangan-bercanda-hae'. Tepuk tangan penonton membuat kami tersadar, kami menghadap kearah penonton lalu menundukkan badan kearah penonton.

Saat dibackstage, Hyukkie masih terdiam. Sepertinya dia masih kaget akan kata-kataku tadi.

"Aku sungguh-sungguh. Aku tidak akan memaksamu menjawabnya sekarang, aku akan menunggumu" bisikku ditelinganya, dan sekali lagi dia hanya terdiam.

Hyukjae POV

Aku masih kaget dengan apa yg dikatakan Donghae saat distage tadi. Dia mengatakan 'saranghae' padaku. Aku memang mengharapkan dia mengatakan itu padaku sejak dulu. Hanya saja ini diluar perkiraanku dan dia mengatakannya disaat yg menurutku tidak tepat. Aku benar-benar kaget dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

Kami sedang berada diatas panggung untuk keputusan terakhir siapa yg akan menjadi juara umum. Tinggal tersisa aku dan Donghae juga satu pasangan lainnya.

'Dan juara umum Dance Contest tahun ini adalah… peserta dengan nomor…. 35!"

"KKKYYAAAAAAA!"

Aku melompat kegirangan lalu refleks memeluk Donghae. Teman-temanku juga heboh dibawah sana sambil menyanyikan yel-yel yg entah kapan dibuatnya. Aku dan Donghae menerima piala juara umum serta hadiah yg dijanjikan. Aku menaaannggggg!

Aku sedang bereuforia dengan Kyuhyun dan Sungmin, mereka bilang aku dan Donghae sangat bagus tadi, juga sangat serasi. Aku menunduk malu saat mereka bilang aku dan Donghae serasi. Benarkah?

"Hyuk-ah, bisakah kau ikut aku sebentar?" kata Siwon oppa menghampiriku.

"Baiklah. Aku tinggal sebentar ya" kataku pamit pada Sungmin dan Kyuhyun.

"Ada apa oppa?" tanyaku setelah menyingkir dari keramaian disekitar panggung.

"Aku ingin berbicara denganmu" kata Siwon oppa.

"Bicaralah. Aku akan mendengarkanmu"

"Aku mencintaimu"

Deg! Dia masih menyimpan rasa itu?

"Berikan aku satu kesempatan lagi Hyuk-ah, aku benar-benar masih mencintaimu" mohon Siwon oppa dihadapanku. Aku menggelengkan kepala, bingung. Dua orang menyatakan cintanya padaku hari ini, dihari yg sama, ditempat yg sama. Aku harus bagaimana?

"Aku….."

"Kumohon Hyuk-ah, aku bisa membahagiakanmu lebih dibanding Donghae"

Siwon oppa menarikku dalam pelukannya lalu memelukku erat.

"Aku tahu aku salah. Kumohon kembalilah" katanya mencium puncak kepalaku.

Dia melepas pelukannya lalu menatap mataku. Aku menatap wajahnya dari jarak sedekat ini, tidak bisa. Aku tidak merasakan apapun saat didekat Siwon oppa. Bahkan jantungku tidak berdegup kencang saat didekatnya. Aku tidak merasakan apapun saat didekatnya. Sekarang aku sudah tahu jawabannya, aku mencintai Donghae. Aku tidak mencintai Siwon oppa.

Siwon oppa mendekatkan wajahnya padaku lalu mencium bibirku. Bahkan aku tidak bisa merasakan perasaan apapun saat berciuman denganya. Tuhan kumohon maafkan aku. Aku tau ini salah. Hanya untuk terakhir kalinya, setelah ini aku akan menemui Donghae dan memberitahu jawabanku. Aku mendorong dada Siwon oppa dan melepas bibirku dari bibirnya.

"Aku… aku minta maaf oppa. Tapi sungguh, aku tidak merasakan apapun saat didekatmu. Aku… aku tidak mencintaimu lagi. Kumohon. Jangan terus menatapku, berhenti mengejarku dan carilah yeoja lain. Kau tampan oppa, banyak yeoja diluar sana yg lebih pantas untukmu dibanding aku. Aku minta maaf"

Aku berlari meninggalkannya dan mencari Donghae. Bodohnya, aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri. Tidak menyadari kalau adeganku dengan Siwon oppa tadi disaksikan oleh seseorang yg akan kucari sekarang.

TBC c:

Chap 10 coming broooooo XD Yg ini dipanjangin soalnya ngejar buat NC nya XD Biasanya cuma 2000 words, ini dilebihin seribu jadi 3000 words, uyeeeeee '3' Chapter depan positip NC uyyyeeeeeee XD Tapi kalo ga review ga dipost ah :p Nunggu lebaran aja '3' wkwk

Oiya, selamat berpuasa buat yg menjalankan yaaa~ Semoga puasanya dapet pahala yg full, amiiinnn :D

TERIMA KASIH YG SUDAH REVIEW, KEEP REVIEW TERUS YA :]

JANGAN JADI ANAK NAKAL, AYO REVIEW!